Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 PENGARUH KOMPRES DINGIN TERHADAP SKALA NYERI PASIEN POST KATETERISASI JANTUNG DI RUANG ICCU RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Tutut Paullina1. Siwi Ikaristi Maria Theresia2. Riski Wulandari3 Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Cik Di Tiro No. Samirono. Terban. Kec. Gondokusuman. Kota Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta. Indonesia,Email: tututpaullina@gmail. STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: siwi_theresia@stikespantirapih. STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: riskiwulandari@stikespantirapih. ABSTRAK Latar belakang: Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian karena terjadi penyempitan pembuluh darah koroner yang sering disebut dengan Penanganan utama penyakit jantung ini adalah katerisasi jantung. Salah satu dampak yang dapat ditimbukan adalah nyeri pada daerah pemasangan radial compression device dikarenakan adanya luka puntcure site dan adanya tekanan balon radial compression device yang digunakan untuk kompresi pada arteri setelah tindakan kateterisasi jantung. Tujuan: mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap nyeri pada pasien yang terpasang radial compression device. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain quasi eksperimen yang dilakukan pada pasien yang terpasang radial compression device di ruang Intensive Coronary Care Unit (ICCU) Rumah Sakit Panti Rapih. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 21 orang pada kelompok intervensi dan 21 orang pada kelompok kontrol. Intervensi yang dilakukan yaitu kompres dingin selama 20 menit pada area puntcure site. Skala nyeri diukur dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan setelah tindakan pada kelompok intervensi. Hasil: Hasil analisis data dengan uji Mann Withney menunjukan ada perbedaan yang signifikan penurunan skala nyeri pada responden kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol (P value < 0,. Simpulan : Ada pengaruh kompres dingin terhadap skala nyeri pada pasien yang terpasang radial compression device. Pengaruh yang signifikan ini dapat menjadi dasar bahwa kompres dingin sebagai tindakan mandiri perawat untuk menyurangi nyeri pada pasien yang terpasang radial compression Kata kunci : radial compression device, kateterisasi. kompres dingin. ABSTRACT Background: Coronary heart disease is one of the diseases that causes the most deaths due to narrowing of the coronary blood vessels, which is often called atherosclerotic. The main treatment for this heart disease is cardiac catherization. One of the impacts that can be caused is pain in the radial compression device installation area due to the puntcure site wound and the pressure of the radial compression device balloon used for compression on the artery after cardiac catherization. Tutut Paullina. Siwi Ikaristi Maria Theresia. Riski Wulandari Pengaruh Kompres Dingin Terhadap Skala Nyeri Pasien Post Kateterisasi Jantung di Ruang ICCU Rumah Sakit Panti Papih Yogyakarta Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of cold compresses on pain in patients with radial compression devices. Methode:This study was a study with a quasi-experimental design conducted on patients attached to a radial compression device in the Intensive Coronary Care Unit (ICCU) room of Panti Rapih Hospital. The sampling technique used was purposive sampling with a total sample of 21 intervention groups and 21 control groups. The intervention was cold compress for 20 minutes on the puntcure site area. The pain scale was measured