Efektivitas Pengelolaan a. Marelsa GA. Ratna N. Ninies E Efektivitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Terhadap Pelaksanaan Kantin Sehat di SD Negeri 4 Made Lamongan Marelsa Giswara Arbiyanti. Program Studi Pendidikan Ekonomi. Universitas PGRI Adi Buana Kampus Lamongan e-mail: marelsaarbiyanti@gmail. Ratna Nurdiana. Program Studi Pendidikan Ekonomi. Universitas PGRI Adi Buana Kampus Lamongan e-mail: ratnanurdiana128@unipasby. Ninies Eryadini. Program Studi Pendidikan Ekonomi. Universitas PGRI Adi Buana Kampus Lamongan e-mail: niniesery@ unipasby. Abstract School Operational Assistance (BOS) is a program used to provide funding for non-personal operating costs for public and private education units. SD Negeri 4 Made began to make improvements, especially in terms of facilities and infrastructure to realize a healthy canteen at school. This study adopts a qualitative research type with the research objective of knowing the effectiveness of the management of BOS funds from the government to support the development of facilities and infrastructure that leads to planning and budgeting, implementation and administration, to reporting and accountability of BOS funds at SD Negeri 4 Made Lamongan. This research can be categorized as descriptive research, because it aims to describe the specific characteristics of a phenomenon and tries to describe and interpret what exists. The data collection methods used were observation, in-depth interviews and documentation. The results of the study showed that the use of BOS Funds at SD Negeri 4 Made Lamongan was effective because the BOS Funds received had been used to achieve educational goals at the school and were used for the development of school facilities and infrastructure, especially in the implementation of a healthy canteen. This was reinforced by the results of the observation that the Sd Negeri Made 4 Lamongan Canteen experienced significant development of facilities and infrastructure and reached the standard of a healthy canteen. Keywords: Healthy Canteen. School Operational Assistance Fund (BOS). PENDAHULUAN Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, pendidikan merupakan suatu upaya yang secara sadar dan tersusun dengan sistematis untuk terwujudnya suasana belajar serta proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk mencapai kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Tarigan dkk. Pendidikan dapat menjadi perantara untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membentuk karakter dan peradaban bangsa dalam rangka mewujudkan tujuan Negara Republik Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu usaha yang dilakukan pemerintah Negara Republik Indonesia untuk mewujudkan kecerdasan bangsa adalah dengan mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dengan perpanjangan program AuWajib Belajar 9 TahunAy menjadi AuWajib Belajar 12 TahunAy. Untuk mendukung dan melancarkan program tersebut Kementrian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi membuat program Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan program yang membiayai biaya non personalia satuan pendidikan. Tujuan umum pemberian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah . Pendanaan biaya Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Efektivitas Pengelolaan a. Marelsa GA. Ratna N. Ninies E operasional dan non-pegawai sekolah. Meringankan biaya operasional sekolah bagi siswa di sekolah komunitas. Untuk meningkatkan mutu pembelajaran sekolah. (Maziyah dkk. , 2. Dalam teknis penyaluran, penggunaan dan pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) wajib berpegang pada Buku Petunjuk Teknis Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi dan Kementrian Agama sebagai penanggungjawab dalam terlaksananya program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Untuk mengukur efektivitas pengelolaan dana BOS dapat ditinjau dari kesesuaian antara pelaksanaan dengan tujuan penggunaan, kesesuaian dana BOS yang diterima dengan jumlah peserta didik di sekolah beserta keseimbangan antara tujuan program yang ditetapkan dengan ketercapaian tujuan program. Pada dasarnya untuk dapat menunjang efektivitas, maka program Dana BOS dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Melalui