Syntax Admiration: p-ISSN 2722-7782 | e-ISSN 27225356 Vol. No. Oktober 2024 Pengaruh Penggunaan Social Media Marketing dan Content Marketing terhadap Brand Awareness di Institusi Pendidikan Fakhrul Hilman Ramadhan Universitas Widyatama. Indonesia Email: fakhrulalexson@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi implementasi social media, content marketing, dan brand awareness di Akademi Tata Boga Bandung serta menganalisis pengaruh masingmasing dan kombinasi keduanya terhadap brand awareness. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian eksplanatori . xplanatory researc. Pada penelitian ini, objek penelitian terdiri dari 2 . jenis variabel yakni variabel bebas . dan variabel terikat . Penelitian ini menggunakan 2 . variabel bebas yaitu penggunaan social media marketing (X. dan penggunaan content marketing (X. Variabel terikat yang digunakan pada penelitian ini yaitu brand awareness (Y). Hasil, bahwa ATB Bandung telah belum melakukan social media marketing secara baik terutama dalam hal mengkomunikasikan produk yang ditawarkan, namun nilai produk yang ditawarkan sudah dapat disampaikan dengan baik kepada khalayak ramai. Walaupun content marketing yang dilakukan oleh ATB Bandung sudah bersifat interaktif, relevan, dan mudah untuk dimengerti Kata Kunci: Social Media Marketing. Content Marketing. Brand Awareness. Pendidikan Abstract The purpose of this study is to evaluate the implementation of social media, content marketing, and brand awareness at the Bandung Culinary Academy and analyze the influence of each and the combination of the two on brand awareness. This research was conducted using an explanatory research approach. In this study, the research object consists of 2 . types of variables, namely independent variables and dependent variables. This study uses 2 . independent variables, namely the use of social media marketing (X. and the use of content marketing (X. The bound variable used in this study is brand awareness (Y). As a result. ATB Bandung has not done social media marketing well, especially in terms of communicating the products offered, but the value of the products offered can be conveyed well to the public. Although the content marketing carried out by ATB Bandung is interactive, relevant, and easy to Keywords: Social Media Marketing. Content Marketing. Brand Awareness. Education Pendahuluan Pendidikan menjadi elemen kunci dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Pembangunan SDM bertujuan menciptakan individu yang dinamis, pekerja keras, produktif, serta menguasai keterampilan dan ilmu pengetahuan, termasuk teknologi Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Pengaruh Penggunaan Social Media Marketing dan Content Marketing terhadap Brand Awareness di Institusi Pendidikan (Arif, 2. (Parayogo, 2. Hal ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional 2020-2022, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas dan daya saing SDM melalui kolaborasi dengan industri dan talenta global. Upaya ini diharapkan dapat melahirkan generasi penerus yang sehat, cerdas, adaptif, inovatif, terampil, dan berkarakter (BPS. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, sistem pendidikan di Indonesia terbagi menjadi tiga jalur: pendidikan formal, nonformal, dan informal, yang saling Pendidikan formal merupakan pendidikan terstruktur dan berjenjang, meliputi pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Sementara itu, pendidikan nonformal berfungsi sebagai alternatif pendidikan di luar jalur formal, meski tetap dapat bersifat terstruktur dan berjenjang. Pendidikan informal, di sisi lain, terjadi secara alami dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Perguruan tinggi memainkan peran yang sangat penting pada masyarakat khususnya dalam mengahasilkan pengetahuan baru dan berkontribusi dalam pengembangan kompetensi (Kusumawati, 2. (Sutarya, 2. Walaupun begitu, pendidikan tinggi dipengaruhi oleh globalisasi yang berarti perguruan tinggi harus menghadapi banyak tantangan. Tantangan tersebut mencakup peningkatan jumlah