Jurnal Citra Magang dan Persekolahan (JCMP) Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026 ISSN 3025-0455 Hal. https://jurnalilmiahcitrabakti. id/jil/index. php/jcmp/index PERAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MARCHING BAND DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERMAIN MUSIK ANSAMBEL SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Kristina Wea. Maria Ernestin Taung. Katharina Leda Wege. Ronaldo Stanislaus Dora Dampur. 1,2,3,. Pendidikan Musik. STKIP Citra Bakti @gmail. com, . mariaernestin04@gmail. com, . ririnleda24@gmail. doraaldo73@gmail. Abstrak Kegiatan ekstrakurikuler berperan penting dalam mendukung pengembangan potensi siswa, termasuk kemampuan musikal dan pembentukan karakter. Salah satu bentuknya adalah marching band, yang memadukan permainan musik, gerak, disiplin, dan kerja sama. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kegiatan ekstrakurikuler marching band dalam meningkatkan kemampuan bermain musik ansambel siswa di SMPS Slamet Riady Soa. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian meliputi siswa anggota marching band, pelatih, dan guru musik, yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan marching band dilaksanakan secara terstruktur dan rutin serta berkontribusi pada peningkatan kemampuan menjaga tempo, kekompakan, keseimbangan bunyi, koordinasi gerak dan musik, serta kepercayaan diri siswa. Kegiatan ini memberi pengalaman musikal kolektif bagi siswa. Kesimpulannya, ekstrakurikuler marching band berperan signifikan sebagai sarana pembelajaran musik ansambel dan pembentukan sikap disiplin, tanggung jawab, serta kerja sama. Abstract Extracurricular activities play an important role in supporting studentsAo overall development, including musical ability and character building. One form of such activity is marching band, which combines musical performance, movement, discipline, and teamwork. This study aims to analyze the role of marching band extracurricular activities in improving ensemble music performance skills of students at SMPS Slamet Riady Soa. This study employed a descriptive method with a qualitative approach. The research subjects consisted of marching band members, the coach, and the music teacher, who were selected purposively. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model with source and technique triangulation. The results showed that marching band activities were carried out in a structured and regular manner and contributed to improvements in tempo control, cohesiveness, sound balance, coordination between movement and music, and studentsAo self-confidence. This activity provided students with collective musical experience. In conclusion, marching band extracurricular activities play a significant role as a medium for ensemble music learning and for developing discipline, responsibility, and teamwork. Sejarah Artikel Diterima: 16 Juli 2025 Direview: 9 Maret 2026 Disetujui: 17 April 2026 7 Kata Kunci Ekstrakurikuler. Marching Band. Musik Ansambel. Siswa SMP Article History Received: July 16, 2025J Reviewed: March 9, 2026J Published: April 17, 2026J Key Words Extracurricular Activities. Marching Band. Ensemble Music. Junior High School Students Jurnal Citra Magang dan Pembelajaran (JCMP) || 130 PENDAHULUAN Kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian penting dari proses pendidikan karena memberi ruang bagi siswa untuk berkembang di luar capaian akademik formal. Dalam konteks sekolah, kegiatan ekstrakurikuler bidang musik tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyaluran minat dan bakat, tetapi juga dapat memperkuat keterlibatan siswa terhadap kehidupan sekolah. Costa et al. menunjukkan bahwa partisipasi siswa dalam kelompok musik perkusi di sekolah berkontribusi positif terhadap school engagement, terutama pada dimensi perilaku. Sejalan dengan itu. Ishiguro et al. menemukan bahwa keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler musik dan seni visual berkaitan dengan peningkatan performa akademik siswa usia sekolah. Pada jenjang sekolah menengah pertama, temuan Ilari dan Cho . juga menegaskan bahwa partisipasi musikal berhubungan