Journal of Management Science (JMAS) Volume 2 No 3. July 2019, pp 61-67 http://exsys. org/index. php/JMAS e-ISSN: 2684-9747 Peranan Koperasi Gapoktan Terhadap Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Desa Huta Nauli. Agustina Mariana Sianipar Manajemen. STIE LMII Medan. Jalan Kolam No. 39 Medan Estate. E-mail: agustinamariana59513@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received: 2019-05-21 Revised: 2019-06-22 Accepted: 2019-06-29 Keywords: Peranan Koperasi. Meningkatkan Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat ABSTRACT Masyarakat yang kurang mampu acap kali sulit untuk mulai mengembangkan usaha yang akan digeluti yang bertujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian mereka, dikarenakan terbatasnya modal usaha yang dimiliki. Bank di Indonesia seringkali memilih lebih untuk meminjamkan modalnya kepada masyarakat menengah ke atas ketimbang menengah ke bawah. Karena itulah tidak sedikit masyarakat kurang mampu terjerat dalam hutang Koperasi dianggap sesuai dengan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat kurang mampu, dikarenakan memiliki cara ganda yaitu memiliki unsur ekonomi dan unsur sosial, sehingga tidak hanya membantu meningkatkan perekonomian tetapi juga memperhatikan unsur perkembangan sosial mereka. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana peran, hasil bagi nasabah serta hambatan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya dibidang pertanian melalui pinjaman Modal usaha. Melalui wawancara dan observasi dapat diketahui bahwa tahapan yang dilakukan cukup sesuai dengan tujuan pemberdayaan ekonomi Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan observasi, wawancara dan studi okumentasi. Dalam mewawancarai narasumber, penulis menggunakan teknik purposive sampling di desa Huta Nauli. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pemberdayaan yang dilakukan oleh Koperasi Gapktan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya dibidang pertanian, mereka mendapat bantuan modal untuk mengembangkan usaha, bahkan hasil dari keuntungan yang didapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mengembangkan pertanian mereka. Dengan hasil ini diharapkan kondisi perekonomian masyarakat menjadi lebih baik. Copyright A 2019 Journal of Managemen t Science (JMAS). All rights reserved. Pendahuluan Indonesia sebagai negara berkembang dimana sebagian besar penduduk hidup didaerah pedesaan sehingga apabila pembangunan nasional bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat, maka kawasan pedesaan mendapat prioritas sebagai bidang garapan pembangunan. Kawasan pedesaan pada saat ini dapat diidentikkan dengan kata AykemiskinanAy. Pada kenyataanya, banyak masyarakat yang tinggal dipedesaan sangat akrab dengan kemiskinan. Pada umumnya mereka hidup dalam keterbatasan, kemiskinan serta ketidakberdayaan dalam menghadapi berbagai perkembangan dan perubahan yang Ketidakberdayaan masyarakat pedesaan termasuk masyarakat miskin, disamping disebabkan oleh masalah ekonomi, juga kurangnya akses masyarakat untuk memperoleh peningkatan kemampuan dan keterampilan masyarakat, termasuk imformasi. Oleh karena itu perlu adanya pemberdayaan dalam sektor Bagian dari sektor pembangunan yang mutlak harus diadakan atau ditingkatkan adalah pembangunan disektor perekonomian yang akan berpengaruh besar terhadap kemajuan negara dan masyarakat Indonesia karena diarahkan pada terwujudnya perekonomian nasional yang mandiri dan handal berdasarkan demokrasi ekonomi. Journal of Management Science (JMAS) is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License (CC BY-NC 4. Journal of Management Science (JMAS) Volume 2 No 3. July 2019, pp 61-67 http://exsys. org/index. php/JMAS e-ISSN: 2684-9747 Salah satu pembangunan perekonomian yaitu pembangunan koperasi. Koperasi mengandung makna Pada dasarnya segala bentuk kerjasama itu bertujuan untuk mempertahankan diri dari tindakan pihak luar, dengan menarik manfaat yang sebesar-besarnya suatu suasana hidup berkumpul. Bentuk kerjasama yang mengandung aspek ekonomi serta merupakan kerjasama untuk menolong terutama