EFEKTIVITAS PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI CABAI RAWIT DI KABUPATEN WAJO Effectiveness of The Role of Agricultural Extension Workers on Income Cayenne Pepper Farmers in Wajo Regency Andi Sitti Halimah1 . Ilyas Jawas2 PPs Agribisnis Universitas Muhammadiyah Parepare BPP Kabupaten Wajo Email Correspondence: ashalimagaansil1@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas peran penyuluh pertanian terhadap pendapatan petani cabai rawit di Kabupaten Wajo. Pengukuran tingkat efektivitas peran menggunakan data realisasi kegiatan penyuluh dan target penyuluh dalam penyuluhan dengan menggunakan criteria Subjek penelitian ini adalah 169 orang petani cabai rawit, sedangkan objeknya adalah 8 orang Penyuluh di lingkup Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan yang dilakukan penyuluh terhadap petani cabai rawit di lokasi penelian sangat efektif, dengan atribut penilaian petani terhadap materi penyuluhan pengunaan dan pemilihan benih, penyiangan gulma serta pengendalian hama penyakit tanaman cabai rawit dinilai efektif bagi usahatani mereka sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani. Kata Kunci : Cabai Rawit. Efektivitas. Peran Penyuluh Abstract This study aims to determine the effectiveness of the role of agricultural extension workers on the income of cayenne pepper farmers in Wajo Regency. Measurement of the level of effectiveness of the role using data on the realization of extension worker activities and extension worker targets in extension using assessment criteria. The subjects of this study were 169 cayenne pepper farmers, while the objects were 8 extension workers within the scope of the Wajo Regency Agriculture and Food Security Service. The results of the study showed that the mentoring activities carried out by extension workers for cayenne pepper farmers at the research location were very effective, with the attributes of farmers' assessment of the extension material on the use and selection of seeds, weeding and controlling pests and diseases of cayenne pepper plants being considered effective for their farming businesses so that they were able to increase farmers' income. Keywords : Cayenne Pepper. Effectiveness. Role of Extension Workers Efektivitas Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Pendapatan Petani Cabai Rawit Di Kabupaten Wajo Andi Sitti Halimah. Ilyas Jawas PENDAHULUAN Penyediaan surplus pangan semakin besar kepada penduduk yang kian meningkat mendorong keharusan diperluasnya sektor sekunder ke sektor tersier dalam pembangunan pertanian di Indonesia (Deadkk. , 2024. Ilyas, 2022. Nadziroh, 2. Kemampuan sumber daya alam dalam menghasilkan bahan makanan terus dimaksimalkan melalui pengunaan input dari luar secara intensif seperti penambahan pupuk dan pestisida kimia (Wati dkk. Dalam ruang lingkup pembangunan pertanian, peranan penyuluhan mempunyai posisi yang penting dalam mengarahkan keberlanjutan sumber daya alam terhadap berbagai penggunaan input. Sistem penyuluhan merupakan suatu keharusan untuk memenuhi kebutuhan pangan, papan dan sandang serta bahan baku industri, memperluas lapangan kerja dan usaha serta bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya petani(Nuzuliyah& Irawan,2. Penyuluhan pertanian merupakan bagian dari upaya untuk mencerdaskan dan memajukan kesejahteraan masyarakat tani dalam memenuhi hak azasi setiap warga Negara atas pangan (Asnamawati dkk. , 2. Penyuluhan pertanian membekali masyarakat dengan ilmu, pengetahuan, keterampilan, pengenalan paket teknologi dan inovasi baru di bidang pertanian dengan sapta usahatani, penanaman nilai-nilai atau prinsip agribisnis, mengkreasi sumber daya manusia dengan konsep dasar filosofi rajin, kooperatif, inovatif, kreatif. Yang lebih penting adalah mengubah sikap dan perilaku masyarakat pertanian agar mereka tahu dan mau menerapkan informasi anjuran yang dibawa dan disampaikan oleh penyuluh pertanian (Charina, 2015. Yulistianidkk. , 2. Keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian memerlukan