OriginalnResearch HIJP : HEALTH INFORMATION JURNAL PENELITIAN Pengaruh Crumpled Paper Exercise Dan Constraint Induced Movement Therapy Terhadap Otot Ekstremitas Pasien Pasca Stroke Effect of Crumpled Paper Exercise and ConstraintiInduced Movement TherapyioniExtremity Muscle in Post-Stroke Patients Tasya Fadilah1. Hermansyah2. Hendri Heriyanto3 123Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Bengkulu. Indonesia *Email korespondensi: hermansyah1975@poltekkesbengkulu. Kata kunci: Crumpled paper exercise dan constraint induced movement therapy. Kekuatan otot. Pasca stroke. Ekstremitas atas. Keywords: Crumpled paper exercise and constraint induced movement therapy. Muscle strength. Post-stroke. Upper Poltekkes Kemenkes Kendari. Indonesia ISSN : 2085-0840 ISSN-e : 2622-5905 Periodicity: Bianual vol. 17 no. jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi. Received : 24 July 2024 Accepted : 17 September 2025 Funding source: DOI : https://doi. org/10. 36990/hijp. URL : https://myjurnal. id/index. php/hijp/article/view/1548 Contract number: Ringkasan: Latar Belakang: Dampak stroke seperti hemiparesis atau kelumpuhan ekstremitas menyebabkan penurunan kinerja dan kekuatan otot pada pasien pasca World Stroke Organization mencatat 7,6 juta kematian akibat stroke dengan 13,7 juta kasus baru Tujuan: Mengetahui pengaruh kombinasi crumpled paper exercise dan constraint induced movement therapy terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien pasca stroke. Metode: Penelitian quasi experimental pre-post test with control group design terhadap 38 pasien pasca stroke . kelompok intervensi, 19 kelompok kontro. di Puskesmas Sawah Lebar Bengkulu. Intervensi dilakukan 5 menit/hari, 2 kali/minggu selama 4 minggu. Kelompok kontrol mendapat mirror therapy. Kekuatan otot diukur menggunakan Manual Muscle Testing (MMT). Hasil: Uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p=0,001, yang berarti terdapat pengaruh signifikan kombinasi terapi terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pasien pasca stroke. Simpulan: Kombinasi crumpled paper exercise dan constraint induced movement therapy efektif meningkatkan kekuatan otot ekstremitas atas pasien pasca stroke. Saran: Diperlukan penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan durasi intervensi lebih panjang. Abstrack: Background: The impact of stroke such as hemiparesis or limb paralysis causes a decrease in performance and muscle strength in post-stroke patients. The World Stroke Organization recorded 7. 6 million deaths due to stroke with 13. million new cases annually. Objective: To determine the effect of the combination of crumpled paper exercise and constraint induced movement therapy on the improvement of upper extremity muscle strength in post-stroke patients. Methods: A quasi-experimental pre-post test with control group design study on 38 post-stroke patients . intervention groups, 19 control group. at the Sawah Lebar Bengkulu Health Center. The intervention was carried out Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 246 5 minutes/day, 2 times/week for 4 weeks. The control group received mirror therapy. Muscle strength is measured using Manual Muscle Testing (MMT). Results: The MannWhitney test showed a value of p=0. 