LAPLACE : Jurnal Pendidikan Matematika p-ISSN : 2620 - 6447 e-ISSN : 2620 - 6455 Pengaruh Penggunaan Multimedia Pembelajaran InteraktifAo Terhadap Hasil BelajarAoSiswa Pada MateriAoBola Kelas IX di SMP Negeri 2 Gorontalo Fitra Reza Dj Wares. Ismail Djakaria. Kartin Usman. Nursiya Bito. 1,2,3,. Universitas Negeri Gorontalo. Indonesia Email : fitrarezad@gmail. ABSTRACT The purpose of this experimental research is to compare the mathematics learning outcomes between students' multimedia interactive learning with students aided by PowerPoint. The hypothesis in this study is the better results of learning outcomes with multimedia interactive learning compared to its PowerPoint counterpart in Sphere Topic with Class IX Students of SMP 2 State Junior Highschool of Gorontalo. The population inAothis researchAoare students from class IX, which by employing simple random sampling technique, obtained class IX-7 as the experimental class and class IX-9 as the control class with a population of 30 students in each Furthermore, this research usedAoPretest-Posttest Control Group DesignAoand Essay data collection technique. The analysis of the inferential in this study using the test ANAKOVA. The findings showed that the learning outcomes with multimedia interactive learning are better compared to its PowerPoint counterpart in Sphere Topic. Keywords : Multimedia Interactive Learning. Learning Outcomes. ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk membandingkan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarakan menggunakan multimedia pembelajaran interaktif dengan hasil belajar matematika siswa menggunakan media powerpoint. HipotesisAodalam penelitian ini adalahAohasil belajar matematika siswa yangAodibelajarkan dengan menggunakanAomultimedia pembelajaran interaktif lebih baik dari hasil belajar matematika siswa yang dibelajarakan dengan menggunakan powerpoint pada materi Bola kelas IX di SMP Negeri 2 Gorontalo. Populasi dalam penelitianAoini adalahAoseluruh siswa kelas IX SMP Negeri 2 Gorontalo. pengambilan sampel dilakukan denganAoteknik simple random samplingAosehingga diperoleh untuk kelas eksperimen adalah kelas IX-7 danAountuk kelas kontrolAoadalah kelas IX-9 dengan jumlah siswa masing-masing sebanyak 30 orang. Dalam penelitian iniAodesain yang digunakan adalahAopretest-postest control group design sertaAoteknik pengumpulan data yangAodigunakan adalah berbentuk essay. Analisis inferensialAodalam penelitian ini menggunakanAouji ANAKOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil belajar matematika siswa Aoyang dibelajarkan denganAomenggunakanAomultimedia pembelajaran interaktif lebih baik https://doi. org/10. 31537/laplace. Volume 4. Nomor 2. Oktober 2021 dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan media powerpoint pada materi bola. Kata Kunci : Multimedia Pembelajaran Interaktif. Hasil Belajar. PENDAHULUAN Matematika merupakanAoilmu yang sangat penting dan bermanfaat di dalam kehidupan manusia. Sundayana ( 2015 : 2 ) Matematika adalah suatu komponen dari rangkaian matta pelajaran yang memiliki peranan penting di dalam dunia pendidikan. Seiring kemajuan teknologi perkembangan ilmu pengetahuan telah banyak memberikan DenganAomempelajari matematika seseorangAoakan terbiasa berpikir secaraAo kritis, ilmiah dan sistematisAoserta dapat meningkatkanAodaya ciptanya. karena pentingnya matematika diAodalam kehidupanAosehari-hari,Aomaka perlu untuk dikuasai dan dipahami oleh siswa. AgarAopembelajaran matematika tertujuAopada sasaran yang diinginkanAomaka guru perlu membuat perencanaan pembelajaran matematika, yakni guru perlu mendesain perencanaan dengan kreatif yang membentuk pelajaran matematika yang melibatkan seluruh siswa dalam suatu proses pembelajaran, jika