MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Konteks Pendidikan Islam dalam Dimensi Tahannuts Pertemuan Pangeran Diponegoro dengan Sunan Kalijaga Robingun Suyud El Syam Universitas Sains Al-QurAoan. Wonosobo robyelsyam@unsiq. Muhamad Yusuf Amin Nugroho Universitas Sains Al-QurAoan. Wonosobo yusufan@unsiq. Abstract: The article attempts to reveal the context of Islamic education in the dimension of Prince Diponegoro's meeting with Sunan Kalijaga, where research on the spiritual dimension of Prince Diponegoro is rarely found. This research is a literature study setting using a qualitative The research results show that Prince Diponegoro's meeting with Sunan Kalijaga in the Tahannuts dimension was a moral message for the Prince to mobilize the Javanese people to expel the Dutch colonial invaders and fight for the establishment of Islam in Java. The Tahannuts dimension is a spiritual experience in the supernatural aspect, not the real aspect. He experienced this spiritual experience by practicing penance by contemplating, tafakkur, remembering Allah, and purifying himself of all despicable qualities. Research implications regarding the importance of purifying oneself as part of serving God. Research is expected to contribute to Islamic Keywords: Islamic Education. Tahannuts Dimensions. Prince Diponegoro. Abstrak : Artikel berusaha mengungkap konteks pendidikan Islam dalam dimensi tahannuts pertemuan Pangeran Diponegoro dengan Sunan Kalijaga, dimana penelitian tentang dimensi spiritual Pangeran Diponegoro jarang ditemukan. Penelitian ini merupakan setting studi literatur melalui pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pertemuan Pangeran Diponegoro dengan Sunan Kalijaga dalam dimensi tahannuts merupakan pesan moral bagi sang Pangeran untuk menggerakan rakyat Jawa dalam rangka mengusir penjajah Kolonial Belanda, dan berjuang demi tegaknya agama Islam di Jawa. Dimensi tahannuts merupakan pengalaman spiritual pada aspek gaib, bukan aspek nyata. Pengalaman spiritual ini dialami beliau buah dari laku tirakat dengan cara merenung, tafakkur, dan mengingat Allah serta mensucikan dirinya dari segala sifat Implikasi penelitian terhadap pentingnya mensucikan dari sebagai bagian dari proses penghambaan terhadap Tuhan. Penelitan diharapkan memberi sumbangsih bagi pendidikan Islam. Kata Kunci: Pendidikan Islam. Dimensi Tahannuts. Pangeran Diponegoro. PENDAHULUAN Perang Pangeran Diponegoro pada hakikatnya merupakan gambaran Perang Rakyat total yang tidak hanya dilakukan dengan mengangkat senjata saja, namun juga bergerak dalam bidang MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Strategi perang total telah diterapkan oleh para pejuang baik dalam perjuangan bersenjata, yang mana nilai-nilai perang tersebut bercirikan: kerakyatan, teritorial, total, telah tertanam dalam setiap nafas perjuangan. Partisipasi seluruh masyarakat sesuai dengan perannya masing-masing, dan memberdayakan seluruh sumber daya kekuatan nasional untuk selanjutnya dipadukan dengan kekuatan militer, menjadi wujud AutotalitasAy yang berdaya dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman. 1 Hal ini tentulah warisan besar sang pimpinan perang Pangeran Diponegoro selaku pemilik komando tertinggi. Pangeran Diponegoro adalah pahlawan nasional, dan simbol dari mistik Jawa. Perang yang dikobarkannya khususnya di Jawa Tengah melibatkan berbagai kekuatan tradisional yang dimiliki melawan pasukan belanda yang pada saat itu cenderung memiliki persenjataan modern seperti meriam, senapan, pistol dan penggunaan strategi pertahanan stelsel yang kuat. Citra Pangeran Diponegoro sebagai pahlawan nasional Indonesia sangat kuat bagi masyarakat Indonesia. Akan tetapi, terdapat kontroversi dan mitos mengenai karakterisasinya. Seluruh tokoh, baik yang sudah terbentuk sejak lama maupun yang baru diketahui setelah terjemahan Babad Diponegoro, ditampilkan dalam eksperimen virtual bertajuk Hikayat Dipanegara. Bahwa apropriasi dengan menggunakan dimensi dan teknologi yang berbeda menghasilkan citra baru Pangeran Diponegoro. Persilangan tanda-tanda yang terjadi antara pengalaman nyata dan maya serta dalam konteks waktu dapat memberikan suatu pengalaman baru yang dapat mengubah cara pandang atau pemahaman terhadap suatu hal. Berbagai literature baik buku maupun jurnal telah mengupas tentang dimensi spiritual Pangeran Diponegoro seperti pendapat Nuriman dkk. , karakter Pangeran Diponegoro dapat dipahami dengan jelas menggunakan dimensi dan teknologi, dimana citra baru akan terlihat. Menurut Sudardi & Istadiyantha. Pangeran Diponegoro adalah tokoh sentral dalam peristiwa Rusyadi D. Dar D. , & Nuriada W. AuThe Prince DiponegoroAos War Strategy from the Perspective of the Indonesia Total War Strategy. Strategi Perang Semesta,Ay 3, no. , 1Ae14. https://doi. org/10. 56555/sps. Hartono A. AuPerang Jawa Terbesar (Perang Diponegor. 1825-1830 dalam Pandangan Konsep Perang Semesta atau Total War,Ay Syntax Idea 3, no. , 1247Ae1255. https://doi. org/10. 36418/syntax-idea. Nuriman H. Sabana S. Mutiaz I. , & Andryanto R. AuGesture Visualization From Babad Diponegoro (UNESCOAos Mo. Into Digital Character Using Motion Capture,Ay International Journal of Science and Society 3, 2 . , 113Ae121. https://doi. org/10. 54783/ijsoc. Nuriman H. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. perang Jawa, sebuah gerakan pemberontakan legendaris melawan rezim Kolonial Belanda. Pangeran Diponegor merupakan ksatria perang Jawa, profil semangat dan perjuangannya melawan Penjajah. Pangeran Diponegoro dibesarkan di lingkungan kiai dan santri. Pendidikan nenek buyutnya mempengaruhi pandangannya yang kemudian menyukai karya-karya Islam, menjadikan dirinya berani memimpin Perang Jawa melawan Belanda. 7 Spirit ini yang menginspirasi Diponegoro dalam menggerakkan semangat jihad masyarakat Islam di Jawa. 8 Pangeran Diponegoro memainkan perjuangan melawan penjajah bersama beberapa prajuritnya yang berasal dari kalangan pesantren. Pasca Perang Jawa, banyak pejuang Diponegoro menyebarkan ajaran agama. Ia berkontribusi bagi tumbuh dan berkembangnya pesantren dan khazanah Islam, seperti penguatan tradisi pesantren dan eksistensi tarekat. Dari enam penelitian yang telah dilakukan terhadap aspek spirit Pangeran Diponegoro, masih terdapat perbedaan pandagan, setidaknya jika dikaitkan dengan terjadinya perang. Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti memandang perlu untuk melakukan tinjauan pustaka terhadap dimensi spiritual pertemuan Pangeran Diponegoro dengan Sunan Kalijaga untuk memahami berbagai literatur penelitian yang dibahas. Berbagai penelitian terkait upaya mengungkap dimensi spiritual Pangeran Diponegoro cenderung menggunakan konsep strategi perang universal. Dari berbagai kesimpulan penelitian yang ada, sebagian besar memberikan hasil yang mendukung dan ada pula yang kurang 10 Penelitian ini patut dilakukan karena perkembangan situasi global dan Sudardi B. , & Istadiyantha. AuThe Javanese War: Prince Diponegoro and the Legendary Rebellion Movement against the Dutch Colonial Regime,Ay Budapest International Research and Critics Institute (BIRCIJourna. : Humanities and Social Sciences, . Sudardi B. , & Istadiyantha I. AuThe Prince of Diponegoro: The Knight of the Javanese War. His Profile of the Spirit and Struggle against the Invaders,Ay International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding 6, no. , 486Ae493. https://doi. org/10. 18415/ijmmu. Hasna H. AuKarakteristik Manuskrip Al-QurAoan Pangeran Diponegoro: Telaah Atas Khazanah Islam Era Perang Jawa,Ay HERMENEUTIK, 13, no. , 104Ae119. https://doi. org/10. 21043/hermeneutik. Nukman N. , & Ayundasari L. AuStrategi Diponegoro dalam menggerakkan semangat jihad masyarakat Islam di Jawa,Ay Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial 1, no. , 368Ae378. https://doi. org/10. 17977/um063v1i3p368-378 Fuadi M. Mahbub M. Safitry M. Usman U. Rohmatulloh D. , & Muzakki M. AuPesantren Tradition and the Existence of Tarekat Syattariyah in the Java War of 1825-1830,Ay TSAQAFAH 18, no. , 165Ae https://doi. org/10. 21111/tsaqafah. Nukman N. , & Ayundasari L. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. perkembangan teknologi telah menyebabkan menurunnya dimensi spiritual dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Perlunya penguatan dimensi spiritual dalam menghadapi ancaman masa kini mengikuti dinamika yang terjadi saat ini. METODE Tinjauan pustaka dari beberapa penelitian memberikan gambaran perkembangan ilmu pengetahuan khususnya mengenai dimensi spiritual Pangeran Diponegoro dalam melahirkan semangat juang jihad fisabilillah yang bermula dari perjalanan spiritual pribadi yang berujung pada penyelesaian konflik tidak hanya sekedar dalam perang, tetapi telah berkembang secara signifikan, dalam cara menghadapi perang saat itu dan di masa mendatang. 11 Penggunaan penelusuran literatur dalam penelitian ini dilakukan melalui penelusuran di jurnal dan dengan mendapatkan opini dari buku-buku yang dianggap relevan dengan topik dimensi spiritual Pangeran Diponegoro. 12 Analisis data yang digunakan melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi literatur, penelusuran dari berbagai artikel jurnal maupun catatan lain di HASIL DAN PEMBAHASAN Dimensi Tahannuts Pertemuan Pangeran Diponegoro Dengan Sunan Kalijaga Tahannuts adalah berdiam diri dan merenung serta mensyukuri nikmat Allah. Berbeda dengan asketisme yang berarti mengucilkan diri dari hiruk pikuk dunia dengan menahan hawa nafsu, baik makan, minum, tidur, maupun syahwat, demi mencari ketenangan batin. 14 Dalam Sirah Nabawiyah dikisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW semasa mudanya biasa bertahan hidup di gua Hira, tempat beliau kemudian menerima wahyu pertamanya. Ariwibowo T. AuStrategi Perang Semesta: Pertempuran Pangeran Diponegoro Menghadapi Belanda 18251830,Ay Syntax Literate. Jurnal Ilmiah Indonesia 6, no. , 2537Ae2550. https://doi. org/10. 36418/syntaxliterate. Taherdoost H. AuTowards Nuts and Bolts of Conducting Literature Review: A Typology of Literature Review,Ay Electronics (Switzerlan. 12, no. , 800. https://doi. org/10. 3390/electronics12040800 Hiebl M. AuSample Selection in Systematic Literature Reviews of Management Research. Organizational Research Methods,Ay 26, no. , 1Ae33. https://doi. org/10. 1177/1094428120986851 KBBI. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. https://kbbi. Al-Mubarakfuri S. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Adat yang disebut tahannuts ini sejalan dengan ajaran Nabi Ibrahim As. Kaum Hanif yang merupakan pengikut ajaran Nabi Ibrahim sudah terbiasa dengan tahannuts. Seperti yang sering dikatakan. Nabi Ibrahim pernah memandang bulan dan bintang yang disangkanya adalah Tuhan, hingga Tuhan mengungkapkan kepadanya bahwa Tuhan adalah pencipta bulan dan bintang. Disebutkan juga dalam sejarah bahwa kakek Nabi Abdul Muthalib suatu hari melakukan Selain sebagai kebiasaan. Allah memperkuat sifat isolasi dalam karakter Nabi. Bukan berarti Nabi adalah orang yang introvert atau antisosial, melainkan menjauhi keramaian dan hal-hal yang tidak berguna. Nabi sendiri mempunyai lebih banyak prinsip daripada merasa rendah diri. Selain itu, saat muda Rasulullah itu disebut Al-Amin yang artinya dapat dipercaya. Rasanya sangat aneh jika orang yang Anda percaya memiliki sifat insecure dan antisosial. Sejak kecil hingga dewasa. Nabi terus menerus mengamalkan tahannuts. Sifatnya yang semakin bijak kerap menggugah keingintahuan Nabi tentang sikap masyarakat Mekkah pada masa pra Islam. Namun, lagi-lagi perlawanan Rasulullah bukan untuk menghindari kontak sosial. Hal ini dibantah oleh salah satu dari dua ahli sejarah yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW biasa membagikan perbekalan makanan yang dibawanya ke Gua Hira kepada setiap orang yang ditemuinya di jalan. Jika Nabi bermaksud memutus kontak sosial, tentu beliau akan menghindari siapa pun. Disebutkan dalam sejarah bahwa Rasulullah SAW biasa ber-tahannuts selama sepuluh hari dalam setahun. Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa beliau tahannuts selama satu bulan setiap tahunnya. Setelah menikah, istrinya Khadijah selalu menyiapkan makanan untuk suaminya di Gua Hira. Jika Nabi Muhammad SAW kehabisan bekal untuk dibagikan atau dimakan sendirian, maka beliau akan kembali ke rumahnya dan membawa bekal lagi. Alasan Nabi memilih Gua Hira untuk tahannuts. Dikatakannya, selain sebagai tempat ibadah. Gua Hira merupakan tempat yang menghadap langsung ke kiblat. Di dalam gua terdapat lubang kecil yang jika dilihat langsung menghadap ke Ka'bah. Al-Mubarakfuri S. Hisyam I. Sirah Nabawiyah (Beirut: Dar el-fikr, 2. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Quraisy Shihab menjelaskan bahwa tahannuts Rasulullah dilakukan dengan merenung, tafakkur, dan mengingat Allah serta mensucikan dirinya dari segala sifat selain-Nya. Seperti halnya ajaran Nabi Ibrahim, ajaran Hanif adalah lurus dan tidak menyimpang. Setelah melakukan tahannuts. Rasulullah SAW akan mendatangi Ka'bah dan melakukan thawaf sebanyak tujuh kali, atau selama yang dikehendaki Allah. Ibnu Hisyam berkata: Rasulullah SAW biasa memberi makan kepada orang-orang miskin yang datang kepadanya. Ketika beliau telah menyelesaikan aktivitas di sana selama satu bulan itu . , hal pertama yang dilakukannya adalah pergi ke Ka'bah sebelum kembali ke rumahnya untuk mengelilingi tujuh putaran atau sebanyak apa yang dikehendaki Tuhan Yang Maha Esa. Konon Pangeran Diponegoro kerap menjalani laku spiritual untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, melalui tirakat dan meluangkan waktu menyendiri untuk bermeditasi. Hal itu dilakukannya saat menziarahi berbagai tempat suci dan kawasan keramat yang kerap dikaitkan dengan Dinasti Mataram. Ia menjalani masa menyendiri dan tirakat ini dengan mengambil langkah mundur sejenak dari hiruk-pikuk dunia. Ini seperti seseorang yang bersiap untuk melakukan tugas khusus dan penting di masa depan. Tirakat ini memberi seseorang masa istirahat untuk menyendiri sehingga ia dapat menyucikan dirinya dari segala macam keterikatan. Menurut Peter Carey, konon pada saat melakukan tirakat di salah satu gua bernama Gua Song Kamal, di kawasan Jejeran, selatan Yogyakarta, ada penampakan yang mendatangi Pangeran Diponegoro. Sunan Kalijaga yang merupakan salah satu dari Walisongo menampakkan wujud seorang laki-laki yang wajahnya bersinar bagaikan bulan purnama. Dalam perjumpaan pada laku spiritual tersebut. Sunan Kalijogo mengatakan bahwa Pangeran Diponegoro telah ditunjuk oleh Tuhan untuk menjadi raja masa depan. Usai mengatakan itu, penampakan tersebut konon langsung menghilang. Quraisy Shihab. Membaca Sirah Nabi Muhammad: Dalam Sorotan Al-Quran dan Hadis-Hadis Shahih, (Jakarta: Lentera Hati, 2. Hisyam I. Sirah Nabawiyah. Tobroni & F. Amilia. AuAgama dan Hak Milik Sebagai Spirit Perlawanan Rakyat Semesta dalam Perang Diponegoro,Ay Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan 19, no. , 326Ae348. https://doi. org/10. 