Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 009 Ae 014 OPTIMALISASI PERAN GURU PAUD/TK DALAM MENINGKATKAN TUMBUH KEMBANG ANAK PRASEKOLAH Ises Reni1. Rachmadanur2. Afrizal3. Zulham Efendi4. Dedi Adha5 1,3,4,5,Prodi SI Keperawatan Universitas Mercubaktijaya 2Poltekes Kemenkes Padang *Email korespondensi: isesreni15@gmail. Abstrak Latar Belakang Tumbuh kembang anak atau pertumbuhan dan perkembangan adalah proses alami yang terjadi di kehidupan manusia. Saat ini tumbuh kembang anak haruslah di pantau dan diperhatikan apalagi pada anak usai dini. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan guru PAUD/TK Assyofa dalam meningkatkan tumbuh kembang anak PAUD/TK Assyofa merupakan salah satu sekolah yang berada di Kota Padang yang memiliki jumlah siswa dan siswi sebanyak 87 orang dengan jumlah guru 5 orang. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi atau pengetahuan kepada guru PAUD/TK untuk mengoptimalkan peran guru dalam meningkatkan tumbuh kembang anak prsekolah pada umumnya, dan anak didikan mereka pada khsususnya. Dengan menggunakan media yang dapat dipahami oleh guru dan adanya ruang diskusi yang menjadi tempat bertukar informasi yang mempunyai harapan agar para guru dapat memahami edukasi atau pengetahuan yang Sehingga guru PAUD/TK dapat mengoptimalkan peran untuk meningkatkan tumbuh kembang anak prasekolah, yang mana bertujuan untuk mengurangi resiko yang akan terjasdi pada anak dalam gangguan tumbuh kembang mereka. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan pada bulan September 2024 Hasil pengabdian masyarakat yang didapatkan adanya peningkatan pengetahuan guru PAUD/TK dalam pengoptimalkan peran guru untuk meningkatkan tumbuh kembang anak Kata Kunci: Anak Prasekolah. Peran Guru. Tumbuh Kembang Anak. Abstract Background child growth development is a natural process that occurs throughout human life. Currently, the growth and development of children, especially those at an early age, must be closely monitored and given proper attention. The purpose of this community service activity is to enhance the knowledge of teachers at PAUD/TK Assyofa in supporting the growth and development of preschool PAUD/TK Assyofa is one of the schools located in the city of Padang. with a total of 87 students and 5 teachers. The method used in this community service involves providing education or knowledge to PAUD/TK teachers in order to optimize their role in supporting the growth and development of preschool children in general, and their own students in particular. This is done through the use of media that is easily understood by the teachers as well as the provision of discussion spaces that serve as a forum for exchanging information. It is hoped that through this approach the teachers will gain a better understanding of the knowledge provided. As a result. PAUD/TK teachers will be able to optimize their role in enhancing the growth and development of preschool children, with the goal of reducing the risk of developmental disorders. This community service was carried out in September 2024. The result of the activity showed an increase in the techers knowledge at PAUD/TK in optimizing their role in ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 009 - 014 Pendahuluan Tumbuh kembang adalah proses yang continue sejak dari konsepsi sampai dewasa, yang di pengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan. Ini berarti bawah tumbuh kembang sudah terjadi sejak didalam kandungan dan setelah kelahiran merupakan suatu masa dimana saat itu tumbuh kembang anak dapat dengan mudah diamati. Sejak lahir hingga usia kurang lebih dua tahun perkembangan anak sangat berkaitan dengan keadaan fisik dan Perkembangan kemampuan terutama motoric sangat pesat. Perbedaannya sangat terlihat walau hanya