ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 HUBUNGAN SENAM PROLANIS TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS SEI LEKOP Indriasari1. Elvita Nora Susana2. Muthiah Ramadhani3 1Fakultas Kedokteran Universitas Batam, indriasari@univbatam. 2Fakultas Kedokteran Universitas Batam, elvitans@univbatam. 3Fakultas Kedokteran Universitas Batam, mutia. r1411@gmail. ABSTRACT Background : Type 2 diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterized by elevated blood glucose levels in the body due to insulin resistance or inadequate insulin The purpose of this study is to investigatethe relationship between physical activity and blood sugar levels in patients with type 2 Diabetes Mellitus who participated in the PROLANIS program at the Sei Lekop Community Health Center in 2023. Methods : This study is an observational research with an analytical cohort design. Data collection was obtained from the medical records of patients with type 2 diabetes mellitus who are registered under BPJS. The data analysis methods include univariate analysis and bivariate analysis, with a standard error of estimate set at 5% or 0. Results : The results of the Wilcoxon test showed that PROLANIS exercise had a relationship with reducing blood sugar levels during type 2 diabetes mellitus patients at the Sei Lekop Community Health Center in 2023. The results of the Wilcoxon test were p = 0. Conclusion : Based on the results of this study, it can be concluded that there is a relationship between PROLANIS exercise and random blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus at Sei Lekop Health Center in 2023 Keywords : Diabetes Mellitus. Blood Glucose Levels, and PROLANIS Exercise. ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes Melitus tipe 2 adalah penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh akibat resistensi insulin atau produksi insulin yang tidak adekuat. Kondisi ini memengaruhi cara tubuh menggunakan gula . sebagai sumber energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keaktifan dengan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 peserta PROLANIS di Puskesmas Sei Lekop Tahun 2023. Metode : Penelitian ini adalah penelitian observasional yang bersifat analitik dengan desain Pengambilan dan pengumpulan didapatkan dari rekam medik pasien diabetes mellitus yang terdaftar sebagai pasien BPJS dan mengikuti senam PROLANIS. Metode analisis data digunakan berupa analisis univariat dan analisis bivariat dengan standard error of estimate yang digunakan sebesar 5% atau 0,05. Hasil : Hasil uji wilcoxon didapatkan bahwa Senam PROLANIS memiliki hubungan dengan penurunan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Sei Lekop Tahun 2023. Didapatkan hasil dari uji wilcoxon yaitu p = 0,001. Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan senam PROLANIS terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Sei Lekop Tahun 2023. Keywords : Diabetes Mellitus. Kadar Gula Darah, dan Senam PROLANIS. Universitas Batam Page 118 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 PENDAHULUAN Penyakit penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Definisi penyakit kronis WHO (World Health Organizatio. adalah penyakit yang terjadi dengan durasi panjang yang pada umumnya berkembang secara lambat serta terjadi akibat faktor genetik, fisiologis, lingkungan dan perilaku. Penyakit kronis menjadi masalah kesehatan dunia karena prevelensinya yang terus meningkat, termasuk penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes mellitus maupun saluran pernapasan, dimana pasien-pasiennya memiliki risiko tinggi hingga kematian. Diabetes mellitus merupakan salah satu kegawatdaruratan medis yang terbesar pada abad 21. Diabetes mellitus atau kencing manis merupakan penyakit kronis yang dapat berlangsung seumur hidup. Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang memproduksi cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkannya secara efektif (World Health Organizatio. Pada akhir tahun 2021, (IDF) International Diabetes Federation mengkonfirmasi dalam Atlas edisi ke-10 bahwa diabetes mellitus adalah salah satu masalah kesehatan global yang tumbuh paling cepat di abad ke21. Pada tahun 2021, lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia akan menderita diabetes mellitus, tepatnya 537 juta, dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 643 juta pada tahun 2030 dan 783 juta pada tahun 2045. Sedangkan Indonesia menempati urutan ke-6 dari sepuluh negara dengan jumlah pasien diabetes mellitus tertinggi, yakni 10,3 juta pasien per tahun 2017 dan meningkat pada tahun 2019 dengan 19,5 juta pasien. Menurut data Profil Kesehatan Kepulauan Riau tahun 2019 capaian penderita diabetes mellitus yang dilayani sesuai standar di Universitas Batam Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 284 orang penderita diabetes mellitus dilayani sesuai standar dari target 055 orang penderita DM di Provinsi Kepulauan Riau. Kemudian meningkat pada tahun 2021 yaitu menjadi 029 orang yang menderita DM di provinsi Kepulaun Riau. Dengan Kota Batam sebagai peringkat pertama diabetes mellitus tertinggi dua periode berturut-turut di Provinsi Kepulauan Riau yakni 16,386 penderita pada tahun 2019, 338 penderita pada tahun 2021 (Profil Kesehatan Kepulauan Ria. Penyakit disebabkan oleh penimbunan gula dalam darah sehingga tidak dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh, kecacatan ini disebabkan oleh rusaknya hormon insulin, atau bisa juga disebabkan karena kekurangan hormon insulin dalam tubuh. Kadar gula darah adalah jumlah glukosa yang terdapat dalam darah. Glukosa adalah gula yang berasal dari makanan yang kita makan, dan juga dibentuk dan disimpan di dalam tubuh. Ini adalah sumber energi utama bagi sel-sel tubuh kita, dan dibawa ke setiap sel melalui (World Health Organizatio. Diabetes mellitus adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, menyebabkan 1,5 juta kematian pada tahun 2019. Diabetes mellitus setidaknya melipat gandakan peluang seseorang untuk meninggal sebelum waktunya dan banyak tempat di dunia yang kekurangan pilihan pengobatan yang tepat. Jumlah kematian tertinggi akibat diabetes mellitus berasal dari Pasifik Barat, di mana lebih dari 717. orang meninggal karena penyakit tersebut pada tahun 2021 (IDF). Kriteria berdasarkan kadar glukosa darah, yaitu GDP . ula darah puas. sekitar 126mg/dL dan GD2PP . ula darah 2 jam post prandia. sekitar 200mg/dL dan spektrum kadar GDP (Gula Darah Puas. Page 119 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 100-125mg/dL dan GD2PP . ula darah 2 jam post prandia. 140-199 mg/dL makrovaskuler seperti pada diabetes telah didapatkan dalam tingkat tertentu (American Diabetes Assosiacion,2. Menurut CDC (Centers for Disease control and Preventio. upaya agar kadar gula darah terkontrol bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan sehat, buah dan sayuran, menjaga berat badan ideal, dan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Sedangkan di Indonesia terdapat program dari pemerintah yang disebut dengan PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kroni. dengan penyandang penyakit kronis mencapai kualitas hidup yang optimal. PROLANIS memfokuskan pada penderita penyakit DM Tipe 2 dan Hipertensi sesuai panduan klinis terkait sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi penyakit (Buku Panduan Praktis PROLANIS PROLANIS (Program Pengelolaan penyakit kroni. merupakan sebuah sistem layanan dan pendekatan kesehatan proaktif yang diterapkan secara bersamasama melalui partisipasi peserta dan BPJS Kesehatan untuk mencapai kualitas hidup yang optimal melalui pembiayaan kesehatan yang efisien dan efektif. Melalui PROLANIS, memungkinkan pasien untuk mendaftarkan diri pada puskesmas dan dokter layanan primer. Macam- macam aktivitas yang dilakukan dalam program PROLANIS adalah senam sehat, penyuluhan kesehatan, konsultasi medis, dan pemantauan status kesehatan dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium. Penelitian ini hanya membatasi satu variabel saja yaitu senam sehat, yang mana termasuk salah satu aktivitas fisik yang dapat mengontrol kadar gula dalam darah. Serta beberapa jurnal membuktikan bahwa senam sehat pada PROLANIS efektif menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes Universitas Batam mellitus tipe 2 dari pada variabel lainnya. Senam PROLANIS menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Ketika