UNES Journal of Education Scienties Volume 7. Issue 2. November 2022 P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Open Access at: https://ojs. org/index. php/UJES HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR. KECERDASAN NATURALISTIK DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI THE RELATIONSHIP OF LEARNING MOTIVATION. NATURALISTIC INTELLIGENCE AND SCIENCE PROCESS SKILLS WITH BIOLOGY LEARNING OUTCOMES Susanti Fakaubun1. Roy Marthin Rahanra2 1,2 Pendidikan Biologi. STKIP PGRI Papua Email: Susantifakaubun06@gmail. com, rrahanra86@gmail. INFO ARTIKEL Kata kunci : Motivasi Belajar. Keceradasan Naturalistik. Keterampilan Proses Sains. Hasil Belajar. ABSTRAK Penelitian ini adalah peneltian ex post facto yang bertujuan . mengetahui hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar biologi. mengetahui hubungan kecerdasan naturalistik dengan hasil belajar biologi. mengetahui hubungan keterampilan proses sains dengan hasil belajar biologi dan. mengetahui hubungan keterampilan proses sains, kecerdasan naturalistik, dan motivasi belajar dengan hasil belajar Biologi siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1. XI MIPA 2 dan XI MIPA 3 SMA Negeri 3 Maluku Tenggara semester ganjil tahun ajaran 2022/2023 yang berjumlah 51 orang yang diperoleh dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Teknik pengumpulan data melalui metode angket, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . terdapat hubungan yang cukup kuat antara keterampilan proses sains dengan hasil belajar, dengan nilai korelasi sebesar 0,497, . terdapat hubungan yang cukup kuat antara keceradsan naturalistik dengan hasil belajar Biologi, dengan nilai korelasi sebesar 0,469, . terdapat hubungan yang cukup kuat antara motivasi belajar dengan hasil belajar Biologi, dengan korelasi sebesar 0,454, dan . terdapat hubugan yang kuat antara motivasi belajar, kecerdasan naturalistik dan keterampilan proses sains dengan hasil belajar Biologi siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara. Copyright A 2023 UJES. All rights reserved. P-ISSN: 2598-4985. E-ISSN: 2598-4993 ARTICLE INFO Keywords: Learning Motivation. Naturalistic Intelligence. Science Process Skills. Learning Outcomes ABSTRACT This study is an ex-post facto research which aims to examine . the relationship between learning motivation and Biology learning . the relationship between naturalistic intelligence and Biology learning outcomes. the relationship between science process skills and Biology learning outcomes and. the relationship of science process skills, naturalistic intelligence, and learning motivation on Biology learning outcomes of grade XI MIPA at SMAN 3 Southeast Maluku. The research sampleswere students of grade XI MIPA 1. XI MIPA 2 and XI MIPA 3 at SMAN 3 Southeast Maluku in the first semester of 2022/2023 academic yearwith the total of 51 people who were obtained by employing proportional random sampling technique. Data collection techniques employed questionnaire, observation, and documentation methods. Data were analyzed descriptively and The results of the study reveal that. there is a fairly strong relationship between science process skills and learning outcomes with a correlation value of 0. 497, . there is a fairly strong relationship between naturalistic intelligence and Biology learning outcomes with a correlation value of 0. 469, . there is a fairlystrong relationshipbetween learning motivation and Biology learning outcomes with a correlation of 0. 454, and . there is a strong relationship between learning motivation, naturalistic intelligence, and science process skills on Biology learning outcomes of grade XI MIPA at SMAN 3 Southeast Maluku. Copyright A 2023 UJES. All rights reserved. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan upaya yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mencerdaskan dan mengembangkan potensi yang ada pada diri siswa. Berbagai strategi masih menjadi sorotan untuk mencapai kualitas pembelajaran, sehingga proses belajar dan mengajar merupakan bagian integral dalam dunia Pendidikan (Pakpahan et al. , 2. Kegiatan pembelajaran atau kegiatan instruksional, selalu ditetapkan guru sesuai dengan tujuan belajar (Susanto. Sehingga tercapainya tujuan pembelajaran dapat diukur berdasarkan parameter ketercapaian anak dalam hasil belajarnya. Hasil belajar merupakan masalah yang sering dihadapi dalam proses Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar terbagi atas faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam individu. Faktor internal meliputi intelegensi, bakat, minat, motivasi, kesehatan jasmani, dan gaya belajar. Faktor eksternal merupakan faktor yang bersumber dari luar individu. Faktor eksternal meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. UNES Journal of Education Scienties. : 39-49 Motivasi erat kaitannya dengan kebutuhan belajar sehingga dapat dijadikan faktor pendorong bagi siswa untuk belajar. Siswa yang termotivasi belajar akan bertahan lebih lama pada tugas dibandingkan siswa-siswa yang kurang tinggi dalam motivasi belajar, karena mereka mengalami kegagalan. Mereka akan menghubungkan kegagalan mereka dengan kurangnnya usaha, bukan dengan faktor-faktor eksternal seperti kesukaran tugas, keberuntungan. Siswa yang termotivasi belajar menginginkan keberhasilan, dan ketika mereka gagal akan melipatgandakan usaha mereka sehingga dapat berhasil (Syaodih, 2. Salah satu faktor internal yang mendukung keberhasilan belajar adalah kecerdasan (Bungawati, dkk. Kecerdasan tersebut yaitu kecerdasan Kecerdasan naturalis menurut Juniar . dalam Pratama, dkk. pada intinya berkaitan dengan isi alam, yaitu baik flora maupun fauna. Hal ini sejalan dengan pemikiran Gardner . yang mengatakan bahwa kecerdasan naturalis adalah keahlian dalam mengenali dan mengklasifikasikan berbagai spesies flora dan fauna, serta kemampuan dalam melakukan kategorisasi dan membuat hierarki terhadap keadaan organisme seperti tumbuhtumbuhan, binatang dan alam. Kecerdasan naturalistik adalah kecintaan anak terhadap binatang peliharaan, merawat tanaman dengan penuh kasih sayang serta menjaga kelestarian alam sekitar. Sehingga orang yang berkiprah dalam kecerdasan naturalis dapat dikategorikan sebagai manusia pencipta alam (Hambali, 2. Hal ini dapat menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kecerdasan naturalistik yang tinggi akan mendapatkan hasil belajar yang Tetapi pada kenyataannya dalam proses belajar mengajar masih banyak siswa yang meraih hasil belajar relatif rendah. Selain motivasi belajar dan kecerdasan naturalistik ada faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar siswa yaitu keterampilan proses sains. Sains pada dasarnya berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami tentang alam. Belajar sains mempelajari gejala-gejala melalui serangkaian proses yang dikenal dengan proses ilmiah yang dibangun atas dasar ilmiah dan hasilnya terwujud sebagai produk ilmiah yang tersusun atas tiga komponen berupa konsep, prinsip, dan teori yang berlaku secara universal (Trianto, 2. Biologi merupakan salah satu bidang IPA yang menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk memahami konsep dan proses sains. Kegiatan pembelajaran biologi dapat dilakukan melalui kegiatan praktikum. Kegiatan praktikum adalah proses pembelajaran yang sifatnya memberikan interaksi langsung yang nyata pada peserta didik melalui panca inderanya (Satriani, dkk. Hal ini tentunya akan memberikan pengalaman belajar sains yang dapat dirasakan secara langsung, sehingga kegiatan praktikum ini sangat berperan dalam mengembangkan keterampilan proses siswa (Sudargo, 2. Pendekatan keterampilan proses adalah suatu pendekatan pegajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut menghayati proses penemuan atau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses sains. Kaitannya dengan keterampilan proses dalam pembelajaran, guru menciptakan bentuk kegiatan pengajaran yang bervariasi agar siswa terlibat dalam berbagai Karena kelebihan keterampilan proses membuat siswa menjadi bersifat kreatif, aktif, terampil dalam