Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Digital e-ISSN : (JUREBIS) Journal homepage: https://e-jurnal. org/index. php/jurebis Pp: 29-34 Published By: PT. Media Insan Creative Volume. 1 Nomor 1 Februari 2024 PENERAPAN ISAK 35 TENTANG LAPORAN KEUANGAN ORGANISASI NON LABA PADA GEREJA METHODIST INDONESIA DOLOK NAGODANG Reymondo Simanjuntak*, . Sahala Purba 1,. Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi. Universitas Methodist Indonesia. Medan. Indonesia Email: 1reymondo011201@gmail. com*, 2sahala824@gmail. INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Kata Kunci: Gereja Organisani ISAK 35 Laporan Keuangan Interpretasi baru terhadap aturan pelaporan keuangan dipilih oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) karena pentingnya laporan keuangan bagi organisasi nirlaba, khususnya GMI Dolok Nagodang. ISAK 35. Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Nomor 35, merupakan salah satu hasil reformasi PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan. Tujuan ISAK 35 adalah untuk meningkatkan relevansi, komparabilitas, dan kemudahan pemahaman pelaporan keuangan. Standar ini akan membantu GMI Dolok Nagodang dalam mendapatkan sponsor eksternal. Penelitian ini bertujuan agar mendapatkan pemahaman tentang bagaimana laporan keuangan di GMI Dolok Nagodang dibandingkan dengan laporan keuangannya yang diurutkan menurut ISAK 35. Penelitian ini bersifat kualitatif dan membandingkan teori ISAK35 dengan praktik GMI Dolok Nagodang melalui analisis deskriptif. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui observasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa GMI Dolok Nagodang belum melakukan pelaporan keuangannya sesuai dengan standar yang berlaku, khususnya ISAK 35 karena laporan keuangannya hanya mencakup laporan penerimaan dan Diserahkan Direvisi Diterima : 11 Januari 2024 : 20 Januari 2024 : 19 Februari 2024 ABSTRACT Keywords: Church Organisation ISAK 35 Report Finance The new interpretation of financial reporting rules was chosen by the Indonesian Accountants Association (IAI) because of the importance of financial reports for non-profit organizations, especially GMI Dolok Nagodang. ISAK 35. Interpretation of Financial Accounting Standards Number 35, is one of the results of the reform of PSAK 1: Presentation of Financial Reports. The aim of ISAK 35 is to increase the relevance, comparability and ease of understanding of financial reporting. This standard will help GMI Dolok Nagodang in getting external sponsors. The aim of this research is to gain an understanding of how the financial reports at GMI Dolok Nagodang compare with its financial reports which are sorted according to ISAK35. This research is qualitative in nature and compares ISAK 35 theory with GMI Dolok Nagodang practice through descriptive analysis. In this research, data was collected through observation. The research results show that GMI Dolok Nagodang has not developed its financial reporting process in accordance with current requirements, especially ISAK 35 because its financial reports only include income and expenditure reports. This is an open access article under the CCAeBY-SA license. PENDAHULUAN Organisasi Nirlaba Terdiri dari lembaga pendidikan, rumah Ae rumah ibadah. Layanan Kesehatan dan organasasi nirlaba lainnya. Organisasi nirlaba tidak untuk mencari keuntungan, tetapi mereka wajib membuat laporan keuangan untuk menunjukkan bahwa mereka bertanggung jawab atas pengelolaan organisasi mereka. Reymondo Simanjuntak*, dkk, reymondo011201@gmail. Penerapan Isak 35 Tentang LaporanA Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Digital (JUREBIS) Volume. 