memungkinkan rancangan aktifitas yang membuat siswa bergerak didalam kelas. Hal ini tentunya akan merangsang keaktifan siswa sehingga belajar mengajar lebih menyenangkan, dan berpengaruh pada hasil Sinar ( 2018 : 22 ) Hasil belajar merupakan hasil seseorang setelah menyelesaikan belajar dengan sejumlah mata pelajaran danAodibuktikan melaluiAohasil tes yang berbentuk nilaiAohasil belajar. Namun kenyataannya, pembelajaran matematika cenderung abstrak dan kebanyakan guru-guru kurang dalamAomemperhatikan kemampuan berfikirAosiswa dalam mengajar atau disebut sebagai pembelajaran yang kreatif sehingga siswa malas belajar, selain itu cara guru untuk menyampaikan materi masih menggunakan suatu metode konvensional yaitu ceramah. Keadaan seperti ini diindikasikan menjadiAosalah satu faktorAoyang menyebabkan minat belajar matematika siswa menjadi rendah dan berdampak pada hasil belajar. Berdasarkan hasil wawancara guru di SMP Negeri 2 Gorontalo diperoleh informasi terkait pembelajaran dan hasil belajar matematika bahwa terdapat permasalahan pada materi bola dalam hal ini hasil belajar matematika tidak memuaskan Pengaruh Penggunaan Multimedia Pembelajaran Interaktif . (Wares. Djakaria, dk. atau masih rendah. Hal ini dibuktikan dari hasil ulangan harian pada materi bola tahun ajaran 2018/2019 dari 11 kelas nilai rata-rata yang didapatkan dengan interval 58,80% 63,20%. AoAdapun yang menyebabkanAohasil belajar rendah adalah minat siswa untuk belajar matematika sangat kurang, siswa juga kurang merespon serta kurang aktif dalam suatu pembelajaran berlangsung. Selain itu guru hanya menggunakan powerpoint untuk membantu dalam proses mengajar, dimana powerpoint hanya menjelaskan materi secara inti, selebihnya guru hanya menggunakan buku paket dan papan tulis untuk menyampaikan beberapa fenomena yang berkaitan materi bola. sehingga kemampuan yang dimiliki siswa masih kurang dimana siswa tidak memahami konsep bola akibatnya siswa mengalami kesulitan untuk menyelesaikan soal yang berkaitan dengan materi bola. Hal ini tentunya tidak lepas dari pengaruh profesionalnya guru dalam mengajar seperti pemilihan model, metode dan strategi dalam mengajar serta kurang tepatnya penggunaan media diAodalam suatu prosesAopembelajaran. Berkaitan dengan hal tersebut maka pembelajaran yang menggunakan multimedia pembelajaran interaktif merupakan suatu pelajaran yang dirasa efektif dan tepat dalam rangka memahami suatu hal yang abstrak ke hal-hal yang kongkret dan juga salah satu cara yang membuat proses pembelajaran bola lebih menyenangkan. Multimedia itu dapat menyalurkan pesan (Aopengetahuan, sikapAodan keterampilanA. serta untuk merangsang perasaan, perhatian, pikiran dan kemauan belajar sehingga proses belajar terjadi, terarah, bertujuan dan terkendali. Surjono . 7: . mengemukakan bahwa Multimedia Pembelajaran merupakan kombinasi grafik, gambar, teks, animasi, video,Aosimulasi sinergisAodengan komputerAotertentu untuk mencapai tujuanAopembelajaran. Multimedia pembelajaran interaktif disajikan dalam perangkat lunak ( software ) yang berupa adobe flash. Putra ( 2017: 10 ) berpendapat bahwa adobe flash ( sebelumnya disebut macromedia flash ) sekarangAodikembangkan dan didistribusikan oleh adobeAosystem flash secara umum digunakan dalam membuat animasi, iklan dan berbagai komponen-komponen web, dan mengintegrasikan video kehalaman web. Berdasarkan sebelumnya,AoPeneliti melakukanAosuatu penelitian dengan membandingkan media yang digunakan disekolah Volume 4. Nomor 2. Oktober 2021 yaitu powerpoint dengan multimedia pembelajaran bola, dan melihat apakah multimedia pembelajaran bola berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Oleh karenanya peneliti tertarik melakukan penelitian dengan formulasi judul pengaruh