ISSN 1979-2794 e-ISSN: 2655-6634 INTEGRASI HIDDEN KURIKULUM DALAM NILAI KEDISIPLINAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN PUTRI SALAFIYAH Aviah Asmaul Husna1 aviahasmaulhusna@gmail. Abdur Rahman Nor Afif Hamid2 rahmanbegok46@gmail. Universitas Nurul Jadid Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Abstrak Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mentransfer pengetahuan formal, tetapi juga mencakup pembentukan karakter dan nilai-nilai moral yang esensial bagi perkembangan Salah satu elemen penting dalam pendidikan adalah hidden curriculum, yang mencakup nilai-nilai, sikap, dan norma yang tidak diajarkan secara eksplisit, tetapi diperoleh melalui pengalaman, interaksi sosial, dan lingkungan belajar. Elemen ini melengkapi kurikulum formal dengan fokus pada pengembangan sikap, keterampilan, dan karakter siswa secara holistik. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk menganalisis peran dan implementasi hidden curriculum dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidden curriculum berperan strategis dalam menyampaikan nilai-nilai seperti kedisiplinan, toleransi, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Nilai-nilai ini ditanamkan melalui pola tindakan, interaksi sosial, dan keteladanan guru serta pengasuh, yang secara alami memengaruhi pembentukan kepribadian siswa. Pelaksanaannya terjadi dalam proses pembelajaran sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas. Meskipun demikian, terdapat hambatan dalam penerapan hidden curriculum, terutama kurangnya perhatian terhadap aspek afektif siswa akibat dominasi fokus pada aspek kognitif. Hal ini menyebabkan potensi hidden curriculum tidak dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan langkah konkret untuk mengintegrasikan hidden curriculum secara efektif dalam proses pendidikan. Dengan menyeimbangkan perhatian pada aspek kognitif dan afektif, hidden curriculum dapat menjadi elemen kunci dalam menciptakan pendidikan yang holistik, bermakna, dan berbasis nilai, yang mendukung pembentukan karakter siswa yang berintegritas. Kata kunci: Integrasi. Hidden Curriculum. Nilai Kedisiplinan. Pondok Pesantren. Salafiyah Bangil. Aviah Asmaul Husna. Abdur Rahman N. Integrasi Hidden KurikulumA. Abstratc Education not only aims to transfer formal knowledge but also includes the formation of character and moral values that are essential for individual development. One of the important elements in education is the hidden curriculum, which includes values, attitudes, and norms that are not explicitly taught but are acquired through experience, social interaction, and the learning environment. This element complements the formal curriculum by focusing on the holistic development of students' attitudes, skills, and character. This research uses a literature review method to analyze the role and implementation of the hidden curriculum in education. The research results show that the hidden curriculum plays a strategic role in conveying values such as discipline, tolerance, responsibility, and leadership. These values are instilled through patterns of action, social interactions, and the exemplary behavior of teachers and caregivers, which naturally influence the formation of students' personalities. Its implementation occurs in the daily learning process, both inside and outside the classroom. However, there are obstacles in the implementation of the hidden curriculum, particularly the lack of attention to students' affective aspects due to the dominance of focus on cognitive aspects. This causes the potential of the hidden curriculum to not be utilized optimally. Therefore, awareness and concrete steps are needed to effectively integrate the hidden curriculum into the educational process. By balancing attention to cognitive and affective aspects, the hidden curriculum can become a key element in creating holistic, meaningful, and value-based education that supports the character development of students with integrity. Keyword : Integration. Hidden Curriculum. Discipline Values. Islamic Boarding School. Salafiyah Bangil. LATAR BELAKANG Pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan formal, tetapi juga mencakup proses pembentukan karakter dan nilai-nilai moral yang esensial untuk perkembangan individu. Dalam konteks pendidikan, kurikulum tidak terbatas pada komponen formal seperti silabus, rencana pembelajaran, atau evaluasi yang terstruktur. Terdapat pula elemen tidak terlihat yang dikenal sebagai hidden curriculum atau kurikulum Konsep hidden curriculum mengacu pada nilai-nilai, sikap, dan norma yang tidak diajarkan secara eksplisit, tetapi diperoleh melalui pengalaman sehari-hari, lingkungan Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 pendidikan, serta interaksi sosial di dalam institusi Pendidikan. 1 Dengan demikian, hidden curriculum berfungsi sebagai elemen penyeimbang dalam pembelajaran yang sering kali berfokus pada pengembangan ranah kognitif dan psikomotorik. Produk pendidikan yang mengintegrasikan hidden curriculum tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga dewasa secara emosional. Di lingkungan pesantren, hidden curriculum memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk akhlak dan kepribadian santri. Nilai-nilai seperti keikhlasan, kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab seringkali ditanamkan melalui aktivitas sehari-hari, seperti kegiatan tadarus bersama, gotong royong, hingga penerapan pola hidup sederhana yang dicontohkan oleh para pengasuh pesantren. Integrasi hidden curriculum ini berkontribusi secara signifikan dalam membentuk karakter santri, sehingga mereka tidak hanya memahami ilmu agama secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam keilmuan, keterampilan, dan berbagai aspek kehidupan lainnya. 3 Namun, terdapat sejumlah tantangan dalam penerapan hidden curriculum di pesantren, seperti kurangnya pemahaman mengenai konsep tersebut, perbedaan persepsi antara guru dan santri, serta keterbatasan waktu untuk mengelola kegiatan tambahan. Oleh karena itu, diperlukan best practices atau praktik terbaik untuk mengintegrasikan hidden curriculum secara efektif ke dalam pembelajaran, sehingga mampu membentuk pribadi santri yang berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan dukungan dan gambaran konkret terkait 1 Mundir. Baharun. Soniya. , & Hamimah. Childhood BehaviorManagement Strategy based on Fun Learning Environment. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6. https://doi. org/10. 31004/obsesi. 2 Listrianti. , & Mundiri. TRANSFORMATION OF CURRICULUM DEVELOPMENT BASED ON NATIONALITY-ORIENTED. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 8. https://doi. org/10. 26811/peuradeun. 