Original Research HIJP : HEALTH INFORMATION JURNAL PENELITIAN Analisis Pengembangan Instrumen Skrining Resiko Penularan TB Pada Anak Di Wilayah Pesisir Analysis of the Development of Screening Instruments for the Risk of TB Transmission in Children in Coastal Areas Dewi Sartiya Rini1. Prishilla Sulupadang2. Abdul Syukur Bau3 1,2,3Jurusan Keperawatan. Poltekkes Kemenkes Kendari. Indonesia. *Korespondensi e-mail: dewi. sartiya@gmail. Kata kunci: TB paru. Anak dengan TB. Skrining TB Keywords: Pulmonary TB. Children with TB. Pediatric TB Screening Poltekkes Kemenkes Kendari. Indonesia ISSN : 2085-0840 ISSN-e : 2622-5905 Periodicity: Bianual vol. 17 no. jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi. Received : 22 April 2025 Accepted : 01 July 2025 Funding source: Poltekkes Kemenkes Kendari DOI : 10. 36990/hijp. URL : https://myjurnal. id/index. php/HIJP Contract number: - Ringkasan: Latar belakang: Skrining TB anak menggunakan sistem skoring yang direkomendasikan sejak 2005, namun tidak semua fasilitas kesehatan memiliki fasilitas uji tuberkulosis dan foto thoraks yang merupakan parameter skoring TB anak, menyebabkan underdiagnosis TB anak. Diperlukan inovasi instrumen skrining penularan TB pada anak. Tujuan: Menganalisis pengembangan instrumen skrining risiko penularan TB paru pada anak di wilayah pesisir. Metode: Penelitian Research and Development (R&D) yang diuji kelayakan oleh pakar bahasa, pakar keperawatan anak, dan 25 perawat pengguna instrumen di PKM Motui yang dipilih menggunakan total sampling. Hasil: Uji kelayakan instrumen menunjukkan validasi pakar bahasa 93%, pakar spesialis keperawatan anak 85%, dan pengguna Semua aspek penilaian menunjukkan kategori layak dengan predikat baik hingga sangat baik untuk implementasi skrining TB anak. Simpulan: Instrumen skrining risiko penularan TB pada anak telah valid dan layak digunakan untuk mendeteksi TB pada anak dengan anggota keluarga terdiagnosis TB paru berdasarkan validasi multistakeholder. Saran: Instrumen dapat diimplementasikan sebagai skrining awal TB anak namun memerlukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan untuk konfirmasi diagnosis definitif. Abstrack: Background: Pediatric TB screening uses the recommended scoring system since 2005, but not all health facilities have tuberculosis testing facilities and thoracic scan which is a parameter for pediatric TB scoring, leading to underdiagnosis of pediatric TB. There is a need for innovation in screening instruments for TB transmission in children. Objective: To analyze the development of screening instruments for the risk of pulmonary TB transmission in children in coastal areas. Methods: Research and Development (R&D) research was conducted by linguists, pediatric nurse experts, and 25 instrumentusing nurses at the selected Motui PKM using total sampling. Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17 , no. Mei AeAgustus. ISSN: 2085-0840 / 2622-5905 Page | 153 Results: The feasibility test of the instrument showed 93% validation of language experts, 85% pediatric nursing specialists, and 95% users. All aspects of the assessment show a feasible category with good to excellent predicates for the implementation of pediatric TB screening. Conclusions: Screening instruments for the risk of TB transmission in children are valid and feasible to be used to detect TB in children with family members diagnosed with pulmonary TB based on multi-stakeholder validation. Suggestion: The instrument can be implemented as an initial screening for pediatric TB but requires further examination at a health facility to confirm a definitive diagnosis. PENDAHULUAN Penyakit TB Paru merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang menyerang organ paru-paru dan tidak hanya dapat diderita oleh orang dewasa namun juga anakanak. Penyakit ini menjadi salah satu penyakit penyumbang angka morbiditas dan mortalitas terbesar sehingga berdampak pada kehidupan dan perkembangan jutaan anak dan remaja. Pada tahun 2020 tercatat sekitar 1,1 juta anak menderita TB di Seluruh dunia dan lebih dari 225. 000 diantaranya kehilangan nyawa akibat penyakit tersebut (World Health Organization, 2. Indonesia menempati peringkat ke dua kasus TB dengan jumlah kasus 824 ribu dan kematian 93 ribu per tahun atau setara dengan 11 kematian per jam. Kasus TBC anak di Indonesia juga mengalami peningkatan yang signifikan, dari 42. 187 kasus tahun 2021 meningkat menjadi 100. 726 kasus tahun 2022 (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Peningkatan kasus TB pada anak terjadi karena bakteri TB yang sangat mudah ditularkan melalui droplet yang terinfeksi diudara (Saputra et al. , 2. Penyebaran bakteri tuberkulosis anak yang terkena TB kemungkinan besar tidak tertular dari teman-teman sebayanya, melainkan dari orang dewasa yang menderita penyakit tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wijaya et al . faktor risiko yang paling dominan menyebabkan penyakit TB pada anak ialah riwayat kontakApabila anak tinggal bersama pengidap TB dewasa dalam kurun waktu 3 bulan sebelum diagnosis atau mulai terapi TB maka dapat dikatakan anak tersebut memiliki riwayat kontak serumah. Penelitian Ernirita . juga menyatakan bahwa anak yang memiliki riwayat kontak dengan penderita TB memiliki resiko 6,03 kali lebih tinggi dibanding dengan yang tidak ada kontak (Ernirita et al. , 2020. Saputra et al. , 2. Selain itu, angka penularan yang tinggi dapat disebabkan karena keterlambatan diagnostik dan juga kesulitan mendiagnosis TB. Hal ini dikarenakan lebih dari 50% anak dengan TB tidak menunjukkan gejala (Bowden & Greenberg, 2. Melakukan skrining pada anak yang mempunyai kontak dengan TB Paru penting sebagai deteksi awal infeksi TB anak. Selain itu, skrining TB pada anak dapat bermanfaat untuk komunitas secara umum karena seorang anak dengan infeksi TB dapat menularkan infeksinya ketika dewasa apabila tidak segera diobati dengan baik (Ernirita et al. , 2020. Firmansyah et al. , 2021. Rini, 2. Skrining TB anak dapat dilakukan dengan sistem skoring yang sudah disosoalisasikan dan direkomendasikan sejak tahun 2005. Akan tetapi tidak semua fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia mempunyai fasilitas uji tubekulosis dan pemeriksaan foto thoraks yang merupakan 2 parameter yang ada di sisitem skoring TB anak. Hal ini akan berdampak banyak dijumpai underdiagnosis TB anak. Oleh sebab itu dibutuhkan inovasi instrument skrining penularan TB yang menjadi data pendukung dalam mendiagnosis TB paru anak. Penelitian yang berfokus pada identifikasi factor resiko kejadian TB pada anak antara lain penelitian yang dilakukan oleh Ernirita et al pada anak di Puskesmas Kecamatan Cakung. Jakarta Timur. Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17 , no. Mei AeAgustus. ISSN: 2085-0840 / 2622-5905 Page | 154 Pada penelitian tersebut diketahui bahwa beberapa karakteristik yang signifikan mempengaruhi kejadian TB paru pada anak antara lain: ventilasi rumah, kepadatan hunian, lantai rumah, status gizi, pemberian asi eksklusif. Riwayat BBLR. Imunisasi BCG, keberadaan perokok di rumah, tempat merokok dan riwayat kontak dengan penderita TB (Ernirita et al. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Kharisma terkait gambaran karakteristik Tuberkulosis Paru berdasarkan Sistem Skoring pada pasien TB Anak Rawat Jalan di RSUD Al-Ihsan Bandung diketahui beberapa karakteristik pasien TB anak berdasarkan skoring TB antara lain: batuk kronik, demam. Foto toraks. Uji tuberkulin. Berat Badan. Pembesaran kelenjar limfe, koli dan aksila, kontak TB dan pembengkakan tulang/sendi (Danastri et al. , 2. Penelitian Latifatul et al juga berfokus pada factor resiko TB paru anak dengan hasil 63,2% responden anak dengan TB paru memiliki riwayat kontak dengan anggota keluarga dengan TB Paru. Beberapa penelitian tersebut hanya berfokus pada survey analitik resiko TB paru pada anak dan belum dikembangkan dalam bentuk instrument skrining penularan TB pada anak (Wahidah et al. Oleh karena itu, penelitian kami berfokus mengembangkan instrument skrining penularan TB pada anak dengan orangtua penderita TB di wiliayah kerja PKM Motui Kabupaten Konut. METODE Penelitian ini berfokus pada pengembangan instrumen skrining penularan TB paru yang menggunakan metode Research and Development (R&D) . Metode penelitian ini digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk serta keefektifan penerapan produk yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Agustus 2024 yang diawali dengan studi pendahuluan, dilanjutkan dengan pengembangan instrument dan uji kelayakan instrument oleh pakar bahasa, pakar materi, dan pengguna instrument yaitu 25 orang perawat yang dipilih dengan menggunakan teknik total sampling yaitu pengambilan sampel secara menyeluruh sesuai dengan data PKM Motui. Diagram alir dalam penelitian ini digambarkan sebagai berikut: Gambar 1 Diagram Alir Penelitian Pengembangan Analisis Pengembangan Instrumen Skrining Penularan TB paru pada Anak dengan Orangtua penderita TB di wiliayah kerja PKM Motui Kabupaten Konawe Utara Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17 , no. Mei AeAgustus. ISSN: 2085-0840 / 2622-5905 Page | 155 HASIL Analisis kelayakan dari ahli bahasa Hasil uji validasi oleh ahli bahasa berupa hasil tanggapan dan penilaian dari ahli kemudian dari hasil data yang diperoleh dianalisis dan dilakukan revisi produk instrument sesuai dari saran. Adapun hasil ditunjukkan pada tabel 1 berikut: Tabel 1 Uji kelayakan Instrumen oleh Pakar Bahasa Aspek yang dinilai Skala likert Sangat . Kurang . Cukup . Sesuai . Penggunaan kata pada instrumen sesuai dengan EYD Penulisan kalimat pada instrumen mudah dipahami Kejelasan informasi Bahasa yang digunakan bersifat Tidak menimbulkan penafsiran Penggunaan Bahasa secara efektif dan efisien Sangat . per aspek Oo Oo Oo Oo Oo Oo Total skor Berdasarkan tabel 1 diatas diketahui bahwa uji kelayakan bahasa diuraikan dalam 6 butir aspek yang dinilai dengan hasil 4 soal dengan skor 5 dan 2 soal dengan skor 4 sehingga total skor 28. Uji kelayakan di uraikan sebagai berikut: Uji kelayakan Bahasa (V. = total skor x 100 % Skor maksimal x 100% Tabel 2 Hasil Validasi Bahasa Kode Validasi Kriteria Validasi Bahasa Layak dengan predikat bagus Analisis kelayakan dari ahli materi Hasil uji validasi oleh ahli materi yaitu Ners Spesialis dibidang keperawatan anak berupa hasil tanggapan dan penilaian dari ahli kemudian dari hasil data yang diperoleh dianalisis dan dilakukan revisi produk sesuai dari saran. Adapun hasil ditunjukkan pada tabel 3 berikut : Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17 , no. Mei AeAgustus. ISSN: 2085-0840 / 2622-5905 Page | 156 Tabel 3 Uji kelayakan Instrumen oleh Pakar Keperawatan Anak Aspek yang dinilai Skala likert Sangat . Kurang . KELAYAKAN ISI Kesesuaian terhadapat kebutuhan perawat dalam mendeteksi anak yang beresiko TB paru Kesesuaian dengan kebutuhan Kebenaran substansi pertanyaan Kesesuaian sumber referensi terbaru terkait TB paru pada anak KEBAHASAAN Keterbacaan Kejelasan informasi Kesesuaian dengan kaidah Bahasa Indonesia Penggunaan Bahasa secara efektif dan efisien SAJIAN Instrumen ditulis sistemtis, runut dan alur logika yang jelas Instrumen sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai Isi instrumen mudah dipahami Istilah yang digunakan pada instrumen jelas Cukup . Sesuai . Sangat . n per Oo TOTAL Berdasarkan tabel 3 diatas diketahui bahwa uji kelayakan materi diuraikan dalam 12 butir aspek yang dinilai dengan hasil 4 soal dengan skor 5 dan 7 soal dengan skor 4 dan 1 soal skor 3 sehingga total skor 51. Uji kelayakan di uraikan sebagai berikut: Uji kelayakan materi (V. = total skor x 100 % Skor maksimal = 51 x 100% = 85% Tabel 4 Hasil Validasi Pakar Keperawatan Anak Kode Validasi Kriteria Validasi Bahasa Layak dengan predikat bagus Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17 , no. Mei AeAgustus. ISSN: 2085-0840 / 2622-5905 Page | 157 Analisis keterbacan dari pengguna . Hasil uji validasi oleh 25 orang perawat berupa hasil tanggapan dan penilaian dari perawat yang nantinya akan menggunakan instrument ini dalam mendeteksi resiko penularan TB pada anak. Kemudian dari hasil data yang diperoleh dianalisis dan dilakukan revisi produk sesuai dari saran. Adapun hasil ditunjukkan pada tabel 5 berikut : KOMPONEN SKALA LIKERT Sangat . Kurang . Cukup . Sesuai Sangat . KELAYAKAN ISI Kesesuaian isi instrumen terhadapat kebutuhan perawat dalam mendeteksi anak yang beresiko TB paru Kesesuaian dengan kebutuhan Penelitian Kebenaran substansi pertanyaan Kesesuaian sumber referensi terbaru terkait TB paru pada anak KEBAHASAAN Keterbacaan Kejelasan informasi Kesesuaian dengan kaidah Bahasa Indonesia Penggunaan Bahasa secara efektif dan efisien SAJIAN Instrumen ditulis sistemtis, runut dan alur Logika yang jelas Instrumen sesuai dengan tujuan yang ingin Isi instrumen mudah dipahami Istilah yang digunakan pada instrumen jelas TOTAL Berdasarkan tabel 5 diatas diketahui bahwa uji kelayakan materi diuraikan dalam 12 butir aspek yang dinilai dengan total skor 1428 . Uji kelayakan di uraikan sebagai berikut: Uji kelayakan materi (V. = total skor x 100 % Skor maksimal = 1428 x 100% = 95% Tabel 6 Hasil Validasi Pengguna Instrumen . Kode Validasi Kriteria Validasi Bahasa Layak dengan predikat bagus Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17 , no. Mei AeAgustus. ISSN: 2085-0840 / 2622-5905 Page | 158 PEMBAHASAN Kejadian TB pada anak sebagian besar didapatkan karena kontak dengan pasien TB sekitarnya. Faktor yang berperan penting pada penularan TB paru pada anak adalah mereka yang tinggal pada pemukiman yang padat, status gizi anak, kondisi lingkungan rumah yang tidak sehat dan terganggunya sirkulasi udara. Skrining kasus TB paru pada anak merupakan salah satu langkah dalam penemuan dan tata laksana TB khususnya pada kelompok rentan. Metode skrining yang dilakukan selama ini adalah tuberculin skin test dan diperlukan pemeriksaan lanjutan berupa foto toraks dan penelusuran gejala klinis (Soesanto et al. , 2. World Health Organization (WHO) pada tahun 1993 telah menetapkan TB paru sebagai dampak kedaruratan global. Namun, secara umum TB paru hanya dievaluasi pada populasi dewasa. TB paru pada anak menjadi aspek yang terabaikan dari epidemi TB yang terjadi saat ini. Padahal TB paru pada anak menyumbang 20% dari seluruh kasus dibanyak negara yang berinsiden tinggi TB paru. Beban global TB paru pada anak sampai saat ini menjadi sangat samar karena kurangnya data pelaporan dan perekaman TB secara rutin. Selain itu, sulitnya penegakkan diagnosis pada anak dengan menggunakan metode pemeriksaan bakteriologis (Ernirita et al. , 2. Alat skrining yang masih kurang menjadi salah satu penyebab sulitnya mendeteksi secara dini penularan TB pada anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode skrining resiko penularan TB pada anak menjadi salah satu pilihan metode yang dapat digunakan oleh tenaga kesehatan dalam melakukan pemeriksana lanjutan pada anak dengan resiko. Analisis kelayakan oleh pakar pada penelitian ini menunjukkan bahwa instrument ini valid untuk diterapkan dalam mendeteksi resiko penularan TB pada anak dengan persentase 85%. Hal analisisi kelayakan instrument juga menunjukkan nilai yang valid berdasarkan analisis pengguna yaitu perawat. Persentase validasi instrument menunjukkan nilai 95%. Instrumen ini mengembangkan alat skrining tanda dan gejala yang merupakan langkah pertama penemuan kasus TB paru pada anak dengan skrining positif direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan rontgen dan pemeriksaan sputum basil tahan asam. Hal ini juga telah dikembangkan pada penelitian sebelumnya namun belum ada yang spesifik menskrining kasus TB paru pada anak. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil uji kelayakan yang dilakukan oleh pakar Bahasa, pakar materi dan pengguna instrument menunjukkan bahwa instrument ini layak untuk diuji cobakan pada subjek yaitu anak dengan orangtua atau anggota keluarga TB paru. Instrumen skrining risiko penularan TB pada anak dapat diimplementasikan sebagai alat skrining awal di fasilitas kesehatan primer, namun tetap memerlukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan yang memadai untuk konfirmasi diagnosis definitif. Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17 , no. Mei AeAgustus. ISSN: 2085-0840 / 2622-5905 Page | 159 REKOMENDASI Untuk memperkuat kehandalan instrumen, direkomendasikan melakukan uji validitas dan reliabilitas empiris melalui pilot testing pada populasi target dengan sampel representatif yang lebih Implementasikan uji sensitivitas dan spesifisitas instrumen dengan membandingkan hasil skrining terhadap gold standard diagnosis TB anak . onfirmasi bakteriologis/radiologi. Tambahkan analisis faktor konfirmatori untuk memvalidasi konstruksi teoretis instrumen dan pengujian inter-rater reliability antar perawat pengguna. Integrasikan studi prospektif kohort untuk mengevaluasi nilai prediktif positif dan negatif instrumen dalam mendeteksi konversi TB laten menjadi aktif pada anak kontak serumah. PERNYATAAN Ucapan Terimakasih Peneliti mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran proses penelitian ini. Pendanaan Penelitian ini didanai oleh DIPA Poltekkes Kemenkes Kendari 2024. Kontribusi Setiap Penulis Pada penelitian ini, setiap peneliti memiliki kontribusi yaitu: Dewi Sartiya Rini bertugas perumusan instrumen skrining penularan TB paru pada anak, analisis jurnal terkait produk instrumen yang akan dikembangkan, dan membuat desain instrument. Prishilla Sulupadang bertugas membuat desain instrument, analisis data penelitian dan evaluasi aplikasi. Abdul Syukur Bau bertugas melakukan studi literatur instrument dan publikasi pada jurnal nasional. Pernyataan Konflik Kepentingan Tidak ada konflik kepentingan. DAFTAR PUSTAKA