JURNAL BASICEDU Volume 7 Nomor 5 Tahun 2023 Halaman 3322 - 3328 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Analisis Self Regulated Learning Mata Pelajaran IPA pada Siswa Madrasah Tsanawiyah Rizka Elan Fadilah1A. Firda Fadri2. Khofifatu Nurisya3 Universitas Jember. Indonesia1,2 MA Abdulloh Kediri. Indonesia4 E-mail: rizkaelan. fkip@unej. Abstrak Self-Regulated Learning penting untuk dimiliki siswa sebagai upaya dalam menjaga motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan Self-Regulated Learning pada pembelajaran IPA siswa Madrasah Tsanawiyah kelas IX. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berisi tiga aspek Self-Regulated Learning, yaitu aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan statistik deskriptif. Hasil analisis diperoleh persentase sebesar 60,61% untuk aspek perencanaan belajar, 69,7% untuk aspek pelaksanaan, dan 63,64% untuk aspek evaluasi. Berdasarkan hasil analisis data, secara keseluruhan, kemampuan self-regulated learning siswa pada pembelajaran IPA di salah satu Madrasah Tsanawiyah kelas IX di Kabupaten Kediri masuk dalam kategori sedang. Kata Kunci: Self-Regulated Learning. IPA. Madrasah Tsanawiyah Abstract Self-regulated learning is important for students to maintain their learning motivation. This study aims to analyze the ability of Self-Regulated Learning in science learning in Islamic Junior High School students. The data collection method uses a questionnaire that contains three aspects of Self-Regulated Learning, planning, implementation, and evaluation. Data analysis used a descriptive statistical approach. The results of the analysis obtained a percentage of 60. 61% for the learning planning aspect, 69. 7% for the implementation aspect, and 63. 64% for the evaluation aspect. It can be said that overall the ability of students' self-regulated learning in science learning at one of the Islamic Junior High Schools in Kediri Regency is in the medium Keywords: Self-Regulated Learning. Science. Islamic Junior High School Copyright . 2023 Rizka Elan Fadilah. Firda Fadri. Khofifatu Nurisya A Corresponding author : Email : rizkaelan. fkip@unej. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3323 Analisis Self Regulated Learning Mata Pelajaran IPA pada Siswa Madrasah Tsanawiyah Ae Rizka Elan Fadilah. Firda Fadri. Khofifatu Nurisya DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Mata Pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang mempelajari terkait dengan segala fenomena alam, baik hidup maupun tak hidup. Pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ataupun Madrasah Tsanawiyah (MT. , mata pelajaran IPA melingkupi 3 bidang ilmu, yaitu bidang ilmu biologi, bidang ilmu fisika, dan bidang ilmu kimia. Mata Pelajaran IPA pada jenjang SMP/MTs dirancang sebagai mata pelajaran sains terintegrasi. Pembelajaran IPA juga dirancang berorientasi pengembangan kemampuan belajar, rasa ingin tahu, kemampuan berpikir, pembangunan sikap tanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan sekitar, serta berorientasi aplikatif (Prasetyowati, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Mata Pelajaran IPA di salah satu Madrasah Tsanawiyah Swasta di Kabupaten Kediri mengatakan bahwa rata-rata hasil belajar IPA siswa masih rendah. Pada saat pembelajaran siswa terlihat kurang bersemangat. Hal tersebut dapat dikorelasikan dengan beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa terdapat permasalahan yang kerap dihadapi dalam proses pembelajaran di mata pelajaran IPA. Adapun permasalahan yang sering dihadapi antara lain motivasi belajar siswa, kualitas belajar, dan minat belajar siswa (Habibi et al. , 2020. Jufrida et al. , 2. Permasalahan tersebut dapat berdampak kepada hasil belajar siswa (Sulfemi, 2. Self-Regulated Learning merupakan proses pengaturan, perbaikan diri, sampai penyusunan tujuan yang ingin dicapai. Seseorang akan melalui tahapan evaluasi ketika seseorang tersebut sudah mencapai tujuannya. Kepuasan diri akan diperoleh jika seseorang dapat mencapai proses yang optimal (B. Zimmerman, 2. Oleh karena itu Siswa dengan kemampuan Self-Regulated Learning yang cukup tinggi akan memiliki inisiatif dalam mengontrol perilaku belajarnya, meregulasi kegiatan belajarnya, memantau perkembangan target belajarnya secara berkala, serta melakukan evaluasi dan menyiapkan segala sumber yang dibutuhkan untuk mendukung prestasinya (Santrock, 2. Beberapa penelitian telah menjelaskan bahwa hasil belajar dipengaruhi oleh kemampuan Self-Regulated Learning siswa (Astutik, 2016. Hamonangan & Widiyarto, 2019. Nurfa & Quraisy, 2. Apabila SelfRegulated Learning tersebut diimplementasikan pada diri pribadi siswa akan menbuat diri siswa tersebut memiliki motivasi untuk terus belajar, tidak menggantungkan diri kepada orang lain dalam proses belajarnya sehingga siswa tersebut akan mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkannya (Meiliana & Aripin, 2. Madrasah Tsanawiyah merupakan sekolah menengah yang setingkat dengan Sekolah menengah Pertama atau SMP yang menyelenggarakan pembelajaran umum dengan kekhasan agama Islam (Peraturan Menteri Agama, 2. Madrasah Tsanawiyah harus melakukan pembelajaran yang lebih banyak dibanding dengan sekolah umum lainnya, karena Madrasah Tsanawiyah harus mempelajari mata pelajaran di bidang keagamaan dan mata pelajaran umum. Oleh karena itu perlu diadakan penelitian tentang analisis Self-Regulated Learning kepada siswa Madrasah Tsanawiyah. Berdasarkan wawancara yang telah dilaksanakan kepada guru di salah satu Madrasah Tsanawiyah Swasta di Kabupaten Kediri diketahui bahwa kebanyakan siswa yang bersekolah di salah satu Madrasah Tsanawiyah Swasta tersebut juga merupakan santri di beberapa pondok pesantren. Kendala yang sering dirasakan guru dalam proses pembelajaran adalah siswa sering merasa mengantuk ketika proses pembelajaran di pagi hari karena sering banyak kegiatan malam di pondok pesantren mereka. Berdasarkan Kalender Pendidikan untuk Satuan Pendidikan di Provinsi Jawa Timur Tahun Ajaran 2022/2023 untuk kelas IX melaksanakan beberapa kali ujian, antara lain penilaian tengah semester, penilaian akhir semester, dan Ujian Satuan Pendidikan baik itu berupa tes tertulis maupun ujian bentuk praktik. Siswa kelas IX juga harus menjaga perolehan nilai rapornya sebagai persiapan ke jenjang Sekolah Menengah Atas atau Madrasah Aliyah. Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa siswa perlu untuk memiliki kemampuan Self-Regulated Learning dalam menjaga motivasi belajaranya. Beberapa penelitian telah melakukan analisis kemampuan Self-Regulated Learning di pembelajaran IPA pada siswa Madrasah Tsanawiyah (Elistiani et al. , 2022. Hartatik et al. , 2. Namun belum ada yang Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3324 Analisis Self Regulated Learning Mata Pelajaran IPA pada Siswa Madrasah Tsanawiyah Ae Rizka Elan Fadilah. Firda Fadri. Khofifatu Nurisya DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. menganalisis kemampuan Self-Regulated Learning pembelajaran IPA ini pada siswa Madrasah Tsanawiyah kelas IX. Berdasarkan hal tersebut tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan SelfRegulated Learning pada Pembelajaran IPA yang dimiliki oleh siswa kelas IX di salah