dengan perkembangan positif remaja, keterikatan dengan sekolah, dan harapan masa depan yang lebih baik. Salah satu bentuk ekstrakurikuler musik yang memiliki karakteristik khas adalah marching band. Kegiatan ini tidak hanya menuntut kemampuan memainkan alat musik, tetapi juga menggabungkan unsur gerak, koordinasi, disiplin, konsentrasi, dan kerja sama dalam satu tampilan musikal yang terstruktur. Hartadi dan Susetyo . menjelaskan bahwa latihan dan pertunjukan marching band di tingkat SMP dapat diposisikan sebagai satu kesatuan proses pembelajaran musik, dengan penampilan berfungsi sebagai asesmen autentik terhadap hasil belajar. Di sisi lain. Rifaldi dan Syeilendra . menegaskan bahwa marching band juga berperan dalam membentuk disiplin, kerja sama, kreativitas, dan kemandirian Temuan Gani dan Sinaga . semakin memperkuat bahwa aktivitas musikal dalam marching band merupakan ruang belajar yang kaya, karena memadukan praktik musikal dengan pembentukan soft skills melalui pengalaman bermusik secara kolektif. Kemampuan bermain musik ansambel merupakan kompetensi yang kompleks dan tidak cukup diukur dari penguasaan instrumen secara individual. Dalam bermain ansambel, siswa dituntut untuk mampu mendengar secara aktif, menjaga kestabilan tempo, menyesuaikan dinamika, membaca isyarat, serta merespons permainan anggota lain secara Fernyndez-Barros et al. menekankan bahwa interaksi antarsiswa melalui strategi kolaboratif seperti peer tutoring memberi ruang bagi berkembangnya keterampilan musikal sekaligus kemampuan memberi dan menerima umpan balik. Goodrich . juga menunjukkan bahwa praktik peer mentoring dalam kelas musik ekstrakurikuler dapat memperkuat proses berbagi pengetahuan musikal dan meningkatkan musicianship peserta Selain itu, penelitian Veniel-Marty et al. dan Sembiring et al. menunjukkan bahwa konteks ansambel berkaitan erat dengan self-efficacy, stabilitas tempo, pemahaman harmoni, respons terhadap aba-aba, dan kejelasan peran musikal dalam kelompok. Peningkatan kemampuan bermain musik ansambel juga sangat dipengaruhi oleh iklim belajar yang mendukung keterlibatan aktif siswa. Gill et al. menjelaskan bahwa selfefficacy dalam pembelajaran musik tumbuh melalui pengalaman keberhasilan, pengamatan Jurnal Citra Magang dan Pembelajaran (JCMP) || 131 terhadap teman sebaya, persuasi verbal, dan pengelolaan kondisi afektif, yang semuanya sangat mungkin hadir dalam latihan marching band. Bussu dan Mangiarulo . menemukan bahwa pengalaman bermain musik bersama memberi dampak positif pada persepsi remaja terhadap life skills, terutama dalam aspek kerja sama, tanggung jawab, dan kepercayaan diri. Selanjutnya. Gamboa-Kroesen . menunjukkan bahwa pembelajaran musik berkelompok di sekolah dapat memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah, sedangkan Xu dan Li . menegaskan bahwa collaborative learning berkontribusi pada kesejahteraan siswa musik melalui keterlibatan belajar yang lebih baik. Dengan demikian, marching band dapat dipahami bukan sekadar kegiatan tampil, tetapi sebagai lingkungan belajar sosial-musikal yang potensial untuk memperkuat kompetensi ansambel siswa. Meskipun berbagai penelitian telah membahas manfaat kegiatan musik terhadap perkembangan siswa, kajian yang secara khusus menelaah peran ekstrakurikuler marching band dalam meningkatkan kemampuan bermain musik ansambel di tingkat SMP masih relatif Smolarczyk et al. menunjukkan bahwa penelitian mengenai keterlibatan musik di luar pembelajaran formal masih sangat beragam dan belum sepenuhnya terpetakan secara spesifik pada bentuk, konteks, dan dampak pembelajaran musikal tertentu. Pada sisi lain, studi-studi tentang marching band cenderung menyoroti aspek manajemen kegiatan, pendidikan karakter, atau pengembangan soft skills, seperti terlihat pada penelitian Hartadi dan Susetyo . Rifaldi dan Syeilendra . , serta Gani dan Sinaga . Artinya, fokus terhadap peningkatan kemampuan bermain musik ansambel sebagai hasil belajar musikal inti belum banyak dikaji secara langsung. Kesenjangan inilah yang menjadikan penelitian tentang peran kegiatan ekstrakurikuler marching band dalam meningkatkan kemampuan bermain musik ansambel di sekolah menengah pertama penting untuk dilakukan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini diarahkan untuk menganalisis bagaimana kegiatan ekstrakurikuler marching band berperan dalam meningkatkan kemampuan bermain musik ansambel siswa sekolah menengah pertama. Fokus penelitian tidak hanya terletak pada keberadaan kegiatan, tetapi juga pada proses latihan, bentuk interaksi musikal, serta perkembangan kemampuan siswa dalam menjaga tempo, koordinasi, keseimbangan bunyi, dan respons terhadap aba-aba. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan kajian pendidikan musik, khususnya yang berkaitan dengan pembelajaran ansambel berbasis kegiatan ekstrakurikuler. Secara praktis, hasil penelitian ini juga diharapkan menjadi rujukan bagi sekolah, pelatih, dan guru seni musik dalam merancang latihan marching band yang lebih berorientasi pada hasil belajar musikal. Dengan demikian, marching band dapat diposisikan sebagai wahana pendidikan musik yang efektif, terarah, dan relevan bagi pengembangan kemampuan ansambel siswa SMP. Jurnal Citra Magang dan Pembelajaran (JCMP) || 132 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam makna, proses, dan peran kegiatan ekstrakurikuler marching band dalam meningkatkan kemampuan bermain musik ansambel siswa. Penelitian deskriptif kualitatif berfokus pada penggambaran fenomena secara apa adanya berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan, tanpa melakukan pengujian hipotesis. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat memperoleh gambaran yang utuh mengenai pelaksanaan kegiatan marching band, pengalaman siswa selama mengikuti latihan, serta kontribusinya terhadap perkembangan kemampuan musikal Penelitian dilaksanakan di SMPS Slamet Riady Soa dengan fokus pada siswa yang aktif mengikuti ekstrakurikuler marching band. Subjek penelitian ditentukan secara purposive, yaitu anggota marching band dari kelas VII dan Vi, pelatih marching band, serta guru musik yang memahami perkembangan musikal siswa di sekolah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung proses latihan marching band, pola interaksi antarpeserta, keterlibatan siswa dalam kegiatan, serta bentuk penerapan kemampuan bermain ansambel selama latihan dan penampilan. Wawancara dilakukan secara mendalam kepada siswa, pelatih, dan guru musik untuk memperoleh informasi tentang pengalaman mereka, pandangan mengenai peran marching band, serta perubahan kemampuan musikal yang dirasakan setelah mengikuti kegiatan tersebut. Dokumentasi digunakan untuk melengkapi data penelitian berupa foto, video, jadwal latihan, dan catatan kegiatan marching band yang relevan dengan fokus penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, dan lembar dokumentasi yang disusun berdasarkan fokus penelitian. Melalui ketiga teknik tersebut, data yang diperoleh ekstrakurikuler marching band dalam meningkatkan kemampuan bermain musik ansambel Analisis data dilakukan dengan mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada tahap reduksi data, peneliti menyeleksi, memfokuskan, dan mengelompokkan data yang relevan dengan peran marching band dalam meningkatkan kemampuan bermain musik Selanjutnya, data disajikan secara sistematis dalam bentuk uraian deskriptif agar hubungan antartemuan dapat dipahami dengan jelas. Tahap akhir dilakukan dengan menarik kesimpulan berdasarkan pola, makna, dan kecenderungan yang muncul dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik, yaitu dengan membandingkan data dari siswa, pelatih, dan guru musik serta mencocokkannya dengan hasil observasi dan dokumentasi. Jurnal Citra Magang dan Pembelajaran (JCMP) || 133 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil penelitian ini disusun berdasarkan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada kegiatan ekstrakurikuler marching band di SMPS Slamet Riady Soa. Penyajian hasil dilakukan sesuai dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian agar temuan dapat menggambarkan secara sistematis peran kegiatan marching band dalam meningkatkan kemampuan bermain musik ansambel siswa. Data yang terkumpul kemudian direduksi, dikelompokkan, dan disajikan