3 Baharun. , & Ummah. Strengthening StudentsAo Character in Akhlaq Subject Through Problem Based Learning Model. Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah, 3. https://doi. org/10. 24042/tadris. Aviah Asmaul Husna. Abdur Rahman N. Integrasi Hidden KurikulumA. penerapan hidden curriculum, sebagaimana telah dibahas dalam beberapa penelitian Pendidikan yang berbasis kurikulum mampu membentuk siswa sesuai dengan harapan ideal tidak cukup hanya mengandalkan kurikulum formal yang dipelajari, tetapi juga memerlukan keberadaan hidden curriculum. Secara teoritis, hidden curriculum memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk karakter dan kecerdasan siswa, mencakup aspek lingkungan sekolah, pola interaksi antara guru dan siswa, hingga kebijakan serta manajemen sekolah yang mencakup hubungan interaksi vertikal maupun Hidden curriculum meliputi nilai-nilai, sikap, dan kebiasaan yang tidak diajarkan secara eksplisit di dalam kelas, tetapi terserap oleh siswa melalui interaksi sosial, budaya di lingkungan pendidikan seperti pesantren, serta melalui keteladanan yang diberikan oleh guru atau kyai. Hidden curriculum juga tercermin melalui sikap dan kepatuhan siswa terhadap berbagai aturan, seperti kedisiplinan, tata cara berpakaian, kerapian, penampilan, serta perilaku selama pembelajaran. Misalnya, dalam hal kedisiplinan, siswa yang datang terlambat harus mendapatkan izin dari guru piket sebelum diizinkan mengikuti pelajaran di kelas. Aturan mengenai pakaian dan kerapian meliputi kewajiban siswa untuk mengenakan seragam sesuai jadwal dan aturan yang telah ditetapkan. Penampilan siswa juga diatur, seperti kewajiban bagi siswa laki-laki untuk menjaga rambut tetap pendek dan larangan bagi siswa perempuan untuk menggunakan aksesoris berlebihan atau make-up. Dalam Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah disebutkan bahwa pendidikan keagamaan Islam meliputi pesantren dan pendidikan diniyah, sebagaimana diatur dalam 4 Basyiruddin. RELIGIOUS ORIENTATION AS THE HIDDEN CURRICULUM IN THE LEARNING PROCESS DURING OF THE COVID-19 PANDEMIC. Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 10. https://doi. org/10. 33578/jpfkip. 5 Putri. Tantangan dan Strategi Kebijakan Pendidikan dalam Mengatasi Toleransi: Tiga Dosa Besar Pendidikan dalam Konteks Pendidikan Multikultural. Proceedings Series of Educational Studies. Wahyuwani. Judrah. , & Suriati. Implementasi Hidden Curriculum Dalam Pengembangan Kecerdasan Spiritual dan Self-Reliance Santri di Pondok Pesantren. Jurnal Al-Ilmi, 4. Article 1. https://doi. org/10. 47435/al-ilmi. Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 PMA No. 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam. 7 Tidak dapat disangkal bahwa pesantren merupakan salah satu bentuk pendidikan yang memiliki daya tahan kuat dalam perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia. Ketahanan pesantren tidak hanya didukung oleh kemampuannya untuk beradaptasi, tetapi juga karena karakteristiknya yang unik sebagai lembaga yang mencerminkan nilai-nilai keislaman sekaligus keaslian Indonesia . Sebagai lembaga indigenous, pesantren lahir dan berkembang dari pengalaman sosiologis masyarakat setempat. Dalam konteks modern, menjadikan pesantren dan sekolah sebagai pusat pengembangan keimanan dan ilmu pengetahuan adalah langkah yang sangat baik. Pesantren dapat berperan sebagai laboratorium pendidikan, di mana transfer ilmu pengetahuan dilakukan secara dinamis, terus diperbarui, dikritisi, dan dikaji secara terbuka. Pendekatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya expired knowledge yang tidak lagi relevan dengan kebutuhan dan tantangan masyarakat masa kini. Penelitian terkait hidden curriculum di pesantren telah banyak dikaji seperti penelitian yang berjudul Peran Hidden Curriculum dalam Pembentukan Karakter Santri di Pondok Pesantren menyoroti peran hidden curriculum dalam pembentukan karakter 9 Mereka menemukan bahwa praktik kedisiplinan, seperti ketepatan waktu, tata tertib, dan penghormatan terhadap sesama, tidak hanya diajarkan melalui teori, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Di pondok pesantren, kedisiplinan dalam menjalankan ibadah, terutama dalam hal ketepatan waktu, menjadi bagian dari hidden curriculum yang membentuk kedisiplinan santri. Selanjutnya tesis yang berjudul Yunandra. Pendidikan Keagamaan Islam di Indonesia: Tinjauan Kebijakan dan Implementasi. Kencana. Baharun. Pengembangan Media Pembelajaran Pai Berbasis Lingkungan Melalui Model ASSURE. Cendekia: Journal Education Society, 14. https://doi. org/10. 21154/cendekia. Yuliana. Muhajir. , & Apud. PERAN CORE DAN HIDDEN CURRICULUM DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN SISWA ( Studi kasus di SMA Insan Kamil Tartila dan SMA AeAsmaniyah Kabupaten Tangerang Jurnal Qathruna, 85Ae105. http://repository. id/8509/ Aviah Asmaul Husna. Abdur Rahman N. Integrasi Hidden KurikulumA. Pembentukan Karakter Religius Santri Berbasis Hidden Curriculum di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta menyoroti penerapan hidden curriculum dalam upaya pembentukan karakter religius santri di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta. 10 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa aspek penting yang mendukung pembentukan karakter religius, yang mencakup tujuan, bentuk program atau kegiatan, peran pengasuh . stadz/kya. , lingkungan pesantren, serta strategi pengelola pesantren dalam mengimplementasikan hidden curriculum. Selanjutnya artikel yang berjudul Implementasi Kurikulum Tersembunyi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Rejang Lebong menyimpulkan bahwa SMA Negeri 1 Rejang Lebong telah berhasil mengimplementasikan hidden curriculum dengan cara yang sangat efektif, yang tidak hanya mencakup nilai-nilai agama, tetapi juga penanaman sikap toleransi dan moderasi dalam kehidupan beragama. 11 Hal ini penting untuk membentuk karakter siswa yang seimbang, menjaga agar mereka tidak terpengaruh oleh paham radikal atau ekstrem yang mungkin muncul, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Terakhir adalah penelitian yang berjudul Implementasi Hidden Curriculum dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik di MTs Pondok Pesantren Modern Babussalam Desa Teluk Bakung Kecamatan Tanjung Pura, menjelaskan bahwa peran hidden curriculum dalam pembentukan karakter religius siswa di MTs. 12 Babussalam Modern Islamic Boarding School, yang terletak di Desa Teluk Bakung. Kecamatan Tanjung Pura. Secara umum, pembentukan karakter siswa dalam pendidikan formal tidak bisa dipisahkan dari keterlibatan kepala sekolah, guru, dan orang Fauzi. Pembentukan Karakter Religius Santri Berbasis Hidden Curriculum di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta . asterThesis. Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakart. https://repository. id/dspace/handle/123456789/62723 Warsah. Destriani. Septian. , & Nurhayani. Implementasi Kurikulum Tersembunyi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Rejang Lebong. Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan, 9. , 1Ae11. https://doi. org/10. 32505/ikhtibar. Putri. Implementasi Hidden Curriculum dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik di MTs Pondok Pesantren Modern Babussalam Desa Teluk Bakung Kecamatan Tanjung Pura. Journal Millia Islamia, 201Ae211. https://jurnal. id/index. php/JMI/article/view/385 Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 tua siswa, yang memiliki peran besar dalam menentukan keberhasilan proses tersebut. Selain itu, ada elemen-elemen tersembunyi . idden element. yang mempengaruhi pembentukan karakter, yang sering kali diabaikan dalam kurikulum formal, salah satunya adalah hidden curriculum. Tujuan utama dalam penulisan artikel ini adalah untuk menggali peran hidden curriculum dalam pembentukan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Putri Salafiyah Bangil. Kajian ini akan menyoroti elemen-elemen yang tidak secara eksplisit diajarkan, namun memiliki pengaruh besar terhadap karakter santri, khususnya dalam aspek Penelitian ini berfokus untuk mengidentifikasi nilai-nilai yang didapatkan santri melalui interaksi sosial, aturan tidak tertulis, dan keteladanan dari pengasuh pesantren yang secara tidak langsung membentuk sikap, kebiasaan, dan perilaku mereka. Pondok Pesantren Putri Salafiyah Bangil dipilih sebagai studi kasus karena Dengan pendekatan pendidikan berbasis salaf dan fokus pada pendidikan perempuan, pesantren ini telah berhasil menghasilkan santri yang tidak hanya terampil dalam berdakwah secara kreatif, tetapi juga memiliki pola pikir yang terbuka serta penerimaan terhadap perbedaan. Diharapkan melalui kajian ini, dapat ditemukan wawasan baru mengenai penerapan hidden curriculum dalam pembentukan kedisiplinan dan nilainilai pesantren pada santri, yang dapat memperkaya pemahaman tentang pendidikan pesantren secara lebih menyeluruh, yang tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan karakter dan akhlak. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk mendalami konsep hidden curriculum dalam dunia pendidikan, khususnya di lingkungan pesantren. Kajian ini dilakukan dengan menghimpun, menganalisis, dan mengintegrasikan berbagai literatur, termasuk buku, jurnal, artikel ilmiah, dan dokumen resmi, untuk memahami peran hidden curriculum dalam pembentukan karakter, nilai moral, dan kedisiplinan siswa secara Aviah Asmaul Husna. Abdur Rahman N. Integrasi Hidden KurikulumA. Kajian ini dimulai dengan mengidentifikasi definisi dan konsep hidden curriculum yang didefinisikan sebagai elemen pendidikan yang tidak secara eksplisit diajarkan tetapi diterima melalui pengalaman, interaksi sosial, dan lingkungan belajar. Nilainilai seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan kejujuran menjadi fokus utama dalam konsep ini. Penelitian ini juga menyoroti peran strategis hidden curriculum di pesantren, yang terbukti efektif dalam membentuk akhlak dan kepribadian santri melalui aktivitas rutin, keteladanan pengasuh, dan interaksi sosial. Nilai-nilai seperti keikhlasan, kemandirian, dan kedisiplinan menjadi bagian integral dalam sistem pendidikan pesantren. Selain itu, kajian pustaka ini juga mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam implementasi hidden curriculum, seperti kurangnya pemahaman terhadap konsep ini, perbedaan persepsi antara guru dan siswa, serta keterbatasan waktu. Literatur yang relevan digunakan untuk menawarkan solusi dan praktik terbaik guna mengatasi hambatan tersebut. Sebagai contoh penerapan. Pondok Pesantren Putri Salafiyah Bangil dijadikan studi kasus dalam penelitian ini. Pesantren ini dipilih karena keberhasilannya dalam mengintegrasikan hidden curriculum, yang mampu membentuk santri dengan karakter religius serta adaptif terhadap kebutuhan era modern. 14 Sumber data dalam kajian ini mencakup buku dan jurnal yang membahas hidden curriculum dalam pendidikan formal dan pesantren, artikel ilmiah yang mendukung analisis nilai-nilai karakter melalui hidden curriculum, serta dokumen resmi seperti kebijakan pendidikan Islam, termasuk PMA No. 13 Tahun 2014. Kajian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam mengenai pentingnya hidden curriculum sebagai bagian integral dalam pendidikan holistik. Sugiyono. Prof. Dr. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Prof. Dr. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Firdausi. Rosida. , & Sugianti. Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Melalui Permainan Kata di Kelas Vi Pondok Pesantren Salafiyah 2 Bangil. Journal in Teaching and Education Area, 1. Article 3. https://doi. org/10. 69673/p94rdt17 Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Pengetahuan Guru Tentang Hidden Kuriculum Penerapan hidden curriculum di Pondok Pesantren Putri Salafiyah Bangil menunjukkan bahwa hidden curriculum berfungsi sebagai kebijakan pendidikan yang tidak tertulis namun memiliki pengaruh signifikan dalam pembentukan karakter siswa. Hidden curriculum dirancang untuk mendukung tujuan pendidikan dengan mengintegrasikan nilai-nilai tertentu melalui kebijakan sekolah, peraturan, dan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara konsisten. Di pesantren ini, hidden curriculum difokuskan pada pembiasaan ibadah sebagai inti dari proses pembentukan karakter. Pembiasaan ini diwujudkan melalui berbagai aktivitas, seperti rutinitas harian yang terstruktur, penerapan tata tertib, pemberian contoh oleh guru dalam interaksi sosial, hubungan yang harmonis antara guru dan siswa, penyediaan fasilitas pendidikan yang mendukung, serta kegiatan Semua elemen ini bekerja secara sinergis untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya membangun aspek kognitif, tetapi juga ranah afektif dan psikomotorik peserta didik. Peran guru dalam konteks hidden curriculum sangat strategis, karena mereka menjadi penggerak utama dalam mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan ke dalam kehidupan sehari-hari siswa. Guru tidak hanya bertindak sebagai pengajar formal, tetapi juga sebagai teladan yang memengaruhi pembentukan karakter peserta didik melalui interaksi dan aktivitas yang mereka lakukan bersama siswa. Kontribusi hidden curriculum dalam pendidikan terlihat pada kemampuannya melengkapi kurikulum formal. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademis, tetapi juga pengalaman yang memperkaya pengembangan kepribadian, internalisasi norma sosial. Wahyuwani. Judrah. , & Suriati. Implementasi Hidden Curriculum Dalam Pengembangan Kecerdasan Spiritual dan Self-Reliance Santri di Pondok Pesantren. Jurnal Al-Ilmi, 4. Article 1. https://doi. org/10. 47435/al-ilmi. Aviah Asmaul Husna. Abdur Rahman N. Integrasi Hidden KurikulumA. nilai-nilai moral, dan keyakinan spiritual. 16 Hal ini menjadikan hidden curriculum sebagai elemen integral yang tidak hanya melengkapi, tetapi juga memperkuat kurikulum formal dalam membentuk individu yang berkarakter holistik. Hidden curriculum tidak dapat dipandang sebagai elemen tambahan semata, tetapi sebagai komponen esensial dalam proses pendidikan. Keberhasilannya sangat bergantung pada peran pendidik dan konsistensi pelaksanaannya, yang pada akhirnya akan menciptakan individu yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional, sosial, dan Hidden curriculum adalah bagian dari proses pendidikan yang tidak secara eksplisit dimasukkan ke dalam materi pembelajaran formal. Secara lebih spesifik, hidden curriculum mencakup berbagai aspek kehidupan sekolah yang berada di luar kurikulum tertulis, tetapi memiliki dampak signifikan terhadap perubahan nilai, persepsi, dan perilaku siswa. Inti dari hidden curriculum terletak pada kebiasaan sekolah dalam menerapkan disiplin, seperti ketepatan waktu guru dalam memulai pelajaran, kemampuan guru dalam mengelola kelas, serta cara guru memperlakukan siswa yang melakukan pelanggaran, baik di dalam maupun di luar kelas. (Afifah & Hindun, 2. Semua pengalaman ini berkontribusi pada pembentukan pola pikir dan perilaku siswa. Selain itu, lingkungan sekolah juga menjadi elemen penting dari hidden curriculum. Lingkungan yang teratur, rapi, disiplin, bersih, dan asri menciptakan pengalaman positif bagi siswa, yang secara tidak langsung memengaruhi budaya dan karakter mereka. Dengan demikian, hidden curriculum berperan dalam memberikan pengalaman-pengalaman yang membentuk siswa secara holistik, baik dalam aspek intelektual maupun karakter. Zein. PERAN GURU DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN. Inspiratif Pendidikan, 5. Article 2. https://doi. org/10. 24252/ip. Basyiruddin. RELIGIOUS ORIENTATION AS THE HIDDEN CURRICULUM IN THE LEARNING PROCESS DURING OF THE COVID-19 PANDEMIC. Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 10. https://doi. org/10. 33578/jpfkip. Umagap. Salamor. , & Gaite. Hidden Curriculum ( Kurikulum Tersembunyi ) sebagai wujud pendidikan karakter ( Studi pada SMK Al-Wathan Ambon ). Jurnal Kewarganegaraan, 6. Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Konsep hidden curriculum sering diartikan sebagai kurikulum yang tidak secara eksplisit diajarkan atau direncanakan dalam kegiatan pembelajaran, tetapi tetap memiliki dampak signifikan terhadap peserta didik. Istilah ini mencakup berbagai elemen seperti nilai-nilai, strategi, tradisi, dan perilaku yang dianggap penting, meskipun tidak menjadi bagian dari kurikulum formal yang diajarkan secara langsung di kelas. Secara sederhana, hidden curriculum adalah kurikulum yang tidak dirancang secara terstruktur, tetapi keberadaannya mampu memengaruhi perubahan sikap dan perilaku peserta didik. Kurikulum ini bersifat laten atau tersembunyi, yang artinya tidak terlihat secara langsung tetapi tetap memiliki pengaruh yang nyata. Sebagaimana dijelaskan, hidden curriculum tidak direncanakan, tidak diprogram, dan tidak dirancang secara formal, tetapi mampu memberikan pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap hasil dari proses pembelajaran. Efeknya terlihat dalam pembentukan karakter, nilai, dan sikap yang dimiliki oleh peserta didik sebagai hasil dari interaksi dan pengalaman yang mereka peroleh di lingkungan pendidikan. Proses Pendidikan Kedisiplinan Melalui Hidden Kurikulum Di p. Salafiyah Bangil Pondok Pesantren Putri Salafiyah Bangil adalah lembaga pendidikan Islam khusus perempuan yang menerapkan sistem pembelajaran salaf. Berlokasi di Kecamatan Bangil, tepatnya di Jalan Kauman Tengah No. 274, pesantren ini berada di wilayah yang dikenal memiliki keberagaman aliran keagamaan yang mencolok dibandingkan daerah lain, menjadikan Bangil salah satu kota santri terkemuka di Jawa Timur. Pesantren ini telah dikenal luas oleh masyarakat dari berbagai daerah karena reputasinya dalam memberikan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Makahinsade. Strategi Guru Sekolah Minggu Untuk Mempertahankan Karakter Iman Anak Sekolah Minggu Masa Pandemi Covid 19. Jurnal Teologi dan Pendidikan. Vol. Wardani. Strategi Kepemiminan KH. Khoiron Husain dalam Mengembangkan Pondok Pesantren Salafiyah Putri Kauman Pasuruan . Konferensi Nasional Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam, 1, 979Ae987. https://proceedings. id/index. php/konmaspi/article/view/2748 Aviah Asmaul Husna. Abdur Rahman N. Integrasi Hidden KurikulumA. Didirikan pada tahun 1953 oleh KH. Abdur Rohim Rohani, berdirinya Pondok Pesantren Putri Salafiyah Bangil dilatarbelakangi oleh desakan masyarakat, khususnya kebutuhan perempuan, agar beliau membantu menyusun pidato untuk berbagai kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi dan IsraAo MiAoraj. Kebutuhan tersebut menjadi pemicu bagi pendiri untuk mendirikan sebuah asrama pendidikan yang berfokus pada kaum perempuan, dengan tujuan utama menjawab tantangan zaman. Hal ini didorong oleh realitas banyaknya perempuan yang kurang memahami hukum-hukum agama, terutama yang berkaitan dengan kewanitaan, serta peran perempuan sebagai pendidik utama dalam Pondok Pesantren Putri Salafiyah Bangil berdiri sebagai wujud pengabdian dalam memberikan pendidikan berkualitas bagi perempuan. Pesantren ini unik karena memberikan perhatian khusus pada pentingnya pendidikan berbasis nilai-nilai pesantren bagi kaum perempuan, sekaligus menanamkan kesadaran tentang peran strategis perempuan dalam membangun keluarga dan masyarakat. 