001, which means that there was a significant effect of the combination of therapies on the improvement of extremity muscle strength in post-stroke Conclusions: The combination of crumpled paper exercise and constraint induced movement therapy effectively improved upper extremity muscle strength in post-stroke patients. Suggestion: Further studies with larger samples and longer intervention durations are needed. PENDAHULUANn Berdasarkan data World Stroke Organization (WSO), memprediksi bahwa terdapat 7,6 jutankematiannyang disebabkannolehnstroke pada tahun 2022 yang disetiap tahunnya menunjukkan sebanyak 13,7 juta kasus baru penyakit stroke. Strokenadalah kondisinyang terjadinketika pasokanndarah kenotak terganggunatau berkurangnakibat penyumbatani. troke iskemi. atauiipecahnya pembuluhidarah . (Handayani et al, 2. Akibat gangguan ini, otak kehilangan suplai oksigen dan nutrisi penting, sehingga sel-sel otak di area tertentu mengalami kerusakan atau kematian (Mukhoirotin & Maulidia Rahmawati, 2. Stroke dapat menimbulkan gangguan motorik berupa kelumpuhan atau hemiparesis pada ekstremitas atas dan bawah (Salam & Pristianto, 2. Hemiparesisii. imerupakan salahiisatu gangguan khusus setelah kejadianiistroke. Penurunannkemampuan ininbiasanya disebabkannoleh strokenarteri serebralnanterior sehingganmenyebabkan infarknpada bagiannotak yangnmengontrol sarafnmotorik (Sukarno, 2. Penderita stroke yang mengalami kelemahan otot dan tidak segera mendapat pengobatan yang tepat dapat menimbulkan komplikasi, seperti gangguan fungsi, penurunan mobilitas, gangguan aktivitas sehari-hari, dan kecacatan yang tidak dapat disembuhkan (Antika et al. Penanganan stroke terdiri dua macam yaitu farmakologi dan non-farmakologi. Penanganan farmakologi dilakukan dengan mengkonsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter, sedangkan penanganan non-farmakologi adalah suatu penanganan untuk meminimalkan kecacatan akibat stroke dengan mengubah pola hidup seperti berhenti merokok, hindari minuman beralkohol, mengkonsumsi makanan bergizi dan meningkatkan aktivitas fisik (Sangadji & Ayu, 2. Menurut Solon et al, . mengungkapkan bahwa kegiatan aktivitas fisik dalam penanganan setelah stroke yang sudah umum dilakukannuntuk memulihkannkekuatan ototnpada pasiennstrokenyaitu dengan melakukan rangeiof motion daniimirroritherapy. Adapun terapi lain yang bisa dilakukan pada pasien pasca stroke ialah dengan melakukan crumpled paper exercise dan constraint induced movement therapy. Crumpled paper exercise . atihan meremas kerta. adalah latihan menggenggam, melipat dan meremas kertas yang bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan motorik halus pada tangan (Murdhani & Khotimah, 2. Hasil penelitian Sabet & Gholami, . menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengaruh latihan terapi remas kertas dalam memodifikasi aktivitas Hasil penelitian Sari, . menunjukkan nilai p : 0. 008 yang artinya bahwa ada pengaruh permainan melipat kertas atau origami terhadap perkembangan motorik halus. Pada terapi constraint induced movementiitherapy merupakan terapi yang bertujuan mendorong pasien pasca stroke untuk menggunakan ekstremitas atas dalam melakukan aktivitas fungsional dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia dalam kehidupan sehari-hari (Kurniawan et al, 2. Hasil penelitian Solon et al, . Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 247 didapatkan bahwa terdapat pengaruh intervensi constraint induced movement therapy terhadap peningkatan kekuatan motorik ekstremitas atas. Adapun penelitian yang dilakukan oleh Antika et al . didapatkan nilai p : 0. 000 yang memiliki makna ada pengaruh constraint induced movement therapy terhadap peningkatan kinerja ekstremitas atas pada pasien pasca stroke. Pada penelitian crumpled paper exercise . atihan meremas kerta. telah di intervensikan pada seseorang yang mengalami gangguan motorik halus, akan tetapi belum ditemukannya terapi crumpled paper exercise yang di intervensikan pada pasien pasca stroke yang mengalami kelemahan otot. Dari berbagai penelitian masing-masing terapi tentang crumpled paper exercise dan constraint induced movement therapy yang telah diterapkan, semuanya menunjukan hasil peningkatan aktivitas fungsional terhadap peningkatan motorik pada ekstremitas atas secara signifikan, akan tetapi belum ada penelitian yang mengkombinasikan terapi tentang crumpled paper exercise dan constraint induced movement therapy dalam meningkatkan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien pasca stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh crumpled paper exercise dan constraint induced movement therapy terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien pasca stroke di wilayah Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Manfaat penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan klien dan keluarga tentang intervensi tersebut, membantu meningkatkan kualitas hidup pasien stroke, serta menjadi referensi dalam pembelajaran keperawatan dan penelitian selanjutnya. Berdasarkan hal tersebut, peneliti memilih untuk meneliti pengaruh crumpled paper exercise dan constraint induced movement therapy terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien pasca stroke. METODEn Penelitiannini merupakannpenelitiannkuantitatif. Design yangndigunakan adalahnquasi eksperimentalnpre test-postntest withncontrolngroup dengan sampelnyang digunakannsebanyak 38 orang pasien pasca stroke yang memiliki kesadaran penuh, mengalami hemiparesis padanekstremitasnatas dan mengalaminpenurunan kekuataniototi1-3. Tekniknpengambilan sampeliyang digunakanidalam penelitianiini adalahiteknikipurposive sampling yang kemudian dilakukan random sampling untuk pembagian pada kelompok intervensi sebanyak 19 orang dan kelompok kontrol sebanyak 19 orang. Variable independen pada penelitian ini yaitu kombinasi crumpled paper exercise dan constraint induced movement therapy yang dilakukan dalam waktu 5 menit perhari, 2 kali perminggu, selama 4 minggu. Variable dependen yaitu peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas. Penelitian ini dilakukaniidi Wilayah Kerja Puskesmasi Sawah LebarnKotanBengkulu. Pada kelompok kontrol diberikan terapi mirror therapy yang dilakukan dalam waktu 5 menit perhari, 2 kali perminggu, selama 4 minggu. Data dikumpulkan dengan menggunakan alat pengumpulan data yaitu skala pengukuran otot manual muscle testing (MMT). Berdasarkan penelitian Cuthbert & Goodheart, . mengemukakan bahwa terdapat bukti reliabilitas dan validitas yang baik dalam penggunaan manual muscle testing (MMT) untuk pasien dengan disfungsi neuromuskuloskeletal. Selanjutnya analisa datanyang digunakannuntuk ujinhipotesis adalahnuji Mann-Whitney. Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 248 HASILn Tabel 1. Karakteristik Responden Variabel Usia Mean Median Min Max CI 95% Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan SMP SMA Frekuensi Serangan Serangan pertama Serangan kedua atau lebih Kelompok Intervensi Kontrol . pValue 11 . Rata-ratanusia Hasilnestimasi intervalidapat disimpulkannbahwa 95%ndiyakini rata-ratanusia penderita antarai53. 48 tahun, sedangkanirata-rata usia padaikelompok 84 tahunndengan standarndeviasi 5. Hasilnestimasi intervalndapat disimpulkannbahwa 95%ndiyakininrata-rata usianpenderita antaran60. 72 tahun. Hasil analisis yang didapatkan pada kelompok intervensi lebih dari sebagian berjenis kelamin laki-laki sebanyak . 9%) dan pada kelompok kontrol lebih dari sebagian berjenis kelamin laki-laki sebanyak . 4%). Hasil analisis pada kelompok intervensi sebagian kecil . 1%) berpendidikan SMP dan pada kelompok kontrol sebagian kecil . 1%) berpendidikan SD. Frekuensi serangan stroke responden pada kelompok intervensi lebih dari sebagian besar . 2%) mengalami serangan pertama dan pada kelompok kontrol lebih dari sebagian . 9%) mengalami serangan pertama. Hasil uji kesetaraan untuk variabelnusia, jenisnkelamin, pendidikan dannfrekuensi serangan pada kelompoknintervensi dannkontrol menunjukkan nilai . n> n0. yangnberarti bahwansemua variabel tersebut setara antara kedua kelompok Tabel 2. Gambaran Rata-Rata Nilai KekuatannOtot SebelumnDilakukan PerlakuannPada KelompoknIntervensi Dan Kontrol Variabel Nilai Kekuatan Otot Mean Kelompok Intervensi Kontrol P Value Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 249 Min Max CI95% Rata-rataikekuatan padaskelompoksintervensi sebesar 2. 74sdengansSD 0. 452sdan diyakini bahwa 95%srata-rata nilai kekuatan otot sebelum dilakukan perlakuan berada pada rentang 2. Sedangkanirata-rata kekuataniotot sebelumidilakukan perlakuan padaikelompokikontrol sebesar 2. 74ndengan SDs0. danndiyakini bahwa 95%srata-rata nilai kekuatan otot sebelum dilakukan perlakuan berada pada Tabel 3. Perbedaan Rata-Rata KekuatasOtot EkstremitassAtas SebelumsDan SesudahDilakukan Perlakuan PadasKelompoksIntervensi Nilai Kekuatan Otot Sebelum Intervensi Sesudah Intervensi Median (Min-Ma. P Value 00 . 000*** Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p : 0. O 0. yang artinya terdapatnperbedaan rata-rata kekuatannotot ekstremitasnatas sebelumndanssesudah dilakukan perlakuan pada kelompok intervensi. Tabel 4. PerbedaansRata-Rata KekuatansOtot Ekstremitas Atas SebelumsDan SesudahsDilakukan Perlakuan PadasKelompoksKontrol Median (Min-Ma. P Value Nilai Kekuatan Otot Sebelum Kontrol 025*** Sesudah Kontrol Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p : 0. O 0. yang artinya terdapatsperbedaan rata-rataskekuatansotot ekstremitas atas sebelumsdan sesudahndilakukan perlakuan padaskelompokskontrol. Tabel 5. Pengaruh Crumpled Paper Exercise Dan ConstraintsInducedsMovement Therapys Terhadap KekuatansOtot EkstremitassAtas PadasPasien PascasStroke Nilai Kekuatan Otot Intervensi Kontrol Median (Min-Ma. P Value 00 . Hasilnuji statistiksMann Whitney menunjukkan nilaisp : 0. sO s0. yang artinyasterdapat perbedaansrata-rata Sehinggasdapat disimpulkansbahwa crumpled paper exercise daniconstraint Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 250 inducedimovement therapysberpengaruh padaspasien pascasstroke. PEMBAHASAN Hasil penelitiansmenunjukkan rata-rata usiasresponden yangsmengalami strokesyaitu 63stahun untuk kelompoksintervensi, sedangkanskelompok kontrolsrata-rata usia 63. 84 tahun. Stroke bisa terjadi pada semua kalangan usia. Namun semakin tingginya usia, semakin tinggi pula risiko terkena stroke, sehingga setiapsorang patutsmenjaga kualitasskesehatannya gunasmenghindari faktorsrisikosuntuk mencegahstimbulnyasstroke Rizky et al, . Hasil penelitian pada kelompoknintervensi maupunnkontrol menunjukkan mayoritas responden ialah berjenisskelamin laki-lakis. Faktor pola hidup yang buruk dapat menyebabkan meningkatnya angka kejadian stroke seperti merokok dan minum alkohol Tyra Sertani et al, . Menurut hasil penelitian, ditemukan bahwa penderita stroke berdasarkan pendidikan terakhir responden pada kelompok intervensi berpendidikan SMP dengan presentase . 1%) dan kelompok kontrol . 1%) dengan pendidikan SD. Hasil penelitian pada kelompoknintervensi maupunnkontrol menunjukkan sebagian besar mengalami serangan pertama. Frekuensi serangan baik serangan pertama, serangan kedua atau lebih tergantung pada faktor risiko penyebab kerusakan otak Fadillah Nur Safitri, . Dalam penelitian ini, pengukuranskekuatan ototsekstremitas atassmenggunakan lembarsobservasi manualsmuscle testingii(MMT). Hasil rata-rata tingkat kekuatan otot sebelum dilakukan perlakuan pada kelompok intervensi adalah sebesar 2. 74 dan sesudah dilakukan perlakuan 53, sedangkansrata-rata kekuatansotot sebelum perlakuan padaikelompok kontrolssebesar 2. 74 dan sesudah dilakukan perakuan yaitu 3. Hasilspenelitian menunjukkansbahwa adasperbedaan yangssignifikan secara statistik dalamsnilai kekuatansotot sebelumsdan sesudahspada kelompoksintervensi danskelompokskontrol. Nilaisrata-rata kekuatansotot sebelum dan sesudahsintervensi juga berbeda, dengan nilaisp : 0. s< 0. Dengan demikian, dapatsdisimpulkansbahwa adanya perbedaansyang signifikan secara statistik antaraskedua kelompok. Hasil penelitian didapatkan nilai ps: 0. 