Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Original Article THE RELATIONSHIP BETWEEN SOCIAL MEDIA ADVERTISING AND SKIN CARE SELECTION AMONG COLLEGE STUDENTS Hubungan Iklan Media Sosial Terhadap Pemilihan Skin Care Pada Mahasiswa Di Perguruan Tinggi Yudi Budianto1* Program Studi D-i Keperawatan. STIKes Al-MaAoarif Baturaja *Corresponding Author: Yudi Budianto Program Studi D-i Keperawatan. STIKes Al-MaAoarif Baturaja Email: tukangsunat03@gmail. Keyword: Advertising. Social Media. Skin Care Kata Kunci: Iklan. Media Sosial. Skin Care A The Author. 2025 Abstract The rapid development of social media has changed consumption patterns, including in the skin care industry, where students have become one of the most active and vulnerable market segments to the influence of digital advertising. The general objective of this study is to determine the relationship between social media advertising and skin care product selection among students. This study is a quantitative analytical research using a crosectional approach with a sample size of 43 students. The variables studied are presented in the form of frequency distribution tables and tested using univariate and bivariate analysis, specifically through a questionnaire instrument. The results of the chi-square test yielded a A value of 0. 007, indicating a significant relationship between online social media advertising and skin care product selection among female students in the Di Nursing Program at STIKES Al-Ma'arif Baturaja. The results of the chi-square test yielded a A value of 0. 013, indicating a relationship between offline media advertisements and the selection of skin care products among female students in the Di Nursing Program at STIKES Al-Ma'arif Baturaja. The conclusion of this study is that there is a relationship between social media advertisements and the selection of skin care products among female students in the Di Nursing Program at STIKES Al-Ma'arif Baturaja. Abstrak Article Info: Received : March 25, 2025 Revised : April 8, 2025 Accepted : April 28, 2025 Cendekia Medika: Jurnal STIKes AlMaAoarif Baturaja e-ISSN : 2620-5424 p-ISSN : 2503-1392 This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License. PENDAHULUAN Perkembangan pesat media sosial telah mengubah pola konsumsi, termasuk dalam industri skin care, di mana mahasiswa menjadi salah satu segmen pasar yang paling aktif dan rentan terhadap pengaruh iklan digital. Secara umum tujuan penelitian adalah diketahuinya hubungan iklan media sosial terhadap pemilihan Skin Care pada mahasiswa. Penelitian ini termasuk penelitian yang menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan Cross Sectional dan jumlah sampel 43 mahasiswa. Variabel Ae variabel yang di teliti disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan di uji dengan analisis univariat dan bivariat, yaitu dengan menggunakan instrumen kuesioner. Hasil uji chi Square di dapatkan A Value 0,007 artinya terdapat hubungan iklan media sosial online dengan pemilihan skin care pada mahasiswi Prodi Di Keperawatan STIKES Al-MaAoarif Baturaja. Hasil uji chi Square di dapatkan A Value 0,013 artinya terdapat hubungan iklan media offline dengan pemilihan skin care pada mahasiswi Prodi Di Keperawatan STIKES AlMaAoarif Baturaja. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan iklan media sosial terhadap pemilihan Skin Care pada mahasiswi prodi Di Keperawatan STIKES AlMaAoarif Baturaja. Perkembangan teknologi internet telah merevolusi bidang ekonomi dan bisnis Salah satu dampak utamanya adalah perluasan jangkauan pemasaran yang tidak lagi dibatasi oleh wilayah geografis . Selain itu, internet juga memungkinkan transaksi bisnis yang lebih cepat dan efisien dibandingkan metode Peralihan dari sistem offline ke online ini menciptakan peluang baru bagi pelaku bisnis untuk menjangkau . Transformasi digital ini telah mengubah Perubahan ini tidak hanya mempengaruhi cara berbisnis, tetapi juga perilaku konsumen dalam berbelanja . Seiring dengan pesatnya perkembangan internet, media sosial muncul sebagai platform pemasaran yang sangat efektif . Data menunjukkan bahwa pengguna aktif https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 media sosial di Indonesia mencapai 191 juta, tumbuh 12,35% dari tahun Salah satu platform yang paling berpengaruh adalah TikTok, dengan 92,07 juta pengguna di Indonesia pada tahun 2022 . Platform ini tidak hanya digunakan untuk berbagi konten hiburan, tetapi juga menjadi sarana promosi produk yang efektif . Fitur seperti hashtag (#) menjangkau target pasar mereka. Dengan demikian, media sosial telah menjadi tulang punggung pemasaran digital di era modern . Perkembangan media sosial sebagai alat pemasaran sangat terasa dampaknya pada industri kecantikan, khususnya skincare. Industri ini telah mengalami pertumbuhan pesat, dipengaruhi oleh tren kecantikan global yang merambah pasar Indonesia . Produk skincare menyumbang US$2,022 juta dari total pasar kosmetik dan perawatan tubuh. Persaingan di industri ini semakin ketat dengan hadirnya lebih dari 760 perusahaan kosmetik di Indonesia . , . Persaingan ini mendorong munculnya merek-merek baru. Situasi ini memaksa pelaku industri untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih inovatif . Media sosial kini telah berevolusi menjadi lebih dari sekadar platform komunikasi Dalam konteks bisnis, media sosial berfungsi sebagai alat pemasaran yang . , . Media sosial memfasilitasi pertukaran informasi dan kolaborasi antara pelaku bisnis dan konsumen. Kemampuan ini sangat bermanfaat untuk membangun pelanggan . Industri kecantikan, yang sangat mengandalkan testimoni visual, mendapatkan manfaat besar dari fitur-fitur media sosial. Klinik kecantikan dan merek skincare telah memanfaatkan media sosial untuk memperluas pasar mereka hingga ke daerah pedesaan . Tren penggunaan skincare sangat terlihat di kalangan mahasiswi, sebagaimana terungkap dalam survei awal penelitian. Dari tujuh mahasiswi yang disurvei, lima di antaranya mengaku memiliki dan rutin menggunakan produk skincare. Yang menarik, sebagian besar mengaku memilih produk berdasarkan iklan yang mereka lihat di media sosial atau platform online. Temuan ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh pemasaran digital terhadap keputusan pembelian generasi muda. Berdasarkan fenomena inilah peneliti tertarik untuk meneliti hubungan iklan media sosial dengan pemilihan skincare pada mahasiswi Prodi Di Keperawatan STIKES Al-Ma'arif Baturaja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berharga bagi pengembangan strategi pemasaran yang lebih efektif dan bertanggung jawab. METODE Desain penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional dimana data kedua variabel dikumpulkan dalam waktu yang sama atau dalam satu waktu. Dalam penelitian ini peneliti akan mencari hubungan iklan media sosial terhadap pemilihan Skin Care pada mahasiswi prodi Di Keperawatan STIKES Al-MaAoarif Baturaja. Populasi pada penelitian ini adalah TK II dan TK i berjumlah 43 mahasiswi prodi Di Keperawatan STIKES Al-MaAoarif Baturaja. Peneliti menggunakan total sampling dalam penelitian ini berjumlah 43 mahasiswi prodi Di Keperawatan STIKES Al-MaAoarif Baturaja menggunakan skin care. Tempat penelitian ini di STIKES Al-MaAoarif Baturaja. Pengambilan data ini dilakukan pada bulan Januari 2025. Pengumpulan data menggunakan dengan cara wawancara dan lembar observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : Data Primer. Data Sekunder (Kuesione. Etika Penelitian Dalam melakukan penelitian yang meliputi : Informed Consent (Persetujua. Anonimity (Tanpa Nam. https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Confidentiality (Kerahasiaa. (Prinsip keadila. dengan tidak menggunakan skin care sebanyak 16 . ,2%) responden, memilih skin care melalui media social online HASIL sebanyak 22 . ,2%), dan memilih skin Berdasarkan tabel 1 di ketahui bahwa dari care melalui media offline sebanyak 22 43 responden di dapatkan responden . ,2%) responden. Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Terhadap Pemilihan Skin Care Pada Mahasiswi Prodi Di Keperawatan STIKES Al-MaAoarif Baturaja Variabel Pemilihan Skin Care Tidak Menggunakan Skin Care Pilihan Sendiri Pilihan Therapis Media Sosial Online Tidak Iklan Media Offline Tidak Justice Jumlah Persentase 37,2% 37,2% 25,6% 48,8% 51,2% 100,0% Jumlah 51,2% 48,8% Dari hasil analisis tabel 1 di ketahui bahwa 0,. dengan pemilihan skin care pada terdapat hubungan iklan media sosial mahasiswi Prodi Di Keperawatan STIKES online (A Value 0,010 ) dan offline (A Value Al-MaAoarif Baturaja. Tabel 2 Hubungan Iklan Media Sosial Online dan Offline Dengan Pemilihan Skin Care Pada Mahasiswi Prodi Di Keperawatan STIKES Al-MaAoarif Baturaja Tidak Variabel Menggunakan Skin Care