berdasarkan fokus penelitian, perkembangan sikap siswa selama mengikuti ekstrakurikuler marching band. Adapun hasil penelitian disajikan pada tabel-tabel berikut. Tabel 1. Hasil Observasi Kegiatan Ekstrakurikuler Marching Band Aspek yang Diamati Pelaksanaan Partisipasi siswa Temuan Hasil Observasi Kegiatan latihan berlangsung secara terstruktur, dimulai dari pemanasan, latihan teknik dasar, dan diakhiri dengan latihan memainkan lagu secara bersama Siswa menunjukkan kehadiran yang relatif konsisten dan keterlibatan aktif dalam setiap sesi latihan Kemampuan Siswa mampu mengikuti arahan pelatih, baik dalam teknik memainkan alat musik maupun formasi baris-berbaris Stabilitas tempo Siswa mulai mampu menjaga tempo permainan dengan lebih stabil dibandingkan pada awal latihan Terjadi peningkatan kekompakan antarpemain, terutama saat memainkan bagian lagu tertentu Siswa mulai mampu menyesuaikan dinamika suara sehingga tercipta keseimbangan antar instrumen Koordinasi antara gerakan tubuh dan permainan musik terlihat semakin baik Kekompakan Keseimbangan Koordinasi gerak dan musik Penampilan lagu secara utuh Pada beberapa pertemuan terakhir, siswa mampu memainkan lagu secara utuh dengan tingkat kesalahan yang lebih sedikit Makna Temuan Latihan yang sistematis mendukung proses pembelajaran musik secara Tingginya partisipasi menunjukkan minat dan kesungguhan siswa dalam mengikuti kegiatan Kemampuan mengikuti instruksi memperlihatkan perkembangan disiplin dan kesiapan bermain secara Menunjukkan peningkatan kemampuan dasar dalam bermain musik ansambel Menggambarkan adanya koordinasi dan kerja sama musikal yang semakin baik Menunjukkan pemahaman awal terhadap peran masing-masing instrumen dalam ansambel Mengindikasikan peningkatan konsentrasi dan integrasi keterampilan musikal serta Menunjukkan peningkatan kemampuan bermain musik ansambel secara bertahap Jurnal Citra Magang dan Pembelajaran (JCMP) || 134 Tabel 2. Hasil Wawancara dengan Pelatih. Guru Musik, dan Siswa Informan Pelatih Fokus Wawancara Peran kegiatan marching band Temuan Utama Kegiatan tidak hanya menekankan teknik bermain musik, tetapi juga disiplin, tanggung jawab, dan kerja Pelatih Perkembangan kemampuan siswa Guru Sikap dan Siswa Pengalaman bermain musik secara kelompok Pada awal latihan banyak siswa mengalami kesulitan menjaga tempo dan menyesuaikan permainan dengan kelompok, tetapi setelah latihan rutin siswa menunjukkan peningkatan kekompakan dan ketepatan Siswa yang mengikuti marching band cenderung lebih disiplin, terbiasa datang tepat waktu, mengikuti aturan, dan bertanggung jawab terhadap alat musik Siswa merasa lebih mudah memahami permainan musik secara kelompok dibandingkan Siswa Kemampuan Latihan marching band membantu siswa membaca notasi musik dan memahami Siswa Kepercayaan diri Siswa merasa lebih percaya diri, terutama saat tampil di depan umum Siswa Kerja sama Siswa menyadari pentingnya kerja sama dalam menghasilkan permainan musik yang baik Interpretasi Marching band berfungsi sebagai kemampuan musikal dan karakter siswa Latihan yang berkontribusi pada kemampuan bermain Kegiatan marching band memberikan dampak positif terhadap sikap belajar Marching band membantu siswa memahami konsep bermain ansambel secara nyata Kegiatan latihan keterampilan musikal Pengalaman tampil memberi penguatan psikologis dan sosial bagi siswa Marching band kesadaran kolektif dalam bermain musik Tabel 3. Hasil Dokumentasi Kegiatan Marching Band Jenis Dokumentasi Foto dan video latihan awal Foto dan video latihan lanjutan Temuan Makna Temuan Siswa belum kompak dalam memainkan alat musik, tempo permainan belum stabil, dan koordinasi antara gerakan dengan musik masih kurang sinkron Terlihat peningkatan kekompakan permainan, tempo lebih terjaga, dan gerakan semakin teratur Menunjukkan kondisi awal kemampuan ansambel siswa yang masih memerlukan Menunjukkan adanya perkembangan kemampuan musikal dan koordinasi siswa dari waktu ke waktu Jurnal Citra Magang dan Pembelajaran (JCMP) || 135 Foto dan video Ekspresi dan kepercayaan diri siswa saat tampil meningkat, serta formasi barisan terlihat lebih rapi Dokumen Terdapat bukti keterlibatan siswa dalam