diri sendiri dengan cara bersama-sama yang dilandasi oleh rasa kekeluargaan. Koperasi . bersumber dari kata co-peration yang artinya kerjasama. Ada juga yang mengartikan koperasi dalam makna lain. Seperti yang dikutip oleh Arifin, . dalam bukunya AyKoperasi Teori dan PraktikAy memberikan pengertian koperasi yaitu menolong satu sama lain atau saling bergandengan tangan. Koperasi sebagai badan usaha yang beranggotan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Sehingga mewajibkan para anggotanya untuk saling bekerja sama dan saling tolong-menolong. Dalam rangka pelaksanaan demokrasi ekonomi, koperasi harus makin dikembangkan dan ditingkatkan kem ampuannya serta dibina dan dikelola secara efisien, karena koperasi merupakan wadah perekonomian yang sesuai dan sangatlah penting dalam menumbuhkan dan mengembangkan potensi ekonomi rakyat serta dalam mewujudkan kehidupan ekonomi yang bercirikan demokratis, kebersamaan dan kekeluargaan guna memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Koperasi simpan pinjam (KSP) GAPOKTAN adalah koperasi yang berada di desa Huta Nauli yang bergerak dalam kegiatan simpan pinjam kepada masyarakat. Koperasi ini berawal dari sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang masuk ke Desa Huta Nauli dengan program dan tujuannya adalah mengembangkan masyarakat yang meliputi bidang pembangunan fisik dan non fisik. Dengan adanya LSM ini dirasa sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat Huta Nauli. Untuk program pembangunan fisik diantaranya meliputi pembanguna sarana jalan. MCK, rumah sehat dan lainnya. Sedangkan pembangunan non fisik diantaranya adalah pendidikan atau pelatihan yang meliputi pelatihan pertanian, peternakan, koperasi dan lain-lain. Sebelum adanya koperasi, sebagian mata pencaharian masyarakat Huta adalah sebagai buruh tani yang mencapai hingga 64% dari jumlah masyarakatnya. Sedangkan yang bekerja sebagai petani sebanyak 13%, buruh swasta 4%, pedagang 9%, peternak 5%, pengrajin 4% serta pegawai negeri sipil sebanyak Melihat hal tersebut, perlu adanya upaya yang dilakukan oleh pihak koperasi untuk memberdayakan ekonomi serta melawan praktik rentenir yang dapat merugikan masyarakat. Karena peranan dan sumbangan koperasi bagi perekonomian semakin lama semakin penting yaitu membawa perubahan dalam struktur ekonomi. Secara makro dapat terlihat, koperasi semakin memasyarakat dan melembaga dalam perekonomian, meningkatnya meningkatnya manfaat koperasi bagi masyarakat dan lingkungan, pemahaman yang lebih mendalam terhadap azas dan sendi koperasi serta tata kerja koperasi, meningkatnya produksi, pendapatan dan kesejahteraan akibat adanya koperasi, meningkatnya pemerataan dan keadilan melalui koperasi, serta meningkatnya kesempatan kerja yang ada karena koperasi. Demikianlah peranan, sumbangan serta dampak pembangunan koperasi dalam perekonomian nasional yang tergantung pada pertumbuhan koperasi, perkembangan koperasi dan peran koperasi yang melibatkan memberdayakan segenap lapisan masyarakat, sehingga dapat mengatasi kemiskinan serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Methods Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yaitu memberikan gambaran tentang fenomema tertentu atau aspek kehidupan tertentu dari lingkumgan yang diteliti, yang mana penelitian kualitatif pada hakekatnya ialah mengamati orang dalam lingkungan hidupnya, berinteraksi dengan mereka, berusaha memahami bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya (Sugiyono, 2. Metode penelian deskriptif kualitatif tidak hanya terbatas pada pengumpulan data, tetapi meliputi analisis dan interprestasi tentang arti data itu. Penelitian deskriptif kualitatif membandingkan persamaan dan perbedaan fenomena tertentu. Setelah metode ditetapkan, berikutnya ditentukan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan metode yang dipakai penulis dalam penelitian Penelitian jenis ini bertujuan untuk menggambarkan situasi-situasi sosial secara jelas. Penelitian ini ingin menjelaskan mengenai dinamika peran pemerintah desa terhadap upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Gapoktan