Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 23-30 Contents list available at JKP website Jurnal Kesehatan Perintis Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/JKP Pemanfaatan Fermentasi Singkong. Air Tebu. Gula Merah dan Kulit Pisang dalam Optimalisasi Perangkap Nyamuk (Trappin. sebagai Atraktan Perangkap Roni Saputra*1. Mega Gemala2. Hengky Oktarizal1 Universitas Ibnu Sina. Kepulauan Riau. Indonesia Politeknik Negeri Batam. Kepulaian Riau. Indonesia Article Information : Received 13 May 2022. Accepted 25 June 2022. Published online 30 June 2022 *Corresponding author : roni@uis. ABSTRAK Nyamuk merupakan serangga yang dapat menganggu karena selain menyebabkan rasa gatal dan sakit, beberapa jenis nyamuk merupakan vektor atau penular berbagai jenis Salah satu pengendalian vektor nyamuk yang bebas dan ramah lingkungan ialah membuat perangkap sederhana dengan atraktan yang berisi fermentasi bahan alami. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas fermentasi singkong, fermentasi air tebu, fermentasi gula merah dan fermentasi kulit pisang sebagai atraktan nyamuk. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai alternatif metode perangkap nyamuk. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen atau percobaan . xperiment researc. dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah . osttest Ae only group desig. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan fermentasi singkong, fermentasi air tebu, fermentasi gula merah sebagai atraktan nyamuk tidak memiliki perbedaan yang signifikan dalam menarik nyamuk dengan jumlah nyamuk yang terperangkap adalah 62 ekor, 56 ekor, 50 ekor terlihat selama 9 hari penelitian. Sedangkan untuk untuk fermentasi kulit pisang dengan jumlah nyamuk terperangkap 27ekor pada 9 hari penelitian dan mengalami penurunan dari hari ke Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa fermentasi singkong adalah yang paling efektif sebagai penarik nyamuk dengan jumlah nyamuk terperangkap selama 9 hari penelitian 62 ekor , dengan rata-rata nyamuk terperangkap sebanyak 3 dan efektif pada hari ke 5 dari pengamatan. Kata kunci : fermentasi, atraktan, nyamuk ABSTRACT Mosquitoes are insects that can interfere because, in addition to causing itching and pain, several types of mosquitoes are vectors or transmitters of various diseases. One of the free and environmentally friendly mosquito vector controls is to make simple traps with attractants containing fermented natural ingredients. This study aimed to determine the effectiveness of cassava fermentation, sugarcane water fermentation, brown sugar fermentation, and banana skin fermentation as mosquito attractants. This study is experimental research designed as a post-testAeonly control group design. The results A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 23-30 showed that the ability of fermented cassava, sugarcane water fermentation, brown sugar fermentation as mosquito attractants did not significantly differ in attracting mosquitoes with the number of trapped mosquitoes was 62 tails, 56 tails, 50 were seen during nine days of Whereas for banana peel fermentation with the number of mosquitoes trapped 27 seats which were seen for nine research days and experienced a decrease from day today. These results show that cassava fermentation is the most effective as the attractant of mosquitoes, with the number of mosquitoes trapped during nine days of research 62 tails, with an average of trapped mosquitoes as many as three and effective on day 5 of the study. Keywords: fermentation, attractants, mosquito PENDAHULUAN Nyamuk merupakan vektor atau penular beberapa jenis penyakit berbahaya dan mematikan bagi manusia, seperti demam berdarah, malaria, kaki gajah, dan chikungunya (Dinata, 2. Berbagai penyakit disebar oleh tidak kurang dari 500 spesies nyamuk. Ada yang