using Numeric Rating Scale (NRS) before and after action in the intervention group. Result: The results of the data analysis using the Mann-Whitney test showed a significant difference in the reduction of pain scale in the intervention group respondents compared to the control group (P value < 0. Summary: There is an significant effect of cold compress on the pain scale in patients with a radial compression device. This significant influence can serve as a basis for using cold compresses as an independent nursing action to reduce pain in patients with a radial compression device. Keywords: radial compression device, catheterization. cold compress. PENDAHULUAN Penyakit suplai darah ke jaringan iskemik (Ahmad, et (CAD) , 2. adalah pada kasus STEMI (Acute ST- banyak menyebabkan kematian dikarenakan elevation myocardial infarctio. Non-ST elevation. Unstable dan stable angina, anginal equivalent, dan critical coronary penyakit kardiovaskuler artery stenosis (Ahmad jantung (Komilovich. Prosedur melalui arteri femoralis atau radial Menurut hasil Survei Kesehatan adalah salah satu dari dua jalur akses utama Indonesia tahun 2023 disampaikan bahwa untuk PCI ini. Secara historis, arteri prevalensi dengan penyakit jantung di femoralis adalah jalur akses utama, tetapi Indonesia mencapai 877. 531 orang dan dalam beberapa tahun terakhir, arteri radialis menyebabkan 17 juta kematian (Kemenkes, telah menjadi jalur pilihan. Faktanya, 80% prosedur koroner di Inggris dilakukan Indikasi pasien dilakukan PCI Penatalaksanaan utama untuk pasien melalui jalur radial pada tahun 2015 (Wang et al. , 2. mencegah kematian adalah Percutaneous Komplikasi yang dapat muncul dalam tindakan ini adalah nyeri puncture, aritmia, merupakan prosedur invasif non bedah gangguan fungsi ginjal, infeksi, hematome, dengan tujuan menghilangkan penyempitan perdarahan, perdarahan retroperienal dan atau oklusi arteri koroner dan meningkatkan pseudonerisma (Doll, et all. , 2. Nyeri Coronary Intervention (PCI) dapat muncul pada daerah tusukan yang Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 hipersensitivitas terhadap dingin Widodo, peningkatan hemodinamik pasien. Nyeri Fajarini, & Jumaiyah, 2. pada pemasangan radial compression device Rumah Sakit Panti Rapih sebagai salah dikarenakan adanya luka puntcure site dan satu rumah sakit rujukan di Provinsi Daerah adanya tekanan balon radial compression Istimewa Yogyakarta telah memiliki fasilitas device yang digunakan untuk kompresi pada arteri setelah tindakan katerisasi jantung. Peningkatan jumlah pasien yang dilakukan Nyeri pada pemasangan radial compression kenaikan dari periode bulan Januari sampai compression device dilepas (Mahilmaran. Juni Desember atau total semua sejumlah 697 Nyeri Juli pada tahun 2023. Rata-rata jumlah pasien compression device bukan suatu keadaan per bulan adalah 48 pasien yang dipasang yang emergency tetapi keadaan nyeri ini kateterisasi dan rawat inap di ICCU. sangat perlu diatasi untuk mempercapat Malsalah keperawatan yang sering muncul pemulihan pasien. Menurut Prasetya & setelah dilakukannya prosedur PCI ini Handian . , kompres dingin . old pac. adalah nyeri (Ahmad, 2. Kondisi ini adalah salah satu penanganan nyeri yang menuntut perawat untuk mengembangkan inovasi penanganan mandiri perawat untuk keperawatan yang sangat efektif. Cara kerja mengatasi nyeri pasien setelah pemasangan dari kompres dingin . old pac. yaitu Oleh karena itu tujuan dari membuat pengeluaran prostaglandin menjadi penelitian ini adalah untuk mengetahui sedikit sehingga reseptor nyeri lebih tahan pengaruh kompres dingin terhadap