Desa Huta Nauli Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai. Journal of Management Science (JMAS) is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License (CC BY-NC 4. Journal of Management Science (JMAS) Volume 2 No 3. July 2019, pp 61-67 http://exsys. org/index. php/JMAS e-ISSN: 2684-9747 Hasil dan Pembahasan Analisa Data 1 Peran koperasi Gapoktan Terhadap Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui peminjaman Modal Pertanian Koperasi Gapoktan memiliki tujuan untuk menjadi koperasi yang profesional dalam melayani kegiatan pertanian . dan masyarakat serta mengembangkan kualitas ekonomi dan kesejahteraan Salah satu upaya pengembangan kualitas ekonomi nasabah dan masyarakat dengan cara peminjaman modal pertanian kepada nasabah yang dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: Tahap Persiapan pada tahapan persiapan disini, koperasi Gapoktan lebih menekankan pada adanya proses edukasi yang dilakukan oleh ketua koperasi Gapoktan kepada tim marketing. Karena marketinglah yang akan menjelaskan dan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan nasabah di lapangan. Proses edukasi disini lebih ditujukan untuk memberikan mutu pelayanan yang baik kepada nasabah agar kegiatan pemberian pinjaman modal pertanian dan pengambilan angsuran berjalan dengan Hal ini selaras dengan teori yang sudah dijelaskan di bab 2 tahapan persiapan disini merupakan prasyarat suksesnya program koperasi di tingkat lokal. Tahapan Pengkajian Koperasi Gapoktan melakukan proses pengkajian dalam upaya untuk meminimalisir kesalahan pemberian pinjaman modal pertanian kepada nasabah apakah nasabah tersebut membutuhkan bantuan modal atau tidak. Untuk itu pengkajian dilakukan oleh tim marketing yang ditugaskan untuk mensurvey ke rumah calon nasabah yang akan diberikan pinjaman modal pertanian dan melihat jenis pertanian yang Pada tahap ini marketing dituntut untuk memiliki kemampuan melihat kesungguhan nasabah yang akan melakukan peminjaman modal pertanian, karena itulah tim marketing juga harus pandai menggali informasi mengenai nasabah tesebut yang dapat dilihat dari hasil perbincangan dengan rekan dekatnya maupun tetangga yang ada disekelilingnya tempat nasabah itu tinggal. Seperti pada teori tahapan peranan Koperasi Gapoktan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat mengenai pengkajian, pada proses ini dapat dilakukan secara individual melalui tokoh-tokoh masyarakat, tetapi dapat juga dilakukan melalui kelompok-kelompok dalam masyarakat. Pada tahap ini petugas sebagai agen perubah berusaha mengidentifikasi kebutuhan yang dirasakan dan juga sumber yang dimiliki clien. Tahap Pembiayaan Tahap pembiayaan adalah tahapan inti dari upaya peningkatan pertanian pada nasabah, karena pada tahap ini koperasi membantu mengurangi kesulitan nasabah untuk memiliki atau menambah modal pertanian mereka. Untuk itu pada tahapan ini, koperasi kembali menanyakan kesungguhan nasabah dan dipergunakan untuk apa modal yang telah diberikan oleh koperasi. Seperti dalam teori yang telah dituliskan pada bab 2, pemformulasian rencana aksi, diharapkan petugas dan masyarakat sudah dapat membayangkan dan menuliskan tujuan jangka pendek apa yang akan mereka capai dan bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut. Karena hal tersebutlah koperasi menanyakkan penggunaan modal pertanian yang akan diberikan oleh koperasi. Rencana yang dilakukan oleh nasabah koperasi Gapoktan akan di dukung selama hal tersebut dinilai baik dan bermanfaat untuk mengembangkan hasil pertanian masyarakat. Koperasi juga menanyakan berapa banyak kebutuhan modal yang diperlukan nasabah, namun jika ada nasabah yang menginginkan modal besar untuk kegiatan pertanian mereka, koperasi tidak begitu saja memberikan modalnya dengan mudah. Karena koperasi Gapoktan menganggap bahwa banyak penggagas bersifat kontemporer atau tidak tetap akan keyakinan mereka dalam menjalankan kegiatan Untuk itu koperasi mencoba melihat kesungguhan nasabah dengan modal pertanian yang tidak terlalu banyak, jika pertanian yang digeluti berkembang dengan baik maka koperasi akan