L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume VII Nomor 1 Mei 2024 Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Pengolahan Sawi Hijau di Desa Pejarakan Karya Kecamatan Ampenan Ni Made Nike Zeamita Widiyanti. Yusuf. Syarif Husni. Muhammad Nursan. Anna Apriana Hidayanti Program Studi Agribisnis. Fakultas Petanian. Universitas Mataram. Indonesia Email: zeamita@unram. ABSTRACT: Green mustard is a vegetable that is generally used by the community as food to be processed into vegetables. Besides having benefits for the health of the body, green mustard also has economic value that can be processed into various kinds of processed products, one of which is green mustard noodles. Fresh green mustard has a fairly short shelf life, so farmers must sell it immediately after harvest. If the vegetables are not sold in the market, the mustard greens will wither and spoil. Based on this problem, it is necessary to hold training on green mustard processing to extend the shelf life of mustard and increase farmers' income through added value of green mustard The method of implementing the service was carried out using the lesson study method. This method consists of 2 stages, namely: the planning stage and the implementation stage. This green mustard processing training has increased the knowledge and skills of the participants in processing green mustard into noodles. This activity processes green mustard into noodles which can be used as another business opportunity for participants. In general, this service activity was rated very well by the Keyword: Green mustard, farmers, noodles Pendahuluan Pada era modern saat ini, masyarakat telah banyak memahami mengenai Hal memperhatikan asupan pada makanan yang mereka konsumsi. Menjaga kesehatan tubuh dapat dilakukan dengan berbagaimacam cara seperti rutin berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran. Sayuran yang umumnya dikonsumsi oleh masyarakat salah satunya adalah sawi hijau. Masyarakat mengkonsumsi sawi hijau karena harganya terjangkau dan memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, banyak masyarakat yang mengkonsumsi sawi karena alasan kesukaan atau preferensi. 1 Sawi hijau mudah ditemukan di pasar 1 Tiara. Nabila. Sikap dan Pola Konsumsi Sayuran Rumah Tangga di Kota Bandar Lampung. Universitas Lampung. Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Pengolahan Sawi Hijau di Desa Pejarakan Karya Kecamatan Ampenan Ni Made Nike Zeamita Widiyanti. Yusuf. Syarif Husni. Muhammad Nursan. Anna Apriana Hidayanti L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume VII Nomor 1 Mei 2024 tradisonal maupun pasar modern. Sawi hijau banyak mengadung vitamin dan serat, diantaranya protein, zat besi, tembaga, fosfor, magnesium, kalium, vitamin A, vitamin B, vitamin B2, vitamin B6, dan vitamin C. Berdasarkaan kandungan vitaminnya sawi hijau berfungsi untuk mencegah kanker, menghindari dari anemia, dan hipertensi. Sawi hijau banyak dibudidayakan oleh petani karena budidayanya yang mudah dan waktu tanam yang singkat yaitu sekitar 2 bulan, namun memiliki daya simpan yang cukup singkat. Oleh karena itu perlu adanya pengolahan untuk memperpanjang daya simpan sawi. Sawi banyak digunakan sebagai bahan pelengkap berbagai masakan. Selain itu sawi juga banyak diolah menjadi makanan ringan seperti kue kering serta dapat diolah menjadi mie yang sehat. Sawi hijau dapat diolah menjadi mie agar masa simpan sawi lebih lama dan dapat meningkatkan pendapatan petani melalui nilai tambah. Mie merupakan salah satu produk makanan yang digemari hampir seluruh masyarakat Indonesia. Seiring dengan semakin tinggi kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, adanya mie sawi hijau ini dapat menjadi salah satu pilihan makanan sehat bagi masyarakat. Sebagaimana yang kita ketahui, produksi mie saat ini banyak yang mengandung bahan-bahan yang tidak baik bagi kesehatan tubuh, sehingga mie sawi hijau dapat menjadi solusi bagi pemilihan makan yang lebih sehat. Kota mataram merupakan salah satu wilayah yang banyak memproduksi sawi hijau, khususnya pada daerah Kecamatan Ampenan. Wilayah ini memiliki luas panen sayuran sawi hijau terluas di Kota Mataram, dengan luas panen sebesar 25 ha dan jumlah produksi sebanyak 2430 kwintal. 