PERBEDAAN SALINITAS MEDIA TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN BENIH IKAN NILA GIFT (Oreochromis s. Silvia Rosdianasari. Syakirin. Komariyah (Fak. Perikanan Ae Univ. Pekalonga. Abstract This study aimed to determine the effect of the differences and optimal salinity levels on the efficiency of feed utilization in Oreochromis sp. Method used in this study is the experimental laboratory methods. Research carried out by completely randomized design with 4 treatments and 3 replications. The treatment includes a treatment with 0 ppt salinity. Treatment B: 5 ppt. Treatment C: 10 ppt. Treatment D: 15 ppt. Differences in the low salinity culture media failed to give a positive response to the efficiency of feed utilization of fish seed is cultivated. Decreasing salinity is used, it will affect the efficiency of feed utilization of tilapia seed. In the C treatment . ppt salinit. gives the maximum response to the efficiency of feed utilization Oreochromis sp. which, at 85. 95% followed by treatment D . 26%), treatment B . 68%) and treatment A . 49%). Treatment differences in salinity media on the efficiency of feed utilization Oreochromis produces a quadratic curve with equation Y = 45. 37 X - 0. 22 X2. Water quality of the media during the study the water temperature is 25 - 28oC, pH 7. 3, and DO from 4. 5 to 5. 6 ppm, so it is still within the range appropriate for the survival of Oreochromis sp. Keywords: salinity, the efficiency of feed utilization osmotik tubuhnya agar tetap berada pada keadaan PENDAHULUAN Ikan nila merupakan ikan yang memiliki Jadi daya tahan tubuh dan adaptasi yang baik. Salah satu adaptasi yang dapat dilakukan oleh ikan nila mempengaruhi tingkat konsumsi pakan. salinitas yang tinggi karena ikan nila tergolong ikan eurihaline dan memiliki potensi untuk menyesuaikan diri pada salinitas air laut (A 35 pp. (Watanabe,1. Salinitas mempengaruhi kadar oksigen terlarut dalam air. Secara langsung, salinitas media akan mempengaruhi tekanan osmotik cairan tubuh Apabila osmotik lingkungan . berbeda jauh dengan tekanan osmotik cairan tubuh . ondisi tidak idea. maka osmotik media akan menjadi beban bagi ikan sehingga dibutuhkan METODE PENELITIAN Metode penelitian ini adalah Experimental Laboratoris. Rancangan digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) meliputi 4 perlakuan 3 ulangan, dimana sebagai perlakuan adalah perbedaan salinitas yaitu sebagai berikut : Perlakuan A = 0 ppt Perlakuan B = 5 ppt Perlakuan C = 10 ppt Perlakuan D = 15 ppt energi yang relatif besar untuk mempertahankan Penelitian dilakukan dengan menempatkan HASIL DAN PEMBAHASAN benih ikan nila gift dengan ukuran 2-3 cm adalah Efisiensi Pemanfaatan Pakan sebanyak 1 ekor/L dan ke dalam akuarium Efisiensi pemanfaatan pakan benih ikan diisikan air dengan volume air 10L. Wadah yang nila gift (Oreochromis sp. ) sebagaimana tersaji digunakan dalam penelitian ini adalah akuarium pada Tabel 1 dibawah ini merupakan hasil dengan ukuran 40 x 25 x 25 cm yang berjumlah 12 perhitungan setiap minggu selama penelitian Indikator yang dipakai untuk menilai Berdasarkan tabel 1 terlihat bahwa pemanfaatan pakan uji oleh benih ikan nila gift rerata efisiensi adalah efisiensi pemanfaatan pakan yang dihitung diperoleh pada perlakuan C sebesar . ,95%), (D 74,26%), pemanfaatan