memberikan tambahan pinjaman modal pertanian kepada nasabah. Tahap Pengambilan Angsuran Pada tahap pengambilan angsuran, tahapan ini juga merupakan tahapan yang di anggap penting oleh karena koperasi Gapoktan. Selain untuk mengambil angsuran modal yang diberikan oleh koperasi Gapoktan yang akan digunakan untuk memberikan modal kepada nasabah lain, tahapan ini juga mengajarkan nasabah untuk disiplin dikarenakan rutinnya tim marketing dalam melakukan pengambilan angsuran tepat pada waktunya. Pada tahapan ini juga koperasi memberikan pelayanan mereka dengan baik yaitu berupa pengambilan angsuran kepada nasabah sehingga nasabah mereka termudahkan akan adanya hal tersebut. Namun tidak harus meninggalkan jenis pertanian mereka untuk mengembalikan angsuran. Hal lainnya terlepas dari pengambilan modal pertanian, marketing juga melakukan pengambilan tabungan kepada Journal of Management Science (JMAS) is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License (CC BY-NC 4. Journal of Management Science (JMAS) Volume 2 No 3. July 2019, pp 61-67 http://exsys. org/index. php/JMAS e-ISSN: 2684-9747 nasabah yang juga memudahkan nasabah marketing untuk menabung sehingga tidak perlu jauh-jauh kekantor koperasi, nasabah sudah dapat menabung melalui tim marketing koperasi Gapoktan yang datang kerumah mereka. Tahapan Evaluasi Evaluasi sebagai proses pengawasan dari warga dan petugas terhadap program pengembangan masyarakat yang sedang berjalan sebaiknya dilakukan dengan melibatkan warga. Dengan keterlibatan warga pada tahap ini diharapkan akan membentuk suatu sistem dalam komunitas untuk melakukan pengawasan secara internal. Sehingga dalam jangka panjang diharapkan akan dapat membentuk suatu sistem dalam masyarakat yang lebih mandiri dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada. Berdasarkan hasil dari observasi yang penulis lakukan dalam kegiatan pemberian modal pertanian, warga dalam hal ini yang dimaksudkan adalah nasabah tidak melakukan proses pengawasan mengenai progran pemberian modal pertanian. Evaluasi yang dilakukan oleh koperasi disini dilakukan oleh koperasi kepada nasabah dan dari ketua kepada marketing koperasi. Evaluasi dari koperasi kepada nasabah meliputi keberhasilan usaha nasabah dan kelancaran pembayaran angsuran. Karena keberhasilan pertanian nasabah berkaitan dengan kelancaran pembayaran Mengenai keberhasilan pertanian nasabah yang diidentifikasi dari perkembangan pertanian mereka jika ada nasabah yang tersendat dalam kegiatan jenis pertanian yang mereka geluti, maka koperasi akan memberikan saran untuk memperbaiki pertanian mereka walaupun tidak secara formal atau dengan berdiskusi ringan antara nasabah dengan tim marketing koperasi. Evaluasi juga dilakukan dari ketua koperasi kepada marketing koperasi yang lebih menekankan pada kinerja mereka dalam melakukan pelayanan kepada nasabah. Terdapat dua indikator penilaian yang dirasa cukup penting oleh ketua koperasi Gapoktan yaitu kerajinan marketing dalam melakukan pengambilan angsuran dan tabungan serta ketepatan waktu marketing dalam melaksanakan target berupa penambahan nasabah yang nantinya akan berguna untuk penambahan modal koperasi untuk memberikan pelayanan peminjaman modal pertanian kepada calon nasabah. Tahap Terminasi Menurut teori yang dituliskan dalam bab 2 terminasi merupakan tahapan pemutusan hubungan secara formal dengan komunitas sasaran. Terminasi dalam suatu program pemberdayaan ekonomi masyarakat ada dikarenakan sudah melebihi jangka waktu yang ditetapkan sebelumnya. Seperti halnya tahap terminasi yang dilakukan koperasi Gapoktan dengan nasabah yang diberikan pinjaman modal, pemutusan kerjasama dikarenakan sudah selesainya proses pengansuran modal pertanian tersebut, maka proses peminjaman tetap berlangsung. Akan tetapi jika nasabah sudah merasa cukup dengan moodal yang diberikan sebelumnya, koperasi memperkenankan untuk tidak melakukan peminjaman modal kembali tetapi diharapkan nasabah dapat melakukan penabungan dari keuntungan yang didapat pada kegiatan pertanian mereka agar semakin terlihat hasil dari kegiatan pertanian yang mereka geluti. Hal