penggunaan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar siswa pada materi bola di kelas IX SMP Negeri 2 Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan media yang berbasis multimedia pembelajaran interaktif dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan media powerpoint pada materi bola kelas IX di SMP Negeri 2 Gorontalo. Berdasarkan hal tersebut Apakah hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan multimedia pembelajaran interaktif dalam pembelajaran lebih baik dari hasil belajar siswa yang di belajarkan dengan power point pada materi bola di kelas IX SMP Negeri 2 Gorontalo. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2019/2020 di SMP N 2 Gorontalo. MetodeAoyang digunakan dalam penelitian iniAoadalah metode penelitian AoPada penelitian iniAoada 2 kelas yang dijadikan sebagai objek penelitian dengan perlakuan yang berbeda, yaitu kelas ekserimenAodenganAomenggunakan multimedia pembelajaran interaktif dan kelas kontrol dengan menggunakan media powerpoint. Desain dalam penelitian ini adalah pretes-posttest control group design (Sugiyono, 2017 : . Desain tersebut ada dua kelompok yang dapat dipilih secara random yaitu kelompok eksperimen dan kelompok control. Sebelum diberikan perlakuan kedua kelompok diberikan tes awal untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan kedua awal kelompok. Tabel 1. Desain Penelitian Kelas Eksperimen Kontrol pre test post test Keterangan: X1 : Pembelajaran dengan mengunakan multimedia pembelajaran interaktif X2 : Pembelajaran dengan mengunakan media powerpoint O1 : Pretest untuk kelas eksperimen O2 : Post test untuk kelas eksperimen Pengaruh Penggunaan Multimedia Pembelajaran Interaktif . (Wares. Djakaria, dk. O3 : Pretest untuk kelas kontrol O4 : Post test untuk kelas kontrol Populasi dalam penelitian adalah seluruh peserta didik kelas IX SMP N 2 Gorontalo tahun ajaran 2019/2020 yang terdiri dari 10 kelas dengan jumlah seluruhnya 372 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IX-7 sebagai kelas eksperimen dan IX-9 sebagai kelas kontrol. VariabelAobebas dalam penelitian iniAoadalah kelas eksperimen yakni kelas yang dibelajarkan multimedia pembelajaran interaktif dan kelas kontrol yakni kelas yang dibelajarkan media powerpoint, variabel terikat adalah hasil belajar matematika siswa . , serta variabel penyerta adalah tes awal (Pretes. HASIL DAN PEMBAHASAN Data hasil penelitian ini berupa tes hasil belajar matematika siswa sebelum dan sesudah pembelajaran yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas eskperimen dan kelas kontrol. Jumlah dari masing-masing kelas adalah 30 Kelas eksperimen dibelajarkan dengan menggunakan multimedia pembelajaran interaktif yaitu kelas XI-7 sedangkan untuk kelas kontrol dibelajarkan dengan menggunakan media power-point yaitu kelas IX9. Tabel 2. Daftar Distribusi Frekuensi Pre-test Kelas Eksperimen Kelas Interval Fkum Frelatif Jumlah Dapat dilihat bahwa ada 16 siswa atau sekitar 53,3% dari jumlah keseluruan yang mendapatkan skor dibawah rata-rata. 9 siswa atau sekitar 30% menempati kelas interval yang memuat skor rata-rata. Sedangkan 5 siswa atau sekitar 16,7%. Perolehan skor pre-test 30 siswa disajikan dalam histogram berikut. Volume 4. Nomor 2. Oktober 2021 31,5 34,5 Kelas Interval Gambar 1. Histogram Hasil Pre-Test Kelas Eksperimen Tabel 3. Daftar Distribusi Frekuensi Pre-test Kelas Kontrol Kelas Interval Fkum Frelatif Jumlah Dapat dilihat bahwa ada 15 siswa atau sekitar 50% dari jumlah keseluruan yang mendapatkan skor dibawah rata-rata. 10 siswa atau sekitar 33,3% menempati kelas interval yang memuat skor rata-rata. Sedangkan 5 siswa atau sekitar 16,7%. Perolehan skor pre-test 30 siswa disajikan dalam histogram berikut. Pengaruh Penggunaan Multimedia Pembelajaran