Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan A. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN WADUK AMBURAN SEBAGAI SUMBER PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR DI DESA KANDANGAN. GRESIK Fadia Indah S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya 20075@mhs. Muhammad Farid MaAoruf S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya muhammadfarid@unesa. Abstrak Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan waduk Amburan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air di Desa Kandangan. Kabupaten Gresik. Lebih lanjut, penelitian bertujuan untuk menggali proses pengelolaan waduk Amburan yang dimanfaatkan dalam bentuk PAMSIMAS swadaya mandiri. Adapun dalam pengelolaan waduk masih belum optimal, dijumpai hambatan yakni ketika musim kemarau berkepanjangan, kualitas air menjadi keruh dan waduk surut yang berdampak pada ketersediaan air. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif teknik analisis deskriptif melalui indikator partisipasi masyarakat menurut Cohen dan Uphoff yang dikutip oleh Dwiningrum . yang meliputi partisipasi dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengambilan pemanfaatan, dan evaluasi. Adapun pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis melalui reduksi data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pada kegiatan pengelolaan waduk Amburan melalui partisipasi masyarakat ditunjukkan pada proses perencanaan program melalui diskusi ide awal, kemudian pada pelaksanaan masyarakat bersedia mendanai program ini. Adanya pengelolaan waduk melalui pembangunan PAMSIMAS memberikan manfaat bagi masyarakat karena dapat tercukupinya kebutuhan Adapun tingkat kesadaran masyarakat dalam menghadiri rapat evaluasi masih rendah serta tidak terjadwal dengan Maka, pengawasan terhadap berjalannya program juga perlu ditingkatkan. Adapun saran untuk pemerintah desa dan tim pengelola dapat membuat forum non formal dimulai dari forum kecil antar RT sehingga pada perkumpulan tersebut masyarakat bersedia menyampaikan tanggapan, saran, ataupun kritiknya. Kemudian melakukan penyuluhan kepada masyarakat terkait pentingnya mengelola sumber daya air. Kata Kunci : Partisipasi. Masyarakat. Sumber daya air Abstract This research is intended to analyze community participation in the management of the Amburan reservoir as a source of meeting water needs in Kandangan Village. Gresik Regency. Furthermore, the research aims to explore the management process of the Amburan reservoir which is utilized in the form of independent self-help PAMSIMAS. As for the management of the reservoir, it is still not optimal, there are obstacles, namely when the dry season is prolonged, the water quality becomes cloudy and the reservoir recedes which has an impact on water availability. This research uses a qualitative approach descriptive analysis technique through indicators of community participation according to Cohen and Uphoff cited by Dwiningrum . which includes participation in decision making, implementation, utilization, and evaluation. The data collection used through observation, interviews, and documentation then analyzed through data reduction, verification, and conclusion drawing. The results showed that the Amburan reservoir management activities through community participation were shown in the program planning process through initial idea discussions, then in the implementation of the community was willing to fund this program. The existence of reservoir management through the construction of PAMSIMAS provides benefits to the community because they can meet their water needs. The level of community awareness in attending evaluation meetings is still low and not well scheduled. So, supervision of the running of the program is also necessary. The suggestions for the village government and the management team can create a non-formal forum starting from a small forum between neighbourhood associations so that the community is willing to convey their responses, suggestions, or criticisms. Then conduct counselling to the community regarding the importance of managing water resources. Keywords : Participation. Community. Water Resources PENDAHULUAN yang tidak terkendali di beberapa daerah yang mengakibatkan kelangkaan air. Menurut menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakya. Basuki memaparkan untuk mempercepat target keamanan air yang berkelanjutan, ada lima faktor yang saling berkesinambungan yang harus ditangani: . melalui peningkatan pendanaan dengan adanya peningkatan Kebutuhan akan air mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, sementara itu kualitas air semakin menurun (Pelani, 2. Peristiwa ini meningkatkan prospek terjadinya krisis air di masa depan seperti ketidakseimbangan pasokan dan permintaan yang disebabkan oleh peningkatan populasi Publika. Volume 12 Nomor 2. Tahun 2024, 521-532 investasi dalam jasa suatu ekosistem air dan konservasi. melakukan penelitian dan pertukaran pengetahuan sangat diperlukan untuk memperkuat data dan . meningkatkan pendidikan dan pelatihan untuk mengembangkan kemampuan. adanya kreativitas dalam menciptakan pasokan air bersih yang cukup untuk semua orang. Kelima, memperkuat peran dan fungsi pemerintahan dalam mencipatakan dan menjalankan kebijakan air bersih pada tingkat nasional dan internasional. (PUPR, 2. ikut membuat keputusan dalam proses perencanaan dan pengelolaan pembangunan (Kurniyati, 2. Kabupaten Gresik merupakan salah satu wilayah yang berada di Jawa Timur dengan luas wilayah 191,25 Km2. Wilayah kabupaten Gresik sudah tersedia PDAM yang disalurkan ke wilayah-wilayah daerahnya