JSI (Jurnal Sistem Informas. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma p-ISSN: 2355-9675 e-ISSN: 2541-3228 Perancangan Sistem Informasi Simpan Pinjam Berbasis Mobile pada Koperasi XYZ dengan Metode Waterfall Fatimah Azzahro1. Amelia Rahmawati2. Chelyn Audya Widany3. Vanessa Maharani4. Arif Setiawan5 1,2,3,4,5Sistem Informasi. Universitas Muria Kudus. Indonesia fataazzahro@gmail. com, ameliarahmawati726@gmail. com, chelynaudwi@gmail. com, nessamaharani09@gmail. setiawan@umk. Article Info Article history: Received May 2, 2025 Accepted June 10, 2025 Published July 1, 2025 Kata Kunci: Sistem Informasi Koperasi Simpan Pinjam Waterfall ABSTRAK Kegiatan simpan pinjam di Koperasi XYZ yang masih dilakukan secara manual menyebabkan rendahnya efisiensi operasional dan risiko kesalahan pencatatan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi simpan pinjam berbasis mobile supaya pengelolaan data menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien. Pengembangan sistem dilakukan dengan metode waterfall, yang pada penelitian ini dilakukan tahapan requirements analysis hingga desain. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan sistem informasi simpan pinjam berbasis mobile. Untuk mengetahui penerimaan pengguna, dilakukan survei terhadap 25 anggota dan karyawan Koperasi XYZ. Sistem memperoleh rata-rata skor sebesar 4. 27 dari 5, dengan tingkat penerimaan pengguna mencapai 85%. Hal ini menunjukkan bahwa rancangan sistem sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi pengguna. Sistem ini masih memiliki ruang pengembangan, khususnya pada integrasi pembayaran elektronik dan fitur analisis keuangan. Sistem ini diharapkan bisa menjadi langkah awal bagi koperasi dalam beralih ke sistem digital, sekaligus membantu pengelolaan koperasi jadi lebih terbuka dan efisien. Corresponding Author: Fatimah Azzahro. Sistem Informasi. Universitas Muria Kudus. Email: * fataazzahro@gmail. PENDAHULUAN Koperasi simpan pinjam seperti Koperasi XYZ menghadapi tantangan dalam pengelolaan data yang masih bersifat manual, yang menyebabkan rendahnya efisiensi operasional, duplikasi data, hingga keterlambatan pelayanan kepada anggota (Awaludin & Mantik, 2. Pemanfaatan teknologi informasi menjadi solusi untuk meningkatkan akurasi pencatatan, kecepatan layanan, serta transparansi keuangan koperasi (Habili Firdaus. Wasiyanti, & Widiastuti, 2. Dalam merancang sistem informasi koperasi, berbagai metode pengembangan perangkat lunak dapat digunakan. Beberapa penelitian menggunakan metode Prototyping untuk memungkinkan pengguna memberikan umpan balik sejak tahap awal pengembangan (Gunawan. Hidayanti. Rudianto, & Al Hakim, 2. , sementara metode Agile digunakan dalam proyek yang membutuhkan fleksibilitas tinggi terhadap perubahan kebutuhan (H. Handayani et al. , 2. Metode RAD (Rapid Application Developmen. juga digunakan dalam pengembangan sistem berbasis web karena kecepatan iterasinya, meskipun kurang optimal untuk proyek dengan kompleksitas tinggi dan kebutuhan dokumentasi formal (Gea et al. , 2. Di sisi lain, metode Waterfall menawarkan pendekatan yang lebih terstruktur dan berurutan (Awaludin, 2. Setiap tahap mulai dari analisis kebutuhan hingga perancangan dan pengujianAi ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) dilakukan secara sistematis dan tidak dapat dilewati begitu saja (Ikhwan. Wiranata, & Amri, 2. (Awaludin. Nuryadi, & Pribadi, 2. Keunggulan dari metode ini adalah dokumentasi yang lengkap dan kestabilan proses pengembangan, menjadikannya cocok untuk proyek dengan kebutuhan yang sudah jelas sejak awal. Kekurangannya adalah fleksibilitas yang rendah terhadap perubahan kebutuhan di tengah pengembangan (Putri. Suharso. Informatika. Komputer, & Karawang, 2. (Trias Utomo. Dwi Syahudin, & Rosidania, 2. Berdasarkan pertimbangan tersebut, penelitian ini memilih metode Waterfall dalam merancang sistem informasi simpan pinjam berbasis mobile pada Koperasi XYZ. Pemilihan ini didasarkan pada kebutuhan sistem yang sudah