Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Kemampuan Literasi Digital Siswa Berprestasi Agung Iranda1. Dessy Pramudiani2. Marlita Andhika Rahman3. Rory Ramayanti4 123Jurusan Psikologi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Jambi 4 Prodi Ilmu Perpustakaan. Universitas Islam Sulthan Thaha Saifuddin Jambi agungiranda@unja. ABSTRACT The purpose of this research is to know the ability of digital literacy in students to high achievement in one of Jambi province's excellent school's MAN Insan Cendikia. This study used is a qualitative method with a phenomenological Data analysis using Interpretative phenomenological Analysis. Participants were involved in the study with 4 outstanding students. The results describe issues digital literacy-related competence of students achieving in MAN Insan Cendikia Jambi are the ability to access information and knowledge on the internet, reading habits, literacy using video, e-learning, and literacy Also, the competence of digital literacy is related to motivation and high curiosity, competition, efficiency in literacy, and writing scientific work. Factors that affected the digital literacy capabilities of MAN Insan Cendikia Jambi First, the library facilities are complete and comfortable. Second, good facilities for technology. Third. The fast and numerous access internet. Fourth, external motivation. Fifth, school oversight. Keywords: Digital, information, school, students, technology ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan literasi digital pada siswa berprestasi di salah satu sekolah unggulan Provinsi Jambi yaitu MAN Insan Cendikia. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Analisis data menggunakan Interpretative phenomenology Analysis. Partisipan yang terlibat dalam penelitian berjumlah 4 siswa yang berprestasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital siswa berprestasi di MAN Insan Cendikia Jambi merupakan kemampuan mengakses informasi dan pengetahuan lewat internet, kebiasaan membaca, literasi lewat video, elearning, dan adanya transformasi literasi. Selain itu kemampuan literasi digital juga berkaitan dengan motivasi dan rasa ingin tahu yang tinggi, kompetisi, efisiensi dalam literasi, serta penulisan karya Adapun faktor yang memengaruhi kemampuan literasi digital siswa berprestasi MAN Insan Cendikia Jambi, diantaranya. Pertama, sarana perpustakaan yang lengkap dan nyaman. Kedua, fasilitas teknologi yang bagus. Ketiga, jaringan internet yang cepat dan banyak. Keempat, motivasi eksternal. Kelima, pengawasan dari pihak sekolah. Kata kunci : Digital, informasi, sekolah, siswa, teknologi. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENDAHULUAN Kemampuan literasi digital merupakan tantangan besar bagi dunia pendidikan di Indonesia. Perubahan zaman dari tradisional ke modern ditandai dengan pertumbuhan teknologi yang begitu cepat. Hari ini kita telah memasuki era teknologi yang serba digital, ini juga menandakan bahwa metode belajar tradisional di bangku sekolah juga secara pelan-pelan mengalami perubahan. Aktivitas intelektual manusia menurut Harari . dalam buku AuHomo DeusAy bahwa manusia menyaring data-data ke dalam informasi melalui algoritma-algoritma elektronik, yang kapasitasnya lebih besar dari otak Sistem informasi yang dikelola pada komputer dan jaringan internet memiliki kemampuan mendistribusikan informasi dengan cepat dan efisien. Salah satu bentuk aktivitas intelektual yaitu literasi. Perkembangan literasi dari kajian yang dilakukan oleh Programme for International Student Assessment (PISA) 2016 terhadap minat literasi 61 negara di dunia, penelitian tersebut menunjukkan bahwa literasi di Indonesia berada di level yang rendah yaitu peringkat 60, satu peringkat di atas negara Bostwana yang menduduki posisi paling belakang. Upaya untuk mengejar ketertinggalan dalam literasi secara umum dapat dilakukan melalui internet yaitu lewat literasi digital. Guolao dan Fombona . dalam penelitiannya membuktikan bahwa para pelajar memiliki sikap positif terhadap pengunaan internet dalam dunia pendidikan. Internet dipandang sebagai tool yang tepat untuk meningkatkan literasi, pembelajaran melalui literasi digital juga dapat meningkatkan prestasi akademik siswa. Goulao dan Fombona . menambahkan bahwa ada tiga alasan literasi digital menjadi urgen untuk diterapkan dalam dunia pendidikan. menyenangkan, serta memudahkan para pelajar untuk meraih tujuan Velez dan Zuazua . juga membuktikan adanya hubungan keaktifan dalam cyber dengan efektifitas pembelajaran menggunakan literasi Literasi digital pertama kali diistilahkan dengan literasi komputer dan literasi informasi (Bawden, 2. Fokus pengembangan literasi digital sangat erat kaitannya dengan bagaimana kita mengimplementasikannya dalam dunia Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 pendidikan, terutama pada negara-negara yang budaya