latihan rutin, gladi bersih, dan penampilan pada acara sekolah Menandakan keberhasilan latihan dalam membentuk kesiapan tampil secara Menunjukkan bahwa kegiatan marching band berlangsung aktif, terencana, dan Tabel 4. Ringkasan Hasil Penelitian Berdasarkan Triangulasi Data Fokus Penelitian Pelaksanaan Hasil Observasi Latihan terstruktur dan Kemampuan Tempo, ritme, dan koordinasi Sikap dan Siswa aktif, patuh pada instruksi, dan konsisten hadir Pengalaman Siswa mulai lagu bersama dengan lebih Hasil Wawancara Pelatih dan guru secara terarah Siswa dan pelatih dalam permainan Guru dan pelatih disiplin, tanggung jawab, dan kerja Siswa merasa lebih memahami kelompok dan lebih percaya diri Hasil Simpulan Dokumentasi Temuan Terdapat bukti Kegiatan latihan rutin dan marching band secara aktif, terstruktur, dan Dokumentasi Marching band berperan dalam perubahan dari meningkatkan latihan awal ke kemampuan latihan lanjutan bermain musik ansambel siswa Dokumentasi Marching band aktif siswa sikap positif dalam kegiatan siswa Penampilan kesiapan tampil secara kolektif Marching band nyata dalam bermain musik secara ansambel Berdasarkan hasil pada tabel-tabel tersebut, dapat dipahami bahwa kegiatan ekstrakurikuler marching band di SMPS Slamet Riady Soa berperan positif dalam meningkatkan kemampuan bermain musik ansambel siswa. Peningkatan tersebut tampak pada aspek stabilitas tempo, kekompakan permainan, keseimbangan bunyi, serta koordinasi antara gerakan dan permainan musik. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi pada perkembangan disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan rasa percaya diri siswa. Dengan demikian, marching band tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan ekstrakurikuler biasa, tetapi juga sebagai media pembelajaran musik kelompok yang memberi pengalaman musikal dan sosial secara langsung. Jurnal Citra Magang dan Pembelajaran (JCMP) || 136 Pembahasan Kegiatan ekstrakurikuler marching band dalam penelitian ini terbukti tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas tambahan di luar jam pelajaran, tetapi juga sebagai ruang belajar musik yang nyata bagi siswa SMP. Hasil observasi menunjukkan bahwa latihan yang dilakukan secara terstruktur, mulai dari pemanasan, teknik dasar, hingga permainan lagu secara bersama, memberi dasar yang kuat bagi perkembangan kemampuan ansambel siswa. Temuan ini memperlihatkan bahwa pembelajaran musik di luar kelas formal tetap dapat memberi dampak signifikan ketika dirancang secara rutin dan terarah. Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan musik ekstrakurikuler memang berkaitan dengan meningkatnya keterlibatan siswa terhadap sekolah, rasa memiliki, dan perkembangan positif remaja. Karena itu, marching band dapat dipahami sebagai wahana pendidikan musik yang tidak hanya menumbuhkan keterampilan artistik, tetapi juga memperkuat keterikatan siswa dengan proses belajar di sekolah (Costa et al. , 2023. Ilari & Cho, 2. Peningkatan kemampuan bermain musik ansambel pada siswa tampak jelas pada aspek tempo, ritme, kekompakan, keseimbangan bunyi, dan kemampuan memainkan lagu secara utuh. Hasil ini menunjukkan bahwa pengalaman bermusik secara kolektif membantu siswa belajar mendengar, menyesuaikan diri, dan menjaga keselarasan permainan dengan anggota kelompok lain. Dalam musik ansambel, kemampuan teknis tidak berdiri sendiri, tetapi berkembang melalui interaksi sosial-musikal yang terus berlangsung selama latihan. Literatur menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif dalam pendidikan musik berhubungan positif dengan ketekunan belajar, persepsi diri musikal, dan keterlibatan siswa dalam tugas musikal. Selain itu, pendekatan kolaboratif seperti peer tutoring juga dinilai efektif dalam mendukung proses belajar musik karena memberi ruang bagi siswa untuk saling membantu, memberi umpan balik, dan membangun pemahaman musikal secara bersama-sama (Mawang, 2024. Fernyndez-Barros et al. , 2. Temuan penelitian ini juga memperlihatkan bahwa marching band berperan kuat dalam membentuk koordinasi dan disiplin musikal siswa. Siswa tidak hanya dituntut memainkan alat musik dengan benar, tetapi juga