Tahun . Vol. Nomor . Bulan (Me. Halaman . https://doi. org/10. 53544/sapa/V9i1. Peran Konseling Pastoral Dalam Mengatasi Fatherless Pada Remaja Perempuan Usia . -18 Tahu. Rista Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta. Jakarta Utara, 14120. Indonesia Abstrak Penulis koresponden Nama : Rista Surel : rista@sttekumene. ManuscriptAos History Submit : Februari 2025 Revisi : Maret 2025 Diterima : April 2025 Terbit : Mei 2025 Kata-kata kunci: Kata kunci 1 Fatherless Kata kunci 2 Peran konseling pastoral Kata kunci 3 Remaja Copyright A 2025 STP- IPI Malang Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam masa tumbuh kembang anak. Tidak hanya ibu tapi sosok ayah juga sangat penting. Sosok seorang ayah juga sangat dibutuhkan dalam mendidik anak bukan hanya sebagai kepala rumah tangga yang bekerja tapi ikut mendidik anak, jika seorang anak tidak merasakan kehadiran sosok ayah dalam hidupnya maka berdampak pada fisik dan psikologisnya. Kehilangan sosok ayah atau peran seorang ayah disebut juga dengan fatherless. Fatherless membuat seseorang menjadi rendah diri dan kesepian. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan (Library researc. yaitu mengumpulkan data dengan memahami dan mempelajari teori-teori yang berkaitan dan mendukung sebuah penelitian ini. Tujuan untuk mengetahui bagaimana peran konseling pastoral dalam mengatasi fatherless pada remaja perempuan usia 12-18 Tahun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa remaja perempuan yang mengalami fatherless akan sangat berdampak buruk pada masa remajanya terkait dengan membangun hubungan dengan lawan jenis, gangguan emosional, krisis identitas, dan gangguan perilaku. Maka dari itu konselor kristen hadir untuk membantu menangani remaja perempuan yang mengalami fatherless dengan cara. Membangun relasi, . Memiliki empati, . Membimbing, . Penyembuhan, . Fungsi keteladanan Abstract Corresponding Author Name : Rista E-mail : rista@sttekumene. ManuscriptAos History Submit : February 2025 Revision : March 2025 Accepted : April 2025 Published : May 2025 Keywords: Keyword 1 adolescents Keyword 2 fatherless Keyword 3 pastoral counseling role Copyright A 2025 STP- IPI Malang Parents have a very important role in the growth and development of Not only mothers but fathers are also very important. The figure of a father is also very much needed in educating children not only as the head of the household who works but also educates children, if a child does not feel the presence of a father figure in his life, it has a physical and psychological impact on him. Losing a father figure or the role of a father is also known as fatherless. Fatherless makes a person inferior and lonely. This research method uses descriptive qualitative through library research, namely collecting data by understanding and studying theories related to and supporting this research. The aim is to find out how the role of pastoral counseling in overcoming fatherlessness in adolescent girls aged 12-18 years. The results of this study indicate that adolescent girls who experience fatherlessness will have a very bad impact on their adolescence related to building relationships with the opposite sex, emotional disorders, identity crises, and behavioral Therefore. Christian counselors are present to help deal with adolescent girls who experience fatherlessness by. Building relationships, . Having empathy, . Guiding, . Healing, . Exemplary function. https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Rista | Peran Konseling Pastoral Pendahuluan Fatherless adalah istilah yang muncul dari kalangan masyarakat dimana kebanyakan masyarakat memiliki pola pikir bahwa sosok ayah itu tidak perlu terlibat dalam mengasuh anak karena sosok ayah itu berperan dalam mencari nafkah (Cristy & Soetikno, 2. Fatherless ini juga termasuk tekanan emosional yang bisa dialami dari hilangnya figur seorang ayah. Istilah- istilah fatherless ini juga bisa dikatakan father hunger dan father deficit (Nushratu, 2. Fatherless merupakan suatu kondisi yang terjadi pada seseorang dimana