lainnya adanya saran untuk membuka tabungan bertujuan agar tali silahturahmi tetap berjalan dengan baik. Manfaat Peminjaman Modal Pertanian Bagi Nasabah Terhadap Upaya Peningkatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Peminjaman modal pertanian yang diberikan koperasi Gapoktan yang bertujuan untuk mengemabangkan perekonomian nasabah dapat dilihat dari puas atau tidaknya nasabah dengan pemberian modal pertanian tersebut dan bagaimana perkembangan pertanian yang dijalankan nasabah. Sesuai dengan tujuan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dituliskan dibab 2 tujuan pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah mewujudkan truktur perekonomian yang seimbang, berkembang, dan berkeadilan serta menumbuhkan dan kemampuan kegiatan pertanian menjadi salah satu bentuk kegiatan peningakatan perekonomian yang tangguh dan mandiri. Untuk mengetahui manfaat dan hasil dari pemberian pinjaman modal usaha oleh koperasi Gapoktan terhadap upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, penulis membuat indikator keberhasilan yang dapat dilihat dari keadaan pertanian yang dimiliki oleh nasabah sebelum mendapatkan pinjaman modal pertanian dan sesudah mendapatkan modal pertanian sebagai berikut: Tabel 4. Indikator Keberhasilan Nama Sinur Modal Pinjaman Rp 1. Indikator Keberhasilan Sebelum Modal tidak cukup untuk membeli keperluan Sesudah Modal dapat dipergunakan untuk membeli keperluan Journal of Management Science (JMAS) is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License (CC BY-NC 4. Journal of Management Science (JMAS) Volume 2 No 3. July 2019, pp 61-67 http://exsys. org/index. php/JMAS e-ISSN: 2684-9747 pertanian padi. Modal dipergunakan untuk membeli pupuk, racun pembasmi hama Herlina Rp. Sonta Rp. Modal untuk membeli alat pertanian seperti semprot dan racun pembasmi hama Jefry Rp. Modal dipergunakan untuk keperluan tanaman ubi. Karnawi Rp. Modal dipergunakan untuk membeli bibit jagung. Betty Rp. Modal dipergunakan untuk menyewa traktor dalam penggemburan tanah. Hana Rp. Modal digunakan untuk keperluan padi seperti membeli bibi dan semprot. Dewi Rp. Modal digunakan untuk membeli pupuk. Delima Rp. Tiur Rp. Beklan Rp. Digunakan untuk membeli bibit padi. Bernad Rp. Modal tidak cukup untuk membeli alat pompa air. Ayu Rp. Modal untuk membeli Sri Rp. Untuk menyewa traktor dalam proses penggemburan tanah. Modal digunakan untuk membeli racun rumput. Modal digunakan membeli bibit jagung. pertanian padi Sisa dari modal dan keuntungan yang didapat untuk membeli keperluan lainnya. Keuntungan dari modal yang didapat, sudah dapat dipergunakan untuk memperbaiki irigasi Tidak ada perubahan signifikan, hanya saja mempermudah mencari modal. Dan sisa dari modal digunakan untuk membeli alat perawatan Sisanya digunakan untuk membeli bibit jagung. Sisa dari modal yang didapat dapat dipergunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti belanja kebutuhan rumah Sisa dari modal dipergunakan untuk membayar uang sekolah Sisa digunakan membeli pupuk. Sisanya digunakan membeli Keuntungan dari modal yang didapat digunakan untuk keperluan lainnya seperti cangkul dan semprot. Dengan adanya pinjaman maka modal dapat digunakan untuk membeli pompa air. Sisa dari modal yang didapat digunakan untuk membeli pupuk tambahan. Modal yang didapat digunakan untuk membeli pupuk. (Sumber: hasil penelitian koperasi Gapoktan 2. Dari data yang terdapat diatas, terdapat 8 . elapan oran. yang menggunakan kelebihan dari modal dan keuntungan yang didapat digunakan memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti kebutuhan sehari-hari. orang lainnya sudah berhasil mengembangkan kegiatan pertanian mereka dengan keuntungan yang didapat. Tidak hanya memiliki satu jenis pertanian bahkan dua jenis pertanian. orang lainnya tidak mengalami perkembangan signifikan. Modal yang didapat hanya berputar untuk modal jenis pertanian itu saja. Faktor penghambat dalam Memberikan pinjaman Modal Pertanian pada Koperasi Gapoktan Dalam melakukan kegiatan pemberian modal pertanian terhadap peningkatan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, terdapat