menyebabkan penyakit berbahaya seperti demam berdarah (Aedes Aegypt. dan malaria . , akan tetapi yang umum berkeliaran dirumah tempat tinggal adalah nyamuk Culex tarsalis yang gigitannya menyebabkan gatal (Dinata, 2. Menurut data Dinas Kesehatan Kepulauan Riau tercatat selama 3 tahun Menurut Kabupaten / Kota kasus DBD tertinggi di Kota Batam dengan jumlah 977 kasus dengan 11 orang (Dinkes Kepri, 2. ,(Saputra. Utami and Nuraini, 2. Penanggulangan masalah nyamuk selama ini banyak menggunakan senyawasenyawa kimia yang amat efektif melawan nyamuk yang disebut pestisida. Dengan penemuan pestisida, dunia kesehatan terhindar dari malapetaka wabah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. pestisida pada nyamuk mengakibatkan manusia berpotensi tercemar zat beracun yang dalam jangka panjang berdampak buruk pada kesehatan yang sangat berkaitan dengan reproduksi seperti gangguan hormon, infertilitas, gangguan syaraf dan melemahnya sistem imunisasi tubuh (Yuliani et al. , 2. Oleh karena Bahaya yang ditimbulkan oleh obat nyamuk dan dampak dari nyamuk tersebut, perlu dikembangkan suatu alat perangkap nyamuk yang aman dan ramah lingkungan, pengendalian nyamuk selain peptisida ada- lah penggunaan alat perangkap nyamuk . Perangkap ini memanfaatkan mekanisme alamiah sehingga lebih aman dan ramah lingkungan. Berdasarkan kesimpulan dari penelitian Eva Mai et al. Larutan Tape Singkong (Manihot Utilissm. efektif sebagai Atraktan Nyamuk , nyamuk berdasarkan konsetrasi larutan singkong dibandingkan suhu dan iklim (SaAoadah. Isnawati and Noraida, 2. Pada penelitian Puji Astuti and Roy Nusa Mengatakan Perbandingan ragi dan gula 1 : 40 gram dan 1 : 50 gram, sedangkan warna yang efektif alat perangkap hitam. Selain itu, sfektivitas alat perangkap di dalam dan luar ruangan masih tinggi pada hari ke-14, sedangkan hari ke-16 dan 18 mengalami Penelitian (Wijayanti and Widyanto, 2. mengatakan Konsetrasi fermentasi air tebu yang yang paling banyak mendapatkan jumlah nyamuk Aedes konsentrasi 40%, karena paling banyak mendapatkan nyamuk yang terperangkap jika dibandingkan dengan konsentrasi yang Beda penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu penelitian sebelumnya hanya menguji satu atraktan sementara atraktan gula merah, air tebu, singkong dan kulit pisang yang difermentasikan sebagai perangkap nyamuk. Penelitian merancang peralatan perangkap . nyamuk dengan atraktan yang paling efektif diantara gula merah, air tebu, singkong dan kulit pisang yang difermentasikan. Sehingga akan dihasilkan perangkap nyamuk dengan atraktan yang paling efektif untuk menangkap nyamuk. A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 23-30 METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen atau percobaan . xperiment researc. yaitu kegiatan percobaan . , yang bertujuan mengetahui suatu gejala atau pengaruh yang timbul akibat dari adanya perlakuann Adapun rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah posstest Ae only group design yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara memberikan pretest . engamatan awa. intervensi dan kemudian dilakukan posttest . engamatan akhi. (Saputra, 2. Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah : alat perangkap nyamuk dari botol bekas yang berukuran 1500 ml, timbangan untuk menimbang variasi berat atraktan . ,20,30,40,. gram, gelas ukur untuk volu me . ,30,50,70,. ml, toples plastik, untuk mencampurkan berat dan volume atrak tan dan ragi, double tipe, untuk merekatkan atraktan ke botol perangkap, sendok , untuk menandai berbagai jenis perangkap, label, untuk menandai berbagai jenis perangkap, lembar observasi, untuk mengisi data nyamuk yang terperangkap, handphone. Sementara bahan yang digunakan yang adalah aquadest 200 ml sebagai bahan pe ngencer bahan atraktan dan ragi, fermentasi s ingkong, fermentasi air tebu, fermentasi gula