mahasiswa, dosen, dan lembaga pendidikan yang berbentuk pendidikan jarak jauh, program waralaba pendidikan, usaha kolaboratif, dan kampus cabang internasional. Globalisasi telah mendorong intensifikasi persaingan di kalangan penyedia layanan pendidikan tinggi. Dalam menghadapi tantangan ini, setiap institusi pendidikan berupaya keras untuk menghadirkan program dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan calon mahasiswa. Setiap tahun, jumlah perguruan tinggi di Indonesia terus mengalami penurunan, sementara jumlah mahasiswa justru meningkat. Fenomena ini mencerminkan ketatnya persaingan di kalangan institusi pendidikan tinggi dalam menarik minat lulusan sekolah menengah atas. Situasi ini mendorong calon mahasiswa untuk lebih rasional dan cermat dalam memilih pendidikan tinggi, berdasarkan pemahaman mereka terhadap perubahan lingkungan dan kebutuhan yang ada di sekitar mereka. Peningkatan rasionalitas calon mahasiswa sebagai konsumen dalam layanan pendidikan tinggi sejalan dengan ketatnya persaingan antar lembaga pendidikan. Dengan adanya kedua faktor ini, manajemen pendidikan tinggi harus secara proaktif merespons tuntutan masyarakat dan perubahan yang terjadi di sekitar mereka. Memahami dan memenuhi keinginan calon mahasiswa menjadi kunci sukses dalam kompetisi antar lembaga pendidikan. Untuk itu, pendekatan yang fokus pada konsumen diperlukan agar lembaga pendidikan dapat dengan tepat mengenali harapan mereka. Selain itu, informasi yang diperoleh dari calon mahasiswa akan menjadi landasan bagi lembaga pendidikan dalam merumuskan strategi pemasaran yang efektif (Mutohharoh et al. , 2. (Chandra. Secara umum, persaingan dapat dipahami sebagai siklus dinamis yang dipengaruhi oleh empat komponen utama, yaitu perusahaan, pelanggan, pesaing, dan perubahan, yang dikenal sebagai 4C. Dalam konteks layanan pendidikan tinggi. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Fakhrul Hilman Ramadhan mahasiswa merupakan pelanggan utama yang langsung merasakan manfaat dari jasa yang Pesaing dalam arena ini adalah institusi pendidikan serupa yang beroperasi pada jenjang yang sama. Sementara itu, perubahan mencakup berbagai inisiatif internal dan tekanan eksternal yang bersifat akademik maupun non-akademik. Oleh karena itu sudah saatnya institusi pendidikan menggunakan alat-alat pemasaran yang optimal. Pemasaran yang dilakukan pun harus dilakukan seperti corporate brands karena pemasaran ini sangat menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu produk atau layanan di pasaran. Para pengelola universitas dan para akademisi harus memandang pemasaran bukan sebagai konsep asing yang dadopsi dari dunia bisnis. Konsep tersebut harus dijadikan suatu filosofi dan strategi yang layak untuk mengembangkan sektor pendidikan tinggi agar dapat memenuhi kebutuhan calon peserta didik lokal maupun internasional. Akademi Tata Boga Bandung (ATB) merupakan salah satu perguruan tinggi berbentuk akademi yang menyelenggarakan pendidikan rumpun ilmu terapan yaitu perhotelan, makanan dan minuman, serta hospitality management di Kota Bandung. Di Kota Bandung sendiri, terdapat beberapa akademi yang menyelenggarakan pendidikan dengan rumpun ilmu yang serupa seperti Akademi Pariwisata NHI. Academy of Pastry & Culinary Arts Indonesia (APCAI). Sevima, dan ATB. Dari sekian banyak penyelenggara pendidikan tersebut, brand awareness terhadap ATB belum sebaik para pesaingnya. Politeknik Pariwisata NHI Bandung menduduki peringkat tertinggi dalam pencarian dan disusul oleh Akademi Pariwisata NHI Bandung. Sedangkan ATB Bandung dan STIEPAR Yapari Bandung menduduki trend terendah. Ini menunjukkan bahwa saat ini, dari keempat penyelenggara pendidikan tersebut, brand awareness tertinggi ada pada brand Politeknik Pariwisata NHI Bandung dan Akademi Pariwisata NHI Bandung. Dengan begitu, penyelenggara pendidikan dalam kasus ini ATB Bandung membutuhkan suatu aktivitas pemasaran untuk menciptakan suatu peluang dalam membangun brand Mengelola konten kreatif dengan menggunakan social media dapat menjadi solusinya (Ekaputri et al. , 2. Dari sudut pandang