Jurnal Penelitian Politeknik Penerbangan Surabaya Edisi XLIX. Vol 10. No 3. Bulan September. Tahun 2025 p-ISSN : 2615 Ae 8671 e-ISSN : 2615 Ae 868X Strategi Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Sekolah Di SMPN 16 Surabaya Ita Sri. Lailatul Fitriyah. Dwi Cahyo Kurniawan. Ima Widiyanah. Karwanto Universitas Negeri Surabaya E-mail correspondence : 24010845127@mhs. id, 24010845126@mhs. 24010845167@mhs. id, imawidiyanah@unesa. id, karwanto@unesa. Abstrak Untuk meningkatkan citra sekolah, peran masyarakat dan masyarakat sangat penting untuk mencapai program sekolah. Selain itu, menerapkan pengelolaan humas di institusi pendidikan menjadi penyambung komunikasi atupun sebagai perpanjangan tangan mengenai informasi dalam membangun citra positif sekolah. Penelitian dilakukan di SMPN 16 Surabaya bertujuan untuk menjelaskan strategi humas yang digunakan untuk membangun citra SMPN 16 Surabaya sebagai sekolah yang layak untuk dijadikan rujukan bagi orang tua di tengah perkembangan teknologi untuk menjadi salah satu Lembaga Pendidikan bagi putra/putrinya bersekolah. Data pada penelitian kualitatif deskriptif ini dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Sasaran penelitian adalah komunitas SMP Negeri 16 Surabaya . kreditasi A, skor . , mencakup Humas, kepala sekolah, guru, dan siswa. Kata kunci : Humas. Citra Sekolah. Akreditasi. Sekolah Berkembang Abstract To improve the image of the school, the role of the community and society is very important in achieving the school's programme. In addition, implementing public relations management in educational institutions serves as a communication bridge or an extension of information in building a positive image of the school. The research conducted at SMPN 16 Surabaya aims to explain the public relations strategies used to build the image of SMPN 16 Surabaya as a school worthy of being a reference for parents amid technological developments to become one of the educational institutions for their children to attend. Data for this descriptive qualitative research was collected using interview techniques, observation, and document analysis. The research targets were the community of SMP Negeri 16 Surabaya . ccredited A, score . , including public relations, the principal, teachers, and students. Keywords: Public Relations. School Image. Accreditation. Developing School PENDAHULUAN Pendidikan adalah produk jasa kompleks yang bersifat intangible, dengan keberhasilan yang sangat bergantung pada interaksi manusia serta kualitas layanan intelektual dan pembentukan karakter. (Rahmat, 2. Citra sekolah yang mencerminkan mutu dibentuk oleh kepuasan siswa, orang tua, dan masyarakat, yang terukur dari kompetensi guru, fasilitas fisik . hysical evidenc. , prestasi akademik/lulusan, dan transparansi layanan. (Rahmat, 2. Tanpa kepuasan ini, citra sekolah sebagai lembaga berkualitas sulit dipertahankan. Upaya organisasi dalam manajemen humas ditujukan untuk menciptakan komunikasi yang efektif dengan publik. (Ningsih et al. , 2. Komunikasi yang intensif diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi. Citra merupakan evaluasi terhadap suatu organisasi, terbentuk dari masyarakat atas tindakan secara objektif terkait etika, perilaku yang ditunjukkan dalam kehidupan sosial. Secara subjektif, citra juga merujuk pada kesan, perasaan, dan gambaran mental individu terhadap organisasi tersebut, yang merupakan persepsi yang sengaja dibentuk oleh entitas terkait. Lebih jauh, membina hubungan baik dengan masyarakat terbukti menjadi faktor pendukung pencapaian tujuan organisasi. Membangun citra sekolah kini tidak lagi bersifat pasif, melainkan memerlukan strategi holistik yang mengintegrasikan 4 Elemen Pemasaran Pendidikan . P): People . ualitas guru/staf sebagai ujung tombak citr. Process . ayanan pendidikan yang transparan dan teruku. Promotion . ublikasi prestasi melalui media tradisional maupun digita. , dan Physical Evidence . arana prasarana yang mencerminkan profesionalism. Keberhasilan