Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media Vol. No. May 2022 Page: 175-180 e-ISSN: 2746-3583 p-ISSN: 2775-4537 Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Kompetensi Pedagogik Guru terhadap Kinerja Guru di SMAN 1 Kisam Tinggi Etika Septiyana SMAN 1 Kisam Tinggi Corresponding author e-mail: khansa0109@gmail. Abstrak Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh supervisi kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru terhadap kinerja guru di SMAN 1 Kisam Tinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk melihat pengaruh variabel supervisi kepala sekolah dan variabel kompetensi pedagogik guru terhadap variabel kinerja guru melalui pengujian Penelitian ini menggunakan penyebaran kuesioner yang relevan dengan semua variabel sebagai alat pengumpul data. Kuesioner yang digunakan adalah 5 skala likert, dan telah dilakukan uji validitas dan uji reliabiltas. Sampel dalam penelitian ini adalah semua guru di SMAN 1 Kisam Tinggi yang berjumlah 30 orang. Penelitian ini menggunakan metode analisis data regresi sederhana dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa supervisi kepala sekolah secara parsial berpengaruh terhadap kinerja guru di SMAN 1 Kisam Tinggi. Kompetensi pedagogik guru secara parsial berpengaruh terhadap kinerja guru di SMAN 1 Kisam Tinggi. Supervisi kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru secara simultan berpengaruh terhadap kinerja guru di SMAN 1 Kisam Tinggi. Berdasarkan nilai hasil uji koefisien determinasi, 82,2% dari kinerja guru dapat dijelaskan oleh supervisi kepala sekolah dan kompetensi pedagogik, artinya ada kontribusi sebesar 82,2% yang diberikan supervisi kepala sekolah dan kompetensi pedagogik terhadap kinerja guru, dan sisanya 17,8% . C,2%) dari kinerja guru dapat dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain. Kata Kunci: Supervisi kepala Sekolah. Kompetensi Pedagogik Guru. Kinerja Guru Abstract The purpose of this study was to determine the effect of principal supervision and teacher pedagogic competence on teacher performance at SMAN 1 Kisam Tinggi. The type of research used is descriptive analysis with a quantitative approach to see the effect of the principal's supervision variable and the teacher's pedagogic competence variable on the teacher's performance variable through hypothesis testing. This study uses a questionnaire that is relevant to all variables as a data collection tool. The questionnaire used is 5 Likert scale, and has been tested for validity and reliability The sample in this study were all 30 teachers at SMAN 1 Kisam Tinggi. This research uses simple regression data analysis method and multiple regression. The results showed that the principal's supervision partially affected the performance of teachers at SMAN 1 Kisam Tinggi. The teacher's pedagogic competence partially influences the performance of teachers at SMAN 1 Kisam Tinggi. Principal supervision and teacher pedagogic competence simultaneously affect teacher performance at SMAN 1 Kisam Tinggi. Based on the value of the coefficient of determination test results, 82. 2% of teacher performance can be explained by the supervision of the principal and pedagogic competence, meaning that there is a contribution of 82. 2% given the supervision of the principal and pedagogical competence on teacher performance, and the remaining 17. 8% . %-82. 2%) of the teacher's performance can be explained by other reasons. Keywords: Principal Supervision. Teacher Pedagogic Competence. Teacher Performance Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 175-180 Etika Septiyana Pendahuluan Dewasa ini, pendidikan semakin berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Tidak mungkin pendidikan menekankan proses globalisasi, termasuk menyikapinya dengan membangun sistem pendidikan yang lebih modern. Namun konsekuensi dari kurikulum tersebut tidak serta merta terasa, melainkan menyentuh setiap aspek kehidupan bermasyarakat dan berlangsung sepanjang hayat untuk menjadi identitas kemajuan, keadilan, dan kemakmuran bangsa. Sebagaimana diketahui, proses pendidikan dapat ditempuh melalui lembaga pendidikan, baik formal, informal maupun informal. Karena proses pendidikan formal dapat dicapai melalui sekolah, maka