pemasaran, jaringan social media merupakan bagian penting dari pencampuran media suatu organisasi yang merevolusi hubungan antara pelaku pemasaran dan konsumen (ElAydi, 2. (Asikin. Azzahra, et al. , 2. Social media dalam pemasaran telah menghasilkan peluang baru dalam penyebaran informasi kepada konsumen potensial. Hal tersebut menghasilkan dua peluang yang penting dalam suatu Peluang tersebut adalah akses perusahaan atau organisasi ke alat social media yang besar dan dapat digunakan untuk berbagai tujuan pemasaran seperti komunikasi pemasaran, riset pasar, manajemen produk, dan pemasaran Word-of-Mouth (WOM) (Asikin. Fadilah, et al. , 2. Peluang ke-dua yaitu mencapai hasil yang besar pada produktivitas, posisi kompetitif, dan nilai pelanggan dengan anggaran dan waktu yang lebih efisien. Penggunaan social media memainkan peran yang sangat penting dalam membangun suatu brand. Brand yang dibentuk melalui social media mencakup 4 . dimensi utama dalam brand equity yakni customer brand awareness, asosiasi konsumen. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Pengaruh Penggunaan Social Media Marketing dan Content Marketing terhadap Brand Awareness di Institusi Pendidikan customer brand loyalty, dan kualitas brand. Dari fenomena dan kasus yang telah dipaparkan di atas, brand awareness dapat ditingkatkan melalui pengunaan social media yang tepat, aktivitas marketing pada social media, serta value equity dan relationship Rumusan masalah pada penelitian ini yakni: . Bagaimana implementasi penggunaan social media marketing, content marketing, dan brand awareness di Akademi Tata Boga Bandung. Bagaimana pengaruh penggunaan social media terhadap brand awareness Akademi Tata Boga Bandung. Bagaimana pengaruh content marketing terhadap brand awareness Akademi Tata Boga Bandung. Bagaimana pengaruh penggunaan social media dan content marketing terhadap brand awareness Akademi Tata Boga Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi implementasi social media, content marketing, dan brand awareness di Akademi Tata Boga Bandung serta menganalisis pengaruh masing-masing dan kombinasi keduanya terhadap brand Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi Akademi Tata Boga Bandung dalam memberikan evaluasi dan masukan untuk strategi marketing mereka, bagi akademisi sebagai kontribusi ilmiah dan referensi penelitian selanjutnya, serta bagi peneliti sebagai tambahan pengetahuan dan panduan dalam memecahkan masalah terkait brand awareness dan aktivitas marketing di masa depan. Metode Penelitian Penelitian ini mengadopsi pendekatan eksplanatori, yang dipilih karena bertujuan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat memberikan penjelasan yang menyeluruh tentang hubungan dan pengaruh antara variabel independen . ocial media marketing dan content marketin. terhadap variabel dependen . rand awarenes. Selain itu, pendekatan kuantitatif digunakan, yang berlandaskan pada filsafat positivisme, untuk menyelidiki populasi dan sampel yang telah ditentukan. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh mahasiswa dan alumni ATB Bandung, dengan total 648 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 250 orang. Data primer diperoleh melalui kuesioner yang berisi 31 pertanyaan, yang akan disebarkan kepada 250 responden untuk mengumpulkan informasi terkait ketiga variabel yang diteliti. Hasil dan Pembahasan Uji Hipotesis Uji Regresi Linear Berganda (Uji . Model persamaan regresi linier berganda yang akan dibentuk pada penelitian ini adalah sebagai berikut: ycU = yu yu1 ycU1 yu2 ycU2 yce Keterangan: : Konstanta : Brand awareness Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Fakhrul Hilman Ramadhan 1-2 : Social media marketing : Content marketing : Koefisien regresi : Error Hasil perhitungan statistik yang dilakukan menghasilkan output dan persamaan hubungan regresi berganda sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Perhitungan Regresi Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. Dependent Variable: Y Sumber: data diolah Berdasarkan tabel 1. didapat persamaan sebagai