strategi ini tercermin saat sekolah mampu berfokus pada kebutuhan pelanggan, melakukan perbaikan berkelanjutan, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan (Rahmat, 2. Di sisi lain, sekolah dan masyarakat memiliki hubungan simbiosis (Dakir, 2. Dukungan masyarakatAidalam bentuk legitimasi, dana, fasilitas, dan partisipasiAisangat vital bagi keberlangsungan operasional (Dakir, 2. Dalam konteks ini. Hubungan Masyarakat (Huma. memainkan peran strategis sebagai jembatan komunikasi. Humas yang efektif menerapkan Model Komunikasi Dua Arah (Two Way Symmetrical Mode. , memberdayakan komite sekolah untuk transparansi dan akuntabilitas, serta Strategi Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Sekolah Di SMPN 16 Surabaya membangun jejaring dengan alumni dan dunia usaha untuk dukungan magang atau pendanaan. (Dakir, 2. Era Kemajuan teknologi informasi tidak hanya membuka akses pengetahuan tanpa batas, tetapi juga mengikis wibawa lembaga pendidikan tradisional sekaligus memicu persaingan ketat dengan maraknya "sekolah plus" berkurikulum internasional. (Dakir, 2. Fenomena ini menyebabkan banyak sekolah konvensional mengalami penurunan jumlah peserta didik. Dinamika ini memaksa sekolah untuk tidak sekadar bertahan, melainkan secara aktif membangun dan mempromosikan citra unggul sebagai bentuk diferensiasi strategis dalam pasar pendidikan yang kompetitif. Di sisi lain, dampak negatif globalisasiAiseperti krisis moral . edonisme, konsumerism. , pelemahan nilai gotong royong, dan kenakalan remajaAimenempatkan sekolah sebagai benteng krusial pembentuk karakter generasi muda. (Dakir, 2. Namun, observasi awal menunjukkan bahwa banyak sekolah termasuk SMPN 16 Surabaya belum sepenuhnya mengelola humas secara efektik dengan mengintegrasikan strategi 4 Elemen Pemasaran Pendidikan secara holistik, padahal tantangan global menuntut pendekatan yang jauh lebih proaktif dan Kesenjangan ini terlihat dari minimnya strategi proaktif menghadapi persaingan sekolah swasta/internasional, seperti tidak adanya program branding khusus atau kerjasama media yang terencana. Kurang sistematisnya komunikasi program penanganan krisis moral, yang masih terbatas pada penyampaian informasi via papan pengumuman atau pertemuan insidental. Belum optimalnya pemanfaatan media digital untuk membangun branding dan publikasi prestasi, di mana akun media sosial sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal untuk interaksi dengan stakeholder. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi mendesak untuk dirancang guna menjawab dua masalah kritis tentang manajemen humas strategis dapat mengkonversi tantangan global . ersaingan, krisis mora. menjadi Strategi Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Sekolah Di SMPN 16 Surabaya peluang pembangunan citra sekolah. Manajemen humas, dalam konteks ini, bukan sekadar fungsi publikasi, melainkan strategi inti untuk membentuk citra sekolah di tengah globalisasi dan persaingan. Ia berfungsi sebagai jembatan komunikasi yang mengelola kepuasan stakeholder, membangun kepercayaan publik, dan mengkonversi tantangan menjadi peluang keberlanjutan, yaitu bagaimana pelaksanaan model humas yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi jangka panjang untuk mempertahankan citra positif sekolah di era disrupsi, khususnya dalam konteks SMPN 16 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif Penelitian ini hadir untuk merumuskan model strategis yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pembangunan citra berkelanjutan. Tujuan penelitian ini difokuskan pada pengembangan model manajemen humas terpadu di SMPN 16 Surabaya, dengan mengevaluasi praktik terbaik . est practice. yang telah berhasil membangun loyalitas stakeholder, sekaligus mengatasi kesenjangan antara kapasitas humas eksisting dan tuntutan kompleksitas era global seperti yang teridentifikasi dalam observasi awal. Studi ini menemukan bahwa strategi peningkatan reputasi SMPN 16 Surabaya berfokus pada pembentukan branding sekolah