melakukan senam, tubuh menggunakan gula dalam darah yang ditransfer ke otot untuk diubah menjadi energi. Keadaan tersebut mengakibatkan kekosongan gula darah dalam otot sehingga otot menarik gula dalam darah. Maka kadar gula dalam darah akan menurun. Menurut penelitian yang dilakukan Khairatul Ulfa DKK . dengan judul AuEfektivitas Senam Prolanis Terhadap Penurunan Tekanan Darah Dan Kadar Gula Darah Di PuskesmasAy dengan responden sebanyak 80 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukannya senam pada penderita DM, terdapat penurunan gula darah pada pasien DM dengan hasil analisa statisktik p value 0,000. Penelitian lainnya yang dilakukan Prima Hari Nastiti DKK . dengan judul AuHubungan Senam Prolanis Terhadap Kadar Gula Darah Puasa dan KGD2PP Pada Pasien DM Tipe 2Ay dengan responden sebanyak 52 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara senam diabetes dengan kadar gula darah puasa dan 2 jam post prandial pada pasien DM tipe 2, hasil analisis Wilcoxon menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan yaitu p=0,000 . <0,. Berdasarkan latar belakang yang disebutkan diatas, penulis tertarik mengadakan penilitian dengan judul AuHubungan Senam Prolanis Terhadap Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Sei Lekop Tahun 2023Ay. Penelitian ini akan dilakukan di Puskesmas Sei Lekop, dimana Puskesmas Sei lekop terurut nomor dua pasien terbanyak dengan riwayat diabetes mellitus dan juga PROLANIS mereka sudah berjalan kembali sejak bulan juni lalu setelah sempat terhenti dikarenakan pandemi Sedangkan di Puskesmas Sei Page 120 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 langkai yang dimana terurut pasien terbanyak dengan riwayat diabetes mellitus, menyatakan bahwa PROLANIS di Kota Batam belum terlaksana secara kendala, termasuk Puskesmas Sei Kemudian pegawai Puskesmas Sei Langkai merekomendasikan untuk melakukan penelitian di Puskesmas Sei Lekop. METODE PENELITIAN Penelitian ini observasional yang bersifat analitik dengan desain cohort. Pengambilan didapatkan dari rekam medik pasien diabetes mellitus yang terdaftar sebagai pasien BPJS dan mengikuti senam PROLANIS. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes mellitus tipe 2 yang terdaftar sebagai pasien BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosia. di Puskesmas Sei Lekop yang berjumlah 77 Sampel penelitian akan dipilih dengan metode probability sampling dengan rumus slovin dipatkan sampel pada penelitian ini sebanyak 43 Metode digunakan berupa analisis univariat dan analisis bivariat dengan standard error of estimate yang digunakan sebesar 5% atau 0,05. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Tabel 1 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kadar GulaDarah Sewaktu Sebelum Mengikuti Senam Kadar Gula Darah Sewaktu Sebelum Senam Frekuensi Persentase . (%) Rendah Sedang Tinggi Total Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui dari 43 responden, terdapat 6 responden . ,0%) dengan Kadar Gula Darah Universitas Batam Sewaktu rendah, terdapat 24 responden . ,8%) dengan Kadar Gula Darah Sewaktu sedang, dan terdapat 13 responden . ,2%) dengan Kadar Gula Darah Sewaktu tinggi. Tabel 2 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kadar Gula Sewaktu Setelah Mengikuti Senam Kadar Gula Darah Sewaktu Sebelum Senam Frekuensi Persentase . (%) Rendah Sedang Tinggi Total Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui dari 43 responden, terdapat 24 responden . ,8%) dengan Kadar Gula Darah Sewaktu rendah, terdapat 17 responden . ,5%) dengan Kadar Gula Darah Sewaktu sedang, dan terdapat 2 responden . ,7%) dengan Kadar Gula Darah Sewaktu tinggi. Analisis Bivariat Tabel 3 Analisis Hubungan Senam PROLANIS dengan Kadar Gula DarahSewaktu Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Median Kadar Gula Darah Acak Pre Post KGDA (Minimum-Maksimu. Berdasarkan data hasil pada Tabel 3 diatas, dari hasil median sebelum dilakukan senam PROLANIS 256 menurun menjadi 195 sesudah melakukan senam PROLANIS. Dan dari hasil uji wilcoxon diperoleh p value = 0,001. Angka ini menunjukkan bahwa hasil uji wilcoxon lebih kecil dari nilai signifikasi . = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, sehingga Page 121 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 terdapat hubungan senam PROLANIS terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas SeiLekop. Pembahasan Distribusi Frekuensi Kadar Gula Darah Sewaktu Sebelum Mengikuti Senam Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4. 