RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 202 - 213 E-ISSN: 2775-2267 Email: ristansi@asia. https://jurnal. id/index. php/ristansi PENGARUH ASIMETRI INFORMASI. KUALITAS AUDIT. KOMITE AUDIT DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BEI PERIODE 2018-2022 Nurhafifah. Nurshadrina Kartika Sari. Wiwik Fitria Ningsih Institut Teknologi dan Sains Mandala Nurhafifah261@gmail. DOI: 10. 32815/ristansi. Informasi Artikel Tanggal Masuk Tanggal Revisi Tanggal diterima Keywods: Earnings Management. Information Asymmetry. Audit Quality. Audit Committee. Company Size Kata Kunci: Manajemen Laba. Asimetri Informasi. Kualitas Audit. Komite Audit. Ukuran Perusahaan 15 Juli. Januari. Januari. Abstract: This study aims to analyze the influence of information asymmetry, audit quality, audit committee, and company size on earnings management. The research objects are banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2018-2022 period, with 32 sample companies selected using purposive sampling. This study employs a quantitative approach with multiple linear regression analysis using dummy variables. The results show that information asymmetry and audit quality do not affect earnings management, while the audit committee and company size have a significant influence. Overall, these four variables simultaneously affect earnings management. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh asimetri informasi, kualitas audit, komite audit, dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba. Objek penelitian adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2022, dengan 32 sampel perusahaan yang dipilih menggunakan metode purposive Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan analisis regresi linier berganda menggunakan variabel dummy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asimetri informasi dan kualitas audit tidak memengaruhi manajemen laba, sedangkan komite audit dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh signifikan. Secara keseluruhan, keempat variabel tersebut secara simultan memengaruhi manajemen laba. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 202 - 213 PENDAHULUAN Laporan keuangan adalah dokumen yang memuat informasi mengenai pencatatan keuangan serta seluruh transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu (Cimbniaga. id, 2. Laporan keuangan bermanfaat bagi pihak eksternal maupun internal untuk memahami keadaan keuangan serta performa sebuah perusahaan terutama informasi mengenai laba dari perusahaan (Widowati. Sudrajat & Amah, 2. Pentingnya informasi tentang laba ini membuat pihak manajemen melakukan tindakan yang tujuannya menguntungkan pihak mereka dan hal ini dapat menimbulkan kerugian bagi pengguna laporan keuangan (Sari dan Astuti, 2. , sehingga banyak perusahaan yang melakukan berbagai hal untuk meningkatkan kinerjanya, salah satunya memanipulasi informasi laba. Manajemen laba adalah upaya manajemen untuk mengatur jumlah laba guna memberikan kesan positif tentang kinerja perusahaan demi kepentingan pribadi (Rahma, 2. Menurut Sari dan Widaninggar . manajemen laba adalah keputusan manajer untuk melaporkan hasil kinerja secara wajar dan sah menurut hukum. Manipulasi laba tidak hanya berdampak merugikan bagi pemegang saham, tetapi juga dapat menimbulkan masalah serius bagi perusahaan. Contohnya adalah Garuda Indonesia, yang laporan keuangannya pada tahun 2018 menunjukkan kejanggalan. Setelah beberapa tahun mencatat kerugian, tiba-tiba pada 2018 perusahaan melaporkan laba signifikan sebesar US$ 5,01 juta (Fauzia, 2. Setelah laporan keuangan disajikan ulang. Garuda Indonesia mencatat rugi bersih sebesar US$ 175,02 juta (Rp 2,45 triliu. , berbeda dari sebelumnya yang menunjukkan laba US$ 5,01 juta. Penyajian ulang ini menyebabkan harga saham GIAA turun 3,47% (Hps, 2. Menurut Isnawati, dkk. Asimetri informasi merupakan salah satu faktor yang memicu terjadinya praktik manajemen laba. Kondisi ini terjadi ketika satu pihak memiliki lebih banyak informasi dibandingkan pihak lain dalam transaksi, sehingga pihak dengan informasi terbatas sulit membuat keputusan yang tepat (Scott, 2. Kondisi asimetri informasi ini semakin menekankan pentingnya peran auditor dalam memastikan transparansi dan keandalan laporan keuangan, sehingga praktik manajemen laba dapat Menurut Firnanti . kualitas audit tercermin dari laporan keuangan RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 202 - 213 yang dihasilkan oleh perusahaan dan sering diukur berdasarkan reputasi Kantor Akuntan Publik (KAP). Reputasi KAP memiliki peran