21274/dinamika. Peter Carey. Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro 1785-1855 (Jakarta: Kompas, 2. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Saat Pangeran Diponegoro melintasi pantai selatan. Ia singgah sejenak di Gua Seloman, lalu bermalam dua malam di Gua Segulogulu, di tepi kiri Sungai Opak di Kecamatan Gamelan. Gunung Kidul. Kedua gua ini sering dikaitkan dengan tradisi spiritual Jawa, dan menjadi tempat kunjungan para elit istana untuk meditasi dan menyendiri. Bahkan. Gua Siloman konon merupakan bagian dari Istana Lelembut yang diperintah Ratu Kidul. Dewi Pantai Selatan. Diponegoro lantas memasuki Gua Langse dan menyucikan segala hawa nafsunya hingga mencapai tahap ekstasi. Ia akhirnya bertemu dengan Ratu Kidul yang keberadaannya didahului oleh aura cahaya. Namun ia begitu tenggelam dalam meditasinya sehingga Ratu Kidul menyadari bahwa sang pangeran tidak dapat AudigangguAy. Kemudian Ratu mengundurkan diri, berjanji bahwa dia akan kembali lagi suatu hari nanti. Setelah perjumpaannya dengan Ratu Kidul di Gua Langse. Diponegoro turun ke Parangtritis dan kemudian tidur di Parangkusumo. Dalam ziarahnya ini, ia kerap melakukan kontak gaib dengan roh leluhur dan penjaga spiritual tanah Jawa. Salah satunya terjadi di Gua Song Kamal, selatan Yogyakarta bertemu Sunan Kalijaga. Dalam babad Diponegoro dikisahkan, beliau yang ketika itu sedang melakukan tapa didatangi oleh legenda penjaga tanah Jawa. Sunan Kalijaga. Lewat suara gaibnya. Sunan Kalijaga mengatakan akan tiba masa kehancuran Yogyakarta dan awal keruntuhan Jawa . iwit bubrah tanah Jaw. , dalam tiga tahun mendatang. Diponegoro lantas diperintah mengganti nama agamanya dari yang semula Ngabdulrahim menjadi Ngabdulhamid serta diberitahu bahwa ia akan diberi tanda berupa anak panah yang diberi nama Sarutomo. Anak panah itu segera tampak di hadapannya sebagai kilatan cahaya yang menembus batu tempat ia tidur. Lalu suara itu Konteks Pendidikan Islam dalam Dimensi Tahannuts Pertemuan Pangeran Diponegoro dengan Sunan Kalijaga Kemunculan Sunan Kalijaga di mata Diponegoro seolah turut melegitimasi dan mendukung pemberontakan yang terjadi setelahnya. Proses ini semakin diperkuat dengan gambaran mimpi Diponegoro, sesaat sebelum pecahnya Perang Jawa, pada tanggal 16 Mei 1825, ketika ia menggambarkan pertemuan delapan wali wudhar, yaitu wali yang melakukan dakwah rohani dan MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Kemunculan Sunan Kalijaga dan ramalannya bahwa ia akan menjadi raja tentu sangat Sang wali tidak hanya dihormati sebagai penasehat raja-raja di Jawa Tengah Selatan, dan sebagai pelindung spiritual Mataram. Namun cerita rakyat menggambarkannya sebagai tokoh kunci dalam Islamisasi wilayah tersebut. Argumentasi tersebut terbukti di era kemudian, bahwa Perang Diponegoro sebenarnya merupakan tonggak perlawanan nusantara terhadap kolonialisme, mempersatukan berbagai elemen bangsa, yang kelak menjadi pemicu perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di sisi lain, perjuangan ini dijadikan sebagai sarana penyiapan kader bagi para ulama. Pasca penangkapan sang pemimpin, diaspora perang menyebar menjadi pionir pendirian pesantren atau tokoh agama Dalam sejarah politik