pra-observasi pada Sekolah Dasar Negeri 4 Made Kabupaten Lamongan, beberapa hal yang dapat ditemukan bahwasanya setiap semester lembaga pendidikan tersebut mendapatkan dana BOS dari pemerintah sehingga dapat melakukan pemeliharaan dan perbaikan sarana prasarana di lembaga pendidikan tersebut. Salah satu sarana dan prasarana yang dapat berkembang dikarenakan adanya penyaluran dana BOS di SD Negeri 4 Made Kabupaten Lamongan adalah Kantin Sehat. Sebagai salah satu sekolah dasar negeri unggulan di Kabupaten Lamongan. SD Negeri 4 Made masih berusaha untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada orang tua yang telah mempercayakan putra dan putrinya kepada sekolah salah satunya dengan cara adanya kantin sekolah yang sehat dan meperharikan peningkatan gizi peserta didiknya. Makanan yang sehat dan aman bagi tumbuh kembang siswa dipengaruhi oleh keberadaan kantin sehat di sekolah, penerapan sistem kebersihan yang baik, hal ini berkaitan dengan bagaimana kebersihan dan kualitas jajanan yang ada di kantin tetap terjaga. Sekolah mempunyai peran dalam memastikan keamanan pangan di kantin sekolah. Oleh karena itu, sekolah memperhatikan pengelolaan penyajian tersebut, agar anak sekolah memperoleh makanan yang aman, bermutu, dan bergizi. (Limin dkk. , 2. Dalam mewujudkan kantin yang sehat terdapat empat komponen yang perlu diperhatikan yang pertama adalah komitmen dan manajemen sekolah, yang kedua adalah sumber daya manusia selanjutnya adalah sarana dan prasarana dan yang terakhir adalah mutu pangan (Direktorat Sekolah Dasar, 2. SD Negeri 4 Made mulai melakukan pembenahan khususnya dari segi sarana dan prasarana agar terwujudnya kantin yang sehat di sekolah mulai dari pembangunan konstruksi kantin, pengadaan tempat cuci tangan yang sesuai dengan rasio jumlah peserta didik, serta pembelian peralatan makan yang sesuai dengan standar kesehatan. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas pengelolaan Dana BOS di SD Negeri 4 Made Lamongan dalam menunjang pembangunan sarana dan prasarana yang mengarah pada perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan hingga pelaporan dan pertanggungjawaban dapat mewujudkan tercapainya kantin yang sehat bagi warga sekolah. KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Pengelolaan Dana BOS Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah program pemerintah yang bertujuan untuk mendukung biaya operasional non-personalia di sekolah. Pengelolaan dana BOS yang efektif sangat penting untuk memastikan bahwa dana tersebut digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, termasuk untuk mendukung program-program kesehatan di sekolah (Hidayat et. Kantin Sehat di Sekolah Kantin sehat adalah salah satu inisiatif yang bertujuan untuk menyediakan makanan dan minuman yang bergizi bagi siswa. Program ini penting untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan siswa, serta untuk mendorong kebiasaan makan yang sehat sejak dini (Taopik Efektivitas Pengelolaan Dana BOS Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Efektivitas Pengelolaan a. Marelsa GA. Ratna N. Ninies E Penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pengelolaan dana BOS dapat dilihat dari beberapa indikator, seperti kepatuhan terhadap petunjuk teknis, transparansi dalam penggunaan dana, dan partisipasi dari berbagai pihak terkait, termasuk komite sekolah dan guru (Artana et. Efektivitas ini juga dapat diukur dari dampak nyata yang dirasakan oleh siswa dan lingkungan sekolah, seperti peningkatan kualitas sarana dan prasarana, termasuk kantin sehat (Bhawa et. Studi Kasus Implementasi Kantin Sehat Beberapa studi kasus menunjukkan bahwa sekolah yang mengelola dana BOS dengan baik mampu mengimplementasikan program kantin sehat dengan lebih efektif. Misalnya, di SDN 44 Mande Kota Bima, pengelolaan dana BOS yang sesuai dengan petunjuk teknis telah membantu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, termasuk kantin sehat (Putra, 2. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan dana BOS yang baik dapat mendukung pelaksanaan program-program kesehatan di sekolah. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif didasarkan pada filsafat postpositivisme yang digunakan untuk mempelajari keadaan obyek yang alami, dimana peneliti bertindak sebagai instrumen utama dimana penelitian kualitatif lebih berfokus pada makna daripada gambaran besarnya. Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian deskriptif, karena memiliki tujuan untuk menggambarkan ciri-ciri khusus dari suatu kejadian dan berusaha serta menafsirkan apa yang ada. Untuk mendiskripsikan peristiwa tersebut, peneliti memerlukan informasi secara mendetail dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi untuk dapat mengetahui efektivitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah dalam terlaksananya kantin yang sehat di SD Negeri 4 Made Lamongan. Data dijabarkan sebagai fakta, informasi, serta keterangan. Keterangan merupakan komponen dasar yang dibutuhkan dalam penelitian sebagai bahan utama dalam pemecahan masalah atau sebuah komponen untuk menunjukan suatu gejala (Prastowo Andi, 2. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kualitatif yang dapat diperoleh dari pengumpulan data yaitu . Metode wawancara . sebagai salah satu metode pengumpulan data dengan asumsi bahwa analis mengarahkan laporan utama untuk mengamati masalah yang diselidiki, namun juga dalam hal tersebut apabila spesialis mengetahui sesuatu dari responden lebih dalam. Penelitian ini menggunakan strategi pertemuan tidak terstruktur, yaitu merupakan pertemuan informal dimana peneliti tidak menggunakan aturan wawancara yang direncanakan dan dipersiapkan secara matang. Observasi merupakan kegiatan pengamatan yang dilakukan secara langsung untuk memperjelas keadaan. Sedangkan pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik observasi partisipan dalam penelitian ini melibatkan peneliti di lapangan. Metode observasi ini memberikan informasi efektivitas pengelolaan dana BOS dalam Pelaksanaan Kantin Sehat di SD Negeri 4 Made Lamongan. Metode dokumentasi merupakan metode dengan cara mencari informasi tentang fenomena dapat berupa catatan, buku, surat kabar, majalah dan sebagainya. Metode ini menghasilkan informasi dokumentatif seperti sejarah berdirinya lembaga SD Negeri 4 Made Lamongan serta perkembangannya, visi serta misi kemudian tujuan, keadaan guru, peserta didik dan yang terakhir adalah sarana dan prasarana. Dengan metode dokumentasi ini penulis memperoleh data yang berupa, anggaran dana BOS SD Negeri 4 Made Lamongan tahun anggaran 2023, rincian realisasi dana BOS di SD Negeri 4 Made Lamongan tahun anggaran 2023. Keadaan sarana dan prasarana kantin sehat, serta semua hal yang berkaitan dengan penelitian ini. Pada penelitian kali ini penulis menggunakan dua sumber data, yaitu . sumber data primer berasal dari hasil kegiatan wawancara untuk mencari informasi dari sebuah fenomena yang terjadi secara mendasar dengan subjek penelitian utama yaitu. Kepala Sekolah. Bendahara BOS serta subjek penelitian pendukung yaitu, pengelola kantin di SD Negeri 4 Made Lamongan. sumber data sekunder yang berfungsi sebagai dokumen penunjang yaitu berupa angket, dokumen, buku artikel, jurnal, dan literatur yang relevan terkait dengan pembahasan penelitian Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Efektivitas Pengelolaan a. Marelsa GA. Ratna N. Ninies E Analisis Data ialah kegiatan mengatur rangkaian data, menyusunnya kedalam sebuah pola, dan satuan uraian dasar. Taylor mengartikan analisis data adalah proses yang menjabarkan upaya secara formal agar dapat menemukan tema dan merumuskan hipotesis seperti yang dianjurkan (Aklima, 2. Langkah-langkah analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis data model interaktif yang dikemukakan oleh Miles and Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan kebenaran data yang menggunakan sesuatu yang lain di luar data untuk kebutuhan pemeriksaan atau penyelaras terhadap data yang diperoleh. Dengan begitu terdapat triangulasi sumber kemudian triangulasi teknik pengumpulan data, serta waktu. Pengecekan integritas suatu data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara memeriksa kembali data yang telah dikumpulkan. Teknik yang digunakan peneliti dalam memeriksa data agar dapat diuji keakuratannya dan hasilnya bisa dipertanggung jawabkan, peneliti menggunakan dua teknik yaitu menggunakan teknik triangulasi sumber dan dengan meminta kesepakatan dari seorang informan. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap perencanaan dana BOS di SD Negeri 4 Made Lamongan, telah mengikuti dan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi No. 63 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan. Perencanaan diawali dengan membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang disusun untuk 1 . tahun anggaran dalam bentuk dokumen RKAS. Penyusunan dokumen RKAS dibuat berdasarkan hasil evaluasi diri pada profil satuan pendidikan dan kebutuhan satuan pendidikan itu sendiri. Penyusunan dokumen RKAS melibatkan semua warga satuan pendidikan seperti kepala sekolah, guru dan komite sekolah melalui rapat resmi untuk penyusunan dokumen RKAS. Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) pada tahun 2023 sebesar Rp. 000 yang terbagi menjadi dua tahap. Tahap I . sebesar Rp. 000 dan tahap II . sebesar Rp. Tim penyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) di SD Negeri 4 Made Lamongan mengusulkan beberapa program yang penting dan membutuhkan dana yang cukup besar yaitu pengembangan sarana dan prasarana sekolah serta pengembangan standar proses. Tabel 1. Realisasi Penggunaan Dana BOS di SD Negeri 4 Made Lamongan Tahun Anggaran 2023 Keterangan Rencana (R. Realisasi (R. Jumlah (R. Saldo Tahun Lalu Penerimaan Dana BOS Jumlah Dana BOS Pengembangan Standar Isi Pengembangan Standar Proses Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pengembangan Sarana dan Prasarana Sekolah Pengembangan Standar Pengelolaan Pengembangan Standar Pembiayaan Pengembangan dan Implementasi Sistem Penilaian Jumlah Sisa Sumber : Dokumen SD Negeri 4 Made Lamongan Tahun 2023 Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Efektivitas Pengelolaan a. Marelsa GA. Ratna N. Ninies E Pelaksanaan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan tahap merealisasikan anggaran dana yang telah direncanakan di awal pada Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Dalam upaya mengetahui pelaksanaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri 4 Made Lamongan maka dilakukan wawancara yang telah ditentukan sebelumnya. Tim penyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) di SD Negeri 4 Made Lamongan melakukan penganggaran pengembangan sarana dan prasarana sekolah sebesar Rp. 400 yang sudah terealisasikan 100% pada tahun anggaran 2023. Dari hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan peneliti dapat dilihat bahwa kantin di SD Negeri 4 Made Lamongan mengalami perkembangan yang sangat bagus dari segi sarana dan prasarananya dengan bantuan Dana BOS yang diberikan pemerintah agar kantin SD Negeri 4 Made Lamongan dapat mencapai standar kantin sehat. Hal ini didukung dengan hasil penyebaran angket yang dilakukan peneliti tentang tingkat kepuasan kenyamanan peserta didik saat membeli makanan di kantin SD Negeri 4 Made Lamongan sebesar 93%. Lingkungan dan suasana kantin sangat nyaman karena sejuk dan tidak gerah. Meja dan kursi tertata rapi dan nyaman digunakan serta bersih dari kotoran dan debu. Pengelola kantin sangat ramah dan membantu peserta didik. Disamping itu pengelola kantin juga sangat peduli untuk mengajarkan peserta didik untuk turut menjaga kebersihan kantin sekolah. Fasilitas sanitasi di kantin SD Negeri 4 Made Lamongan cukup baik. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan peneliti sirkulasi pembuangan sampah dan limbah basah di kantin SD Negeri 4 Made Lamongan dikelola dengan baik karena sudah memisahkan sampah basah dan kering. Sampah yang tidak tercampur membuat proses pembuangannya lebih mudah, disamping hal tersebut mengajarkan kepada peserta didik untuk dapat memahami berbagai macam jenis sampah sekaligus melatih dan membiasakan peserta didik agar dapat memilah sampah sesuai dengan jenisnya. Dari hasil wawancara juga diperoleh bahwa sanitasi tempat cuci tangan masih kurang memadai jumlahnya di area kantin. Hal ini dikarenakan jumlah tempat cuci tangan masih belum sesuai dengan jumlah pengguna kantin. Temuan ini menjadi catatan bagi pengelola untuk meningkatkan pelayanannya dengan menambah tempat cuci tangan yang lebih memadai. Berdasarkan hasil penyebaran angket yang dilakukan peneliti tentang tingkat kepuasan adanya air bersih yang mengalir diperoleh hasil 87%. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna kantin terutama peserta didik merasa puas dengan adanya fasilitas air bersih dan pelayanan kantin yang sesuai standar kesehatan dan kebersihan. Sebagai penyandang gelar Sekolah Adiwiyata Nasional pada tahun 2021 SD Negeri 4 Made selalu melakukan pembenahan khususnya mengurangi penggunaan plastik untuk mengelola kantin sekolah. Dengan anggaran Dana BOS sekolah dapat mengganti peralatan makan peserta didik dari wadah plastik menjadi piring dan sendok nonplastik secara bertahap walaupun belum memenuhi jumlah sesuai dengan rasio peserta didik. Berdasarkan sebaran angket yang dilakukan oleh peneliti tentang tingkat kebersihan peralatan makan oleh peserta didik memiliki hasil sebesar 97%. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna kantin menilai kantin sekolah telah memenuhi standar kebersihan dan kesehatan. Pengguna kantin menilai peralatan makan yang digunakan di kantin sangat terjaga kebersihannya, tidak berbau dan menggunakan peralatan yang ramah lingkungan. Dari hasil wawancara dan observasi penulis dapat diketahui bahwa kantin sehat di SD Negeri 4 Made Lamongan terus melakukan pembenahan agar dapat memenuhi standar kantin yang sehat dan ramah di satuan pendidikan tingkat dasar. Berdasarkan sebaran angket yang telah dilakukan oleh peneliti untuk melihat efektivitas pengelolaan Dana BOS terhadap pelaksanaan kantin sehat di SD Negeri 4 Made Lamongan dilihat dari lokasi dan bangunan, fasilitas sanitasi dan peralatan makan mendapat tingkat kepuasan yang bagus yaitu sebesar 92%. Disamping hal tersebut, nilai lebih yang dapat diambil sebagai pelajaran dari pengelolaan kantin sehat di SD Negeri Made 4 Lamongan adalah, bahwa kantin bukan hanya memenuhi kebutuhan makanan sehat peserta didik saja, lebih dari itu, kantin sekolah juga merupakan tempat yang nyaman dan aman bagi peserta didik sekaligus tempat pembelajaran peserta didik untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan sekaligus melatih dan membiasakan peserta didik untuk Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Efektivitas Pengelolaan a. Marelsa GA. Ratna N. Ninies E hidup bersih, seperti memilah dan membuang sampah pada tempatnya masing-masing, dan menggunakan peralatan makan yang ramah lingkungan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri 4 Made Lamongan sudah efektif karena dana BOS yang diterima telah digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah serta digunakan untuk pengembangan serta perbaikan sarana dan prasarana sekolah khususnya dalam pelaksanaan kantin sehat, hal ini sudah sesuai dengan prinsip efektivitas menurut Peraturan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2022 Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan. Perencanaan Dana BOS di SD Negeri 4 Made Lamongan mengacu pada hasil evaluasi diri sekolah, kemudian membentuk tim pengelola dana BOS dan berdasarkan prinsip efektivitas dalam pelaksanaan dan penggunaan Dana BOS. Pelaksanaan dan penggunaan Dana BOS di SD Negeri 4 Made Lamongan pada tahun anggaran 2023 telah dilaksanakan dengan baik dan semaksimal mungkin karena terdapat perkembangan yang signifikan terhadap sarana dan prasarana kantin sehat di SD Negeri 4 Made Lamongan dengan berdasarkan hasil penyebaran angket kepuasan siswa terhadap sarana dan prasarana kantin sehat sebesar 92%. Pengelolaan dan pelayanan kantin sehat tidak hanya menyasar pada pemenuhan makanan sehat saja akan tetapi lebih dari itu memberikan perasaan yang nyaman dan aman bagi peserta didik sekaligus tempat dan sumber belajar serta membiasakan peserta didik untuk hidup bersih dan lebih mencintai Berdasarkan kesimpulan yang telah dijabarkan pada uraian di atas, saran untuk tim pengelola Dana BOS untuk lebih menjalin komunikasi yang baik dengan koordinator sarana dan prasarana sekolah serta pengelola kantin agar proses pengembangan dan perbaikan sarana dan prasarana sekolah khususnya kantin sehat dapat berjalan efektif dan kontinyu. Pihak sekolah juga perlu melihat dan mengenali lingkungan sekolahnya khususnya lingkungan kantin agar dapat melihat potensi-potensi yang bisa dikembangkan lagi oleh lembaga pendidikan itu Komite sekolah hendaknya melakukan pemantauan dengan cara melaksanakan pemeriksaann terhadap pembukuan dan kelengkapan bukti transaksi yang dibuat oleh pihak DAFTAR PUSTAKA