Interaktif . (Wares. Djakaria, dk. Kelas Interval Gambar 2. Histogram Hasil Pre-Test Kelas Kontrol Tabel 4. Daftar Distribusi Frekuensi Post-test Kelas Eksperimen Kelas Interval Fkum Frelatif Jumlah Dapat dilihat bahwa ada 11 siswa atau sekitar 36,6% dari jumlah keseluruan yang mendapatkan skor dibawah rata-rata. 8 siswa atau sekitar 26,7% menempati kelas interval yang memuat skor rata-rata. Sedangkan 11 siswa atau sekitar 36,7%. Perolehan skor post-test 30 siswa disajikan dalam histogram berikut. Volume 4. Nomor 2. Oktober 2021 Kelas Interval Gambar 3. Histogram Hasil Post-Test Kelas Eksperimen Tabel 5. Daftar Distribusi Frekuensi Post-test Kelas Eksperimen Kelas Interval Fkum Frelatif Jumlah Dapat dilihat bahwa ada 15 siswa atau sekitar 50% dari jumlah keseluruan yang mendapatkan skor dibawah rata-rata. 8 siswa atau sekitar 26,7% menempati kelas interval yang memuat skor rata-rata. Sedangkan 7 siswa atau sekitar 23,3%. Perolehan skor posttest 30 siswa disajikan dalam histogram berikut. Pengaruh Penggunaan Multimedia Pembelajaran Interaktif . (Wares. Djakaria, dk. Kelas Interval Gambar 4. Histogram Hasil Post-Test Kelas Kontrol Secara umum deskripsi data hasil belajar siswa dari dua kelas yang diberikan perlaluan tersebut dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Deskripsi Data Pre-Test dan Post Test Data Skor Max Mean Median Modus Skor Min 19,125 Kelas 19,875 Standar Deviasi 4,296 18,45 20,83 5,22 27,26 104,11 9,145 83,628 Varians Pre-test Post-test Uji Analisis Kovarians . Menentukan model regresi. Model regresi kelas eksperimen diperoleh : ycUC = 26,963 1,3767ycU Model regresi kelas kontrol diperoleh : ycUC = 20,3624 1,294ycU Volume 4. Nomor 2. Oktober 2021 . Uji Independensi X terhadap Y/ Uji keberartian Koefisien X dalam Model regresi. Kelas Eksperimen Secara ringkas, hasil perhitungan analisis varians untuk kelas eksperimen disajikan pada Tabel 7. Tabel 7. Analisis Varians Uji Independensi Koefisien Regresi Kelas Eksperimen Source Of Variation Regression 1156, 703326 1156, 703326 16,9501332 Error 1910,76334 68,24154787 Total 3067,47 1224,9449 Dari hasil perhitungan didapatkan nilai F* = 16,9501332. Sedangkan pada tabel distribusi F, diperoleh ya. ,05. = 4,19697182. Hal ini berarti bahwa yaO > ya Sehingga ya0 ditolak. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan awal siswa terhadap hasil belajar pada kelas eksperimen. Kelas Kontrol Secara ringkas, hasil perhitungan analisis varians untuk kelas kontrol disajikan pada Tabel 8. Tabel 8. Analisis Varians Uji Independensi Koefisien Regresi Kelas Kontrol Source Of Variation Regression 1500,643605 1500,643605 7,19582 Error Total 5839,223061 7339,87 208,5437 1709,187 Hasil perhitungan sesuai yang tercantum pada Tabel 4. terlihat bahwa harga F* =7,19582. Sedangkan pada tabel distribusi F, diperoleh ya. ,05. = 4,19697182. Hal ini berarti bahwa ya O > ya Sehingga ya0 ditolak. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan awal siswa terhadap hasil belajar pada kelas kontrol. Uji linieritas model regresi Kelas Eksperimen Hasil perhitungan uji linieritas model regresi kelas eksperimen tercantum pada lampiran dengan penyajian data secara ringkas pada Tabel 10. Pengaruh Penggunaan Multimedia Pembelajaran Interaktif . (Wares. Djakaria, dk. Tabel 10. Analisis Varians Uji Linieritas Model Regresi Kelas Eksperimen Source Of Variation Error Lack Of Fit 860,4645 107,5580564 2,04814 Pure Error 1050,2989 52,51494444 Dari penyajian Tabel 5. ya O = 2,04814, dan berdasarkan tabel F untuk taraf signifikan yu = 0,05 ya. ,05. = 2,44706. Maka ya O < ya Sehingga ya0 diterima. Artinya hasil pre-test dan post-test memiliki hubungan yang linear. Kelas Kontrol Hasil perhitungan uji linieritas model regresi kelas kontrol tercantum pada