berpikir dan terampil dalam memperoleh Dengan keterampilan maka siswa dapat mengasah pola berpikirnya sehingga dapat meningkatkan kualitas hasi belajar (Sagala, 2. P-ISSN: 2598-4985. E-ISSN: 2598-4993 Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti, diperoleh data bahwa bahwa tidak semua siswa mampu mengembangkan motivasi belajarnya karena ditemukan ada beberapa siswa tidak membawa alat tulis, ada siswa yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah dan ditemukan perilaku siswa yang memilih ribut dari pada belajar jika guru tidak masuk serta rasa ingin tahu siswa yang lemah. Fakta tersebut didukung pula dari data perolehan hasil evaluasi belajar yang menunjukkan tingkat perolehan nilai siswa biologi hanya sebagian siswa yang memperoleh nilai ujian semester mencapai KKM yaitu 75, sedangkan sebagian siswa lainnya masih memperoleh nilai di bawah KKM. Hal ini menunjukkan siswa di SMA Negeri 3 Maluku Tenggara tidak semuanya memiliki motivasi belajar yang tinggi. Dari hasil observasi peneliti di SMA Negeri 3 Maluku Tenggara serta wawancara yang dilakukan dengan guru bidang studi biologi Ibu Ika Widiyastuti Raubun. Pd bahwa secara umum siswa SMA Negeri 3 Maluku Tenggara memiliki kecerdasan naturalistik yang rendah dan pembelajaran biologi yang telah dilaksanakan menunjukkan hanya sedikit peserta didik yang aktif. Pada proses pembelajaran guru lebih menekankan pada penguasaan konsep, dimana guru hanya memberikan serangkaian latihan dan soal. Selain itu kegiatan praktikum atau kegiatan yang menunjang keterampilan siswa jarang dilaksanakan, hal ini dapat menyebabkan keterampilan proses ilmiah siswa tidak berkembang. Sehingga siswa tidak terampil dalam menyusun hipotesis, melakukan pengamatan, membaca grafik, menentukan variabel percobaan, menginterpretasi data dan menarik kesimpulan. Akibatnya, siswa sulit dalam menerapkan konsep IPA atau sains dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, perlunya pengamatan langsung sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar melalui pembelajaran keterampilan proses sains. Dengan demikian, pendekatan tersebut dapat meningkatkan kreatifitas, keaktifan, kemampuan berpikir, sehingga hasil belajar dapat meningkat. Penelitian sebelumnya terkait dengan penelitian ini yakni penelitian yang dilakukan Hasniati . yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar biologi. Temuan penelitian lainnya juga menyatakan bahwa semakin tinggi motivasi belajar peserta didik maka semakin tinggi pula hasil belajar yang diperoleh peserta didik tersebut (Budiariawan, 2019 dan Puspitasari 2. Selanjutnya hasil penelitian oleh Marwah . dengan hasil menunjukan bahwa adanya hubungan yang kuat antara kecerdasan naturalistik dengan hasil Hal ini relevan dengan studi yang mengatakan bahwa orang yang memiliki kecerdasan naturalistik dapat meningkatkan hasil belajar IPA (Siregar. Penelitian lain yang berhubungan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Simbolon . menunjukkan bahwa terdapat hubungan keterampilan proses sains dengan hasil belajar biologi. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti menyimpulkan bahwa diperlukan suatu penelitian untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar, kecerdasan naturalistik dan keterampilan proses sains dengan hasil belajar Biologi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara Tahun Ajaran 2022/2023. UNES Journal of Education Scienties. : 39-49 METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian ex post facto yang bersifat korelasional. Dikatakan penelitian ex post facto karena variabel-variabel dalam penelitian ini telah terjadi tanpa perlu memberikan perlakuan terhadap variabel yang diteliti (Sukardi, 2. Variabel penelitian terdiri dari tiga variabel independent . yakni motivasi belajar (X. , kecerdasan naturalistik (X. , keterampilan proses sains (X. , dan satu variabel dependent . yaitu hasil belajar biologi (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara tahu pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 60 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proportional random sampling sehingga diperoleh sampel 51 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, lembar observasi, dan dokumentasi. Pengumpulan data motivasi belajar dan kecerdasan naturalistik dilakukan melalui pemberian Data keterampilan proses sains dilakukan dengan melalui lembar observasi dan data hasil belajar siswa diperoleh dari nilai ulangan tengah semester ganjil tahun ajaran 2022/2023. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif meliputi skor tertinggi, skor terendah, skor rata-rata, standar deviasi dan distribusi frekuensi menggunakan microsoft office excel 2007. Sedangkan analisis inferensial terdiri dari uji normalitas, uji linearitas dan uji regresi dengan menggunakan program komouter SPSS versi 20. 0 for winndows. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Tabel 1 Rangkuman Statistik Deskriptif Variabel Statistik Nilai Max Nilai Min Mean Standar Deviasi Motivasi Kecerdasan KPS Hasil Belajar Naturalistik Belajar 76,431 71,627 15,824 72,137 6,688 6,545 1,244 5,738 Berdasarkan Tabel 1. 1 diketahui bahwa nilai maksimum yang diperoleh dari data motivasi belajat siswa adalah 88 sedangkan nilai minimum adalah 61. Nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik adalah 76. 431, dan standar deviasi sebesar 6,688. Nilai maksimum yang diperoleh dari data kecerdasan naturalistik siswa adalah 87 sedangkan nilai minimum adalah 58. Nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik adalah 71. 627, dan standar deviasi sebesar 6,545. Nilai maksimal yang diperoleh dari data keterampilan proses sains siswa adalah 19 sedangkan nilai minimal adalah 14. Nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik adalah 15,824, dan standar deviasi sebesar 1,244. P-ISSN: 2598-4985. E-ISSN: 2598-4993 Motivasi Belajar Tabel 1. 2 Distribusi, frekuensi dan persentase nilai Motivasi Belajar kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara Interval Kategori Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Total Berdasarkan tabel 1. 2 dapat dilihat bahwa sebanyak 19 peserta didik dengan persentase 37% memiliki motivasi belajar dalam kategori sangat tinggi, 30 peserta didik dengan persentase 59% memiliki kecerdasan naturalistik dalam kategori tinggi, 2 peserta didik dengan persentase 4% dalam kategori Kecerdasan Naturalistik Tabel 1. 3 Distribusi, frekuensi dan persentase nilai kecerdasan naturalistik kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara Interval Kategori Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Total Berdasarkan tabel 1. 2 dapat dilihat bahwa sebanyak 1 peserta didik dengan persentase 2% memiliki kecerdasan naturalistik dalam kategori sangat tinggi, 36 peserta didik dengan persentase 71% memiliki kecerdasan naturalistik dalam kategori tinggi, 14 peserta didik dengan persentase 27% dalam kategori sedang. Keterampilan Proses Sains Tabel 1. 4 Distribusi, frekuensi dan persentase nilai keterampilan proses sains siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara Interval Kategori Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Total UNES Journal of Education Scienties. : 39-49 Berdasarkan tabel 1. 4 dapat dilihat bahwa sebanyak 28 peserta didik dengan persentase 55% memiliki keterampilan proses sains dalam kategori tinggi, 23 peserta didik dengan persentase 45% memiliki keterampilan proses sains dalam kategori sedang. Analisi Inferensial Uji Normalitas Tabel 2. 1 Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Variabel Motivasi Kecerdasan Naturalistik KPS Hasil Belajar Nilai Signifikansi 0,892 > 0,05 0,821 > 0,05 0,024 > 0,05 0,078 > 0,05 Keterangan Normal Normal Normal Normal Berdasarkan hasil output uji normalitas data motivasi belajar sebesar 0,892, kecerdasan naturalistik sebesar 0,821, keterampilan proses sains sebesar 0,024 dan hasil belajar sebesar 0,078. Karena nilai signifikansi keempat data tersebut lebih dari 0,05, maka dapat dikatakan bahwa motivasi belajar, kecerdasan naturalistik, keterampilan proses sains, dan hasil belajar berdistribusi normal