satu Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Kediri. METODE Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan self-regulated learning dalam pembelajaran IPA pada siswa Madrasah Tsanawiyah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Desain penelitian ini termasuk ke dalam desain penelitian ex-post facto dimana desain tersebut banyak digunakan dalam situasi permasalahan Pendidikan. Penelitian dilaksanakan pada salah satu Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Kediri pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Sampel penelitian adalah siswa kelas IX yang berjumlah 33 siswa. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner Self-Regulated Learning. Indikator Self-Regulated Learning dalam penelitian ini adalah: . perencanaan belajar, . pelaksanaan belajar, dan . evaluasi belajar (Nurfiani, 2. Instrument penelitian dilakukan uji validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS. Hasil kuisioner dianalisis per aspek indikator Self-Regulated Learning menggunakan SPSS dan hasilnya diinterpretasi secara deskriptif. Untuk klasifikasi data hasil penelitian mengacu pada tiga derajat kategori sebagai berikut. Tabel 1. Kategorisasi Kategori Batas Kategori Rendah X < (AA-1,0 E) Sedang (AA - 1,0 E) O X < (AA 1,0 E) Tinggi (AA 1,0 E) O X HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pengujian Validitas dan Reliabilitas Hasil pengujian validitas terhadap instrumen penelitian yang terdiri dari 53 item pertanyaan menunjukkan hasil yang valid dengan taraf kepercayaan 95% . u = 0,. Tahapan selanjutnya adalah uji reliabilitas. Uji tersebut bertujuan untuk mengetahui konsistensi instrument yang digunakan sebagai alat ukur. Hasil uji reliabilitas dilampirkan pada Tabel 2. Pada Tabel 2 tersebut menunjukkan bahwa nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,96. Hasil uji reliabilitas tersebut menunjukkan hasil yang reliabel menurut kriteria Nunnaly karena skor yang didapat lebih dari 0,6. Tabel 2 Hasil Uji Reabilitas CronbachAos Alpha N of items 0,96 Analisis Deskriptif Aspek Perencanaan Hasil analisis deskriptif kemampuan Self-Regulated Learning pada aspek perencanaan belajar yang ditunjukkan pada Tabel 3 memperoleh skor mean empirik 44,515. Skor tersebut lebih tinggi jika dibanding dengan skor mean hipotetik yang sebesar 42,5. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kecenderungan siswa pada aspek perencanaan belajar lebih tinggi. Tabel 3. Deskriptif Tingkat Kemampuan Self-Regulated Learning pada aspek perencanaan belajar Indikator Jumlah item Statistik Empirik Hipotetik Min Max Perencanaan belajar Mean 44,515 St. Dev 6,548 Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3325 Analisis Self Regulated Learning Mata Pelajaran IPA pada Siswa Madrasah Tsanawiyah Ae Rizka Elan Fadilah. Firda Fadri. Khofifatu Nurisya DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Berdasarkan kategorisasi empirik, dapat diketahui bahwa pada kemampuan Self-Regulated Learning di aspek perencanaan belajar sebesar 60,61% responden atau 20 siswa termasuk ke dalam kategori sedang. 8 siswa masuk dalam kategori rendah, dan sisanya, 5 siswa masuk dalam kategori tinggi. Adapun distribusi frekuensi kategori empirik pada aspek perencanaan belajar dapat dilihat pada Tabel 4 dan Gambar 1 sebagai berikut. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Kategorisasi Empirik aspek perencanaan belajar No. Kategori Rentang Skor Frekuensi Presentase (%) Rendah 24,24 % ycU O 37,967 Sedang 37,967 < ycU O 51,063 60,61 % Tinggi 15,15 % ycU > 51,063 Total 33 siswa Rendah Sedang Tinggi Aspek Perencanaan Belajar Gambar 1. Kategorisasi Empirik Aspek perencanaan belajar Analisis Deskriptif Aspek Pelaksanaan Selanjutnya, pada analisis deskriptif aspek pelaksanaan belajar dalam kemampuan Self-Regulated Learning diketahui bahwa skor mean hipotetik sebesar 55. Skor tersebut ternyata lebih rendah jika dibandingkan dengan skor mean empirik yang sebesar 56,57. Hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan Self-Regulated Learning di aspek pelaksanaan belajar pada alat ukur lebih rendah jika dibanding dengan data responden. Hasil deskriptif tingkat kemampuan Self-Regulated Learning pada aspek pelaksanaan belajar dapat dilihat pada Tabel 5 sebagai berikut. Tabel 5. Deskriptif Tingkat Kemampuan Self-Regulated Learning pada Aspek pelaksanaan belajar Aspek Jumlah item Statistic Empirik Hipotetik Min Max Motivasi Mean 56,57 St. Dev 6,88 Berdasarkan hasil distribusi frekuensi kategori empirik pada aspek pelaksanan belajar diketahui bahwa sebesar 69,7 % responden atau 23 siswa masuk dalam kategori sedang. Sedangkan 24,24% responden atau 8 siswa masuk dalam kategori rendah dan sebesar 6,06% responden atau hanya 2 siswa saja yang masuk dalam kategori tinggi. Untuk lebih jelasnya distribusi frekuensi aspek pelaksanaan belajar dapat diamati pada Tabel 6 sebagai berikut. Tabel 6. Distribusi Frekuensi Kategorisasi Empirik Aspek pelaksanaan belajar No. Kategori Rentang Skor Frekuensi Presentase (%) Rendah 24,24 % ycU O 49,69 Sedang 49,69 < ycU O 63,45 69,7 % Tinggi 6,06 % ycU > 63,45 Total 33 siswa Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3326 Analisis Self Regulated Learning Mata Pelajaran IPA pada Siswa Madrasah Tsanawiyah Ae Rizka Elan Fadilah. Firda Fadri. Khofifatu Nurisya DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Analisis Deskriptif Aspek Evaluasi Skor mean empiric pada kemampuan Self-Regulated Learning aspek evaluasi belajar yaitu sebesar 39,15. Skor tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan skor mean hipotetik yaitu sebesar 35. Hal tersebut mengindikasikan bahwa terdapat kecenderungan lebih tinggi hasil evaluasi belajar yang dikumpulkan lewat responden daripada nilai pada alat ukur indikator. Adapun hasil deskriptif tingkat Self-Regulated Learning aspek evaluasi belajar dapat diamati pada Tabel 7 sebagai berikut. Tabel 7. Deskriptif Tingkat Kemampuan Self-Regulated Learning pada Aspek Evaluasi Belajar Aspek Jumlah item Statistic Empirik Hipotetik Min Max Perilaku Mean 39,15 St. Dev 3,48 Adapun berdasarkan hasil distribusi frekuensi kategori empirik aspek evaluasi belajar diketahui bahwa sebesar 63,64% responden atau 21 siswa masuk dalam kategori sedang. Untuk kategori tinggi dan rendah masing-masing sebesar 18,18% responden atau 6 siswa saja. Secara rinci hasil distribusi frekuensi kategori empiric aspek evaluasi belajar dapat dilihat pada Tabel 8 sebagai berikut. Tabel 8. Distribusi Frekuensi Kategorisasi Empirik Aspek Evaluasi Belajar No. Kategori Rentang Skor Frekuensi Presentase (%) Rendah 18,18 % ycU O 35,67 Sedang 35,67 < ycU O 42,63 63,64 % Tinggi 18,18 % ycU > 42,63 Total 33 siswa Pembahasan Berdasarkan hasil analisis data pada aspek perencanaan diketahui bahwa sebagian besar siswa pada ketiga aspek self-regulated learning termasuk dalam kategori sedang. Meskipun sudah masuk dalam kategori sedang untuk aspek perencanaan belajar IPA, namun masih perlu ditingkatkan lagi. Hal tersebut dikarenakan aspek perencanaan belajar cukup penting dan mempengaruhi kedua aspek selanjutnya, yaitu aspek pelaksanaan dan evaluasi belajar. (Zumbrunn et al. , 2. Aspek perencanaan belajar cukup penting untuk dimiliki siswa karena dapat membantu dalam meregulasi diri sendiri sebelum