orang tersebut mengalami kurangnya figur seorang ayah, seseorang tidak merasakan adanya sosok ayah secara fisik dan secara psikologis (Ashari, 2. Seseorang dikatakan fatherless ketika orang itu tidak merasakan adanya sosok seorang ayah dalam hidupnya, ini disebabkan oleh banyak hal seperti ayah dan ibunya bercerai, ayah tidak peduli dengan anak, ayah melakukan kekerasan kepada anak, ayah meninggal dan banyak lagi (Sundari Herdajani,2. Dampak dari fatherless mengakibatkan seorang remaja mengalami kecenderung memiliki rasa rendah diri, memiliki emosional yang tidak bisa di kontrol, merasa insecure dengan remaja lain. Selain itu, seorang remaja yang mengalami fatherless akan merasa kesepian, memiliki kontrol diri yang rendah, kurang berani untuk mengambil resiko, mudah cemburu (Rachmanulia & Dewi, 2. Fatherless mulai diperbincangkan di Indonesia, namun tidak semua masyarakat Indonesia yang tau mengenai Fatherless. Dari aplikasi Populix kepada 2565 responden terdapat 1432 responden yang mengaku tidak tau tentang Fatherless. Dari data ini menunjukan bahwa memang benar masyarakat Indonesia tidak tau apa itu Fatherless. Fatherless di Amerika memang menjadi masalah sosial yang besar, bahkan 50% anak-anak di Amerika yang berusia dibawah 18 tahun yang tidak tinggal bersama ayahnya. (HIX, 2. Sebaliknya dari responden ternyata ada sekitar 31,1% yang menunjukan seseorang berada dalam kondisi Fatherless(Ashari, 2. Fatherless ini sudah menjadi permasalahan yang banyak dialami meskipun banyak yang tidak menyadarinya. Djawa dalam (Cristy & Soetikno, 2. seorang pejabat Menteri sosial Indonesia yang bernama Khofifah Parawansa menyampaikan bahwa Indonesia menjadi negara terbesar yang dimana mencapai peringkat ketiga yang mengalami fatherless. Penelitian sebelumnya (Rachmanulia & Dewi, 2. Dengan judul AuDinamika Psikologi Pada Anak Perempuan dengan Fatherless di Usia Dewasa AwalAy Fatherless memiliki pengaruh di masa dewasa dimana dewasa menjadi rendah diri, ini disebabkan kurangnya hubungan antara ayah dan anak. Dari masalah ini peneliti menyederhanakan pentingnya sosok ayah untuk menjadi sosok yang bertanggung jawab dan bisa menjadi pembalut luka bagi anaknya dan orang tua harus melakukan refleksi mengenai pengasuhan orang tua untuk menyembuhkan luka batin yang dialami oleh remaja tersebut. Fatherless ini disebabkan kurangnya figur ayah dalam hidupnya. Selanjutnya. Menurut (Cristy & Soetikno, 2. dengan judul AuResiliensi dan Kesepian pada Remaja Berstatus Anak Tunggal yang Mengalami Fatherless Akibat PerceraianAy. Remaja yang berusia 16-18 tahun yang mengalami fatherless. Remaja yang mengalami fatherless itu menjalankan kehidupan seharihari sendiri tanpa peran seorang ayah ini membuat dampak bagi remaja itu sehingga remaja https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Rista | Peran Konseling Pastoral mengalami loneliness. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti berpendapat bahwa orang yang mengalami fatherless dan berdampak pada kesepian harus belajar membangun relasi sebanyak-banyaknya dengan orang yang ada di lingkungannya sehingga bisa mendapatkan dukungan sosial untuk membantu pemulihan dan kembali menjadi remaja yang normal. Senada dengan itu. Regina dan Ratriana dalam penelitianya juga berpendapat bahwa remaja yang mengalami fatherless harus memiliki hubungan lebih dekat dengan seorang ayah agar memiliki kepercayaan diri yang tinggi. (Putri & Kusmiati, 2. Menurut (Tobing & Hermanto, 2. dengan judul AuMembangun Konsep Diri Positif melalui Konseling Pastoral bagi Remaja yang Mengalami FatherlessAy Fatherless adalah kondisi remaja yang kehilangan figur seorang ayah akibat perceraian, kematian dan faktor lainya sehingga menyebabkan dampak yang negatif dalam diri remaja tersebut seperti penurunan nilai akademis dan merasa sendiri. Dengan demikian, konseling pastoral hadir untuk mendampingi remaja agar dapat memiliki konsep diri yang sehat dan benar sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Dalam penelitian ini peneliti berfokus pada remaja perempuan 12-18 tahun yang ada