Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 2 September 2021 | pp. 198 Ae 201 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kegawatdaruratan Hemorrhagic Post Partum (HPP) Terjadinya Rahmania Ambarika*. Eva Agustina Yalestyarini Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia. Indonesia Corresponding author: Rahmania Ambarika . ambar@gmail. Received: June 10 2021. Accepted: July 25 2021. Published: September 1 2021 ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis faktor yang berpengaruh pada HPP, yaitu faktor anemia, paritas, dan atonia uteri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pada bulan Agustus 2021Ae September 2021 ibu postpartum yang Mengalami hpp sebanyak 20 orang. Variabel dalam penelitian ini dibedakan menjadi variabel bebas . dalam penelitian ini adalah (X. : anemia pada post partum, paritas, dan atonia uteri, sedangkan variabel tergantung . dalam penelitian ini adalah (Y. : kejadian haemorragic postpartum. Uji analisis yang dibuat pada penelitian ini adalah chi square. Hasil analisa data yang menggunakan uji che square didapatkan hasil nilai A value = 0,045 ada hubungan faktor anemia dengan kejadian hemorrhagic post partum. Paritas dengan hpp dari analisa data yang menggunakan uji chi square didapatkan hasil nilai A value = 0,683 tidak ada hubungan faktor paritas dengan kejadian hemorrhagic postpartum. Kata Kunci: Anemia. Paritas. Atonia Uteri. HPP This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Perdarahan setelah melahirkan atau hemorrhagic post partum (HPP) adalah kehilangan darah serius yang paling sering dijumpai di bagian obstetrik. Perdarahan pada saat persalinan dan pasca persalinan dini merupakan salah satu penyebab kematian ibu, demikian juga di Indonesia perdarahan merupakan penyebab utama kematian ibu disamping eklampsia dan sepsis (Prawirohardjo, 2. Bahaya anemia pada ibu hamil saat persalinan, dapat menyebabkan gangguan his primer, sekunder, janin lahir dengan anemia, persalinan dengan tindakan-tindakan tinggi karena ibu cepat lelah dan gangguan perjalanan persalinan perlu tindakan operatif (Mansjoer dkk. , 2. Paritas adalah jumlah anak yang telah dilahirkan oleh seorang ibu baik lahir hidup maupun lahir mati. Seorang ibu yang sering melahirkan mempunyai risiko mengalami anemia pada kehamilan berikutnya apabila tidak memperhatikan kebutuhan nutrisi. Karena selama hamil zat Ae zat gizi akan terbagi untuk ibu dan untuk janin yang dikandungnya. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara paritas dengan kejadian anemia Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi TerjadinyaA. pada ibu hamil, ibu hamil dengan paritas tinggi mempunyai risiko 1. 454 kali lebih besar untuk mengalami anemia dibanding yang paritas rendah (Djamilus dan Herlina, 2. Atonia sering disebabkan oleh penatalaksanaan tahap ketiga persalinan yang tidak tepat. Usaha untuk mengeluarkan plasenta sebelum pemisahan total dapat mengakibatkan adanya bagian plasenta yang tertinggal dan membran yang dapat menghambat kontraktilitas miometrium sehingga mempengaruhi aliran atau fungsi kerja pembuluh darah pada lokasi Atoni dapat juga dihubungkan dengan penggunaan obat-obatan tertentu (Oksitosin, magnesium sulfat, agens tokolisis beta adrenergik, dan halote. (Walsh, 2. Hemorragic post partum didefinisikan sebagai kehilangan darah lebih dari 500 ml setelah melahirkan, meski beberapa sumber sekarang menyarankan kehilangan darah 1000 ml, penurunan hematokrit setidaknya 10%, penurunan