Merujuk pada data laporan PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik tahun 2020 menunjukkan bahwa di kecamatan Cerme yang mendapat pelayanan PDAM meliputi Desa/Kelurahan Dadapkuning. Ngembung. Sukoanyar. Morowudi. Guranganyar. Dungus. Ngabetan. Betiting. Iker-Iker Geger. Cerme Kidul. Pandu. Cerme Lor. Semampir. Kambingan. Padeg, dan Banjarsari. Masih terdapat beberapa wilayah yang belum mendapat pelayanan PDAM, salah satunya ialah Dusun Amburan. Desa Kandangan yang tidak berada dalam cakupan pelayanan PDAM. oleh karena itu, untuk mencukupi kebutuhan air, masyarakat Dusun Amburan, pemerintah desa dan masyarakat melakukan pembangunan melalui program PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyaraka. melalui pemanfaatan Menurut Siagian dalam (Anggara & Sumantri, 2016:. di dalam konteks pembangunan nasional, pembangunan digambarkan sebagai serangkaian tindakan yang disengaja dan terencana yang dilakukan oleh suatu bangsa atau negara untuk mencapai modernitas dan pertumbuhan. Dari definisi tersebut, konsep utama dari pembangunan yang berasal dari deskripsi tersebut ialah bahwa ini merupakan sebuah proses yang dilakukan dengan sengaja, pembangunan dilakukan dengan terencana, pembangunan mengarah pada modernitas dan wadah pembinan. Pembangunan desa dijelaskan pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, menjelaskan bahwa kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kesenjangan sosial ekonomi melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan bagi kehidupan dan penghidupan masyarakat setempat. Pemanfaatan waduk sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air didasari oleh keinginan masyarakat untuk mendapat air bersih yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Ketika suatu inisiatif berbasis masyarakat diimplementasikan, keterlibatan para pemangku kepentingan sangatlah penting, hal ini akan mempengaruhi peningkatan partisipasi masyarakat dalam program tersebut (Kurniasih & Wijaya, 2. Sebelumnya waduk dikelola di bawah naungan kepala dusun yang digunakan dalam bentuk sistem sewa kepada petani tambak yang kemudian uangnya dibagikan kepada tiap-tiap RT di Dusun Amburan, kemudian muncul sebuah ide atau gagasan yang diperoleh dari kegiatan musyawarah di Dusun Amburan, yakni untuk lebih memaksimalkan potensi dengan memanfaatkan sumber daya air dalam waduk dengan membangun PAMSIMAS melalui hasil diskusi Dari hasil diskusi tersebut, pada tahun 2020 mulai dilakukan pembangunan infrastruktur waduk untuk PAMSIMAS. Pada proses alih fungsi waduk melalui proses pembangunan PAMSIMAS dikelola oleh masyarakat setempat dengan dibentuk sebuah tim yang terdiri dari 8 anggota. Proses pembentukan tim dilakukan pada saat rapat dusun yang ditunjuk langsung oleh perangkat dusun kemudian disepakati oleh mayoritas warga yang mengikuti rapat tersebut. Tim pengelola waduk berasal dari warga setempat dan ketua RT masing masing. Pada awalnya yang akan menjadi pengurus ialah perangkat desa akan tetapi, karena kesibukan dari perangkat desa, dengan harapan agar Partisipasi masyarakat dalam pembangunan memiliki arti keterlibatan masyarakat secara langsung dalam bentuk sumber daya, ide, kontribusi, serta tindakan oleh masyarakat terhadap pelaksanaan Partisipasi dari masyarakat diperlukan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan (Rahma & Niswah, 2. Pada partisipasi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan desa perlu untuk memperhatikan tahap perencanaan. Pembangunan melibatkan berbagai unsur yang terlibat, koordinasi dalam pembangunan dilaksanakan oleh berbagai komponen baik pemerintah, swasta maupun masyarakat (Anggara & Sumantri, 2. Partisipasi merupakan pendekatan bagi masyarakat untuk menunjukkan bahwa mereka terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian atau evaluasi terhadap pembangunan (Bobsuni & MaAoruf, 2. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan dapat diartikan sebagai kegiatan kesediaan semua anggota atau wakil masyarakat untuk Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan A. lebih maksimal dalam pengelolaanya maka dialihkan agar diurus oleh masyarakat yang bukan perangkat desa. Pengelolaan waduk sudah berjalan selama 3 tahun. Pada saat musim kemarau berkepanjangan, air di waduk mulai surut bahkan penah mengering tidak ada air sama sekali sehingga menghambat tercukupinya kebutuhan air masyarakat. Pengurus waduk juga menuturkan hambatan yang dialami ialah terkait masalah kebersihan air waduk dan kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi. Pada permasalahan kualitas air, masyarakat cenderung mengkritik tanpa mengetahui Dari hasil observasi penulis, kualitas air yang keruh disebabkan karena filter di jaringan yang sering Untuk mengatasinya diperlukan proses perbaikan pada filternya, akan tetapi dana untuk perbaikan terkadang masih belum cukup sehingga mengambat proses pemeliharaannya. Selain itu, pada pengelolaan waduk masih belum terlaksana dengan baik, seperti pada proses perencanaan terkait pemeliharaan PAMSIMAS belum terlaksana dengan baik, beberapa keputusan yang dilakukan tidak melalui proses diskusi bersama dan cenderung kurang memperhatikan sebab akibat terhadap prosesnya. Selain itu, hambatan pada partisipasi juga muncul pada partisipasi dana yang memaparkan bahwa beberapa masyarakat ada yang masih menunggak untuk pembayaran PAMSIMAS hal ini tentu saja dapat dikarenakan dana yang harus dikeluarkan untuk perbaikan akan terhambat. Adapun antusias masyarakat dalam mengawasi pengelolaan masih kurang, masyarakat enggan memberikan sumbangsih ide atau pemikiran, beberapa masyarakat tidak bersedia memberikan