literasi nya rendah seperti Indonesia. Indonesia harus mampu menghadapi tantangan kompetensi digital secara global. Javorsky dan Horvath . menunjukkan dalam penelitiannya tentang kompetensi literasi digital yang diterapkan dalam kurikulum pendidikan di Eropa, khususnya pada lima negara yaitu Slovakia. Ceko. Polandia. Inggris, dan Irlandia. Kompetensi literasi digital di negaranegara ini berkaitan dengan kemampuan dalam penggunaan referensi, konten, serta kinerja literasi digital. Selain itu, upaya untuk penerapan literasi digital dalam dunia pendidikan, harus diajarkan sedini mungkin mulai dari fase anak-anak sampai Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu menyiapkan pedoman dalam penggunaan literasi digital. Dalam mengimplementasikan literasi digital pada dunia pendidikan. Rombousek. Stipek, dan Vankova . memaparkan perspektif guru dan murid dalam menyiapkan konten pengembangan literasi digital di sekolah. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan konten tersebut adalah pengembangan kurikulum yang spesifik terhadap literasi proses dan teknis yang harus dipahami dan dilalui pihak sekolah dalam pengembangan literasi digital, sehingga literasi digital benar-benar efektif untuk diterapkan. Beberapa problem literasi digital yang sering terjadi di Indonesia adalah maraknya penjiplakan karya ilmiah (Kurnianingsih. Rosini. Ismayati, 2. , meluasnya berita bohong . dan perselisihan yang terjadi pada kewargaan digital native di sekolah (Pradana, 2. Selain itu, ketidakmampuan siswa dalam mencerna dan memilah informasi dari internet dapat berdampak buruk bagi perkembangan akademik dan mental mereka. Dari permasalahan di atas, dibutuhkan satu penelitian tentang bagaimana kemampuan literasi digital yang dapat mengatasi permasalahan yang telah peneliti sebutkan di atas. Salah satunya dengan melakukan penelitian pada siswa berprestasi di salah satu sekolah unggulan Provinsi Jambi. MAN Insan Cendikia Jambi. Sekolah yang juga memiliki prestasi baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Dalam penerapan literasi digital pada dunia pendidikan, ada beberapa Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 faktor yang dapat memengaruhi literasi digital. Hal ini diungkapkan dalam penelitian Shariman. Razaq, dan Noor . bahwa beberapa faktor tersebut yaitu kemampuan bahasa asing, kecepatan akses, motivasi, dan multimodal. Faktor ini menjadi acuan dalam menganalisis kemampuan literasi digital siswa berprestasi MAN Insan Cendikia, serta bisa menunjukkan perbedaan dan keunikan dalam kemampuan literasi digital. Dari berbagai penelitian, permasalahan, dan peran literasi digital dalam meningkatkan kemampuan akademik siswa di sekolah, peneliti tertarik untuk mengeksplorasi lebih jauh bagaimana kemampuan literasi digital yang dialami oleh para siswa berprestasi dalam penggunaan literasi digital di sekolah METODE Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif untuk menggali pemahaman mendalam pada siswa berprestasi MAN Insan Cendikia Jambi terkait kemampuan literasi digital. Adapun pendekatan yang digunakan yaitu Pendekatan ini bertujuan menggambarkan pemaknaan subjektif dan kesadaran dari sejumlah individu terhadap pengalaman hidup yang mereka alami terkait kemampuan literasi digital. Partisipan pada penelitian merupakan siswa berprestasi di MAN Insan Cendikia Jambi. Jumlah partisipan pada penelitian ini sebanyak 4 orang. Partisipan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu berdasarkan karakteristik tertentu dan informan kunci di lapangan. Di antara Kriteriaa partisipan yaitu. siswa MAN Insan Cendikia Jambi. jenis kelamin laki-laki dan perempuan. usia 15 sampai 20 tahun. memiliki prestasi akademik di kelas peringkat 1 sampai 3. memiliki prestasi yang berhubungan dengan akademik. memiliki kemampuan literasi digital yang bagus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan Wawancara bersifat semi struktur dengan menggunakan pedoman wawancara yang sudah disusun sebelum dilakukan wawancara. Masing-masing partisipan diwawancara sebanyak dua kali dalam durasi waktu lebih dari 40 menit, wawancara kedua dilakukan untuk menggali dan mengkonfirmasi datadata yang kurang saat wawancara pertama. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Analisis data menggunakan Interpretative phenomenology analysis dengan melalui beberapa tahapan, yaitu membangun epoche yang dinamis, penyajian transkrip wawancara. Setelah selesai transkrip wawancara, peneliti membaca data berkali-kali sampai memahami dan menguasai data tersebut. Barulah dibuat komentar eksploratoris, tema emergen, dan pengembangan tema Tahapan berikutnya peneliti membuat pola-pola tema antar partisipan, membuat tabel induk, dan pengecekan kembali data-data yang sudah dianalisis. Setelah dilakukan analisis data, peneliti menguji keabsahan data dengan teknik triangulasi dengan membandingkan temuan lapangan dengan sumber lain, baik teori, jurnal, ataupun informasi-informasi yang menguatkan keabsahan suatu temuan. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil wawancara mendalam dan analisis data dengan menggunakan Interpretative phenomenology analysis kepada empat partisipan seperti yang tertera pada tabel di bawah ini, maka didapatkan sepuluh tema tentang kemampuan literasi digital siswa berprestasi di MAN Insan Cendikia Jambi, diantara tema tersebut sebagai berikut: Tabel 1. Identitas Partisipan Nama (Inisia. Usia 15 tahun 16 tahun 17 tahun 17 tahun Jenis Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Kelas XII Mampu mengakses informasi lewat internet Siswa berprestasi MAN Insan Cendikia merupakan generasi yang mampu mengakses informasi secara digital, mencari berbagai referensi lewat internet, seperti e-book, jurnal, berita, dan berbagai informasi yang luas lewat Mereka juga mengakses informasi terkait materi olimpiade dan materi belajar di kelas. Bagi partisipan T, kemampuan dalam mengakses informasi juga berbentuk video, berita, dan berbagai referensi luas yang membuat siswa tidak hanya fokus pada buku dan e-book saja. AuMembaca, menonton, intinya bagaimana mengakses informasiAy AuKayaknya video itu lebih luas aja, nggak terpaku pada bukuAy Partisipan S juga merasakan bahwa materi di sekolah tidak hanya dari buku, cakupan materi dari buku sangat terbatas. Karena itu. S memerlukan internet sebagai sarana informasi yang lebih luas terkait materi pembelajaran di sekolah. AuKadangAekadang kalau belajar di kelas kan tidak semua materi ada di buku, jadi kami disuruh juga nyari materi lain di internetAy. Adapun kemampuan mengakses informasi secara digital menurut L bahwa dia merasa banyak diajarkan oleh guru, kakak angkatan, serta pihak eksternal seperti Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BATLINGDA) Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Mereka banyak memberi link dan situs e-book dan jurnal. AuIya kami diajarin, ada kakak alumni penelitian di BATLINGDA dan LIPIAy Aukami diminta cari ebook yang banyak membahas soalAy AuDikasih tahu situs dan link nya yang akan dibuka untuk nyari ebook. Terutama ketika mau ujian nasional, guru banyak menyarankan untuk akses ebook, bisa link untuk olimpiadeAy Sedangkan bagi H, kemampuan mengakses informasi juga berkaitan dengan penulisan karya ilmiah sebagai prasayarat naik kelas 12. Dalam menulis karya ilmiah, diperlukan kamampuan mengakses jurnal secara baik, dengan semakin baik dan banyak jurnal yang dibaca, maka karya ilmiah akan semakin bagus. H awalnya merasa kesulitan untuk memahami bahasa ilmiah yang tinggi dalam jurnal yang diaksesnya. AuJurnal ya bang, karena kami ada program wajib menulis karya ilmiah sebagai syarat naik kelas 12, karya ilmiah itukan rujukannya ada dari jurnal-jurnal gitu. Ay AuPaling kalau untuk jurnal yang agak kesulitan memahami bahasa yang Kalau mengakses sendiri tidak kesulitanAy. Kebiasaan membaca Kemampuan literasi tidak sekedar melek baca dan tulis, akan tetapi juga kebiasaan dalam membaca. Kebiasaan membaca dari siswa berprestasi MAN Insan Cendikia membentuk mereka menjadi generasi muda yang literat. Salah satu bentuk tradisi membaca tersebut yaitu selalu membaca 15 menit sebelum belajar, anjuran membaca setiap mata pelajaran, dan konsisten membaca pada waktu luang. Bagi T, tradisi membaca itu terjadi karena adanya keharusan membaca dari setiap mata pelajaran. Tradisi membaca merupakan aktivitas yang mendukung kegiatan olimpiade dan prestasi akademik. AuSeperti belajar biologi, saya disuruh ke perpustakaan, cari buku ini itu. Habis itu baru dijelasin. Kayak cari dulu baru dijelaskanAy. AuIya harus rutin, semuanya merasa mereka itu paling bawah, jadi ada tuntunan untuk membaca gitu, lagi main laptop, harus baca-bacaAy Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Kebiasaan S membaca dengan mengulang materi pelajaran, terutama metari yang belum dimengerti. Selain itu. S sering membaca hal-hal baru karena rasa ingin tahu yang tinggi mengenai informasi sehari-hari. AuMengulang pelajaran baik dari laptop, atau buku terserah bebas. Diberi waktu 15 menit sebelum pelajaran dimulaiAy. AuGimana ya. Setiap hari saya menyempatkan diri untuk membaca hal yang baru gitu pakAy. Sedangkan bagi H, kebiasaan membaca dalam bentuk digital, dia dituntut untuk membaca e-book. Dia juga bisa mandiri dalam membaca, bisa mengatur waktu untuk baca kapan dan dimana saja. AuMisalnya buku pelajaran, kami itu sedikit bentuknya dalam buku cetak, rata-rata dalam bentuk digitalAy. AuIya lebih ke ebook, karena ebook di MAN Insan Cendikia itu banyakAy AuIya dianjurkan semua, misalnya pelajaran ini ada referensi. Kami mau nggak mau harus baca, karena mandiri tadiAy. Literasi lewat video Kecakapan dalam literasi digital juga dalam bentuk konten video. Siswa dapat memanfaatkan youtube sebagai media pembelajaran. Mereka juga