21 Dengan perjalanan waktu, pesantren ini terus menunjukkan komitmennya dalam melahirkan generasi yang andal dan relevan dengan tuntutan zaman. Pesantren ini tidak hanya memberikan pendidikan agama, tetapi juga membekali santrinya dengan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan masa mereka, menjadikannya lembaga yang memiliki legalitas dan kepercayaan tinggi di mata masyarakat luas. Peran sosok kyai, pengasuh, dewan guru serta kepengurusan Dalam Pendidikan kedisiplinan Melalui Hidden Kurikulum Di p. Salafiyah Bangil Peran guru dalam pendidikan karakter tidak terbatas pada pengajaran mata pelajaran, tetapi juga mencakup perannya dalam setiap interaksi dengan kebutuhan, kemampuan, dan aktivitas siswa. Tidak semua hal yang diserap siswa melalui hidden curriculum memiliki tingkat kepentingan yang sama, namun terdapat elemen-elemen Masita. Salafi dalam Kontestasi Islam di Pasuruan. Salimiya: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam, 3. Article 2. https://w. id/index. php/salimiya/article/view/687 Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 tertentu yang berperan signifikan, terutama dalam pengajaran nilai-nilai sosial dan (Buan, 2. Kepribadian guru dan sosoknya yang sering menjadi panutan bagi siswa diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, yang memberikan contoh nyata dalam pembelajaran sosial dan moral. Meskipun keberadaan hidden curriculum sering kali tidak disadari oleh siswa, pengalaman belajar yang tidak direncanakan ini dapat terjadi melalui interaksi siswa dengan guru, sesama siswa, maupun lingkungannya. (Husna & Hamid. Guru sebagai figur teladan memainkan peran penting dalam menciptakan pengalaman moral yang mendalam, membentuk perilaku santun dan sikap sosial siswa dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, hidden curriculum juga berfungsi sebagai media untuk pertukaran informasi melalui berbagai aktivitas yang berlangsung baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Aktivitas ini memberikan kontribusi penting terhadap pembelajaran siswa, menjadikannya sebagai salah satu sumber pengetahuan yang berharga dalam proses pendidikan. (Umagap dkk. , 2. Hidden curriculum adalah bagian dari pendidikan yang tidak secara langsung diajarkan dalam materi pembelajaran formal, tetapi tetap memiliki pengaruh besar terhadap perubahan nilai, pandangan, dan perilaku siswa, seperti ketaatan terhadap peraturan sekolah. Selain itu, hidden curriculum juga dapat tercermin dari perilaku, sikap, ucapan, dan tindakan guru terhadap siswa, yang sering kali mengandung pesan moral Di Indonesia, sebagai negara dengan keragaman budaya, hidden curriculum telah berkembang menjadi sarana pendidikan karakter yang mengintegrasikan nilai-nilai Hal ini menjadi ciri khas yang membedakan institusi pendidikan di berbagai daerah, dengan fokus pada pembentukan karakter siswa melalui tradisi dan kebiasaan yang ada di luar kurikulum formal. Hidden curriculum juga mencakup berbagai pengalaman dan faktor yang memengaruhi proses belajar siswa di sekolah. Tujuan dari kajian ini adalah untuk memahami dampak positif yang dapat dihasilkan dari hidden curriculum serta mencari cara untuk mengoptimalkan manfaatnya sekaligus mengurangi pengaruh negatif yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, hidden curriculum bukan hanya Aviah Asmaul Husna. Abdur Rahman N. Integrasi Hidden KurikulumA. pelengkap kurikulum formal, tetapi juga memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan pengalaman belajar siswa secara keseluruhan. (Syarifah, 2020. Teori Jeane H. Balantine (Purwanto, 2. menjelaskan bahwa hidden curriculum terbentuk melalui tiga elemen utama yang bekerja secara sinergis untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan efektif. Pertama, rules atau aturan menjadi fondasi penting dalam menciptakan suasana sekolah yang kondusif bagi proses Aturan mencakup tata tertib, jadwal kegiatan, dan prosedur yang harus ditaati oleh siswa serta tenaga pendidik. Dengan adanya aturan yang jelas, siswa dapat memahami batasan dan tanggung jawab mereka, sehingga tercipta lingkungan belajar yang terorganisasi dan terkendali. Kedua, regulations atau kebijakan sekolah dirancang untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Kebijakan ini tidak hanya ditujukan untuk siswa tetapi juga melibatkan semua elemen sekolah, termasuk guru dan staf lainnya. Kebijakan yang dirancang dengan baik memungkinkan terciptanya sinergi antara berbagai pihak dalam mendukung proses pendidikan, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara Ketiga, routines atau rutinitas mengacu pada pelaksanaan aturan dan kebijakan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan penerapan yang terusmenerus, kebijakan dan aturan ini dapat diterima dan dijalankan dengan baik oleh seluruh warga sekolah. Rutinitas juga membantu membangun kebiasaan positif, sehingga nilainilai yang diinginkan dapat tertanam secara mendalam dalam kehidupan siswa. (Fauzi. Dalam konteks pesantren, hidden curriculum diperkuat oleh keberadaan figur kyai sebagai teladan. Kyai memainkan peran sentral dalam membentuk moral, etika, dan nilai-nilai agama santri. Keteladanan kyai dalam bersikap dan bertindak menjadi contoh nyata yang diikuti oleh para santri, menjadikan nilai-nilai tersebut lebih mudah Dengan demikian, hidden curriculum tidak hanya dibangun melalui aturan dan kebijakan tertulis, tetapi juga melalui rutinitas yang konsisten serta keteladanan dari figur penting seperti kyai. Ketiga elemen ini bekerja bersama untuk menciptakan Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 pengalaman pendidikan yang tidak hanya mendukung pembelajaran akademik, tetapi juga membentuk karakter, sikap, dan nilai-nilai positif dalam diri peserta didik. (Rozana dkk. Menurut Balantine, hidden curriculum adalah elemen-elemen pendidikan yang tidak secara eksplisit diajarkan dalam pembelajaran formal, tetapi diinternalisasi melalui interaksi sosial dan struktur institusi pendidikan. (Al-nur, 2. Di Pondok Pesantren Putri Salafiyah Bangil, hidden curriculum memainkan peran penting sebagai instrumen dalam pembentukan nilai-nilai kedisiplinan santri. Pesantren ini mengadopsi pendekatan psikologi indigenous yang diwujudkan melalui figur KH. Abdur Rahim Rohani, yang menjadi pusat dalam penerapan kebijakan, desain pembelajaran, dan penyusunan kurikulum yang relevan dengan konteks lokal. Pendekatan indigenous menitikberatkan pada pentingnya memahami pendidikan dalam konteks budaya, sosial, dan lingkungan lokal di mana pendidikan itu berlangsung. Pendekatan ini hadir sebagai respons terhadap dominasi teori-teori Barat yang sering dianggap kurang relevan dengan realitas budaya Pondok Pesantren Putri Salafiyah Bangil menjadi salah satu contoh penerapan pendekatan ini, yang terlihat dalam berbagai aspek penyelenggaraan pendidikannya. Salah satu penerapan utama pendekatan indigenous di pesantren ini adalah melalui pendidikan berbasis nilai lokal. (Ahya, 2. Nilai-nilai tradisional, seperti gotong royong, diintegrasikan ke dalam kurikulum dan aktivitas sehari-hari santri. Hal ini tidak hanya membuat pembelajaran menjadi relevan dengan kebutuhan pendidikan, tetapi juga mencerminkan identitas budaya masyarakat sekitar, membangun fondasi yang erat kaitannya dengan tradisi lokal. Selain itu, pendekatan ini juga diterapkan dalam aspek psikologi untuk memahami perilaku santri berdasarkan nilai-nilai budaya setempat. Tradisi, norma, dan nilai-nilai agama yang menjadi dasar kehidupan di pesantren diterapkan secara menyeluruh untuk membentuk karakter santri. Dengan pendekatan ini, santri tidak hanya menjadi individu yang religius, tetapi juga memiliki kesadaran budaya yang tinggi. (Achmad, 2. Aviah Asmaul Husna. Abdur Rahman N. Integrasi