PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN 8 . : HLM. PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN e-ISSN: 2621-8119 DOI: https://doi. org/10. 46774/pptk. Kontribusi Aktivitas E-Commerce terhadap Timbulan Sampah: Studi Empiris di Kota Semarang The Contribution of E-Commerce Activities to Waste Generation: An Empirical Study in Semarang City Royani Wulandari1. Maryono2. Jamillatul Umroh3 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Kota Semarang/Jawa Tengah. Indonesia Universitas Diponegoro Kota Semarang. Kota Semarang/Jawa Tengah. Indonesia Korespondensi Penulis: Phone : 6282226176446, email: royani. wulandari@gmail. Diterima : 25 September 2025 Direvisi : 19 Desember 2025 Diterbitkan : 30 Desember 2025 This is an open access article under the CC BY-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses /by-sa/4. PPTK is indexed Journal and accredited as Sinta 4 Journal . ttps://sinta. id/journal s/profile/7. ABSTRACT This study analyzes the impact of e-commerce consumption on waste generation in Semarang City, specifically in Patemon Sub-district. The increasing dominance of e-commerce in the Industry 4. 0 era has transformed consumer behavior and influenced household waste This research used a quantitative approach through a survey of 100 ecommerce user respondents, and analyzes the relationship between variables using linear regression and the Sobel mediation test. This research evaluates waste generation as the dependent variable (Y), ecommerce consumption as the independent variable (X. , consumer behavior (I. and environmental awareness (I. as intervening The analysis results indicate that e-commerce consumption has a positive effect on waste generation, with consumer behavior mediating this Conversely, environmental awareness does not exhibit a significant mediating effect. This study recommends promoting responsible consumption education, enhancing community-based waste management facilities, campaigning against waste burning, providing recycling incentives, and implementing regulations for eco-friendly packaging on ecommerce platforms to mitigate the negative environmental impacts of digital consumption. Keywords: consumer behavior, e-commerce, environmental awareness. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis dampak konsumsi e-commerce terhadap timbulan sampah di Kota Semarang, khususnya di Kelurahan Patemon. Ecommerce yang semakin dominan pada era industri 4. 0 telah mengubah konsumsi masyarakat dan mempengaruhi timbulan sampah rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kepada 100 responden pengguna e-commerce, dan menganalisis hubungan antar variabel menggunakan regresi linear dan uji mediasi Sobel. Penelitian ini mengevaluasi timbulan sampah sebagai variabel terikat (Y), konsumsi ecommerce sebagai variabel bebas (X. , perilaku konsumen (I. dan kesadaran lingkungan (I. sebagai variabel intervening. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi e-commerce berpengaruh positif terhadap timbulan sampah, sementara perilaku konsumen terbukti memediasi hubungan tersebut. Sebaliknya, kesadaran lingkungan tidak memiliki efek mediasi yang signifikan. Penelitian ini merekomendasikan edukasi konsumsi bertanggung jawab, penguatan fasilitas pengelolaan sampah PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 berbasis komunitas, kampanye anti-pembakaran sampah, insentif daur ulang, serta regulasi kemasan ramah lingkungan pada platform e-commerce untuk mengurangi dampak negatif konsumsi digital terhadap lingkungan. Kata kunci: e-commerce, kesadaran lingkungan, perilaku konsumen. PENDAHULUAN urbanisasi, menarik penduduk dari wilayah sekitarnya untuk mencari peluang kerja dan kehidupan yang lebih baik. Akibatnya. Semarang berkembang menjadi wilayah perkotaan modern dengan infrastruktur dan pemukiman yang terus meningkat. Selain itu, kemajuan teknologi informasi, khususnya ecommerce, turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat, menjadikan platform daring sebagai pilihan utama untuk pembelian barang dan jasa berkat kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan. Kota Semarang masih memiliki beberapa kawasan wilayah yang merupakan perpaduan karakter antara pedesaan dengan aktivitas perkotaan. Di wilayah ini, kegiatan beriringan dengan perdagangan dan jasa Tak hanya sebagai tempat tinggal, wilayah-wilayah tersebut juga memiliki peran dalam penyediaan bahan pangan lokal dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Kemajuan