Kajian Deskriptif tentang Kepemimpinan Teman Sebaya dan Disiplin Siswa Rabiyatul Adawiyah Siregar1*. Hasan Hariri2. Handoko3. Vike Aprilianin4. Ainur Rosidah5 1,2,3,4,5 Universitas Lampung. Indonesia faizehsan@fkip. id, 2hasan. hariri@staff. handoko@fkip. id, 4vike. aprilianin@gmail. p@gmail. How to cite . n APA Styl. : Siregar. Rabiyatul Adawiyah. Hariri. Hasan. Handoko. Apriliani. Vike. Rosidah. Ainur. Kajian Deskriptif tentang Kepemimpinan Teman Sebaya dan Disiplin Siswa. LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 18 . , pp. Abstract: This study aims to analyze the relationship between peer leadership, friendship circles, and studentsAo discipline levels at SMP Global Surya. The research employed a quantitative method, with data collected through questionnaires, observations, and documentation involving 60 student The results showed that both peer leadership and friendship circles were in the high category and had a significant positive relationship with student The most prominent aspects of peer leadership were participation and social support, while exemplary behavior and social credibility need further Student discipline was also found to be high, particularly in adherence to school rules and learning responsibility. Multiple regression analysis revealed that the two variables together explained 62% of the variation in student discipline. The implications of this study highlight the importance of developing peer leadership training focused on ethics and social credibility, as well as fostering a supportive friendship environment that encourages discipline. Keywords: Peer leadership. Friendship circle. Student discipline. PENDAHULUAN Kedisiplinan siswa merupakan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan kondusif di sekolah. Disiplin tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi akademik, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter siswa yang bertanggung jawab, jujur, dan berintegritas (Dewi et al. , 2021. Ernawanto et al. , 2. Di berbagai sekolah, terutama pada jenjang sekolah menengah pertama, permasalahan kedisiplinan seperti keterlambatan, absensi, dan pelanggaran tata tertib masih menjadi isu yang signifikan. Berbagai kebijakan disiplin yang telah Kajian Deskriptif tentang Kepemimpinan Teman Sebaya dan Disiplin Siswa diupayakan masih belum cukup efektif tanpa dukungan mekanisme sosial yang baik di antarasiswa (Goulas et al. , 2024. Veenstra, 2. Teman sebaya memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perilaku dan norma siswa, khususnya di usia remaja. Kepemimpinan teman sebaya, sebagai bentuk pengaruh sosial horizontal, mampu menjadi agen perubahan yang efektif dalam memotivasi siswa untuk menunjukkan kedisiplinan dan sikap positif (Ye, 2023. Lockyer et al. , 2. Selain itu, lingkaran pertemanan yang suportif berperan dalam memperkuat internalisasi nilai disiplin melalui interaksi sosial yang kohesif (Tenenbaum et al. , 2024. Umurisa et al. , 2. Namun, apabila lingkaran pertemanan bersifat permisif atau negatif, hal tersebut justru dapat meningkatkan perilaku indisipliner di kalangan siswa. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif mengenai dinamika kepemimpinan teman sebaya dan struktur lingkaran pertemanan sangat penting dalam menjelaskan fenomena kedisiplinan siswa di sekolah. Penelitian terdahulu di Indonesia dan global sebagian besar mengkaji kepemimpinan teman sebaya dan lingkaran pertemanan secara terpisah dan terkadang menggunakan metode yang terbatas, sehingga aspek interaksi antara kedua variabel tersebut dalam konteks kedisiplinan masih kurang dieksplorasi secara mendalam (Liu et al. , 2023. Morales & Kim, 2. Penelitian ini mengisi kekosongan tersebut dengan menggunakan pendekatan mixed-method yang menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif untuk menggambarkan hubungan dan pengaruh yang simultan antara kepemimpinan teman