Hidden KurikulumA. Pendekatan indigenous di Pondok Pesantren Putri Salafiyah Bangil juga mencakup aspek ekonomi dan pembangunan berbasis komunitas. Pesantren mendorong model pembangunan yang selaras dengan nilai-nilai masyarakat adat, seperti pendekatan ekonomi berbasis komunitas yang mengutamakan partisipasi dan keberlanjutan. Ini memungkinkan pesantren berperan aktif dalam mendukung pembangunan sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Melalui integrasi pendekatan indigenous. Pondok Pesantren Putri Salafiyah Bangil tidak hanya menjadi institusi pendidikan agama, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pengembangan budaya, sosial, dan ekonomi yang sesuai dengan karakteristik masyarakat sekitarnya. Pendekatan ini memperkuat identitas pesantren sebagai lembaga yang berakar pada tradisi lokal dan relevan dalam menjawab tantangan zaman. (Wahid & Falah, 2. Pondok Pesantren Putri Salafiyah Bangil . Salafiyah Bangi. menerapkan hidden curriculum yang berakar pada nilai-nilai yang ditanamkan oleh para pendirinya. KH. Abdur Rohim Rohani, yang dikenal sebagai Romo Kiai Abdur Rohim, dan dilanjutkan oleh menantunya. Ustadz Khoiron Husain. Di bawah kepemimpinan Ustadz Khoiron, pesantren ini berkembang pesat dan semakin dikenal, terutama sebagai pesantren putri yang tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga mencetak generasi dengan pemahaman dakwah Islam yang mendalam dan pola pikir yang terbuka, meskipun tetap berpegang pada pendidikan salafiyah. Pada masa kepemimpinan KH. Abdur Rohim Rohani, syiAoar agama dihidupkan melalui pengajaran mendalam. Salah satu langkahnya adalah dengan menguji kemampuan santri putri dalam membaca kitab-kitab klasik menggunakan kaidah bahasa Arab . ahwu-shara. , yang menghasilkan capaian luar Selain itu, beliau aktif memberikan pengajian keagamaan di musholla-musholla sekitar, terutama terkait keilmuan keagamaan dan aspek ke-NU-an. Nilai-nilai hidden curriculum di pesantren ini diintegrasikan melalui berbagai pendekatan yang bertujuan membentuk karakter santri, terutama dalam aspek kedisiplinan dan tanggung jawab. Pendekatan tersebut diantaranya adalah Keteladanan Pengasuh dan Ustadzah. Para pengasuh dan ustadzah menjadi teladan utama bagi santri. Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Mereka menunjukkan kedisiplinan melalui ketepatan waktu dalam menjalankan kegiatan harian, seperti shalat berjamaah dan proses belajar-mengajar. Dengan memberi contoh nyata, mereka mengajarkan santri pentingnya menghargai waktu dan menjalani hidup dengan teratur. Selanjutnya Struktur Aturan yang Ketat Pesantren menerapkan aturan yang ketat, disertai jadwal kegiatan harian yang terorganisir dengan baik. Sanksi yang tegas namun mendidik juga diterapkan untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan Pendekatan ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi internalisasi nilainilai kedisiplinan, sesuai dengan teori yang menekankan pentingnya struktur institusi dalam membentuk perilaku individu. Dan yang terakhir Pembiasaan dalam Aktivitas Sehari-hari Rutinitas harian, seperti membersihkan asrama sebelum kegiatan belajar dan menjaga kerapian pakaian, menjadi bagian dari proses pembiasaan santri. Aktivitas ini tidak hanya mengajarkan tanggung jawab, tetapi juga menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya kedisiplinan dan kebersihan dalam kehidupan sehari-hari. Iintegrasikan hidden curriculum dalam berbagai aspek ini, p. Salafiyah Bangil telah berhasil membentuk karakter santri yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki wawasan yang luas. Pesantren ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran formal, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral melalui pembiasaan dan keteladanan. Pendekatan ini menjadikan pesantren sebagai lembaga yang tidak hanya mencetak individu yang berilmu, tetapi juga siap berkontribusi dalam kehidupan sosial dan keagamaan. (Makahinsade, 2. Pondok Pesantren Putri Salafiyah mengadopsi pendekatan pendidikan integratif yang menyeimbangkan kurikulum formal, nonformal, dan hidden curriculum. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membentuk generasi santri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh. Dengan mengutamakan keteladanan dan pembiasaan dalam mengintegrasikan hidden curriculum, pesantren ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter lebih efektif jika disampaikan melalui praktik nyata daripada sekadar teori. Di pesantren ini, hidden curriculum menjadi salah satu elemen utama dalam pembentukan karakter santri. Nilai-nilai seperti keikhlasan. Aviah Asmaul Husna. Abdur Rahman N. Integrasi Hidden KurikulumA. kesederhanaan, dan ketaatan diinternalisasi melalui aktivitas sehari-hari. Nilai-nilai ini tidak hanya menjadi panduan dalam kehidupan di pesantren, tetapi juga menjadi bekal penting bagi santri untuk berinteraksi di masyarakat. Hal ini sejalan dengan berbagai penelitian yang menekankan pentingnya peran strategis hidden curriculum dalam pendidikan berbasis nilai. (Ahmad dkk. , 2. Selain itu, pesantren ini berhasil memadukan tradisi pendidikan klasik dengan pendekatan modern tanpa mengabaikan identitas tradisionalnya. Nilai-nilai pesantren diintegrasikan dengan teknologi, seperti penggunaan media sosial untuk dakwah, yang membuka peluang baru bagi santri untuk berkontribusi di era digital. Hal ini mencerminkan kemampuan pesantren untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman sambil tetap menjaga nilai-nilai fundamentalnya. Pondok Pesantren Putri Salafiyah mengimplementasikan sejumlah elemen penting dari hidden curriculum yang secara efektif membantu pembentukan karakter santri. Elemen-elemen ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap hormat, yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari pesantren. (Alawiyah dkk. , 2. Salah satu elemen utama adalah tradisi harian, yang mencakup kegiatan rutin seperti bangun pagi, shalat berjamaah, dan mengaji. Aktivitas ini menjadi bagian dari pembiasaan yang tidak hanya menanamkan nilai kedisiplinan, tetapi juga membantu santri menjalani kehidupan yang terstruktur dan teratur. Kebiasaan ini mengajarkan pentingnya memanfaatkan waktu secara efisien dan bertanggung jawab terhadap kewajiban sehari-hari. Sistem hierarki juga memainkan peran penting dalam membentuk karakter santri. Struktur hierarki di pesantren mengajarkan santri untuk menghormati guru . dan senior sebagai bagian dari budaya pesantren. Tradisi ini menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan sikap hormat, tanggung jawab, dan kesadaran akan pentingnya etika dalam hubungan sosial. Selain itu, keteladanan pengasuh dan senior menjadi metode efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai penting, seperti keikhlasan dan tanggung jawab. Melalui contoh nyata dari para pengasuh dan senior, santri mendapatkan panduan langsung dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dengan Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 nilai-nilai tersebut. Keteladanan ini membantu membentuk karakter santri secara alami dan mendalam. Elemen lainnya adalah aturan dan aktivitas rutin, yang mencakup larangan menggunakan bahasa kasar sebagai upaya membentuk kedisiplinan dalam bertutur kata. Aturan lain, seperti kewajiban hadir tepat waktu di kelas, mengajarkan santri tentang tanggung jawab dan pentingnya menjaga komitmen. Aktivitas-aktivitas ini tidak hanya membantu menciptakan lingkungan yang disiplin, tetapi juga menanamkan kesadaran tentang pentingnya nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan penerapan elemen-elemen hidden curriculum ini. Pondok Pesantren Putri Salafiyah membangun sistem pendidikan yang tidak hanya fokus pada pembelajaran formal, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai yang menjadi bekal penting bagi santri dalam menjalani kehidupan di pesantren maupun di masyarakat. Temuan penelitian ini menunjukkan hubungan yang erat dengan teori Ballantine, di mana hidden curriculum dianggap sebagai alat penting untuk menanamkan nilai-nilai sosial, seperti kedisiplinan, melalui struktur sosial yang ada di lingkungan pendidikan, dalam hal ini pesantren. Hasil penelitian ini mendukung pandangan Ballantine bahwa hidden curriculum memainkan peran strategis dalam membentuk perilaku sosial, termasuk kedisiplinan santri. Namun, penelitian ini juga mengungkapkan faktor baru yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam teori Ballantine, yaitu peran keteladanan sebagai elemen penting dalam integrasi hidden curriculum. Di Pondok Pesantren Putri Salafiyah, integrasi hidden curriculum melalui keteladanan, aturan, dan pembiasaan telah terbukti efektif dalam membentuk nilai-nilai kedisiplinan santri. Keteladanan pengasuh dan ustadzah memberikan contoh nyata yang mudah diinternalisasi oleh santri, sementara struktur aturan yang jelas dan rutinitas harian membangun pola perilaku yang terorganisir dan tertib. Pembiasaan dalam aktivitas sehari-hari, seperti menjaga kebersihan, menjalankan tanggung jawab, dan mematuhi jadwal, memperkuat nilai-nilai ini secara berkelanjutan. (Afifah & Hindun, 2. Aviah Asmaul Husna. Abdur Rahman N. Integrasi Hidden KurikulumA. Pendekatan ini juga relevan untuk diaplikasikan di institusi pendidikan lain yang memiliki tujuan serupa, karena hidden curriculum tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap kurikulum formal tetapi juga sebagai alat untuk membangun kesadaran Di Pondok Pesantren Putri Salafiyah, hidden curriculum mencerminkan nilainilai dasar pesantren, seperti tanggung jawab, ketertiban, dan kerja sama. Dengan menanamkan kesadaran kolektif ini, pesantren berhasil menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan intelektual, tetapi juga membentuk santri sebagai individu yang disiplin dan berkarakter. Penelitian ini memperkuat gagasan bahwa hidden curriculum adalah elemen penting dalam pendidikan Dalam konteks Pondok Pesantren Putri Salafiyah, pendekatan ini berfungsi untuk menginternalisasi nilai-nilai pesantren yang mendalam dan mempersiapkan santri menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga matang secara moral dan sosial. (Basyiruddin, 2. Mekanisme penyampaian nilai di Pondok Pesantren Putri Salafiyah dilakukan melalui berbagai cara yang dirancang untuk menanamkan kedisiplinan dan karakter Tradisi pesantren menjadi landasan utama, di mana pentingnya kedisiplinan diajarkan melalui pengulangan rutinitas harian. Kegiatan seperti jadwal bangun pagi, shalat berjamaah, dan belajar bersama menjadi bagian dari pembiasaan yang secara perlahan membentuk pola perilaku santri. Mekanisme ini diperkuat dengan pemberian reward sebagai penghargaan bagi santri yang menunjukkan kedisiplinan, serta sanksi mendidik bagi mereka yang melanggar aturan. Lingkungan pesantren juga memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter Pengasuh dan ustadzah berperan sebagai role model yang memberikan teladan nyata melalui sikap, perilaku, dan kedisiplinan mereka. Solidaritas antar-santri juga menjadi faktor penting, di mana norma kelompok mendorong individu untuk menyesuaikan perilakunya dengan nilai-nilai yang berlaku di pesantren. Hubungan antarsantri, seperti interaksi antara kakak kelas dan adik kelas, menciptakan suasana kebersamaan yang memperkuat sistem sosial berbasis keluarga di pesantren. Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Faktor pendukung keberhasilan hidden curriculum di pesantren ini meliputi budaya pesantren yang telah terinternalisasi selama bertahun-tahun, peran pengasuh yang konsisten dalam menegakkan aturan, serta fasilitas pesantren yang mendukung Jadwal tertulis yang diumumkan secara teratur membantu menciptakan lingkungan yang terorganisir, sehingga santri dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan disiplin. Namun, dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa tantangan. Salah satunya adalah latar belakang santri yang beragam, termasuk yang berasal dari keluarga yang kurang disiplin, sehingga memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan nilainilai pesantren. Selain itu, resistensi terhadap aturan yang dianggap terlalu ketat oleh beberapa santri juga menjadi hambatan dalam penerapan hidden curriculum. (Syarifah. Penanaman sosok figur kiai dalam jiwa santri menjadi salah satu faktor terkuat dalam membentuk nilai kesantrian, terutama kedisiplinan. Nilai ini ditanamkan melalui komunikasi yang santun, tegas, dan penuh teladan oleh para pengasuh, ustadzah, dan pengurus pesantren. Bahkan, hubungan antar-santri juga memainkan peran dalam membangun kesadaran kolektif sebagai sebuah keluarga besar pesantren. Proses ini dilakukan secara terus-menerus dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga nilai-nilai tersebut menjadi bagian yang terinternalisasi dalam diri santri. Pondok Pesantren Putri Salafiyah berhasil membentuk lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendidik secara intelektual, tetapi juga membangun karakter santri yang kuat melalui tradisi, pembiasaan, dan keteladanan yang konsisten. Sistem sosial berbasis keluarga yang terjalin di pesantren menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kesadaran kolektif. Hambatan dan Solusi Yang di Hadapi Dalam Penanaman Nilai Kedisiplinan Melalui Hidden Kurikulum di p. Salafiyah Bangil Terdapat sejumlah hambatan yang dihadapi guru dalam upaya menanamkan pendidikan karakter melalui hidden curriculum di SMK Al-Wathan Ambon. Hambatan ini berasal dari tiga faktor utama, yaitu