tanggapan untuk perbaikan waduk dan beberapa masyarakat hanya menyampaikan kritikan tanpa ada saran yang dibahas bersama terkait pengelolaan waduk. adapun pada kegiatan rapat evaluasi, perwakilan dari masyarakat yang hadir hanya Dari hasil observasi yang sudah dilakukan peneliti menunjukkan bahwa pengelolaan waduk sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air masih belum optimal, hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi masih kurang, masyarakat kurang bersikap kritis terhadap proses Oleh sebab itu, dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam pengeloaan waduk sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air di dusun Amburan. Kabupaten Gresik. Peneliti tertarik untuk mengkaji secara mendalam terkait partisipasi Adapun pada penelitian ini akan dikaji dengan teori jenis-jenis partisipasi menurut Cohen dan Uphoff yang dikutip oleh Siti Irene Astuti D . 1: 6. yang membagi jenis-jenis partisipasi meliputi : Adapun upaya untuk menjaga kebersihan waduk umumnya dilakukan dengan rajin membersihkan waduk, namun masyarakat di dusun Amburan tidak melakukan kegiatan kerja bakti untuk membersihkan daerah sekitar waduk. meskipun demikian area di sekitar waduk cukup bersih. Adapun dalam penggunaan air oleh masyarakat harus dilakukan peninjauan, hal ini berpengaruh pada ketersediaan air waduk terutama saat mengalami musim kemarau. Tindakan masyarakat yang menunjukkan belum adanya kesadaran dalam menggunakan air dengan bijak, jika kebiasaan tersebut sering dilakukan akan mempengaruhi ketersediaan air yang akan cepat habis mengingat waduk di dusun Amburan hanya sebagai penampungan air hujan, tidak ada sumber air lain selain air hujan. Pada pengelolaan waduk dijumpai beberapa permasalahan yaitu pada pemeliharaan waduk belum optimal, kendala lain terlihat pada kualitas air waduk yang keruh dan tidak sejernih air PDAM pada Masyarakat sering mengkritiknya yang salah satunya ialah bu Muzdalifah selaku masyarakat dusun Amburan dengan hasil wawancara berikut AuSaya kurang puas terhadap kualitas air, dulu itu sering airnya kotor kadang juga airnya bau, jadi masyarakat cuma bisa pasrah dengan kondisi air ini mbak, kemudian di musim kemarau berkepajangan ini air waduk sudah surut jadi masyarakat kembali kesulitan untuk mencukupi kebutuhan airAy (Wawancara, 17 November 2. Masalah tersebut sering dikeluhkan oleh masyarakat setempat karena kualitas air yang kurang bagus terutama ketika mendekati musim kemarau air mulai surut sehingga air yang dihasilkan tercampur tanah dan menjadi keruh. Adapun kondisi waduk saat musim kemarau dapat dilihat pada gambar di bawah ini . Partisipasi dalam pengambilan keputusan . Partisipasi dalam pelaksanaan Gambar 1 Kondisi Waduk saat Musim Kemarau Sumber: Dokumentasi Peneliti,2024 Publika. Volume 12 Nomor 2. Tahun 2024, 521-532 . Partisipasi dalam pengambilan manfaat . Partisipasi dalam evaluasi penelitian atau informan menggunakan teknik purposive sampling yaitu melalui pertimbangan tertentu dengan cara memilih orang tersebut untuk dijadikan informan dikarenakan informan tersebut memiliki pengetahuan yang peneliti harapkan. Pertimbangan tersebut didasarkan pada pemahaman yang dimiliki informan terhadap topik yang akan diteliti sehingga akan memermudah peneliti dalam mendapat informasi yang Subyek pada penelitian ini meliputi Kepala Desa Kandangan. Kepala Dusun Amburan. Ketua pengurus pengelola waduk. Sekretaris/bendahara tim pengelola waduk dan perwakilan masyarakat Dusun Amburan Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPartisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Waduk sebagai Sumber Pemenuhan Kebutuhan Air Di Dusun Amburan Kecamatan Cerme Kabupaten GresikAy. Metode Penelitian Pada penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif menurut moleong . dimana manusia berperan sebagai instrumen penelitian, oleh sebab itu peneliti harus memiliki pemahaman teori dan wawasan yang mendalam sehingga dapat mengajukan pentanyaan, menganalilis, menggambarkan, dan mengkontruksikan situasi sosial yang sedang diteliti agar menjadi lebih jelas Peneliti memilih pendekatan kualitatif dengan tujuan dapat memberikan gambaran nyata tentang peristiwa yang terjadi di lapangan. Teknik analisis data berupa reduksi data yaitu dengan menganalisis data melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan HASIL DAN PEMBAHASAN Partisipasi masyarakat memiliki arti keikutsertaan masyarakat dalam rangka pembangunan dan pelaksanaan program yang akan dijalankan. Pembangunan PAMSIMAS swadaya mandiri ini dilakukan dengan harapan memudahkan masyarakat untuk mengakses air bersih secara merata dan adil, mengingat sebelum dibangun PAMSIMAS, air dipakai masyarakat dengan cara konvensional yakni ditimba sehingga tidak semua masyarakat memperoleh Kemudian saat ini air dapat secara langsung disalurkan ke rumah-rumah warga melalui saluran air. Adapun pengelolaan PAMSIMAS dilakukan oleh sebuah tim yang terbentuknya melalui penunjukan yang disepakati bersama oleh masyarakat. Pada pengelolaan waduk dengan dibangunnya PAMSIMAS tentu saja tidak hanya dilakukan oleh pengurus inti saja, melainkan partisipasi aktif dari pemerintah desa dan masyarakat setempat juga diperlukan untuk kelancaran Mengingat adanya keterbatasan sumber daya manusia yang tergabung dalam tim pengurus. Lokasi penelitian ini yaitu berada di Dusun Amburan. Desa Kandangan. Kecamatan Cerme. Kabupaten Gresik. Penulis melakukan penelitian di lokasi ini yang dikarenakan Di Dusun Amburan, ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan hidup bergantung pada keberadaan waduk, hal ini disebabkan oleh belum masuknya PDAM dari dari pemerintah daerah ke Dusun Amburan sehingga masyarakat mengandalkan keberadaan waduk. Selain itu peneliti juga dengan mempertimbangkan potensi yang dimiliki wilayah ini namun masih ditemukannya hambatan dalam partisipasi masyarakatnya dalam melakukan pengeloaan waduk secara lebih optimal. Oleh sebab itu peneliti melakukan penelitian guna memaparkan bahwa diperlukan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan waduk di Dusun Amburan. Kecamatan Cerme. Kabupaten Gresik. Fokus penelitian ini menggunakan teori partisipasi masyarakat oleh Cohen dan Uphoff yang dikutip oleh Siti Irene Astuti D . 1: 61-. yang membedakan patisipasi menjadi empat jenis, yaitu: Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan waduk sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air di Dusun Amburan. Desa Kandangan. Kecamatan Cerme. Kabupaten Gresik disajikan dalam beberapa indikator menurut Cohen and Uphof dalam (Dwiningrum,2. Partisipasi dalam pengambilan keputusan . Partisipasi dalam pelaksanaan . Partisipasi dalam pengambilan pemanfaatan . Partisipasi dalam evaluasi Pada penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dan dikumpulkan oleh peneliti melalui hasil wawancara dan observasi. Adapun data sekunder diperoleh melalui buku, jurnal, dan dokumen yang berkaitan dengan proses pengelolaan waduk. Partisipasi Masyarakat pada Tahap Pengambilan Keputusan Partisipasi pengambilan keputusan terhadap suatu rancangan program hingga pelaksanaan program. Adapun dalam hal pengambilan keputusan diwujudkan dalam kegiatan rapat atau diskusi ketika rancangan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan A. program akan dilakukan. Dengan adanya partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan menunjukkan bahwasannya muncul ketertarikan dalam diri masyarakat terhadap isuisu yang muncul di sekitarnya sehingga masyarakat akan tergugah untuk mencari jalan keluar mengatasi isu tersebut. Hal yang sama juga terjadi pada program pengelolaan waduk melalui pembangunan PAMSIMAS swadaya mandiri yang didasari oleh keinginan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air. Berikut merupakan dokumentasi waduk Amburan: yang dilaksanakan untuk memilih anggota tim pengelola dilakukan dengan penunjukan secara langsung dan telah disepakati. Adapun berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti, terkait daftar pengurus menunjukkan masih belum merata dari perwakilan setiap RT dan belum adanya pergantian pengurus dari awal progam hingga sekarang. Hal ini menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam proses pembentukan pengurus pengelola tim PAMSIMAS masih belum efektif yang mana hal ini akan mempengaruhi proses pengelolaan Meskipun selama proses perencanaan dan pembentukan program terlihat adanya partisipasi dari masyarakat, akan tetapi masih terdapat beberapa masyarakat yang berperan pasif dalam kegiatan rapat atau diskusi. Sebagaimana pendapat dari ibu Mia selaku masyarakat Dusun Amburan, beliau mengutarakan bahwa: AuSaya enggak mengikuti rapat sih mbak, saya cuma tau infonya aja dan nerima hasilnya yang penting air masyarakat, kita sudah puasAy (Wawancara, 17 November 2. Gambar 2 Kondisi Waduk saat Musim Penghujan Sumber: Dokumentasi Peneliti, 2024 Adapun dalam hal ini pengambilan keputusan diwujudkan dalam kegiatan rapat pada pernyataan yang diutarakan oleh Kepala Dusun Amburan yakni Bapak Edi Purwanto, beliau AuJadi ini terbentuknya dari keinginan masyarakat dusun Amburan supaya mempunyai PDAM sendiri dalam Amburan. Ini bentuknya seperti swadaya masyarakat, karena kalau nunggu bantuan aliran PDAM dari pemerintah itu lama, kemudian muncul inisiatif iniAy (Wawancara, 20 Oktober 2. Meskipun tidak dapat hadir dan berpartisipasi langsung, sebagian masyarakat masih memantau perkembangan pelaksanaan program melalui penyebaran informasi yang didapatkannya. Di sisi lain masih ditemukan warga yang berperan aktif dalam proses partipasi untuk kegiatan perencanaan program pengelolaan waduk ini. Sebagaimana diungkapkan oleh bapak Abdul Majid selaku masyarakat yang peduli terhadap keberlangsungan program, beliau mengutarakan bahwa: AuKalo ada rapat saya menyempatkan pembangunan PAMSIMAS, tapi saat rapat hanya sedikit yang hadir dan selain itu saya dimintai bantuan untuk pembukuan kas dusun, nah tapi hasil dari pengelolaan waduk itu terkadang tidak sesuai yang direncanakan, keputusan yang akan dilakukan terburu-buru seperti saat dana pemeliharaan kurang itu langsung mengambil bagian uang dusun, pembukuannya jadi acakacakanAy (Wawancara 13 Februari Dengan munculnya gagasan tersebut, pemerintah desa dan perangkat desa bersama mengadakan rapat dengan agenda membahas lebih dalam lagi terkait keseriusan terhadap gagasan tersbut. Dari hasil rapat tersebut, terbentuklah pengurus melalui kesepakatan bersama yang dalam pembentukan tim pengelola, pengambilan keputusan dilakukan melaui musyawarah. Hasil musyawarah mufakat Dalam menyumbangkan ide untuk program PAMSIMAS melalui perencanaan program pengelolaan waduk di Dusun Amburan dilakukan oleh pengurus inti dan perangkat Publika. Volume 12 Nomor 2. Tahun 2024, 521-532 Hal ini menegaskan bahwa masyarakat cenderung kurang acuh dan cenderung mengikuti keputusan yang dibuat oleh tim pengelola dan perangkat dusun. Oleh karenanya, untuk mewujudkan pengelolaan waduk yang optimal diperlukan sudut pandang dari masyarakat untuk keteraturan pengelolaan masih terbatas dan perlu untuk dibimbing lebih Adapun pemerintah desa juga tidak pernah melakukan penyuluhan atau bimbingan kepada tim pengelola terkait tata cara pengelolaan air dan Hal ini sesuai dengan pernyataan bapak Sholicuddin selaku ketua pengurus PAMSIMAS, beliau menuturkan bahwa: Adapun pada kegiatan diskusi masih terdapat beberapa warga yang bersikap pasif, cenderung diam dan menyetujui terhadap gagasan yang Hal tersebut disebabkan adanya faktor yang mempengaruhi proses terjadinya disampaikan Plumer dalam (Adawiyah & Ramadhan, 2. mengungkapkan bahwa masyarakat untuk mengikuti proses partisipasi adalah pengetahuan dan keahlian. Minimnya keterlibatan dan keaktifan masyarakat dalam pengambilan keputusan dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dari masyarakat dusun Amburan. AyGak ada sih mbak, dari pihak pemerintah desa gak pernah memberikan bimbingan khusus secara teknis terkait pengeloaan PAMSIMASAy (Wawancara, 17 Februari 2. Adapun pada sumbangan materi dilihat berdasarkan kontribusi masyarakat secara fisik maupun pendanaan yang diberikan dan peralatan atau fasilitas seperti cangkul, sekop, alat pemotong pipa, alat penyambung pipa, dan lain sebagainya. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwasannya dana yang digunakan untuk proses pengelolaan waduk yang dilakukan dengan pembangunan PAMSIMAS berasal dari alokasi dana desa sebesar 100 juta rupiah. Dana tersebut digunakan untuk pengerukan atau pendalaman waduk hingga pembangunan filter jaringan air. Akan tetapi dengan dana tersebut, masih belum cukup untuk memberikan fasilitas yang digunakan untuk menyalurkan air sehingga diberlakukan iuran masyarakat bagi warga yang hendak menyalurkan air ke rumahnya. Masyarakat diperkenankan membayar iuran sebesar Rp1. 000,- per setiap Hasil penelitian menunjukkan intensitas pemerintah desa dalam mengajak masyarakat untuk diikutsertakan dalam kegiatan diskusi atau forum dengan masyarakat masih kurang. Tidak adanya kegiatan yang mewadahi masyarakat untuk melakukan forum atau diskusi pengelolaan waduk. Sebagaimana pendapat Conyers . 4:154-. bahwa masyarakat akan lebih mempercayai program pembangunan jika mereka dilibatkan dalam persiapan dan perencanaannya karena mereka akan memiliki rasa tanggung jawab dan pengetahuan tentang program tersebut. Hal tersebut menunjukkan partisipasi dana yang diberikan masyarakat sudah baik, masyarakat bersedia mengeluarkan dana untuk kelancaran program pembangunan PAMSIMAS. Selain itu, sumbangan dalam bentuk makanan juga diberikan oleh masyarakat. ketika proses pembangunan PAMSIMAS hingga penyaluran ke rumah warga, masyarakat memberikan sumbangan makanan secara sukarela terhadap pekerjanya, hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan ibu Muzdalifah selaku masyarakat Dusun Amburan, beliau mengungkapkan bahwa : Partisipasi pada Tahap Pelaksanaan Cohen dan Uphoff dalam (Dwiningrum,2. mengungkapkan bahwa partisipasi dalam pelaksanaan merupakan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan program, sumbangan pemikiran, sumbangan materi, dan bentuk Partisipasi dalam pelaksanaan meliputi pada kegiatan operasional pembangungan, penyelenggaraan administrasi, koordinasi, serta pemaparan program. Masyarakat berperan penting dalam kemajuan pengelolaan waduk di Dusun Amburan. AuIya mbak, pas penyaluran saluran air itu saya dan warga yang lain memberikan suguhan kopi, es untuk kulinya tapi gak semua warga memberikan suguhan tapi cukup banyak, kalo sedang mebuat aliran di depan rumahnya itu kebanyakan ada yang memberi suguhan makanan, kopi kayak begitu mbakAy (Wawancara, 4 Februari 2. Partisipasi berupa tindakan yang dilakukan oleh pihak pemerintah desa ialah memantau terkait pelaksanaan program. Akan tetapi setelah dibentuk tim pengurus, pemerintah desa menyerahkan kewenangan secara penuh kepada tim pengurus. Dari keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki, maka kemampuan tim pengelola juga Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan A. Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Sholihuddin selaku ketua PAMSIMAS, beliau mengungkapkan bahwa: Aukalau makanan, dari masyarakat juga mau memberi sukarela, pas pembangungan jaringan maupun penyaluran ke rumah-rumah, banyak warga yang hadir membantu kemudian makanmakan bareng yang makanannya dari warga, dapet gorengan, kopi, macem-macem lahAy (Wawancara 17 Februari 2. Pernyataan tersebut dokumentasi saat proses pembangunan jaringan dan masyarakat mengadakan makan bersama, adapun dokumentasi yang dimaksud yaitu: Gambar 4 Proses Pembangunan Jaringan Sumber: Dokumentasi tim PAMSIMAS, 2020 Berdasarkan indikator yang sudah dipaparkan di atas, partisipasi dalam tahap pelaksanaan pada pengelolaan waduk sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air di Dusun Amburan menunjukkan bahwa masyarakat berpartisipasi pada sumbangan dana dan materi. Pada proses pembangunan PAMSIMAS, masyarakat Dusun Amburan ikut serta dalam berpartisipasi secara langsung. Hal ini menunjukkan kesesuaian pandangan menurut Ndraha dalam (Rismanita & Pradana, 2. yang pembangunan harus ada keterlibatan masyarakat, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi langsung dalam pelaksanaan pembangunan. Tujuan dari kontribusi masyarakat ialah untuk menunjukkan komitmen dalam menumbuhkan rasa akuntabiitas dan hasil dari inisiatif yang digagas oleh Komitmen untuk memiliki dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tindakan pengelolaan waduk melalui PAMSIMAS keterlibatan masyarakat. Gambar 3 Makan Bersama Masyarakat Sumber: Dokumentasi tim PAMSIMAS, 2020 Kemudian indikator dalam bentuk tindakan dilihat dari segi tenaga kerja yang dikeluarkan untuk melakukan pengelolaan waduk. Sebagaimana wawancara yang dilakukan peneliti kepada bapak Edi selaku kepala dusun Amburan juga memberikan menyampaikan bahwa: AuPartisipasi masyarakat yang terlihat itu mungkin dalam bentuk tindakan dan tenaga kerja, pada saat pembangunan PAMSIMAS itu kita mencari pekerjanya dari masyarakat Amburan ini sendiri mbak,Ay (Wawancara 20 Oktober Partisipasi Masyarakat Pemanfaatan Hasil Tahap Cohen dan Uphoff dalam Dwiningrum . mengungkapkan bahwa partisipasi dalam pemanfaatan hasil merupakan keikutsertaan masyarakat dalam mendapatkan keuntungan dari Dimana kontribusi masyarakat seperti ide, dana, dan tenaga kerja harus sebanding dengan keuntungan yang akan diperoleh masyarakat desa yang terlibat. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan waduk sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air di Dusun Meskipun demikian ketika pemasangan pipa saluran ke rumah-rumah warga, jika terdapat kesukaran, masyarakat di sekitar juga ikut membantu dengan harapan pekerjaan menjadi cepat Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan waduk melalui pembangunan PAMSIMAS didukung oleh masyarakat setempat. Berikut pembangunan jaringan air. Publika. Volume 12 Nomor 2. Tahun 2024, 521-532 Kualitas air waduk menunjukkan bersih, jernih, dan tidak berbau sehingga layak untuk digunakan kebutuhan air sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan lain sebagainya. berikut merupakan dokumentasi kualitas air PAMSIMAS yang merupakan hasil dari pengelolaan waduk Amburan dampaknya secara langsung dirasakan oleh masyarakat. Akan tetapi, sebaliknya, orangorang tidak hanya menikmati keuntungan yang diperoleh tetapi mereka juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga, memelihara, mengamankan, dan mengembangkan fasilitas dan pengelolaan yang ada. Sebagaimana menurut pandangan Ndraha dalam (Rismanita & Pradana, 2. menyatakan bahwa ketika upaya pembangunan melibatkan partisipasi atau kontribusi masyarakat, maka masyarakat secara keseluruhan harus dapat Sebagaimana dari sudut pandang ibu Muzdalifah selaku ibu rumah tangga menyampaikan bahwa : AuAlhamdulillah mbak sekarang kami warga masyarakat sudah mudah mengakses air, tidak kesulitan lagi karena adanya PDAM ini mbak, kan sampean juga tahu kalau musim kemarau itu dulu susah dapat air bersih, kalau beli tangkian juga mahalAy (Wawancara, 4 Februari 2. Gambar 5 Kualitas Air Waduk Sumber: Dokumentasi Peneliti, 2024 Kemudian Rudi Sekretaris/Bendahara juga mengatakan bahwa: Adapun kualitas air yang jernih tersebut terjadi ketika musim-musim penghujan, sangat berbeda ketika musim kemarau maka air tidak sejernih gambar tersebut. Hal ini dikuatkan oleh hasil Rudi sektretaris/bendahara Tirta Mas, mengungkapkan bahwa: AuManfaatnya sangat besar mbak, airnya bisa dinikmati oleh warga. Kebutuhan air itu sangat vital, penting banget apalagi kita tidak PDAM pemerintah, kalau dilihat-lihat air PAMSIMAS ini lebih banyak manfaatnya daripada air saluran PDAM pendapatan hasilnya kembali lagi digunakan untuk pembangunan wilayah dusunAy (Wawancara, 22 April,2. AuIni kan sekarang musim penghujan ya mbak, masih sering hujan jadi air waduk ini lumayan bisa jernih sekali, masyarakat jadi puas dan senang kalo airnya Tapi kalau musim kemarau airnya berubah lagi jadi agak butek, jadi itu masih menjadi tantangan bagi pengurus supaya filter airnya bisa ditingkatkan lagiAy (Wawancara 22 April 2. Dari pernyataan tersebut menunjukaan bahwa kebutuhan air yang sangat penting dan dengan adanya program PAMSIMAS swadaya mandiri ini, kebutuhan air yang layak dapat terpenuhi. Kemudian partisipasi dalam bentuk tindakan dari pengambilan manfaat juga ditunjukkan melalui tingkah laku masyarakat yang menjaga kebersihan di lingkungan sekitar waduk yang menunjukkan cukup bersih dan jarang terlihat sampah. Hal ini berarti kesadaran masyarakat setempat dalam memelihara kebersihan waduk sudah baik, masyarakat secara penuh menyadari bahwa tindakan menjaga kebersihan waduk menjadi tanggung jawab bersama sehingga diharapkan air waduk menjadi lebih jernih dan tidak berbau. Kemudian partisipasi dalam bentuk tindakan dari pengambilan manfaat juga ditunjukkan melalui tingkah laku masyarakat yang menjaga kebersihan di lingkungan sekitar waduk yang menunjukkan cukup bersih dan jarang terlihat sampah. Hal ini berarti kesadaran masyarakat setempat dalam memelihara kebersihan waduk sudah baik, masyarakat secara penuh menyadari bahwa tindakan menjaga kebersihan waduk menjadi tanggung jawab bersama sehingga diharapkan air waduk menjadi lebih jernih dan tidak berbau. Sejauh mana setiap anggota masyarakat penerima manfaat berpartisipasi secara aktif maka akan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan A. menentukan seberapa baik pengimplementasian program berjalan (Hakim, 2. Evaluasi dilakukan untuk memastikan apakah terdapat penyimpangan dalam pelaksanaan program serta keterlibatan masyarakat dalam mengawasi pembangunan. Evaluasi dapat dijadikan acuan untuk menyusun starategi pengembangan program (Puspitasari & Eprilianto, 2. Merujuk pada hasil penelitian, menunjukkan bahwa evaluasi pengelolaan waduk di Dusun Amburan dilakukan melalui kegiatan rapat internal dan musyawarah dusun. kegiatan evaluasi juga dilakukan dengan musyawarah dengan melibatkan masyarakat yang dilakukan setiap 6 bulan sekali. Meskipun dalam pengelolaan waduk atau PAMSIMAS swadaya mandiri ini terdapat hambatan yang masih terjadi, meskipun demikian dari pihak pengelola juga terus mencari solusi untuk Karena keterbatasan SDM yang dimilki, pihak pengelola seringkali memanggil teknisi ahli dari luar untuk memperbaiki kerusakan yang menghambat kelancaran air PAMSIMAS. sisi lain, partisipasi pengambilan manfaat terdapat hambatan dari beberapa masyarakat yakni kesadaran terhadap membayar biaya tagihan air, masih terdapat beberapa masyarakat yang menunggak, hal ini dapat mempengaruhi pemasukan hasil PAMSIMAS. Selain mengadakan evaluasi setiap 6 bulan dengan pelibatan masyarakat, juga diadakan rapat internal yang dihadiri oleh pengurus internal dengan tujuan untuk memecahkan masalah yang tingkat urgensinya yang tinggi terkait PAMSIMAS sehingga permasalahan tersebut dapat segera Hal tersebut disampaikan oleh bapak Edi Purwanto selaku kepala Dusun Amburan, beliau mengungkapkan bahwa: Disamping itu, manfaat yang diterima ialah dari segi pembagian hasil. Merujuk pada pembagian hasil dari penerimaan pendapatan PAMSIMAS yang diklasifikasikan sebagai berikut: 35 % untuk operasional pengeloaan waduk . 