Jawa. Sunan Kalijaga dipandang sebagai sosok yang memimpin pemekaran Jawa menjadi Giyanti. Namun dampak Perjanjian Giyanti tidak terlalu berdampak pada sikap Diponegoro. Dimana beliau sendiri merupakan sosok yang melampaui perpecahan politik tersebut karena suka Ae citanya untuk menguasai seluruh Jawa sebagai pendeta raja. Dari sisi lain, persembahan Sunan Kalijaga kepada Pangeran Diponegoro menjadi penting karena gaya kepemimpinan politik yang dimainkan Wali yang melegenda, dan delapan wali lainnya dijadikan contoh oleh Pangeran Diponegoro. Seperti halnya Sunan Kalijaga. Diponegoro tidak hanya memahami dirinya hanya sebagai penguasa pada suatu periode tertentu, tetapi juga sebagai penjaga spiritual para raja Jawa. Hal ini sejalan dengan pendapat Nurdiarsih, terdapat ramalan ketika Pangeran Diponegoro lahir, melalui dialah perlawanan terhadap Belanda akan berkembang, meski tidak bertahan AuAsira srananipun, didirikan ikuti tan daway . amulah alatnya, meski tidak akan bertahan lam. Midaada A. AuPertemuan Pangeran Diponegoro dan Sunan Kalijaga di Dimensi Berbeda Saat Bertapa,Ay https://nasional. Diakses pada 21 Oktober 2023. Sidiq N. Syam R. El, & Haryanto S. AuFuturologi Diaspora Perang Diponegoro terhadap Nkri dan Pendidikan Islam,Ay Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kependidikan, 23, no. , 75Ae85. https://doi. org/10. 32699/alqalam. Nurdiarsih F. AuDiponegoro dengan Ratu Pantai Selatan dan Sunan Kalijaga. Liputan6. Com. https://w. Diakses pada 25 Januari 2019. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Peter Carey mengungkap, ada kekuatan prediksi yang menentukan niat manusia dan apa yang akan terjadi. Jika takdir dipahami sebagai suatu watak yang sudah ditentukan, maka masa depan sebenarnya adalah milik masa lalu. Ramalan tersebut menggusur Pangeran Diponegoro sebagai bagian dari identitasnya sebagai Ratu Adil dan akhirnya mengubah tatanan lama Jawa Takdir tersebut salah satunya terlihat saat di usia dewasa. Diponegoro melakukan pengembaraan dari Tegalrejo hingga pesisir selatan Jawa, sesuai adat istiadat bangsawan saat itu. Saat berusia 20 tahun di Pulau Jawa, sekitar bulan April 1805, dalam rangka menunaikan ziarah ke Pantai Selatan, ia melakukan kunjungan ke pesantren dan masjid-masjid di kawasan Yogyakarta. Ia bahkan mengganti namanya menjadi Ngabdurahim selama pengembaraan agar tidak dikenali masyarakat. Ricklefs menduga. Nama ini dipilih karena Pangeran Diponegoro ingin dikaitkan dengan Sultan Abdul Hamid I, penguasa Ottoman di akhir abad ke-18. 26 Dia adalah raja Turki pertama yang mengaku sebagai pelindung politik umat Islam di seluruh dunia. Hal ini cukup beralasan mengingat banyak penasehat Pangeran Diponegoro yang pernah menunaikan ibadah haji. Pangeran Diponegoro pun mencukur rambutnya agar tidak menonjol di kalangan santri Hal ini dapat dipahami sebagai upaya sang pangeran untuk diterima dan diakui bersama Sebab, menurut norma keraton Jawa saat itu, laki-laki bangsawan dikenali dari rambutnya yang panjang. Ia juga melepas pakaian kerajaannya. Ia sering digambarkan dengan pakaian khas pelajar Islam abad ke-19, yaitu jubah putih, sorban menutupi kepala, dan sarung. Beberapa pesantren yang dikunjunginya, di antaranya: Gading. Sewon. Wonokromo. Jejeran. Turi. Kasongan dan Dongkelan. Setelah mengunjungi berbagai pesantren, ia pun melakukan tapa dan terjun dalam kehidupan pengasingan dan asketisme meditatif. Peter Carey mengatakan. Babad Diponegoro Peter Carey. Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro 1785-1855. Ricklefs M. AuIslamisation in Java to c. In Islamisation and Its Opponents in JavaAoAy NUS Press, . https://doi. org/10. 