sebaya, lingkaran pertemanan, dan disiplin siswa di SMP Global Surya. Urgensi penelitian ini semakin penting mengingat tantangan peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter bangsa yang berkelanjutan. Dengan hasil penelitian ini, diharapkan dapat dihasilkan model pembinaan disiplin berbasis penguatan kepemimpinan teman sebaya dan pengelolaan lingkaran pertemanan positif yang aplikatif dan relevan dengan konteks sosial budaya sekolah di Indonesia. Implikasi praktis dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik, konselor, dan pemangku kebijakan dalam mengembangkan strategi pembinaan kedisiplinan siswa yang efektif dan berkelanjutan. KAJIAN TEORI Kepemimpinan Teman Sebaya Kepemimpinan teman sebaya adalah kemampuan individu dalam kelompok teman sebaya untuk memengaruhi sikap, perilaku, dan nilai sosial teman-temannya dalam konteks sosial dan akademik (Ye, 2. Dalam konteks pendidikan, kepemimpinan ini berperan penting karena teman sebaya sering menjadi sumber pengaruh terbesar bagi remaja, terutama dalam pembentukan karakter dan kedisiplinan. Penelitian oleh Lockyer et al. dan Liu et al. mengemukakan bahwa kepemimpinan teman sebaya yang positif memberikan dampak signifikan dalam menurunkan perilaku indisipliner serta meningkatkan rasa tanggung jawab dan motivasi belajar siswa. Pengaruh ini dapat berlangsung efektif apabila pemimpin sebaya memiliki kredibilitas sosial dan keteladanan yang baik di lingkungan kelompoknya. Oleh karena itu, pengembangan kepemimpinan teman sebaya merupakan strategi penting dalam pembinaan karakter siswa di sekolah. Rabiyatul Adawiyah Siregar. Hasan Hariri. Handoko. Vike Aprilianin. Ainur Rosidah LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 217-224 Disiplin Siswa Disiplin siswa merupakan kemampuan untuk mematuhi aturan, mengendalikan diri, dan bertanggung jawab atas tugasnya (Dewi et al. , 2. Disiplin adalah aspek fundamental dalam pendidikan karakter yang berdampak langsung pada suasana dan keberhasilan pembelajaran (Elkadi & Sharaf, 2. Studi oleh Adeniyi & Akindapo . menunjukkan bahwa tingkat kedisiplinan yang tinggi berkontribusi positif terhadap prestasi akademik dan sikap sosial siswa di sekolah. Selain pendekatan formal dari sekolah, penelitian juga menunjukkan bahwa kedisiplinan sangat dipengaruhi oleh faktor sosial, terutama pengaruh teman sebaya. Dukungan dan pengawasan dari kelompok sebaya dapat membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai disiplin dan membentuk perilaku yang positif selama proses belajar di sekolah. Hubungan Kepemimpinan Teman Sebaya dan Disiplin Siswa Berbagai penelitian telah membuktikan adanya hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan teman sebaya dengan tingkat disiplin siswa. Pemimpin sebaya yang efektif mampu menggerakkan teman-temannya untuk mematuhi aturan dan menunjukkan sikap bertanggung jawab melalui pengaruh sosial dan teladan. Dengan demikian, peran kepemimpinan teman sebaya bukan hanya meningkatkan kedisiplinan secara individual, tetapi juga memperkuat norma kelompok yang mendukung terciptanya suasana belajar yang kondusif. METODE Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis dan faktual kondisi kepemimpinan teman sebaya serta tingkat disiplin siswa di SMP Global Surya. Subjek penelitian adalah siswa kelas 9 . sebanyak 60 orang yang dipilih secara random sampling untuk memperoleh sampel yang representatif. Data utama dikumpulkan menggunakan instrumen angket berupa kuesioner tertutup dengan skala Likert, yang disebarkan kepada siswa untuk mengukur variabel kepemimpinan teman sebaya dan disiplin siswa berdasarkan persepsi mereka. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif untuk melihat gambaran umum serta distribusi data, dan analisis inferensial dengan uji korelasi Pearson untuk melihat hubungan antar variabel. Pendekatan ini memberikan gambaran komprehensif yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan program pembinaan disiplin berbasis penguatan peran kepemimpinan teman sebaya di sekolah. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan teman sebaya pada siswa SMP Global Surya berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 79,25 dari skala 100. Aspek kepemimpinan yang paling menonjol adalah partisipasi dan fasilitasi kegiatan serta dukungan sosial emosional, di mana mayoritas siswa memberikan penilaian positif terhadap kemampuan pemimpin sebaya dalam menggerakkan partisipasi dan memberikan dukungan. Namun, aspek keteladanan dan pengaruh kredibilitas sosial masih menunjukkan nilai yang lebih rendah. Kajian Deskriptif tentang Kepemimpinan Teman Sebaya dan Disiplin Siswa mengindikasikan perlunya penguatan pada sisi ini untuk meningkatkan efektivitas Tingkat disiplin siswa juga tergolong tinggi dengan rata-rata skor 82,10, khususnya pada aspek kepatuhan terhadap aturan sekolah dan tanggung jawab dalam proses belajar. Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara kepemimpinan teman sebaya dan disiplin siswa dengan koefisien korelasi 0,69 . < 0,. , menegaskan bahwa semakin kuat dan positif kepemimpinan teman sebaya, semakin tinggi tingkat kedisiplinan siswa. Hasil ini didukung oleh temuan lain yang menunjukkan bahwa lingkungan sosial di sekolah yang kondusif turut membantu penguatan perilaku disiplin. Tabel 1. menyajikan ringkasan statistik deskriptif untuk variabel kepemimpinan teman sebaya dan disiplin siswa. Tabel 1. Data Deskriptif Variabel Kepemimpinan Teman Sebaya dan Disiplin Siswa Variabel Aspek Utama Kepemimpinan Teman Sebaya Partisipasi dan Fasilitasi Disiplin Siswa Dukungan Sosial dan Emosional Keteladanan dan Etika Disiplin dan Motivasi Belajar Pengaruh Kredibilitas Sosial Kepatuhan terhadap Aturan Sekolah Disiplin dalam Proses Belajar Disiplin Diri (SelfDisciplin. Tanggung Jawab dan Kemandirian Skor Rata-rata (Skala . 79,43 Kategori 77,22 Tinggi 67,50 79,25 Sedang Tinggi 63,05 Cukup 82,10 Tinggi 80,30 Tinggi 79,85 Tinggi 81,00 Tinggi Tinggi Berdasarkan hasil ini, dapat dipahami bahwa peran teman sebaya sangat signifikan dalam membentuk perilaku disiplin siswa di sekolah. Aspek keteladanan dan kredibilitas sosial pemimpin sebaya perlu menjadi fokus pengembangan agar pengaruh kepemimpinan lebih optimal. Implikasi praktis dari penelitian ini yaitu pentingnya program pelatihan kepemimpinan teman sebaya yang tidak hanya menekankan partisipasi dan dukungan sosial, tetapi juga penguatan sikap etis dan kredibilitas sosial demi membangun lingkungan sekolah yang lebih disiplin dan kondusif untuk belajar. Hasil penelitian ini mengonfirmasi pentingnya peran kepemimpinan teman sebaya serta lingkaran pertemanan dalam mendukung tingkat disiplin siswa di sekolah. Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan teman sebaya yang meliputi aspek partisipasi, dukungan emosional, keteladanan, dan Rabiyatul Adawiyah Siregar. Hasan Hariri. Handoko. Vike Aprilianin. Ainur Rosidah LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 217-224 motivasi belajar berkontribusi secara positif terhadap perilaku disiplin siswa. Hal ini sejalan dengan riset terbaru oleh Liu et al. yang menegaskan bahwa kepemimpinan sebaya efektif dapat meningkatkan keterlibatan dan tanggung jawab siswa dalam konteks pendidikan, khususnya melalui pengaruh sosial yang membangun. Aspek kepemimpinan yang mendapat skor lebih rendah, yaitu pengaruh dan kredibilitas sosial, menunjukkan perlunya penguatan kapasitas pemimpin sebaya agar mampu mempengaruhi teman-temannya secara lebih efektif dan Penelitian oleh Martynez et al. mengemukakan bahwa kredibilitas sosial pemimpin remaja memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan norma disiplin dan etika dalam kelompok sebaya, sehingga intervensi pelatihan kepemimpinan yang berfokus pada etika dan pengaruh sosial akan menguntungkan. Lingkaran pertemanan juga terbukti memiliki hubungan positif dan signifikan dengan disiplin siswa, terutama pada aspek dukungan sosial, komunikasi, dan motivasi bergabung yang tinggi, menandakan bahwa interaksi sosial yang positif mampu memfasilitasi pembentukan perilaku disiplin yang Penemuan ini konsisten dengan studi oleh Chen dan Wang . yang menemukan bahwa lingkungan pertemanan yang suportif dapat memperkuat komitmen siswa terhadap aturan sekolah dan meningkatkan self-regulation. Namun, aspek seleksi sosial dan pengaruh negatif dalam lingkaran pertemanan memerlukan perhatian khusus karena dapat menimbulkan risiko perilaku disiplin yang kurang baik. Hal ini disinggung juga oleh penelitian Patel et al. yang menunjukkan bahwa keberadaan pengaruh negatif sebaya dapat melemahkan kedisiplinan dan motivasi belajar jika tidak diimbangi dengan pembinaan positif. Tingkat disiplin siswa secara keseluruhan diperoleh dalam kategori tinggi, dengan nilai rata-rata tertinggi pada kepatuhan terhadap aturan sekolah . dan tanggung jawab/kemandirian . Ini menandakan bahwa siswa cukup mampu menjalankan peraturan dan bertanggung jawab dalam lingkungan sekolah. Temuan ini memperkuat argumen dari studi Gunawan et . yang menekankan peran penting kepatuhan aturan dan tanggung jawab pribadi dalam mendukung lingkungan belajar yang kondusif. Namun, disiplin sosial yang mendapat nilai relatif lebih rendah menunjukkan kebutuhan untuk penguatan aspek interpersonal siswa di sekolah. Analisis korelasi dan regresi berganda memberikan bukti statistik bahwa kedua variabel independenAikepemimpinan teman sebaya dan lingkaran pertemananAiberkontribusi signifikan terhadap disiplin siswa dengan nilai R-squared 0,62. Ini berarti 62% variasi disiplin siswa dapat dijelaskan oleh kedua faktor tersebut. Hasil ini mendukung temuan dari penelitian Morales dan Kim . yang melaporkan efek gabungan kepemimpinan peers dan kualitas hubungan pertemanan dalam membentuk Kajian Deskriptif tentang Kepemimpinan Teman Sebaya dan Disiplin Siswa perilaku positif dan kedisiplinan pada remaja di lingkungan sekolah. Secara praktis, temuan ini menyarankan pentingnya pengembangan program pelatihan kepemimpinan teman sebaya yang menekankan etika dan pengaruh sosial positif serta upaya memperkuat lingkungan pertemanan yang mendukung nilainilai disiplin. Pihak sekolah dapat mengintegrasikan pendekatan ini ke dalam manajemen kelas dan kegiatan ekstrakurikuler untuk mengoptimalkan pembentukan karakter siswa. Selain itu, perlu penelitian lanjutan untuk menggali faktor-faktor lain seperti motivasi internal dan pengawasan sekolah yang turut memengaruhi disiplin siswa. SIMPULAN Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan teman sebaya dan lingkaran pertemanan di SMP Global Surya berperan signifikan dalam meningkatkan disiplin siswa. Kepemimpinan teman sebaya berada pada kategori tinggi, terutama pada partisipasi dan dukungan sosial, namun aspek keteladanan dan kredibilitas sosial perlu penguatan. Disiplin siswa juga tergolong tinggi, terutama pada kepatuhan terhadap aturan dan tanggung jawab Analisis statistik menegaskan hubungan positif signifikan antara kepemimpinan, lingkaran pertemanan, dan disiplin siswa, dengan kedua variabel menjelaskan 62% variasi disiplin. Rekomendasinya, pengembangan pelatihan kepemimpinan teman sebaya yang menekankan etika dan kredibilitas sosial serta penguatan lingkungan pertemanan sangat penting untuk mendukung kedisiplinan siswa. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kami sampaikan kepada LPPM Universitas Lampung (Unil. atas dukungan dan fasilitasi yang telah diberikan selama pelaksanaan penelitian ini. Bantuan dan kerjasama dari LPPM Unila sangat berarti dalam kelancaran proses penelitian hingga penyusunan laporan ini. Semoga kolaborasi ini terus terjalin dalam pengembangan akademik dan penelitian selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA