JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Efektivitas Program Independent-Reading English Literacy (IRELP) Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Di SD Dwijendra Denpasar I Komang Dedik Susilaa. Dewi Juniayantib a Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan /Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, dediksusila@gmail. Univeristas Dwijendra b Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan /Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, dewijunia57@gmail. Univeristas Dwijendra ABSTRACT This study aimed at identifying the effect of Independent-Reading English Literacy Program (IRELP) to the improvement of studentAo literacy achievement. The subject of this study was 30 students of 5th Grade in academic year 2022/ 2023 at SD Dwijendra Denpasar. The data were collected throughout literacy test. The data were analyzed statistically using t-test. The finding showed value of Asymp. Sig. -taile. 000 of Wilcoxon Signed Ranks Test. It can be concluded that there is a significant difference between pretest and Although the limited time of product test and treatment, the result showed the significant different. Thus. IRELP was effective to improve studentsAo literacy achievement of 5th Grade students in academic year 2022/ 2023 at SD Dwijendra Denpasar. Keywords: Literacy. IRELP. Effectiveness. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh program Independent-Reading English Literacy Program (IRELP) untuk meningkatkan kemampuan literasi. Subyek penelitian ini adalah siswa Kelas 5 di SD Dwijendra Denpasar tahun pelajaran 2022/ 2023 sebanyak 30 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes liteasi. Data dianalisis secara statistik menggunakan t-test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Asymp. Sig. -taile. dari Wilcoxon Signed Ranks Test adalah 0,000. Hal ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan anatara pretest dan posttest. Walaupun, pengujian produk dan pengimplementasiannya dilaksanakan dalam waktu yang terbatas, hasil pengujian secara statistik menunjukan perbedaan yang signifikan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa IRELP efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa Kelas 5 SD Dwijendra Denpasar tahun pelajaran 2022/2023. Kata Kunci: Isi. Format. Artikel. PENDAHULUAN Abad ke-21 telah ditandai sebagai era globalisasi yang dicirikan dengan tersedianya peluang yang fundamental dalam bidang ekonomi, pekerjaan dan bisnis serta persyaratan yang diperlukan (Wijaya. Sudjimat, & Nyoto, 2. Era ini membutuhkan individu yang berkualitas untuk bertahan dan bersaing dalam masyarakat global (Murti, 2. Dengan demikian, pemerintah Indonesia merespon kebutuhan tersebut melalui penguatan pendidikan dimana salah satunya dilaksanakan dengan revisi kurikulum dengan menyesuaikan tuntutan dan kebutuhan era global (Harosid, 2017. Melissa, 2. Disarankan untuk memasukkan beberapa unsur wajib dari kurikulum 2013 revisi. Ada empat elemen dasar yang perlu disisipkan yaitu. Penguatan Pendidikan Karakter, integrasi literasi, integrasi HOTS (High Order Thinking Skil. , dan 4 C (Kreatif. Berpikir Kritis. Komunikatif, dan Kolaborati. Kurikulum 2013 yang telah direvisi menunjukkan bahwa literasi telah diperhatikan secara serius yang dapat dikategorikan dalam kedua elemen tersebut. penguatan pendidikan karakter dan integrasi literasi. Sebagai salah satu nilai karakter dalam pendidikan karakter, gemar membaca dapat dikategorikan sebagai Selain itu, unsur kedua kurikulum 2013 dengan jelas menyebutkan integrasi literasi ke semua mata pelajaran yang diajarkan. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Pentingnya literasi tidak bisa dikesampingkan. Literasi sangat penting bagi semua orang. dianggap sebagai hak untuk peserta didik (UNESCO, 2. Lebih lanjut, manfaat literasi disajikan oleh UNESCO. itu sangat mendasar untuk pengambilan keputusan yang terinformasi, pemberdayaan pribadi, partisipasi aktif dan pasif dalam komunitas sosial lokal dan global. Manfaat langsung keaksaraan bagi manusia adalah peningkatan harga diri, pemberdayaan, kreativitas, dan refleksi kritis yang dapat dihasilkan dari partisipasi dalam program keaksaraan orang dewasa dan praktik keaksaraan (UNESCO, 2. Literasi adalah terminologi luas yang mengacu pada kemampuan individu untuk memahami, menggunakan, dan merefleksikan teks tertulis yang dilakukan untuk mencapai tujuan seseorang, mengembangkan pengetahuan seseorang dan berpartisipasi dalam masyarakat (Organization for Economic Co-operation and Development, 2. Ini menekankan pada menulis dan membaca karena istilah ini terkait erat dengan teks tertulis. Cambridge Assessment . senada dengan definisi literasi yang sebagian besar mengacu pada kemampuan membaca dan menulis. Kehidupan sosial dan akademik seseorang dapat diperkuat dengan kemampuan literasi tersebut. Terdapat beragam terminologi literasi yang berkembang dimana salah satunya adalah terminologi literasi berasal dari akar kata AumelekAy menjadi sesuatu (Cambridge Assessment, 2. Literasi bahasa khususnya literasi bahasa Inggris sangat penting untuk komunikasi global karena bahasa Inggris telah menjadi lingua franca dunia artinya tanpa menguasai bahasa Inggris seseorang akan sulit bertahan hidup di dunia ini (Al-Beckay & Reddy, 2. Kemampuan penguasaan literasi bahasa Inggris bisa sangat berguna karena sebagian besar kegiatan di era ini membutuhkan kemampuan ini baik di dalam maupun di luar sekolah. Literasi berkembang bervariasi pada setiap individu dimana perkembangan tersebut mengikuti tingkatan tertentu yang dimiliki. Ini menjelaskan bagaimana kemajuan siswa sebagai pembaca dimana tingkatan literasi ini didasarkan pada pengalaman siswa dan bukan usia atau tingkat kelas mereka (NCBD. Mengetahui tingkat literasi ini sangat membantu siswa dalam mengembangkan materi untuk jenis pembaca tertentu. Ada empat tingkat perkembangan literasi yakni . literasi tahap awal, . literasi tahap perkembangan, . literasi mandiri tahap awal dan . literasi madiri. Kajian kali ini berfokus pada pengembangan literasi tingkat terakhir, yaitu literasi membaca mandiri karena tingkat literasi ini sulit dicapai oleh pembelajar muda. Literasi membaca mandiri adalah terminologi tingkat literasi dimana siswa/ pelajar muda membaca dengan kesenangan dan kemauan sendiri (Cullinan. Snowball, 2009. International Reading Association, 2. Guru dan orang tua lebih berperan memfasilitasi dan mendampingi siswa membaca daripada meminta atau menugaskan mereka untuk membacakan sesuatu. Tingkat literasi ini perlu diberdayakan di Indonesia sesuai dengan harapan dari peraturan pemerintah yang mengharapkan literasi merupakan kemauan bukan hanya tuntutan saja (Harosid. Melissa, 2. Dalam memberdayakan tingkatan literasi membaca mandiri dikembangkanlah program literasi yang dikhususkan untuk mengakomodasi tingkat literasi ini yaitu Independent-Reading English Literacy Program (IRELP). Program ini terdiri dari kumpulan kegiatan yang sesuai dengan tingkat perkembangan literasi. Motivasi internal siswa untuk membaca harus dipupuk karena motivasi sangat penting untuk membuat siswa menjadi antusias untuk belajar bahasa Inggris (Artini, 2. Program ini dilengkapi dengan implementasi step by step serta rubrik, dimana reading log merupakan salah satu instrumen yang digunakan dalam program yang sangat efektif dalam membentuk kebiasaan (Padmadewi, 2. Dengan demikian diharapkan adanya perlakuan ini dapat menumbuhkan kemandirian literasi membaca siswa. Berdasarkan observasi awal di SD Dwijendra Denpasar khususnya kelas IV, siswa cenderung membaca sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh guru. Siswa tidak melakasanakan aktivitas membaca karena keinginan sendiri. Berdasarkan wawancara dengan beberapa siswa diperoleh bahwa mereka membaca untuk mengerjakan soal yang diberikan dan agar tidak dimarahi oleh gurur. Motivasi intrinsik siswa sangat terbatas dan cendrung tidak muncul. Pelaksanaan kegiatan literasi di sekolah bersifat monoton yang tidak dapat mempertahankan motivasi belajar siswa karena siswa diminta hanya membaca saja tanpa ada outcome yang Dengan demikian, program IRELP diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan prestasi membaca JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index TINJAUAN PUSTAKA Literasi Literasi sangat penting di mana banyak yang akan mengatakan itu adalah hak asasi manusia. 