pakan 58,68%), perlakuan (A 48,49%). Nilai rerata efisiensi pemanfaatan pakan benih ikan nila gift pada masing-masing perlakuan tersebut disajikan dalam Gambar 1. Keterangan : EP =efisiensi pemanfaatan pakan (%) Tabel 1. Efisiensi Pemanfaatan Pakan Benih Ikan Nila Gift (Oreochromis s. (%) Selama Penelitian Wt =biomassa ikan pada akhir penelitian . Ulangan Wd=biomassa ikan yang mati pada saat penelitian Jumlah Rerata Wo= biomassa ikan pada awal penelitian . = jumlah . pakan yang dikonsumsi selama penelitian . Hipotesis : HO : HI : Pengaruh salinitas yang berbeda diduga berpengaruh terhadap efisiensi pemanfaatan pakan ikan nila gift (Oreochromis s. Pengaruh salinitas yang berbeda diduga pemanfaatan pakan ikan nila gift (Oreochromis s. 49,32 45,36 50,80 145,48 48,49 Salinitas 56,75 85,03 58,36 82,96 60,92 89,86 176,03 257,85 58,68 85,95 Total 74,83 76,02 71,94 222,79 74,26 802,15 267,38 Hasil analisis uji polinomial ortogonal diperoleh persamaan Y= 45,69 5,37X-0,22X2 (R2= 0,. Hal berbentuk kuadratik dengan nilai x optimal salinitas 12,2 ppt dan Y maksimal pemanfaatan pakan 78,45 %. dibutuhkan lebih kecil dan secara otomatis akan EFESIENSI PEMANFAATAN PAKAN (%) KURVFA EFESIENSI PEMANFAATAN PAKAN BENIH IKAN NILA GIFT SELAMA PENELITIAN berpengaruh pada efisiensi pemanfaatan pakan. 90,00 80,00 Pada perlakuan C . alinitas media 10 pp. 70,00 60,00 50,00 memberikan respon paling maksimal terhadap 40,00 30,00 efisiensi ikan uji dibandingkan dengan perlakuan 20,00 10,00 0,00 Maksimalnya rerata efisiensi pakan pada SALINITAS M EDIA PENELITIAN . perlakuan C sebesar 85,95 %. diduga dengan Gambar 1. Kurva Respon Efisiensi Pemanfaatan Pakan salinitas 10 ppt tekanan osmotik pada cairan dalam tubuh ikan nila gift (Oreochromis s. hampir Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing perlakuan secara garis besar memberikan perbedaan yang sangat nyata terhadap (Oreochromis s. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan salinitas media berpengaruh terhadap (Oreochromis s. pada perlakuan C . alinitas media 10 pp. ternyata menghasilkan rerata nilai efisiensi pemanfaatan perlakuan lainnya, dengan nilai rerata efisiensi pakan sebesar 85,95 % dibandingkan dengan perlakuan D . alinitas media 15 pp. sebesar 74,26 %. B . alinitas media 5 pp. sebesar 58,68 % dan A . alinitas media 0 pp. sebesar 48,49. Hal ini karena dengan salinitas 10 ppt tekanan osmotik energi yang dibutuhkan lebih kecil dan secara otomatis akan berpengaruh pada tingkat efisiensi Namun salinitas media tidak memberikan pengaruh lebih baik terhadap efisiensi pemanfaatan pakan ikan uji, hal tersebut terlihat pada perlakuan D . alinitas media 15 pp. nilai rerata efisiensi pakannya Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa seimbang dengan media tempat hidupnya sehingga (Oreochromis s. hampir seimbang dengan media tempat hidupnya . sehingga energi yang sebesar 74,26 %, lebih rendah dari perlakuan C. Hal tersebut dimungkinkan karena pada perlakuan D . alinitas media 15 pp. tekanan osmotik lingkungan perairan lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan osmotik cairan tubuh ikan, akibatnya ikan cenderung banyak mengeluarkan energi untuk proses osmoregulasi. Rendahnya salinitas media budidaya juga kurang memberikan respon terhadap efisiensi ikan uji, hal tersebut terlihat pada