3 tentang Distribusi frekuensi berdasarkan kadar gula darah sewaktu sebelum mengikuti senam menunjukkan bahwa dari 43 responden didapatkan sebanyak 6 responden . ,0%) dengan kadar gula darah sewaktu rendah (<200 mg/d. , sebanyak 24 responden . ,8%) dengan kadar gula darah sedang . - 300 mg/d. , sebanyak 13 responden . ,2%) dengan kadar gula darah tinggi (>. Maka dapat disimpulkan bahwa lebih dari separuh responden mempunyai kadar gula darah sewaktu dalam kategori sedang . -300 m. dan tinggi (>300 mg/d. ini disebabkan responden belum PROLANIS, dimana glukosa masih belum digunakan sebagai energi. Keadaan bahwa masalah utama pada diabetes mellitus tipe 2 adalah kurangnya respon terhadap insulin . esistensi insuli. sehingga glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel. Pada hasil penelitian dapat dilihat bahwa responden sebelum melakukan senam mempunyai kadar glukosa sedang dan tinggi, yang dimana responden dengan kadar gula darah sewaktu sedang sebanyak 24 responden sedangkan responden dengan kadar gula darah sewaktu tinggi sebanyak 13 responden. Hal ini menunjukkan bahwa tingginya kadar gula darah dalam tubuh disebabkan banyak faktor salah Universitas Batam Kondisi menunjukkan bahwa meningkatnya bertambahnya usia dikaitkan dengan terjadinya penurunan fungsi fisiologis Fungsi sel beta pada organ pancreas akan menurun seiring dengan penambahan/peningkatan usia (Holt & Kumar, 2. Pada usia 40 tahun umumnya manusia mengalami penurunan fisiologis lebih cepat. lebih sering muncul pada usia setelah 40 tahun, terutama pada usia diatas 45 tahun yang disertai dengan overweight dan obesitas (Yuliasih & wirawanni, 2. Berdasarkan tabel 1 di dapatkan mempunyai jenis kelamin perempuan sebanyak 24 responden. Namun baik laki-laki maupun perempuan memiliki risiko yang sama besar mengalami diabetes mellitus tipe 2. Karena hal ini disebabkan oleh kurangnya pemakaian energi sehingga dapat menyebabkan kelebihan energi dalam bentuk lemak, yang jika dalam jangka Panjang dibiarkan akan menimbulkan kelebihan berat badan . Menurut Kariadi . dalam Fathmi . , obesitas dapat membuat sel tidak sensitif terhadap insulin . esisten insuli. Semakin banyak jaringan lemak pada tubuh, maka tubuh akan semakin resisten terhadap kerja insulin, terutama bila lemak tubuh terkumpul didaerah sentral atau perut . entral obesit. Diabetes mellitus merupakan penyakit sistematis, kronis, dan multifactorial yang dicirikan dengan hiperglikemia dan hiperlipidemia. Gejala yang timbul adalah akibat kurangnya sekresi insulin atau ada insulin yang cukup, tetapi tidak efektif (Bararedo. Berdasarkan hasil peneltian yang dilakukan oleh Farida. tentang hubungan diabetes mellitus Page 122 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 dengan obesitas diperoleh hasil obesitas berisiko terjadi diabetes mellitus 2,26 kali lebi tinggi dibandingkan dengan yang non obesitas sehingga angka kejadian diabetes mellitus lebih meningkat dengan adanya obesitas. Distribusi Frekuensi Kadar Gula Darah Sewaktu Setelah Mengikuti Senam Berdasarkan tabel 2 berkaitan Distribusi berdasarkan kadar gula darah sewaktu responden didapatkan sebanyak 24 responden . ,8%) dengan kadar gula darah sewaktu rendah (<200 mg/d. , sebanyak 17 responden . ,5%) dengan kadar gula darah sedang . -300 mg/d. , responden . ,7%) dengan kadar gula darah tinggi (>300 mg/d. Penurunan glukosa disebabkan banyak factor nutrisi,aktifitas dan pola makan. Peneliti berpendapat bahwa Latihan jasmani seperti senam selain menjaga kebugaran juga dapat memperbaiki sensitivitas insulin, sehingga akan memperbaiki kendali glukosa dalam darah. Latihan jasmani yang dianjurkan berupa latihan jasmani yang bersifat aerobic seperti jalan kaki, bersepeda santai, jogging, dan berenang. Latihan jasmani sebaiknya disesuaikan dengan usia dan status kesegaran jasmani. Hindarkan kebiasaan hidup yang kurang gerak