beberapa hambatan yang dialami oleh koperasi Gapoktan. Penghambat tersebut ada karena tentu setiap individu nasabah berbeda, ada yang bertanggung jawab akan pinjamannya sehingga selalu melakukan angsuran tepat waktu ada pula yang kurang bertanggung jawab seperti pindahnya nasabah secara dadakan. Namun hal ini sudah diantisipasi oleh Koperasi Gapoktan yang sudah mempersiapkan pegawai untuk mencari keberadaan nasabah tersebut. Kesulitan lainnya yang dirasakan oleh koperasi adalah nasabah yang sulit untuk melakukan pengembangan, diberikan bantuan modal maupun saran oleh marketing tetapi tidak juga berkembang Journal of Management Science (JMAS) is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License (CC BY-NC 4. Journal of Management Science (JMAS) Volume 2 No 3. July 2019, pp 61-67 http://exsys. org/index. php/JMAS e-ISSN: 2684-9747 Conclusion Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dna studi dokumentasi dalam menjawab perumusan masalah yang telah diterangkan dalam bab sebelumnya yaitu Aybagaimana peranan Koperasi Gapoktan terhadap Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat kepada nasabah melalui peminjaman modal pertanian, bagaimana manfaat pinjaman modal pertanian bagi nasabah sebagai upaya peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan apa faktor penghambat dalam memberikan pinjaman modal pertanian kepada nasabah oleh koperasi Gapoktan dapat disimpulkan sebagai berikut: Peningkatan pertanian yang dilakukan oleh koperasi Gapoktan melalui peminjaman modal pertanian berjalan dengan baik. Peran yang dijalankan oleh koperasi melalui tahap persiapan yang dilakukan dengan pemberian edukasi kapada pegawai mengenai hal yang akan disampaikan kepada para nasabah. Tahap pengkajian, koperasi mengkaji calon nasabah yang akan diberikan pinjaman modal seperti melihat jenis pertanian apa yang digeluti untuk mengetahui keseriusan caalon nasabah dalam mengembalikan modal. Tahap pembiayaan . eminjaman modal usah. koperasi Gapoktan kembali menanyakan kesungguhan nasabah untuk melakukan peminjaman modal pertanian dengan menanyakan akan dipergunakan untuk apa modal yang diberikan oleh koperasi. Modal yang diberikan oleh koperasi membantu mengurangi beban nasabah yang kesulitan dalam mencari modal dan yang terjerat oleh hutang Tahap pengambilan angsuran yang dilakukan oleh koperasi Gapoktan bertujuan untuk mengajarkan nasabah dalam disiplin melakukan angsuran pinjaman modal, hal ini dikarenakan ketepatan waaktu pengambilan angsuran yang harus tepat waktu. Tahap evaluasi pada koperasi Gapoktan terdapat dua macam, yaitu evaluasi internal yang dilakukan oleh ketua koperasi dan pegawai koperasi, dan pihak eksternal yang dilakukan oleh koperasi dengan nasabah. Pada tahap terminasi pemutusan kerjasama dikarenakan nasabah sudah dianggap mampu untuk mengembangkan pertanian mereka sendiri dan tidak melakukan peminjaman lagi. Namun koperasi tetap menjalin silaturahmi dengan baik dengan cara mengarahkan nasabah untuk membuka tabungan dari hasil keuntungan usaha tersebut. Manfaat peminjaman modal pertanian bagi nasabah terhadap peningkatan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan oleh koperasi Gapoktan dapat dilihat dari kepuasan mereka yang sudah lebih dari satu tahun melakukan peminjaman modal pertanian. Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat dilihat dengan adanya peminjaman modal pertanian yang diberikan oleh koperasi Gapoktan, nasabah dapat mengembangkan pertaniannya dengan kelebihan modal dan keuntungan yang ada untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Faktor penghambat dalam memberikan pinjaman modal pertanian pada nasabah oleh koperasi Gapoktan yang seringkali dirasakan adalah sulitnya nasabah mengembangkan pertanian mereka sendiri walaupun sudah diberikan pinjaman modal dan motivasi. Hal yang tidak kalah penting yaitu jika nasabah yang telah meminjam modal pindah rumah tanpa memberi tahu koperasi sebelumnya karena akan berdampak berkurangnya modal yang dimiliki koperasi untuk memberikan peminjaman modal pertanian kepada nasabah lainnya. 5 Referensi