'Literasi' atau 'melek huruf' didefinisikan dalam beberapa cara, dan definisi ini terus berkembang. Istilah 'literasi' terkadang hanya mengacu pada membaca, terkadang membaca dan menulis dan terkadang, lebih jarang, untuk membaca, menulis dan berbicara dan mendengarkan (Cambridge Assessment, 2. Kemampuan membaca dan menulislah yang membuat seseorang 'melek huruf', dengan berbagai tingkat kefasihan. UNESCO . memimpin definisi literasi. Istilah AuliteracyAy berasal dari kata AuliterateAy yang erat kaitannya dengan sastra, terpelajar dan terpelajar. Kemudian definisi yang berkembang pada abad kesembilan belas menjadi kemampuan membaca dan menulis teks, dengan tetap mempertahankan maknanya yang lebih luas yaitu 'berpengetahuan atau terpelajar dalam bidang atau bidang tertentu'. Literasi mencakup kemampuan untuk membaca, memahami dan menghargai secara kritis berbagai bentuk komunikasi termasuk bahasa lisan, teks cetak, media penyiaran, dan media digital (Department of Education and Skill, 2. PISA mendefinisikan literasi sebagai kapasitas individu untuk memahami, menggunakan dan merefleksikan teks tertulis, untuk mencapai tujuan seseorang, untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi seseorang dan untuk berpartisipasi dalam masyarakat (Organization for Economic Co-operation and Development, 2. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa literasi adalah kemampuan memahami makna dari membaca yang kemudian direfleksikan melalui tulisan. Ini lebih berfokus pada teks tertulis. Literasi Membaca Mandiri Tingkat literasi individu berbeda-beda, tidak perlu disesuaikan dengan usia peserta didik atau individu. Dalam mengembangkan literasi terdapat beberapa langkah pengembangan literasi. literasi emergensi, literasi berkembang, literasi mandiri dini, dan literasi baca mandiri. Mereka memiliki karakteristik sendiri yang berbeda satu sama lain. Penelitian ini berfokus pada literasi membaca mandiri. Literasi membaca mandiri merupakan tahap lanjutan dari pembaca. Membaca mandiri adalah membaca yang dipilih siswa untuk dilakukan sendiri (Cullinan, 2. Ini mencerminkan pilihan pribadi pembaca atas bahan yang akan dibaca serta waktu dan tempat untuk membacanya. Siswa diberi kebebasan untuk memilih bahan bacaan yang mereka sukai. Mereka bebas membaca kapan saja dan di mana saja sesuai dengan kesukaan mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk mencari informasi tertentu dan bisa juga membaca untuk Berfokus untuk meningkatkan motivasi siswa melalui pemberian kebebasan untuk memilih apa yang mereka sukai menjadikan tahap literasi ini juga dikenal sebagai membaca untuk kesenangan (Snowball. Ini menyiratkan bahwa siswa benar-benar memilih sesuatu untuk dibaca. Ini memungkinkan siswa dapat membaca dengan lancar dan memahami apa yang mereka baca dan itu adalah sesuatu yang dapat dilakukan siswa kapan saja, siang atau malam dalam disiplin apa pun, daripada hanya terjadi sekali sehari. Dua definisi dari Cullinan . dan Snowball . diperkuat dengan definisi dari International Reading Association . yang setuju bahwa membaca mandiri adalah membaca teks yang berkesinambungan yang dipilih sendiri untuk berbagai tujuan pribadi dan sosial. Itu bisa terjadi di dalam dan di luar sekolah, kapan saja. Pembaca memilih dari berbagai teks yang diperluas, termasuk tetapi tidak eksklusif untuk fiksi naratif, nonfiksi, buku bergambar, e-book, majalah, media sosial, blog, situs web, surat kabar, buku komik, dan novel grafis. Ini umumnya termotivasi secara intrinsik atau sosial dan aktivitas yang menyenangkan bagi pembaca. Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa literasi membaca mandiri adalah kegiatan membaca yang sangat terkait dengan pilihan pribadi siswa terhadap bahan bacaan, tempat dan waktu membaca juga. Kegiatan ini secara intrinsik memotivasi siswa karena mereka membaca untuk kesenangan mereka dan membaca sesuatu yang mereka sukai. Kegiatan ini bisa dilakukan dimana saja. ini tidak bisa hanya menempel di sekolah. Bacaannya bisa dilakukan di rumah, taman, perpustakaan, dan lain-lain. Bahan bacaannya bisa apa saja. ini bukan hanya buku teks, itu bisa berupa buku apa saja. Sangat diyakini bahwa literasi dunia baca dapat ditekankan pada tahap ini. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian pra-experimen dimana bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan program IRELP untuk meningkatkan prestasi membaca siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest dimana pretest diberikan sebelum pemberian perlakuan dan posttest diberikan setelah diberikan perlakuan. Desain dari penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut ini. O1 X O2 Sumber: (Sugiyono, 2017:. Gambar 1. Desain One Group Pretest-Posttest Keterangan: : Skor pretest : Implementasi Program IRELP : Skor posttest Sampel penelitian ini terdiri dari 30 siswa kelas V SD Dwijendra Denpasar tahun ajaran 2022/2023. Sampel ditentukan dengan menggunakan purposive sampling technique dimana penentuan sampel ini disesuaikan karena sampel ini menunjukan fenomena yang diteliti. Instrumen yang digunakan adalah tes literasi Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji pengaruh . -tes. berbantuan Program IBM SPSS 25. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tes literasi diberikan kepada siswa kelas 5 SD Dwijendra Denpasar. Tes dilakukan dua kali. pre-test dan post-test. Setelah pre-test diberikan perlakuan yakni salah satu kegiatan pada pedoman program. Akhirnya, post-test disampaikan untuk mengukur hasil dari perlakuan yang diberikan. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah perlakuan tersebut memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi literasi siswa. hasil pre-test dan post-test dibandingkan. Terdapat 30 siswa yang diberikan Namun ada dua siswa yang tidak pernah mengikuti kelas tersebut. Jumlah ringkasan pengolahan dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Case processing summary Pre_Test Post_Test Cases Valid Percent Missing Percent Total Percent Berdasarkan Tabel 1 terlihat ada 2 missing value . ,7%) sehingga N yang valid adalah 28 . ,3%). Missing value disebabkan oleh ketidakhadiran dua siswa baik pada saat pre-test maupun post-test. Dengan demikian, total siswa yang valid adalah 28 siswa. Hasil analisis statistik deskriptif dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini. Tabel 2. Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Pre-Test Mean 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound Statistic Std. Error JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Upper Bound Post-Test 5% Trimmed Mean Median Variance Std. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis Mean 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound Upper Bound 5% Trimmed Mean Median Variance Std. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis Dari Tabel 2, dapat dilihat bahwa rata-rata skor pre-test adalah 48,75 dengan standar deviasi 21,327 dan skor rata-rata post-test adalah 71,96 dengan standar deviasi 26,001. Dengan demikian, rata-rata skor post-test lebih tinggi dari rata-rata skor pretest. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest, uji t sampel sampel berpasangan akan dilakukan. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest, maka akan dilakukan uji-t sampel berpasangan. Untuk melakukan paired sample t-test, terlebih dahulu akan dinilai normalitas datanya. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada Tabel 3 Tabel 3. 1 Hasil Uji Normalitas Normality test Kolmogorov-Smirnova Statistic Sig. Pre_Test Post_Test This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction Shapiro-Wilk Statistic Sig. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Dari hasil uji normalitas diketahui bahwa nilai signifikan pada pretest adalah 0,200 dan nilai signifikan dalam posttest adalah 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa hanya skor pretes yang berdistribusi normal (>0,. sedangkan skor posttes tidak berdistribusi normal (<0,. Oleh karena itu dilakukan uji non parametrik. Uji non parametrik yang dipilih untuk sampel berpasangan adalah Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil analisis dapat dilihat pada Tabel 4. Post_Test - Pre_Test Tabel 4. Hasil Uji Wilcoxon Signed Ranks Test Ranks Mean Rank Negative Ranks Positive Ranks Ties Total Sum of Ranks Post_Test < Pre_Test Post_Test > Pre_Test Post_Test = Pre_Test Test Statisticsa Asymp. Sig. -taile. Wilcoxon Signed Ranks Test Based on negative ranks. Post_Test - Pre_Test Dari tabel Wilcoxon Signed Ranks Test, skor peringkat negatif adalah 0 yang mengindikasikan tidak ada pengurangan skor. Dari peringkat positif, hal ini menunjukkan bahwa 26 siswa mendapatkan nilai yang ditingkatkan dan hanya ada 2 skor yang sama antara pretest dan posttest. Di tabel statistik, asimet. Sig. menunjukkan perbedaan rata-rata antara pre-test dan post-test. Jika nilainya lebih rendah dari 0,05 (<0,. , berarti ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Bentuk tabel itu bisa dilihat bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. 