dalam dua atau tiga bulan saja. Pertumbuhan adalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran, atau dimensi tingkat sel organ, maupun individu yang bisa diukur dengan ukuran berat . ram, pon, kilogra. , ukuran panjang . m, mete. , umur tulang, dan keseimbangan metabolic . etensi kalsium dan nitrogen tubu. (Cahyawati et al. , 2. Perkembangan . adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ, dan system organ yang berkembang sedemikian rupa sehinga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebafai hasil interaksi dengan lingkungannya (Jati et al. , 2. Pertumbuhan dapat dibagi dua, yaitu pertumbuhan yang bersifat linear dan pertumbuhan masa jaringan. Pertumbuhan linear menggambarkan staus gizi yang dihubungkan pada masa Ukuran linear yang rendah biasanya menunjukkan keadaan gizi yang kurang akibat energi dan protein yang diderita waktu lampau. Ukuran linear yang sering digunakan adalah tinggi atau panjang badan. Pertumbuhan masa jaringan menggambarkan status gizi yang dihubungkan pada masa sekarang atau saat pengukuran. Contoh masa jaringan adalah berat badan, lingkar lengan atas (LILA) dan tebal lemah bawah kulit. Ukuran yang rendah atau kecil menunjukkan keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi dan protein yang diderita pada waktu pengukuran Ukuran massa jaringan yang sering digunakan adalah berat badan (Nurul Abidah & Novianti, 2. Humaniora et al. dalam penelitiannya menjelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi permasalahan pada anak yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal digambarkan seperti masalah kesehatan yang beresiko terhadaap perkembangan fisik motoric mislanya kelainan pada otak, genetic dan saraf. Faktor eksternal digambarkan seperti keluarga yang dianggap sebagai pijakan dasar bagi seorang anak yang memiliki andil besar dalam setiap perkembangan anak. Faktor keluarga berupa pola suh yang diterapkan dan keadaan ekonomi. Lingkungan sekolah dan teman sebaya anak berpengaruh terhadap cara belajar dan karakter. Adapun media yang turut serta berpengaruh seperti acara-acara televisi yang membawa dampk positif dan negative pada anak. Hasil data Riset Kesehatan Dasar 2018, skor rata-rata kemampuan literasi dan numerasi anak usia 36-59 bulan di ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 009 - 014 Indonesia hanya mencapai angka 65,6. Skor tersebut tergolong skor paling rendah jika dibandingkan dengan skor kemampuan lainnya. Berdasarkan hasil survey, faktor pola asuh hingga kurangnya asupan gizi dan terbatasanya akeses PAUD/TK Assoya yang berkuakitas menjadi pengaruh terhadap skor tersebut, kurangnya pengetahuan guru dalam pengoptimalkan peran guru untuk mengurangi resiko gangguan tumbuh kembang anak usia prasekolah, khususnya PAUD/TK Assyofa, untuk itu perlu dilakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi terhadap guru PAUD/TK terhadap optimalisasi peran guru. Dimana perkembangan optimal dari beragam potensi anak usia dini sangat bergantung dari lingkungan dan orang dewasa seperti orang tua dan guru PAUD/TK yang mengupayakan stimulasi secara tepat (Fatmawati et al. , 2. Metode Pelaksanaan Mitra dalam kegiatan PKM adalah PAUD/TK Assyofa awal yang telah penulis lakukan. Saat ini PAUD/TK Assyofa adalah salah satu sekolah yang berada di Kota Padang yang memiliki jumlah siswa dan siswi sebanyak 87 orang dengan jumlah guru 5 orang. PAUD/TK Assyofa terletak diwilayah kerja Puskesmas Nanggalo Padang bertempat di daerah tunggul hitam. Upaya yang akan dilakukan adalah memberikan edukasi atau pengetahuan kepada guru PAUD/TK untuk mengoptimalkan peran mereka dalam meningkatkan tumbuh kembang anak prsekolah pada umumnya, dan anak didikan mereka pada khsususnya. Dengan menggunakan media yang dapat dipahami oleh guru dan adanya