guna memperkuat citra positif di kalangan SD dan masyarakat, disertai upaya menjalin kerjasama yang Namun. Humas menghadapi tantangan dari dalam sekolah . eperti masalah pendanaan dan karakter sisw. maupun dari luar . tamanya persaingan dengan sekolah lai. Salah satu upaya konkretnya adalah membina siswa agar berperilaku baik di luar lingkungan sekolah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa meskipun ada hambatan, strategi Humas yang diterapkan untuk meningkatkan citra sekolah tersebut telah berjalan dengan cukup baik dan efektif. Strategi Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Sekolah Di SMPN 16 Surabaya METODE Jenis Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, menggunakan pendekatan studi kasus intrinsik (Stake, 1. untuk menggambarkan fakta secara sistematis dan akurat. Landasan teori berperan sebagai panduan penelitian dan dasar diskusi hasil. Tujuan utamanya adalah menjelaskan strategi humas dalam meningkatkan citra sekolah sebagai lembaga pendidikan unggul. Untuk mencapai tujuan tersebut dan memenuhi fokus penelitian, peneliti melakukan pengumpulan data langsung di lapangan sebagai bahan analisis. Metode ini memfasilitasi proses pengumpulan data dilakukan secara langsung oleh peneliti di lokasi penelitian guna mendukung analisis dan memastikan fokus penelitian terpenuhi. Pendekatan ini juga dirancang untuk mempermudah pengumpulan data. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMPN 16 Surabaya. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada kriteria sebagai sekolah negeri yang terletak di kawasan perkotaan pinggiran Kota Surabaya, dengan minat yang cukup tinggi dari masyarakat di wilayah Selatan Surabaya untuk dijadikan rujukan oleh orang tua dalam menyekolahkan anak-anak mereka. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini akan dilakukan melalui empat teknik utama yang saling melengkapi untuk memperoleh informasi yang komprehensif dan mendalam. Wawancara akan menjadi metode utama untuk menggali perspektif dan pengalaman dari berbagai pihak terkait di SMPN 16 Surabaya. Responden wawancara terdiri dari Kepala Sekolah. Guru, dan perwakilan Komite Sekolah, dengan total delapan orang . Pemilihan responden ini bertujuan untuk mendapatkan pandangan dari level strategis (Kepala Sekola. , level operasional (Gur. , dan level dukungan/pengawas (Komite Sekola. Wawancara akan dilakukan dengan menggunakan pedoman semi-terstruktur, yang Strategi Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Sekolah Di SMPN 16 Surabaya memungkinkan peneliti untuk mengajukan pertanyaan inti yang sama kepada semua responden, namun tetap fleksibel untuk mengeksplorasi topik-topik baru yang muncul selama wawancara. Observasi akan dilakukan untuk mengamati secara langsung kegiatan humas yang dilakukan sekolah serta fasilitas yang Observasi ini akan membantu peneliti memahami implementasi program sekolah secara praktis dan bagaimana lingkungan fisik sekolah mendukung atau menghambat proses pembelajaran dan interaksi. Untuk memastikan objektivitas dan konsistensi, observasi akan menggunakan lembar cek terstandar yang berisi poin-poin spesifik yang perlu diamati dan dicatat oleh peneliti. Sebagai pelengkap, akan dilakukan analisis dokumen terhadap laporan tahunan sekolah dan konten media sosial resmi sekolah. Analisis dokumen ini bertujuan untuk mendapatkan data sekunder yang relevan, seperti kebijakan, program, pencapaian, dan bagaimana sekolah mempresentasikan dirinya di ranah Untuk mempermudah proses ini, akan digunakan matriks konten sebagai alat sistematis untuk mengidentifikasi, mengategorikan, dan menganalisis informasi yang relevan dari berbagai dokumen tersebut. Melalui kombinasi keempat teknik ini, diharapkan penelitian dapat mengumpulkan data yang holistik dan mendalam, sehingga mampu menjawab pertanyaan penelitian secara Analisis Data Proses analisis data dalam penelitian ini akan mengadopsi model interaktif Miles dan Huberman. Model ini memungkinkan peneliti untuk melakukan analisis