dalam kondisi fatherless. Perempuan cenderung mengalami dampak yang paling besar kehilangan figur seorang ayah dibandingkan laki-laki (Wandansari, 2. Perempuan yang mengalami fatherless sangat berdampak besar pada masa depan dalam berhubungan sosial dengan lawan jenis (Junaidin dkk. , 2. Perempuan yang mengalami fatherless akan mencari sosok ayah pada laki-laki yang seumuran maupun dengan laki-laki yang lebih tua asalkan memenuhi kebutuhannya untuk melindungi dan Maka dari itu, peneliti tertarik mengkaji lebih dalam mengenai apa itu fatherless pada perempuan dengan menggali apa ciri-ciri fatherless pada perempuan, apa yang menjadi faktor penyebab fatherless terjadi pada remaja perempuan? bagaimana mengatasi remaja perempuan yang mengalami fatherless dan bagaimana peran konseling pastoral? Dari pertanyaan ini peneliti ingin memberi pemahaman bahwa pentingnya peran konseling pastoral dalam mendidik dan menuntun remaja perempuan yang masih berumur 12-18 tahun untuk menjadi perempuan yang tangguh yang berani mengambil keputusan dan perempuan yang kuat baik secara fisik maupun secara rohani. Metode Penelitian Dalam penulisan artikel ini, peneliti menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan (Library researc. yaitu mengumpulkan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori yang berkaitan dan yang mendukung penelitian (Fiantika dkk. , 2. Peneliti mengumpulkan informasi dengan cara menggali dan mempelajari teori-teori yang berkaitan dengan penelitian tersebut. Penggalian informasi ini dilakukan dengan cara manual melalui perpustakaan, buku, artikel, hasil penelitian terdahulu dan lainya yang mendukung penelitian . ilya sari & Asmendri, 2. https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Rista | Peran Konseling Pastoral Hasil dan Pembahasan Pengertian konseling pastoral Sebelum memahami memahami apa itu konseling pastoral penulis membahas mengenai apa itu konseling dan apa itu pastoral terlebih dahulu. Istilah konseling berasal dari bahasa inggris yaitu counsellor yang berarti penasihat. Konseling juga diartikan sebagai pelayanan pribadi yang membantu seseorang yang sedang bergumul dengan masalah pribadinya untuk mencapai tujuan yang menolong, membimbing (Nego & Hulu, 2. Menurut Sanjaya konseling diartikan sebagai tempat untuk membantu seseorang. yang membutuh bantuan karena sedang dalam kondisi tertentu. Konseling adalah seorang yang bisa menjadi seorang pembimbing dan mengarahkan klien untuk menyelesaikan masalah klien (Sanjaya. Konseling adalah tindakan pemberian bantuan kepada klien yang mengalami masalah agar klien bisa menjadi pribadi yang mandiri dan memiliki perkembangan dalam hubungan sosial, pendidikan dan karir (Widodo dkk. , 2. Sedangkan pastoral adalah kata yang diambil dari bahasa latin dan Yunani yang disebut poimen yang memiliki arti gembala (Nego & Hulu, 2. Dalam kehidupan gerejawi pastoral diartikan sebagai tugas seorang pendeta yang harus menjadi gembala bagi jemaatnya atau dombanya. Dengan demikian pastoral adalah seorang gembala yang bisa menuntun jemaat dengan melihat model dari Yesus Kristus yang juga sebagai gembala yang baik. (Saputri, 2. Jadi konseling pastoral adalah hubungan timbal balik antara pendeta sebagai gembala atau konselor dengan jemaat sebagai domba atau konselingnya. Konselor membimbing konseli untuk mencapai tujuan dengan kemampuan dan kekuatan dari Tuhan(Break, 2. Selain pengertian di atas konseling pastoral dipahami sebagai wujud dari penyembuhan dalam suatu pendampingan pastoral yang tidak terbatas bagi siapa pun(Saputri, 2. Sama dengan itu. Santoso juga berpendapat yang sama dimana konseling pastoral adalah pendampingan kepada seseorang yang mengalami luka untuk tetap bertahan dalam menghadapi masalah yang dialami dan menyembuhkan manusia seutuhnya(Santoso, 2. Jadi peneliti dapat simpulkan bahwa, konseling pastoral adalah percakapan antara konselor dengan konseli, dimana konselor mencoba membimbing konseli kedalam suatu suasana yang bisa membuat konseli bisa mendapatkan kenyamanan. Dalam pastoral konseling seorang konselor melakukan