Iklan Media Sosial Online Tidak Iklan Media Offline Tidak PEMBAHASAN Pemilihan Skin Care Pilihan Sendiri Pilihan Therapis Hubungan Iklan Media Sosial Online Dengan Pemilihan Skin Care Berdasarkan analisis di ketahui hasil uji chi Square di dapatkan A Value 0,010 artinya terdapat hubungan iklan media sosial online dengan pemilihan skin care pada mahasiswi Prodi Di Keperawatan STIKES Al-MaAoarif Baturaja. Hasil menunjukkan bahwa frekuensi terpapar iklan media sosial berbanding lurus dengan kecenderungan mahasiswi dalam memilih produk skin care. Semakin sering Jumlah Value 0,010 0,015 responden melihat iklan suatu merek di platform seperti Instagram atau TikTok, semakin tinggi minat mereka untuk mencoba produk tersebut. Temuan ini sejalan dengan teori uses and gratification yang menyatakan bahwa media sosial memenuhi kebutuhan pengguna akan informasi produk . , . Analisis mendalam mengungkap bahwa rekomendasi dari influencer menjadi faktor dominan dalam proses pengambilan Hal ini sesuai dengan konsep parasocial interaction dimana audiens mengembangkan kedekatan psikologis https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 dengan figur media. Produk yang diendorse oleh influencer dengan followers besar dan engagement tinggi cenderung dipersepsikan lebih berkualitas. Namun menariknyaesponden mengaku pernah kecewa karena produk tidak sesuai ekspektasi setelah mengikuti rekomendasi influencer, menunjukkan adanya gap antara citra produk di media sosial dengan realita , . Penelitian menemukan pola menarik pendekatan fear appeal . ncaman masalah mempengaruhi keputusan pembelian. Responden mengaku terpengaruh untuk membeli produk setelah melihat konten yang memvisualisasikan dampak negatif kulit tidak terawat. Temuan ini mendukung teori protection motivation tentang respons individu terhadap ancaman Namun perlu dicatat bahwa pendekatan ini seringkali dibarengi dengan klaim berlebihan tentang manfaat produk , . Secara fundamental dalam pola konsumsi generasi digital native. Dibandingkan generasi sebelumnya yang lebih mengandalkan rekomendasi langsung . ord-of-mout. , mempercayai social proof di media digital. Data menunjukkan rutin mengecek ulasan online sebelum membeli skin care. Pola ini merefleksikan konsep digital consumer socialization yang khas di era modern. Implikasi penting dari temuan ini adalah kebutuhan akan regulasi iklan skin care yang lebih ketat di media sosial, sekaligus pentingnya meningkatkan literasi digital konsumen muda dalam menilai kredibilitas iklan secara kritis . , . dengan pemilihan skin care pada mahasiswi Prodi Di Keperawatan STIKES Al-MaAoarif Baturaja. Media promosi offline seperti brosur, spanduk, koran masih mempunyai peranan yang tidak kalah pentingnya dibandingkan media sosial dalam promosi produk perusahaan. Dalam kaitan antara iklan konvesional dan penelitian memperlihatkan relasi yang kuat diantara keduanya. Dalam hal ini banyak klinik kecantikan melakukan terobosan promosi dengan media offline, seperti menggunakan pamflet, koran, majalah dan lain sebagainya yang bertujuan untuk mencari pangsa pasar. Namun disisi lain konsumen menginginkan semua informasi yang didapat dengan mudah dan praktis . Pemasaran offline adalah proses penjualan barang atau jasa secara langsung yang dimana produsen dan konsumen bertemu sehingga terjadinya proses transaksi jual Penelitian ini mempunyai implikasi manajerial bagi perusahaan merek produk skincare khususnya Wardah. Pihak perusahaan harus tetap mempertahankan dan meningkatkan promosi melalui media sosial online dan media promosi offline secara seimbang, bagi klinik kecantikan khususnya Larissa mereka juga harus mampu meningkatkan promosi melalui media sosial online dan promosi offline secara rutin dan seimbang untuk meningkatkan pemilihan merek produk skincare dan klinik kecantikan . , . KESIMPULAN Hubungan Iklan Media Offline Dengan Pemilihan Skin Care Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan maka dapat di tarik kesimpulan terdapat hubungan iklan media sosial online dan offline dengan pemilihan skin Prodi Di Keperawatan STIKES Al-MaAoarif Baturaja. Berdasarkan analisis di ketahui bahwa terdapat hubungan iklan media offline Peneliti menyarankan dapat menjadi pembelajaran bagi mahasiswi dalam SARAN https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 memilih dan mempertimbangkan dalam penggunaan skin care. DAFTAR PUSTAKA