Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 1 2025, 14-20 Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) https://journal. id/index. php/DBESTI P-ISSN: 3047-1028 E-ISSN: 3032-775X APLIKASI KONSULTASI PSIKOLOGI BERBASIS FLUTTER DAN CHATGPT MENGGUNAKAN METODE EXTREME PROGRAMMING Anisa Yuniarti1. Sirojul Munir2. Misna Asqia3 Sistem Informasi. Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri Teknik Informatika. Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri Jakarta Selatan. DKI Jakarta. Indonesia 12640 annisayunia18@gmail. com, rojulman@nurulfikri. id, misnaasqia@nurulfikri. Abstract This study explores the development of a psychology consultation application built on Flutter, incorporating ChatGPT API integration to address the need for easily accessible mental health services, particularly during the COVID-19 pandemic. The main issue addressed is the limited access to quick and efficient psychological support. The application provides features such as user registration, psychologist search, appointment scheduling, and an AI chatbot for immediate assistance. The Extreme Programming (XP) method was employed in the application development, utilising Flutter for building the interface and the ChatGPT API for chatbot integration. The development process included system design, implementation, and evaluation. The results indicate that the application is practical in providing easily accessible psychological consultation services. Black Box testing showed a success rate of 90%, while User Acceptance Testing (UAT), with 15 participants, showed a satisfaction rate of 88%. The questionnaire results indicated that all users agreed that the application facilitated access to psychological consultation services, with positive feedback on the ease of use and effectiveness of the features. For future development, the focus should be on enhancing the application's functionality to improve the overall user experience and meet the standards of an effective and efficient application. Keywords: ChatGPT API. Extreme Programming. Flutter. Mobile Application Development. Psychological Consultation. Abstrak Penelitian ini membahas pengembangan aplikasi konsultasi psikologi berbasis Flutter dengan integrasi ChatGPT API untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan mental yang mudah diakses, terutama selama pandemi COVID-19. Permasalahan utama adalah keterbatasan akses terhadap dukungan psikologis yang cepat dan efisien. Aplikasi ini menyediakan fitur pendaftaran pengguna, pencarian psikolog, penjadwalan janji temu, dan chatbot AI untuk bantuan segera. Metode Extreme Programming (XP) digunakan dalam pengembangan aplikasi, dengan Flutter untuk membangun antarmuka dan ChatGPT API untuk integrasi chatbot. Proses pengembangan mencakup perancangan, implementasi, dan evaluasi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ini efektif dalam menyediakan layanan konsultasi psikologis yang mudah diakses. Pengujian Black Box menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 90%, sedangkan User Acceptance Testing (UAT) dengan 15 partisipan menunjukkan tingkat kepuasan sebesar 88%. Kuesioner menunjukkan semua pengguna setuju bahwa aplikasi mempermudah akses layanan konsultasi psikologis, dengan umpan balik positif terkait kemudahan penggunaan dan efektivitas fitur. Untuk Pengembangan berikutnya harus terfokus pada peningkatan fungsionalitas aplikasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna secara menyeluruh dan memenuhi standar aplikasi yang efektif dan efisien. Kata kunci: ChatGPT API. Extreme Programming. Flutter. Konsultasi Psikologi. Pengembangan Aplikasi Mobile. PENDAHULUAN Kesehatan mental adalah aspek penting dari kesejahteraan individu, yang mencakup kemampuan untuk memahami diri sendiri, mengelola emosi, dan berinteraksi dengan lingkungan secara positif. Kesehatan mental yang baik memungkinkan seseorang