konseling dengan membutuhkan peran Roh kudus yang menuntun konselor dalam melakukan konseli. Pengertian Fatherless Fatherless adalah kondisi seseorang yang tidak memiliki ayah. Konsep tidak memiliki ayah ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Secara psikologi Fatherless adalah kondisi seseorang yang tidak memiliki hubungan dekat dengan ayahnya secara emosional (Yuliana , 2. Menurut Siswadi . dalam (Damayant dkk. , 2. Fatherless adalah kondisi di mana seorang anak tumbuh tanpa kehadiran seorang ayah dalam keluarga mereka, baik karena kematian, perceraian, atau ketidakhadiran secara emosional dan fisik dari sang Senada dengan itu juga fatherless adalah kondisi seseorang yang kehilangan sosok ayah secara fisik maupun psikis (Wandansari dkk. , 2. Sedangkan menurut (Nurhayani, https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Rista | Peran Konseling Pastoral Dari pengertian di atas peneliti dapat simpulkan bahwa Fatherless adalah istilah yang menggambarkan kondisi dimana seseorang yang tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan ayah mereka, bisa karena kematian, perpisahan karena orang tua bercerai ada tapi tidak menggambarkan bahwa ayah itu ada. Faktor penyebab fatherless Hilangnya sosok ayah dalam keluarga akan membuat permasalahan psikologi pada Ada beberapa faktor penyebab yang membuat remaja perempuan mengalami . ketidakhadiran ayah, ketidakhadiran sosok ayah membuat perempuan lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial di sekitarnya, lingkungan yang dimaksud itu seperti lingkungan pertemanan dan hubungan dengan pria (Muslihatun & Santi, 2. Konflik keluarga dan berujung perceraian, konflik dalam sebuah keluarga akan berdampak pada remaja perempuan, jika ayah dan ibu selalu berkonflik mereka tidak akan bisa memberikan kesan yang baik kepada anak dan membuat anak akan kehilangan salah satu sosok dari mereka seperti sosok ayah (Kristianti & Nurwati, 2. Ayah sibuk bekerja, ayah yang terlalu sibuk bekerja dengan tujuan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya akan memiliki waktu yang sedikit kesempatan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak sehingga menyebabkan ketidak adanya emosional dan perkembangan psikologi pada anak (Novela, 2. Kematian ayah, kehilangan sosok ayah secara tiba-tiba dapat memberikan dampak emosional dan psikologi yang besar (Setiono, 2. Ayah terlibat dalam kriminal dan penyalahgunaan, ayah yang memiliki kebiasaan yang tidak baik seperti terlibat dalam tindakan kriminal dan penyalahgunaan narkoba bisa membuat anak kehilangan ayah secara fisik dan emosional (Sundari 2. Dengan demikian, sangat penting untuk para orang tua terutama seorang ayah untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kehadiran sosok ayah di hidup remaja perempuan karena dapat mempengaruhi kehidupan mereka secara fisik dan psikologi mereka. Pengertian remaja Remaja yang berusia 13-18 Tahun merujuk kepada individu yang berada pada fase transisi antara anak-anak menuju dewasa. Dalam rentang usia ini dikenal dengan masa remaja dan masa pubertas yang dimana memiliki ciri-ciri seperti fisik yang semakin kuat, psikologis, dan sosial. Remaja dalam usia yang seperti ini memiliki pertumbuhan yang cepat baik secara fisik maupun secara mental (Amdadi dkk. , 2. Sama dengan itu juga remaja adalah masa yang memiliki perkembangan dan pertumbuhan yang cepat baik secara fisik, secara psikologis, dan secara intelektual. Remaja dalam rentang usia ini sangat aktif dan menyukai tantangan dan berani mengambil resiko (Suryana dkk. , 2. Sedangkan peneliti lain berpendapat bahwa remaja adalah perubahan perilaku pada seseorang dimana seseorang memiliki sikap yang mandiri, mulai timbul keinginan-keinginan seksual (Putro, 2. Dari penjelasan diatas peneliti dapat simpulkan remaja adalah masa dimana transisi dari anakanak menuju dewasa awal dan mulai memiliki kematangan fisik dan emosional. https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Rista | Peran Konseling Pastoral Dampak fatherless pada remaja perempuan Remaja perempuan yang berusia 