ruang diskusi yang menjadin tempat bertukar informasi yang mempunyai harapan agar para guru dapat memahami edukasi atau pengetahuan yang diberikan. Sehingga guru PAUD/TK dapat mengoptimalkan peran untuk meningkatkan tumbuh kembang anak prasekolah, yang mana bertujuan untuk mengurangi resiko yang akan terjasdi pada anak dalam gangguan tumbuh kembang mereka. Hasil Penyelengaraan pengabdian masyarakat ini didberikan oleh tim pengabdi dengan memberikan edukasi atau pengetahuan kepada guru PAUD/TK untuk mengoptimalkan peran mereka dalam meningkatkan tumbuh kembang anak prsekolah pada umumnya, dan anak didikan mereka pada khsususnya. Edukasi ini diberikan dengan menggunakan media yang dapat dipahami oleh guru dan adanya ruang diskusi yang menjadin tempat bertukar informasi yang mempunyai harapan agar para guru dapat memahami edukasi atau pengetahuan yang Sehingga guru PAUD/TK dapat mengoptimalkan peran untuk meningkatkan tumbuh kembang anak prasekolah, yang mana bertujuan untuk mengurangi resiko yang akan terjasdi pada anak dalam gangguan tumbuh kembang mereka. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 009 - 014 Pada tahap pelaksanaan pengabdian masyarakt diawali dengan melakukan pretest untuk mengukur pengetahuan yang dimiliki oleh masing-masing guru, setelah itu menjelaskan materi edukasi mengenai tumbuh kembang anak hingga resiko stunting atau gangguan tumbuh kembang Setelah diberikan penjelasan mengenai edukasi tersebut, kemudian dilakukan posttest untuk mengukur kembali pengetahuan guru PAUD/TK Assyofa, dengan menilai sejauh mana pemahaman mengenai edukasi yang diberikan. DISKUSI Pengetahauan tumbuh kembang ini sangat perlu diperkenalkan atau diberikan edukasi bukan saja kepada orang tua, tetapi kepada guru PAUD/TK tempat anak kita Agar perkembangan tumbuh kembang anak dapat di awasi sehingga terhindar dari resiko stunting atau gangguan tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan peran guru PADU/TK dalam meningkatkan tumbuh kembang anak prasekolah. Hal ini disebabkan karena adanya proses penyampaian informasi dan motivasi yang dilaksanakan oleh tim pengabdi. Hal ini didukung oleh Wijayanti et al. , . menyatakan bahwa pendidikan kesehatan pada guru lebih efektif. Setelah penyuluhan ini diadakan adanya peningkatan pengetahuan pada guru sebelum dan sesudah intervensi, hal ini juga didukung oleh metode yang dipakai oleh pengabdi dengan menggunakan berbagai media seperti power point dan diskusi (FGD). Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Potto et al. , . menunjukkan bahwa ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 009 - 014 terjadi peningkatan pengetahuan dan peran guru setelah mendapatkan intervensi kesehatan tentang tumbuh kembang anak prasekolah. Pada akhir pelaksanaan PKM ini dilakukan evaluasi antara tim pengadian masyarakat dan mitra bahwa program peyuluhan ini dapat dilaksanakan workshop atau sharing ilmu dengan guru PAUD/TK yang lainnya, agar dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan peran mereka dalam tumbuh kembang anak usia prasekolah. KESIMPULAN Penyuluhan mengoptimalkan peran guru PAUD/TK dalam meningkatkan tumbuh kembang anak prasekolah ini sebagai salah satu upaya media edukasi pembelajaran, agar mampu mengurangi resiko akan terjadinya gangguan tumbuh kembang pada anak Metode ini terbutki efketif meningkatkan dan mengoptimalkan peran guru dalam tumbuh kembang anak prasekolah. UCAPAN TERIMA KASIH Pelaksanaan kegiatan ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada Yayasan MERCUBAKTIJAYA. Rektor dan Ketua LPPM Universitas Mercubaktijaya yang telah memberikan dukungan pendanaan selama berlangsungnya kegiatan pengabdian masyarakat ini serta Pimpinan PAUD/TK Assyofa yang telah mengizinkan melakukan pengabdian masyarakat. DAFTAR PUSTAKA