lampiran dengan penyajian data secara ringkas pada Tabel 11. Tabel 11. Analisis Varians Uji Linieritas Model Regresi Kelas Kontrol Source Of Variation Error Lack Of Fit Pure Error 1858,2653 3980,9578 232,2831604 199,0478889 1,16697 Dari penyajian tabel 6. didapatkan nilai ya O = 1,16697, dan berdasarkan tabel F untuk taraf signifikan yu = 0,05 ya. ,05. = 2,44706. Maka ya O < ya Sehingga ya0 Artinya hasil pre-test dan post-test memiliki hubungan yang linear. Uji kesamaan dua model regresi Berdasarkan hasil perhitungan yang dicantumkan pada lampiran 12 diperoleh nilai F* = 51,91. Nilai yaycycaycayceyco pada taraf signifikan yu = 5% diperoleh ya. ,95:2:. = 3,16186 . Dengan membandingkan nilai F* dan yaycycaycayceyco , diperoleh ya O > yaycycaycayceyco yang artinya H0 Hal ini menunjukan bahwa model regresi kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda secara signifikan atau kedua model regresi tidak sama. Volume 4. Nomor 2. Oktober 2021 . Uji kesejajaran dua model regresi Tabel 12. Analisis Varians untuk Uji Homogenitas Model Regresi Sum Of Squares Sum Of Product Group Eksperimen Kontrol Total Adjusted Sum Of Squares for X Berdasarkan hasil perhitungan secara lengkap pada lampiran, diperoleh diperoleh ya O = 0,017928918 dan pada taraf yu = 5% atau ya. ,95. = 4,05175 Karena ya O = 0,017928918 < yaycycaycayceyco = 4,05175 maka ya0 Diterima. Artinya model regresi kelas eksperimen dan kelas kontrol sejajar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Peneliti melakukan pengujian diawali dengan perhitungan dan penentuan model Untuk kelas eksperimen, model regresi yang diperoleh adalah ycUC = 26,963 1,3767ycU, dan model regresi untuk kelas kontrol adalah ycUC = 20,3624 1,294ycU . Dengan melihat dua model regresi tersebut, dapat disimpulkan bahwa konstanta model regresi kelas eksperimen lebih besar dari konstanta model regresi kelas kontrol. Berikut grafik kesejajaran dua model regresi pada Gambar 1. Grafik Gabungan Dua Model Regresi y = 1. y = 1. Gambar 5. Grafik Gabungan Dua Model Regresi Pengaruh Penggunaan Multimedia Pembelajaran Interaktif . (Wares. Djakaria, dk. Berdasarkan hasil pengolahan data yang didapatkan, menujukan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan multimedia pembelajaran interaktif pada kelas eksperimen, dengan hasil belajar siswa yang menggunakan media power point pada kelas kontrol. Dengan demikian dapat dilihat bahwa hasil belajar yang dibelajarkan dengan menggunakan multimedia pembelajaran interaktif lebih baik dibandingkan dengan kelas yang dibelajarkan dengan menggunakan media power point. Jadi, secara umum menunjukan bahwa penerapan penggunaan multimedia pembelajaran interaktif dalam pembelajaran matematika dapat memberi pengaruh positif terhadap hasil belajar SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 2 gorontalo yaitu kelas IX-7 dan IX-9 dengan menggunakan Multimedia pembelajaran interaktif dan media power point pada materi bola dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan multimedia pembelajaran interaktif lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan media power-point. Berdasarkan hasil penelitian dapat diuraikan beberapa saran sebagai berikut : Diharapkan kepada guru, agar hendaknya menggunakan multimedia pembelajaran karena multimedia pembelajaran memberikan hasil yangAolebih baik dibandingkan mediaAoyang lain seperti media power point. Serta pemilihan model dan metode yang bersesuaianAodengan materi yang akan diajarkan. Diharapkan kepada siswa. Agar terus berperan aktif dan semangat pada saat Diharapkan kepada pihak sekolah. Untuk dapat menyediakan sarana dan prasarana yang lebih maksimal agar guru-guru lebih menggunakan media pembelajaran yang menarik salah satunya multimedia pembelajaran. REFERENSI