13-18 yang mengalami fatherless memiliki dampak seperti berikut. Sulit membangun hubungan dengan lawan jenis, perempuan yang mengalami fatherless sangat susah membangun hubungan dengan lawan jenis karena mereka sudah kehilangan sosok ayah dalam hidup mereka, remaja yang kehilangan sosok ayah membuat remaja perempuan tidak mampu dan memiliki keraguan dalam membangun hubungan dengan pria. Menurut Junaidi (Junaidin et al. , 2. Kehilangan sosok ayah dan tidak merasakan kasih sayang dari ayah membuat anak perempuan sulit membangun hubungan dengan laki-laki atau pun melakukan pernikahan. Hal ini terjadi karena ada rasa takut tidak disukai atau dicintai, takut menjalankan kehidupan setelah menikah karena tidak mendapatkan dukungan dari orang di sekitarnya . Gangguan emosional, perempuan yang mengalami fatherless juga berdampak pada gangguan emosional seperti mengalami kecemasan, depresi, dan kesedihan (Djohan dkk. , 2. Dari penelitian lain menurut (Aulia & Makata, 2. Gangguan emosional ini terjadi karena hilangnya sosok ayah yang menjadi pendukung emosional seseorang. Kehadiran ayah sangat berdampak pada rasa aman, nyaman dan membuat percaya diri pada perempuan, jika sosok ayah tidak dirasakan maka remaja perempuan akan merasa dirinya tidak dicintai, merasa kesepian, dan tidak nyaman . Krisis identitas, perempuan yang mengalami fatherless memiliki perasaan yang rendah Rendah diri adalah kurangnya kepercayaan diri dalam melakukan segala sesuatu dan mengambil keputusan. Krisis identitas membuat remaja perempuan sulit untuk memahami siapa diri mereka sebenarnya karena kehilangan figur seorang ayah yang membentuk identitas dirinya (Halodoc, 2. Gangguan Perilaku pada perempuan remaja yang mengalami fatherless sulit untuk mengontrol diri dimana remaja perempuan menjadi sulit diatur, agresif, suka membantah dan perilaku ini membuat remaja menjadi sulit mengontrol diri dalam berhubungan lawan jenis. Selain itu juga perempuan remaja perempuan juga bisa menyerang fisiknya sendiri secara verbal maupun fisik (Mahabbati, 2. Perkembangan identitas yang terganggu, remaja perempuan yang identitasnya terganggu akan merasa kesepian, cemburu yang tidak bisa di kontrol, adanya rasa kesepian, timbulnya rasa malu, ketika kehilangan dia akan merasa berduka atau rasa sedih yang mendalam (ANI, 2. Dari beberapa dampak ini membuat remaja menjadi terganggu secara mental dan fisik. Peran konseling pastoral pada remaja perempuan Sebagai seorang konseling kristen tentu harus sebisa mungkin untuk membantu remaja agar bisa lepas dari fatherless ini. Remaja perempuan yang mengalami kehilangan sosok ayah membuatnya menjadi seorang yang yatim yang dimana terpisah secara fisik, emosional dan psikis dalam perkembangan. Kehadiran seorang ayah dalam masa tumbuh kembang seorang remaja sangat penting karena dapat mempengaruhi cara pandang anak kepada ayahnya (Tobing & Hermanto, 2. Berikut adalah beberapa tahap yang dapat dilakukan oleh konselor Kristen untuk menangani fatherless. Membangun sebuah relasi, seorang konselor Kristen harus bisa membangun relasi dengan remaja perempuan yang mengalami Fatherless, menjadi seorang teman bagi klien dengan meluangkan waktu. Membangun relasi yang dimaksud adalah membangun komunikasi dengan konseli, sehingga konseli merasa https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Rista | Peran Konseling Pastoral nyaman dan dapat menyampaikan masalahnya dengan terbuka. (FRIDAWATI, 2. Dalam kitab 1 Samuel tindak langsung menjelaskan mengenai Daud yang mengalami Fatherless tapi tidak ada catatan tentang keadaan ayah Daud. Cerita ini menggambarkan Daud yang sedang dalam perjuangan dan berbagai masalah namun Yonatan sebagai anak Raja Saul membangun persahabatan dengan Daud dan dukungan yang kuat kepada Daud. Memiliki empati, konselor harus memiliki sikap empati kepada klien agar klien merasakan bahwa dia benar-benar diperhatikan dan sikap empati ini juga membangun kepercayaan seorang klien (Mahdi, 2. Dalam kisah Ismael Kejadian 21:17, memang dalam penjelasan ini tidak disebutkan langsung bahwa Ismael