50% untuk Dusun Amburan . 15% untuk yayasan di Dusun Amburan, yayasan ini menaungi sekolah RA. MI, dan TPQ. Yayasan ini merupakan milik Dusun Amburan sehingga sebagian hasilnya diberikan kepada yayasan ini. AuKalau ada permasalahan yang menyangkut urusan waduk, kita sering mengadakan rapat internal anggota pengurus saja sih mbak biar cepet selesaiAy (Wawancara, 2 April 2. Pernyataan di atas kemudian dikuatkan oleh pernyataan bapak Aris selaku kepala Desa Kandangan, berikut pernyataannya : Pembagian pendapatan tersebut tidak didasarkan pada peraturan atau pedoman atau sejeninsnya, hanya berdasar pada kesepakatan bersama saat rapat diadakan. Merujuk pada hal tersebut, pembagiannya masih cenderung kurang efektif, dari dana 35% yang digunakan untuk operasional waduk masih belum cukup untuk menutup keseluruhan biaya operasional dan mengambil dari dana dusun Amburan. Dari fenomena tersebut, akan lebih baik jika pembagian dana hasil pendapatan dikaji kembali sehingga dapat lebih teratur dan tersistem dengan baik, sehingga tidak menimbulkan tumpang tindih dalam pengeluaran melalui dana dusun yang kembali lagi digunakan untuk biaya operasional pengelolaan waduk melalui PAMSIMAS. AuSaya juga ikut memantau terkait pelaksanaan pengelolaan waduk, saya mendapat laporan terhadap kemudian kita akan memikirkan mengadakan diskusi internal desaAy (Wawancara 3 April 2. Adapun dari hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa hasil dari evaluai terkait pengelolaannya yakni salah satunya ialah akan adanya rencana untuk pengerukan atau pendalaman waduk yang akan dilaksanakan pada tahun ini, menunggu waktu yang pas yakni akan dilakukan pada musim ketiga atau musim kemarau yang memungkinkan untuk dilakukan pengerukan waduk Pernyataan di atas didukung dengan dokumentasi saat kegiatan rapat evaluasi diselenggarakan. Berikut merupakan hasil dokumentasi rapat kepala desa dengan perangkat desa: Partisipasi Masyarakat dalam Tahap Evaluasi Cohen dan Uphoff dalam Dwiningrum . mengungkapkan bahwa partisipasi dalam evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian dari pelaksanaan program yang sudah direncanakan, serta memberikan umpan balik berupa masukan sebagai upaya perbaikan pelaksanaan proyek Publika. Volume 12 Nomor 2. Tahun 2024, 521-532 pengelolaan waduk masih rendah, hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan tentang pengelolaan waduk. Selain itu, keterbukan atau tranparansi dari pihak pengelola PAMSIMAS perlu ditingkatkan kembali, perlu adanya keteraturan sistem melalui jadwal rapat dusun dan transparansi dari hasil pengelolaan waduk sehingga masyarakat dapat menghilangkan gap antara mereka dan harapannya dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses evaluasi. Keberanian dan kepedulian masyarakat dalam memberikan kritik, penialaian, dan saran untuk pengembangan pengelolaan waduk agar lebih tersistem masih perlu dioptimalkan, hal ini disebabkan ketika pengelolaan waduk dilakukan dengan baik dan tersistem maka akan berdampak terhadap keberlanjutan waduk sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu Gambar 6 Rapat Evaluasi Perangkat Desa Sumber: Dokumentasi Perangkat Desa, 2023 Merujuk pada hasil penelitian menunjukkan bahwasannya rencana kebijakan yang akan dilakukan oleh kepala desa ialah berdasarkan hasil dari evaluasi terkait pelaksanaan program. Partisipasi yang dilakukan oleh perangkat dusun. BPD, serta kepala Dusun Amburan sudah cukup baik, mereka menunjukkan keterlibatannya dengan tujuan yang sama yakni ingin agar PAMSIMAS yang menjadi sumber pemenuhan air bagi masyarakat dapat dikelola dengan baik. Adapun evaluasi yang dilakukan masyarakat berupa penyampaian krtitik. Masyarakat berani Namun, disayangkan kritik tersebut disampaikan dalam keadaan non-formal, disampaikan saat ngopi-ngopi di warung, tidak pada saat rapat musyawarah dusun. Hal ini menjadikan aspirasi tersebut tidak tersampaikan kepada pengurus PAMSIMAS dan pemerintah desa. Hal ini sesuai dengan pernyataan Rudi Sekretaris/bendahara PAMSIMAS, beliau mengungkapkan bahwa: PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan peneliti mengenai partisipasi masyarakat dalam pengelolaan waduk sebagai sumber pemenuhan kabutuhan air dusun Amburan, maka dapat pengelolaannya, masyarakat sudah menunjukkan keterlibatannya pada beberapa kegiatan yang meliputi pemanfaatan hasil, dan evaluasi, meskipun partisipasi yang dilakukan masyarakat masih belum optimal. Hasil analisis partisipasi masyarakat berpedoman dengan empat indikator partisipasi masyarakat menurut Cohen dan Uphoff yang dikutip oleh Siti Irene Astuti D . 1: 61-. yaitu partisipasi masyarakat pada tahap pengambilan keputusan, masyarakat dilibatkan dalam pengambilan keputusan sebagaimana terlihat pada proses perencanaan program hingga pemilihan tim pengurus yang secara langsung melibatkan masyarakat. Namun, masyarakat kurang berpartisipasi aktif dalam menyampaikan ide/gagasannya. Meskipun dari tim pengelola/pengurus sudah berusaha untuk memberikan ruang bagi masyarakat untuk bersedia menyampaikan pendapatnya, namun mereka cenderung menyerahkan keputusan kapada tim pengelola. AuMasyarakat itu kritik terus, komen terus kalau diajak rapat gamau, tapi kalau ngomonginnya di belakang, kalau rapat yang hadir cuma sekitar 25 itupun perangkat desa yang hadir, masyarakatnya sedikit, kalau menurut saya dari SDM juga berpengaruhAy (Wawancara, 22 April 2. Beberapa dari warga juga berpikir untuk melimpahkan/mengandalkan segala urusan tersebut kepada pengurus internal yang telah dibentuk karena merasa kegiatan evaluasi cukup dilakukan secara internal oleh pengurus saja. Sehingga beberapa warga merasa kehadiran mereka tidak menjadi faktor penting dalam proses evaluasi. Kepedulian masyarakat terhadap pengembangan Kemudian Partisipasi pada tahap pelaksanaan, yang ditinjau dari segi partisipasi dalam bentuk tenaga dan materi sudah cukup baik, dimana masyarakat ikut berpartisipasi dalam memberikan tenaga dalam proses pembangunan jaringan air. Dalam bentuk materi, masyarakat berkontribusi dalam membayar iuran tambahan untuk penyaluran air, akan tetapi dalam Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan A. membayar tagihan air masih terdapat sebagian kecil masyarakat yang masih menunggak sehingga akan Adapun terkait dengan pengelolaan, kontribusi masyarakat masih terbatas pada partisipasi tidak langsung yaitu sebagai pengguna, hal ini dikarenakan jumlah masyarakat yang dapat berpartisipasi langsung sebagai pengelola cukup Bagi tim pengelola, untuk lebih tegas dalam memberikan teguran atau sanksi bagi masyarakat yang sering mengunggak untuk pembayaran dengan dibuatnya aturan tertulis dan diberikan sanksi yang setimpal. Terkait proses pembagian hasil PAMSIMAS, perlu dikaji lebih mendalam dengan mempertimbangkan antara kebutuhan pengelolaan waduk dengan pembangunan Dusun. Bagi pengelola memberikan edukasi dan kampanye informasi dengan menggunakan media online dan media cetak yang ditempel pada tempat umum atau tempat yang sering dikunjungi. Informasi tersebut memuat hasil dari program PAMSIMAS sehingga masyarakat mendapat informasi yang dapat digunakan sebagai bahan Bagi pemerintah Dusun membuat mekanisme umpan balik seperti kotak saran yang diletakkan kantor dusun dan di setiap pos di masing-masing RT sehingga bagi masyarakat yang tidak bisa menghadiri rapat/diskusi dapat menyampaikan kritik maupun saran melalui kotak saran tersebut. Selanjutnya, partisipasi pada tahap pemanfaatan hasil, dari keberadaan adanya pengelolaan waduk melalui program PAMSIMAS dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dusun Amburan. Kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi, selain itu pembangunan di wilayah dusun Amburan menjadi lebih baik karena adanya hasil dari PAMSIMAS yang sebagian besar diberikan kepada dusun. Sehingga masyarakat Aburan ikut berpartisipasi dalam pengambilan manfaat PAMSIMAS di Dusun Amburan. Kemudian partisipasi pada tahap evaluasi, dimana tim pengelola PAMSIMAS mengadakan kegiatan evaluasi yaitu melalui rapat internal dan rapat eksternal yang melibatkan masyarakat Dusun Amburan. Akan tetapi, partisipasi masyarakat dalam kegiatan evaluasi masih rendah belum seluruh masyarakat ikut serta dalam kegiatan rapat yang diadakan setiap 6 bulan sekali Adapun evaluasi yang dilakukan oleh pengurus yakni terus berupaya memecahkan permasalahan yang terjadi seperti terdapat rencana untuk pengerukan waduk supaya lebih dalam dengan harapan mampu lebih banyak menanmpung air sehingga ketika musim kemarau masih dapat menyalurkan air untuk Ucapan Terima kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penyeseian penulisan ini, antara Saran Mengacu pada hasil peneltian di atas, penulis memberikan saran dalam rangka pengelolaan waduk sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air masyarakat dusun Amburan. Desa Kandangan. Kecamatan Cerme. Kabupaten Gresik sebagai berikut: Bagi pemerintah dusun dilakukan dengan membuat forum non formal bersama masyarakat, adapun forum yang dimaksud dapat dimulai dari forum kecil antar RT sehingga pada perkumpulan tersebut masyarakat bersedia menyampaikan tanggapan, saran, ataupun kritiknya. Bagi pemerintah desa dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan terkait pengelolaan infrastruktur air dan sanitasi dengan menggandeng Dinas PUPR. LSM. PDAM daerah, dan konsultan Pelatihan ini ditujukan kepada pengurus pengelola PAMSIMAS. Orsng tua dan keluarga yang telah memberikan terselesaikannya penulisan artikel ini Muhammad Farid MaAoruf. Sos. ,M. AP. , selaku dosen pembimbing Indah Prabawati. Sos. Si, selaku Dosen Penguji Galih Wahyu Pradana. AP. Si. selaku Dosen Penguji Seluruh Dosen prodi S1 Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya Pihak pemerintah Desa Kandangan, tim pengelola PAMSIMAS, dan masyarakat Dusun Amburan Serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan baik secara langsung ataupun tidak langsung dalam menyelesaikan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA Adawiyah. , & Ramadhan. Partisipasi Masyarakat Dalam Model Geulis (Gerakan Lingkungan Seha. Perwujudan Desa Siaga Di Daerah Dramaga Bogor. BASKARA: Journal of Business Vol. Publika. Volume 12 Nomor 2. Tahun 2024, 521-532 https://doi. org/10. 24853/baskara. Puspitasari. , & Eprilianto. Partisipasi Masyarakat Desa Dalam Pengelolaan Desa Wisata (Studi Kasus Pada Desa Wisata Pandean. Kecamatan Dongko. Kabupaten Trenggale. Publika, 2051Ae2066. https://doi. org/10. 26740/publika. Anggara. S & Sumantri. Li. Administrasi Pembangunan Teori dan Praktik. Bandung: Pustaka Setia