berikut: ycU . aAycycaycuycc yaycycaycyceycuyceycy. = 2,589 0,431ycU1 0,127ycU2 yce Nilai konstanta pada persamaan regresi linier berganda menunjukkan angka 2,589. Ini dapat diartikan bahwa apabila social media marketing dan content marketing bernilai 0 . , maka brand awareness akan bernilai 2,589 satuan. Nilai B pada variabel social media marketing (X. adalah 0,431 yang menunjukkan besarnya kontribusi line extension dalam mempengaruhi variabel brand awareness (Y). Dikarenakan nilainya adalah positif, maka dapat disimpulkan bahwa line extension memiliki arah korelasi positif terhadap brand awareness (Y). Selain itu, nilai thitung pada variabel ini adalah 6,509 yang juga bernilai positif. Nilai tersebut lebih besar daripada ttabel yaitu untuk df sebesar 248 sample yaitu 1,651. Ini menunjukkan bahwa pengaruh yang dihasilkan dari variabel ini sebesar 6,509 satuan dan bersifat positif. Dapat terlihat juga bahwa variabel social media marketing (X. memiliki nilai probabilitas senilai 0,000 < 0,05 yang berarti pengaruh yang dihasilkan bersifat signifikan sekaligus menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan begitu dapat diartikan juga bahwa terdapat pengaruh positif antara social media marketing terhadap brand awareness Nilai B pada variabel content marketing (X. adalah 0,127 yang menunjukkan besaran kontribusi dari line extension dalam mempengaruhi variabel brand awareness (Y). Nilai tersebut juga bernilai positif yang berarti line extension pada variabel ini memiliki arah korelasi positif terhadap variabel brand awareness (Y). Selain itu, nilai thitung pada variabel ini adalah 11,079 yang juga bernilai positif. Ini menunjukkan bahwa pengaruh yang dihasilkan dari variabel ini sebesar 11,079 satuan dan juga bersifat positif. Nilai probabilitas pada variabel ini juga senilai 0,000 < 0,05 yang berarti pengaruh yang dihasilkan bersifat signifikan sekaligus menunjukkan bahwa H 0 ditolak dan H1 diterima. Dengan kata lain, dapat diartikan juga bahwa terdapat pengaruh positif antara content marketing terhadap brand awareness. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Pengaruh Penggunaan Social Media Marketing dan Content Marketing terhadap Brand Awareness di Institusi Pendidikan Uji Anova (Uji F) Berikut adalah hasil perhitungan uji anova . ji simulta. pada penelitian ini: Tabel 2. Hasil Perhitungan Uji Anova (Uji F) Model Sum of Squares Regression Residual Total Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. X1. X2 Mean Square Sig. Sumber: data diolah Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel untuk df2 . -k-. sebanyak 247 sampel . ,103 > 3,. Hasil penelitian menunjukkan probabilitas signifikansi sebesar 0,000, yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, yang berarti H0 ditolak dan H1 Kesimpulannya, dapat dinyatakan bahwa penggunaan social media marketing (X. dan content marketing (X. secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap brand awareness (Y). Analisis Koefisien Determinasi Berikut adalah hasil perhitungan analisis koefisien determinasi dari keseluruhan data pada penelitian ini: Tabel 3. Analisis Koefisien Determinasi Model Summary Adjusted R Model R Square Square Predictors: (Constan. X1. X2 Std. Error of the Estimate Sumber: data diolah Berdasarkan tabel 3. besarnya R Square pada model penelitian ini adalah sebesar 0,405 atau sebesar 40,50%. Ini menunjukkan bahwa pada model penelitian tersebut, pengaruh penggunaan social media marketing (X. dan penggunaan content marketing (X. adalah sebesar 40,50% sedangkan sisanya yaitu sebesar 59,50% dipengaruh oleh faktor lain di luar penelitian ini. Pembahasan Penggunaan Social Media Marketing Terhadap Brand Awareness Penggunaan social media marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness. Temuan ini sesuai dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh Fariandi dan Ariani . Irdasyah et al. , dan Putri . Hal tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor diantaranya yakni dalam beberapa tahun terakhir media sosial kerap digunakan untuk kegiatan interaksi sosial serta media untuk berbisnis terutama di saat seluruh dunia menghadapi pandemi COVID-19 (Dwivedi et al. (Rahardja, 2. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Fakhrul Hilman Ramadhan Peran social media marketing semakin dapat dirasakan oleh para pelaku bisnis dalam memaksimalkan kegiatan pemasarannya dan brand yang diapasrkan akan dapat dikenal secara luas (Mawarni & Muzammil, 2. Selain itu, penggunaan social media marketing memberikan pelaku bisnis kesempatan dalam memperoleh Authe viral effectAy yang dapat membuat brand yang mereka pasarkan menjadi perbincangan khalayak ramai dan semakin dikenal luas (Vrontis et al. , 2. Kita pun tidak boleh lupa bahwa saat ini Indonesia memasuki era bonus demografi. Mayoritas penduduk Indonesia merupakan usia produktif dan didominasi oleh generasi Z dan disusul dengan generasi milenial (Gbandi & Iyamu, 2. Kedua generasi tersebut merupakan generasi yang sangat cakap dalam penggunaan teknologi sehingga sangat masuk akal disaat peran social media marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness. Ini dapat terjadi karena atas dominasi kedua generasi tersebut, pelaku usaha dituntut untuk berinteraksi melalui teknologi . alam kasus ini sosial medi. apabila ingin melakukan penetrasi pasar mengingat kedua generasi tersebut sangat bergantung pada media social (Li et al. , 2. Penggunaan social media marketing yang dilakukan akan berangsur-angsur membuat interaksi antara pelaku usaha dan pengguna media sosial yang berujung pada peningkatan brand awareness dari suatu brand yang dipasarkan (Farman et al. , 2. Content Marketing Terhadap Brand Awareness Content marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness. Hal tersebut sesuai dengan studi yang dilakukan oleh (Paramita et al. , 2. (Pektas & Hassan, 2. Content marketing dapat meningkatkan brand awareness tentu saja tidak luput dari ketergantungan generasi milenial dan generasi Z pada media sosial (Malhotra et al. , 2. Dengan pembuatan konten yang relevan dan kreatif akan meningkatkan ketertarikan khalayak terhadap brand yang membuat konten tersebut dan berujung pada terbentuknya brand awareness. Di sisi lain, dengan adanya content marketing, khalayak ramai tidak sulit lagi mencari informasi mengenai produk. Selama konten yang disajikan dapat mengedukasi, brand awareness akan berangsur terbentuk. Oleh karena itu, content marketing yang dilakukan oleh suatu brand bukan hanya dapat memasarkan suatu produk melainkan juga akan dapat membangun brand awareness dan membuat suatu ekosistem bisnis yang baik. Kesimpulan Kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Secara umum. ATB Bandung telah belum melakukan social media marketing secara baik terutama dalam hal mengkomunikasikan produk yang ditawarkan, namun nilai produk yang ditawarkan sudah dapat disampaikan dengan baik kepada khalayak ramai. Walaupun content marketing yang dilakukan oleh ATB Bandung sudah bersifat interaktif, relevan, dan mudah untuk dimengerti, namun hal tersebut masih belum dapat memberikan informasi yang baik terhadap produk yang ditawarkan ke khalayak ramai. Penggunaan social media marketing dengan baik dapat meningkatkan brand awareness Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Pengaruh Penggunaan Social Media Marketing dan Content Marketing terhadap Brand Awareness di Institusi Pendidikan pada khalayak ramai. Penggunaan content marketing yang baik dapat meningkatkan brand awareness pada khalayak ramai. BIBLIOGRAFI Arif. Strategi Membangun SDM Yang Kompetitif. Berkarakter Dan Unggul Menghadapi Era Disrupsi. Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam, 4. , 1Ae11. Asikin. Azzahra. , & Afridi. Strategies for the Utilization of Information Technology in Micro. Small, and Medium Business Marketing. American Journal of Economic and Management Business (AJEMB), 3. , 1Ae13. Asikin. Fadilah. Saputro. Aditia. , & Ridzki. The Influence Of Digital Marketing On Competitive Advantage And Performance of Micro. Small And Medium Enterprises. International Journal of Social Service and Research, 4. , 963Ae970. Chandra. Strategi & Program Pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset. Dwivedi. Ismagilova. Hughes. Carlson. Filieri. Jacobson. Jain, . Karjaluoto. Kefi. , & Krishen. Setting the future of digital and social media marketing research: Perspectives and research propositions. International Journal of Information Management, 59, 102168. Ekaputri. Nurfadilah. Rafsanzani. , & Santy. The Effect of Creative Content to Increase Brand Awareness: Information Technology-Based Marketing Strategies. International Journal of Research and Applied Technology (INJURATECH), 1. , 410Ae423. ElAydi. The effect of social media marketing on brand awareness through Facebook: An individual-based perspective of mobile services sector in Egypt. Open Access Library Journal, 5. , 1Ae5. Fariandi. , & Ariani. The effect of social media marketing activities on brand awareness, brand image and brand loyalty for the Netflix brand. Journal of Management Science (JMAS), 6. , 359Ae365. Farman. Comello. , & Edwards. Are consumers put off by retargeted ads on social media? Evidence for perceptions of marketing surveillance and decreased ad effectiveness. Journal of Broadcasting & Electronic Media, 64. , 298Ae https://doi. org/10. 1080/08838151. Gbandi. , & Iyamu. The effect of social media marketing on the growth of business: evidence from selected Small and Medium Enterprises (SME. in Benin City. Nigeria. Journal of Enterprise and Development (JED), 4. , 77Ae98. https://doi. org/10. 20414/jed. Irdasyah. Risqiani. , & Margaretha. The Influence of Social Media Marketing Activities. Brand Awareness. Brand Image. Against Purchase Intention. Jurnal Economic Resource, 5. , 402Ae416. Kusumawati. Pengembangan Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi. Konferensi Nasional Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi (KNIT), 1. , 149Ae156. Li. Larimo. , & Leonidou. Social media marketing strategy: definition, conceptualization, taxonomy, validation, and future agenda. Journal of the Academy of Marketing Science, 49, 51Ae70. Malhotra. Dash. , & Kumar. The impact of marketing activities on service brand equity The mediating role of evoked experience. The Eletronic Library, 34. , 1Ae5. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Fakhrul Hilman Ramadhan Mawarni. , & Muzammil. The Influence of Corporate Social Responsibility. Social Media Marketing. Sales Promotion, and Perceived Value on Consumer Purchase Decision on the Tokopedia Marketplace. Dinasti International Journal of Management Science, 4. , 760Ae768. Mutohharoh. Jamaluddin. , & Bawaihi. STRATEGI PEMASARAN LEMBAGA PENDIDIKAN STUDI RUANG GURU. UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI. Paramita. Watratan. , & Rupianti. Pengaruh Content Marketing dan Celebrity Endorsement Terhadap Brand Awareness. Prosiding SENIATI, 7. , 208Ae219. Parayogo. Kualitas Pelayanan Dan Pengembangan Sdm Karyawan Front Office Terhadap Kepuasan Tamu Hotel Citra Alam Demak. Jurnal Visi Manajemen, 6. , 162Ae174. Pektas. , & Hassan. The effect of digital content marketing on touristsAo purchase intention. Journal of Tourismology, 6. , 79Ae98. Putri. , & Windasari. Proposed Social Media Marketing Content Strategy Through Instagram to Increase Sales Performance Of Fashion Business (Case Study: DMC. Journal of Economics and Business UBS, 12. , 651Ae673. Rahardja. Social Media Analysis as a Marketing Strategy in Online Marketing Business. Startupreneur Business Digital (SABDA Journa. , 1. , 176Ae182. Sutarya. Pendidikan Inklusi di Perguruan Tinggi: Studi Pada Pusat Kajian dan Layanan Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Politeknik Negeri Jakarta. Institut PTIQ Jakarta. Vrontis. Makrides. Christofi. , & Thrassou. Social media influencer marketing: A systematic review, integrative framework and future research agenda. International Journal Consumer Studies, 45. , 617Ae644. https://doi. org/10. 1111/ijcs. Copyright holder: Fakhrul Hilman Ramadhan . First publication right: Syntax Admiration This article is licensed under: Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024