penting, karena auditor yang berkualitas dapat membantu perusahaan meminimalkan praktik manajemen laba. Komite audit dalam sebuah perusahaan berfungsi sebagai sistem pengendalian sekaligus penghubung antara pemegang saham dan dewan komisaris untuk mengidentifikasi masalah pengendalian. Keberadaan komite audit diharapkan mampu menekan praktik manajemen laba (Susanto, 2. Menurut Moses . , perusahaan besar lebih cenderung terlibat dalam praktik manajemen laba dibandingkan perusahaan Hal ini disebabkan oleh tingginya biaya politik dan kompleksitas operasional yang dimiliki, sehingga menciptakan peluang lebih besar untuk melakukan praktik tersebut. Bank merupakan lembaga keuangan yang berperan sebagai perantara antara pihak yang memiliki kelebihan dana . dan pihak yang membutuhkan dana . (Saroinsong, 2. Bank juga berperan dalam menyediakan pembiayaan bagi perekonomian riil guna mendukung pertumbuhan ekonomi suatu negara. (Sari dan Widaninggar, 2. Peran penting bank menjadikannya objek penelitian untuk membuktikan adanya manajemen laba di sektor perbankan, karena adanya regulasi ketat, terutama dari pemerintah. Penelitian yang dilakukan oleh Rini dan Amelia . menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba, sedangkan asimetri informasi dan leverage tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Maulidah dan Santoso . menyatakan bahwa kualitas audit dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen laba, sedangkan leverage tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Firnanti . menyatakan bahwa profitabilitas, ukuran perusahaan, kualitas audit, dan leverage memengaruhi manajemen laba. Dalam konteks ini, mengingat bahwa manajemen pendapatan masih banyak terjadi di beberapa kasus di Indonesia dan beberapa penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya menunjukkan hasil yang tidak konsisten, maka peneliti tertarik untuk mengkaji penelitian tentang manajemen pendapatan untuk mendapatkan data dan fakta yang paling mutakhir. pada situasi tersebut. Hal ini terkait dengan asimetri informasi, kualitas audit, komite audit, dan ukuran perusahaan. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 202 - 213 Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, kerangka konseptual penelitian ini adalah sebagai berikut: Gambar 1 Kerangka Konseptual Asimetri Informasi (X. Kualitas Audit (X. Manajemen Laba (Y) Komite Audit (X. Ukuran Perusahaan (X. Berdasarkan kerangka konseptual diatas maka hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: : Asimetri Informasi berpengaruh terhadap manajemen laba. : Kualitas Audit berpengaruh terhadap manajemen laba. : Komite Audit berpengaruh terhadap manajemen laba. : Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap manajemen laba : Asimetri Informasi. Kualitas Audit. Komite Audit, dan Ukuran Perusahaan berpengaruh secara simultanterhadap manajemen laba. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan perbankan. Populasi penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018-2022 sebanyak 4. perusahaan, dimana sampel yang digunakan sebanyak 32 perusahaan yang dipilih secara purposive sampling. Sebagai teknik analisis data, regresi linier berganda dengan variabel dummy digunakan untuk menentukan dampak asimetri informasi, kualitas audit, komite audit, dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba. Persamaan regresi yang digunakan adalah Y = a 1X1 2DX2 3X3 4X4 e RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 202 - 213 Penjabaran: Y= Manajemen laba a = Konstanta = Koefisien Regres X1 = Asimetri Informasi DX2 = Dummy Kualitas Audit . tidak berafiliasi big four dan 1 berafiliasi big fou. X3 = Komite Audit X4 = Ukuran Perusahaan e = Eror Pengukuran masing-masing variabel penelitian adalah sebagai berikut: Asimetri Informasi mengacu pada (Healy, 1. dalam (Yanti & Setiawan, 2. yeCyeiyeU yecyeeyeOyeEyeIOeyeEyeOyeI yecyeeyeOyeEyeI Spread = . eCyeiyeU yecyeeyeOyeEyeI yeEyeOyeI yecyeeyeOyeEyeI)/ya x 100% Dimana Spead = Selisih harga ask . dengan harga bid . saham perusahaan. Ask price = harga ask . tertinggi saham perusahaan. Bid Price = harga bid . terendah saham perusahaan. Dalam penelitian ini, variabel kualitas auditor diukur menggunakan variabel dummy. Perusahaan yang diaudit oleh KAP yang berafiliasi dengan Big Four diberi nilai 1, sementara yang diaudit oleh KAP non-Big Four diberi nilai 0. Komite audit diukur menggunakan skala rasio berdasarkan jumlah anggota komite audit yang dimiliki perusahaan yaitu: Komite Audit = Total Komite Audit Dalam Suatu Perusahaan Ukuran perusahaan dihitung