3 Harga jual sayur sawi hijau di Kecamatan Ampenan berkisar antara Rp 500- Rp 1000/ikat. Sawi hijau di Kecamatan Ampenan lebih banyak dijual dalam bentuk segar ke pasar, sehingga sawi yang sudah dipanen 2 Novianti. Maria Evi. Perbandingan Kadar Besi (F. Pada Sawi Putih dengan Sawi Hijau yang dijual di beberapa Pasar Kabupaten Brebes. Publikasi Ilmiah Civitas Akademika Politeknik Mitra Karya Mandiri Brebes. Volume https://jurnal. id/index. php/ak/article/download/28/19 3 BPS Kota Mataram. Kecamatan Ampenan Dalam Angka 2023. Badan Pusat Statistik Kota Mataram. Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Pengolahan Sawi Hijau di Desa Pejarakan Karya Kecamatan Ampenan Ni Made Nike Zeamita Widiyanti. Yusuf. Syarif Husni. Muhammad Nursan. Anna Apriana Hidayanti L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume VII Nomor 1 Mei 2024 harus segera dijual agar tidak rusak atau busuk. Petani saat ini belum memiliki pengetahuan dan keterampilan daalam pengolahan sawi hijau untuk memperpanjang daya simpan sehingga dapat mengurangi kerugian petani akibat sayur yang busuk. Saat musim panen ketersediaan sawi yang melimpah dapat diolah menjadi berbagai makanan olahan. Selain untuk menghindari petani dari kerugian, pengolahan sawi hijau ini juga memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Melalui pengolahan sawi hijau petani dapat melakukan diversifikasi produk. upaya petani untuk meningkatkan pendapatan melalui peningkatan penjualan dari berbagai macam produk. Diversifikasi produk tidak hanya mengembangkan produk baru tetapi juga mengembangkan produk yang sudah ada. Diversifikasi produk tidak hanya digunakan untuk meningkatkan keanekaragaman produk namun juga dapat mengindarkan petani dari risiko kerugian. Adanya inovasi produk ini dapat mempengaruhi keputusan pembelian oleh konsumen. 4 Berdasarkan uraian di atas maka penulis menyusun kegiatan pengabdian dengan judul Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Pengolahan Sawi di Desa Pejarakan Kecamatan Ampenan. Metode Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada bulan Mei 2024. Lokasi kegiatan pengabdian dilakukan di Desa Pejarakan Karya Kecamatan Ampenan. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan akan dilakukan di rumah warga Desa Pejarakan Karya. Sasaran pelatihan pengolahan sawi hijau ini adalah wanita tani, yang mana wanita tani ini memiliki usahatani sawi hijau. Jumlah petani yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 15 orang. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah metode partisipatif, dimana seluruh pihak yang berkaitan secara bersama-sama mengikuti kegiatan ini. Kegiatan tersebut dimulai dari mengidentifikasi permasalahan yang ada pada lokasi pengabdian, melakukan pelatihan, pendampingan, monitoring serta evaluasi. 4 Naksir. Indrijani. Tineke Wolok. Idris Yanto Niode. Pengaruh inovasi Produk dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian DKI Martabak Mini Kota Gorontalo. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis. Volume 5 No 1. http://ejurnal. id/index. php/JIMB 5 Raharjo. Adisasmita. Pembangunan Pedesaan dan Perkotaan. Yogyakarta: Graha Ilmu. Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Pengolahan Sawi Hijau di Desa Pejarakan Karya Kecamatan Ampenan Ni Made Nike Zeamita Widiyanti. Yusuf. Syarif Husni. Muhammad Nursan. Anna Apriana Hidayanti L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume VII Nomor 1 Mei 2024 Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan metode lesson study. Metode ini terdiri dari 2 tahapan, yaitu: tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan . emaparan materi dan pelatiha. Kegiatan ini terdiri dari beberapa langkah-langkah pendampingan, yaitu: Tahap persiapan Diskusi dengan tim inti kegiatan pengabdian . Rencana untuk survey lokasi pengabdian . Pembagian tugas dengan tim inti dan mahasiswa yang terlibat . Menyusun jadwal kegiatan pelakssanaan kegiatan Persiapan kegiatan . Mempersiapkan kebutuhan administrasi untuk LCD proyektor untuk pelaksanaan kegiatan . Meminta dukungan fasilitas dari Penyuluh dan Ketua