mengalami Fatherless namun ini merujuk pada Fatherless diaman Ismael diusir oleh Abraham dan tinggal di padang gurun menahan lapar tapi di situasi itu Allah memberi janji untuk menjadikan Ismael sebagai bangsa yang besar. Dari cerita ini kita bisa lihat bahwa belas kasihan dari Allah itu selalu ada jika kita tinggal di dalam-Nya . Membimbing (Guidin. , ini bertujuan untuk membantu remaja perempuan yang bingung dalam mengambil keputusan dan pilihan. Konselor bisa memberikan bimbingan kepada konseli melalui kebenaran firman Tuhan (Selvianti, 2. Seperti dalam kisah Alkitab Kejadian 37:18-28, yang menceritakan kisah Yusuf yang dijauhkan dari ayahnya Yakub. Melewati peristiwa dimana Yusuf dibuang kedalam sumur dan dijual kepada pedagang menuju Mesir oleh saudaranya di sini Yusuf mengalami fatherless sampai akhirnya Yusuf digoda oleh Potifar dan di penjara. Meskipun banyak hal yang dialami Yusuf. Allah sebagai konselor tetap menyertai dan membimbing memberi pengertian dan kesabaran melewati itu. Penyembuhan (Healin. dan penerimaan diri. Mencoba meyakinkan kepada remaja perempuan bahwa hidup tidak sendiri karena hidup selalu ada yang menemani dan mendorong agar remaja perempuan bisa mengampuni ketidakhadiran ayahnya dan menolong agar bisa menerima dirinya (Veronica, 2. Meskipun Musa mungkin tidak secara eksplisit mengalami kehilangan ayah sepanjang hidupnya, pengalaman awalnya menunjukkan bagaimana ia menghadapi perpisahan dengan orang tua biologisnya pada usia yang sangat muda. Namun, kehidupan Musa adalah contoh penting tentang bagaimana seseorang dapat menemukan tujuan dan panggilan dalam hidupnya meskipun menghadapi banyak tantangan dan perubahan dalam keluarga dan . Fungsi keteladanan(Exemplar. Menjadi seorang konselor pastoral yang bisa menjadi bagian dalam hidup remaja perempuan menunjukan bahwa sosok ayah ada. Selain itu juga seorang konselor kristen juga harus menunjukan bahwa Tuhan begitu nyata bagi remaja perempuan melalui hidup konselor (Nggebu & Chung, 2. Seperti dalam kisah Alkitab 2 Timotius 1:5 tidak dijelaskan bahwa Timotius yang mengalami Fatherless, namun tidak dikatakan secara langsung bahwa Timotius dikatakan Fatherless hanya saja tidak dijelaskan mengenai adanya ayah Timotius. Namun Ibu dan Neneknya mendidik dia sampai kemudian timotius menjadi rekan pelayanan yang penting bagi rasul Paulus dan memberikan kasih sayang yang penuh. Jadi sosok ayah bisa di lihat dari Ibu, nenek dan rasul Paulus yang menjadi teladan bagi Timotius sehingga iman dan panggilanya terbentuk. Dari semuanya ini tujuan konseling pastoral yaitu untuk menjadikan remaja perempuan dewasa dalam rohaninya (Sanjaya, 2. https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Rista | Peran Konseling Pastoral Simpulan Fatherless adalah kondisi di mana seseorang mengalami kurangnya atau kehilangan figur seorang ayah dalam hidupnya, yang dapat berdampak signifikan pada aspek emosional, psikologis, dan sosial mereka. Faktor penyebab Fatherless antara lain ketidakhadiran ayah, konflik keluarga yang berujung perceraian, kesibukan ayah bekerja, kematian ayah, dan ayah terlibat dalam kriminal. Dampak Fatherless pada remaja perempuan mencakup sulitnya membangun hubungan dengan lawan jenis, gangguan emosional seperti kecemasan dan depresi, krisis identitas, gangguan perilaku, dan perkembangan identitas yang terganggu. Konseling pastoral memainkan peran penting dalam membantu remaja perempuan yang mengalami Fatherless. Ini melibatkan membimbing mereka dalam pengambilan keputusan, proses penyembuhan dan penerimaan diri, serta menunjukkan fungsi keteladanan. Tujuan utama konseling pastoral adalah untuk membantu remaja perempuan menjadi perempuan yang tangguh, mandiri, dan berani mengambil keputusan, serta memiliki kepercayaan diri yang tinggi baik secara fisik maupun secara rohani. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi saya masukan dalam proses penulisan artikel ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada team jurnal SAPA yang telah memberikan kesempatan untuk saya menulis karya saya di sini. Referensi