untuk mengatasi stres, bekerja secara produktif, dan berkontribusi kepada komunitas. Namun, di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, kesehatan mental sering kali kurang mendapat perhatian. Pandemi COVID-19 memperburuk situasi ini, menyoroti pentingnya kesehatan mental secara global. Penelitian tahun 2022 di Indonesia menunjukkan bahwa 34,9% remaja Diterima 8 Agustus 2024. Direvisi 28 Mei 2025. Diterima untuk publikasi 30 Mei 2025 15 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 1 Mei 2025 menghadapi tantangan kesehatan mental dan 5,5% mengalami gangguan mental, tetapi hanya 2,6% yang mendapatkan akses ke layanan konseling. Ini menunjukkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan layanan kesehatan mental. Pandemi COVID-19 meningkatkan gejala kecemasan, kesepian, dan depresi di kalangan remaja sebesar 4,6%. Isolasi sosial, ketidakpastian ekonomi, dan peningkatan stres adalah penyebab utamanya. Konseling online menjadi solusi inovatif, memberikan akses yang lebih luas dan terjangkau bagi mereka yang sulit mengakses bantuan psikolog langsung. Teknologi mobile, khususnya penggunaan smartphone, memungkinkan adopsi aplikasi Android sebagai sarana konsultasi dengan psikolog, menjadikannya alternatif efektif untuk meningkatkan kesehatan mental. Flutter menjadi pilihan populer untuk pengembangan aplikasi mobile karena kecepatan dan responsifitas antarmukanya. ChatGPT alat kecerdasan buatan, dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi untuk meningkatkan interaksi pengguna. Integrasi ini memungkinkan aplikasi memberikan saran dan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan individu, mengurangi stigma terhadap konsultasi psikologis, dan mendorong pencarian bantuan lebih awal. Pengembangan aplikasi konsultasi psikologi ini diharapkan memberikan bantuan individual dan meningkatkan kesadaran serta pemahaman masyarakat tentang kesehatan Pendekatan metodologi Extreme Programming (XP) dipilih karena menekankan pengujian berkelanjutan dan pengembangan iteratif . Ini memastikan aplikasi konsultasi psikologi berkualitas tinggi, berkelanjutan, dan responsif. Penelitian ini bertujuan membangun aplikasi konsultasi psikologi berbasis Android dengan Flutter dan ChatGPT API, menguji fitur, dan memastikan aplikasi memenuhi kebutuhan pengguna. Penelitian ini diharapkan menambah pengetahuan tentang proses pengembangan aplikasi berbasis Android. Aplikasi ini diharapkan memudahkan pengguna dalam melakukan konseling online dan memberikan pengalaman baru dalam menggunakan aplikasi mobile. Namun, penelitian ini memiliki beberapa batasan: tidak membahas backend aplikasi dan peran psikolog serta administrator, tidak melakukan pengujian pada API dan database, serta fokus pada pengembangan untuk Android versi 14 menggunakan Flutter versi 3. 22 dan ChatGPT versi 3. Konsultasi Psikolog Konsultasi psikologi adalah layanan kesehatan yang membantu individu mengatasi masalah mental, bertujuan merawat kesehatan mental dan kesejahteraan mereka, serta mendukung individu untuk hidup lebih produktif dan menjalin hubungan sosial yang baik . Konsultasi online, yang dilakukan melalui aplikasi, situs web, atau platform digital, memungkinkan konselor memberikan layanan tanpa pertemuan langsung. Formatnya bisa berupa pesan teks, panggilan suara, atau video konferensi, memudahkan akses bagi individu yang membutuhkan dukungan untuk masalah kesehatan mental tanpa harus menghadiri sesi tatap muka. Prompt Engineering Prompt engineering adalah teknik untuk mengarahkan AI agar menghasilkan output yang diinginkan dengan memilih kata-kata atau memberikan respons yang tepat. Ini memungkinkan pengguna mengontrol konten yang dihasilkan oleh AI, meningkatkan akurasi, kreativitas, dan penyempurnaan model AI. Unified Modeling Language (UML) Unified Modeling Language (UML) adalah alat penting yang digunakan oleh analis untuk merancang sistem