hemoglobin sebesar 1-1,5 g/dl atau hematokrit sebesar 3% sebagai respon kehilangan darah 450-500 ml (Walsh, 2. Di Indonesia penyebab langsung kematian tertinggi juga hemorrhagic post partum yaitu sebesar 28%, kemudian diikuti eklampsia sebesar 24%, infeksisebesar 11%, komplikasi nifas sebesar11%, abortus sebesar5%, partuslama sebesar5% dan penyebab lainnya adalah (Depkes RI, 2. Menurut survei yang dilakukan peneliti didapatkan data bahwa di Puskesmas Poncokusumo kabupaten Malang periode bulan Juni - Desember 2020 terdapat 34% pesalinan mengalami HPP dengan riwayat anemia, paritas . , dan atonia uteri. Dampak dari hemorrhagicpost partum tersering adalah syok yaitu mulai syok ringan hingga berat. Bila terjadi komplikasi lanjutan yaitu anemia dan infeksi masa nifas maka bisa terjadi sepsis. Sebagai dampak lanjut pada perdarahan yang disertai oleh pembekuan intravaskuler merata dapat terjadi kegagalan fungsi organ-organ seperti ginjal mendadak (Chalik, 2. METODE Sesuai judul dan permaslahan yang dibahas dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian Sampel dalam penelitian ini adalah pada bulan Agustus 2021Ae September 2021 ibu post partum di Puskesmas Poncokusumo yang Mengalami hpp sebanyak 20 orang. Variabel dalam penelitian ini dibedakan menjadi variabel bebas . dalam penelitian ini adalah (X. : anemia pada post partum , paritas, dan atonia uteri,sedangkan variabel tergantung . dalam penelitian ini adalah (Y. : kejadian haemorragic post partum. Uji analisis yang dibuat pada penelitian ini adalah chi square. HASIL Anemia HPP Tidak HPP Tidak Anemia 20,0% Anemia Ringan 5,0% Anemia Sedang 0,0% Anemia Berat 0,0% Jumlah 25,0% Sumber : Data primer hasil penelitian, 2021 Journal for Quality in Women's Health HPP 15,0% 35,0% 25,0% 0,0% 75,0% Jumlah 35,0% 40,0% 25,0% 0,0% Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi TerjadinyaA. Berdasarkan tabel 4. 8 dapat diinterpretasikan bahwa 15 orang mengalami hpp . %), meliputi tidak anemia 15%, anemia ringan 35%, anemia sedang 25%. Paritas HPP Tidak HPP Primi 5,0% Multi 15,0% 5,0% Jumlah 25,0% 16 Sumber : Data primer hasil penelitian, 2021 HPP 15,0% 30,0% 30,0% 75,0% Jumlah 20,0% 45,0% 15,0% Berdasarkan tabel 4. 9 dapat diinterpretasikan bahwa yang mengalami HPP sebanyak 75% meliputi primi 15%, multy 30%, dan grande multy 30%. Atonia Uteri Tidak HPP Atonia uteri 0,0% Tidak atonia uteri 12 70,0% Jumlah 14 70,0% Sumber : Data primer hasil penelitian, 2021 HPP HPP 30,0% 0,0% 30,0% Jumlah 30,0% 70,0% Berdasarkan tabel 4. 10 dapat diinterpretasikan terjadi atonia uteri 6 orang ( 30%) mengalami hpp, tidak atonia uteri 14 orang ( 70%) tidak hpp. PEMBAHASAN Dari hasil pengumpulan data data yang diperoleh dan dianalisa didapatkan faktor pertama yaitu anemia yang dilakukan tabulasi silang dengan HPP diperoleh hasil 75 % mengalami hpp yang meliputi tidak anemia 15%, anemia ringan 35%, dan anemia sedang 25%, dengan hasil uji chi square diperoleh A value = 0,045 < = 0,05. Faktor ke dua adalah dilakukan tabulasi silang antara paritas dengan hpp dengan hasil 75% mengalami hpp meliputi primi 15%, multy 30%, grandemulty 30% dengan hasil uji chi square diperoleh A value = 0,683 < = 0,05. Faktor ke tiga dilakukan tabuasi silang antara atonia uteri dengan hpp diperoleh hasil 30% yang mengalami atonia uteri dengan hasil uji chi square A value = 0,091 < = 0,05. Anemia adalah penyakit kurang darah yang ditandai dengan kadar hemoglobin (H. dan sel darah merah . lebih rendah dibandingkan normal. Pada pria dikatakan anemi jika kadar hemoglobin kurang dari 14% g/dl dan eritrosit kurang dari 41% , sedangkan pada wanita jika kadar hemoglobin kurang dari 12% g/dl dan eritrosit kurang dari 37% (Soebroto, 2. Perdarahan, terutama perdarahan postpartum masih merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu dalam persalinan (Mochtar, 2012: . Dampak yang ditimbulkan oleh perdarahan post partum adalah syok hemoraghie, anemia dan Sindrom Sheehan. Akibat terjadinya perdarahan, ibu akan mengalami syok dan menurunnya kesadaran akibat banyaknya darah yang keluar. Hal ini menyebabkan gangguan sirkulasi darah ke seluruh tubuh dan dapat menyebabkan hipovolemia berat (Sumarah, 2009: . Perdarahan postpartum lebih sering dijumpai pada wanita anemis dan lebih sering berakibat fatal, sebab wanita yang anemis tidak dapat mentolerir kehilangan darah (Ai Yeyeh, 2010: . Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan tingkat anemia hampir setengahnya mengalami anemia ringan sebnyak 8 orang . %) anemia sedang yaitu 5 orang . %), dimana orang tersebut juga mengalami hemoragic post partum. Hal ini kemungkinan didukung oleh latar belakang responden sendiri, karena responden kurang informasi untuk mengetahui tentang faktor yang menyebabkan terjadinya HPP dan responden Journal for Quality in Women's Health Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi TerjadinyaA. juga tidak tahu bagaimana cara mencegah anemia pada saat hamil, sehingga banyak pasien yang tidak mengerti tentang hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga kehamilan sampai proses kelahiran dan untuk mencegah terjadinya HPP. Faktor resiko terjadinya perdarahan postpartum salah satunya adalah anemia. Anemia pada ibu bersalin dapat meningkatkan rendahnya kemampuan ibu untuk bertahan pada saat persalinan, ibu dengan kadar Hb rendah cenderung dapat mengurangi daya tahan tubuh dan meningkatkan frekuensi komplikasi persalinan yang menyebabkan peningkatan risiko perdarahan pasca persalinan. Anemia dalam kehamilan memberi pengaruh kurang baik bagi ibu, baik dalam kehamilan, persalinan, maupun nifas dan masa selanjutnya. Penyulit-penyulit yang dapat timbul akibat anemia adalah : keguguran . , kelahiran prematurs, persalinan yang lama akibat kelelahan otot rahim di dalam berkontraksi . nersia uter. , perdarahan pasca melahirkan karena tidak adanya kontraksi otot rahim . tonia uter. , syok, infeksi baik saat bersalin maupun pasca bersalin, serta anemia yang berat (<4 gr%) dapat menyebabkan dekompensasi kordis. Hipoksia akibat anemia dapat menyebabkan syok dan kematian ibu pada KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh riwayat anemia terhadap kejadian HPP, hal ini dibuktikan dengan melakukan uji che square didapatkan hasil nilai A value = 0,045 < = 0,05 yang berarti ada hubungan faktor anemia dengan kejadian hemorrhagic post partum. Adapun faktor yang paling berpengaruh dengan kejadian HPP adalah anemia. DAFTAR PUSTAKA Hidayat. Aziz A. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika Hutari Puji Astuti. Kehamilan i. Asuhan Kebidanan Dan Pemeriksaan Kehamilan. Jakarta :Salemba Medika. Manuaba, dkk. Ilmu Kebidanan. Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan Edisi 2. Jakarta: EGC. Mochtar, 2010. Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi dan Obstetri Patologi. Jakarta:EGC Notoatmodjo. Soekidjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Prawirohardjo. Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT. Bina Pustaka