merah, fermentasi kulit pisang, ragi . gram setiap variasi atraktan dan volume. Pembuatan Fermentasi Pembuatan fermentasi singkong yaitu iambil singkong yang telah diparut / dihaluskan sebanyak 10,20,30,40,50 gram. Dimasukkan kedalam toples kaca dan ditambahkan 200 ml aquades kedalam masing masing toples kaca. Ditambahkan ragi tape sebanyak 1 gram pada masing masing berat singkong kemudian tutup menggunakan tutup toples dan diamkan 2 jam agar proses fermentasi berlangsung . (Hasanah. Jannah and Fasya. Pembuatan fermentasi air tebu yaitu diambil air tebu yang telah di potong dan terlihat serat Ae serat dan cairan manis disebut nira sebanyak ( 10,30,50,70,. Gambar 1. Fermentasi Singkong dimasukkan kedalam toples kaca dan ditambahkan 200 ml aquades kedalam masing Ae masing toples kaca. Ditambahkan ragi tape sebanyak 1 gram pada masing Ae masing volume air tebu kemudian di tutup menggunakan tutup toples dan di diamkan selama kurang lebih 2 jam . Gambar 2 . Fermentasi Air Tebu Pembuatan fermentasi gula merah yaitu diambil gula merah yang sudah . ,20,30,40,. gram, larutkan gula merah diair yang mendidih, aduk sehingga gula merah sepenuhnya sampai mendingin,dimasukkan kedalam toples plastik dan ditambahkan 200 ml aquadest kedalam masing masing toples plastik,ditambahkan ragi tape sebanyak 1 gram pada masing masing berat gula merah tutup menggunakan tutup toples dan diamkan selama 2 jam agar pro25 A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 23-30 terbalik, ujung lubang botol disambung dengan mika plastic dengan bentuk meruncing seperti corong, bagian luar botol ditutup dengan plastic hitam sampai semua bagian tertutup. Hal ini dimaksudkan untuk menarik nyamuk yang menyukai warna gelap, masing Ae masing trapping dibuat 25 buah dengan berisi atraktan fermentasi singkong, fermentasi air tebu, fermentasi gula merah, dan fermentasi kulit pisang. Teknik Pengumpulan dan Analisis Data Gambar 3. Fermentasi Gula Merah ses fermentasi berlangsung . ambar (Siti. Whawan and Destie, 2. ,(Ahmadi and Saputra, 2. Pembuatan fermentasi kulit pisang yaitu diambil kulit pisang yang telah di . ,20,30,40,. Dimasukkan kedalam toples kaca dan tambahkan 200 ml aquades kedalam masing masing toples Ditambahkan ragi tape sebanyak 1 gram pada masing Ae masing berat kulit pisang kemudian tutup menggunakan tutup toples dan didiamkan selama 6 jam agar proses fermentasi berlangsung . Pembuatan perangkap nyamuk (Puji Astuti and Roy Nusa RES, 2. dengan cara bagian cara bagian atas botol plastik dipotong, kemudian kembali dalam posisi Gambar 4. Fermentasi Kulit Pisang Teknik pengumpulan dilakukan dengan cara pengamatan langsung . yakni melihat langsung gejala pada tiap perlakuan dan pengulangan. Analisa data digunakan adalah analisa univariat yaitu analisa yang dilakukan dengan menganalisis tiap variable dari hasil penelitian. Dalam penelitian ini melihat rata Ae rata masing variabel. Rata Ae rata jumlah nyamuk yang terperangkap didapatkan dari x = P1 P2 P3 P4 P5 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Perhitungan Jumlah Nyamuk yang terperangkap pada perangkap fermentasi alami sebagai atraktan nyamuk. Nyamuk perangkap berisi fermentasi singkong Berdasarkan tabel 1 mengenai data parameter berat didapatkan hasil berat 50 gram menarik nyamuk tertinggi sedang berat 10 gram menarik paling sedikit nyamuk yaitu sebanyak 4 ekor. Ini membuktikan bahwa berat fermentasi mempengaruhi banyaknya nyamuk yang terperangkap di perangkap. Hal ini menunjukkan bahwa kadar gula dalam larutan tape 50 gram cukup untuk menghasilkan gas co2 yang efektif sebagai atraktan nyamuk. (Puji Astuti and Roy Nusa RES, 2. Berdasarkan tabel 1 mengenai data fermentasi air tebu berdasarkan parameter volume didapatkan hasil volume 90 ml menarik nyamuk tertinggi sedang volume A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 23-30 Tabel 1. Data Nyamuk Terperangkap pada 5 Kali Pengulangan Ukuran Atraktan Jumlah Nyamuk Terperangkap Berat Singkong . Volume air tebu . Berat Gula Merah . Berat Kulit Pisang . 