kerjasama dan kesamaan persepsi, khususnya penyuluh dan petani. Hal ini dimaksudkan agar terbentuk keserasian dan persamaan tujuan sehingga mampu menyelesaikan seluruh permasalahan yang dihadapi petani selama ini (Putri dkk. , 2. Penyuluhan yang terarah dan berkelanjutan diharapkan dapat memperluas pengetahuan petani sebagai upaya meningkatkan pendapatan (Lestari &Khatima, 2. Kegiatan usahatani dilakukan untuk mendapatkan hasil lebih banyak dengan biaya yang lebih sedikit, merupakan peran penyuluh dalam membantu para petani untuk meningkatkan produksi yang sebaik-baiknya menuju usahatani yang efisien (Abdullah dkk. Hal tersebut diperlukan adanya bimbingan secara langsung Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Koordinasi dari semua tugas ini merupakan fungsi dari penyuluhan Untuk diketahui, penyuluhan pertanian merupakan bentuk pendidikan yang cara, bahan, dan sasarannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, waktu, maupun tempat Tujuan utamanya adalah untuk menambah kesanggupan petani dalam menjalankan usahatani (Faisal, 2020. Safitri dkk. , 2. Hal ini berarti, melalui penyuluhan diharapkan adanya perubahan perilaku dan sikap petani, sehingga mereka dapat memperbaiki cara bercocok tanam, agar lebih besar penghasilannya dan memperoleh kehidupan yang lebih KabupatenWajo merupakan wilayah dengan potensi pertanian yang cukup dikenal di Provinsi Sulawesi Selatan. Salah satu komoditi hortikultura yang banyak dihasilkan adalah tanaman cabai rawit, bahkan berada di urutan kedua terbesar capaian produksi Tahun 2022 yaitu sebesar 30. 972 kuintal dengan luas panen mencapai 799 ha (BPS Kabupaten Wajo. Meski demikian, capaian tersebut mengalami penurunan luas panen hingga 34% di Tahun 2023 dengan jumlah produksi 30. 815 kuintal. Untuk itu. Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo sangat menekankan peran penyuluh pertanian dengan tujuan agar hasil produksi petani bisa maksimal. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam hal Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Efektivitas Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Pendapatan Petani Cabai Rawit Di Kabupaten Wajo Andi Sitti Halimah. Ilyas Jawas ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang memegang peranan penting dalam mewujudkan kondisi ekonomi petani yang layak dan sejahtera (Fausi dkk. , 2. Peran penyuluh pertanian memiliki posisi yang strategis dimana dalam penyelenggaraannya terkoordinir dengan baik dan bisa berjalan efektif dan efisien (Sundari , 2015. Deadkk. , 2. Petani perlu mendapatkan informasi dan petunjuk terbaru agar member motivasi usaha dengan konsistensi dan komitmen yang tinggi dalam upaya peningkatan pendapatan mereka dalam usaha taninya. Ukuran efektivitas penyuluh bukanlah suatu hal yang sangat sederhana karena efektivitas dapat dikaji dengan berbagai sudut pandang dan tergantung pada siapa yang menilai serta menginterpretasikannya. Tingkat efektivitas dapat diukur dengan membandingkan antara rencana yang telah ditentukan dengan hasil yang telah diwujudkan. Namun, jika hasil pekerjaan dan tindakan yang dilakukan tidak tepat sehingga menyebabkan tujuan tidak tercapai, maka hal itu dikatakan tidak efektif. Hal tersebut mendasari penelitian ini dilakukan yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan pendapatan petani cabai di Kabupaten Wajo. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan pada September 2023. Lokasi ini dipilih dengan mempertimbangkan jumlah produksi cabai rawit yang dihasilkan petani setempat yaitu 15. 053 kuintal terbanyak dibanding 13 kecamatan lainnya di Kabupaten Wajo. Subjek penelitian ini adalah petani cabai rawit, sedangkan objeknya adalah Penyuluh di lingkup Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo. Sebanyak 25% dari 169 orang petani dengan 8 orang penyuluh pertanian menjadi responden dalam penelitian ini. Data diperoleh dari kuisioner yang diberikan kepada responden dan setiap jawaban diberi nilai sesuai dengan skor yang telah ditentukan, yaitu 1 sampai 5 (Skala Liker. Pengukuran tingkat efektivitas peran memerlukan data-data realisasi kegiatan penyuluh dan target penyuluh dalam kegiatan tersebut. Untuk mengetahui efektivitas dalam penelitian ini digunakan rumus : Efektivitas = Outcome x 100% Output Nilai dari rumus diatas akan berdasar pada Kriteria Penilaian Efektivitas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 690. 