peran sekolah dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas setiap tahunnya dan membina generasi penerus untuk pembangunan bangsa dan negara menjadi sangat penting. Untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing, perlu didukung dengan kemampuan guru sebagai pendidik dan pimpinan sekolah sebagai pemimpin. Semua ini harus berkualitas tinggi. Sebagai guru yang bertanggung jawab atas proses pembelajaran di kelas, guru sebagai pendidik perlu memiliki keterampilan pendidikan yang dapat mendukung pembelajaran yang Akibatnya, guru sering disebut sebagai upaya terdepan untuk meningkatkan kualitas layanan siswa, proses, dan hasil pendidikan. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru dalam menunjang proses pembelajaran adalah kompetensi pedagogik. Menurut Rifai dkk . kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahamanterhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang Sedangkan menurut Sahertian . mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi pedagogik guru adalah: . Pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dimiliki guru . Kepemimpinan Kepala Sekolah . Lingkungan kerja yang mendorong motivasi kerja guru untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam pelaksanaan tugas secara optimal. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan kompetensi pedagogik merupakan kompetensi yang menuntut guru untuk dapat mengelola pembelajaran bagi peserta didiknya, agar tercipta pembelajaran yang menarik. Agar kompetensi yang dimiliki guru terus meningkat dan memiliki kualitas yang baik karena dilaksanakan sesuai aturan, maka perlu adanya peran serta kepala sekolah sebagai pimpinan/ supervisor di sekolah. Salah satu hal penting yang harus dilakukan adalah merealisasikan pelaksanaan supervisi terhadap guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di sekolah. Supervisi yang dilakukan harus dapat memberikan manfaat bagi perbaikan dan peningkatan efektivitas proses manajemen sekolah, utamanya proses Menurut Susanto . menjelaskan sebagai berikut : Supervisi merupakan kegiatan pembinaan yang direncanakan dengan memberi bantuan teknis kepada guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, atau mendukung proses pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sehinga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara efektif. Selanjutnya menurut Ngalim Purwanto dalam bukunya administrasi dan supervisi pendidikan . AuSupervisi adalah segala bantuan dari para pemimpin sekolah, yang bertujuan kepada perkembangan kepemimpinan guru-guru dan personil sekolah dalam mencapai tujuan pendidikanAy. Dari beberapa pendapat di atas dapat peneliti tarik suatu kesimpulan bahwa supervisi adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh kepala sekolah selaku supervisor untuk Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 175-180 Etika Septiyana membantu guru di sekolah dalam menjalankan fungsi, tugas, dan kewajibannya sebagai pendidik, agar tercipta tujuan pendidikan yang optimal, adapun kegiatan tersebut meliputi pemberian bimbingan dan dorongan atau motivasi untuk memperbaiki manajemen pengelolaan sekolah dan meningkatkan kinerja guru. Sesuai dengan fungsi guru sebagai pendidik dan sebagai ujung tombak dalam dunia pendidikan, maka seorang guru dalam menjalankan fungsi dan tugasnya haruslah berkualitas sehingga secara otomatis akan menghasilkan kinerja yang baik dan berkualitas. Karena itu kinerja adalah suatu hal yang sangat penting dalam menentukan kualitas kerja seseorang termasuk kerja guru. Menurut Mulyasa . kualitas pendidikan itu sendiri tidak akan tercipta bila tidak diimbangi dengan kinerja guru yang profesional dan berkualitas. Menurut Murita . kinerja guru dalam pembelajaran menjadi bagian terpenting dalam mendukung terciptanya proses pendidikan secara efektif terutama dalam membangun sikap disiplin dan mutu hasil belajar peserta didik. Sedangkan menurut Supardi . 4: . menyatakan Aukinerja guru merupakan kemampuan seorang guru dalam melaksanakan tugas pembelajaran di madrasah dan bertanggung jawab atas peserta didik di bawah bimbingannya dengan meningkatkan prestasi belajar peserta didikAy. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti di SMAN 1 Kisam Tinggi diperoleh data tentang kinerja guru belum maksimal hal ini disebabkan kurangnya kompetensi yang mereka miliki di samping supervisi yang belum dilaksanakan sebagaimana Bertitik tolak dari masalah di atas, maka peneliti tertarik melakukan penelitian yang berjudul AuPengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Kompetensi Pedagogik terhadap Kinerja Guru di SMAN 1 Kisam TinggiAy. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif berbentuk survei, dengan jumlah populasi sama dengan jumlah sampel seluruh guru sebanyak 30 orang, dan penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Kisam Tinggi. Metode deskriptif kuantitatif merupakan suatu metode penelitian yang mendeskripsikan variabel-variabel independen untuk dianalisis pengaruhnya terhadap variabel dependen dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini analisis data dilakukan variabel supervisi akademik kepala sekolah (X. , kompetensi pedagogik guru (X. dan kinerja guru (Y). Setelah data terkumpul secara keseluruhan melalui penyebaran kuesioner, maka langkah selanjutnya dianalisis dan dideskripsikan untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dengan teknik statistik tertentu. Pengujian statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji linieritas. Uji hipotesisnya dengan uji parsial . dan uji simultan . serta koefisien determinasi (R. Hasil dan Pembahasan Uji Validitas Uji validitas angket bertujuan untuk mengetahui valid atau tidaknya angket tersebut untuk dijadikan sebagai alat pengumpulan data pada penelitian ini. Sebelum diujicobakan, angket harus memenuhi validitas logis dan empiris. Penyebaran kuesioner masing-masing variabel, di mana pada variabel supervisi kepala sekolah ada 7 pertanyaan, pada variabel kompetensi pedagogik guru ada 8 pertanyaan, dan pada variabel kinerja guru ada 10 pertanyaan, pada taraf nyata () = 0,05 . %) keseluruhan item pertanyaan dinyatakan valid setelah dilakukan pengolahan data dengan menggunakan program SPSS versi 25 for window, berarti seluruh pertanyaan pada instrument tersebut dapat digunakan sebagai alat ukur yang valid dalam analisis selanjutnya Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 175-180 Etika Septiyana Uji Reliabilitas Perhitungan uji reliabilitas variabel supervisi kepala sekolah (X. , kompetensi pedagogik guru (X. dan kinerja guru (Y) dengan menggunakan SPSS versi 25. 0 for window, diperoleh nilai Cronbach's Alpha masing-masing > 0. 6, maka dapat disimpulkan bahwa instrument yang digunakan dalam variabel supervisi kepala sekolah (X. kompetensi pedagogik guru (X. dan kinerja guru (Y) ini reliabel. Analisis Regresi Linier Sederhana Diketahui besarnya koefisien regresi supervisor kepala sekolah (X. diperoleh sebesar 878 bernilai positif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa setiap terjadi peningkatan supervisor kepala sekolah (X. sebesar 1 satuan maka akan diikuti oleh penurunan Kinerja Guru (Y) sebesar 0. 878 satuan, atau sebaliknya apabila terjadi penurunan supervisor kepala sekolah (X. sebesar 1 satuan maka akan diikuti oleh peningkatan Kinerja Guru (Y) sebesar 878 satuan. Selanjutnya, diketahui besarnya koefisien regresi Kompetensi Pedagogik Guru (X. diperoleh sebesar 0. 823 bernilai positif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa setiap terjadi peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru (X. sebesar 1 satuan maka akan diikuti oleh penurunan Kinerja Guru (Y) sebesar 0. 823 satuan, dan sebaliknya apabila terjadi penurunan Konflik Kerja (X. sebesar 1 satuan maka akan diikuti oleh peningkatan Kinerja Guru (Y) sebesar 0. 823 satuan. Uji t Hasil uji parsial pada tabel di atas menunjukan bahwa nilai thitung sebesar 9,668, sedangkan ttabel sebesar 2,045 berarti thitung > ttabel, dan nilai koefisien 0,000, hal ini berarti supervisi kepala sekolah memiliki pengaruh yang signifikan dengan kinerja guru. Pada kolom B pada constant adalah 4,355, sedangkan nilai supervisi akademik guru adalah 0,878. Sehingga H0 ditolak dan Ha diterima karena thitung lebih besar dari ttabel. Selanjutnya, hasil uji parsial pada tabel di atas menunjukan bahwa nilai thitung sebesar 6,229, sedangkan ttabel sebesar 2,045 berarti thitung > ttabel, dan nilai koefisien 0,000, hal ini berarti kompetensi pedagogik