siswa, keluarga, dan lingkungan sekolah, yang Aviah Asmaul Husna. Abdur Rahman N. Integrasi Hidden KurikulumA. memengaruhi keberhasilan pembentukan nilai-nilai karakter. Salah satu hambatan terbesar adalah pada siswa itu sendiri. Setiap siswa memiliki latar belakang dan karakter yang berbeda, sehingga respons mereka terhadap pembinaan juga bervariasi. Beberapa siswa cenderung tidak mendengarkan nasihat guru, tidak menanggapi hukuman mendidik dengan baik, atau enggan berpartisipasi dalam kegiatan seperti membersihkan lingkungan sekolah. Perbedaan ini menjadi tantangan utama dalam menanamkan nilainilai kedisiplinan dan tanggung jawab. (Musahwi & Wahyuni, 2. Hambatan lainnya adalah dari keluarga. Keluarga memainkan peran utama dalam pembentukan karakter anak. Namun, sering kali ditemukan orang tua yang tidak mendukung kebijakan sekolah, seperti mengizinkan siswa mengikuti kegiatan di luar jam belajar atau menerima hukuman mendidik dari guru. Ketidaksetujuan dari orang tua ini dapat memengaruhi psikologis siswa, karena keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk nilai dan perilaku anak. Ketidakharmonisan antara kebijakan sekolah dan dukungan keluarga melemahkan efektivitas pendidikan karakter yang diterapkan oleh (Sabanil dkk. , 2. Lingkungan sekolah juga menjadi faktor yang memengaruhi keberhasilan hidden Beberapa guru kurang memperhatikan siswa secara langsung, seperti tidak menindaklanjuti ketidakhadiran siswa di kelas atau tidak memberikan teguran saat siswa melakukan kesalahan. Selain itu, kebiasaan siswa yang menggunakan handphone tanpa pengawasan untuk hal-hal tidak produktif juga mengurangi efektivitas pembelajaran di Untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut, sejumlah solusi dapat Salah satunya adalah memperkuat peran keluarga. Orang tua perlu menyadari pentingnya memberikan nilai-nilai karakter di rumah, seperti kedisiplinan dan tanggung Dukungan ini akan membantu siswa lebih mudah menerima kebijakan sekolah dan terlibat dalam kegiatan pembentukan karakter. (Ritonga & Saleh, 2. Dari sisi guru dan lingkungan sekolah, dibutuhkan perhatian yang lebih proaktif. Guru perlu memantau kehadiran siswa, menanyakan alasan absensi, dan memberikan perhatian kepada siswa yang menunjukkan perilaku negatif. Teguran yang tegas tetapi Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 mendidik juga penting untuk menunjukkan bahwa kedisiplinan adalah nilai yang dihargai di sekolah. Selain itu, guru dapat mengintegrasikan pembelajaran dengan aktivitas yang menarik dan edukatif untuk memotivasi siswa. Pendekatan personal terhadap siswa juga menjadi solusi penting. Dengan memahami latar belakang dan kebutuhan masing-masing siswa, guru dapat memberikan pembinaan yang lebih efektif. Kegiatan pembiasaan yang menyenangkan dan bermanfaat dapat membantu siswa merasa lebih termotivasi untuk mengikuti aturan dan kebijakan sekolah. (Buan, 2. Sinergi antara keluarga, guru, dan lingkungan sekolah menjadi kunci dalam mengatasi hambatan-hambatan ini. Dukungan keluarga yang konsisten, perhatian dari guru, dan lingkungan sekolah yang kondusif dapat membantu menciptakan siswa yang tidak hanya disiplin, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Dengan pendekatan ini, pendidikan karakter melalui hidden curriculum dapat berjalan dengan lebih efektif, mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan dengan nilai-nilai positif yang telah tertanam. (Sugiyono, 2. Hidden curriculum merupakan salah satu faktor yang paling efektif dalam membentuk nilai-nilai siswa. Fungsinya mencakup penanaman nilai-nilai, sosialisasi politik, pembiasaan ketaatan dan kepatuhan, serta pelanggengan struktur kelas Hal ini menunjukkan bahwa hidden curriculum tidak hanya melengkapi pembelajaran formal, tetapi juga berperan strategis dalam membentuk kepribadian dan pola pikir siswa. Pendidik memiliki tanggung jawab untuk menciptakan suasana pembelajaran yang demokratis tanpa mengesampingkan pencapaian tujuan kurikulum formal . ritten curriculu. Dengan mengintegrasikan hidden curriculum dalam proses belajar, pendidik dapat memanfaatkan momen-momen informal untuk menanamkan nilai-nilai moral, kedisiplinan, dan tanggung jawab pada siswa. Pendekatan ini menciptakan keseimbangan antara hidden curriculum dan written curriculum, sehingga keduanya dapat berjalan secara harmonis. (Islam, 2. Keberadaan hidden curriculum menjadi pendukung utama dalam keberhasilan implementasi written curriculum. Ketika siswa memiliki karakter yang baik, seperti disiplin, tanggung jawab, dan sikap hormat, proses pembelajaran di kelas akan berjalan Aviah Asmaul Husna. Abdur Rahman N. Integrasi Hidden KurikulumA. lebih efektif dan efisien. Hal ini membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Dengan demikian, hidden curriculum bukan hanya pelengkap, tetapi juga elemen penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang seimbang, berfokus pada pembentukan karakter, dan mendukung pencapaian hasil pembelajaran yang optimal. (Dakir dkk. , 2. KESIMPULAN Hidden curriculum merupakan bagian dari pendidikan yang tidak direncanakan secara formal namun memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk perilaku dan karakter Meskipun tidak terlihat secara langsung, hidden curriculum berperan dalam menyampaikan nilai-nilai melalui pola tindakan, interaksi, dan lingkungan belajar, sehingga membantu siswa menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan menjalani kehidupan bermasyarakat secara optimal. Pelaksanaan hidden curriculum terjadi secara alami melalui interaksi antara guru, siswa, materi pelajaran, dan lingkungan sekolah. Nilai-nilai seperti kedisiplinan, toleransi, tanggung jawab, dan kepemimpinan sering kali ditanamkan melalui keteladanan yang diberikan oleh guru, pengasuh, dan pengurus santri. Sikap, cara berkomunikasi, dan perilaku sehari-hari para pendidik menjadi inspirasi bagi siswa dan secara tidak langsung memengaruhi pembentukan kepribadian mereka. Namun, hambatan dalam penerapan hidden curriculum di sekolah muncul karena kurangnya perhatian terhadap aspek afektif siswa. Kurikulum tersembunyi sering kali terabaikan karena sekolah lebih memprioritaskan aspek kognitif. Akibatnya, potensi besar hidden curriculum dalam mendukung pembentukan karakter siswa tidak dimanfaatkan secara Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan upaya dari guru serta institusi pendidikan untuk mengintegrasikan hidden curriculum secara efektif dalam proses Dengan memberikan perhatian yang seimbang antara aspek kognitif dan afektif, hidden curriculum dapat menjadi elemen penting dalam menciptakan pendidikan yang holistik, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter siswa. Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Daftar Pustaka