10 ml menarik paling sedikit nyamuk. Semakin fermentasi air tebu maka jumlah nyamuk yang terperangkap semakin banyak. Hal itu meningkatnya kadar amonia dan CO2 yang dihasilkan dari setiap bertambahnya Amonia dan CO2 yang terdapat pada fermentasi air tebu meniimbulkan bau yang khas yang dapat (Wijayanti and Widyanto, 2. (Saputra. Nyamuk perangkap berisi fermentasi air tebu Hasil penelitian pada tabel 1 mengenai data nyamuk terperangkap menggunakan fermentasi air tebu berdasarkan parameter volume didapatkan hasil volume 90 ml menarik nyamuk tertinggi sedang volume 10 ml menarik paling sedikit nyamuk. Semakin meningkatnya kepekatan fermentasi air tebu maka jumlah nyamuk yang terperangkap semakin banyak. Hal itu meningkatnya kadar amonia dan CO2 yang dihasilkan dari setiap bertambahnya Amonia dan CO2 yang terdapat pada fermentasi air tebu meniimbulkan bau yang khas yang dapat berfungsi sebagai atraktan nyamuk. (Wijayanti and Widyanto. Berdasarkan penurunan yang tidak signifikan pada atraktan berisi fermentasi air tebu. Dalam penelitian menguji efektivitas fermentasi gula sebagai atraktan nyamuk dan didapatkan hasil aktivitas optimum pada konsentrasi 35% dengan hari efekti adalah hari ke-3 sampai hari ke5. (Kurniati Alfi, 2. Nyamuk yang pada perangkap berisi fermentasi gula merah Berdasarkan tabel 1 mengenai data fermentasi gula parameter berat didapatkan hasil berat 50 gram menarik nyamuk tertinggi sedang berat 10 gram menarik paling sedikit Komposisi digunakan 50 gram gula merah, 1 gram ragi roti dan 100 ml aquadest merupakan produksi gas karbondioksia. CO2. (Tri Retno and Nuri, 2. Berdasarkan tabel 2 diatas didapatkan data nyamuk yang terperangkap dengan menggunakan fermentasi gula merah sebanyak 5 kali pengulangan pada 1, 3, 5, 7, 9 hari menunjukkan penurunan yang Diawali dengan hari ke 1 dengan rata Ae rata jumlah nyamuk terperangkap sebanyak 1 ekor, pada hari ke 5 dengan rata Ae rata jumlah nyamuk terperangkap tertinggi sebanyak 3 ekor dan mengalami penurunan pada hari ke 7 dan 9 dengan rata Aerata jumlah nyamuk yang terperangkap sebanyak 1 ekor. Nyamuk perangkap yang berisi fermentasi kulit Berdasarkan tabel 1 mengenai data fermentasi kulit parameter berat didapatkan hasil berat 50 gram menarik nyamuk tertinggi sedang berat 10 gram. Kandungan pati yang terkandung dalam kulit pisang berpotensi bioethanol dari kulit pisang dengan merubah menjadi glukosa. Jika digunakan A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 23-30 Tabel 2. Data nyamuk terperangkap berdasarkan hari 1,3,5,7,9 hari Hari Ke Jumlah nyamuk yang terperangkap . Fermentasi Singkong Fermentasi Air Tebu Fermentasi Gula Merah Fermentasi Kulit Pisang konsetrasi kurang dari 30% maka akan menurunkan laju reaksi fermentasi karna menguraikan glukosa menjadi etanol kurang banyak. (Tri Retno and Nuri, 2. Hasil penurunan yang signifikan . Dalam dibutuhkan tergantung pada jenis bahan baku dan konsetrasi ragi yang digunakan. Akhir dari proses fermentasi ditandai karbondioksia. CO2 (Tri Retno and Nuri. Tabel 2 menunjukkan penurunan yang tidak signifikan yang berisi fermentasi singkong dengan dilakukannya 5 kali pengulangan. Secara singkong mengalami penurunan seiring waktu Waktu yang semakin lama akan menghilangkan kadar CO2 pada fermentasi (Widya. Sudjari and Aurora, 2. ,(Saputra. Berdasarkan tabel 2 menunjukan penurunan yang tidak signifikan yang berisi fermentasi singkong dengan dilakukannya 5 kali pengulangan. Secara umum, jumlah nyamuk yang terperangkap pada atraktan fermentasi singkong mengalami penurunan seiring waktu pengamatan. Waktu yang semakin lama akan menghilangkan kadar CO2 pada fermentasi (Widya. Sudjari and Aurora, 2. ,(Saputra, 2. Sesuai