nyeri terhadap stimulus nyeri dan menghentikan proses peradangan. Kompres dingin dengan compression device. menggunkan ice pack dapat mengurangi METODE PENELITIAN nyeri pasien saat dan setelah tindakan dan (Wicaksono. Ta"adi & Metode penelitian ini adalah quasi Djamil, 2. Efektifitas kompres dingin Populasi dalam penelitian ini untuk menurunkan nyeri dilakukan selama adalah semua pasien di ruang ICCU Rumah 20 menit pada pasien segera setelah Sakit pemasangan terpasang radial compression terpasang radial compression device post Panti Rapih Yogyakarta katerisasi jantung pada bulan Juni 2024 ada Teknik pengambilan sample dengan Tutut Paullina. Siwi Ikaristi Maria Theresia. Riski Wulandari Pengaruh Kompres Dingin Terhadap Skala Nyeri Pasien Post Kateterisasi Jantung di Ruang ICCU Rumah Sakit Panti Papih Yogyakarta purposive sampling dengan 2 kelompok Yogyakarta yaitu kelompok intervensi dan kelompok 301/RSPR/E/V/2024. pengambilan data dilakukan pada dilakukan Berikut Pasien bersedia dan menyetujui untuk Responden Pasien menggunakan sedasi. Pasien menggunakan obat anti nyeri. pada lembar observasi. Pasien manula usia 65 tahun ke atas Setiap responden kelompok intervensi diberi kompres dingan dengan cold pack Berdasarkan rata-rata perbulan pasien selama 20 menit. Sebaliknya setiap yang dipasang kateterisasi jantung ini maka kelompok kontrol tidak diberi kompres menggunakan rumus Slovin adalah 42 Numeric Rating Scale (NRS) yang dicatat Pasien yang mengalami dimensia compression device dilakukan pengkajian Selanjutnya setelah 20 menit peneliti intervensi dan 21 kelompok kontrol. Penelitian ini telah lolos uji etik di kelompok kontrol yang terpasang radial Pasien yang mengalami hipersentivitas menggunakan cold pack di ukur kembali. Kriteria eksklusi: kembali didalam kulkas dan saat mau dari ruang katerisasi jantung. Rapih Setelah digunakan cold pack disimpan jantung dan setelah 1-2 jam di jemput Rumah Sakit Panti kurang lebih 12 jam dibawah freezer. Pasien yang setelah dilakukan katerisasi dimasukan ke dalam kulkas selama kateterisasi jantung Terbagi Pasien yang baru pertama menjalani menggunakan termometer yang sudah Peneliti mengukur suhu cold pack dengan penjelasan tentang kompres dingin. Selanjutnya pengumpulan data pada kelompok intervensi: menjadi responden setelah menerima pada 29 Mei 2024 sampai 30 Juni 2024. Kriteria inklusi: Pasien kelompok kontrol dan mencatat pada Yogyakarta lembar observasi. 044/SKEPK- Sebagai bentuk prinsip etik justice KKE/V/2024 dan telah memendapatkan ijin yang dilakukan pada penelitian ini maka penelitian dari dari Rumah Sakit Panti Rapih Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 intervensi kompres dingin dengan cold pack karakteritik responden. Sementara itu untuk setelah radial compression device dilepas menggunakan uji non parametric Mann 20 menit pengukuran skala nyeri Whitney. Analisis HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Karakteristik Responden Kelompok Kontrol dan Intervensi Kelompok Kelompok Karakteristik responden Keterangan Laki -laki 90,5 39 Perempuan Dewasa awal Dewasa akhir Lansia awal 42,9 17 Lansia akhir 47,6 23 SD-SMP SMA 47,6 15 Sekolah Tinggi Jenis Kelamin Umur Pendidikan Sumber: data primer, 2023 Berdasarkan tabel 1 jumlah penderita coronary artery disease yang dilakukan coronary artery disease. Sebaliknya, pada kateterisasi jantung sebagian besar adalah perempuan lebih cenderung beresiko rendah laki-laki yaitu lebih dari 90%. Selain itu, sebagian besar responden berumur lebih estrogen yang memberikan efek protektif dari 45 tahun menderita coronary artery disease dan