melatih kreativitas dan inovasi dalam pembuatan video. Bagi T dengan literasi lewat konten video, dia banyak belajar. T merasa senang mengakses video yang memuat kisah-kisah inspiratif dan ceramah agama. AuKalau video ya berkenaan dengan pelajaran. Terus banyak juga yang nonton kisah-kisah inspirasi dan ceramah agamaAy. Adapun bagi S, dengan adanya literasi video, memberi solusi terkait metode pembelajaran selama pandemi Covid-19. Selama pandemi, siswa umumnya diliburkan, sebagai pengganti pembelajaran tatap muka, guru membagikan link youtube untuk siswa belajar dan memahami materi Contoh pembelajaran dengan menggunakan video diungkapkan oleh L, seperti Sosiologi, guru memberi tontonan terkait fenomena-fenomena sosial di masyarakat yang mudah dimengerti oleh siswa. AuJadi selama pandemi ini guru-guru tidak bisa menjelaskan langsung, jadi biasanya guru memberikan link youtube untuk menjeleskanAy Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 AuAda juga misalnya mata kuliah sosiologi banyak yang pakai video Pembelajaran dengan e-learning E-learning dilakukan untuk mengefektifkan proses pembelajaran, kemampuan mengakses e-learning memberi kemudahan belajar bagi siswa. Beberapa aktivitas yang menggunakan e-learning yaitu pengiriman tugas, ulangan, kuis, absen, tryout. Siswa terlebih dahulu diajarkan penggunaan elearning lewat kegiatan sosialisasi dan workshop. Bagi partisipan T, manfaat e-learning sangat dirasakan ketika kondisi Covid-19. Dia memandang e-learning sangat objektif, seperti ketika kuis, hasilnya bisa keluar langsung, termasuk juga dalam hal merekap administrasi, misalnya absen kehadiran siswa. AuAwalnya sosialisasi e-learning bagaimana penggunaannya, habis itu disuruh akses, terutama pas Corona, guru-guru dari luar nggak boleh masuk, yang ngajar cuma guru dari dalamAy. AuIya kuis ada terus, nilainya bisa langsung keluar. Absen online juga Pokoknya pas buka e-learning ada rekap absenAy. Pemanfaatan e-learning juga dipakai untuk remedial nilai dan tugas yang belum memadai, ketersediaan sistem informasi pembelajaran dirasakan manfaat yang besar bagi L, sedangkan bagi H pemanfaatan e-learning sangat bermanfaat ketika kondisi Covid-19. AuIya ada kami untuk sistem informasi pembelajaran, habis ulangan kami bisa akses langsung kesana. Kami bisa tahu langsung nilai, termasuk tugas AuIya, pas covid ini lagi gencar-gencarnya pengembangan e-learning, lumayan terbantu. Ini e-learning ada aplikasi khusus untuk MAN ICAy. Transformasi literasi Beralihnya kegiatan membaca dari buku teks ke digital menandakan sebuah transformasi literasi yang dialami oleh siswa. Transformasi juga ditandai oleh pemberlakukan jaringan internet dan media dalam proses Transformasi juga dapat dimaknai sebagai perubahan dari siswa ketika SMP/MTS menjadi siswa MAN Insan Cendikia. Hal ini diakui oleh S, bahwa ketika di MTS, mereka jarang sekali Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 membuka internet untuk belajar, semua pakai buku teks, ketika masuk MAN Insan Cendikia, dia merasakan perubahan dari segi metode, media, dan konten aplikasi yang digunakan untuk keperluan akademik. AuIya. Alhamdulillah banyak dampak positifnya, kalau di MTS dulukan terfokus pada buku gitu kan, jarang buka media internet. Saat ini saya dimudahkan membuka internet di sekolah, banyak sekali perubahannya. Kadang belum jelas di sekolah bisa dicari di internetAy. Berbeda dengan S. L juga merasakan perubahan lewat pembelajaran TIK, di MAN Insan Cendikia, dia betul-betul dibimbing oleh guru TIK untuk bisa membuat video dan desain grafis. AuBelajar TIK misalnya kami diajarkan gambar bergerak setiap orang ujian akhir wajib dikumpulin. Ada sistem informasi buat posterAy. Motivasi yang tinggi Motivasi siswa berprestasi dalam literasi digital sangat tinggi, mereka semangat dalam belajar, memiliki inisiatif, dan mandiri. Seperti penjelasan partisipan T, konten dan aplikasi digital di MAN IC membuat dia senang T juga maksimal dalam belajar, salah satu yang menjadi ciri khas T yaitu memanfaatkan waktu luang untuk belajar dan membuat tugas pelajaran di kelas ketika teman-temannya memilih untuk istirahat di asrama. AuTerus saya itu memang punya ciri khas. Kata teman-teman jarang buat tugas di asrama, kayak ada waktu sebentar di kelas, saya ngerjain di kelas, hampir tidak pernah ngerjain sesuatu di asrama. Kayak ini PR hari ini, pas istirahat saya kerjainAy. Berbeda dengan T. S termotivasi untuk membaca materi yang belum dipahami. S juga membutuhkan pengetahuan dan informasi agar dia mampu berfikir secara rasional dan logis. AuKayaknya dari prinsip saya, jadi kalau belum paham sesuatu berusaha agar bagaimana caranya agar pahamAy. Literasi untuk kompetisi Sebagai sekolah unggulan provinsi Jambi. MAN Insan Cendikia memiliki siswa yang potensial, mereka umumnya adalah siswa yang berprestasi di Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 