terlibat dalam berbagai tugas belajar. Di dalam aspek perencanaan belajar ini siswa harus menetapkan tujuan belajarnya terlebih dahulu. Dengan ditetapkannya tujuan belajar, siswa dapat memantau efektivitas proses belajar yang mereka lakukan (B. Zimmerman & Schunk. Selain itu siswa dengan kemampuan self-regulated learning yang baik akan dapat menentukan strategi belajar yang baik, memiliki kemampuan dalam mengorganisasi informasi terkait dengan materi pembelajaran yang diterima, serta dapat mengontrol perilaku belajarnya sendiri (Ruliyanti, 2. Pada aspek pelaksanaan belajar, sebagian besar siswa Madrasah Tsanawiyah tersebut juga masuk ke dalam kategori sedang. Aspek pelaksanaan ini penting untuk dimiliki siswa. Pada aspek pelaksanaan ini siswa dianggap memiliki kemampuan self-regulated learning jika siswa mampu memiliki strategi dalam membuat kemajuan dalam proses belajarnya. Siswa dengan kemampuan self-regulated learning yang baik akan mampu melakukan kontrol diri yang baik terhadap emosi dan motivasi belajarnya (Zumbrunn et al. , 2. Motivasi merupakan inti dari manajemen diri dalam proses belajar yang sedang dilakukannya. Hal tersebut dikarenakan siswa yang memiliki motivasi dalam belajar akan mampu bertanggungjawab atas kegiatan belajarnya (Smith. Self-regulated learning akan membentuk siswa untuk mandiri dalam belajarnya siswa yang dapat mandiri dalam belajar akan dapat mengatur waktu belajarnya sendiri, mencari sumber belajarnya sendiri, dan mampu menentukan target belajarnya (Zimmerman, 2. Self-regulated learning akan sangat berperan pada diri siswa ketika sedang menghadapi tugas yang sulit. Kemampuan tersebut akan membuat siswa memiliki kemamouan disiplin mengatur dan mengendalikan diri sendiri (Azmi, 2. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3327 Analisis Self Regulated Learning Mata Pelajaran IPA pada Siswa Madrasah Tsanawiyah Ae Rizka Elan Fadilah. Firda Fadri. Khofifatu Nurisya DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Selanjutnya pada aspek ketiga, yaitu aspek evaluasi belajar, berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa sebagian besar siswa Madrasah Tsanawiyah tersebut juga masuk dalam kategori sedang. Siswa dianggap memiliki kemampuan self-regulated learning yang baik jika siswa tersebut memiliki kemampuan dalam melakukan evaluasi terhadap pembelajaran mereka sendiri. Evaluasi diri dapat melatih siswa untuk melakukan evaluasi strategi belajar yang digunakannya. Selanjutnya siswa akan membuat penyesuaian terhadap berbagai tugas yang akan mereka dapat nantinya (Zumbrunn et al. , 2. Menurut North Central Regional Educational Laboratory, salah satu startegi metacognitive self-regulation yang dapat dilakukan oleh siswa adalah dengan melakukan refleksi atas proses belajarnya. Siswa dapat memantau proses belajarnya melalui self-testing melalui berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan penguasaan materi atau kebermanfaatan materi yang telah dipelajari (Dinata et al. , 2. Guru juga dapat membantu siswa dalam mengevaluasi diri mereka sendiri dengan memantau hasil belajarnya (Zumbrunn et al. , 2. Jika siswa telah memiliki kemampuan self-regulated learning, maka siswa akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan hasil belajarnya (Khairunisa et al. , 2023. Pratama, 2. Siswa yang telah melalui proses belajar yang optimal akan memiliki rasa puas dalam dirinya (B. Zimmerman, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan selfregulated learning siswa pada pembelajaran IPA di salah satu Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Kediri masuk dalam kategori sedang. DAFTAR PUSTAKA