Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 2 November 2025 Hal. ISSN 2775-5134 Pelatihan Digitalisasi UMKM di Desa Burikan dengan Memanfaatkan Aplikasi Shopee Restu Ardi Putranto1*. Shandy Aulia Ramadhani2. Evapras Kurniawan Panji Saputra3. Christina Yuli Anggita4. Tania Fadilla Saputri5 1,2,3,4,5 Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Kota Yogyakarta e-mail: 119232150@bsi. id, 219231130@bsi. id 319231373@bsi. 19230947@bsi. id, 512221303@bsi. Abstrak BSI Explore merupakan kegiatan rutin dua tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Bina Sarana Informatika sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Pada pelaksanaan BSI Explore 2025 di Desa Burikan, ditemukan bahwa sebagian besar UMKM masih menggunakan metode pemasaran konvensional seperti penjualan di warung depan rumah, dari rumah ke rumah, atau melalui pasar tradisional, yang dinilai kurang efektif dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Oleh karena itu. Tim 10 BSI Explore 2025 mengadakan pelatihan digitalisasi UMKM dengan tema AuUMKM Naik Kelas dengan DigitalisasiAy yang berfokus pada pemanfaatan aplikasi Shopee. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi, wawancara, ceramah, sesi tanya jawab, dan pengisian kuesioner. Kegiatan ini diikuti oleh 18 pelaku UMKM yang bergerak di bidang produksi keset, telur asin, tenun, dan makanan ringan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap penggunaan platform digital, khususnya Shopee, dalam memasarkan produk mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan daya saing UMKM di Desa Burikan. Kata Kunci: Digitalisasi. Shopee. UMKM Abstract BSI Explore is a biennial program organized by Universitas Bina Sarana Informatika as a form of community service. During the 2025 BSI Explore held in Burikan Village, it was found that most local MSMEs (Micro. Small, and Medium Enterprise. still relied on conventional marketing methods such as selling through roadside stalls, door-to-door sales, or traditional marketsAiapproaches considered less effective in reaching a broader market. To address this. Team 10 of BSI Explore 2025 conducted a training session on MSME digitalization under the theme AuEmpowering MSMEs through DigitalizationAy, focusing on the use of the Shopee application. The activity was carried out through observation, interviews, lectures. Q&A sessions, and questionnaire distribution. The training was attended by 18 MSME participants engaged in the production of doormats, salted eggs, woven fabrics, and snacks. The results showed an increase in participantsAo understanding of how to use digital platforms, especially Shopee, to market their products. This initiative is expected to serve as an initial step toward enhancing the competitiveness of MSMEs in Burikan Village. Keywords: Digitalization. MSMEs. Shopee Pendahuluan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Publikasi oleh LPPM Universitas Bina Sarana Informatika Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 2 November 2025 ISSN 2775-5134 BSI Explore 2025 merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) setiap dua tahun sekali, dan pada tahun ini bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-37 UBSI. Untuk merayakan kesempatan istimewa ini. BSI Explore 2025 akan dilaksanakan di 37 desa yang tersebar di seluruh Indonesia. Kegiatan ini memiliki tujuan yang sangat mulia dan penting, yaitu untuk menaikkan tingkat literasi dan numerasi di sekolah, memperluas pengetahuan masyarakat tentang teknologi terbaru, serta mengidentifikasi dan menggali potensi-potensi desa yang masih belum diketahui atau belum dikembangkan (Hidayat & Purwanto, 2. Dengan demikian. BSI Explore 2025 tidak hanya berperan sebagai ajang perayaan, tetapi juga sebagai tempat mahasiswa menjelajahi dan menggali potensi yang ada di desa tempat mereka di tempatkan (Pratama. Maryani. Imaniawan, & Maarif. Pengabdian masyarakat kini telah menjadi nilai yang semakin memperoleh perhatian dari banyak pihak, termasuk institusi pendidikan tinggi (Hamdi et al. , 2. Pada BSI Explore 2025, pengabdian masyarakat termasuk salah satu program utama pada kegiatan tersebut. Pengabdian masyarakat penting dilakukan supaya ilmu yang diperoleh mahasiswa dapat bermanfaat untuk masyarakat luas (Cahyono, 2. Hal tersebut juga sesuai dengan Tridharma dari perguruan tinggi yaitu pendidikan, pengabdian, dan penelitian (Syahputra & Putra, 2. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat baik untuk masyarakat maupun untuk mahasiswa itu sendiri. Pada pengabdian masyarakat kali ini, fokus kami adalah UMKM yang berada di Desa Burikan yang terletak di Kecamatan Cawas. Kabupaten Klaten. Provinsi Jawa Tengah. UMKM merupakan bidang usaha yang dibagi berdasarkan kriteria aset dan omset yang dimilikinya (Muttaqien. Cahyaningati. Rizki, & Abrori, 2. Pada saat ini. UMKM di indonesia masih banyak yang mengalami kesulitan menghadapi beragam tantangan dalam persaingan dengan produk industri besar, sehingga mereka perlu terus berinovasi dalam strategi pesaran untuk meningkatkan penjualan dan tetap kompetitif (Pasaribu. Larasati. Siahaan, & Manik, 2. Padahal UMKM sendiri merupakan aktor penting dalam pembangunan nasional (Muljanto. Di desa burikan sendiri terdapat 18 UMKM seperti pembuatan keset, produksi telur asin, tenun, dan makanan ringan. Sayangnya masih banyak pelaku UMKM di Indonesia dan termasuk di desa burikan belum memahami seberapa penting penggunaan teknologi informasi yang dapat mengembangkan usaha mereka (Caroline & Murtiningsih, 2. Banyak dari mereka masih menggunakan metode konvensional yaitu dengan berjualan di warung depan rumah, dari rumah ke rumah, atau berjualan di pasar tradisional. Metode konvensional ini masih kurang efisien karena keterbatasan jangkauan pasar, biaya operasional yang tinggi, serta ketergantungan pada penjualan tatap muka. Selain itu, pelaku UMKM di Desa Burikan juga menghadapi kendala dalam hal literasi digital, keterbatasan akses informasi, dan kurangnya pelatihan teknologi. Padahal masing-masing UMKM memiliki peluang dan potensi yang memerlukan dukungan ketrampilan digital dalam memasarkannya (Pradana. Mangruwa, & Adim, 2. Sesuai dengan tema kegiatan kali ini yaitu AuUMKM Naik Kelas dengan DigitalisasiAy, tujuan utama diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kelas UMKM yang ada di Desa Burikan, karena UMKM memiliki kontribusi yang sangat penting untuk ekonomi di Indonesia (Manongga. Rahardja. Sembiring. Lutfiani, & Yadila, 2. Seiring dengan perkembangan teknologi yang cukup mengubah kebiasaan menjadi serba digital, tentunya UMKM juga perlu beradaptasi dengan turut berkecimpung di dunia digital agar tetap bisa berkelanjutan (Jayanti & Karnowati, 2. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemaparan materi mengenai digitalisasi UMKM melalui aplikasi Shopee oleh narasumber yang sudah berpengalaman. Dipilihnya aplikasi Shopee sebagai aplikasi yang digunakan untuk http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 2 November 2025 ISSN 2775-5134 digitalisasi UMKM di Desa Burikan karena aplikasi ini sudah sangat populer dan banyak sekali penggunanya di Indonesia. Dengan menerapkan strategi digitalisasi yang efektif dapat menjangkau pasar yang lebih luas, mengoptimalkan operasional, serta menambah peluang inovasi (Suhaeli. Nasution. Januarika. Setyaningsih, & Rudi, 2. Selain itu, dengan menggunakan strategi digitalisasi dapat mengurangi modal pemasaran serta meminimalisir kegiatan luar ruangan yang dilakukan oleh pelaku UMKM (Lianardo. Sartika. Prasetyawati, & Cahyadi, 2. Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan UMKM menghadapi tantangan di era digital dan memperkuat daya saing mereka. Sejalan dengan hal tersebut, maksud diadakannya kegiatan ini adalah guna membekali pelaku UMKM dengan keterampilan dan pengetahuan praktis dalam menggunakan media digital untuk menjual produk Dengan demikian, diharapkan tujuan untuk menaikkan kelas UMKM di Desa Burikan dapat tercapai, sehingga nantinya bisa berdampak positif terhadap kenaikkan nilai ekonomi desa tersebut secara keseluruhan. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini. Tim 10 BSI Explore 2025 berupaya memberikan solusi nyata dengan mengadakan kegiatan pelatihan digitalisasi UMKM menggunakan aplikasi Shopee. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membekali pelaku UMKM dengan keterampilan praktis dalam memanfaatkan platform digital guna meningkatkan penjualan, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat daya saing. Kegiatan ini dilandasi oleh niat mulia untuk mendukung pemberdayaan ekonomi lokal dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Burikan. Penggunaan media digital dapat memungkinkan UMKM beroperasi dengan efisien, meminimalisir biaya operasional, serta menaikkan daya saing di pasar. Selain itu, pelatihan ini juga membuka peluang UMKM untuk bisa menjangkau konsumen yang lebih banyak. Dengan meningkatnya jumlah penjualan serta efisiensi operasional, ekonomi desa akan terdorong untuk berkembang lebih cepat, memunculkan lapangan pekerjaan, dan mensejahterakan masyarakat (Afiah. Hasan. S, & Arisah, 2. Pelatihan ini juga membantu UMKM untuk lebih adaptif terhadap perubahan teknologi dan pasar, sehingga mereka dapat tetap bertahan dan terus berkembang kedepannya. Metode Dalam penyelenggaraan program Pelatihan Digitalisasi UMKM ini, kegiatan kami bagi ke dalam tiga tahap, yakni persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi. Tahap persiapan terdiri dari observasi dan wawancara, tahap pelaksanaan terdiri dari ceramah dan tanya jawab, serta tahap evaluasi terdiri dari pengisian kuesioner oleh peserta. Gambar. 1 Metode Pelaksanaan Pada tahap persiapan, kami melakukan observasi dengan mewawancarai Kepala Desa Burikan dan Ketua RW setempat untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi UMKM yang ada di Desa Burikan. Dari hasil wawancara tersebut didapatkan hasil bahwa di Desa Burikan sendiri memiliki beberapa pelaku UMKM seperti pembuatan keset, produksi telur asin, tenun, dan makanan ringan. Setiap UMKM tersebut masih melakukan penjualan secara konvensional, dan memerlukan digitalisasi untuk meningkatkan penjualan mereka. Selain itu, dari hasil wawancara tersebut juga didapatkan informasi mengenai waktu pelaksanaan dan lokasi yang http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 2 November 2025 ISSN 2775-5134 tepat supaya tidak mengganggu kegiatan masyarakat di Desa Burikan. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka dalam satu pertemuan pada hari Jumat, 14 Februari 2025 pukul 00 WIB, bertempat di Balai Kampung Groyokan. Desa Burikan. Dalam pelaksanaannya, kami menggunakan metode ceramah untuk menyampaikan Setelah sesi ceramah, akan ada sesi tanya jawab yang dapat melibatkan para peserta untuk berinteraksi secara langsung dengan narasumber, berbagi pengalaman, serta mengajukan pertanyaan terkait topik yang dibahas. Selain itu, untuk memastikan bahwa para peserta mendapatkan manfaat yang maksimal dari pelatihan ini. Tim 10 BSI Explore 2025 juga membagikan kontak mereka guna memberikan pendampingan lebih lanjut jika diperlukan. Pendampingan ini dimaksudkan untuk dapat membantu para peserta dalam mengimplementasikan keterampilan serta pengetahuan yang mereka dapat selama pelatihan, sehingga mereka bisa mengaplikasikannya secara efektif dalam kegiatan UMKM yang mereka Pascapelaksanaan kegiatan, para peserta diminta untuk mengisi kuesioner sebagai bentuk evaluasi kegiatan tersebut, serta apa yang telah mereka dapatkan dari kegiatan tersebut. Dari hasil kuesioner tersebut diharapkan dapat menjadi perbaikan untuk kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dikemudian hari. Hasil Dan Pembahasan Sebelum pelatihan, para pelaku UMKM di Desa Burikan belum menggunakan platform digital untuk memasarkan produk mereka. Mereka mengandalkan metode konvensional yaitu dengan berjualan di warung depan rumah, dari rumah ke rumah, atau berjualan di pasar Hal ini menyebabkan keterbatasan dalam menjangkau pasar yang lebih luas dan kurangnya efisiensi dalam proses penjualan. Gambar. 2 Pelatihan Digitalisasi UMKM Desa Burikan Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada penggunaan aplikasi Shopee untuk memasarkan produk mereka. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi yang sangat berguna mengenai persiapan yang perlu dilakukan sebelum mulai berjualan di aplikasi Shopee. Mereka diajarkan langkah-langkah pembuatan akun secara detail, mulai dari pengisian data pribadi hingga cara mengatur keamanan akun mereka. Verifikasi identitas juga menjadi fokus penting dalam pelatihan ini, karena langkah ini memastikan bahwa setiap toko yang dikelola peserta memiliki kredibilitas yang tinggi di mata pembeli. Selain itu, peserta juga diberikan panduan mengenai bagaimana mengatur tampilan dan informasi toko online mereka http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 2 November 2025 ISSN 2775-5134 agar terlihat profesional dan menarik bagi calon pembeli. Penekanan pada persiapan awal ini sangat penting agar para peserta memiliki fondasi yang kuat sebelum benar-benar memulai aktivitas penjualan. Gambar. 