membaca, dan kegiatan non akademik. Dari penjelasan L, bahwa kompetisi di MAN Insan Cendikia sangat ketat, mereka saling berlomba untuk bisa jadi juara kelas, ikut olimpiade, dan lulus masuk perguruan tinggi ternama di Indonesia. Setiap mereka berlomba-lomba untuk mengakses literasi agar bisa berprestasi dan mengikuti olimpiade di level provinsi maupun nasional. AuIya kami banyak dilatih untuk olimpiade, semua belajar, saling kompetisi, siapa yang terbaik itu yang dibawa ke tingkat lokal maupun nasional, semua dipersilahkan untuk belajar oleh guruAy. Rasa ingin tahu yang tinggi Siswa berprestasi MAN Insan Cendikia merupakan bagian dari generasi milenial yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, mereka melek dengan teknologi dan luwes dalam informasi dan pengetahuan. Bagi L, mereka dituntut untuk dapat mengeksplorasi sendiri apa yang ingin mereka tahu. Misalnya dalam materi pembelajaran sosiologi, mereka diberi tema dan isu tentang rasisme, siswa dituntut dapat mencari kasus sendiri menganai tema Mereka juga harus mencari berbagai referensi ilmiah. Tidak jarang terjadi di MAN Insan Cendikia sebelum guru menjelaskan, siswa sudah terlebih dahulu mencari tahu tema dan beberapa materi yang ingin dan sedang AuMengeksplorasi sendiri. Misalnya mata pelajaran sosiologi, yang diajarkan mengenai isu tentang rasisme, guru menjelaskan materi, setelah itu kami diminta mencari kasus-kasus ada atau nggak dalam kehidupan sehari-hari di internet. Cari contoh-contoh referensi. Begitupun mata pelajaran lainnyaAy. AuKami jadi punya rasa ingin tahu yang tinggi, sebelum disuruh kami searching duluAy . Efesiensi dalam literasi Efesiensi waktu dalam literasi artinya kemampuan siswa dalam manajemen waktu, disiplin, pemanfaatan waktu luang, dan regulasi waktu lebih maksimal untuk kegiatan literasi. Khusus dalam penggunaan internet dan media sosial, siswa MAN Insan Cendikia harus mengikuti aturan dari pihak sekolah. Agar setiap kegiatan penggunaan laptop dan fasilitas teknologi bisa tepat sasaran dan terhindar dari pengaruh negatif bagi perkembangan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Dalam pandangan T, efesiensi waktu dalam literasi bisa dilakukan di Perpustakaan bisa diakses sampai jam 5 sore. Di sana T bisa membaca dan buka laptop untuk belajar. Kegiatan literasi juga dimanfaatkan oleh T ketika kelas malam di MAN Insan Cendikia yang jadwalnya dari habis Isya 19. 30 sampai jam 20. 00 WIB. Untuk semakin mengefektifkan waktu dalam belajar. T juga melakukan peminjaman buku di perpustakaan dibawa ke kamar asrama. T yakin bahwa dengan memanfaatkan waktu luang dengan baik akan meningkatkan kemampuan literasi. AuKalau jam kosong kita ke perpustakaan. Dan bukunya itu lengkap, terus dari laptop juga bisa akses informasi, sampai batas jam 5 sore, habis itu perpustakaan memang banyak ada kegiatanAy. AuIya pas jam belajar malam, dari jam habis Isya sampai jam 10 belajar Ay. AuBuku itu boleh dibawa ke asrama, kebanyakan juga dibawa, ada waktu kosong kita bisa baca bukuAy. Menyusun karya ilmiah Salah satu program unggulan MAN Insan Cendikia terkait kemampuan literasi adalah penyusunan karya ilmiah, mereka diwajibkan untuk menyusun karya ilmiah ketika kelas XI . Karya ilmiah berbentuk mini riset. Proses yang siswa lalui dalam program ini diantaranya. pelatihan atau pengambilan data lapangan, dan membuat laporan akhir. Dalam tahap yang dilalui juga terdapat proses revisi dari pembimbing dan dari pihak eksternal Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BATLINGDA). Bagi pertisipan T, menyusun karya ilmiah merupakan prasyarat setiap siswa ketika akan naik kelas XII. Begitupun bagi S, karya ilmiah sebagai sebuah kewajiban bagi setiap siswa bisa meneliti, tentunya melalui proses bimbingan sebagaimana proses penelitian yang ada di perguruan tinggi. Hanya saja dalam bentuk mini riset. AyIya, kami disuruh membuat karya ilmiah, syarat wajib untuk naik kelas 12 Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 ua bela. Ay. AuAtau juga kami sudah dianjurkan untuk bisa membuat karya ilmiah untuk kelas sebelasAy AuIya dibimbing, kayak perguruan tinggiAy. Dalam penjelasan L, kompetensi menulis karya ilmiah dilakukan berdaarkan jurusan mereka masing-masing, pengadaan latihan menulis, mini riset dengan langsung pengambilan data di lapangan. Seperti yang pernah dilakukan oleh kakak angkatan tentang kehidupan sosial sawit di Muaro Bungo, penelitian tersebut bisa dibilang sukses dipresentasi dengan baik dan ikut lomba karya ilmiah pada level provinsi, nasional, dan internasional. AuMereka meneliti kehidupan sosial sawit di Muaro BungoAy. AuIya kami kelas 11 diwajibkan bikin karya ilmiah, temanya tergantung jurusan, sampai kami disuruh ambil data keluar, semacam mini risetAy. Berdasarkan pengalaman H, bimbingan karya ilmiah itu bisa dilakukan rutin dua atau tiga kali dalam seminggu. Proses awalnya siswa