000 yang lebih rendah dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Meski waktu tes produk dan perawatannya terbatas, hasilnya menunjukkan perbedaan yang signifikan. Jika ada lebih banyak waktu yang tersedia, hasil yang lebih baik akan terpenuhi. Karena penelitian ini merupakan penelitian multiyears tahun pertama, penelitian tahun kedua akan melakukan uji coba awal terhadap program yang dikembangkan sampai pengembangan pedoman Pembahasan Literasi merupakan salah satu kemampuan yang dibutuhkan dalam masyarakat Abad 21. Pemerintah melalui revisi Kurikulum 2013 mengisyarakatkan pentingnya kemampuan liteasi khususnya pada siswa usia Program ini digaungkan kepada pembelajar muda karena pembelajar muda sangat tepat untuk mengembangkan hasil literasi yang terbaik. Shin . sepakat bahwa hasil terbaik dari pengembangan literasi, literasi harus diperoleh lebih awal. Nakamura . sependapat bahwa pembelajar muda perlu mengembangkan keterampilan literasinya agar dapat menjadi pembelajar sepanjang hayat karena pendidikan literasi positif memberi mereka jendela dunia. Kedua pernyataan tersebut cukup kontradiktif dengan beberapa program EFL yang menunda kebutuhan pengajaran keterampilan literasi seperti membaca dan menulis kemudian lebih fokus pada pengembangan keterampilan lisan seperti mendengarkan dan berbicara. Shin . berpendapat bahwa bahkan anak usia prasekolah yang belum melek huruf dalam bahasa pertama mereka juga dapat terlibat dalam kegiatan literasi yang mengembangkan kesiapan membaca dan kesadaran fonemik mereka. Kegiatan sederhana seperti membaca nyaring, mewarnai, dan menghubungkan titik, bisa JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk menonjolkan keterampilan literasi dalam mengajar bahasa Inggris bagi pelajar muda. Lebih lanjut. Damar. Gursoy, & Krokmaz, . menyebutkan beberapa keuntungan memulai literasi bahasa Inggris sejak dini. Pertama, pembelajar muda memperoleh bahasa dengan lebih mudah, terutama sistem suara, dan mengembangkan kompetensi implisit karena mereka dapat mengandalkan proses pemerolehan alami. Mereka tidak dapat disangkal lebih baik dalam memperoleh suara dan ritme dari bahasa Kemudian, mereka memiliki filter afektif yang lebih rendah daripada pelajar yang lebih tua dan mereka juga lebih intuitif dan tidak terlalu cemas. Selain itu, mereka memiliki lebih banyak waktu untuk mempelajari bahasa target dan kapasitas yang lebih besar untuk mendapatkan kesadaran tentang potensi identitas antar Terakhir, jika mereka memulai lebih awal, mereka akan memanfaatkan manfaat akhir untuk peningkatan seiring waktu. Program IRELP merupakan program literasi yang berupaya mengembangkan kemampuan literasi siswa secara mandiri. Oleh karena itu peran orang tua dalam mengembangkan kemampuan literasi sangat Menurut Susila. Artini, dan Padmadewi . , peran orangtua dalam mendukung pengembangan literasi anak harus dikuatkan khususnya dalam fase pembiasaan untuk mencapai kemandirian dan dapat dikuatkan dengan pengimplementasian reinforcement agar tercapainya hasil yang diharapkan (Susila, 2. Salah satu hal yang dapat dilaksanakan adalah melalui penerapan reading log yang diawasi langsung oleh orangtua. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa implementasi Program IRELP dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa Kelas V di SD Dwijendra Denpasar tahun ajaran 2022/ 2023. Hal ini terlihat dari Asymp. Sig. -taile. 000 yang lebih rendah dari 0,05 yang menunjukan bahwa Program IRELP efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa. Penelitian selanjutnya dapat melaksanakan pengujian efektivitas produk pada skala yang lebih besar dan pada variabel yang berbeda seperti motivasi siswa. DAFTAR PUSTAKA