327 Tahun 1996 seperti pada Tabel 1 Tabel 1. Kriteria Penilaian Efektivitas Kegiatan Penyuluh PresentaseEfektivitas Diatas 100% 90% -100% 80% -90% 60% -80% Kurang dari 60% Kriteria Sangat Efektif Efektif CukupEfektif Kurang Efektif Tidak Efektif HASIL DAN PEMBAHASAN Peran penyuluh pertanian adalah membantu petani dalam meningkatkan produksi usaha tani dan membuat keputusan baik dengan cara berkomunikasi dan memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan petani. Peran utama penyuluh pertanian lapangan lebih dipandang sebagai proses membantu petani untuk mengambil keputusan sendiri dengan cara menambah pilihan bagi mereka, dan menolong petani menyelesaikan persoalan di Kegiatan penyuluhan pertanian dilaksanakan dalam beberapa jenis kegiatan, yaitu Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Efektivitas Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Pendapatan Petani Cabai Rawit Di Kabupaten Wajo Andi Sitti Halimah. Ilyas Jawas kegiatan pelatihan, percontohan, perdampingan dan evaluasi. Saleh . menyatakan bahwa untuk mengukur efektivitas suatu kegiatan yang dilakukan berdasarkan kesesuaian efek peran penyuluh dengan tujuan dari kegiatan program penyuluhan. Kinerja penyuluh dianggap baik jika bisa menfasilitasi kelompok tani dalam proses budidaya, pengelolaan pasca panen hingga sampai kepada penyerapan produk akhir oleh Keberadaan penyuluh sangat diharapkan untuk membantu kelompok tani dalam proses ini, sehingga nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan dari kelompok tani yang dibinanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh terhadap aktivitas kelompok tani umumnya berjalan efektif. Hal ini menggambarkan pula jika kinerja penyuluh berjalan dengan baik dan kehadiran mereka dianggap dapat membantu petani di lokasi penelitian. Penilaian responden terhadap hal ini dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Efektivitas Penyuluh Pertanian Kegiatan Penyuluh Pelatihan Pencontohan Pendampingan Evaluasi Nilai Kriteria CukupEfektif CukupEfektif Sangat Efektif CukupEfektif Sumber : Data Setelah Diolah, 2023. Data Tabel 2 diatas menunjukkan penilaian responden petani cabai rawit terhadap kegiatan yang dilakukan oleh penyuluh dalam menjalankan usaha tani mereka. Responden mengakui jika kehadiran penyuluh cukup membantu dalam menyelesaikan permasalahan di Pendampingan, dianggap menjadi kegiatan penyuluh yang sangat efektif dirasakan oleh Saran dan arahan dari penyuluh dianggap mampu menjadi solusi atas masalah dalam usahatani mereka. Hal tersebut juga memotivasi responden untuk aktif dalam kegiatan penyuluhan. Komunikasi yang baik antara penyuluh dan petani di wilayah ini mampu menciptakan hubungan harmonis sebagai mitra kerja di lapangan. Hal ini menggambarkan bahwa . Penyuluh sebagai pembimbing petani. Penyuluh sebagai organisator. Penyuluh sebagai teknisi. Penyuluh sebagai fasilitator (Rahmawati dkk. , 2019. Kabeakan, 2020. Sofia dkk. , 2. Pencontohan, merupakan kegiatan penyuluh yang cukup efektif bagi responden. Tidak sedikit responden yang segera melakukan saran dan arahan penyuluh dalam mengatasi permasalahan usahataninya setelah mereka mengikuti kegiatan penyuluhan. Kendala responden terkait kegiatan penyuluh ini adalah sebagian diantara mereka cenderung pasif, artinya mereka masih kadang menunda atau bahkan segan untuk melakukan apa yang disampaikan penyuluh sebelum melihat bukti atau mendengar testimony dari sesame petani di wilayah yang sama. Hal ini diakui responden untuk menghindari kerugian lebih besar dari usahataninya. Penyuluh membantu memecahkan masalah yang dihadapi petani dalam dan memberikan alternative serta memberikan