dibimbing dan dimentori oleh peneliti LIPI dan BATLINGDA. Hasil program ini selain meningkatkan kemampuan menulis dan berfikir ilmiah, siswa juga banyak yang berprestasi di bidang karya ilmiah, meraih medali emas dan perak secara nasional, bahkan ada siswa yang berhasil presentasi secara international di Amerika Serikat AuKami ada bimbingannya, kadang sampai 2-3 seminggu, bimbingan dari kelas 10 sampai 11. Awal dimbimbing guru, kami didatangkan dulu pemateri dari LIPI nasional langsungAy AuIya bang, ada yang neliti suku anak dalam, ikut lomba dapat medali perakAy. Faktor yang memengaruhi kemampuan literasi digital Sarana perpustakaan yang lengkap dan nyaman Siswa berprestasi MAN Insan Cendikia memandang bahwa perpustakaan sebagai salah satu sarana yang dapat mempengaruhi kemampuan literasi Suasana perpustakaan yang memberi rasa nyaman kepada para siswa dan memiliki berbagai fasilitas yang dapat membuat siswa betah. Menurut partisipan T, perpustakaan di MAN Insan Cendikia Jambi Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 relatif lebih lengkap dari segi fasilitas. Salah satu fasilitas yang juga menarik tersedianya BI corner dan wifi corner di perpustakaan sekolah tersebut. Selain itu ketersediaan buku memadai, serta menyediakan tempat belajar dan diskusi yang strategis. AuPerpustakaan lengkap dan nyaman. BI Corner, penggunaan laptop lebih dimaksimalkan karena ada internet, nyaman juga untuk kumpul diskusiAy Fasilitas teknologi yang bagus Fasilitas teknologi berupa laptop wajib dimiliki oleh masing-masing Pihak sekolah juga menyediakan Infocus. LCD, laboratorium komputer dengan ruangan AC full. Semua fasilitas teknologi yang tersedia di MAN Insan Cendikia Jambi sangat bagus dan selalu diperbarui. AuLaptop pak, kami kan semuanya diwajibkan punya laptop, terus laptop harus ada setiap siswa. Ay AuKami boleh pakai laptop disitu, untuk fasilitas dalam kelas infocus lengkap dengan LCD, ruangan ac full, komputernya pun sudah bagus, pokoknya yang terbaru, setiap ujian nasional diperbarui, setiap kali ujian nasional terus ditambah unitnya. Ay Jaringan internet cepat dan banyak Agar mahasiswa mampu mengakses literasi digital secara optimal, maka dibutuhkan jaringan internet yang cepat untuk kelancaran mengakses Optimalisasi sarana dengan mempercepat jaringan internet sangat penting dilakukan. Pihak sekolah sudah menyiapkan berbagai sudut di sekolah untuk dipasang wifi demi kelancaran aktivitas literasi. Bagi partisipan T, bahwa di MAN Insan Cendikia kita mengenal istilah sudut pendidikan, ini menjadi tempat favorit yang menyediakan fasilitas untuk mengakses internet, masing-masing sudut disediakan wifi, ada sekitar delapan sampai sepuluh sudut yang menyediakan hotspot di MAN Insan Cendikia. AuDi sudut pendidikan, wifinya disebarkan ke 8 atau sepuluh tempat gitu lahAy. Bagi partisipan S, wifi yang tersedia di setiap sudut MAN IC terbilang cepat, sehingga membuat semua aktivitas literasi siswa menjadi lancar. Bagi siswa yang ingin memanfaatkan wifi demi kepentingan sekolah, tugas, dan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 hanya sekedar mengakses informasi diharapkan memakai laptop sendiri. AuYang pertama, aksesnya, disana kan ada wifi, kencang lah, jadi lancar, terus laptop harus ada setiap siswaAy. Pendapat ini juga diperkuat oleh partisipan L dan H, bahwasanya jaringan internet yang cepat membuat para siswa semakin betah untuk menghabiskan waktu dengan laptop, para siswa bisa memilih tempat yang bagus untuk mereka mengakses internet, karena hampir setiap sudut yang ada di MAN Insan Cendikia tersedia jaringan internet yang cepat. AuIya jaringan internetnya bagus, kalau untuk pribadi kami dianjurkan bawa laptopAy AuYang paling mendasar dari wifinya, kalau disana itu sudah lengkap banget, di setiap titiknya ada, terus cepat untuk mengakses berbagai informasiAy. Motivasi eksternal Dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi bagi siswa berprestasi, maka dibutuhkan peran dari pihak eksternal yang dapat memotivasi mereka. Seperti motivasi dari guru, teman, dan orang tua. Peran guru memberi semangat dan dorongan untuk mengasah kemampuan akademik lewat kegiatan belajar di kelas, olimpiade, dan berbagai bentuk perlombaan di luar Selain itu, guru juga memberi banyak informasi terkait literatur dan referensi yang harus diakses oleh siswa. Peran teman-teman juga dapat menumbuhkan motivasi untuk literasi, berdasarkan pengakuan dari pertisipan T bahwa dia secara sadar meyakini bahwa teman-temannya merupakan orang yang sudah diseleksi secara ketat, hampir semua mereka yang masuk di MAN Insan Cendikia adalah siswa pintar dan berprestasi di sekolah terdahulu, sehingga ini membuat T merasa kualitas akademiknya berada di bawah teman-temannya. Kondisi seperti ini menuntut T untuk belajar lebih maksimal dan rutin mengakses literasi digital. AuIya pasti lah, kan disini orangnya pintar-pintarkan, jadi kayak kita merasa sering berada di bawahnya dia, jadi kita juga jadi belajar terusAy. AuKayak lingkungan sekitar sih, lingkungan kita menuntut kita untuk menggunakan literasi digital, kalau tidak kita bisa tinggalAy. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Pentingnya motivasi dari orang tua, guru, dan teman-teman juga dirasakan oleh T. S, dan H, dengan adanya dorongan dari orang tua, guru dan teman-teman membuat ketiga pertisipan merasa terus ingin mencapai prestasi di kelas ataupun prestasi di luar kelas. Seperti olimpiade, lomba karya ilmiah, dan perlombaan lainnya. AuDorongan orang tua, suruh belajar rajin, sering-sering baca buku, kan setiap minggu nelpon, dimotivasi untuk belajar, saingan berat, dan itu cukup mempengaruhi saya belajarAy. AuIya pihak guru, guru olimpiade dan wali kelas juga. Kan wali kelas semangatin terusAy. AuIya teman-teman juga, apalagi kalau ada perlombaan atau olimpiade, teman-teman sangat mendukung itu pak. Kayak melihat teman baca referensi ini, jadi tertarik bagus gitu, tertarik juga untuk membacanya. Pengawasan dari pihak Sekolah Sebagai sekolah unggulan yang dilengkapi asrama, dimana siswa wajib tinggal di sana, maka kegiatan literasi harus seimbang antara kebebasan dan Kebebasan artinya siswa dituntut secara independen dan mandiri mengeksplorasi berbagai pengetahuan yang tersedia di internet, mereka tidak boleh tergantung pada materi yang diberikan guru dan tugas akademik saja, adanya kebebasan untuk mengekplorasi ilmu dan pengetahuan secara Sedangkan batasan terkait agenda penggunaan laptop yang harus sesuai ketentuan, mengakses konten yang sesuai etika dan agama, tidak boleh sembarang akses. Adapun kegiatan internet seperti game, media sosial, dan aplikasi lainnya harus mendapat pengawasan dari pihak sekolah. Hal ini diakui oleh partisipan S, bahwasanya ada izin dari pihak sekolah untuk menggunakan laptop, ini dilakukan agar tujuan penggunaan laptop terwujud dengan baik, terutama untuk mendukung kegiatan literasi. Siswa juga dituntut untuk menggunakan perangkat yang diberikan dalam rangka penggunaan media di era native digital seperti sekarang ini. AuTerus juga perizinan dari pihak sekolah sendiri dalam penggunaan laptop untuk literasi, pihak sekolah harus tahu apa yang kita akses ketika sedang Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 menggunakan laptop, jadi ada aturannyaAy. Pembahasan Bila mencermati hasil penelitian di atas, kita melihat bahwa literasi digital di sekolah memerlukan penyesuaian kurikulum dengan konten digital. Hal ini sejalan dengan pandangan (Rambousek et al. , 2. bahwa literasi digital bisa tercipta ketika adanya pembelajaran secara digital, pengembangan konten digital, dan kemampuan mengorganisasikan konten digital. Hal ini juga dialami oleh siswa berprestasi MAN Insan Cendikia dimana mereka secara umum harus mampu mengakses informasi secara digital dan menguasai konten-konten literasi digital. Siswa biasanya akan antusias untuk mengakses video pembelajaran, e-learning, dan situs-situs e-book dan e-journal. Kesamaan temuan literasi digital siswa berprestasi MAN IC Jambi dengan penelitian tentang literasi digital lainnya juga berkaitan dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Bawden . pengetahuan yang baru, rata-rata siswa berprestasi di MAN IC mengakses literasi karena mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap informasi yang aktual. (Tomczyk, 2. mengungkapkan berbagai isu tentang literasi digital di Polandia. Beberapa isu penting tentang literasi digital yaitu terkait penggunaan text editors, spreadsheets, metode presentasi, dan penggunaan software grafis. Adapun terkait pengalaman penggunaan e-learning berkaitan dengan kewajiban untuk berpartisipasi di kelas secara online, pencarian informasi di internet, keikutsertaan pelatihan dan workshop e-learning, dan studi informal. Hal ini juga diperkuat oleh (Livingstone & Livingstone, 2. literasi digital merupakan kemampuan mengakses, menganalisis, dan mengevaluasi berbagai pengetahuan dan informasi. Penelitian tentang literasi digital yang dilakukan di Polandia tersebut memiliki persamaan dan perbedaan dengan literasi digital pada konteks siswa berprestasi di MAN Insan Cendikia Jambi. Persamaan tersebut menyangkut transformasi literasi dengan menggunakan teknologi ketika presentasi, penyediaan konten literasi digital berbasis grafis dan video, kemampuan dalam pencarian informasi di internet. Sedangkan dalam hal e-learning kesamaan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 antara dua konteks literasi digital yang berbeda ini yaitu sama-sama melakukan sosialisasi dan pelatihan penggunaan e-learning, serta e-learning dapat membantu keaktifan belajar. Adapun perbedaan dari tema literasi digital tersebut bahwa pada konteks literasi digital di Polandia mereka mengajarkan secara spesifik penggunaan perangkat lunak yang