Jurnal CyberTech Vol. No. September 201x, pp. P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Unggul Pada Tanaman Tembakau (Nicotiana Tabacu. Menggunakan Metode Moora(Multi Objective Optimizion On The Basis Of Ratio Analysi. Madumaria Hutagalung *. Kamil Erwansyah**. Muhammad Zunaidi ** * Program Studi Mahasiswa. STMIK Triguna Dharma ** Program Studi Dosen Pembimbing. STMIK Triguna Dharma Article Info ABSTRACT Article history: Tanaman Tembakau (Nicotiana Tabacu. merupakan salah satu sektor perkebunan yang strategis dalam pembangunan nasional. Untuk membuka suatu agribisnis tembakau perlu diperhatikan varietas bibit yang akan di tanam karena suatu varietas bibit akan memerlukan spesifikasi jenis tanah dan iklim tertentu. Permasalahan pokok dalam tanaman rembakau ini yaitu masih rendahnya teknik pemilihan bibit yang dikuasai oleh petani karena keterbatasan pengetahuan serta buruknya kualitas bahan tanam . yang digunakan. Demi menghasilkan tembakau kualitas terbaik haruslah memenuhi kriteria yang ditentukan. Tetapi dalam penentuan kualitas terbaik bibit tembakau sudah ditetapkan apa-apa saja kriteria yang harus dinilai namun masih sangat sulit untuk menentukan nilai tertinggi. Maka dari itu dibangun sebuah sistem pendukung keputusan pemilihan bibit unggul pada tanaman tembakau (Nicotiana Tabacu. dengan standar penilaian yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam tulisan ini akan dibangun sebuah sistem pendukung bibit unggul pada tanaman tembakau (Nicotiana Tabacu. menggunakan metode MOORA (Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysi. Dengan menggunakan metode ini dapat membantu dalam pengambilan keputusan untuk menentukan nilai tertinggi namun perhitungannya hanya menampilkan nilai yang tertinggi dan yang terendah sehingga nilai yang tertinggi layak dikatakan sebagai kualitas terbaik. Keyword: Tembakau. Sistem Pendukung Keputusan, metode MOORA Copyright A 201x STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. Corresponding Author: Nama : Madumaria Hutagalung Program Studi : Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Email: madumariahutagalung98@gmail. Journal homepage: https://ojs. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 PENDAHULUAN Negara Indonesia merupakan negara agrais, mata pencarian penduduknya sebagian besar berasal dari pertanian dan perkebunan. Komuditas perkebunan merupakan salah satu sektor yang memiliki peran yang strategis dalam pembangunan nasional. Salah satu komoditas perkebunan yang penting di Indonesia adalah Banyak petani dan pengusaha melirik tanaman tembakau untuk dijadikan bisnis. Produksi yang maksimal dapat tercapai apabila tanaman berasal dari bibit yang baik dan berkualitas. Tanaman Tembakau pada saat ini saat penting perannya untuk kebutuhan masyarakat banyak untuk itu perlu ditingkatkan dalam kualitas dan kuantitas produksi tembakau dengan menggunakan teknik pembibitan yang benar serta dapat dimengerti pelaksanaan nya agar sesuai dengan kontribusi pemasaran yang ditargetkan. Demikian halnya pemanfaatan Sistem Pendukung Keputusan sangat tepat jika diterapkan pada Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan dalam pembudidayaan tanaman tembakau khususnya pada proses pembibitan. Oleh karena itu pemilihan bibit berkualitas terbaik dapat dibudidaya guna menghasilkan tembakau yang layak di produksi. Berdasarkan uraian diatas, maka diangkat sebuah judul AuSistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Unggul Pada Tanaman Tembakau (Nicotiana Tabacu. Menggunakan Metode MOORA (Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysi. Ay KAJIAN PUSTAKA 1 Bibit Unggul Bibit bermutu merupakan salah satu kunci untuk mendapatkan pertanaman yang mampu memberikan hasil optimal. Bibit bermutu adalah benih yang berasal dari varietas murni dengan persentase perkecambahan tinggi, bebas dari hama dan penyakit dan dengan kadar air yang tepat. Mutu bibit juga ditentukan oleh variates, ada atau tidaknya penyakit terbawa benih. Faktor penentu tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi penakaran benih dilapangan, yaitu faktor genetik, lingkungan, dan setatus benih. 2 Tembakau Tembakau merupakan tanaman perkebunan unggul yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan sudah lama diusahakan oleh komunitas perkebunan tembakau di sumatera utara. Tanaman tembakau berperan penting bagi perekonomian Indonesia, terutama dalam penyediaan lapangan pekerjaan, sumber pendapatan bagi petani dan sumber devisa bagi negara disamping mendorong berkembangnya agribisnis tembakau dan agroindustry. 3 Sistem Pendukung Keputusan Perkembangan teknologi yang pesat tidak hanya teknologi perangkat keras dan perangkat lunak saja, tetapi metode komputasi juga ikut berkembang. Salah satu metode komputasi yang cukup berkembang saat ini adalah metode Sistem Pendukung keputusan (Decesions Support Syste. Dalam teknologi informasi. Sistem pendukung keputusan merupakan cabang ilmu yang letaknya diantara sistem informasi dan sistem Sistem pendukung keputusan pertama kali dikenalkan pada awal tahun 1970 oleh Michael S. Scott dengan istilah Management Decision System yang merupakan suatu sistem berbasis komputer yang membantu pengambilan keputusan dengan memanfaatkan data dan model Ae model untuk menyelesaikan masalah Ae masalah yang tidak terstruktur. Dari uraian diatas sistem pendukung keputusan bukan merupakan alat pengambil keputusan, tetapi sebuah sistem yang dapat mempermudah dalam pengambilan keputusan yang dilengkapi dengan informasi dari data yang telah diolah dengan relevan agar pengambilan keputusan lebih cepat dan akurat. 4 Multi Objective Optimization on The Basis of Ratio Analysis (MOORA) Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Metode Multi-Objective Optimization by Ratio Analysis ( MOORA) adalah metode yang diperkenalkan oleh Brauers dan Zavadkas . Metode yang relatif baru ini pertama kali digunakan oleh Brauers dalam suatu pengambilan dengan multi-kriteria. Metode MOORA juga memiliki tingkat selektifitas yang baik karena dapat menentukan tujuan dan kriteria yang bertentangan, yaitu kriteria yang bernilai menguntungkan (Benefi. atau yang tidak menguntungkan (Cos. Langkah-langkah penyelesaian masalah menggunakan metode MOORA, antara lain : Menentukan tujuan untuk mengidentifikasi attribut evaluasi yang bersangkutan dan menginputkan nilai kriteria pada suatu alternatif dimana nilai tersebut nantinya akan diproses dan hasilnya akan menjadi sebuah keputusan. Membuat Matriks Keputusan MOORA x adalah nilai kriteria masing-masing kriteria yang direpresentasikan sebagai matriks. ycyaya ycyaya ycyayea yc = ycyaya ycyaya ycyayea ycyeaya ycyeaya ycyeayea Matriks Normalisasi Moora yeoOyeOyeU = ycyeO. yeU ya ocyea yeO=ya yeoyeOyeU Rasio xij menunjukkan ukuran ke i dari alternatif pada kriteria ke j, m menunjukkan banyaknya jumlah alternatif dan n menunjukkan jumlah kriteria. AuBrauers et al menyimpulkan bahwa untuk denominator pilihan terbaik dari akar kuadrat dari penjumlahan kuadrat dari setiap alternatif per kriteria. Ay Menghitungan Nilai Optimasi Multiobjektif MOORA yeO