ataubermalas-malasan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perubahan kadar gula darah sewaktu setelah melakukan senam, hal ini dsebabkan karena adanya penggunaan energi yang dibakar oleh sel yang menggunakan glukosa darah dengan menggunakan Universitas Batam katalisator insulin. Seseorang yang melakukan aktifitas olah raga akan memberikan efek katalis pada insulin sehingga glukosa darah dalam tubuh mudah dibakar oleh sel. Berbeda mengalami resistensi insulin glukosa yang tinggi dalam tubuh akan disimpan dalam bentuk lemak dan akan di keluarkan dalam bentuk urin dalam tubuh (Devitya, 2. Menurut sumber Depkes . Latihan fisik pada penderita DM dapat menyebabkan peningkatan pemakaian glukosa darah oleh otot yang aktif sehingga latihan fisik secara langsung dapat menyebabkan penurunan kadar lemak tubuh, mengontrol kadar glukosa darah, memperbaiki sensitivitas insulin, dan Hal menunjukkan bahwa antusias dalam melakukan senam atau aktifitas mampu mengubah pola hidup dan kadar glukosa responden. Distribusi Frekuensi Hubungan Senam PROLANIS Kadar Gula Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Sei Lekop Data hasil penelitian pada tabel 3 menunjukkan bahwa dari 43 responden diabetes mellitus tipe 2 mengalami penurunan kadar gula darah sewaktu sesudah senam sebanyak 30 responden. Dari hasil uji analisis dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test di dapatkan nilai p<0,05 yaitu p=0,001 yang berarti bahwa ada Hubungan senam PROLANIS terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Sei Lekop Kota Batam. Page 123 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 Menurut hasil penelitian bahwa adanya hubungan kadar gula darah sewaktu dengan aktifitas olah raga sangat erat kaitannya dengan sistem pembakaran glukosa darah dalam sel beta melalui kerja insulin. Hal ini disebabkan oleh aktifitas olah raga yang ringan ataupun berat. Kurangnya menyebabkan tidak seimbangnya kebutuhan energi yang diperlukan dengan yang dikeluarkan. Makin tinggi jumlah kelebihan energi, makin besar jumlah lemak yang akan Menurut Yoga aktifitas fisik olah raga memiliki pengaruh yang paling besar dalam sebesar 40%. Aktifitas fisik atau pengelolaan DM dalam kehidupan sehari-hari yang terbukti dapat menjaga tekanan darah tetap normal, insulin didalam tubuh, dan juga (American Diabetes Association, 2. Olahraga merupakan istilah umum untuk segala pergerakan tubuh karena aktifitas otot yang akan meningkatkan penggunaan energi. Olahraga juga dapat mengontrol gula Glukosa akan diubah menjadi energi pada saat berolahraga. Olahraga sehingga kadar guladalam darah akan berkurang. Pada orang yang jarang berolahraga, zat makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak dibakar tetapi ditimbun dalam tubuh sebagai lemak dan gula. Jika insulin tidak mencukupi untuk mengubah Universitas Batam glukosa menjadi energi maka akan (KEMENKES, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah diteliti dengan jumlah sampel 43 responden tentang Hubungan Senam Prolanis Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Sei Lekop Tahun 2023 dapat disimpulkan sebagai berikut : Diketahui lebih banyak responden yang berjenis responden . ,8%). Diketahui lebih banyak responden yang berusia >60 tahun . ,6%). Diketahui lebih banyak responden yang mengalami penurunan kadar gula darah sewaktu setelah mengikuti senam . ,8%). Diketahui dari penelitian ini bahwa hasil uji wilcoxon lebih kecil dari nilai signifikasi . = 0,05 yaitu diperoleh nilai P value sebesar = 0,001 yang disimpulkan terdapat hubungan senam PROLANIS terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Sei Lekop. SARAN Hasil penelitian diharapkan dari meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga gaya hidup sehat dan menghindari stres sehingga dapat mellitus dengan menjaga berat badan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan melakukan aktivitas fisik secara teratur sejak dini. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada dr. Indah selaku Ketua Pelaksana PROLANIS di Puskesmas Sei Lekop Kota Batam yang telah memberikan izin penulis untuk melakukan penelitian ini. Page 124 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 DAFTAR PUSTAKA