yang akan diimplementasikan oleh pengembang. UML sangat diperlukan dan fundamental dalam perancangan serta pemodelan sistem . Extreme Programming Extreme Programming (XP) adalah metode pengembangan perangkat lunak yang bertujuan untuk menghasilkan perangkat lunak berkualitas tinggi dengan cara yang responsif terhadap perubahan. XP termasuk dalam kelompok Metodologi Agile, yang fokus utamanya adalah pada fleksibilitas dan kolaborasi tim. Dalam XP, pengembangan perangkat lunak dibagi menjadi tahapan yang berulang-ulang, dimulai dari perencanaan, desain, kode, dan pengujian . Flutter Flutter adalah SDK dari Google yang menggunakan bahasa pemrograman Dart untuk membangun aplikasi mobile di Android dan iOS. Flutter mempercepat pengembangan aplikasi dengan menyediakan framework, engine, dan embedder khusus. Ditulis dalam C/C , arsitekturnya yang sederhana memungkinkan penambahan fitur dan pengembangan lebih lanjut secara efisien, menjadikannya pilihan populer bagi pengembang aplikasi mobile. Black Box Testing Black Box testing adalah metode pengujian aplikasi yang mengevaluasi fungsionalitasnya tanpa memerlukan pengetahuan tentang detail implementasi atau struktur kode. Pengujian ini memeriksa input dan output sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan perangkat lunak. Metode ini dianggap mudah karena hanya memerlukan batas bawah dan batas atas dari data yang diharapkan, dengan jumlah data uji diperkirakan berdasarkan jumlah entri data yang akan diuji . 16 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 1 Mei 2025 User Acceptance Test (UAT) User Acceptance Test (UAT) adalah tahap pengujian terakhir sebelum pengguna akhir mulai menggunakan perangkat lunak. Pengujian ini dilakukan oleh pengguna dengan data sesungguhnya untuk memastikan perangkat lunak memenuhi kebutuhan yang ditentukan. Hasilnya dicatat dalam dokumen yang menunjukkan bahwa perangkat lunak telah diterima dan sesuai dengan spesifikasi Tujuan utama UAT adalah untuk memvalidasi bahwa sistem sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan . Kuesioner Kuesioner adalah metode pengumpulan data yang melibatkan serangkaian pertanyaan yang dirancang untuk mengeksplorasi masalah penelitian yang sedang dibahas. Secara umum, kuesioner dapat dibagi menjadi tiga jenis, di antaranya kuesioner tertutup. Kuesioner tertutup adalah jenis kuesioner yang sudah menyediakan opsi jawaban tertentu, sehingga responden hanya perlu memilih jawaban yang sesuai dengan pengalaman atau kondisi mereka. METODE PENELITIAN Tahapan Penelitian Tahapan penelitian berfungsi sebagai panduan dalam perancangan aplikasi konsultasi psikologi yang akan Gambar 1 di bawah ini menunjukkan tahapan yang dirancang untuk pembuatan aplikasi dengan Metode Extreme Programming. Gambar 1. Tahapan Penelitian Berikut penjelasan tahapan penelitian pada Gambar 1. Perumusan Masalah Tahap ini merupakan langkah pertama untuk menentukan tujuan sistem yang ingin dicapai. Studi Literatur Pada tahap Studi literatur dilakukan untuk menentukan metode yang akan digunakan dalam menjawab permasalahan yang diteliti, serta untuk mendalami pengetahuan terkait dari referensi-referensi yang menjadi dasar penelitian. Analis Kebutuhan Sistem Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap kebutuhan program konsultasi psikologi yang akan dikembangkan. Tujuannya adalah untuk memahami permasalahan yang ada agar dapat memberikan solusi dengan menerapkan Metode Extreme Programming. 