secara berkelanjutan dan berulang, bukan sebagai tahapan linear. Tahapantahapan yang akan dilalui meliputi: Reduksi Data: Tahap ini melibatkan proses pemilihan, pemfokusan, penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang diperoleh dari Data yang telah terkumpul dari wawancara. FGD, observasi, dan analisis dokumen akan di-koding tematik. Ini berarti data akan dikelompokkan Strategi Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Sekolah Di SMPN 16 Surabaya dan diberi label berdasarkan tema-tema atau kategori-kategori yang muncul secara berulang, sehingga mempermudah identifikasi pola dan hubungan. Penyajian Data: Setelah direduksi, data akan disajikan dalam bentuk matriks Matriks ini akan membantu peneliti untuk melihat dan memahami hubungan antara berbagai kategori data yang telah dikodekan, serta mengidentifikasi adanya kesenjangan informasi atau pola-pola yang menarik. Penyajian ini akan memudahkan peneliti untuk menarik kesimpulan awal dan merumuskan temuan. Verifikasi Data: Tahap terakhir dalam analisis data adalah verifikasi data Triangulasi membandingkan dan memeriksa konsistensi informasi yang diperoleh dari berbagai sumber data . isalnya, data dari wawancara kepala sekolah dibandingkan dengan hasil observasi kegiatan humas, atau data FGD orang tua dibandingkan dengan analisis media sosia. Proses verifikasi ini sangat penting untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas temuan penelitian. Hasil dari verifikasi data inilah yang kemudian akan menjadi dasar model pembahasan dalam laporan akhir atau jurnal ilmiah. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi Manajemen Humas . Pengertian Strategi Adnan Putra . alam Rusla. menjelaskan Strategi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sebuah rencana. Rencana itu sendiri merupakan produk akhir dari kegiatan perencanaan. Kegiatan perencanaan, pada hakikatnya, adalah salah satu fungsi pokok dalam proses manajemen. Effendi berpendapat bahwa Hakikat strategi mencakup dua hal: perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan . demi tercapainya suatu tujuan. Ruslan menegaskan Strategi humas adalah opsi teroptimal yang dipilih dan akan dijalankan guna Strategi Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Sekolah Di SMPN 16 Surabaya mewujudkan tujuan-tujuan humas, yang dirancang dalam kerangka sebuah rencana humas. Pengertian Humas Inti dari humas adalah penyebaran informasi dan ide secara dua arah antara organisasi . ermasuk pendidika. dan publiknya. Aktivitas ini sangat krusial. Nasution menghubungkan lembaga pendidikan dengan publik internal . uru/dosen, siswa/mahasiswa, sta. dan eksternal . rang tua, masyarakat luas, institusi lai. Pandangan serupa diungkapkan Purwanto . alam Suryosubrot. yang merinci cakupan hubungan sekolah-masyarakat. Untuk mencapai tujuan spesifiknya, humas membutuhkan strategi sebuah rencana khusus. Ketepatan strategi dalam menjawab harapan menentukan keberhasilannya. Oleh karenanya, pelaksanaan setiap kegiatan humas wajib didasari strategi. Secara esensial, fungsi humas di sekolah mewujudkan komunikasi dan kerjasama antara pihak sekolah . embaga pendidika. dengan orang tua peserta didik maupun masyarakat luas. Sinergi ini vital bagi keberlangsungan operasional dan kesuksesan pencapaian tujuan lembaga pendidikan, sebab mampu menjalin hubungan yang harmonis, dinamis, sekaligus membangun citra positif. Meski demikian, implementasi humas di lapangan tidak selalu lancar dan sering dihadapkan pada berbagai kendala. Peran ideal humas adalah menciptakan ruang publik yang memfasilitasi komunikasi dan interaksi timbal balik yang seimbang antara pemerintah, sekolah, dan publik. Kenyataannya, tugas dan fungsi humas belum berjalan maksimal. Ketidakefektifan ini disebabkan oleh beragam hambatan, mencakup masalah koordinasi, aspek kelembagaan, keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, kekurangan infrastruktur, serta minimnya komitmen dari pimpinan tertinggi. Fungsi humas sekolah yang ideal memerlukan lebih dari sekadar pertukaran informasi. ia membutuhkan strategi terukur yang mencakup analisis Strategi Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Sekolah Di SMPN 16 Surabaya audiens, taktik spesifik, dan evaluasi. Tantangan utama seperti koordinasi, kelembagaan, kompetensi SDM, infrastruktur, dan komitmen pimpinan harus diatasi melalui solusi struktural (SOP, anggaran, struktu. , pengembangan kapasitas . , dan advokasi kepada pimpinan. Di era digital, manajemen komunikasi online dan reputasi menjadi krusial. Tujuan akhirnya adalah membangun jembatan dialog yang menghasilkan kepercayaan, keterlibatan aktif, dan citra positif, yang semuanya mendukung keberhasilan pendidikan. Tugas Humas Suryosubroto . ahri, 2. merumuskan beban kerja utama humas organisasi sebagai berikut: Mendistribusikan informasi dan ide kepada publik/pihak berkepentingan agar tujuan, aktivitas, dan nilai organisasi dipahami, termasuk manfaatnya bagi . Bertindak sebagai perantara komunikasi bagi pimpinan yang tidak dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat/pemangku kepentingan. Mempersiapkan bahan untuk pimpinan mengenai isu atau informasi strategis dan aktual, guna menjaga kesiapan pimpinan dalam memberikan informasi . Membantu merancang program lanjutan pelayanan masyarakat . ublic servic. berbasis eksternal melalui yang berpotensi meningkatkan kebijakan atau kinerja organisasi. Tahapan strategi humas terbentuk melalui interaksi dua komponen utama: komponen sasaran . erupa stakeholder dan publik dengan kepentingan sam. dan komponen sarana . erupa segala alat, material maupun nonmaterial, untuk mencapainy. Pemanfaatan optimal keduanya menjadi kunci keberhasilan yang memuaskan. Strategi Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Sekolah Di SMPN 16 Surabaya . Strategi Humas Menurut Nasution . 0:27-. yang dikutip (Elyus & Soleh, 2. penetapan strategi kegiatan humas di lembaga pendidikan memerlukan pertimbangan awal terhadap empat hal: Tujuan sebagai sasaran yang ingin dicapai, sesuai dengan perhitungan matang dalam perencanaan oleh manajemen lembaga Strategi yang merupakan metode dan pendekatan yang akan digunakan dalam perencanaan tersebut. Program Kerja sebagai rincian kegiatan yang akan dijalankan beserta penjelasan langkah-langkahnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Anggaran dan Sumber Daya. Dana yang dialokasikan serta dukungan khusus ("daya") yang diperlukan. Ruslan menegaskan bahwa peran inti humas adalah membangun suasana kondusif untuk meningkatkan tanggung jawab dan partisipasi bersama antara humas dan publik sasaran guna mencapai tujuan bersama. Peran ini dapat diwujudkan melalui beberapa pendekatan strategis. Pendekatan Operasional menjadi dasar melaksanakan program humas berbasis kemasyarakatan, memanfaatkan mekanisme sosial-budaya dan nilainilai lokal. Humas harus aktif mendengarkan aspirasi publik . elalui media massa, surat pembaca, dll. ) terkait etika, moral, dan nilai sosial, bukan sekadar Pendekatan Persuasif dan Edukatif menciptakan komunikasi timbal balik dengan menyebarkan informasi organisasi yang mendidik dan memberikan penerangan kepada publik. Pendekatan persuasif digunakan untuk membangun saling pengertian, penghargaan, pemahaman, dan toleransi. Pendekatan Tanggung Jawab Sosial menanamkan kesadaran bahwa tujuan yang ingin dicapai bukan untuk keuntungan sepihak organisasi, melainkan untuk kemaslahatan bersama antara lembaga dan masyarakat. Pendekatan Kerjasama membina hubungan harmonis, baik internal maupun Humas Strategi Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Sekolah Di SMPN 16 Surabaya mensosialisasikan misi lembaga agar memperoleh penerimaan dan dukungan publik, sekaligus membangun opini publik yang positif dan perubahan sikap yang menguntungkan kedua belah pihak. Pendekatan Koordinatif dan Integratif menitikberatkan pada peran humas melampaui sekadar mewakili Humas juga berpartisipasi mendukung program pembangunan nasional di berbagai bidang (Politik. Ekonomi. Sosial. Budaya / Poleksosbud, serta Pertahanan dan Keamanan Nasional / Hankamna. Membangun Citra Sekolah . Pengertian Citra Sekolah Citra sekolah merupakan gambaran komprehensif yang dihasilkan dari akumulasi berbagai faktor, seperti capaian akademik, keberhasilan tata kelola. Mengingat peran krusial strategi kepala sekolah dalam membentuk citra positif guna mewujudkan lembaga pendidikan yang unggul dan kompetitif, peneliti tertarik meneliti penerapan AuStrategi Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Sekolah Di SMPN 16 SurabayaAy . Ciri Ae Ciri Sekolah Berkembang Sekolah yang memiliki mutu atau berkembang umumnya memiliki sejumlah karakteristik sebagai berikut (Satria et al. , 2. : Proses belajar mengajar yang sangat efektif. Kepemimpinan sekolah yang kuat dan berpengaruh. Terciptanya lingkungan sekolah yang aman serta tertib. Pengelolaan tenaga kependidikan yang dijalankan secara efektif. Adanya kerja tim . yang solid, cerdas, dan dinamis. Pemberian kewenangan atau kemandirian kepada sekolah. Tingginya tingkat partisipasi dari seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar. Penerapan manajemen yang transparan dan terbuka. Adanya kemauan kuat Terpeliharanya komunikasi yang baik di semua lini. Strategi Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Sekolah Di SMPN 16 Surabaya . Strategi Membangun Citra Sekolah Fondasi utama bagi organisasi dalam membangun citra adalah identifikasi terhadap publik strategis . ey public. yang signifikan bagi pencapaian tujuan dan keberlangsungan organisasi. Dengan mendefinisikan kelompok sasaran secara tepat, organisasi dapat mengembangkan program pengelolaan citra yang terarah dan menjalin komunikasi yang lebih efektif dengan mereka. (Prabandari et al. , 2. Untuk membentuk citra publik, sekolah dapat menerapkan beberapa strategi utama, seperti: Meningkatkan kinerja kepala sekolah, guru, dan staf pendidik. Aktif mengikutsertakan sekolah dan siswa dalam berbagai ajang Membangun dan mempererat jaringan kerja sama dengan wali murid serta masyarakat sekitar. Meningkatkan mutu layanan, baik yang bersifat akademik maupun non- . Akreditasi Sekolah Akreditasi adalah proses penilaian mutu lembaga . eperti sekola. oleh tim asesor berdasarkan standar yang berlaku. Proses ini menghasilkan pengakuan resmi karena lembaga telah memenuhi kriteria mutu. Dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan, akreditasi bertujuan menilai kelayakan suatu institusi. Secara ringkas, nilai akreditasi sekolah merupakan bentuk pengakuan dan evaluasi terhadap kelayakan serta kualitas suatu lembaga pendidikan. Pelaksanaannya di Indonesia dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M). (Efriani et al. , 2. Melalui evaluasi ini, sebuah sekolah akan memperoleh penilaian yang akurat dan terstandarisasi, sehingga dapat menjamin kualitas sekolah tersebut di mata masyarakat. Kualitas dan kelayakan sekolah juga tidak akan diragukan lagi Strategi Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Sekolah Di SMPN 16 Surabaya karena telah secara resmi mendapatkan nilai akreditasi dari lembaga yang Berikut adalah tiga poin akreditasi dalam dunia Pendidikan: Akreditasi A atau Amat Baik, dengan poin akreditasinya berkisar antara 91 . Akreditasi B atau Baik, dengan poin akreditasinya berkisar antara 81 hingga 90. Akreditasi C atau Cukup, dengan poin akreditasinya berkisar antara 71 hingga . Sekolah yang memperoleh nilai di bawah 71 tidak memenuhi syarat dan oleh karena itu tidak mendapatkan status Terakreditasi. Akreditasi SMPN 16 Surabaya cukup tinggi yaitu 92 dengan predikat amat baik atau akreditasi A. Dalam rangka meningkatkan citra sekaligus kualitas sumber daya manusia, humas SMPN 16 Surabaya aktif menjalin kemitraan dengan berbagai pihak: orang tua, masyarakat . okoh masyarakat/agama, dsb. ), serta instansi pemerintah maupun swasta. Konsep pencitraan yang diusung sekolah jelas: bukan menyembunyikan kekurangan demi terlihat baik, melainkan menyajikan secara efektif segala program dan hasil