dipasang kateterisasi jantung. meningkatkan kadar kolesterol baik atau Pengaruh HDL sehingga resiko terjadi aterosklerosis menjadi faktor risiko pada kelompok laki- lebih rendah apabila masih dalam masa laki, dimana rokok menimbulkan plak produktif (Susilo, 2. Tabel 2 Skala Nyeri Responden Kelompok Intervensi yang Terpasang Radial compression device Post Katerisasi Jantung Tutut Paullina. Siwi Ikaristi Maria Theresia. Riski Wulandari Pengaruh Kompres Dingin Terhadap Skala Nyeri Pasien Post Kateterisasi Jantung di Ruang ICCU Rumah Sakit Panti Papih Yogyakarta Tidak Sebelum Sesudah Sumber: data primer, 2023 Skala nyeri Nyeri Nyeri 5 23,8 12 57,1 22 52,4 15 35,7 Nyeri 3 14,3 Nyeri tidak Total Tabel 3 Skala Nyeri Responden Kelompok Kontrol yang Terpasang Radial compression device Post Katerisasi Jantung Skala nyeri Nyeri Nyeri Nyeri Nyeri tidak Tidak nyeri Total Sebelum 19 90,5 1 4,8 Sesudah 90,5 1 4,8 38 90,4 2 4,8 Sumber: data primer, 2023 Tabel 2 dan 3 menunjukkan bahwa hidrogen dilepaskan bersama kalsium dan dilakukan radial compression device post dilepaskan maka terjadi kerusakan sel bisa pada kulit, fasia, otot, dan ligamentum. Ketiga ini juga mengawali terjadinya respon . ,1%) mengalami nyeri sekala sedang. inflamasi dan sensitisasi perifer yang Sesudah menyebabkan edema dan nyeri. Transmisi responden mengalami nyeri ringan . %). yaitu mengacu pada fungsi dimana pesan Sedangkan dibawa dari lokasi jaringan yang cidera atau kontrol, hasil observasi nyeri pengukuran rusak kebagian otak. Modulasi yaitu proses syaraf yang bertindak khusus mengurangi . ,5%) mengalami nyeri sedang, demikian aktifitas biasanya disebut analgesia spontan pula pengukuran nyeri kedua menunjukkan yang muncul atau fenomena stimulasi hasil yang sama dengan pengukuran nyeri yang pertama. munculah persepsi, yaitu hasil dari interaksi Menurut Suwondo. Meliala & Sudadi, transduksi, transmisi dan modulasi. , jalur nyeri adalah transduksi yang Persepsi nyeri sangat bervariasi bagi terjadi ketika ada rangsangan yang merusak setiap individu, beberapa faktor yang dapat jaringan seperti mekanis, termal maupun mempengaruhi nyeri adalah lingkungan, kimiawi yang selanjutnya diubah menjadi pengalaman nyeri, dukungan keluarga, aktifitas listrik pada nosisceptor dan ion Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 kecemasan (Mahilmaran, 2. Tindakan tidak nyaman. Hasil skala nyeri pada setiap responden berbeda-beda sesuai dengan invasif dimana satu atau lebih kateter ambang nyeri setiap pasien. Pengaruh dimasukan ke pembuluh darah jantung yang kompres dingin dapat menurunkan aliran darah, permeabilitas kapiler sehingga terjadi munculnya nyeri pada pasien post katerisasi vasokontriksi pembuluh darah kemudian karena adanya luka bekas tindakan invasif, setelah tindakan katerisasi jantung pasien dilakukan imobilisasi selama 6 jam dengan disepanjang saraf (Kristiyan. Purnomo, & pembebatan pada daerah tindakan untuk Ropyanto, 2. dan (Mirwanti, et al. mencegah perdarahan (Oktarina & Agustina. Diperkuat oleh Yunus & Tuna . Menurut The International merupakan tanda peringatan bahwa Association for the Study of Pain dalam terjadi kerusakan jaringan. Pada pasien (Suwondo . Meliala , & Sudadi, 2. , yang terpasang radial compression device nyeri adalah pengalaman sensoris dan emosional yang tidak menyenangkan, rasa dikarenakan adanya luka tusukan dari nyeri berbeda pada setiap individu dalam prosedur katerisasi dan muncul rasa nyeri hal skala maupun tingkatatannya sehingga lalu mendapat tekanan untuk mencegah yang mengalaminya menjelaskan rasa nyeri itu sendiri. Tindakan membutuhkan