terdefinisi dengan baik serta pentingnya dokumentasi di setiap tahap Dengan pendekatan ini, diharapkan sistem yang dirancang dapat meningkatkan efektivitas pendaftaran anggota, pengelolaan transaksi simpan pinjam, hingga penyusunan laporan keuangan secara digital (Rudianto & Achyani, 2. METODE 1 Pengumpulan data Penulis melaksanakan studi pustaka . sebagai langkah awal dalam memperoleh pemahaman yang mendalam terkait permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini. Kegiatan studi pustaka dilakukan dengan menelusuri berbagai sumber literatur, seperti laporan penelitian terdahulu, serta artikel jurnal yang relevan. 2 Metode Analisa Sistem Metode pengembangan dalam penelitian ini adalah model waterfall, di mana proses pengembangan sistem dilakukan secara bertahap, berurutan, dan harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya, dimulai dengan mengidentifikasi dan merumuskan permasalahan yang dihadapi, kemudian menganalisis kebutuhan sistem, dilanjutkan ke tahap desain, devolopment, testing, dan maintence (Ikhwan et al. , 2. Pada penelitian ini, proses pengembangan sistem dibatasi hingga tahap desain sistem, tanpa melanjutkan ke tahap development dan testing. Gambar 1. Model Waterfall Requirements Analysis, yaitu kebutuhan sistem yang mencakup batasan-batasan, data yang dibutuhkan, serta proses-proses yang terlibat dalam penyelesaian masalah (Handayani & Salam. Desain, yaitu melakukan perancangan terhadap struktur data, karakteristik antarmuka, serta desain tampilan layar dari sistem (Agustina. Rismawati, & Acep, 2. Development, yaitu proses pembuatan atau pengkodean program berdasarkan desain yang telah Testing, yaitu proses mengevaluasi apakah suatu sistem telah berjalan sesuai dengan fungsionalitas yang dirancang, serta untuk mendeteksi adanya kesalahan atau bug sebelum sistem diimplementasikan secara penuh (H. Handayani et al. , 2. Maintence, yang dilakukan secara berkelanjutan untuk memperbaiki bug, menyesuaikan sistem dan menangani berbagai permasalahan yang mungkin muncul. 3 Analisis Sistem Berjalan Analisis sistem berjalan dilakukan untuk mengidentifikasi alur proses yang saat ini digunakan di Koperasi XYZ dalam kegiatan simpan pinjam. Proses ini melibatkan identifikasi aktivitas, pihak yang terlibat, serta permasalahan yang timbul dari sistem yang masih berjalan secara manual. Pendaftaran Anggota ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Calon anggota harus datang langsung ke lokasi koperasi untuk melakukan pendaftaran. Proses ini dilakukan dengan mengisi formulir fisik, dan data kemudian dicatat oleh petugas secara Transaksi Simpanan dan Pinjaman Setelah menjadi anggota, proses simpanan dan pengajuan pinjaman dilakukan dengan cara Anggota harus hadir langsung dan menyerahkan dokumen persyaratan secara fisik. Pengolahan Data Pinjaman Permohonan pinjaman akan diperiksa oleh petugas administrasi. Jika persyaratan lengkap dan sesuai, anggota dapat memilih paket pinjaman. Pembayaran Angsuran Pembayaran angsuran dilakukan dengan metode pemotongan gaji atau pembayaran tunai langsung ke koperasi. Data pembayaran dicatat oleh petugas. Pelaporan Pembuatan laporan masih dilakukan secara manual berdasarkan rekap data yang telah dicatat. Laporan bulanan atau tahunan disusun oleh petugas secara manual untuk disampaikan ke pimpinan koperasi. 4 Tabel Sate of the art Peneliti . Pembahasan Hasil Proses pencatatan transaksi pada KSPPS BMT Al-Bayan yang masih Terciptanya aplikasi sistem dilakukan secara manual, yaitu data informasi simpan pinjam transaksi ditulis di kertas lalu koperasi berbasis website diserahkan ke bagian administrasi yang mampu mengelola data untuk dimasukkan ulang ke aplikasi transaksi dan data nasabah, (Handayani & Microsoft Access. Solusi yang Salam, 2. diberikan dengan menggunakan mendukung pihak koperasi metode Waterfall, yang dirancang dalam proses pengelolaan kedua jenis data tersebut pencatatan manual agar data transaksi secara lebih efektif dan dapat langsung dicatat oleh petugas ke dalam sistem dan tersimpan otomatis ke database. Penelitian ini mengatasi masalah Hasil penelitian menunjukkan pengolahan data manual di Koperasi bahwa sistem informasi Simpan Pinjam Poltekbang Medan dengan merancang sistem informasi berbasis web menggunakan Laravel efisiensi pengelolaan data, (Gea et al. , 2. MySQL. Sistem simpanan, pinjaman, dan data anggota memungkinkan akses online secara online, sehingga meningkatkan bagi anggota, meskipun tanpa data kuantitatif. transparansi layanan koperasi. Pengelolaan simpan pinjam di di Mempermudah KUD Harapan Makmur Tebing dalam mengelola data simpan Tinggi masih manual, sering terjadi pinjam dan membuat laporan (Arum. Rohaini, & kesalahan pencatatan dan laporan dan memudahkan anggota Pratama, 2. Sehingga untuk mengakses informasi perancangan aplikasi simpan pinjam transaksi dan mengajukan berbasis PHP dan MySQL untuk otomatisasi proses. Merancang sistem informasi Berdasarkan hasil analisis kuesioner dengan 7 indikator Azzahro et al. simpan pinjam berbasis mobile menggunakan skala Likert 1Ae pada Koperasi XYZ guna 5, diperoleh rata-rata skor ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) 4,27 dari 5 atau setara dengan tingkat penerimaan sistem sebesar 85%. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem yang dirancang diterima dengan sangat baik, terutama "layak manual" yang memperoleh skor tertinggi . %). operasional akibat proses manual yang masih digunakan. Sistem ini dirancang menggunakan metode Waterfall, pengembangan berurutan mulai dari analisis kebutuhan hingga tahap desain. Serta mendukung pengelolaan data transaksi secara lebih cepat, memudahan akses bagi pengurus dan anggota, sehingga informasi dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui perangkat mobile. Table 1. Tabel Sate of the art HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menghasilkan rancangan sistem informasi simpan pinjam di koperasi yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional koperasi, khususnya dalam proses pendaftaran anggota, pencatatan simpanan dan pinjaman, hingga pembuatan laporan keuangan. Sistem ini dirancang berbasis mobile dan memiliki fitur yang mencakup pendaftaran anggota, pengelolaan data simpanan, pengajuan pinjaman, pencatatan pembayaran angsuran, dan pembuatan laporan keuangan dasar. Sistem belum mencakup integrasi dengan sistem pembayaran digital atau perbankan, serta belum mendukung fitur manajemen SHU (Sisa Hasil Usah. secara otomatis. Selain itu, sistem tidak mencakup modul untuk analisis keuangan lanjutan atau pelaporan pajak. 1 Perancangan Sistem Perancangan sistem merupakan sekumpulan elemen yang saling terkait dan memiliki hubungan erat satu sama lain, yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan tertentu (Agung, 2. Tahap ini menjelaskan proses perancangan sistem mulai dari tahapan penerimaan data masukan . , pengolahan data, hingga menghasilkan keluaran . yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Context Diagram Context Diagram merupakan representasi visual yang menggambarkan sumber dan tujuan data yang diproses. Secara sederhana, diagram ini bertujuan memberikan pandangan menyeluruh terhadap sistem, termasuk rincian asal-usul serta arah aliran data yang terlibat dalam prosesnya (Suryadila. Okmayura. Hasanah, & Santia, 2. Nasabah Data_Nasabah Data_Pengajuan_Simpanan Data_Pengajuan_Pinja man Data_Angsuran Administrasi Persyaratan_Pinjam Laporan_Bukti_Pelunasan Laporan_SHU_Nasabah Laporan_Bukti_Angsuran Laporan_Bukti_Pinjaman Laporan_Bukti_Simpanan Laporan_Kartu_Nasabah Sisfo Simpan Pinjam Koperasi Persyaratan_Simpan Pengambilan_Simpanan Laporan_Data_Simpanan Laporan_Data_Nasabah Laporan_SHU_Nasabah Permintaan_Laporan Laporan_Data_Pinjaman Laporan_Data_Angsuran&_Pelunasan Pimpinan Gambar 2. Context Diagram HIPO (Hirarchy Input Proses Outpu. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Hierarchy Input Process Output (HIPO) adalah alat dokumentasi sistem yang digunakan dalam proses pengembangan sistem serta sebagai teknik untuk mendokumentasikan program (Santika et al. , 2. Gambar 3. HIPO DFD (Data Flow Diagra. DFD merupakan salah satu jenis diagram yang menggambarkan pergerakan data di dalam suatu Sistem Informasi. Diagram ini menyajikan seluruh data masukan ke dalam sistem serta memberikan gambaran menyeluruh mengenai cara kerja sistem tersebut secara keseluruhan (Sholikhah. Rosyadi. Wahzuni. Alasna, & Maharani, 2. Rekap_Nasabah Rekap_Nasabah Persyaratan_Pinjam Persyaratan_Simpan Syarat_Simpan Maintenance Data Master Data_Nasabah Syarat_Pinjam Syarat_Simpan Pengambilan_Simpanan Syarat_Pinjam Laporan_Bukti_Simpanan Laporan_Bukti_Pinjaman Data_Pengajuan_Simpanan Data_Pengajuan_Pinjaman Data_Nasabah Nasabah Administrasi Transaksi Simpan Pinjam Data_Peminjaman Data_Penyimpanan Data_Peminjaman Rekap_Nasabah Data_Penyimpanan Laporan_Kartu_Nasabah Rekap_Nasabah Transaksi Pendaftaran Kartu_Nasabah Angsuran Data_Angsuran Laporan_Bukti_Angsuran Laporan_SHU_Nasabah Laporan_Bukti_Pelunasan Laporan_SHU Angsuran Transaksi Angsuran Peminjaman Angsuran Angsuran Laporan_SHU_Nasabah Laporan_Data_Nasabah Laporan_Data_Simpanan Laporan_Data_Pinjaman Laporan_Data_Angsuran&_Pelu nasan Permintaan_Laporan Membuat Laporan Laporan_Pelunasan Laporan_SHU Laporan_Pinjaman Laporan_Pinjaman Kartu_Nasabah Pimpinan Laporan_Pelunasan Laporan_Simpanan Laporan_Simpanan Gambar 4. DFD ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) 2 Desain Prototipe Dalam penelitian ini, untuk memvisualisasikan tampilan antarmuka pengguna serta menggambarkan alur proses utama dari sistem menggunakan desain prototipe dengan berbasis Gambar 8. Desain Login Gambar 7. Desain Pendaftaran. Gambar 6. Desain Beranda. Gambar 5. Desain Output. Untuk mengetahui penerimaan pengguna terhadap sistem informasi simpan pinjam yang dirancang, dilakukan penyebaran kuesioner kepada 25 responden untuk karyawan dan anggota Koperasi XYZ dengan berdasarkan hasil perhitungan rumus Slovin dari populasi 33 karyawan dan Berdasarkan hasil analisis kuesioner . orm kuisioner dapat diakses melalui link google form https://forms. gle/WLGCZy6DRJwFMP17A dan hasil kuesioner https://l1nk. dev/dLOA. dengan 7 indikator menggunakan skala Likert 1Ae5, diperoleh rata-rata skor 4,27 dari 5 atau setara dengan tingkat penerimaan sistem sebesar 85%. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem yang dirancang diterima dengan sangat baik, terutama pada aspek "layak menggantikan sistem manual" yang memperoleh skor tertinggi yaitu 88%. Dengan demikian, rancangan sistem dapat dianggap efektif dan siap dilanjutkan ke tahap ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) KESIMPULAN Penelitian ini menghasilkan rancangan sistem informasi simpan pinjam berbasis mobile yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional Koperasi XYZ. Dengan menggunakan pendekatan waterfall. Pada penelitian ini, proses pengembangan sistem dibatasi hingga tahap desain. Sistem ini mendukung proses pendaftaran anggota, pencatatan simpanan dan pinjaman, pengelolaan data pinjaman, pembayaran angsuran, serta penyusunan laporan keuangan dengan lebih terstruktur dan efisien. Sistem ini mendukung proses pendaftaran anggota, pencatatan simpanan dan pinjaman, pengelolaan data pinjaman, pembayaran angsuransi, serta penyusunan laporan dengan lebih terstruktur dan efisien. Untuk mengetahui seberapa berguna dan dapat diterimanya sistem ini, dilakukan pengukuran penerimaan pengguna melalui kuesioner terhadap 25 responden yang terdiri dari anggota dan karyawan koperasi. Hasil menunjukkan bahwa sistem memperoleh rata-rata skor sebesar 4. 27 dari 5, dengan tingkat penerimaan pengguna mencapai 85%. Angka ini menunjukkan bahwa sistem dianggap mudah digunakan, bermanfaat, dan layak menggantikan sistem manual yang selama ini digunakan. Dengan demikian, sistem ini tidak hanya relevan secara fungsional, tetapi juga diterima dengan baik oleh pengguna, serta layak untuk dikembangkan lebih lanjut ke tahap implementasi. DAFTAR PUSTAKA