17 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 1 Mei 2025 Perancangan Sistem Tahap ini meliputi perancangan sistem untuk mempermudah proses pengembangan perangkat lunak, termasuk manajemen kebutuhan, analisis, desain, dan implementasi kode program. Pada tahap ini juga dilakukan pemodelan menggunakan Unified Modeling Language (UML) untuk mendapatkan model aplikasi yang jelas. Implementasi & Testing Setelah perancangan sistem selesai, langkah selanjutnya adalah implementasi kode program yang telah dirancang. Pada tahap ini dilakukan Implementasi dari perancangan sistem yang telah dibuat dan setelahnya aplikasi diuji menggunakan black box testing. Selanjutnya, dilakukan pengujian User Acceptance Test (UAT) untuk menilai kepuasan pengguna terhadap aplikasi. Evaluasi Gambar 2. Use Case Digaram Dari hasil pengujian, dilakukan evaluasi berupa kritik dan saran untuk pengembangan aplikasi konsultasi psikologi. Evaluasi juga mencakup penarikan kesimpulan apakah aplikasi yang dibuat dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Metode pengumpulan data, instrumen penelitian, dan metode pengujian Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data melalui studi literatur dan kuesioner. Studi literatur melibatkan penelusuran jurnal dan karya ilmiah terkait untuk memperoleh informasi yang relevan dalam perancangan aplikasi. Metode pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalah User Acceptance Testing (UAT), black box testing, dan pengisian kuesioner umpan Analisis data dalam penelitian ini didasarkan pada hasil kuesioner yang diisi oleh responden. Data kuantitatif yang terkumpul dianalisis secara deskriptif untuk mengeksplorasi persepsi, preferensi, dan pengalaman pengguna terkait aplikasi yang dikembangkan. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase skor dari jawaban responden menggunakan metode statistik tertentu. Use case diagram diatas menggambarkan interaksi antara aktor dan sistem dalam aplikasi konsultasi psikolog. Aktor "Pasien" melakukan login, melihat menu home, data psikolog, daftar sesi, mengisi data, dan bertanya online. Sistem terhubung dengan OAuth Server. Backend System API, dan ChatGPT API untuk memproses permintaan Activity Diagram Activity Diagram pada pengembangan aplikasi konsultasi psikolog menggambarkan aktivitas secara umum pada sistem yang dikembangkan. Proses dalam diagram swimlane melibatkan setiap aktor dalam sistem, seperti administrator, psikolog. AI. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada tahapan analisis kebutuhan sistem telah didapatkan hasil user requreiment berdasarkan studi literatur dari jurnal yang terkait untuk selanjutnya di rancangan ke dalam perancangan sistem. Use Case Diagram Pada bagian ini akan dijelaskan tentang use case diagram yang bertujuan menggambarkan penggunaan aplikasi oleh user, pada gambar 2 berikut ini. Gambar 3. Activity Diagram Reservasi Psikolog 18 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 1 Mei 2025 Pada gambar 3 diperlihatkan alur untuk melakukan reservasi sesi konseling di mulai dari pasien membuka fitur konsultasi lalu mencari psikolog dan mengisi jam dan tanggal untuk sesi konsultasi dan di kirim, selanjutnya admin akan mendapat notifikasi untuk melakukan validasi sesi konseling, lalu akan terkirim ke psikolog yang akan melakukan konfirmasi dan memberikan link pertemuan. Selanjutnya adalah gambar 4 mengenai activity digaram tanya online dengan AI. Gambar 6. Tampilan Reservasi Sesi Konsultasi Gambar 4. Activity Diagram Chat dengan AI Pada gambar 4 di atas menunjukkan alur interaksi antara pasien dan sistem AI dalam proses konsultasi. User Interface Dalam proses pengembangan aplikasi dihasilkan sebuah prototipe aplikasi Android melingkupi beberapa fitur aplikasi konsultasi seperti yang dapat dilihat pada gambar 5, gambar 6, dan gambar 7. Gambar 7. Tampilan Riwayat Konsultasi dan Chatbot AI Hasil Pengujian Hasil pengujian terhadap fitur aplikasi menggunakan metode black box testing mendapatkan hasil 90% dimana terdapat 1 fitur yang belum sesuai yaitu fitur edit foto profil dikarenakan fitur edit profil belum dapat di terapkan disisi Hasil pengujian oleh pengguna yaitu menggunakan form UAT didapat hasil 88% terdapat 1 fitur yang belum sesuai yaitu user belum dapat update foto profil. Hasil umpan balik penggunaan aplikasi oleh user yang dilakukan oleh 15 pengguna