penanganan untuk mengatasi coronary intervension dapat menimbulkan komplikasi seperti perdarahan, hematoma nyaman sangat diperlukan pasien dalam dan nyeri sehingga dapat membuat pasien fase pemulihan setelah tindakan katerisasi. Kebutuhan Tabel 4 Pengaruh Kompres Dingin Terhadap Penurunan Nyeri pada Responden yang Terpasang Radial compression device Post Katerisasi Jantung Skala nyeri Tidak nyeri Nyeri Nyeri Intervensi Kontrol Total Sumber: data primer, 2024 Nyeri berat Nyeri tidak p value < 0. Tutut Paullina. Siwi Ikaristi Maria Theresia. Riski Wulandari Pengaruh Kompres Dingin Terhadap Skala Nyeri Pasien Post Kateterisasi Jantung di Ruang ICCU Rumah Sakit Panti Papih Yogyakarta Tabel 4 menunjukkan bahwa hasil uji beda dari nyeri ringan sampai dengan nyeri statistik menggunakan uji Mann Whitney berat dan tak tertahankan. Kompres dingin didapatkan hasil p value < 0,000 yang selama 20 menit mempunyai dampak baik menurunkan skala nyeri yang diukur dengan artinya terdapat pengaruh yang signifikan NRS. Penurunan nyeri ini berdampak pada skala nyeri pada responden yang terpasang responden bahwa mereka merasa lebih radial compression device yang diberikan Hal ini didukung dengan penelitian kompres dingin . old pac. dibandingkan Singh, et al, dengan responden yang terpasang radial bahwa kompres dingin dalam menurunkan compression device yang tidak diberikan nyeri pada pasien post PCI femoralis yang kompres dingin . old pac. di ruang ICCU dilakukan dengan suhu 10 derajat tidak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. mengganggu dalam peredaran darah pasien. Menurut penelitian Gandhi, et al. Selain . yang menyatakan . akses arteri radial untuk tindakan Wenniarti, et. , al . terdapat perbedaan yang significant rata-rata nyeri sebelum dan kardiovaskuler merupakan terobosan dalam sesudah diberikan ice pack pada pasien post Keuntungan PCI. Hal ini dikarenakan kompres dingin menggunakan arteri radialis dibandingkan menstimulus permukaan kulit yang dapat dengan arteri femoralis adalah kaliber arteri berefek mengontrol nyeri, mempengaruhi lebih kecil dan posisi kompresi yang lebih impuls yang dibawa oleh serabut taktil A- mudah serta resiko perdarahan minimal. beta untuk lebih mendominasi sehingga Setelah arteri radialis digunakan sebagai impuls nyeri akan terhalangi dan nyeri akan Menurut (Mirwanti, et al. , 2. kompresi supaya tidak terjadi perdarahan. kompres dingin merupakan penanganan Radial compression device saat terpasang yang dapat dilakukan untuk mencegah serta membuat menimbulkan rasa nyeri karena adanya penekanan dibagian puntcure. hematome pada pasien post PCI. Pada 42 responden kelompok kontrol Prasetya & Handian . dalam dan intervensi semua mengalami nyeri yang dirasakan pada area pemasangan radial terdapat adanya perbedaan skor penurunan nyeri pada kelompok kontrol dan kelompok responden mengalami rasa nyeri berbeda- intervensi pada pasien post PCI. Oleh karena Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 itu kompres dingin dapat digunakan sebagai pengurang nyeri dengan pendekatan non SIMPULAN DAN SARAN Dari disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pemberian kompres dingin . old pac. terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien yang terpasang radial compression device post katerisasi jantung di ruang ICCU Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Dari disarankan bahwa kompres dingin dapat menjadi terapi komplementer pada pasien yang mengalami nyeri akibat tindakan Perawat melakukan tindakan ini secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan rasa nyaman DAFTAR PUSTAKA