rujukan apabila petani Latif peran penyuluh memberikan fasilitasi serta melayani kebutuhan petani dalam melaksanakan usahatani. Pelatihan, kegiatan ini bertujuan pada peningkatan pengetahuan dan kemampuan petani dalam mengelola usahataninya. Responden menilai peran penyuluh cukup efektif jika dihubungkan dengan tujuan kegiatan penyuluhan yang diterima saat aktif dalam kelompok tani. Keaktifan di kelompok tani bagi sebagian responden cukup dirasakan Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Efektivitas Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Pendapatan Petani Cabai Rawit Di Kabupaten Wajo Andi Sitti Halimah. Ilyas Jawas manfaatnya namun jika kegiatan penyuluhan berupap elatihan, responden mengakui merasa malas karena dianggap cukup menyita waktu mereka dalam usahataninya. Prestiana dkk. dan Arsyad dkk. menjelaskan jika penyuluh pertanian merupakan agen bagi perubahan perilaku petani, yaitu mendorong petani mengubah perilakunya menjadi petani dengan kemampuan yang lebih baik dan mampu mengambil keputusan sendiri, yang selanjutnya akan memperoleh kehidupan yang lebih baik. Melalui peran penyuluh, petani diharapkan menyadari akan kebutuhannya, melakukan peningkatan kemampuan diri, dan dapat berperan di masyarakat dengan lebih baik. Evaluasi, kegiatan ini dilakukan penyuluh untuk mengetahui keseriusan petani sebagai mitra kerja penyuluh seperti mengetahui perkembangan usahatani setelah kelompok tani binaannya mendapatkan bantuan. Bantuan pemerintah bisa berupa benih setiap musimnya, bantuan pupuk, alat-alat seperti traktor untuk membajak, mesinpompa air, dan bantuan-bantuan lainnya. Kegiatan ini dianggap cukup efektif di lokasi penelitian. Artinya responden merasakan bantuan yang dialokasikan melalui kegiatan penyuluhan untuk keperluan usaha kelompok tani meski ada juga petani yang belum merasakan dampak langsung bantuan tersebut. Penyuluh mengevaluasi setiap saran dan arahannya pada petani termasuk menyampaikan informasi terbaru mengenai teknologi usahatani cabai rawit, memotivasi petani untuk mengelola usahataninya hingga peningkatan produksi dengan memanfaatkan bantuan pemerintah melalui instansi terkait. Menurut Hernaliusdkk. bahwa peran penyuluh adalah mencari masukan terkait dengan ilmu dan teknologi, penyuluh menyampaikan, mendorong, mengarahkan dan membimbing petani mengubah kegiatan usahataninya dengan memanfaatkan ilmu dan Penyuluhan pertanian merupakan suatu program atau upaya untuk meningkatkan kemampuan atau menggali potensi masyarakat yang dimiliki sehingga dapat saling berinovatif menjalankan suatu kegiatan usahataninya dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga. Untuk mengukur sejauh mana penyuluhan yang dilakukan kepada kelompok tani, maka acuan dasar yang dijadikan pedoman adalah peningkatan produksi dengan melihat tingkat penerapan 9 paket teknologi berupa penggunaan benih unggul, pengolahan tanah yang baik dan benar, teknik budidaya, pemupukan berimbang, pemulsaan, penyiangan gulma, pengendalian hama/penyakit, panen dan pasca panen. Tabel 3. Peran PenyuluhanPertanian No. Atribut Penggunaandan PemilihanBenih Pengolahan Tanah yang Baik dan benar Teknik Budidaya PemupukanBerimbang Pemulsaan PenyianganGulma Pengendalian Hama/Penyakit Panen Pasca Panen Nilai Kriteria Efektif CukupEfektif CukupEfektif CukupEfektif CukupEfektif Efektif Efektif CukupEfektif CukupEfektif Sumber : Data setelah diolah, 2023. Data pada table 3 menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian dalam hal mengajarkan dan berbagi pengetahuan dengan petani di lokasi penelitian dianggap cukup Nabila dkk. menjelaskan jika peran penyuluh dibatasi pada kewajibannya untuk menyampaikan inovasi dan mempengaruhi sasaran penyuluhan melalui metode dan teknik-teknik tertentu sampai sasaran penyuluhan itu dengan kesadaran dan kemampuannya Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Efektivitas Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Pendapatan Petani Cabai Rawit Di Kabupaten Wajo Andi Sitti Halimah. Ilyas Jawas sendiri