001 artinya ada pengaruh terapi crumpled paper exercise dan constraint induced movement therapy terhadapspeningkatan kekuatansotot ekstremitassatas padaspasien pascasstroke di Wilayah Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sari, . dengan nilai ps: 0. 008 yang artinya ada pengaruh permainan melipat kertas atau origami terhadap perkembangansmotorik halus. Penelitian ini sejalan dengansyang dilakukansolehsAntika et al . didapatkan nilai p : 0. 000 yang artinya ada pengaruh constraint induced movement therapy terhadap peningkatan kinerja ekstremitas atas pada pasien pasca Melakukan terapi crumpled paper exercise dapat memperkuat otot-otot jari dan seluruh tangan. Selain itu dapat mengembangkan kontrol motorik halus yang diperlukan untuk meningkatkan koordinasi mata dan tangan (Susan, 2. Constraint Induced Movement Therapy dianggap sebagai suatu intervensi yang paling efektif dalam terapi fisik yaitu untuk membantu memulihkan gerakan tangan yang terluka, meningkatkan fungsional pada ekstremitas atas, meningkatkan kekuatan otot (Salam & Pristianto, 2. Kombinasi terapi crumpled paper exercise dan constraint induced movement therapy dilakukan secara berurutan. Pertama pasien melakukan terapi crumpled paper exercise dengan cara meremas kertas lalu dilanjutkan terapi constraint induced movement therapy berupa gerakan ringan yang sehari-hari biasa dilakukan seperti memindahkan air dari teko kedalam gelas. Kedua terapi tersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk melatih dan meningkatkan kekuatan otot tangan pada pasien stroke. Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 251 Keterbatasan padaspenelitian ini adalah jumlah sampel yang menggunakan metode purposive sampling atau memiliki kriteria khusus untuk mengikutsertakan responden sehingga pasien stroke lainnya tidak dapat mengikuti penelitian ini. Waktu yang digunakan juga cukup terbatas sehingga intervensi yang dilakukan masih kurang maksimal. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulansdari penelitiansini yaitusterdapat pengaruhsterapi crumpled paper exercise dansconstraint inducedsmovement therapysterhadap peningkatanskekuatan ototsekstremitas atasspada pasienspascasstrokesdi Wilayah Puskesmasawah LebarsKota Bengkulu. Kombinasi terapi crumpled paper exercise dansconstraint inducedsmovement therapy lebih efektif dibandingkan dengan mirror therapy yang dibuktikan dengan nilaisp : 0. Melaluispenelitian ini disarankan agar klien maupun keluarga penderita stroke dapat meningkatkan pengetahuan dan menerapkan intervensi mengenai crumpled papersexercise dansconstraint inducedsmovement therapy untuk dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien stroke. Pada peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan sampel yang lebih besar dan waktu yang lebih lama. REKOMENDASI Penelitian selanjutnya perlu mengadopsi desain randomized controlled trial (RCT) dengan implementasi stratifikasi randomisasi berdasarkan karakteristik baseline seperti tingkat keparahan stroke, durasi onset stroke, dan komorbiditas untuk memastikan distribusi yang seimbang antar kelompok dan mengurangi bias seleksi. Penggunaan blinding pada assessor yang melakukan pengukuran kekuatan otot akan mengeliminasi bias pengamatan dan meningkatkan validitas internal PERNYATAAN Ucapan Terima kasih Ucapansterima kasihspenulis sampaikanskepada semuaspihak yang telah memberikan kontribusi sehingga penelitian ini dapat terlaksanakan. Pendanaan Pendanaan pada penelitian ini di danai secara mandiri oleh penulis. Kontribusi Setiap Penulis Nama yang tercantum sebagai penulis dalam artikel ini berkontribusi dalam penulisan artikel ini. Pernyataan Konflik Kepentingan Tidak adaskonflikskepentingan. Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 252 DAFTAR PUSTAKA