dengan hasil penelitian pada tabel 1 mengenai data nyamuk terperangkap menggunakan fermentasi air tebu berdasarkan parameter volume didapatkan hasil volume 90 ml menarik nyamuk tertinggi sedang volume 10 ml menarik paling sedikit nyamuk. Semakin meningkatnya kepekatan fermentasi air tebu maka jumlah nyamuk yang terperangkap semakin banyak. Hal itu meningkatnya kadar amonia dan CO2 yang dihasilkan dari setiap bertambahnya pengenceran. Amonia dan CO2 yang terdapat pada fermentasi air tebu meniimbulkan bau yang khas yang dapat berfungsi sebagai atraktan nyamuk. (Wijayanti and Widyanto, 2. ,(Saputra, 2. Berdasarkan tabel 1 mengenai data parameter berat didapatkan hasil berat 50 A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 23-30 gram menarik nyamuk tertinggi sedang berat 10 gram menarik paling sedikit Komposisi digunakan 50 gram gula merah, 1 gram ragi roti dan 100 ml aquadest merupakan komposisi paling efektif sebagai atraktan Larutan gula yang dicampurkan dengan ragi akan mengalami proses Fermentasi menghasilkan gas berupa CO2 dan menimbulkan bau khas yang dapat berfungsi sebagai atraktan nyamuk (Puji Astuti and Roy Nusa RES, 2. Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 2 didapatkan penurunan yang signifikan pada peragkap yang berisi fermentasi gula merah. Dalam penelitian menguji efektivitas fermentasi gula sebagai atrakan nyamuk menujukan hasil optimum pada konsetrasi 35% dengan hari efektif adalah hari ke-3 sampai ke-5. (Kurniati Alfi, 2. Tabel 2 menunjukkan penurunan yang signifikan. Dalam penelitiannya lama fermentasi yang dibutuhkan tergantung pada jenis bahan baku dan konsetrasi ragi yang Akhir dari proses fermentasi ditandai (Tri Retno and Nuri, 2. Dari disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dari ketiga atraktan yaitu fermentasi singkong, fermentasi air tebu dan fermentasi gula merah akan tetapi yang memiliki pengaruh atraktan tinggi adalah kefektifikan pada hari ke 5. Hal ini dikarenakan masing Ae masing dari ketiga atraktan fermentasi tersebut memiliki zat pati dan dapat mengeluarkan gas C02 setelah larutan fermentasi ditambahkan dengan ragi yang menimbulkan bau menyengat yang dapat menarik nyamuk ke Dalam hasil analisa bivariat anova untuk membandingkan rata Ae rata disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara fermentasi singkong dengan fermentasi air tebu, fermentasi singkong dengan fermentasi gula merah, dan adanya perbedaan yang signifikan fermentasi kulit pisang. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi air tebu, fermentasi gula merah sebagai atraktan nyamuk tidak memiliki perbedaan yang signifikan dalam menarik nyamuk dengan jumlah nyamuk yang terperangkap adalah 62 ekor, 56 ekor, 50 ekor terlihat selama 9 hari penelitian. Sedangkan untuk untuk fermentasi kulit terperangkap 27 ekor pada 9 hari penelitian dan mengalami penurunan dari hari ke hari. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa fermentasi singkong adalah yang paling efektif sebagai penarik nyamuk dengan jumlah nyamuk terperangkap selama 9 hari penelitian 62 ekor , dengan rata-rata nyamuk terperangkap sebanyak 3 dan efektif pada hari ke 5 dari pengamatan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi alternatif pengembangan vektor khususnya nyamuk sebagai atraktan nyamuk yang aman bagi lingkungan dan manusia. Dan diharapkan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan kembali hasil penelitian ini ataupun adanya kajian lebih lanjut mengenai pengembangan alat perangkap fermentasi singkong dengan bahan lainnya , serta model alat perangkap nyamuk yang lebih sederhana. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih diberikan kepada Universitas Ibnu Sina untuk fasilitas laboratorium dalam proses penelitian, dan semua anggota peneliti yang sudah membantu kelancaran penelitian ini sampai dengan publikasi. REFERENSI