harus bergerak sesuai formasi, mengikuti aba-aba, hadir tepat waktu, dan menjaga konsistensi selama latihan. Kombinasi antara unsur musikal dan gerak inilah yang menjadikan marching band sebagai bentuk pembelajaran yang menuntut fokus, pengendalian diri, dan tanggung jawab yang tinggi. Dari sisi pendidikan, kondisi tersebut sangat relevan dengan gagasan bahwa musik dapat menjadi sarana pengembangan soft skills, seperti kerja sama, koordinasi, komitmen, dan self-management. Dengan demikian, disiplin yang muncul dalam kegiatan marching band bukan sekadar aturan teknis latihan, melainkan bagian dari pembentukan kompetensi belajar yang lebih luas dan berkelanjutan (Diz-Otero et al. , 2023. Xu & Li, 2. Aspek lain yang menonjol dari hasil penelitian adalah berkembangnya kerja sama tim dan rasa percaya diri siswa. Dari wawancara terungkap bahwa siswa semakin memahami Jurnal Citra Magang dan Pembelajaran (JCMP) || 137 pentingnya peran masing-masing dalam menghasilkan permainan kelompok yang baik, serta menjadi lebih percaya diri ketika tampil di depan umum. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan dalam marching band tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi oleh kemampuan seluruh anggota untuk membangun interpretasi musikal secara kolektif. Kajian pustaka mutakhir menunjukkan bahwa pembelajaran musik berkaitan dengan peningkatan self-esteem, terutama ketika siswa terlibat aktif dalam proses belajar, tampil, dan merasakan kemajuan kemampuan dirinya. Dalam konteks ini, pengalaman tampil bersama, menerima arahan pelatih, dan berhasil memainkan lagu dengan lebih baik menjadi pengalaman keberhasilan yang memperkuat keyakinan diri siswa sekaligus meningkatkan kualitas interaksi sosial mereka dalam kelompok (Jiang & Tong, 2025. Xu & Li, 2. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa ekstrakurikuler marching band memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kemampuan bermain musik ansambel siswa SMP, baik pada aspek teknis maupun nonteknis. Aspek teknis terlihat pada peningkatan tempo, ritme, kekompakan, koordinasi gerak dan musik, serta kemampuan memainkan repertoar secara lebih utuh. Aspek nonteknis tampak pada berkembangnya disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepercayaan diri siswa selama mengikuti latihan dan penampilan. Oleh sebab itu, marching band tidak tepat dipandang hanya sebagai kegiatan pertunjukan sekolah, melainkan sebagai bentuk pembelajaran musik ansambel yang kontekstual, autentik, dan bermakna bagi perkembangan siswa. Temuan ini sejalan dengan literatur yang menempatkan partisipasi musik kolektif sebagai medium penting bagi pengembangan keterampilan musikal, soft skills, dan perkembangan positif remaja di lingkungan pendidikan (Costa et al. , 2023. DizOtero et al. , 2023. Ilari & Cho, 2. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler marching band di SMPS Slamet Riady Soa memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan bermain musik ansambel siswa, yang tampak pada meningkatnya kemampuan menjaga tempo, kekompakan, keseimbangan bunyi, koordinasi antara gerak dan musik, serta kemampuan memainkan lagu secara bersama dengan lebih baik. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pembentukan sikap positif siswa, seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan rasa percaya diri dalam tampil di depan umum. Dengan demikian, marching band tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan ekstrakurikuler semata, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran musik ansambel yang efektif dan bermakna bagi perkembangan siswa. Berdasarkan simpulan tersebut, disarankan agar sekolah terus mendukung pelaksanaan kegiatan marching band melalui penyediaan sarana, jadwal latihan yang teratur, dan pendampingan yang berkelanjutan, sementara pelatih dan guru musik diharapkan dapat merancang latihan yang lebih terarah pada penguatan kemampuan ansambel siswa. Selain itu, siswa diharapkan mengikuti latihan secara disiplin dan aktif agar Jurnal Citra Magang dan Pembelajaran (JCMP) || 138 perkembangan kemampuan musikal dan sikap positif yang telah terbentuk dapat terus DAFTAR PUSTAKA