yea yeoyeO= Oc yeoyeU yeoyeOyeU Oc yeU=ya yeU=yeO ya yeoyeU yeoyeOyeU Untuk multi-objective optimization, hasil normalisasi adalah penjumlahan dalam hal pemaksimalan . ari atribut menguntungka. dan pengurangan dalam hal peminimalan . ari atribut yang tidak Dimana g adalah jumlah atribut yang akan dimaksimalkan. yi adalah nilai dari penilaian normalisasi alternatif ke i terhadap semua kriteria. Nilai yi dapat menjadi positif atau negatif tergantung dari jumlah maksimal . riteria menguntungkan atau benefi. dan minimal . riteria yang tidak menguntungkan atau cos. dalam matriks keputusan. Sebuah keistimewaan yi menunjukkan preferensi akhir. Dengan demikian, alternatif terbaik memiliki nilai yi tertinggi, sedangkan alternatif terburuk memiliki nilai yi terendah. Menentuka Nilai Rangking dari hasil perhitungan MOORA Nilai yi negatif dapat menjadi positif atau tergantung dari total maksimal . ttribut yang menguntungka. dalam matriks keputusan. Sebuah urutan peringkat dari yi menunjukkan pilihan terahir. Dengan demikian alternatif terbaik memiliki nilai yi tertinggi sedangkan alternatif terburuk memiliki nilai yi Unified Modeling Language (UML) Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa spesifikasi standar yang dipergunakan untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan dan membangun perangkat lunak. UML merupakan metodologi dalam mengembangkan sistem berorientasi objek dan juga merupakan alat untuk mendukung pengembangan sistem. Diagram-diagram yang digunakan pada UML antara lain adalah use case diagram, activity diagram, dan class diagram. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 METODE PENELITIAN 1 Metode Penelitian Data Collecting (Teknik Pengumpulan Dat. Dalam teknik pengumpulan data terdapat beberapa yang dilakukan diantaranya yaitu : Metode Observasi Observasi merupakan metode pengumpulan sebuah data dengan cara pengamatan secara langsung ke Kantor Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara sehingga data yang di peroleh lebih akurat. Metode Wawancara Wawancara yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab secara langsung dengan narasumber yang terkait, peneliti mengadakan wawancara secara langsung dengan salah satu pegawai Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara yang mengenai pembibitan tanaman Tabel 3. 1 Data primer bibit tembakau varietas Virginia Nama Kriteria Nama Alternatif Sehat Umur Bibit Tinggi Bibit Jenis Tanah Jumlah 1 Varietas DB 101 Baik 22 hari 25 cm Aluvial 8 helai Varietas Coker 176 Baik 18 hari 12 cm Andosol 10 helai Varietas PVS 05 Baik 10 hari 14 cm Aluvial 6 helai Varietas PVH 09 Cukup 9 hari 7 cm Andosol 5 helai Varietas PVH 20 Kurang 7 hari 9 cm Regusol 4 helai Varietas PVH 21 5 Cukup 12 hari 10 cm Andosol 9 helai Max Max Max Max Max Optimum Study of Literature (Studi Kepustakaa. Studi dilakukan untuk menambah pengetahuan dan untuk mencari referensi bahan dengan membaca literature maupun bahan-bahan teori baik berupa buku, data dari internet dan lebih banyak menggunakan jurnal-jurnal baik jurnal Internasional maupun Nasional, sebagai referensi. Adapun literature yang digunakan 27 referensi yaitu terdapat 25 jurnal nasional dan 2 buah buku danselanjutnya melalui internet. Melalui literature tersebut sangat membantu dalam penyelesaian pemilihan bibit unggul pada tanaman tembakau. Algoritma Sistem Algoritma sistem adalah penjelasan langkah Ae langkah penyelesaian masalah dalam perancang sistem pendukung keputusan dalam pemilihan bibit unggul pada tanaman tembakau dengan menggunakan metode MOORA ( multi objective optimization on the basis of ratio analisis ). Hal ini dilakukan untuk mengetahui apa saja varietas tembakau yang berkualitas dan bermutu tinggi. 1 Flowchart dari Metode Penyelesaian Berikut ini adalah flowchart dari metode MOORA . ulti objective optimization on the basis of ratio analisis ) yaitu sebagai berikut : Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Gambar 3. 1 Flowchart Sistem Deskripsi Data dari Penelitian Pengambilan keputusan ini berdasarkan pada kriteria yang sudah menjadi penentu dalam pemilihan bibit unggul tanaman tembakau. Berikut ini adalah kriteria yang digunakan. Tabel 3. 2 Keterangan Kriteria Nama Kriteria Nilai Bobot Keterangan Sehat (C. Benefit Umur Bibit (C. Benefit Tinggi Bibit (C. Benefit Jenis Tanah (C. Benefit Jumlah Daun (C. Benefit Berdasarkan data yang telah di dapatkan, maka dilakukan konversi setiap kriteria untuk dapat dilakukan proses perhitungan ke dalam metode moora. Berikut ini adalah tabel konversi dari kriteria yang Tabel 3. 3 Sub Kriteria Sehat Keterangan Kriteria (C. Nilai Baik Cukup Kurang Tabel 3. 4 Sub Kriteria Umur Bibit Keterangan Kriteria (C. Nilai > = 20 hari 15 - 20 hari < = 15 Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Tabel 3. 5 Sub Kriteria Tinggi Bibit Keterangan Kriteria (C. Nilai > = 15 cm 10 -15 cm < = 10 cm Tabel 3. 6 Sub Kriteria Jenis Tanah Keterangan Kriteria (C. Nilai Aluvial Andosol Regusol Tabel 3. 7 Sub Kriteria Jumlah Daun Keterangan Kriteria (C. Nilai > = 8 helai 4 helai - 6 helai < = 4 helai Tabel 3. 8 Hasil Konversi Data Alternatif Nama Kriteria Nama Alternatif A01 Varietas DB 101 A02 Varietas Coker 176 A03 Varietas PVS 05 A04 Varietas PVH 09 A05 Varietas PVH 20 A06 Varietas PVH 21 5 Setelah mengetahui nilai alternatif pada setiap kriteria, selanjutnya merubah nilai kriteria menjadi matriks keputusan. Berikut ini adalah nilai matriks keputusannya. ycUycnyc = Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Menentukan Matriks Normalisasi Selanjutnya adalah melakukan normalisasi matriks untuk menghitung nilai masing masing kriteria dengan menggunakan rumus ycyeO. yeoyeOyeU ya ocyea yeO=ya yeoyeOyeU Keterangan : Xij = Matriks alternative j pada kriteria i = 1, 2, 3, 4, . , n adalah nomor urutan atribut atau kriteria = 1, 2, 3, 4, . , m adalah nomor urutan alternatif X*ij = Matriks Normalisasi alternatif j pada kriteria i Kriteria C1 Oo52 52 52 32 12 32 = Oo 94 = 9. ya11 = 5/9. 6953= 0. ya21 = 5/9. 6953= 0. ya31 = 5/9. 6953= 0. ya41 = 3/9. 6953= 0. ya51 = 1/9. 6953= 0. ya61 = 3/9. 6953= 0. Kriteria C2 Oo32 32 12 12 12 12 = Oo22 = 4. ya12 =3/4. 6904 = 0. ya22 =3/4. 6904 = 0. ya32 =1/4. 6904 = 0. ya42 =1/ 4. 6904 = 0. ya52 =1/4. 6904 = 0. ya62 =1/ 4. 6904 = 0. Kriteria C3 Oo52 32 32 12 12 32 = Oo54 = 7. ya13 =5/7. 3484=0. ya23 =3/7. 3484=0. ya33 =3/7. 3484=0. ya43 =1/7. 3484=0. ya53 =1/7. 3484=0. ya63 =3/7. 3484=0. Kriteria C4 Oo52 32 52 32 12 32 = Oo78 = 8. ya14 =5/8. 8317=0. ya24 =3/8. 8317=0. ya34 =5/8. 8317=0. ya44 =3/8. 8317=0. ya54 =1/8. 8317=0. ya64 =3/8. 8317=0. Kriteria C5 Oo52 52 32 32 32 52 = Oo102 = 10. ya15 =5/10. 100=0. ya25 =5/10. 100=0. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 ya35 =3/10. 100=0. ya45 =3/10. 100=0. ya55 =3/10. 100=0. ya65 =5/10. 100=0. Dari hasil perhitungan diatas maka di dapat matriks ternormalisasi yaitu : ycUycnyc= Menentukan Matriks Normalisasi Terbobot adalah dengan cara melakukan perkalian hasil matriks ternormalisasi dengan bobot yang telah di normalisasikan. ycUycnyc= ycU= 5157 x 0. 5157 x 0. 5157 x 0. 3094 x 0. 1031 x 0. 3094 x 0. 6396 x 0. 6396 x 0. 2132 x 0. 2132 x 0. 2132 x 0. 2132 x 0. ycU = ycUycnyc O ycOya 6804 x 0. 4082 x 0. 4082 x 0. 1361 x 0. 1361 x 0. 4082 x 0. 5661 x 0. 3397 x 0. 5661 x 0. 3397 x 0. 1132 x 0. 3397 x 0. 4951 x 0. 4951 x 0. 2970 x 0. 2970 x 0. 2970 x 0. 4951 x 0. ycOyc = 0. 4, 0. 2, 0. 2, 0. 1, 0. Maka nilai. Xij * Wij yaitu sebagai berikut : Mengurangi Nilai Maximax Dan Minimax Kemudian setelah melakukan perkalian antara ycUycnyc dan ycOyc , maka berikutnya adalah menghitung nilai ycUycn yang terlihat pada tabel di bawah ini : Tabel 3. 9 Mencari Nilai ycUycn Maximum yeAyeO Alternatif ( C1 C2 C3 C4 C. Menentukan Rangking Dari Hasil Perhitungan Moora Selanjutnya yang terakhir yaitu melakukan perangkingan berdasarkan tabel di atas, maka berikut ini adalah hasil perangkingannya : Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Tabel 3. 10 Perangkingan MOORA Alternatif Hasil Ranking Rangking 1 Rangking 2 Rangking 3 Rangking 5 Rangking 6 Rangking 4 ANALISA DAN HASIL 1 Implementasi Sistem Implementasi sistem adalah sebuah tahapan untuk menerapkan sistem yang telah dirancang dan Berikut adalah tampilan sistem yang sudah dirancang dan dibangun yang menerapkan metode MOORA. Form Login Sebelum masuk kedalam aplikasi maka staf dinas perkebunan harus melakukan login terlebih dahulu. Dimana staf harus menginput username dan password terlebih dahulu sesuai dengan database . Gambar 4. 1 Form Login Form Menu Utama Halaman menu utama adalah tampilan awal ketika staf melakukan login . Gambar 4. 2 Form Menu Utama Admin Form Data Kriteria Berikut ini merupakan Form kriteria dalam pemilihan bibit unggul tanaman tembakau : Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Gambar 4. 3 Form Data Kriteria Form Data Bibit Tampilan Form Data Bibit yaitu penginputan Kode bibit dan Nama bibit Gambar 4. 4 Form Data Bibit Form Penilaian Tampilan Form Penilaian yaitu pengisian setiap nilai bibit dan kriteria. Gambar 4. 5 Form Penilaian Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Form Proses Perhitungan MOORA Berikut ini merupakan Form proses perhitungan MOORA berisi nilai dari bibit tersebut yaitu : Gambar 4. 6 Form Proses Form Laporan Rancangan laporan dari sistem pendukung keputusan dalam pemilihan bibit yang dinyatakan layak menggunakan metode MOORA adalah sebagai berikut : Gambar 4. 7 Form Laporan KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan diatas dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut : Dengan menerapkan metode MOORA dalam pemilihan bibit unggul telah berhasil diterapkan dengan hasil keputusan dari hasil perangkingan pada sistem. Dalam merancang sistem yang telah dibuat dilakukan tahap pertama yaitu menentukan pemodelan sistem dengan menggunakan Usecase Diagram. Activity Diagram. Class Diagram dan Flowchart, selanjutnya merancang database sesuai dengan kebutuhan lalu merancang interface. Hasil dapat di uji dengan sistem sehingga mendapatkan pemilihan bibit ungul tembakau menggunakan metode MOORA. UCAPAN TERIMA KASIH Puji Syukur kepada Tuhan Yesus dimana atas berkat dan karunia-Nya yang masih memberikan kesehatan dan kesempatan sehingga saya dapat mampu menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Ucapan terima kasih ditujukan kepada kedua Orang tua, yang telah memberikan doa, cinta dan juga dukungan. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Terima kasih juga kepada dosen pembimbing Bapak Kamil Erwansyah. Kom. Kom dan Bapak Muhammad Zunaidi. Kom beserta pihakAepihak lainnya yang mendukung penyelesaian jurnal skripsi REFERENSI