2307/j. El Syam R. Fuadi S. , & Machfudz. AuInterrelationship Penunaian Ibadah Haji Dengan Kedaulatan dan Keutuhan NKRI,Ay Mukaddimah: Jurnal Studi Islam 6, no. , 253Ae270. https://doi. org/10. 14421/mjsi. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. memberikan informasi yang jelas bahwa sang pangeran berziarah ke beberapa tempat suci yang dianggap sangat sakral dan sering dikaitkan dengan Dinasti Mataram. Memang Perang Jawa hanya berlangsung lima tahun, namun karena perlawanan Diponegoro itulah kolonialisme Jawa dan Belanda di Indonesia berubah bertahun-tahun Menurut Peter Carey, sebelum perang terjadi. Yogyakarta merupakan wilayah yang makmur, tertib, bahkan dijuluki Versailles-nya Jawa. Namun, perang sengit tersebut 000 orang Jawa tewas, sepertiga dari seluruh pulau Jawa terkena kerusakan akibat perang, dan seperempat dari seluruh lahan pertanian rusak. Peter Carey menunjukkan bahwa perang pangeran Diponegoro menandai batas waktu. Sebelum pecah Perang Jawa pada tahun 1825 M, hubungan antar pihak kolonial Eropa, termasuk raja Belanda dan Jawa cenderung setara. Peperangan yang terjadi sebelumnya merupakan pergantian penguasa lokal, dimana Belanda ikut terlibat dengan melakukan politik yang memecah Caranya adalah bekerja sama dengan bangsawan tertentu untuk merebut tampuk kekuasaan dengan memusuhi bangsawan saingannya. Sejak berakhirnya Perang Jawa pada tahun 1830, nusantara memasuki tatanan kolonial secara utuh. Belanda menjadikan raja-raja Jawa hanya bagian dari birokrasi kolonial. Apalagi sejak diterapkannya sistem tanam paksa yang diprakarsai oleh Gubernur Jenderal van den Bosch. Sistem ini memperkaya Belanda sekaligus menyengsarakan masyarakat nusantara. Baru kemudian pada awal abad ke-20. Belanda kembali mengalami perlawanan besar melalui gagasan modernisme dan nasionalisme Islam di nusantara. Argument di atas menguatkan hasil penelitian Hartono, bahwa perang Diponegoro adalah perlawanan jawa terbesar terhadap penjajah. 31 Perang tersebut merupakan konsep perang total yang memerlukan pemahaman tepat mengenai dukungan masyarakat yang terdiri atas universalisme, kerakyatan, dan regionalisme sebagai satu kesatuan konsep. Perang ini berdampak pada timbulnya perlawanan serupa di wilayah-wilayah lain, yang menjadi landasan upaya melepaskan diri dari belenggu kolonialisme. Perang yang dilakukan Pangeran Diponegoro Peter Carey. Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro 1785-1855. Peter Carey. Peter Carey. Hartono A. AuPerang Jawa Terbesar (Perang Diponegor. Ay MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. merupakan anugerah dalam konsep perang yang menginspirasi pemahaman tentang perang pada generasi penerus bangsa, sehingga selain bisa lepas dari penjajahan dengan bekal ilmu perang. Indonesia pun bermetamorfosis menjadi bangsa yang mempunyai kekuatan yang selalu tumbuh seiring dengan pertumbuhan militer negara lain. KESIMPULAN Hasil dari pembahasan dan analisis, menunjukkan bahwa pertemuan Pangeran Diponegoro dengan Sunan Kalijaga dalam dimensi tahannuts merupakan pesan moral bagi sang Pangeran untuk menggerakan rakyat Jawa dalam rangka mengusir penjajah Kolonial Belanda, dan berjuang demi tegaknya agama Islam di Jawa. Dimensi tahannuts merupakan pengalam spiritual pada aspek gaib, bukan aspek nyata. Pengalaman spiritual ini dialami beliau buah dari laku tirakat dengan cara merenung, tafakkur, dan mengingat Allah serta mensucikan dirinya dari segala sifat Implikasi penelitian terhadap pentingnya mensucikan dari sebagai bagian dari proses penghambaan terhadap Tuhan. Penelitan diharapkan memberi sumbangsih bagi pendidikan Islam. DAFTAR PUSTAKA