mendukung literasi seperti text editor dan spreadsheets. Nouri . juga melakukan penelitian tentang multimodal literasi digital yang diperlukan oleh siswa pada Sekolah Menengah Atas di Swedia. Penelitian tersebut membuktikan bahwa literasi digital menjadikan siswa lebih mandiri sehingga dapat merancang sendiri model belajar aktif yang diinginkannya dengan terhubung pada internet dan media. Mereka juga dapat meningkatkan kemampuan multimodal literasi digital dan belajar dengan efektif. Jika melihat literasi digital yang ada di sekolah menengah di Swedia, maka ada beberapa yang sejalan dengan apa yang peneliti temukan pada konteks literasi digital di MAN IC Jambi, dimana siswa yang notabenen tinggal di asrama mampu memanfaatkan kesempatan belajar yang diberikan dengan Selain itu adanya kemandirian siswa untuk merancang proses belajar yang efektif, serta mampu mengeksplorasi pengetahuan. Pada penelitian literasi digital di Indonesia, tepatnya di salah satu sekolah SMA Banjarmasin. Pratama dan Hartini . membuktikan kurangnya ketercapaian literasi digital. Indikator yang menjadi tolak ukur bagi ketercapaiannya literasi digital yaitu intensitas penerapan literasi digital dalam belajar, jumlah dan variasi alat-alat peraga digital, frekuensi baca e-book, dan jumlah informasi yang diakses di sekolah. Berdasarkan indikator tersebut, dari pengalaman siswa berprestasi di MAN Insan Cendikia Jambi ada dua yang memenuhi indikator di atas yaitu intens dalam penggunaan literasi digital untuk belajar. Hal ini dapat dilihat dari seringnya siswa mencari referensi dari situs e-book dan konten video Selain kemampuan membaca dan menulis berbagai informasi, pengetahuan, dan ilmu (Jones & Hafner, 2. Manifestasi ini tergambar dalam program karya Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 ilmiah yang berlaku di MAN Insan Cendikia Jambi. Adapun relevansi terkait faktor yang memengaruhi kemampuan literasi digital siswa berprestasi di MAN Insan Cendikia Jambi dapat kita bandingkan dengan penelitian yang dilakukan (Shariman et al. , 2. Penjelasan detail seperti pada tabel di bawah ini : Tabel 2. Hubungan faktor kemampuan literasi digital siswa berprestasi dengan temuan faktor literasi digital berdasarkan penelitian sebelumnya Faktor kemampuan literasi digital berdasarkan (Shariman. Razaq, dan Noor, 2. Faktor kemampuan literasi digital siswa berprestasi MAN Insan Cendikia Jambi Kecepatan akses. peningkatan Jaringan efisiensi banyak. Internet cepat dan lancar, literasi digital, kemudahan akses sudut wifi yang jumlah banyak animasi, teks dalam kapasitas memori banyak, video, dan Motivasi. dorongan dari guru, teman. Motivasi. dorongan dari mentor dan orang tua atau guru terhadap referensi dan informasi yang menarik. Kemampuan Bahasa inggris, view dan respons bahasa inggris. Multimodal. komunikasi dan interaksi, bahasa dan linguistik. Temuan komplemen . has dan berbed. Sarana perpustakaan lengkap dan fasilitas yang menarik. BI corner, pojok belajar dan diskusi. Fasilitas teknologi bagus. Wajib laptop, laboratorium komputer yang terbaru dan bagus, infocus dan LCD. Pengawasan dari pihak Sekolah. Batasan dan aturan akses internet, agenda penggunaan laptop, izin pihak Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENUTUP Simpulan Kemampuan literasi digital siswa berprestasi di MAN Insan Cendikia Jambi itu berupa kemampuan mengakses informasi dan pengetahuan lewat internet, kebiasaan membaca, literasi lewat video, e-learning, dan adanya transformasi literasi. Selain itu, kemampuan literasi digital juga berkaitan dengan motivasi dan rasa ingin tahu yang tinggi, kompetisi, adanya efisiensi dalam literasi, serta penulisan karya ilmiah. Adapun faktor yang memengaruhi kemampuan literasi digital siswa berprestasi MAN Insan Cendikia Jambi. Pertama, sarana perpustakaan yang lengkap dan nyaman. Kedua, fasilitas teknologi yang bagus. Ketiga, jaringan internet yang cepat dan Keempat, motivasi eksternal. Keenam, pengawasan dari pihak Adapun keunikan dan kebaruan dalam penelitian ini yaitu kemampuan literasi siswa berprestasi MAN Insan Cendikia itu cenderung berkaitan dengan motivasi belajar, inisiatif, berkompetisi, dan belajar mandiri. Adapun keunikan dari segi faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi digital yaitu adanya pengawasan dari pihak sekolah terhadap aktivitas literasi digital, aturan dalam penggunaan internet, manajemen waktu dalam bermain laptop dan handphone. Saran Penelitian ini diharapkan dapat memberi kebermanfaatan untuk dijadikan model literasi digital bagi sekolah yang ada di Indonesia secara umum dari sudut pandang siswa, kelengkapan fasilitas sekolah, program, dan konten literasi digital. Selain itu perlu pengembangan riset literasi digital bagi siswa berbasis modul dengan melibatkan para ahli untuk melakukan validasi isi modul. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 DAFTAR PUSTAKA