menggunakan rumus ukuran sebagai berikut: Ukuran Perusahaan = Ln (Total Ase. Variabel manajemen laba dihitung menggunakan discretionary accruals dengan metode The Modified Jones Model, berdasarkan penelitian Sari dan Widaninggar . Adapun rumusnya dihitung dengan langkah-langkah sebagai berikut: TAit = NIit Ae CFOit RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 202 - 213 Nilai TAi,t diestimasi dengan persamaan regresi berganda yaitu: TAit/ Ait- 1 = a1. / Ait-. REVit / Ait-. a3(PPEit / Ait-. e Dengan koefisien regresi seperti rumus diatas, maka dapat ditentukan nondiscretionary accruals (NDA) dengan rumus sebagai berikut: NDA = a1. / Ait-. REVit Ae iRECi. / Ait-. } a3(PPEit / Ait-1 Terakhir, discretionary accruals (DA) sebagai indikator manajemen laba dihitung dengan rumus berikut: DAit = TAit / Ait-1 Ae NDAit Dimana: DAit= Discretionary Accruals perusahaan i pada periode t. TAit= Total Accruals perusahaan i pada periode t. CFOit= Cash Flow Operating perusahaan i pada periode t. NIit= Laba Bersih perusahaan i periode t. Ait-1= Total Aset perusahaan i periode t-1. OIREVit= Perubahan pendapatan perusahaan i dalam periode t. OIRECit= Perubahan pemberian kredit banki dalam periode t. PPEit= Nilai aktiva tetap perusahaan i pada periode t. NDA= Non Discretionary Accrual, a1, a2, a3= Koefisien Regresi, e= error. HASIL PENELITIAN Sampel penelitian untuk studi ini terdiri dari 32 perusahaan perbankan selama lima periode waktu dari tahun 2018 hingga 2022. Berdasarkan hasil uji asumsi klasik, data terdistribusi normal dan tidak terjadi multikolinearitas, autokorelasi, maupun Hal ini memungkinkan analisis data dilakukan dan memastikan bahwa data memenuhi asumsi klasik. Tabel 1 Deskripsi Data Asimetri Informasi Kualitas Audit Komite Audit Ukuran Perusahaan Manajemen Laba Valid N . Descriptive Statistics Minimum Maximum 0,00 25,77 13,4071 21,4127 -4,8412 2,5620 Mean Std. Deviation 3,3373 3,58798 0,47 0,501 3,93 1,198 17,764761 1,7614768 -0,013215 0,4617690 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 202 - 213 Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa jumlah sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 160 data dan dengan perincian seperti diatas. Tabel 2 Hasil Regresi Coefficientsa Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Std. Model Error Beta Sig. Tolerance VIF 1 (Constan. Asimetri - 0. Informasi Kualitas Audit 0. Komite Audit -0. - 0. Ukuran - 0. Perusahaan Dependent Variable: ManajemenLaba Menurut Tabel 2, asimetri informasi dan kualitas audit masing-masing tidak berpengaruh terhadap manipulasi laba, sedangkan komite audit dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap manipulasi laba. Secara kolektif, variabel-variabel ini berdampak pada manajemen laba. PEMBAHASAN Asimetri informasi terhadap manajemen laba Hasil penelitian menunjukkan bahwa asimetri informasi tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Hal ini menjelaskan mengapa jumlah informasi yang tersedia bagi manajemen ketika menerapkan praktik manajemen laba cenderung terbatas, karena perusahaan harus menyediakan informasi yang akurat dan dapat diandalkan. Alasan lain mengapa asimetri informasi tidak mempengaruhi manajemen laba pada perusahaan perbankan adalah karena kegiatan utama bank bergantung pada kepercayaan, serta adanya regulasi ketat, terutama dari pemerintah, yang memastikan transparansi, kepatuhan, dan stabilitas sistem keuangan. Regulasi yang ketat ini mensyaratkan perusahaan perbankan untuk mengungkapkan informasi yang relevan secara teratur RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 202 - 213 kepada pihak-pihak yang berkepentingan, termasuk pemegang saham (Sari dan Widaninggar, 2. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian oleh Rini dan Amelia . Karmilah dan Prastyani . , serta Yanti dan Setiawan . , yang menyimpulkan bahwa asimetri informasi tidak mempengaruhi manajemen laba. Namun, penelitian ini berbeda dengan penelitian Nasution. Yahya. Tarmizi . yang menyatakan bahwa asimetri informasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba. Kualitas audit terhadap manajemen laba Studi ini menemukan bahwa kualitas audit tidak memengaruhi manajemen hasil. Hasil ini sesuai dengan penelitian Sutarti dan Karina yang menemukan bahwa profesionalisasi dalam industri KAP tidak mencegah praktik yield management. Sekalipun KAP dianggap ahli dalam industri tertentu, hal ini saja tidak cukup untuk mengendalikan bagaimana hasil dikelola dalam suatu perusahaan. Dalam artian lain bagus atau tidaknya kualitas audit yang dipakai dalam suatu perusahaan, perusahaan tetap malakukan manajemen laba. Hal tersebut juga dikarenakan pada perusahaan perbankan banyak sekali hal2 yang perlu diperhatikan seperti kondisi laba perusahaan yang stabil agar tetap dipandang baik oleh para investor sehingga kemungkinan besar jasa KAP tidak begitu berpengaruh bagi perusahaan perbankan untuk tetap malakukan praktik manajemen laba. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Sutarti dan Karina . , serta penelitian Sebastian dan Handojo . , yang menyatakan bahwa kualitas audit tidak mempengaruhi manajemen laba. Namun, temuan ini berbeda dengan penelitian Maulidah dan Santoso . Firnanti . Aryanti. Kristanti dan Hendratno . , serta Annisa dan Hapsoro . , yang menemukan bahwa kualitas audit berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Komite audit terhadap manajemen laba Hasil penelitian menunjukkan bahwa komite audit mempunyai dampak terhadap manipulasi laba dan keberadaan komite audit pada perusahaan perbankan efektif dalam mencegah perilaku manipulasi laba. Komite audit dapat berfungsi sebagai sistem pengendalian untuk memantau aktivitas perusahaan dan mengurangi praktik tersebut. Temuan ini sesuai dengan teori yang diajukan oleh Effendi . Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Janrosl . bahwa komite audit berpengaruh terhadap RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 202 - 213 manajemen laba. Namun, temuan ini bertentangan dengan Dharma. Damayanty dan Djunaidy . Sutarti dan Karina . Sebastian dan Handojo . , serta Firnanti . , yang menyatakan bahwa komite audit tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Ukuran perusahaan terhadap manajemen laba Studi ini menemukan bahwa ukuran perusahaan memiliki dampak pada manajemen Artinya, semakin besar bisnis perbankan, diukur dari total aset, semakin sedikit pula tindakan pengelolaan laba yang diterapkan. Bank-bank yang lebih besar dianggap lebih transparan dalam pelaporan keuangan mereka dan menikmati kepercayaan yang lebih besar daripada bank-bank yang lebih kecil. Perusahaan yang lebih besar, karena kompleksitas operasinya dan perhatian terhadap detail yang mereka berikan saat menyiapkan laporan keuangan, cenderung kurang peduli dengan manajemen laba. Sebaliknya, bank berskala kecil cenderung ingin menunjukkan kinerja yang baik agar dapat bersaing dengan bank besar. Selain itu, bank kecil lebih mungkin melakukan manajemen laba untuk mempertahankan profitabilitas, memenuhi persyaratan modal, dan menarik minat investor. Dalam situasi ini, manajemen laba sering dianggap sebagai cara cepat untuk memperbaiki laporan keuangan dan mencapai target yang ditetapkan. Hasil penelitian ini mendukung temuan Rini dan Amelia . Maulidah dan Santoso . Sutarti dan Karina . Yanti dan Setiawan . , serta Firnanti . , yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan mempengaruhi manajemen laba. Namun, hasil ini berbeda dengan penelitian Sebastian dan Handojo . , yang menyimpulkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. KESIMPULAN Analisis data mengarah pada kesimpulan bahwa asimetri informasi dan kualitas audit tidak memengaruhi manipulasi laba, namun komite audit dan ukuran perusahaan Selanjutnya, kami bersama-sama menganalisis variabel-variabel seperti asimetri informasi, kualitas audit, komite audit dan ukuran perusahaan dan menemukan bahwa variabel-variabel ini memiliki dampak signifikan terhadap manajemen laba. Temuan studi memiliki implikasi penting bagi perusahaan dan Untuk perusahaan, temuan bahwa komite audit dan ukuran perusahaan RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 2. Desember 2024. Hal 202 - 213 memengaruhi manajemen laba menunjukkan bahwa pelaporan keuangan perlu dikontrol lebih ketat untuk meningkatkan transparansi. Bagi regulator, hasil ini dapat menjadi dasar untuk memperkuat kebijakan pengawasan, terutama melalui peran komite audit dan aturan transparansi yang lebih baik. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan, seperti cakupan data yang hanya menggunakan laporan keuangan tahunan perusahaan perbankan di BEI, periode penelitian yang terbatas pada 2018-2022, serta variabel yang belum mencakup semua faktor yang mungkin berpengaruh. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas objek penelitian ke sektor lain, menambahkan variabel seperti profitabilitas atau leverage, menggunakan metode campuran untuk analisis mendalam, memperpanjang periode penelitian untuk menangkap tren jangka panjang, serta melakukan studi perbandingan antara perusahaan yang diaudit oleh KAP Big Four dan non-Big Four. REFERENSI