Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Vol. 6 No. 4 November 2022 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10. 36312/jisip. 4334/http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Pengaruh Alat Peraga Benda Konkrit Terhadap Motivasi Dan Kemampuan Berfikir Kritis Matematika Zainal Arifin STKIP PGRI Bangkalan ArticlezInfo Articlezhistory: Received : 28 November 2022z Publishz: 30 November 2022 Keywords: z Concrete Tools Motivation Critical Thinking Ability Info Artikel Articlezhistory: Received : 28 November 2022z Publishz: 30 November 2022 Abstractz This study aims to determine the effect of concrete objectzteaching aids on students' motivation and critical thinkingzin mathematics. This quantitative study used aznonequivalent controlzgroupzdesign. Thezpopulation iszfourth grade studentszofzUPTD SDzNegerizParseh 3 Bangkalan, with a sample of 40 students in class IV-A and IV-B. The non-test instrument used was in the form of a questionnairezand a test in the form ofzpretest and posttest While the analysis tests are validity tests by material experts, expert reliabilityztests, normality tests, homogeneityztests and IndependentSample T-tests. The results of the test of differences in motivation to learn mathematics on puzzle props and snakes and ladders teaching aids for grade 4 at UPTD SD Negeri Parseh 3 can be seen in table 1. whichzobtained a significancezvalue of 0. 043 < 0. 05zso thatzthe datazcan be assumed tozhave different variances. There are differences in mathematical critical thinking in puzzle props and snake ladderzprops for grade 4 at UPTD SD Negeri Parseh 3 can be seen in table 2. which obtainedza significancezvalue ofz0. 000 < 0. 05zso thatzthe data can bezassumed to have different variances. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Alat Peraga Benda Konkrit terhadap Motivasi dan Berfikir Kritis Matematika Siswa denganzpenelitian kuantitatif inizmenggunakan nonequivalent control group Populasinya peserta didik kelas IV UPTD SD Negeri Parseh 3 Bangkalan, dengan sampel kelas IV-A dan IV-B sebanyak 40zsiswa. Instrumen yangzdigunakan non tes berupazangket danzteszberupa soal pretes maupun posttes. Sedangkan uji analisisnya yaitu uji validitas olehzahli materi, uji reliabilitas secara ahli, uji znormalitas, ujizhomogenitas dan Uji IndependentzSamplezT-test. Hasilzdarizujizperbedaan motivasi belajar matematikazpada alat peraga puzzle dan alat peraga ular tanggazterhadap kelas 4 di UPTD SD Negeri Parseh 3 dapat dilihat pada tabel 1. yangzdiperolehznilai signifikansizsebesar 0,043 < 0,05zsehingga data dapat diasumsikanzmemiliki varians yang berbeda. Terdapat perbedaan berfikir kritis matematika pada alat peragazpuzzle danzalat peraga ular tanggazterhadap kelas 4 di UPTD SD Negeri Parseh 3 dapat dilihat pada signifikansizsebesarz0,000 0,05zsehinggazdata dapatzdiasumsikan memiliki varians yang berbeda. This an openzaccess articlezunder thezLisensi Creative CommonsAtribusi-BerbagiSerupa Internasional Corresponding Author: Zainal Arifin STKIP PGRI Bangkalan Emailz: zainal@stkippgri-bkl. 2895 | Pengaruh Alat Peraga Benda Konkrit terhadap Motivasi dan Kemampuan Berfikir Kritis Matematika (Zainal Arifi. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 PENDAHULUAN Pendidikanzmerupakanzfaktor yang sangat penting dalam membangunzsumber daya manusiazyang berkualitas, cerdas, damai, terbuka, demokratis dan berdaya saing sertazdapatzmeningkatkanzkesejahteraan seluruh wargaznegarazIndonesia. Denganzbantuan orang yang berkualitaszdiharapkanzmampu untukzmenghadapi berbagaizperubahan danztantangan globalisasizyang sedang danzakan datang, sehingga program pelatihan harus selalu ditinjau dan ditingkatkan, sesuai dengan laju perkembanganzdan perubahan di bidang pendidikan (Kelly, 2. Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu bukti proses dalam hasil belajar. Penggunaan alat peraga di pendidikan dasarzsangat membantu dalam proses peningkatan motivasi dan berpikir kritis terhadap mata pelajaran yang diajarkan, khususnyazmatematika. Matematika merupakan salahzsatu mata pelajaran yang dapat ditemui di semua jenjangzpendidikan, mulai darizsekolah dasar hingga perguruan tinggi. Namun pada kenyataannyazmatematikazmerupakanzsalah satu mata pelajaranzyang tidak disenangi oleh peserta didik. Salah satu faktor peserta didik tidak senang dengan mata pelajaran matematika, bukanzsemata-mata proseszpembelajaranzyang dilaksanakan. Padahal, dalam matematika dapat dilihat penyajian pelajaran secara hierarkis, sehingga peserta didik selalu memahami apa yang dipelajarinya dan mengaitkannya dengan materi sebelumnya (Sa'o, 2. Dalam pelajaranzmatematika pendidik dan peserta didik dituntut untuk berfikir yang merupakan suatu proses kognitif agar dapat memunculkan suatu ide atau kalimat sehingga dapatzmenyelesaikan suatu permasalahan, bahkan untuk menjelaskan mata pelajaran matematika secara konkrit dibutuhkan adanya penggunaan alat peraga yang tepat, sehingga dapat mempermudah pendidik dan peserta didik untuk memahami suatu konsep mata pelajaranzmatematika dari abstrak menjadi hal yang konkrit. Penggunaan alat peraga dapat memberikan hasil yang baik, dengan prinsip sebagai berikut: menentukan jeniszbahan yang tepat. untuk mengetahui apakahztopik dianggap cukup, apakah sesuai dengan tingkat kematangan/prestasi peserta didik. penyediaan bahan ajarzyang cukup sesuai dengan tujuan, materi, metode, waktu, dan sumber daya yangztersedia. tempat atau waktu atau situasi yang tepat (Nurhatija, 2. Kelebihan alatzperaga adalah meningkatnya minat peserta didik dalam belajar, karena pelajaran lebih menarik. Menjelaskan pentingnya materi pelajaran agar peserta didik tidak mudah bosan. mengaktifkanzkegiatan belajar seperti mengamati, melakukan, mempresentasikan, dan lain-lain. Manfaat alat peraga antara lain: dapat memperjelas pesan atau makna, dapat mengatasizketerbatasan zruang, waktu, ztenaga, dan zdayazindera, menumbuhkan motivasi belajar denganzcara memberikan peluang peserta didik berinteraksi langsung dengan zsumber belajar, z. memungkinkan peserta didikzdapat belajar zsecara mandirizberdasarkan bakat dan kemampuanzvisual, auditori danzkinestetiknya, menggunakan rangsanganzdan respon yangzsama (Daryanto, 2. Motivasi belajar merupakan penggerak kegiatan belajarzyang dapat digambarkan sebagaizpenggerak umum di kalangan siswa untuk menciptakan, melindungi dan mengarahkan kegiatan belajar dalam tercapainya Dapat jugazdikatakan bahwazmotivasizadalahzsuatu rangkaianzusaha untuk menciptakanzkondisi tertentuzagar seseorangzsiap danzakanzmelakukan, dan jikaztidak sukazmaka berusahazuntuk menghindarizperasaanztersebut. Berfikirzkritis merupakanzketerampilan berfikir yangzmelibatkan proseszkognitif dan memberikan peluang peserta didik untuk berfikirzdalam menyelesaikan suatu permasalahanzyang dihadapi, seperti menganalisiszpermasalahan yang bersifatzterbuka, menentukan sebabzdan akibatzdari suatuzpermasalahan, bahkanzpeserta didik dapat memperhitungkanzdata yangzrelevan. Dalam hal ini, peneliti menggunakan judulzpengaruh alat peraga benda konkrit terhadap motivasi dan kemampuan berfikir kritiszmatematika dengan instrumen yang digunakan angket dan tes. Menurut penelitian sebelumnya oleh Kuncoro Adi Saputro. Christina Kartika Sari, dan SW Winarsi Penerapanzpenggunaan alat peragazmembuat peserta didik lebihzaktif dan lebihzmudah memahamizmateri pelajaran dengan baik. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat 2896 | Pengaruh Alat Peraga Benda Konkrit terhadap Motivasi dan Kemampuan Berfikir Kritis Matematika (Zainal Arifi. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 darizmeningkatnya siklus 1-2 yang merupakan persentasezketuntasan hasil belajar peserta didik ditandaizketuntasan pada sikluszI mencapai angkaz47% peserta didik pada siklus 1zdan pada siklus 2zmencapai angkaz81% peserta didikztelah mencapaiztarget yang diinginkan (KKM) > 74zdari jumlahzkeseluruhan 22zpeserta didik. Peningkatanzmotivasi belajarzditandai dengan meningkatnyazmotivasi belajarzpeserta didik pada setiap pertemuanzdan pada setiapzsiklus yaitu di siklus pertama 3,08zdan siklus 2 menjadiz3,58. METODEzPENELITIAN Dalam penelitianzini, penulis akan menggunakanzpendekatan penelitianzkuantitatif. Penelitian kuantitatif yangzseringzdikenali dengan penelitianzberupa menghitung angka danzpenggunan analisis menggunakan statistik (Sugiyono, 2. Metode yang digunakan nonequivalent control group design yaitu menggunakan kelompok eksperimen yang menerapkan alat peragazberupa puzzle, dan kelompok kontrol diberi alat peragazberupa ular tangga pada peserta didik. Penelitian ini menggunakanzteknik pengumpulan data angket untuk mengetahui tingkat motivasi belajarzdan tes untuk mengukur kemampuan berfikir kritis terhadap masingmasing pesertazdidik. Populasi dalamzpenelitian ini adalahzpeserta didik UPTD SekolahzDasar Parseh 3 Bangkalan. Pada penelitian ini teknik samplingnya menggunakan quota sampling yang didapatkan sebanyak 40 peserta didik dengan pembagian 20 peserta didik diberikan perlakuan alat peraga puzzle dan 20 peserta didik diberikan perlakuan alat peraga ular tangga. Teknik analisiszyang digunakanzdalam penelitian ini yaituzuji Independent Sample T-test dengan menggunakan bantuanzaplikasi IBM SPSS v21. 0 for windows. Uji Independent Sample T-testzmerupakan alat pengujian untuk melihatzsignifikansi dari dua mean berdasarkanzdari dua data yangzdistribusi (Sugiyono, 2. Uji Independent Sample T-test pada dasarnyazmenunjukkan berapa jauhzsignifikan yang berpengaruh pada variabel Untuk pengujian semua hipotesis yang akanzdilakukan menggunakan kriteria sebagai berikut: . Jika nilai Sig. padaztabel Independent Samples Test memilikiznilai kurang darizalfa . zmaka dapatzdisimpulkan bahwa keduazkelompok memilikizrata-rata nilaizyang berbedaznyata dengan nilai Sigz . < 0,05zmaka H0 ditolak dan Hazditerima. zJika nilai Sig. pada tabelzIndependent Samples T-test memiliki nilaizlebih dari alfa . maka dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok memiliki rata-rata nilai yangztidak berbeda nyatazdengan nilai Sigz . > 0,05zmaka H0 diterimazdan Hazditolak. HASILzPENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Tabel 1 Hasil UjizIndependent SamplezT-test Hasil GroupzStatistics Mean Std. Deviation Std. Error Mean 78,60 5,276 1,180 82,60 6,692 1,496 Motivasi Belajar Levene's Test for Equality of Variances Sig. Equal Motivasi Belajar 3,085 Independent Samples Test t-test for Equality of Means ,087 -2,099 Sig. Mean Std. 95% Confidence . - Differe Error Interval of the tailed nce Differe Difference Lower Upper 38 ,043 -4,000 1,905 -7,857 -,143 2897 | Pengaruh Alat Peraga Benda Konkrit terhadap Motivasi dan Kemampuan Berfikir Kritis Matematika (Zainal Arifi. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 -2,099 Equal variances not 36,037 ,043 -4,000 1,905 -7,864 -,136 Sumber: data diolah SPSS v21. Berdasarkanzhasilzpengujian hipotesis pada tabel 1 menggunakan uji Independent Simple T-test pada tabel diatas, hasil motivasi belajar dalam pelaksanaan alat peraga puzzle dan alat peraga ular tanggazpada peserta didik kelas 4 di UPTD SD Negeri Parseh 3 sebesarz0,043 pengambilanzkeputusan,zjika yangzdiperolehz0,043 0,05zmakazdatazdapat diasumsikan memiliki variansz yang berbeda sehingga Ho ditolak dan Hazditerima. Tabel 2 Hasil Uji IndependentzSample T-testz Group Statisticsz HasilzBelajar Equal Berfiki r Kritis Equal Hasil Meanz Std. Deviationz Std. Error Meanz 69,40 2,945 ,659 82,60 6,692 1,496 IndependentzSamples Testz Levene's Test for t-test forzEquality of Meansz Equalityzof Variancesz Sig. Sig. Mean Std. 95% Confidence . - Differen zError Interval of the Differe zDifference Lowerz Upperz 14,979 ,000 -8,074 38 ,000 -13,200 1,635 -16,510 -9,890 -8,074 26,094 ,000 -13,200 1,635 -16,560 -9,840 Sumber: zdata diolahzSPSS v21. Berdasarkanzhasilzpengujian hipotesis pada tabelz1 menggunakan ujizIndependent Simple T-testzpada tabelzdiatas, hasilzberfikir kritis peserta didikzdalam pelaksanaan alat peraga puzzlezdan alat peraga ular tanggazpada peserta didik kelas 4 di UPTD SD Negeri Parseh sebesarz0,000 pengambilanzkeputusan, jika nilaizsignifikansi yang diperoleh z0,000