teknologi, khususnya internet dan infrastruktur telekomunikasi, membuka akses masyarakat di wilayah tersebut terhadap e-commerce, yang kemudian memengaruhi pola konsumsi dan membawa dampak lingkungan, terutama di wilayah pinggiran yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses dibandingkan pusat kota. E-commerce menawarkan kemudahan berbelanja bagi masyarakat, memungkinkan mereka membeli berbagai produk secara online tanpa perlu bepergian ke pusat kota. Kemudahan ini meningkatkan frekuensi pembelian dan konsumsi, yang berpotensi menambah timbulan sampah. Kim. Kang, and Chun . , mencatat bahwa e-commerce di Korea menghasilkan 4,8 kali lebih banyak sampah kemasan dibandingkan pembelian langsung di toko. You et al. memperkirakan kemasan menyumbang sekitar 46% sampah plastik global. Lebreton and Andrady . , mengungkapkan bahwa Asia. Di era Industri 4. 0 saat ini, e-commerce telah menjadi bagian dari kehidupan seharihari manusia di berbagai belahan dunia dan mengubah pola konsumsi masyarakat secara Sasabone et al. , . menyatakan bahwa perubahan ini selaras dengan tren global digitalisasi dan perubahan perilaku Pertumbuhan teknologi dan akses internet yang luas memungkinkan konsumen bertransaksi secara online dengan cepat dan memanfaatkan teknologi telekomunikasi, seperti internet (Kabugumila. Lushakuzi, and Mtui 2. Fenomena tersebut mengubah perilaku dan ekspektasi konsumen, serta memungkinkan otomatisasi dan keputusan dalam transaksi daring (Kolomiyets et al. E-commerce di Indonesia mulai berkembang sejak tahun 2000-an, tetapi minat masyarakat meningkat signifikan pada 2014, ditandai dengan kemunculan banyak start-up seperti Shopee. Tokopedia, dan Bukalapak (Maulana et al. Didukung oleh penetrasi internet yang meningkat dan ekonomi yang Indonesia mengadopsi belanja online. Survei BPS . menunjukkan bahwa 73,47% pembeli ecommerce adalah konsumen akhir dan 77,23% pengguna baik penjual maupun pembeli berada di Pulau Jawa. Kota Semarang sebagai salah satu pusat ekonomi dan budaya di Pulau Jawa, memiliki peran strategis sebagai kota pelabuhan utama di pesisir utara. Dengan sejarah panjang sebagai pusat perdagangan dan transportasi. Semarang telah mengalami pertumbuhan ekonomi pesat dalam beberapa dekade terakhir, didukung oleh sektor perdagangan, manufaktur, dan jasa. Pertumbuhan ini menjadikan Semarang sebagai magnet Kontribusi Aktivitas E-Commerce terhadap Timbulan Sampah: Studi Empiris di Kota Semarang khususnya Tiongkok dan India, merupakan pasar terbesar konsumsi kemasan dan penyumbang utama sampah plastik global, diikuti Amerika Utara dan Eropa Barat. Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia . menemukan 96% paket belanja online dibungkus plastik, styrofoam, atau bubble wrap, yang memperburuk sampah E-commerce cenderung menggunakan kemasan berlebihan untuk melindungi produk selama pengiriman, menghasilkan limbah signifikan dengan sistem pengelolaan sampah yang belum memadai. Kesenjangan antara kepraktisan ecommerce dan kesadaran terhadap dampak lingkungannya sering terjadi. Cheba et al. , menemukan bahwa perkembangan ecommerce di perkotaan memengaruhi lingkungan, termasuk melalui sampah yang Konsumen e-commerce cenderung kurang peduli terhadap dampak limbah belanja online, terutama karena akses terbatas pada layanan pengelolaan sampah yang memadai. Akibatnya, e-commerce berpotensi mencemari lingkungan. Pedagang e-commerce menggunakan berbagai bahan kemasan untuk melindungi produk selama pengiriman, termasuk kardus, busa, dan plastik bubble (Pinos. Hahladakis, and Chen 2. Aktivitas ini menghasilkan limbah kemasan tambahan yang lebih banyak dibandingkan pembelian langsung di toko (Zijm et al. Penggunaan kemasan sekali pakai yang berlebihan dan pengiriman dengan kendaraan bermotor meningkatkan limbah padat dan emisi karbon. Limbah ini sering kali sulit terurai, seperti polivinil klorida (PVC), polietilen (PE), polipropilen (PP), dan polistirena (PS), yang mencemari lingkungan dalam jangka panjang (Villarrubia-Gymeza. Cornell, and Joan 2. Pinos. Hahladakis, and Chen 2. Escursell. Llorach-Massana, and Roncero . , mencatat bahwa kemasan e-commerce berkontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca, memunculkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan jangka panjang dari e-commerce. Kesadaran lingkungan mempengaruhi preferensi konsumen dalam memilih kemasan ramah lingkungan di e-commerce. Konsumen dengan kesadaran akan lingkungan yang baik cenderung mendukung desain kemasan yang dapat didaur ulang dan merek yang ecofriendly (Nadi and Wasesa 2. Namun, kurangnya transparansi terkait praktik produksi, kemasan, dan pengiriman sering menjadi hambatan bagi konsumen untuk membuat keputusan berkelanjutan. Menurut Sahabuddin et al. , transparansi informasi merupakan elemen penting dalam membangun kepercayaan, karena konsumen merasa lebih aman saat informasi produk disampaikan secara jelas dan akurat. Oleh lingkungan dan memberikan akses informasi tentang praktik berkelanjutan menjadi langkah penting dalam mitigasi dampak konsumsi ecommerce. Kelurahan Patemon di Kota Semarang dipilih sebagai lokasi studi kasus karena mencerminkan karakteristik wilayah/kawasan yang mengalami dampak pertumbuhan industri e-commerce. Sebagai kawasan yang berada di perbatasan antara area perkotaan dan pedesaan. Patemon memiliki dinamika sosial dan ekonomi yang beragam. Akses masyarakat terhadap teknologi dan platform e-commerce tergolong mudah, namun kelurahan ini menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pengelolaan sampah. Meski kepadatan penduduknya tergolong sedang yaitu sejumlah 103 jiwa pada tahun 2023 . ispendukcapil, 2. , namun tingkat konsumsi e-commerce yang relatif tinggi berkontribusi terhadap peningkatan volume sampah, terutama dari kemasan produk e-commerce. Variasi tingkat pendidikan dan kesadaran lingkungan masyarakat menambah tantangan dalam pengelolaan sampah, sementara kebiasaan daur ulang di kawasan ini masih perlu Kondisi pengelolaan sampah di Kelurahan Patemon memperparah permasalahan timbulan sampah, terutama dengan meningkatnya konsumsi ecommerce. Namun, kawasan ini memberikan peluang unik untuk memanfaatkan sumber daya lokal dan memperkuat praktik Studi ini bertujuan memberikan wawasan tentang bagaimana berbagai faktor saling berinteraksi dalam konteks konsumsi ecommerce dan pengelolaan sampah di suatu wilayah, serta memberikan rekomendasi PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 strategi yang dapat diadaptasi untuk mengurangi dampak negatif terhadap Melalui penelitian di Kelurahan Patemon, diharapkan dapat dihasilkan wawasan yang relevan bagi pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, perusahaan e-commerce, dan masyarakat Wawasan ini diharapkan mampu pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan dan ekonomi lokal dalam menghadapi tantangan konsumsi e-commerce. Kelurahan Patemon Kota Semarang yaitu 917 jiwa. Pengambilan sampel dilakukan secara acak . andom samplin. dengan kriteria: berusia Ou18 tahun, berdomisili di Kelurahan patemon dan pernah melakukan transaksi e-commerce dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Jumlah sampel dalam menggunakan rumus Slovin dan ditetapkan sebanyak 100 peserta. Teknik Analisis Data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan dua pendekatan, . menggambarkan karakteristik masing-masing variabel, serta . analisis regresi linier dan uji sobel untuk menguji hubungan hubungan langsung dan peran mediasi perilaku konsumen serta kesadaran lingkungan dalam hubungan antara konsumsi e-commerce dan timbulan sampah. Analisis data deskriptif merupakan tahap awal dalam pengolahan data karakteristik atau fenomena tertentu. Analisis ini berfungsi untuk menyajikan dan merangkum data secara statistik (Purwanza et Sedangkan analisis regresi linier merupakan alat ukur dalam statistik yang digunakan untuk mengevaluasi hubungan antar variabel (Nurhaswinda et al. Analisis regresi tidak hanya memberikan informasi tentang hubungan antara variabel, tetapi juga memberikan estimasi yang lebih Dengan menggunakan analisis regresi, peneliti dapat menentukan slope atau kemiringan dari garis regresi yang menunjukkan tingkat perubahan variabel dependen terhadap perubahan variabel independen (Almumtazah et al. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan komprehensif hubungan antara konsumsi ecommerce dan timbulan sampah yang perilaku konsumen dan kesadaran lingkungan pada konsumen di Kelurahan Patemon. Teknik Pengumpulan Data. Sumber data yang digunakan dalam penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi langsung terhadap pengelolaan sampah Kelurahan Patemon serta penyebaran kuesioner kepada mayarakat di kelurahan Patemon yang menggunakan layanan e-commerce. Menurut Pujihastuti . , pengumpulan data dengan metode survei untuk memperoleh opini responden yang dapat didistribusikan secara langsung oleh peneliti, dikirim melalui pos, maupun dikirim melalui komputer seperti surat elektronik . Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen perencanaan wilayah Kota Semarang serta beberapa literatur terkait. Data disajikan dalam bentuk tabulasi deskriptif atas variabel-variabel Pengambilan Sampel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk Kontribusi Aktivitas E-Commerce terhadap Timbulan Sampah: Studi Empiris di Kota Semarang Gambar 1. Kerangka Model Penelitian Sumber: dikembangkan dalam penelitian . HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Tabel 1. Descriptive Statistics Item Konsumsi E-commerce Minimum Maximum Mean Std. Deviation Timbulan Sampah Perilaku Konsumen Kesadaran Lingkungan Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Analisis deskriptif yang dilakukan memberikan pemahaman mendalam tentang variabel-variabel penelitian ini. Berdasarkan data dari 100 responden, berikut penjelasan deskriptif untuk masing-masing variabel. Konsumsi e-commerce memiliki rata-rata 15,78 dan deviasi standar 4,29 menunjukkan variasi dalam intensitas belanja online responden yang dipengaruhi oleh faktor aksesibilitas internet, preferensi individu, dan pengalaman berbelanja. Rentang nilai antara 6 dan 25 menunjukkan perbedaan signifikan dalam tingkat konsumsi. Timbulan sampah mencatat rata-rata 15,82 dan deviasi standar 3,69. Meskipun responden aktif berbelanja online, jumlah sampah yang dihasilkan menunjukkan konsistensi, dengan nilai minimum 6 dan Hal ini menunjukkan kesadaran dalam pengelolaan sampah, meskipun tantangan tetap ada terkait dengan peningkatan sampah akibat konsumsi yang meningkat. Perilaku konsumen memiliki rata-rata 14,38 dan deviasi standar 3,88 mencerminkan variasi yang cukup besar dipengaruhi oleh pendapatan, pendidikan, dan akses informasi. Masyarakat yang lebih sadar lingkungan cenderung memiliki perilaku konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Kesadaran lingkungan mencatat rata-rata 14,19 dan deviasi standar 3,80 menunjukkan tingkat kesadaran yang baik, namun masih ada ruang untuk meningkatkan partisipasi dalam program lingkungan seperti daur ulang. Kesadaran ini penting untuk memengaruhi kebiasaan konsumsi dan pengelolaan sampah. PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 Analisis Regresi Linier Variabel (Konsumsi ecommerc. terhadap variabel terikat (Timbulan Sampa. Tabel 2 di bawah ini menunjukkan kekuatan hubungan antara Konsumsi ecommerce dan timbulan sampah. Nilai R 414 menunjukkan adanya hubungan moderat antara kedua variabel, sementara R Square sebesar 0. mengindikasikan bahwa sekitar 17. 1% dari variasi timbulan sampah dapat dijelaskan oleh konsumsi e-commerce. Nilai Adjusted R Square sebesar 0. 163 menunjukkan bahwa prediksi model ini tetap stabil meskipun disesuaikan dengan jumlah variabel dalam model. Tabel 2. Ringkasan Model Regresi (Adj R) Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Konsumsi E-commerce Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Tabel 3. Uji Signifikansi Model Regresi (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares Regression Residual Total Mean Square Sig. Dependent Variable: Timbulan Sampah Predictors: (Constan. Konsumsi E-commerce Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Tabel 4. Hasil Uji Regresi Model Dasar Coefficientsa UnStandardized Coefficients Model (Constan. Konsumsi E-commerce Std. Error Standardized Coefficients Sig. Beta Dependent Variable: Timbulan Sampah Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Analisis varians (ANOVA) pada tabel 3 di atas menunjukkan bahwa nilai F hitung untuk model regresi ini adalah 259, dengan p-value sebesar 0. 000, yang lebih kecil dari 0. Ini mengindikasikan bahwa model regresi secara keseluruhan signifikan dalam memprediksi variabel dependen Timbulan Sampah berdasarkan Konsumsi Ecommerce. Tabel 4 menunjukkan nilai-nilai koefisien yang digunakan untuk menyusun persamaan regresi model dasar. Nilai konstanta atau intercept sebesar 10. mengindikasikan nilai dasar timbulan sampah ketika konsumsi e-commerce bernilai nol. Sementara itu, koefisien untuk Konsumsi E-commerce adalah 0. 356, yang berarti bahwa setiap peningkatan satu unit dalam konsumsi e-commerce akan Kontribusi Aktivitas E-Commerce terhadap Timbulan Sampah: Studi Empiris di Kota Semarang meningkatkan timbulan sampah sebesar 356 unit. Selanjutnya, hasil uji t menunjukkan bahwa nilai t hitung untuk variabel Konsumsi E-commerce adalah sebesar 501 dengan p-value yang lebih kecil dari Ini Konsumsi E-commerce terhadap Timbulan Sampah kepercayaan 95%. Pengujian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat sejauh mana perubahan dalam konsumsi e-commerce dapat memengaruhi perilaku konsumen, yang pada akhirnya dapat berdampak pada jumlah timbulan sampah yang dihasilkan. Dalam pengujian ini. Konsumsi Ecommerce diprediksi memiliki pengaruh langsung terhadap Perilaku Konsumen, dan kemudian Perilaku Konsumen tersebut memiliki dampak pada Timbulan Sampah sebagaimana dijelaskan apda tabel 5, 6, dan 7 berikut: Variabel Intervening 1 (Perilaku Konsume. Hubungan Konsumsi E-commerce. Perilaku Konsumen, dan Timbulan Sampah Tabel 5. Ringkasan Model Regresi (Adj R) Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Perilaku Konsumen. Konsumsi E-commerce Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Tabel 5 di atas menunjukkan bahwa model yang digunakan dalam penelitian ini cukup baik dengan nilai R = 0. 505 dan nilai koefisien determinasi (R Squar. untuk model ini adalah sebesar 0,255 yang menunjukkan bahwa 25,5% variasi dalam timbulan Sampah dapat dijelaskan oleh Konsumsi E-commerce dan Perilaku Konsumen secara bersama-sama. Adapun sisanya, yaitu 74,5%, dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian ini. Tabel 6. Uji Signifikansi Model Regresi (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Dependent Variable: Timbulan Sampah Predictors: (Constan. Perilaku Konsumen. Konsumsi E-commerce Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Analisis varians (ANOVA) pada tabel 6 menunjukkan bahwa nilai F hitung 640 dengan p <0. 001, yang menunjukkan bahwa model regresi secara keseluruhan signifikan. Selanjutnya, untuk F hitung, kita bandingkan dengan F tabel untuk df1=2 dan df2=97 pada tingkat 05, di mana F tabel adalah Karena F hitung . jauh lebih besar dari F tabel . , kita juga menolak hipotesis nol untuk ANOVA, mengkonfirmasi bahwa setidaknya satu dari PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 variabel independen berkontribusi secara signifikan terhadap variasi dalam Timbulan Sampah. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa Perilaku Konsumen adalah faktor yang signifikan dalam Timbulan Sampah, sedangkan Konsumsi E-Commerce tidak berpengaruh signifikan. Tabel 7. Hasil Uji Regresi Coefficientsa UnStandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error (Constan. Konsumsi E-commerce Perilaku Konsumen Sig. Beta Dependent Variable: Timbulan Sampah Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Pada analisis koefisien dalam tabel 7 di atas. Konsumsi E-commerce memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,129 dengan nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,208 . ebih besar dari 0,. Sementara Perilaku Konsumen menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,373 dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 . ebih kecil dari 0,. Hal tersebut menunjukkan bahwa Perilaku Konsumen Timbulan Sampah secara signifikan, sedangkan Konsumsi E-commerce tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap Timbulan Sampah. Variabel Intervening 2 (Kesadaran Lingkunga. - Hubungan antara Konsumsi E-commerce. Kesadaran Lingkungan, dan Timbulan Sampah Kesadaran Lingkungan berperan sebagai variabel intervening yang dapat memediasi hubungan antara Konsumsi Ecommerce dan Timbulan Sampah. Dengan memasukkan kedua variabel ini dalam analisis, diharapkan dapat terlihat apakah Kesadaran Lingkungan yang terbentuk akibat konsumsi e-commerce, berperan dalam menekan jumlah timbulan sampah. Tabel 8. Ringkasan Model Regresi (Adj R) Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Kesadaran Lingkungan. Konsumsi E-commerce Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Pada tabel 8 di atas, terlihat nilai R 458 yang menunjukkan adanya independen (Konsumsi E-commerce dan Kesadaran Lingkunga. dengan variabel dependen (Timbulan Sampa. Nilai R Square sebesar 0. 210 mengindikasikan 0% variasi dalam Timbulan Sampah dapat dijelaskan oleh Konsumsi Ecommerce dan Kesadaran Lingkungan. Artinya, kombinasi antara konsumsi melalui e-commerce dan kesadaran lingkungan memiliki peran yang cukup berarti dalam memengaruhi jumlah timbulan sampah, walaupun masih terdapat faktor-faktor lain di luar model ini yang juga berkontribusi. Selain itu. Adjusted R Square bernilai 194, yang menunjukkan bahwa model ini tetap cukup stabil meskipun terdapat Kontribusi Aktivitas E-Commerce terhadap Timbulan Sampah: Studi Empiris di Kota Semarang variabel-variabel lain yang mungkin belum dimasukkan ke dalam analisis. Hasil ini memberikan pemahaman bahwa Konsumsi E-commerce dan Kesadaran Lingkungan secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap timbulan sampah, walaupun efeknya tidak terlalu besar. Tabel 9. Uji Signifikansi Model Regresi (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Timbulan Sampah Predictors: (Constan. Kesadaran Lingkungan. Konsumsi E-commerce Sig. Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Pada tabel 9 di atas, diketahui nilai F 888 dengan p sebesar 0. menunjukkan bahwa model regresi secara keseluruhan signifikan pada tingkat kepercayaan 99%. Ini berarti bahwa gabungan variabel Konsumsi E-commerce dan Kesadaran Lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Timbulan Sampah. Hasil ini memperkuat kesimpulan bahwa konsumsi melalui ecommerce, beserta tingkat kesadaran lingkungan masyarakat, berperan dalam memengaruhi jumlah timbulan sampah yang dihasilkan. Tabel 10. Hasil Uji Regresi Coefficientsa UnStandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Konsumsi E-commerce Kesadaran Lingkungan Dependent Variable: Timbulan Sampah Sig. Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Tabel 10 tentang hasil uji regresi, menunjukkan nilai konstanta . 328, yang berarti bahwa ketika Konsumsi E-commerce dan Kesadaran Lingkungan bernilai nol, maka jumlah Timbulan Sampah diperkirakan sebesar Koefisien regresi untuk Konsumsi Ecommerce adalah 0. 291, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu unit dalam Konsumsi E-commerce akan meningkatkan timbulan sampah sebesar 0. 291 unit, dengan nilai p sebesar 0. 001, yang menunjukkan signifikansi pada tingkat Artinya. Konsumsi E-commerce memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap Timbulan Sampah, yang berarti bahwa peningkatan konsumsi e-commerce meningkatkan jumlah timbulan sampah. Koefisien regresi untuk Kesadaran Lingkungan adalah 0. 204, yang berarti setiap peningkatan satu unit dalam Kesadaran Lingkungan akan meningkatkan Timbulan Sampah sebesar 0. 204 unit. Dengan nilai p sebesar 0. 032, efek ini juga signifikan pada tingkat kepercayaan 95%. Hal ini sedikit mengejutkan, karena kesadaran lingkungan tidak secara langsung mengurangi timbulan sampah, tetapi justru memiliki korelasi positif dengan timbulan sampah dalam konteks model ini. Interpretasi ini dapat mengindikasikan bahwa meskipun kesadaran lingkungan meningkat, tindakan konkret dalam PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 mengurangi timbulan sampah mungkin dilakukan sepenuhnya Sampah. Untuk menguji efek mediasi tersebut, digunakan metode uji Sobel yang memberikan informasi mengenai kekuatan dan signifikansi peran mediasi. Uji Sobel berfungsi untuk memastikan apakah kedua variabel intervening secara signifikan memediasi pengaruh Konsumsi E-commerce terhadap Timbulan Sampah. Hasil Uji Sobel Untuk Kedua Variabel Intervening Setelah menganalisis hasil regresi pada hubungan antara variabel bebas . onsumsi ecommerc. dan variabel intervening (Perilaku Konsumen Lingkunga. (Timbulan Sampa. , langkah selanjutnya adalah menguji apakah kedua variabel intervening tersebut memediasi hubungan antara Konsumsi E-commerce dan Timbulan Variabel Intervening 1 (Perilaku Konsume. Langkah pertama dalam analisis sobel ini adalah memasukkan data dari hasil analisis coefficients regresi yang telah dilakukan sebelumnya pada Tabel berikut: Tabel 11. Ringkasan Coefficients Regresi Variabel Unstandarized Std. Error 0,609 . 0,068 . 0,373 . 0,113 . Konsumsi E-commerce terhadap Perilaku Konsumen Perilaku Konsumen terhadap Timbulan Sampah Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Dari tabel 11 diatas, dilakukan kalkulasi menggunakan alat bantu kalkulator online dari situs https://quantpsy. org/sobel/sobel. htm dan didapat hasil seperti pada tabel Tabel 12. Hasil Hitung Sobel Kualitas Produk 0,609 0,373 0,068 0,113 Test Statistics P Value Kesimpulan 3,097 0,00195 Memediasi secara Sumber: hasil olah statistik menggunakan alat hitung online: https://quantpsy. org/sobel/sobel. Pada gambar hasil uji Sobel di atas, input yang digunakan mencakup koefisien regresi dan standar eror dari hubungan antara Konsumsi E-commerce dan Perilaku Konsumen . = 0,609, s_a = 0,. serta hubungan antara Perilaku Konsumen dan Timbulan Sampah . = 0,373, s_b = 0,. Berdasarkan hasil uji Sobel, diperoleh nilai tes statistik sebesar 3,097 dengan nilai p-value sebesar 0,00195. Nilai ini lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Perilaku Konsumen mampu memediasi secara signifikan hubungan antara Konsumsi E-commerce dan Timbulan Sampah. Dengan demikian, hasil analisis ini Konsumsi E-commerce tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap Timbulan Sampah, pengaruh tersebut dapat diteruskan melalui Perilaku Konsumen sebagai variabel mediasi. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi melalui e-commerce akan mempengaruhi perilaku konsumen dalam membuang sampah, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan timbulan Kontribusi Aktivitas E-Commerce terhadap Timbulan Sampah: Studi Empiris di Kota Semarang sampah di lingkungan. Dengan kata lain, e-commerce meningkatkan timbulan sampah melalui perubahan perilaku konsumen terkait pengelolaan sampah atau konsumsi barang, dibandingkan dengan dampaknya secara Berdasarkan disimpulkan bahwa Perilaku konsumen (I. memediasi hubungan antara konsumsi ecommerce (X. dan timbulan sampah (Y) di Kelurahan Patemon. Kota Semarang dapat di terima. Variabel Intervening 2 (Kesadaran Lingkunga. Uji Sobel juga dilakukan untuk menentukan apakah Kesadaran Lingkungan memiliki peran sebagai variabel mediasi antara Konsumsi E-commerce dan Timbulan Sampah. Dengan uji ini, kita dapat memahami apakah pengaruh Konsumsi E-commerce terhadap Timbulan Sampah Kesadaran Lingkungan sebagai perantara. Tabel 13. Ringkasan Coefficients Regresi Variabel Unstandarized Std. Error Konsumsi E-commerce terhadap 0,318 . Kesadaran Lingkungan Kesadaran lingkungan terhadap 0,204 . Timbulan Sampah Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Dari tabel 13 diatas, dilakukan kalkulasi menggunakan alat bantu kalkulator online dari Kualitas Produk 0,318 0,204 0,084 0,094 0,084 . 0,094 . situs https://quantpsy. org/sobel/sobel. htm dan didapat hasil seperti pada tabel berikut: Test Statistics P Value Kesimpulan 1,882 0,060 Tidak mampu memediasi hubungan Sumber: hasil olah statistik menggunakan alat hitung online: https://quantpsy. org/sobel/sobel. Pada gambar hasil uji Sobel di atas, input yang digunakan mencakup koefisien regresi dan standar error dari hubungan antara Konsumsi E-commerce dan Kesadaran Lingkungan . = 0. 318, s_a = . serta hubungan antara Kesadaran Lingkungan dan Timbulan Sampah . = 204, s_b = 0. Berdasarkan hasil uji sobel, diperoleh nilai statistik sebesar 1,882 dengan nilai p sebesar 0,60 yang menunjukkan bahwa nilai p > 0. 05, sehingga efek mediasi dari Kesadaran Lingkungan antara Konsumsi Ecommerce dan Timbulan Sampah tidak signifikan pada tingkat kepercayaan 95%. Ini berarti Kesadaran Lingkungan tidak mampu memediasi secara signifikan pengaruh Konsumsi E-commerce terhadap Timbulan Sampah. Dengan kata lain. Konsumsi E-commerce Kesadaran Lingkungan, peningkatan kesadaran ini tidak secara signifikan menurunkan jumlah timbulan sampah yang dihasilkan. Berdasarkan disimpulkan bahwa hipotesis Kesadaran lingkungan (I. memediasi hubungan antara konsumsi e-commerce (X. dan timbulan sampah (Y) di Kelurahan Patemon. Kota Semarang ditolak atau tidak dapat di terima. PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi e-commerce secara signifikan memengaruhi timbulan sampah di Kelurahan Patemon. Akses yang meningkat terhadap platform e-commerce tidak hanya mendorong belanja online yang lebih mudah, tetapi juga meningkatkan konsumsi barang dengan kemasan sekali pakai seperti plastik dan kardus yang menambah beban lingkungan. Tanpa pengelolaan yang tepat, pertumbuhan e-commerce memperburuk masalah sampah. Perilaku Konsumen berfungsi sebagai variabel intervening, dimana konsumen mempertimbangkan kebutuhan sehingga meningkatkan jumlah sampah dari kemasan produk yang tidak esensial. Pentingnya Edukasi tentang dampak konsumsi impulsif diperlukan untuk mendorong perilaku belanja yang lebih berkelanjutan. Kesadaran meskipun positif, belum diterapkan secara efektif dalam praktik pengurangan sampah. Hal ini diakibatkan oleh kurangnya fasilitas daur ulang dan kemasan ramah lingkungan dalam e-commerce. Oleh karena itu, diperlukan edukasi intensif dan infrastruktur pendukung untuk mewujudkan tindakan yang efektif dalam pengurangan timbulan sampah. Penguatan sistem berbasis komunitas menjadi solusi yang relevan mengingat keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah di Patemon. Peningkatan peran bank sampah, pembangunan pusat daur ulang, dan penyediaan sarana pengangkutan sampah yang memadai dapat dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat dengan harapan mampu menciptakan pengelolaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Penguatan Kebiasaan Daur Ulang Melalui Insentif dan Kampanye Sosial. Partisipasi masyarakat dalam daur ulang dapat ditingkatkan melalui pemberian insentif seperti program poin atau hadiah bagi warga yang rutin menyetorkan sampah ke bank sampah. Kampanye sosial yang melibatkan tokoh lokal juga efektif untuk menginternalisasi kebiasaan daur ulang, mengurangi praktik membakar sampah, serta mendukung pengelolaan limbah yang lebih baik. Pengaturan dan Kebijakan Kemasan Ramah Lingkungan pada Platform E-commerce. Regulasi nasional yang mewajibkan penggunaan kemasan ramah lingkungan pada platform e-commerce menjadi kebutuhan mendesak. Pemerintah Pusat dapat mengatur kebijakan agar perusahaan e-commerce dapat mengurangi kemasan sekali pakai, sementara pemerintah lokal berperan dalam edukasi masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan, khususnya di wilayah seperti Kelurahan Patemon. Optimalisasi Bank Sampah sebagai Pusat Edukasi dan Pengelolaan Sampah Terpadu. Bank sampah dapat berfungsi sebagai pusat edukasi dan data pengelolaan sampah, tidak hanya sebagai tempat penampungan. Dengan operasional yang terjadwal, bank sampah dapat memberikan pelatihan pengolahan limbah mandiri, meningkatkan keterampilan warga, dan mendukung formulasi kebijakan berbasis data. Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Mengelola dan Mengawasi Sampah. Peningkatan akses teknologi di Patemon menciptakan aplikasi pengelolaan sampah. REKOMENDASI Berikut beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang stakeholder-stakeholder sebagai langkah strategis dalam upaya Pengelolaan Sampah di Kelurahan Patemon: Memberi Edukasi kepada Konsumen tentang Konsumsi yang Bertanggung Jawab. Pemberian edukasi ke konsumen agar memiliki pola konsumsi bertanggung jawab lingkungan dari kemasan belanja daring dan pentingnya memilih produk dengan kemasan ramah lingkungan penting untuk dilakukan agar masyarakat lebih selektif dalam berbelanja. Peningkatan Fasilitas Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas. Kontribusi Aktivitas E-Commerce terhadap Timbulan Sampah: Studi Empiris di Kota Semarang Aplikasi ini dapat mempermudah warga melaporkan volume sampah, menemukan lokasi bank sampah, atau jadwal pengangkutan, sekaligus mempromosikan daur ulang. Sistem ini dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan sampah di wilayah. Penerapan Kampanye Anti Pembakaran Sampah di Wilayah untuk Kesehatan dan Lingkungan. Pembakaran sampah masih menjadi praktik yang lazim di berbagai wilayah termasuk di Kelurahan Patemon. Kampanye antipembakaran sampah perlu diterapkan secara masif melalui kolaborasi dengan perangkat kelurahan, komunitas lokal, dan lembaga kesehatan. Kampanye ini dapat mencakup penyuluhan dampak negatif pembakaran sampah terhadap kesehatan, pembuatan regulasi lokal yang melarang praktik ini, dan pengadaan alternatif pengelolaan limbah seperti komposting dan daur ulang. Langkah ini diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup. https://doi. org/10. 1016/j. Dispendukcapil Kota Semarang. Statistik Agregat penduduk [Onlin. Dari: https://dispendukcapil. d/stat istik-agregat penduduk/ ?semester= S2&tahun=2023&submitstatistik=true[Diakses: 14 Juli 2. Escursell. Sylvia. Pere Llorach-Massana, and Blanca Roncero. AuSustainability in E-Commerce Packaging: A Review. Ay Journal Cleaner Production 280:124314. https://doi. org/10. 1016/j. Kabugumila. Maureen Semu. Simon Lushakuzi, and Jacqueline E. Mtui. AuE-Commerce: Overview Adoption Its Effective Implementation. Ay International Journal of Business and Social Science 7 . 243Ae52. https://w. edu/download/78 459042/27. UCAPAN TERIMAKASIH Terima Pemerintah Kota Semarang dan Universitas Diponegoro kesempatan dan dukungan sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada masyarakat Kelurahan Patemon serta pihakpihak lain yang terlibat dalam penelitian ini. Kim. Yeonsoo. Jisoo Kang, and Hyunbae Chun. AuIs Online Shopping Packaging Waste a Threat to the Environment?Ay Economics Letters 214:110398. https://doi. org/10. 1016/j. Kolomiyets. Ganna. Volodymyr Rodchenko. Olga Melentsova. Vladyslav Korol, and Maryna Moskalenko. AuThe Impact of Digitalization on the Formation of New Business Models Electronic Commerce: Analysis and Trends. Ay Salud. Ciencia y Tecnologia - Serie de Conferencias https://doi. org/10. 56294/sctconf2024. DAFTAR PUSTAKA