dengan pengukuran skala likert didapat tingkat penerimaan terhadap aplikasi adalah 88,95% yang artinya aplikasi dapat dikategorikan Ausangat baikAy. Gambar 5. Tampilan Login dan Home 19 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 1 Mei 2025 Hasil Evaluasi Penelitian ini merupakan pengembangan dari kegiatan belajar program merdeka belajar dimana pengumpulan data menggunakan metode studi literatur dari beberapa referensi jurnal, pada tahapan desain menggunakan diagram UML, implementasi menggunakan metode extreme programming yang dilakukan dengan mentor program merdeka belajar dan pengembangan sistem menggunakan framework Flutter Aktivitas sprint extreme programming diperlihatkan pada tabel 1 di bawah ini. penyempurnaan fitur edit foto profil serta penambahan fitur notifikasi, pembayaran, dan tracking mood. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian aplikasi konsultasi psikologi menggunakan Flutter dan ChatGPT API dengan metode Extreme Programming, diperoleh kesimpulan sebagai Tabel 1. Hasil Evaluasi Extreme Programming Sprint Tanggal Maret April April Mei 2024 Mei 2024 Modul Task Point Sprint Planning List Backlog Persiapan Analisis Perancangan Register Login dan Logout Integrasi Firebase View data Formulir jadwal sesi View Integrasi dengan API View Chatroom Integrasi API OpenAI Edit Profil Authentication User Jadwal sesi Chat dengan Manajemen Velocity Proses pengembangan aplikasi melibatkan tahapan analisis kebutuhan, desain sistem, pengembangan. Metode Extreme Programming diiterasikan sebanyak 4 kali dalam 4 minggu dengan rata-rata kecepatan pengembangan . 16,7 per pengembang. Pengujian aplikasi dilakukan menggunakan Black Box Testing untuk fungsionalitas, mencapai tingkat keberhasilan 90%. User Acceptance Testing (UAT) melibatkan 15 partisipan dengan tingkat kepuasan pengguna mencapai 88%. Kuesioner menunjukkan tingkat kepuasan keseluruhan sebesar 88,95%. Aplikasi ini berhasil mempermudah pengguna untuk konsultasi psikolog. Seluruh partisipan menyatakan kemudahan dalam mendapatkan layanan konsultasi psikologis, menunjukkan keefektifan aplikasi dalam menyediakan akses yang cepat dan mudah kepada dukungan psikologis. Pada pengembangan aplikasi konsultasi psikolog masih terdapat kekurangan sehingga masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Adapun beberapa saran masukan yang diberikan untuk pengembangan penelitian yang akan datang sebagai berikut. Total velocity Rata-Rata Pengembang aplikasi konsultasi psikologi berbasis Android ini berhasil menyelesaikan rata-rata 16,7 poin cerita per iterasi dengan metode Extreme Programming. Nilai velocity keseluruhan adalah 16,7. Aplikasi ini diuji langsung oleh pengguna melalui black box testing dan mendapat umpan balik positif dengan nilai kuesioner 88,95%. Namun, terdapat beberapa saran perbaikan dari pengguna, seperti Peningkatan menabahkan beberapa fitur seperti mood tracker, sistem notifikasi, dan intergrasi sistem pembayaran. Pengembangan sistem backend untuk manajemen data lebih stabil dan menyediakan platform khusus bagi psikolog untuk konsultasi online. Perbaikan pada fitur edit profil agar dapat menambahkan foto profil pada pengguna. Pengembangan berikutnya harus terfokus pada peningkatan fungsionalitas aplikasi, penyempurnaan fitur eksisting, dan optimalisasi antarmuka pengguna guna meningkatkan pengalaman pengguna secara menyeluruh dan memenuhi standar aplikasi yang efektif dan efisien dalam penggunaan sehari-hari. Ucapan Terima Kasih Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada STT Nurul Fikri atas dukungan dan kesempatan melalui program beasiswa pendidikan ini. Terima kasih juga kepada dosen, staf akademik, dan rekan-rekan mahasiswa atas bimbingan dan bantuan selama penelitian ini. Terakhir, terima kasih kepada keluarga dan teman-teman atas dorongan dan 20 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 1 Mei 2025 DAFTAR PUSTAKA