kerja sekolah kepada masyarakat. Tujuannya adalah membentuk persepsi positif dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat, yang pada akhirnya mendorong mereka memilih SMPN 16 Surabaya sebagai tempat pendidikan untuk anak-anaknya. Dengan berdasarkan hasil analisis penelitian, peneliti merumuskan strategi humas untuk membangun citra sekolah menjadi sekolah unggulan sebagai berikut: Strategi Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Sekolah Di SMPN 16 Surabaya Citra Perencanaan /Strategi Masyarakat Tindakan Tidak Langsung (Alat/ Medi. Sosial Media Webside Spanduk Surat kabar Langsung : Komunikas Webside Spanduk Surat Gambar 1. Strategi Humas Membangun Citra Di SMPN 16 Surabaya Realitas di lapangan menunjukkan bahwa pengelolaan SMPN 16 Surabaya saat ini tergolong baik. Hal ini terlihat dari tanggung jawab kepala sekolah yang selalu mengevaluasi setiap penugasan kepada bagian humas guna memastikan pencapaian target. evaluasi ini menunjukkan hasil yang positif. Selain itu, humas bertindak sebagai perpanjangan tangan kepala sekolah dalam komunikasi saat beliau berhalangan. Ke depannya, keterlibatan masyarakat mutlak diperlukan bagi pengembangan sekolah dan peningkatan kualitas pendidikan. Meskipun demikian, sekolah lebih memprioritaskan dukungan moril . isalnya peran orang tua dalam menasihati anak yang bermasala. daripada bantuan materi. Sikap Strategi Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Sekolah Di SMPN 16 Surabaya sekolah sangat terbuka untuk masukan, namun dengan batasan tidak menerima Keterlibatan masyarakat tidak sekadar diakui sebagai kebutuhan, melainkan telah diintegrasikan dalam kerangka kerja kolaboratif. Sekolah merancang program partisipatif seperti forum orang tua bulanan dan komite pengawas berbasis komunitas yang memfasilitasi aspirasi warga. Melalui forum ini, masyarakat tidak hanya memberikan masukan operasional, tetapi juga terlibat dalam penyusunan program penguatan karakter siswa. Partisipasi ini memperkuat ekosistem pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai lokal . ocal wisdo. Surabaya. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan analisis di atas, maka dapat menyimpulkan bahwa: Esensi Humas Sekolah merupakan pelaksanaan hubungan masyarakat . di lembaga pendidikan intinya merupakan komunikasi dan kolaborasi antara sekolah, orangtua siswa, dan masyarakat. Interaksi ini krusial bagi operasional sekolah dan pencapaian tujuannya, karena mampu membangun relasi yang sinergis serta membentuk persepsi dan reputasi positif tentang institusi tersebut. Meski implementasinya belum maksimal dan kerap menghadapi kendala, sekolah tetap berupaya mengoptimalkan penyebaran informasi kepada publik. Strategi Perencanaan Humas (Menurut Nasution, 2. menegaskan bahwa penyusunan strategi humas pendidikan harus mempertimbangkan urutan . Tujuan yang hendak dicapai, sesuai perencanaan matang oleh manajemen . Strategi yang akan diterapkan dalam perencanaan tersebut. Program kerja beserta penjabaran langkah-langkah dan jadwal pelaksanaannya. Strategi Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Sekolah Di SMPN 16 Surabaya . Anggaran/dana serta sumber daya pendukung khusus. Sejalan dengan ini. Ruslan berpendapat bahwa fungsi utama humas adalah menciptakan iklim kondusif. Definisi Citra Sekolah sebagai Citra suatu sekolah merupakan gambaran komprehensif yang terbentuk dari akumulasi berbagai aspek, meliputi: kualitas lulusan, kesuksesan manajemen, kesehatan finansial, perilaku warga sekolah, tanggung jawab sosial, dan elemen-elemen pendukung lainnya. Merujuk pada kesimpulan terdahulu, disarankan agar partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan humas pendidikan sangat diharapkan, karena implikasinya akan terasa dalam kehidupan sosial. Untuk membangun citra sekolah, lembaga pendidikan menjadi faktor penentu utama, terutama melalui: kepemimpinan kepala sekolah, kinerja guru, prestasi siswa, desain kurikulum, serta jalinan kemitraan yang terus dijaga. DAFTAR PUSTAKA