mengadopsi inovasi yang disampaikan. Tetapi dalam pengembangannya, peran penyuluh tidak hanya terbatas pada fungsi menyampaikan inovasi dan mempengaruhi proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sasaran penyuluhannya. Penyuluh harus mampu menjadi jembatan penghubung antara pemerintah atau lembaga penyuluhan yang diwakilinya dengan masyarakat sasaran, maupun untuk menyampaikan umpan balik atau tanggapan masyarakat kepada pemerintah/lembaga penyuluhan yang bersangkutan. Sebab, hanya dengan menempatkan diri pada kedudukan atau posisi seperti itulah seorang penyuluh akan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. Atribut penyuluhan yang digunakan sebagai materi penyuluhan seperti pada Tabel 3, mendapat penilaian positif dari responden berdasarkan pengalaman mereka dalam mengelola usaha tani dengan pendampingan penyuluh. Salah satu contohnya adalah mengenalkan benih unggul cabai rawit kepada petani termasuk hal yang penting karena tidak semua petani mengetahui ciri-ciri benih unggul, hal ini disebabkan keterbatasan pengetahuan dan wawasan yang dimiliki petani. Jika petani sudah mengetahui bahwa benih yang mereka pakai merupakan kategori unggul maka akan sangat memungkinkan adanya peningkatan produksi dan berimplikasi terhadap pendapatan petani. Responden dalam penelitian ini menganggap penggunaan bibit unggul yang sesuai arahan penyuluh dalam kegiatan penyuluhan dinilai efektif terhadap pengetahuan mereka untuk mengenali benih yang mereka gunakan. Responden mengakui jika setelah penyuluh mendampingi dan member pemahaman dalam teknik budidaya cabai rawit berdasarkan atribut pada Tabel 3, petani di daerah ini bisa meningkatkan produksinya hingga 4-5 ton per hektar. Petani setempat juga masih memilih benih cabai rawit lokal karena tingkat adaptasi benih tersebut lebih tinggi. Benih lokal yang dimaksudkan merupakan benih turunan yang dihasilkan dari sebagian hasil panen mereka atau membenihkan sendiri. Astuti dkk. dan Sarki dkk. menjelaskan jika petani lebih memilih benih lokal atau sudah turunan dari benih label kemasan, hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lahan, aturan tanam dan harga yang dinilai cukup mahal sehingga tidak membeli benih yang berlabel/bersertifikat. Wawancara dengan penyuluh di lokasi penelitian juga mengalami kondisi tersebut, dimana kegiatan pendampingan yang mereka lakukan tidak memaksa petani untuk menggunakan benih apapun namun hanya mengarahkan dan membantu menyelesaikan kendala usahataninya agar petani mampu meningkatkan produksi. Penyiangan gulma dan pengendalian hama/penyakit menjadi materi yang juga dinilai efektif dilakukan oleh penyuluh dalam mengelola usahatani mereka. Pasalnya, permasalahan gulma, hama, dan penyakit merupakan kendala yang ditemui oleh semua petani untuk semua usaha budidaya tidak terkecuali usaha tani jagung hibrida di lokasi penelitian ini. Bagi responden, solusi yang disampaikan oleh penyuluh selama ini pada umumnya mampu meminimalkan kerugian mereka di lapangan sehingga pendapatan petani bisa lebih baik. Besarnya pendapatan petani dari usahatani cabai rawit tidak hanya tergantung pada besarnya luas lahan yang ditanami namun dengan adanya program penyuluhan ini para petani diberikan pengetahuan yang mendalam tentang cara pemeliharaan tanaman yang sangat penting bagi kualitas dan kuantitas produksi. SIMPULAN Peran penyuluh pertanian di lokasi penelitian cukup efektif dalam menjalankan kegiatan pelatihan, pencontohan, dan evaluasi, sedangkan kegiatan pendampingan oleh penyuluh di Kabupaten Wajo dinilai efektif dalam mengarahkan petani cabai rawit mengelola usahataninya. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan dengan 9 atribut penilaian Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Efektivitas Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Pendapatan Petani Cabai Rawit Di Kabupaten Wajo Andi Sitti Halimah. Ilyas Jawas dari responden terbilang cukup efektif dilakukan untuk meningkatkan pendapatan petani cabai rawit di Kabupaten Wajo. DAFTAR PUSTAKA