1 Nomor. Februari 2024 pp 25-30 e-ISSN : Anggota atau donator memberikan dana kepada organisasi nirlaba. Sumbangan yang sudah diberikan tidak memerlukan pengembalian dana lagi. meskipun begitu, mereka wajib membuat laporan keuangan untuk menjaga keuangan organisasi mereka GMI Dolok Nagodang Temasuk lembaga keagamaan yang mengajarkan kepercayaan untuk orang kristen. Gereja adalah salah satu organisasi nirlaba di mana untuk menjalan kegiatannya dana yang diperoleh melalui iuran dan bantuan dari pihak lain yang memberikan secara ikhlas tanpa mengharapkan imbalan lagi, begitu juga dengan GMI Dolok Nagodang. II. ANALISA MASALAH GMI Dolok Nagodang adalah sebuah lembaga keagamaan yang bergerak dalam bidang pelayanan spiritual atau keagamaan bagi pengikutnya. Organisasi nirlaba ini memberikan informasi keuangan kepada administrasi gereja dan Jemaat gereja sebagai bentuk tanggungjawab atas donasi yang diberikan supaya digunakan sebaik mungkin dan sesuai dengan apa yang diharapan jemaatnya. Selain itu informasi keuangan ini juga salah satu sebagai bentuk pertanggungjawaban di hadapan Tuhan atas kepemimpinan dan kekayaan gereja dan jemaatnya yang berkembang dalam kasih dan kepercayaan. Dalam menyusun Laporan keuangan di GMI Dolok Nagodang masih sederhana, karena mereka hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran saja. Namun, di dalam ISAK No. 35 harus mencatat dari catatan atas laporan keuangan, neraca saldo, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan aset neto, dan laporan arus Selain itu, tidak ada yang disebutkan secara khusus tentang pengelolaan keuangan GMI Dolok Nagodang, termasuk penerimaan persembahan, iuran, bantuan, hasil lelang, dan sumbangan modal gereja dan non-gereja. Ulasan dalam Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 35 harus digunakan saat meyusun laporan keuangan ISAK Nomor 35 mengatur bagaimana organisasi nirlaba harus melaporkan keuangan mereka. Sebagai organisasi nirlaba. GMI Dolok Nagodang wajib membuat laporan keuangan sesuai dengan standar yang berlaku di Indonesia. Akan tetapi dalam kenyataan gereja belum melakukannya. Masjid Al-Mabrur, termasuk organisasi non-profit yang semestinya mematuhi ISAK No. 35, hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran dalam laporan keuangan mereka(Dewi & Farina, 2. Demikian pula pelaporan di Masjid Alauilia Pekalongan masih dilakukan secara tunai (Abidin & Rahma, 2. (Purba & Manullang. Setiap hari Jumat, microphone masjid menyampaikan jumlah uang yang masuk dan keluar. Masjid Agung Jami mempublikasikan keuangannya sama seperti masjid umum lainnya. Hanya catatan pendapatan dan pengeluaran rutin seperti air dan listrik yang mampu mendokumentasikan pendapatan dari infaq Jumat, infaq Idul Fitri, dan infaq Idul Adha (Nurfaisyah & Herawati, 2. (Saputra et al. , 2. Selain itu, data keuangan seperti data donor, koperasi, dan dana BOS menunjukkan bahwa ISAK 35 belum diterapkan dalam hal ini (Siregar & Inayah, 2. (Sumarti et al. , 2. Karena akun-akun dalam laporan keuangan Yayasan masih dinilai kurang memuaskan, maka Yayasan An-Nahl belum menunjukkan penerapan ISAK 35 (Kadek et al. , 2. Salah satu perguruan tinggi. Universitas Ibrahimy yang berada di bawah yayasan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo, memiliki beragam data keuangan, baik data bulanan, triwulanan, insidentil, dan tahunan (Diningsih et al. , 2. Data ini menunjukkan bahwauniversitas belum mematuhi ISAK 35 dan juga mencatat laporannya. hanya berdasarkan uang tunai. Begitu juga dengan beberapa panti asuhan yang ada mereka hanya memberikan bon faktur sebagai bukti pembelanjaan kepada para donatur yang membuat donatur dari panti tersebut tidak dapat bertambah yang berpengaruh dalam pengembangan panti tersebut. Benar adanya apabila donatur hanya meminta bukti bon faktur namun seharusnya para pengurus panti membuat kebijakan untuk memperbaharui hal tersebut dengan membuat laporan keuangan yang dapat meningkatkan kepercayaan dari para donatur tersebut (Purba & Sitanggang, 2. (Setiawati & Hafni, 2. (Hasanah et al. , 2. Hal sama seperti yang terjadi pada Panti Sendoro dan panti asuhan Karya Kasih yang diketahui pencatatan laporan keuangan sebatas penerimaan dan pengeluaran (Purba. Simanjuntak, et al. , 2. (Purba. Napitupulu, et al. , 2. Berdasarkan penelitian tersebut. ISAK 35 masih belum banyak digunakan oleh organisasi nirlaba di Indonesia karena kurangnya pengetahuan mengenai standarisasi data keuangan (Listiyowati, 2. Riset ini akan menunjukkan bagaimana pelaporan keuangan di GMI Dolok Nagodang. Melalui informasi sesuai dengan Standar Akuntansi yang berlaku, dimohon kepada kepada semua gereja yang ada di Indonesia, terkhusus di Sumatera Utara, untuk tidak menyusun informasi keuangan hanya berdasarkan kas, yaitu sekedar menunjukkan pemasukan dan biaya atau pengeluaran, tetapi bisa menyusun informasi keuangannya sesuai dengan ISAK 35. Reymondo Simanjuntak*, dkk, reymondo011201@gmail. Penerapan Isak 35 Tentang LaporanA Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Digital (JUREBIS) Volume. 1 Nomor. Februari 2024 pp 25-30 e-ISSN : METODE Fokus penelitian ini adalah bentuk atau format laporan keuangan yang digunakan oleh GMI Dolok Nagodang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyesuaikan laporan keuangan GMI Dolok Nagodang berdasarkan ISAK 35 yang memuat Penyusunan Laporan Keuangan Entitas Beriorientasi Nonlaba. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif yaitu dengan menggunakan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah wawancara, tinjauan literatur dan observasi. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Setelah dilakukan obvservasi pada gereja Methodits Indonesia Dolok Nagodang, ternyata pencatatan keuangan yang dilakukan hanya meliputi uang pemasukan dan pengeluaran yang dimasukkan dalam laporan keuangan Berikut di bawah ini contoh laporan keuangannya, akan tetapi angka-angka dalam tabel hanya sebagai contoh saja. Tabel 1. Laporan Kas Pembahasan Berikut ialah pelaopran keuangan gereja yang seharusnya digunakan sesuai dengan ISAK No 35, jumlah atau angka-angka di bawah berisifat hipotesis saja, karena mengingat privasi dari gereja. Laporan Komprehensif Laporan komprehensif merupakan laporan yang digunakan untuk menilai bagaimana pencapaian kinerja suatu entitas atau gereja. Reymondo Simanjuntak*, dkk, reymondo011201@gmail. Penerapan Isak 35 Tentang LaporanA Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Digital (JUREBIS) Volume. 1 Nomor. Februari 2024 pp 25-30 e-ISSN : Tabel 2. Laporan Penghasilan Komprehensif Laporan Perubahan Aset Neto Laporan perubahan aset neto atau bersih adalah laporan yang di dalamnya berisi tentang aset berish tanpa pembatasan dan aset bersih dengan pembatasan. Tabel 3. Laporan Perubahan Aset Bersih Reymondo Simanjuntak*, dkk, reymondo011201@gmail. Penerapan Isak 35 Tentang LaporanA Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Digital (JUREBIS) Volume. 1 Nomor. Februari 2024 pp 25-30 e-ISSN : Laporan Posisi Keuangan Neraca atau disebut juga dengan laporan posisi keuangan memuat informasi tentang kekayaan atau harta dan liabilitas entitas atau gereja. Tabel 4. Laporan Posisi Keuangan Laporan Arus Kas Dalam laporan arus kas ini mengahsilkan analisa keuangan perusahaan apakah mengalai penurunan atau Arus kas memuat informasi tentang kenaikan atau penurunan kas dari aktivitas operasi, investasi dan Tabel 5. Laporan Arus Kas Reymondo Simanjuntak*, dkk, reymondo011201@gmail. Penerapan Isak 35 Tentang LaporanA Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Digital (JUREBIS) Volume. 1 Nomor. Februari 2024 pp 25-30 e-ISSN : KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang dilakukan di Gereja Methodist Dolok Nagodang mengenai penyusunan laporan keuangan, dapat disimpulkan bahwa pembukuan keuangan yang dilakukan di Gereja Methodist Indonesia Dolok Nagodang masih secara sederhana. Untuk pencatatannya hanya transaksi penerimaan dan pengeluaran yang dicatat. Penyusunan laporan keuangan Gereja Methodist Dolok Nagodang masih secara konvensional atau manual UCAPAN TERIMA KASIH . ika ad. Terimaskih kepada Universitas Methodist Indonesia dan semua pihak yang telah mendukung dalam proses penelitian ini, terimakasih kepada penerbit PT. Media Insan Creative yang telah mendukung dan membantu dalam proses publikasi artikel penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA