Jurnal Bina Akuntansi Volume 12. Number 2, 2025 pp. ISSN: 2338-1132 E-ISSN : 2656-9515 Open Access: https://jurnal. id/JBA DIVIDEN. PENDANAAN DAN KINERJA SAHAM: STUDI NILAI PERUSAHAAN ENERGI DI INDONESIA Shania Rahmanatasya1*. Fitrini MansurA. Riski HernandoA Rahmanatasyashania@gmail. Universitas Jambi. Indonesia Fitrinimansur@unja. Universitas Jambi. Indonesia A Riskihernando@unja. Universitas Jambi. Indonesia INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Pengajuan : 19/05/2025 Revisi : 27/05/2025 Penerimaan : 28/05/2025 Kata Kunci: Kebijakan Dividen. Keputusan Pendanaan. Earning Per Share. Nilai Perusahaan ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kebijakan dividen, keputusan pendanaan, dan earning per share terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di BEI periode 2021 - 2023. Dengan menggunakan data sekunder dari 57 pengamatan. Penelitian ini menerapkan regresi linear berganda melalui SPSS v26. Pengumpulan data sekunder dilaksanakan melalui portal resmi Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kebijakan dividen, keputusan pendanaan dan earning per share memberikan pengaruh signifikan pada nilai perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kebijakan dividen dan keputusan pendanaan memberikan pengaruh signifikan pada nilai perusahaan, earning per share tidak memberikan pengaruh signifikan pada nilai perusahaan. Keywords: Dividend Policy. Funding Decisions. Earnings Per Share. Company Value ABSTRACT This study aims to analyze the effect of dividend policy, funding decisions, and earnings per share on firm value in energy sector companies listed on the IDX for the period 2021-2023. Using secondary data from 57 observations, this study applies multiple linear regression through SPSS v26. Secondary data collection was carried DOI: out through the official portal of the Indonesia Stock Exchange. The results of the 52859/jba. study indicate that simultaneously dividend policy, funding decisions and earnings per share have a significant effect on firm value. The results of the study indicate that partially dividend policy and funding decisions have a significant effect on firm value, earnings per share does not have a significant effect on firm value. Pendahuluan Perusahaan yang bergerak di bidang ekstraksi sumber energi terbarukan maupun tak terbarukan memiliki peran penting dalam industri energi Indonesia. Selain itu, industri ini turut berkontribusi pada pembangunan ekonomi melalui pasokan energi untuk masyarakat. Pendapatan perusahaan energi sangat terpengaruh fluktuasi harga komoditas global seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara. Mudahnya memperoleh produk melalui pasar domestik ataupun mancanegara menjadikan sektor energi unggul sebagai sektor komoditas. Banyak investor yang rutin mendapatkan dividen dari perusahaan energi tercatat di Indeks Saham Lembaga dan Investasi yang memberikan dividen tertinggi. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan harga penutupan saham sektor energi untuk investasi jangka panjang (Oktaviani et al. , 2. Kepercayaan investor untuk membeli saham suatu perusahaan biasanya meningkat ketika perusahaan tersebut memiliki reputasi yang baik. Harga saham sering dianggap sebagai indikator nilai suatu perusahaan (Dewantari et al. , 2. Kenaikan harga saham akan meningkatkan nilai perusahaan, sehingga menghasilkan pengembalian investasi yang tinggi bagi pemegang saham dan menarik minat investor yang melihat prospek masa depannya. Nilai perusahaan pada sektor energi mengalami fluktuasi sepanjang periode 2021-2023, merupakan fenomena yang terjadi di sektor ini. Sillo Maritime Perdana Tbk menjadi salah satu perusahaan yang mengalami penurunan nilai. Nilai perusahaan tersebut mencapai 1,192842252 pada tahun 2021, namun menurun menjadi 0,904263315 di tahun 2022. Tahun 2023 menunjukkan peningkatan kembali nilai perusahaan menjadi 0,92289207. * Penulis Korespondensi: Shania Rahmanatasya / Rahmanatasyashania@gmail. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Perbandingan nilai buku dan nilai pasar dalam menilai kinerja harga pasar saham dapat didefinisikan sebagai nilai perusahaan (Dewantari et al. , 2. Kepercayaan pasar yang lebih tinggi terhadap prospek masa depan perusahaan tercermin dari rasio yang lebih besar. Kinerja yang baik dari perusahaan ditunjukkan ketika rasio PBV melebihi satu, yang menandakan nilai pasar yang lebih besar dari nilai bukunya. Semakin meningkatnya nilai perusahaan akan semakin memperkuat keyakinan pasar terhadap kinerja saat ini dan potensi yang akan datang. Fenomena lain yang terlihat pada sektor energi adalah fluktuasi pergerakan saham meskipun adanya pembagian dividen yang konsisten. Beberapa perusahaan dalam sektor energi mengalami fluktuasi persentase pembagian dividen meskipun terus membagikan dividen sejak 2021 hingga 2023. Salah satu contohnya adalah PT Elnusa Tbk yang mengalami fluktuasi dividen, dengan laba bersih Rp 000 dan pembagian dividen Rp 74. 000 pada 2021. Meskipun laba meningkat menjadi Rp 378. 000 pada 2022, perusahaan malah mengurangi pembagian dividen menjadi Rp Potensi masa depan perusahaan dapat tercermin dari besarnya dividen yang dibagikan. Manajemen dianggap beroperasi secara efektif ketika dividen signifikan didistribusikan kepada investor. Kebijakan dividen merupakan strategi yang mengatur alokasi porsi keuntungan perusahaan kepada pemegang saham sebagai dividen (Hakiki & Muninghar, 2. Kebijakan dividen menjadi cerminan apakah kondisi keuangan perusahaan membaik atau memburuk dalam penilaian investor, sehingga mendorong minat untuk berinvestasi. Beberapa fenomena di pasar saham baru-baru ini banyak teramati, khususnya pada emiten sektor Salah satunya terjadi pada PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI). Bursa Efek Indonesia mengancam akan mencabut saham ARTI dari perdagangan. Ancaman ini muncul karena selama enam bulan terakhir harga saham ARTI konsisten di bawah Rp51. Selain itu, volume perdagangan harian saham ARTI ratarata di bawah Rp5 juta selama enam bulan terakhir, dengan volume kurang dari 10. 000 di kondisi normal. Sehubungan dengan kondisi keuangan. ARTI melaporkan ekuitas negatif dimana laporan tahunan perusahaan menunjukkan bahwa hingga September 2021, nilai ekuitas ARTI mencapai minus Rp207 miliar, meningkat dari akhir 2020 yang tercatat negatif Rp155,8 miliar. Sejak 2019, kewajiban jangka pendek ARTI terus meningkat. Nilai ekuitas ARTI tercatat sebesar Rp801 miliar hingga akhir Desember ARTI membukukan rugi bersih sebesar Rp349 miliar pada tahun tersebut. Sepanjang masa pandemi, kerugian keuangan ARTI meningkat hingga Rp951 miliar (Putra, 2. Penurunan nilai perusahaan dapat terjadi ketika perusahaan melaporkan kerugian, sehingga minat investor untuk membeli sahamnya berkurang. Sebaliknya, investor akan menunjukkan minat untuk memperoleh saham jika perusahaan menghasilkan laba. Nilai perusahaan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk keputusan pendanaan, kebijakan dividen, dan earning per share. Penentuan apakah laba akhir tahun perusahaan dibagikan kepada pemegang saham atau disimpan untuk pendanaan pengeluaran masa depan merupakan kebijakan dividen. Sumber modal perusahaan dipengaruhi oleh keputusan pendanaan (Sinaga & Ismawati, 2. Earning per share (EPS) merupakan laba bersih per saham perusahaan dari operasi perusahaan nya (Ridho et al. , 2. Penelitian yang menjadi acuan yaitu penelitian Anggreini et al. Penelitian ini berbeda dari penelitian lainnya dalam hal variabel penelitian. Variabel independen pada penelitian sebelumnya adalah Investasi. Kebijakan Dividen serta Pendanaan. Sementara dalam penelitian ini, variabel independen terdiri dari kebijakan dividen, keputusan pendanaan, serta earning per share. Perbedaan kedua terletak pada subjek penelitian. Penelitian sebelumnya mengkaji sektor industri, sedangkan penelitian ini Shania Rahmanatasya. Fitrini Mansur & Riski Hernando . - Dividen. Pendanaan dan Kinerja Saham: Studi Nilai Perusahaan Energi di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. berfokus pada sektor energi. Periode penelitian menjadi perbedaan ketiga. Penelitian sebelumnya mencakup periode 2017 hingga 2019, sementara penelitian saat ini meliputi periode 2021 hingga 2023. Penelitian yang dilakukan oleh Riyadi et al. menyatakan bahwa kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian Hapsari . menyatakan bahwa kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Anggreini et . menyatakan bahwa keputusan pendanaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Berbeda dengan penelitian Handayani dan Kurnianingsih . menyatakan bahwa keputusan pendanaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Lestari . menyatakan bahwa earning per share berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Berbeda dengan penelitian Nuridah et al. menyatakan bahwa earning per share tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian diatas menunjukkan adanya berbagai macam variasi hasil penelitian sehingga peneliti ingin meneliti lebih lanjut tentang kebijakan dividen, keputusan pendanaan, dan earning per share terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan menjawab masalah-masalah yang muncul dari kasus-kasus di atas, seperti dividen yang fluktuatif dan perusahaan yang terancam delisting. Peneliti ingin melakukan pengujian ulang dengan judul tersebut, meskipun telah dilakukan penelitian sebelumnya namun hasilnya masih belum konsisten AuDividen. Pendanaan, dan Kinerja Saham: Studi Nilai Perusahaan Energi di IndonesiaAy. Telaah Literatur Teori Sinyal Teori sinyal awalnya diperkenalkan oleh Spence pada tahun 1973. Teori sinyal menjelaskan bagaimana organisasi menyampaikan sinyal kepada berbagai pemangku kepentingan yang membutuhkan informasi ini (Mumtazah & Purwanto, 2. Perusahaan berusaha untuk menunjukkan standar manajemen yang tinggi kepada investor. Ada dua kategori sinyal yaitu sinyal positif dan sinyal negatif. Sinyal yang diberikan dapat menyampaikan informasi mengenai tindakan manajemen dalam memenuhi keinginan pemegang saham. Jika pihak eksternal memberikan sinyal positif, maka keputusan pemegang saham akan mempengaruhi peningkatan jumlah saham (Komalasari & Yulazri, 2. Kenaikan jumlah saham dikaitkan dengan dividen. Pembagian dividen yang besar berfungsi sebagai indikator yang menguntungkan, sedangkan tidak adanya pembagian dividen oleh perusahaan merupakan sinyal yang merugikan bagi investor. Akibatnya, pengumuman kenaikan dividen adalah berita baik yang akan diterima dengan baik oleh pasar dan akan meningkatkan nilai saham (Tahu, 2. Nilai Perusahaan Nilai suatu perusahaan diwakili oleh harga sahamnya, yang mencerminkan penilaian publik terhadap kinerjanya (Hakiki & Muninghar, 2. Nilai perusahaan dapat didefinisikan sebagai rasio pasar yang menilai kinerja harga pasar saham relatif terhadap nilai dengan membandingkan nilai buku dan nilai pasar (Dewantari et al. , 2. Rasio yang lebih tinggi menandakan kepercayaan pasar yang lebih besar terhadap prospek masa depan perusahaan. Rasio PBV melebihi satu ketika perusahaan berkinerja baik, yang menandakan bahwa nilai pasar melampaui nilai bukunya. Kebijakan Dividen Pemegang saham menerima dividen berdasarkan kepemilikan mereka. Kebijakan dividen menentukan apakah pemegang saham menerima keuntungan tahunan sebagai dividen atau menginvestasikannya (Riyadi et al. , 2. Shania Rahmanatasya. Fitrini Mansur & Riski Hernando . - Dividen. Pendanaan dan Kinerja Saham: Studi Nilai Perusahaan Energi di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Keputusan Pendanaan Pemilihan sumber pembiayaan merupakan aspek yang terkait dengan perolehan modal oleh entitas bisnis (Sinaga & Ismawati, 2. Dana yang digunakan perusahaan dapat bersumber dari pinjaman eksternal maupun ekuitas internal. Keputusan keuangan melibatkan proses pemilihan dana untuk mendukung investasi yang diharapkan. Struktur modal, atau keputusan pembiayaan, memengaruhi nilai perusahaan dengan memilih sumber pendanaan internal dan eksternal. Earning Per Share Rasio yang mengindikasikan jumlah pengembalian uang yang diperoleh investor atau pemegang saham untuk setiap lembar saham disebut sebagai Earning per share (Nuridah et al. , 2. Earning per share memiliki tujuan untuk menganalisis laba perusahaan serta mengevaluasi efisiensi pengelolaannya. Besarnya laba bersih perusahaan menjadi penentu Earning per share perusahaan tersebut. Earning per share akan bertambah ketika laba bersih perusahaan tinggi. Sebaliknya. Earning per share akan berkurang apabila laba bersih perusahaan rendah. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti merumuskan hipotesis sebagai berikut: H1: Terdapat Pengaruh Positif Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan. Keputusan terkait dividen menetapkan apakah keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam satu tahun akan dibagikan kepada para investor saham atau dialokasikan kembali untuk pengembangan bisnis (Riyadi et al. , 2. Rasio pembayaran dividen menunjukkan proporsi laba yang dialokasikan untuk dividen tunai dibandingkan dengan laba ditahan untuk tujuan pendanaan. Jika laba ditahan perusahaan besar, maka dividen yang dibagikan akan berkurang. Teori sinyal menyatakan bahwa peningkatan jumlah saham berhubungan dengan dividen. Pembayaran dividen yang besar berfungsi sebagai indikator yang menguntungkan, tetapi tidak adanya pembagian dividen oleh perusahaan merupakan indikasi yang tidak menguntungkan bagi investor. Penelitian Ardatiya et al. , terdapat korelasi antara nilai perusahaan dan kebijakan dividen, dimana nilai perusahaan mengalami peningkatan akibat kenaikan harga saham yang didorong oleh pembayaran dividen yang lebih besar. Temuan ini konsisten dengan studi Oktavia dan Kalsum . yang mengindikasikan bahwa nilai perusahaan dipengaruhi oleh kebijakan dividen karena harga saham akan meningkat seiring dengan kenaikan dividen, yang kemudian berdampak pada nilai perusahaan. H2: Terdapat Pengaruh Positif Keputusan Pendanaan Terhadap Nilai Perusahaan. Pemilihan sumber pembiayaan terhubung dengan asal permodalan yang diakses oleh entitas bisnis (Sinaga & Ismawati, 2. Pilihan sumber pembiayaan adalah proses seleksi alternatif keuangan untuk mendanai rencana investasi dari beragam opsi yang ada. Penelitian ini menggunakan debt to equity ratio (DER) sebagai indikator keputusan pendanaan. Rasio debt to equity ratio (DER) yang lebih kecil cenderung menciptakan persepsi menguntungkan bagi investor maupun calon investor karena hutang menggambarkan kapasitas perusahaan dalam memenuhi kewajiban pembayaran mendatang atau memperkecil risiko usaha. Persepsi menguntungkan ini telah mendorong ketertarikan investor terhadap saham perusahaan tersebut. Harga saham yang meningkat akan menaikkan nilai perusahaan. Dengan demikian, strategi keputusan pendanaan dapat berdampak pada peningkatan atau penurunan nilai perusahaan, yang pada akhirnya mempengaruhi kesejahteraan pemegang saham. Penelitian oleh Triyana dan Ovami . menunjukkan bahwa keputusan pendanaan memanfaatkan aset atau keuangan dengan biaya tetap untuk meningkatkan pendapatan . bagi pemilik dan pemegang saham. Penelitian oleh Anggreini et al. menunjukkan bahwa keputusan Shania Rahmanatasya. Fitrini Mansur & Riski Hernando . - Dividen. Pendanaan dan Kinerja Saham: Studi Nilai Perusahaan Energi di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. pendanaan memengaruhi nilai perusahaan. Sejalan dengan meningkatnya nilai perusahaan, minat investor terhadap investasi modal meningkat yang mengarah pada peningkatan modal dan meningkatnya nilai perusahaan. H3: Terdapat Pengaruh Positif Earning Per Share Terhadap Nilai Perusahaan. Bagi setiap lembar saham yang dimiliki, investor atau pemegang saham akan menerima pengembalian moneter yang ditunjukkan oleh rasio earning per share. Rasio ini menggambarkan besaran keuntungan yang menjadi hak pemilik per lembar sahamnya (Nuridah et al. , 2. Earning per share bertujuan untuk menilai laba perusahaan dan mengevaluasi efektivitas pengelolaannya. Laba per saham perusahaan ditentukan oleh besarnya laba bersihnya. Teori sinyal menyatakan bahwa sinyal yang menguntungkan dari pihak eksternal akan memengaruhi keputusan pemegang saham, sehingga berdampak pada peningkatan kuantitas saham (Komalasari & Yulazri, 2. Keuntungan yang dihasilkan perusahaan menjadi indikator penting dalam mengevaluasi potensi dividen di masa mendatang dan kenaikan nilai saham. Ketika earning per share mengalami peningkatan, harga saham cenderung ikut naik. Di sisi lain, penurunan earning per share biasanya diikuti dengan melemahnya harga Performa earning per share yang optimal mencerminkan kesuksesan operasional perusahaan, sehingga mampu menarik perhatian para investor (Aryawati et al. , 2. Studi yang dijalankan oleh Lestari et al. memperlihatkan bahwa nilai perusahaan dipengaruhi oleh earning per share karena memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam mencetak earning per share yang signifikan, memudahkan investor untuk melakukan perhitungan terhadap potensi keuntungan mereka. Temuan ini konsisten dengan riset yang dilaksanakan oleh Chandra et al. yang menyatakan bahwa nilai perusahaan dipengaruhi oleh earning per share karena entitas bisnis dengan earning per share umumnya mendistribusikan dividen dalam jumlah besar, hal ini menjadi daya tarik bagi investor. H4: Terdapat Pengaruh Positif Kebijakan Dividen. Keputusan Pendanaan, dan Earning Per Share Terhadap Nilai Perusahaan. Hubungan antara kebijakan dividen dan teori sinyal adalah bahwa peningkatan jumlah saham dikaitkan dengan dividen. Pembagian dividen yang besar menandakan sebagai indikator yang menguntungkan, sebaliknya jika tidak adanya pengumuman dividen dari perusahaan merupakan pertanda buruk bagi investor. Karena adanya hubungan antara keputusan pendanaan dan teori sinyal, debt to equity ratio (DER) yang lebih tinggi dapat memberi sinyal kepada investor dan calon investor bahwa perusahaan dapat memenuhi kewajiban di masa mendatang atau mengurangi risiko bisnis. Sinyal positif akan meningkatkan minat investor untuk memperoleh saham mereka. Hubungan antara earning per share dan teori sinyal menyatakan bahwa sinyal yang baik dari entitas eksternal akan memengaruhi keputusan pemegang saham, sehingga berdampak pada peningkatan kuantitas saham (Komalasari & Yulazri, 2. Peningkatan kuantitas saham berkaitan dengan dividen. Jika dividen yang dibagikan besar memberikan sinyal positif, jika tidak ada pemberitahuan pembagian dividen oleh perusahaan, itu menandakan sinyal negatif bagi investor. Metode Jenis Penelitian Laporan keuangan perusahaan menjadi objek analisis dalam penelitian deskriptif kuantitatif. Pada perusahaan sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, penelitian mengkaji keterkaitan antara variabel independen dan dependen. Data sekunder berupa laporan keuangan periode 2021-2023 dari Shania Rahmanatasya. Fitrini Mansur & Riski Hernando . - Dividen. Pendanaan dan Kinerja Saham: Studi Nilai Perusahaan Energi di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. perusahaan energi terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang dapat diakses melalui website Bursa Efek Indonesia di w. Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara tahun 2021 hingga 2023. Total populasi pada sektor energi yang terdaftar di bursa efek Indonesia yaitu sebanyak 87 perusahaan. Dengan menggunakan kriteria purposive sampling dibawah perusahaan sebagai sampel. Tabel 1. Pemilihan Sampel dengan Kriteria Kriteria Perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2021-2023 Perusahaan yang laporan keuangannya tidak dapat diakses secara berturut-turut pada tahun Perusahaan di sektor energi yang tidak membagikan dividen secara berturut-turut pada tahun Perusahaan yang telah memenuhi kriteria sampel Jumlah . Tahun Pengamatan Jumlah Observasi Penelitian Sumber: Data diolah Peneliti . Variabel Penelitian Nilai Perusahaan Nilai perusahaan dapat didefinisikan sebagai rasio pasar yang menilai kinerja harga pasar saham relatif terhadap nilai dengan membandingkan nilai buku dan nilai pasar (Dewantari et al. , 2. Rasio price book value melebihi satu menandakan bahwa nilai pasar melampaui nilai bukunya dan kinerja perusahaan baik. Dalam penelitian ini menggunakan rumus price book value yang dapat dirumuskan sebagai berikut: PBV = Kebijakan Dividen Harga per lembar saham ycu 100% Nilai buku saham biasa Kebijakan dividen menentukan apakah pemegang saham menerima keuntungan tahunan sebagai dividen atau menginvestasikannya (Riyadi et al. , 2. Pada penelitian ini menggunakan rumus Dividen Payout Ratio sebagai berikut: DPR = Keputusan Pendanaan Total Dividen ycu 100 Laba Bersih Keputusan pendanaan merupakan keputusan yang berhubungan dengan sumber dana yang didapat perusahaan (Sinaga & Ismawati, 2. Pada penelitian ini menggunakan rumus debt to equity ratio sebagai berikut: DER = Earning Per Share Total Hutang Total Ekuitas Rasio yang mengindikasikan jumlah pengembalian uang yang diperoleh investor atau pemegang saham untuk setiap lembar saham disebut sebagai Earning per share (Nuridah et al. , 2. Rumus earning per share sebagai berikut: EPS = Laba bersih Jumlah Saham Beredar Shania Rahmanatasya. Fitrini Mansur & Riski Hernando . - Dividen. Pendanaan dan Kinerja Saham: Studi Nilai Perusahaan Energi di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Operasional Variabel Operasional variabel merupakan definisi operasional dari variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian dan cara pengukurannya disajikan dalam tabel berikut ini: Tabel 2. Definisi Operasional Variabel Definisi Operasional Nilai Perusahaan (Y) Kinerja dicerminkan oleh harga saham yang dapat mencerminkan penilaian masyarakat terhadap kinerja perusahaan (Hakiki & Muninghar, 2. Kebijakan Dividen (X. Keputusan Pendanaan (X. Earning Per Share (X. Kebijakan yang digunakan untuk menentukan apakah keuntungan tahun tersebut akan diberikan sebagai dividen kepada pemegang saham atau disimpan untuk digunakan investasi pada tahun berikutnya (Riyadi et al. , 2. Keputusan yang berhubungan dengan sumber dana yang didapat perusahaan (Sinaga & Ismawati, 2. Rasio jumlah uang yang diterima investor atau pemegang saham per lembar saham (Nuridah et , 2. Pengukuran Skala PBV harga per lembar saham x 100% nilai buku saham biasa Rasio (Ningrum, 2. DPR = Total Dividen ycu 100% Laba Bersih Rasio (Triyonowati & Maryam, 2. DER = Total hutang Total ekuitas Rasio (Aryawati et al. , 2. EPS = Laba bersih Jumlah Saham Beredar Rasio (Aryawati et al. , 2. Sumber: Data diolah Peneliti . Metode Analisis Data Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSS v26 dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik . ji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelas. , analisis regresi linear berganda, dan uji hipotesis . ji simultan, uji parsial, koefisien determinas. Hasil dan Pembahasan Hasil Analisis Statistik Deskriptif Tabel 3. Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Sumber: Output SPSS ver 26 . Kebijakan Dividen Keputusan Pendanaan Earning Per Share Nilai Perusahaan Valid N . Mean Std. Deviation Berdasarkan data yang diperoleh. Variabel Nilai Perusahaan (Y), terlihat bahwa angka maksimum mencapai 3,159 dan minimum berada di 0,488 sementara nilai rata-ratanya adalah 1,26043 dengan Shania Rahmanatasya. Fitrini Mansur & Riski Hernando . - Dividen. Pendanaan dan Kinerja Saham: Studi Nilai Perusahaan Energi di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. standar deviasi 0,476477. Variabel Kebijakan Dividen (XCA) memiliki nilai tertinggi 10,360 dan terendah 1,970, dengan rata-rata 6,21171 serta standar deviasi 2,217565. Data menunjukkan bahwa Variabel Keputusan Pendanaan (XCC) memiliki rentang nilai dari 0,243 . hingga 1,526 . , rataratanya sebesar 0,79282, dan standar deviasinya 0,303717. Sementara itu. Variabel Earning Per Share (XCE) terendah berada pada angka 3,450 dan tertinggi mencapai 127,730 dengan nilai rata-rata 21,96556 dan standar deviasi sebesar 21,859058. Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 4. Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Liliefors Significance Correction. This is lower bound of the true significance. Sumber: Output SPSS ver 26 . Unstandardized Residual Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data residual berdistribusi normal dan memiliki nilai signifikansi di atas 0,05. Nilai signifikansi 0,200 melebihi 0,05. Maka, data penelitian dari 57 sampel terdistribusi secara normal dan dapat diterima untuk penelitian ini. Uji Multikolinearitas Tabel 5. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF 1 Kebijakan Dividen Keputusan Pendanaan Earning Per Share Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber: Output SPSS ver 26 . Dari perhitungan yang dilakukan, seluruh variabel independen menunjukkan nilai tolerance yang melebihi ambang batas 0,10. Sementara itu, nilai variance inflation factor (VIF) pada semua variabel independen tidak ada yang lebih dari 10. Hasil ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi yang digunakan. Uji Heteroskedastisitas Scatterplot yang digunakan dalam pengujian heteroskedastisitas menunjukkan penyebaran titik-titik data secara acak di area atas dan bawah sumbu y pada titik nol. Berdasarkan pola tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa model regresi yang dianalisis terbebas dari permasalahan heteroskedastisitas. Shania Rahmanatasya. Fitrini Mansur & Riski Hernando . - Dividen. Pendanaan dan Kinerja Saham: Studi Nilai Perusahaan Energi di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Gambar 1. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: Output SPSS ver 26 . Uji Autokorelasi Tabel 6. Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Earning Per Share. Keputusan Pendanaan. Kebijakan Dividen Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber: Output SPSS ver 26 . Model R Square Adjusted R Square Durbin-Watson Hasil uji autokorelasi durbin watson menunjukkan bahwa nilai durbin watson sebesar 1,516. Nilai durbin watson berada di atas -2 dan di bawah 2 (-2<1,516< . Maka, hasil uji tersebut menunjukkan bahwa tidak terjadinya autokorelasi pada penelitian ini. Hasil Analisis Linear Berganda Tabel 7. Hasil Analisis Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. Kebijakan Dividen Keputusan Pendanaan Earning Per Share Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber: Output SPSS ver 26 . Sig. Dalam penelitian ini, model regresi linear berganda dapat diformulasikan melalui persamaan berikut: Y = 0,298 0,067X1 0,551X2 0,005X3 Interpretasi dari analisis regresi linear berganda tersebut adalah: Nilai konstanta positif 0,298 mengindikasikan bahwa perusahaan-perusahaan di sektor energi yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia memiliki nilai perusahaan (Y) sebesar 0,289 ketika tidak dipengaruhi oleh ketiga variabel bebas yaitu kebijakan dividen, keputusan pendanaan, dan earning per share serta faktor-faktor lainnya. Variabel kebijakan dividen (XCA) memiliki koefisien regresi positif sebesar 0,067. Tanpa adanya pengaruh dari faktor eksternal lainnya, peningkatan satu satuan pada kebijakan dividen akan berdampak pada kenaikan nilai perusahaan sebesar 0,067 di perusahaan sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Shania Rahmanatasya. Fitrini Mansur & Riski Hernando . - Dividen. Pendanaan dan Kinerja Saham: Studi Nilai Perusahaan Energi di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Variabel keputusan pendanaan (XCC) memiliki koefisien regresi positif sebesar 0,551. Nilai perusahaan pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia akan mengalami peningkatan sebesar 0,551 ketika terjadi penambahan satu satuan pada keputusan pendanaan, tanpa dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Hal tersebut memperlihatkan hubungan positif antara keputusan pendanaan dan peningkatan nilai perusahaan. Earning Per Share (XCE) memiliki koefisien regresi positif sebesar 0,005. Berdasarkan hal tersebut, terlihat bahwa setiap pertambahan satu satuan pada earning per share menyebabkan nilai perusahaan di sektor energi yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia bertambah sebesar 0,005 dengan mengabaikan pengaruh dari faktor-faktor lain. Hasil Pengujian Hipotesis Uji Simultan (Uji F) Tabel 8. Hasil Uji Simultan ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: Nilai Perusahaan Predictors: (Constan. Earning Per Share. Keputusan Pendanaan. Kebijakan Dividen Sumber: Output SPSS ver 26 . Uji simultan . ji F) dilakukan dengan = 5% dan kepercayaan 95%. Nilai signifikansi 0,003 lebih kecil dari 0,05, dan nilai F tabel lebih besar dari F Hitung sebesar 5,166 > 2,779 . fCA = 4-1 = 3, dfCC = 57 Ae 4 = Dengan demikian, kebijakan dividen, keputusan pendanaan, dan earning per share memengaruhi nilai perusahaan (HCE diterim. Uji Parsial (Uji T) Tabel 9. Hasil Uji Parsial Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. Kebijakan Dividen Keputusan Pendanaan Earning Per Share Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber: Output SPSS ver 26 . Sig. Hasil pengujian variabel kebijakan dividen menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,016 yang kurang dari 0,05 ( = 5%). Perbandingan nilai t-hitung sebesar 2,490 dengan t-tabel 1,674 . f = 57 - 4 = 53. = 5%) memperlihatkan bahwa t-hitung lebih besar. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa kebijakan dividen memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (HCA diterim. Berdasarkan analisis statistik, variabel keputusan pendanaan memiliki nilai signifikansi 0,007 yang berada di bawah 0,05 ( = 5%). Nilai t-hitung untuk variabel keputusan pendanaan mencapai 2,791 melebihi nilai t-tabel sebesar 1,674 . f = 57 - 4 = 53. = 5%). Analisis tersebut mengindikasikan bahwa keputusan pendanaan berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan, sehingga (HCC diterim. Untuk variabel earning per share, pengujian menghasilkan nilai signifikansi 0,086 yang lebih rendah dari batas maksimum 0,05 ( = 5%). Hasil perhitungan t-hitung untuk earning per share adalah 1,748 angka ini melebihi nilai t-tabel 1,674 . f = 57 - 4 = 53. = 5%). Temuan statistik ini membuktikan bahwa Shania Rahmanatasya. Fitrini Mansur & Riski Hernando . - Dividen. Pendanaan dan Kinerja Saham: Studi Nilai Perusahaan Energi di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. variabel earning per share tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan, sehingga hipotesis ketiga ditolak (HCE ditola. Uji Koefisien Determinasi Tabel 10. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Std. Error of the Durbin-Watson Estimate Predictors: (Constan. Earning Per Share. Keputusan Pendanaan. Kebijakan Dividen Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber: Output SPSS ver 26 . Model R Square Adjusted R Square Hasil koefisien determinasi (Adjusted RA) yang adalah 0,182 atau 18,2%, yang menunjukkan bahwa variabel kebijakan dividen, keputusan pendanaan, dan earning per share hanya memberikan kontribusi 18,2% untuk nilai perusahaan, sedangkan sisanya 81,8% dikaitkan dengan faktor lain yang tidak termasuk dalam model regresi ini. Pembahasan Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Hasil analisis regresi pada penelitian ini membuktikan bahwa hipotesis 1 dapat diterima, yang menyatakan bahwa nilai perusahaan dipengaruhi oleh kebijakan dividen. Kenaikan persentase dividend payout ratio (DPR) pada perusahaan sektor energi di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021-2023 mengungkapkan adanya pengaruh kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Perusahaanperusahaan tersebut meliputi ADRO. BSSR. HRUM. MCOL. PSSI. PTBA, dan TEBE. Distribusi dividend payout ratio (DPR) dengan persentase yang signifikan dilakukan oleh sejumlah perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2021-2023. Kepercayaan investor dan nilai perusahaan dapat meningkat karena sinyal positif yang tercipta dari pemberian dividen dalam jumlah besar. Sinyal positif dihasilkan dari distribusi dividen dengan nilai tinggi, sedangkan sinyal negatif ditunjukkan oleh ketiadaan pembagian dividen dari perusahaan menurut perspektif teori sinyal (Tahu, 2. Hasil penelitian Oktavia dan Kalsum . sejalan dengan penelitian ini yang mengungkapkan bahwa investor lebih menyukai dividen karena kas di tangan dianggap lebih bernilai daripada bentuk kekayaan lainnya. AyHasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Riyadi et al. yang menyatakan bahwa jika perusahaan melakukan pembagian dengan meningkatkan atau menurunkan persentase dividen nya maka tidak akan mempengaruhi nilai perusahaan. Pengaruh Keputusan Pendanaan Terhadap Nilai Perusahaan Hasil analisis regresi pada penelitian ini membuktikan bahwa hipotesis 2 diterima. Hal ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan. Terbuktinya pengaruh tersebut didukung oleh fakta bahwa sebagian besar badan usaha di sektor energi yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia selama periode 2021-2023 menunjukkan debt to equity ratio (DER) yang menguntungkan, di bawah 1. Adapun beberapa perusahaan yang memiliki nilai debt to equity ratio dibawah 1 yaitu ADRO. BSSR. HRUM. ITMG. KKGI. MBAP. MCOL. MYOH. PSSI. PTBA. TEBE, dan TPMA. Teori sinyal memberikan dukungan terhadap fenomena ini dalam konteks keputusan pendanaan. Debt to equity ratio (DER) yang rendah, menurut teori sinyal, memberikan indikasi positif kepada investor dan calon investor karena mencerminkan kapasitas perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial di masa mendatang serta menunjukkan risiko bisnis yang lebih rendah. Indikasi positif ini cenderung Shania Rahmanatasya. Fitrini Mansur & Riski Hernando . - Dividen. Pendanaan dan Kinerja Saham: Studi Nilai Perusahaan Energi di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. mendorong investor untuk berinvestasi, sehingga nilai perusahaan mengalami peningkatan. Ditambah lagi, entitas dengan rasio utang terhadap ekuitas yang rendah menunjukkan keyakinan tinggi akan prospek masa depan mereka (Kalsum & Oktavia, 2. Temuan ini konsisten dengan studi Anggraeni et al. yang menyatakan adanya pengaruh keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan. penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dewantari et al. yang menyatakan bahwa keputusan pendanaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan karena banyaknya total hutang yang dimiliki oleh perusahaan tidak diperhatikan oleh investor karena berfokus kepada seberapa efisien pengelolaan hutang. Pengaruh Earning Per Share Terhadap Nilai Perusahaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis 3 ditolak yang menyatakan bahwa nilai perusahaan tidak dipengaruhi oleh earning per share. Earning per share menunjukkan tidak berpengaruh terhadap nilai Dimana hasil ini tidak sejalan dengan teori sinyal. Teori sinyal menyatakan bahwa jika pihak eksternal memberikan sinyal positif, maka keputusan pemegang saham akan mempengaruhi peningkatan jumlah saham (Komalasari & Yulazri, 2. Dalam penelitian ini, earning per share tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan karena perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2023 memiliki nilai earning per share yang fluktuatif. Beberapa perusahaan sektor energi seperti ADRO. BSSR. GEMS. HRUM. ITMG. KKGI. MBAP. MCOL. MYOH. PSSI. PTBA. RUIS. SGER, dan TEBE memiliki nilai EPS fluktuatif. Hal ini menunjukkan adanya earning per share yang fluktuatif menyebabkan kenaikan pada rasio earning per share tidak selalu membantu memaksimalkan nilai perusahaan (Kehek et al. , 2. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Irawan dan Ruslim . yang menyatakan bahwa earning per share tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Akan tetapi, penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lestari et al. menyatakan bahwa earning per share berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal ini disebabkan karena earning per share menunjukkan kemampuan perusahaan mencetak laba per saham yang beredar, yang berarti dengan earning per share investor akan mudah mengetahui berapa laba yang diperoleh perusahaan atas saham yang dimiliki. Pengaruh Kebijakan Dividen. Keputusan Pendanaan, dan Earning Per Share Terhadap Nilai Perusahaan Temuan penelitian mengindikasikan bahwa seluruh variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kebijakan dividen, keputusan pendanaan, dan earning per share memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan, yang mengkonfirmasi penerimaan hipotesis HCE dalam studi ini. Dalam konteks kebijakan dividen, terdapat korelasi antara peningkatan jumlah saham dengan Distribusi dividen berperan sebagai sinyal positif, sedangkan absennya pembagian dividen oleh perusahaan merepresentasikan indikasi negatif bagi investor. Terkait keputusan pendanaan, debt to equity ratio yang rendah memberikan sinyal yang lebih favorable kepada calon investor, karena mencerminkan kapabilitas perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial masa depan. Sementara itu, earning per share yang substansial mengindikasikan bahwa investor akan cenderung mempertahankan kepemilikan saham mereka, karena mereka mengantisipasi bahwa kenaikan cepat pada harga saham akan menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham (Lestari et al. , 2. Shania Rahmanatasya. Fitrini Mansur & Riski Hernando . - Dividen. Pendanaan dan Kinerja Saham: Studi Nilai Perusahaan Energi di Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Simpulan Studi ini menganalisis 57 data pengamatan untuk menganalisis pengaruh kebijakan dividen, keputusan pendanaan, dan earning per share terhadap nilai perusahaan pada sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kebijakan dividen dan keputusan pendanaan berpengaruh signifikan pada nilai perusahaan, sedangkan earning per share tidak berpengaruh signifikan pada nilai perusahaan. Penelitian ini membuktikan bahwa nilai perusahaan dipengaruhi oleh kinerja perusahaan, prospek masa depan yang bagus, serta pengelolaan keuangan perusahaan yang dapat memberikan sinyal kepada investor. Kajian ini memiliki beberapa kekurangan. Penelitian hanya dilakukan pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di BEI selama periode 2021 hingga 2023 sehingga hasilnya tidak sepenuhnya relevan untuk sektor lain. Selain itu, pengamatan hanya berlangsung selama 3 tahun dengan jumlah sampel yang terbatas yaitu sebanyak 19 perusahaan. Rekomendasi bagi peneliti berikutnya adalah menambahkan variabel lain seperti ukuran perusahaan. ROA, struktur kepemilikan, serta faktor-faktor lain yang berkorelasi dengan nilai Selain itu, subjek penelitian dapat diperluas dengan menambah atau mengganti di sektor yang berbeda dan memperpanjang periode observasi agar dapat memperkuat hasil penelitian. Saran untuk perusahaan dalam penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang prinsip-prinsip nilai perusahaan untuk memaksimalkan performa dan kualitas informasi yang disajikan kepada pihak Sementara itu, investor disarankan memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai referensi keputusan investasi pada perusahaan dalam sektor energi. Referensi