3 Pemaparan Materi Lebih lanjut, peserta juga mendapatkan penjelasan yang mendetail mengenai berbagai fitur yang ada di aplikasi Shopee yang dapat mempermudah proses penjualan. Fitur-fitur ini mencakup berbagai alat promosi yang dapat membantu meningkatkan visibilitas produk, sistem pembayaran yang aman dan efisien yang memudahkan transaksi antara penjual dan pembeli, serta mekanisme pengiriman barang yang terintegrasi dengan aplikasi Shopee. Dengan memahami fitur-fitur ini, diharapkan para peserta dapat memanfaatkannya dengan maksimal supaya mempermudah mereka dalam menjalankan bisnisnya di media digital. Pengetahuan mengenai fitur-fitur ini juga memungkinkan mereka untuk mengoptimalkan strategi pemasaran dan meningkatkan penjualan. Setelah kegiatan pelatihan, kami tidak lupa untuk membagikan kuesioner kepada seluruh peserta sebagai upaya evaluasi terhadap pelaksanaan pelatihan yang telah berlangsung. Kuesioner ini bertujuan untuk mengumpulkan masukan, saran, serta kritik dari peserta terkait kegiatan pelatihan yang telah berlangsung, mulai dari materi yang disampaikan, metode pengajaran, fasilitas yang disediakan, hingga efektivitas pelatihan. Dengan adanya kuesioner ini, besar harapan kami dapat memperoleh informasi yang lebih konkret mengenai tingkat keberhasilan pelatihan dan mengetahui area-area yang masih perlu diperbaiki lagi. Hasil dari kuesioner ini akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam merancang dan mengadakan pelatihan-pelatihan berikutnya, agar semakin efektif dan bermanfaat bagi para pelaku UMKM di Desa Burikan Tabel 1. Data Hasil Kuesioner Parameter 1 Puas mengenai informasi yang diberikan selama kegiatan 2 Materi pelatihan yang memuaskan 3 Puas dengan fasilitas yang disediakan selama kegiatan http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Cukup Setuju Setuju Sangat Setuju 16,5% 16,5% Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 2 November 2025 4 Tema yang dibawakan pada saat kegiatan terbaru 5 Narasumber menyampaikan materi dengan baik 6 Rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar 7 Peserta mendapatkan manfaat dari kegiatan ini 8 Peserta mendapatkan wawasan baru dari kegiatan ini 9 Peserta mendapatkan ketrampilan baru sesuai dengan tema pada kegiatan ini 10 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. sangat diperhatikan pada kegiatan ini 11 Pelatihan ini menjelaskan pengaplikasian pengetahuan serta teknologi terhadap peserta yang dapat dilakukan berkelanjutan 12 Peserta mendapatkan solusi dari permasalahan yang dihadapi setelah mengikuti kegiatan ini 13 Kegiatan ini dilaksanakan mengikuti kaidah metode ilmiah 14 Kegiatan seperti ini perlu diadakan 15 Puas dengan kegiatan ini secara ISSN 2775-5134 83,5% 16,5% 83,5% 16,5% Berdasarkan hasil kuesioner yang dibagikan kepada peserta, mayoritas menyatakan puas terhadap informasi, materi, dan penyampaian narasumber. Sebanyak 89% peserta merasa mendapatkan keterampilan baru, dan 83,5% menyatakan pelatihan ini memberikan solusi terhadap permasalahan yang mereka hadapi. Selain itu, 100% peserta merasa aspek keselamatan dan kenyamanan selama kegiatan sangat diperhatikan. Parameter kebermanfaatan kegiatan ini terlihat dari tingginya persentase peserta yang menyatakan pelatihan ini memberikan wawasan baru, keterampilan praktis, serta solusi nyata terhadap tantangan yang mereka hadapi. Evaluasi juga menunjukkan bahwa kegiatan ini perlu diadakan kembali dengan cakupan yang lebih luas dan pendampingan lanjutan. Dari kuesioner tersebut juga menunjukan hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta mulai memahami pentingnya digitalisasi dalam meningkatkan daya saing usaha mereka. Hal ini menunjukan adanya poerubahan positif dalam pola piker dan kesiapan untuk beradaptasi dengan teknologi. Kesimpulan Pelatihan digitalisasi UMKM di Desa Burikan dalam rangka BSI Explore 2025 memberikan dampak positif yang signifikan. Berdasarkan hasil kuesioner, lebih dari 80% peserta menyatakan setuju bahwa pelatihan ini memberikan wawasan, keterampilan baru, dan solusi terhadap permasalahan usaha mereka. Sebelum pelatihan, mayoritas peserta belum http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 2 November 2025 ISSN 2775-5134 mengenal atau bahkan menggunakan platform digital. Setelah pelatihan, mereka mulai memahami mengenai strategi digital dalam pemasaran produk. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya pendampingan lanjutan bagi pelaku UMKM dalam membuat dan mengelola toko digital mereka, serta pelatihan lanjutan yang mencakup strategi branding, fotografi produk, dan manajemen keuangan digital. Selain itu, kegiatan serupa dapat diperluas ke desa-desa lain yang memiliki potensi UMKM namun belum tersentuh digitalisasi. Daftar Pustaka