Kelompok Tani di Desa Pejarakan Karya untuk mensukseskan kegiatan pengabdian . Menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk pelatihan pengolahan serta perlengkapan lainnya . Menyiapkan form evaluasi awal dan evaluasi akhir Tahap pelaksanaan Tahap evaluasi awal yaitu kegiatan pengisian formular penilaian oleh sasaran kegiatan dan jumlahnya sesaui dengan jumlah peserta kegiatan pengabdian Sosialisasi mengenai penting pengolahan sawi hijau Praktik pengolahan sawi hijau menjadi mie sehat Tahap monitoring dan evaluasi Peserta ikut serta mempraktikan cara membuat mie sawi hijau Diskusi dan evaluasi kendala selama pendampingan pelatihan pengolahan Evaluasi akhir kegiatan pengabdian secara keseluruhan Menyimpulkan hasil dan dampak pengabdian kepada khalayak sasaran Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Pengolahan Sawi Hijau di Desa Pejarakan Karya Kecamatan Ampenan Ni Made Nike Zeamita Widiyanti. Yusuf. Syarif Husni. Muhammad Nursan. Anna Apriana Hidayanti L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume VII Nomor 1 Mei 2024 Hasil dan Diskusi Secara umum kegiatan ini berlangsung dengan baik, dimana seluruh peserta sangat antusias terhadap pemaparan materi serta praktik pembuatan mie sawi hijau. Secara keseluruhan peserta menilai kegiatan pelatihan ini dengan kategori sangat Para peserta pelatihan mendapatkan manfaat dari kegiatan ini, seperti : mengetahui cara pemanfaatan sawi hijau menjadi produk olahan lainnya serta para peserta dapat menangkap peluang usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan Tingkat keberhasilan kegiatan ini dinilai dengan memberikan lembar pre test dan post test kepada para peserta. Hal ini dilakukan untuk melihat dampak perubahan serta mengevaluasi pemahaman dan keseluruhan proses kegiatan Gambar 1. Menulis Lembar Pre Test Dan Post Test Oleh Para Peserta (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Menjelaskan manfaat sawi hijau dan pentingnya pengolahan sawi hijau Kegiatan pelatihan pembuatan mie sawi hijau ini diawali dengan memberikan lembar pre test kepada para peserta, dengan tujuan untuk mengetahui seberapa jauh peserta paham mengenai sawi hijau dan produk olahannya. Berikut ini meupakan 6 Maulida. , & Kasofi. Peningkatan Pemahaman Dan Kesiapan Generasi Muda Dalam Menghadapi Tantangan Tempat Kerja Digital. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita, 2. Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Pengolahan Sawi Hijau di Desa Pejarakan Karya Kecamatan Ampenan Ni Made Nike Zeamita Widiyanti. Yusuf. Syarif Husni. Muhammad Nursan. Anna Apriana Hidayanti L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume VII Nomor 1 Mei 2024 grafik perubahan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai pengolahan sawi Pre-test Manfaat sawi hijau Post-test Cara mengolah sawi hijau Produk olahan sawi hijau Gambar 2. Grafik Pengetahuan Dan Keterampilan Peserta Mengenai Sawi Hijau Dan Pengolahannya (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Berdasarkan Gambar 2, rata-rata peserta cukup mengetahui manfaat sawi hijau. Peserta memahami manfaat sawi hijau bagi kesehatan tubuh, namun manfaat ekonomis sawi hijau belum banyak diketahui oleh peserta. Setelah adanya pelatihan pemahaman peserta meningkat mengenai manfaat sawi, awalnya peserta berada dikatagori cukup mengetahui menjadi sangat mengetahui manfaat sawi hijau. Melalui pemahaman mengenai manfaat tanaman sayur sawi maka masyarakat dapat memilih sayuran yang sehat dan memahami bagaimana konsep keamanan pangan bagi sebuah rumah tangga (Pariyati et al. , 2. Peserta pelatihan pada umumnya cukup memahami cara pengolahan sawi hijau, namun pengolahannya sebatas menjadi sayur untuk dikonsumsi. Melalui kegiatan pelatihan ini peserta menambah pengetahuan cara mengolah sawi hijau menjadi produk lainnya, seperti mie sawi hijau. Pelaksanaan praktik dan pendampingan pembuatan mie sawi hijau Pelaksanaan kegiatan praktik pembuatan mie sawi hijau dimulai dengan menjelaskan manfaat sawi hijau, khususnya manfaat secara ekonomi. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan gambaran mengenai produk olahan yang dapat Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Pengolahan Sawi Hijau di Desa Pejarakan Karya Kecamatan Ampenan Ni Made Nike Zeamita Widiyanti. Yusuf. Syarif Husni. Muhammad Nursan. Anna Apriana Hidayanti L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume VII Nomor 1 Mei 2024 dibuat dengan sawi hijau. Setelah itu dilakukan kegiatan praktik pembuatan mie sawi Nara sumber memberikan contoh terlebih dahulu lalu diikuti langsung oleh para peserta. Peserta secara bergantian mencoba untuk ikut serta dalam pembuatan mie sawi hijau, seperti yang terlihat pada Gambar 3a dan 3d. Gambar 3a. Praktik pembuatan mie oleh para peserta, 3b. Mie sawi hijau, 3c. Proses penggilasan adonan mie, 3d. Pendampingan pengolahan sawi hijau (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Pada Gambar 3. Menunjukkan selama peserta melakukan praktik, tim pengabdian tetap memberikan pendampingan sehingga para peserta paham cara mengolah sawi hijau menjadi mie. Selain itu peserta juga diberikan resep cara pembuatan mie, sehingga masing-masing peserta bisa melakukan pengolahan secara mandiri. Melalui pengolahan hasil pertanian masyarakat dapat menambah sumber perekonomian baru, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani. Nilai jual pada produk olahan tentunya memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada petani menjual dalam bentuk segar atau mentah. 7 Rahmat. Ikhsanudin. Diani. Kusuma. Putri. Ningrum. , . & Annisa. Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Pengolahan Sawi Hijau di Desa Pejarakan Karya Kecamatan Ampenan Ni Made Nike Zeamita Widiyanti. Yusuf. Syarif Husni. Muhammad Nursan. Anna Apriana Hidayanti L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume VII Nomor 1 Mei 2024 Mengevaluasi hasil kegiatan pengabdian Evaluasi hasil kegiatan pengabdian dilakukan dengan memberikan lembar post test kepada para peserta. Berikut ini adalah Tabel 1 hasil post test yang dituliskan oleh peserta kegiatan pengabdian. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian ini dinilai sangat baik bagi para peserta, dimana kategori sangat baik 60% dan kategori baik 40%. Tabel 1. Evaluasi kegiatan pengabdian Evaluasi kegiatan Pelaksanaan pelatihan pengolahan Penyampaian materi Kebermanfaatan kegiatan pengabdian Kegiatan secara keseluruhan Persentase Katagori (%) Sumber: Data Primer diolah, 2024 Keterangan: 1 = Sangat tidak baik, 2 = Tidak baik, 3 = Cukup baik, 4 = Baik, 5 = Sangat baik Pelaksanaan kegiatan pengolahan dinilai sangat baik oleh peserta karena kegiatan dilakukan dengan tepat waktu, yaitu pukul 09. 00 serta proses kegiatan berlangsung secara teratur dan jelas. Hal lain yang dinilai oleh peserta adalah penyampaian materi. Secara keseluruhan penyampaian materi dinilai sangat baik oleh para peserta. Hal ini terlihat dari para peserta dengan mudah dapat mengikuti instruksi dari naras sumber dan resep yang telah dibagikan. Kebermanfaatan kegiatan pengabdian ini dinilai sangat bermanfaat bagi para peserta untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, khususnya dalam mengolah sawi hijau. Simpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pengolahan sawi hijau ini telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peserta. Kegiatan ini mengolah sawi hijau menjadi mie yang dapat dijadikan peluang usaha lainnya bagi . Pengolahan Hasil Pertanian dalam Upaya Peningkatan Perekonomian Petani di Kabupaten Bintan. Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan Riau (JPPM Kepr. , 1. , 155167. Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Pengolahan Sawi Hijau di Desa Pejarakan Karya Kecamatan Ampenan Ni Made Nike Zeamita Widiyanti. Yusuf. Syarif Husni. Muhammad Nursan. Anna Apriana Hidayanti L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume VII Nomor 1 Mei 2024 peserta pengabdian. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan, diantaranya: penyampaian materi, praktik pembuatan mie dan pendampingan pada peserta. Berdasarkan hasil post test yang dilakukan, peserta berharap adanya kegiatan lainnya yang dapat memberikan peserta keterampilan mengolah sawi hijau menjadi berbagai macam produk lainnya dan keberlanjutan pendampingan oleh pihak-pihak yang terkait. Referensi