rerata efisiensi pakan pada perlakuan B . alinitas media 5 pp. sebesar 58,68 % dan A . alinitas media 0 pp. sebesar 48,49 %. Hal tersebut dimungkinkan karena pada perlakuan B . alinitas media 5 pp. dan perlakuan A . alinitas media 0 pp. tekanan osmotik lingkungan perairan Nilai pH sangat penting dalam budidaya ikan nila gift, sebab pH air merupakan faktor osmotik cairan tubuh ikan, akibatnya ikan pembatas pada kehidupan ikan dan jasad renik cenderung banyak mengeluarkan energi untuk lainya (Cahyono, 2. pH air yang baik untuk proses osmoregulasi. kehidupan ikan adalah netral sampai sedikit alkali Kualitas Air 7 - 8. Hal tersebut sesuai dengan kondisi pH air Perubahan kualitas air yang diamati dalam penelitian ini meliputi suhu, pH. DO dan Salinitas. selama penelitian yaitu 7,3 yang sesuai untuk Hasil pengamatan kisaran perubahan kualitas air Nilai oksigen terlarut dalam air media pada media pemeliharaan selama penelitian tersaji penelitian berkisar antara 4,5 Ae 5,6 ppm masih pada Tabel 2. dalam kisaran yang layak, karena dalam media Tabel 2. Data Kualitas Air Media Pemeliharaan Selama Penelitian. penelitian diterapkan aerasi yang bertujuan untuk Parameter Suhu . H) Hasil Pengamatan 25AC - 28 oC 7,2 Ae 7,4 4,5 - 5,6 ppm 24 Ae 28 oC 4 -6 ppm Pustaka Oksigen sebanyak 4-6 ppm yang terlarut didalam air dianggap paling ideal untuk tumbuh dan Bila memungkinkan sehingga kandungan oksigen Sterlarut dalam air hanya 2 ppm maka air tersebut masih memungkinkan dijadikan sumber air kolam. keberhasilan usaha budidaya ikan adalah tetap Tentunya air dengan kandungan oksigen yang terjaganya mutu air media, karena air merupakan rendah ini perlu dilakukan penanganan agak lingkungan hidup ikan dan tumbuh air serta khusus, misalnya dibuat air terjun yang masuk ke organisme air lainya. Oleh karena itu sifat air dalam kolam sehingga terjadi difusi oksigen dari harus mendukung kehidupan ikan. udara bebas ke dalam air. Selain itu, permukaan air Suhu air selama penelitian berkisar antara dalam kolam yang agak luas diharapkan juga 25-28 C masih layak untuk kehidupan ikan nila mengakibatkan difusi oksigen, (Susanto, 2. (Oreochromis s. Menurut Huet . , suhu air SIMPULAN DAN SARAN yang optimal bagi kehidupan ikan adalah antara Berdasarkan hasil penelitian yang telah 20-28 AC, di bawah suhu 13AC kehidupan ikan nila dilakukan, dapat disimpulkan hal-hal sebagai cepat berkurang. Sedangkan suhu air di bawah 5AC, ikan nila akan berhenti makan. Salinitas berpengaruh sangat nyata terhadap efisiensi pemanfaatan pakan benih ikan nila gift (Oreochromis sp. Perlakuan memberikan efisiensi pemanfaatan pakan 85,95 pemanfaatan terendah perlakuan A salinitas media 0 ppt yaitu 48,40 % Respon efisiensi pemanfaatan pakan benih ikan nila gift (Oreochromis sp. ) menghasilkan kurva berbentuk kuadratik dengan persamaan Y = 45,69 5,37X - 0,22XA, nilai x optimum 12,2 ppt dan Y maksimal 78,45 %. Kualitas air media pemeliharaan selama penelitian ialah suhu air 25 Ae 28 oC, pH 7,3 dan DO 4,5 - 5,6 ppm sehingga masih berada pada kisaran yang layak untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih nila gift (Oreochromis sp. Berdasarkan disarankan perlu dilakukannya penelitian lanjutan mengenai perlakuan perbedaan salinitas dengan interval 10-12 ppt pada banih ikan nila gift (Orechromis s. DAFTAR PUSTAKA