guru memiliki pengaruh yang signifikan dengan kinerja guru. Pada kolom B pada constant adalah 4,819, sedangkan nilai komptensi pedagogik guru adalah 0,823. Sehingga H0 ditolak dan Ha diterima karena thitung lebih besar dari ttabel. Pengujian Koefisien Determinasi (R. Berdasarkan pengolahan data dengan bantuan program SPSS versi 25 for window, diperoleh hasil koefisien determinasi seperti yang terdapat pada tabel 7, bahwa nilai R2 sebesar 0,822, hal ini berarti sebesar 82,2%%. Dari hasil ini dapat peneliti simpulkan bahwa kinerja guru sebesar 82,2% dapat dijelaskan oleh variable supervisi kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru, sedangkan 17,8 % . %-82,2%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan Margaret . dari Universitas Negeri Yogyakarta melakukan penelitian yang berjudul AuPengaruh Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Guru Ekonomi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten SlemanAy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh supervisi akademik kepala sekolah dan lingkungan kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru ekonomi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Sleman dengan nilai Fhitung sebesar 26,611 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Penelitian lain yang dilakukan Hanisah . dari Universitas Negeri Semarang melakukan penelitian yang berjudul AuPengaruh Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 175-180 Etika Septiyana Guru Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Karanganyar Kabupaten PurbalinggaAy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: koefisien determinasi (R. 0,150 . %), hal ini menunjukan bahwa kontribusi kinerja guru dipengaruhi oleh supervisi kepala sekolah. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Indra Prasetyo dan C. Sri Hartati . menunjukkan bahwa variabel dependen yaitu kinerja guru dapat dipengaruhi oleh dua variabel independen yaitu supervisi akademik kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru yaitu sebesar 50,2%, jadi secara bersama-sama supervisi akademik kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru mempengaruhi kinerja guru. Penelitian lain dari peneliti Ardlani . dari Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang berjudul Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Guru Bersertifikasi Di SD Negeri SeKecamatan Ponjong. Kabupaten Gunungkidul. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi terhadap kinerja guru SD Negeri se-Kecamatan Ponjong. Kabupaten Gunungkidul dengan nilai Fhitung sebesar 65,393, dan nilai R2 sebesar 0,714 yang berarti sumbangan kompetensi terhadap kinerja guru sebesar 71,4%. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yaitu Firdaus. Muazza. Rosmiati. Diana Astuti . yang berjudul AuPengaruh Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Kompetensi Pedagogik Guru Terhadap Kinerja Guru Madrasah TsanawiyahAy mengnunjukan Hasil analisis uji F diperoleh nilai fhitung yaitu 58,102 dan nilai ftabel sebesar 3,06, sehingga fhitung > ftabel. Hasil analisis data yang telah dilakukan memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara supervisi akademik kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru terhadap kinerja guru. Besarnya pengaruh tersebut dapat dinyatakan oleh besarnya koefisien determinasi (R2 ) yaitu sebesar 0,433 berarti 43,3% supervisi akademik kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru secara bersama-sama mempengaruhi kinerja guru. Kesimpulan Berdasarkan uraian hasil analisis dan pembahasan pada penelitian ini maka dapat disimpulkan: . Terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMAN 1 Kisam Tinggi, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 76,9%. Terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara kompetensi pedagogik guru terhadap kinerja guru di SMAN 1 Kisam Tinggi, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 58,1%. Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara supervisi kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru terhadap kinerja guru di SMAN 1 Kisam Tinggi, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 82,2%, sedangkan 17,8 % . C,2%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitan ini. Daftar Pustaka