karena nilai signifikansinya Ou . Uji Linearitas Tabel 2. Uji Linearitas Model Hubungan X1 terhadap Y X3 terhadap Y X3 terhadap Y Nilai Keterangan Signifikansi 0,903 Ou 0,05 Linear 0,366 Ou 0,05 Linear 0,139 Ou 0,05 Linear Berdasarkan hasil analisis uji linearitas pada motivasi belajar dengan hasil belajar menunjukkan nilai signifikansi 0,903 Ou . , maka dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar berhubungan secara linear dengan hasil belajar biologi. Kecerdasan naturalistik dengan hasil belajar menunjukkan nilai signifikansi 0,366 Ou . , maka dapat disimpulkan bahwa kecerdasan naturalistik berhubungan secara linear dengan hasil belajar biologi dan. keterampilan proses sains dengan hasil belajar menunjukkan nilai signifikansi 0,139 Ou . , maka dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains berhubungan secara linear dengan hasil belajar biologi. Uji Hipotesis Hubungan antara Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara Tabel 2. 3 Hubungan antara Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara Model Motivasi Belajar 0,454 Sig. 0,001 P-ISSN: 2598-4985. E-ISSN: 2598-4993 Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai koefisien korelasi . sebesar 0,454 maka terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar biologi berada pada kategori cukup kuat. Hubungan antara Kecerdasan Naturalistik dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara Tabel 2. 4 Hubungan antara Kecerdasan Naturalistik dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara Model Sig. Kecerdasan 0,469 0,001 Naturalistik Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai koefisien korelasi . sebesar 0,469 maka terdapat hubungan antara kecerdasan naturalistik dengan hasil belajar biologi berada pada kategori cukup kuat. Hubungan antara Keterampilan Proses Sains dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara Tabel 2. 5 Hubungan antara Keterampilan Proses Sains dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara Model KPS 0,497 Sig. 0,000 Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai koefisien korelasi . sebesar 0,497 maka terdapat hubungan antara keterampilan proses sains dengan hasil belajar biologi berada pada kategori cukup kuat. Hubungan Motivasi Belajar. Kecerdasan Naturalistik dan Keterampilan Proses Sains dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara Tabel 2. 4 Hubungan antara Motivasi Belajar. Kecerdasan Naturalistik dan Keterampilan Proses Sains dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara Model Motivasi Belajar Kecerdasan Naturalistik KPS 0,606 Sig. 0,000 Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai koefisien korelasi . sebesar 0,606 maka terdapat hubungan antara motivasi beajar, kecerdasan naturalistik dan keterampilan proses sains secara bersama-sama hasil belajar biologi berada pada kategori kuat. Pembahasan Hubungan antara Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan kecerdasan naturalsitik dengan hasil belajar biologi yang dapat dilihat dari nilai signifikan yang berarti bahwa terdapat hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar biologi. Besarnya hubungan kecerdasan naturalistik dengan hasil belajar dapat diketahui dari nilai koefisien korelasi . yang menunjukan hubungan yang cukup kuat. Penelitian terdahulu terkait hubungan kecerdasan naturalistik hasil belajar telah dilakukan oleh Sulfemi . UNES Journal of Education Scienties. : 39-49 terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar dengan korelasi sebesar 0,981. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Abidin dan Ijzah . menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar dengan nilai korelasi sebesar 0,936. Hubungan antara Kecerdasan Naturalistik dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar biologi yang dapat dilihat dari nilai signifikan yang berarti bahwa terdapat hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar Besarnya hubungan motivasi dengan hasil belajar dapat diketahui dari nilai koefisien korelasi . yang menunjukan hubungan yang cukup kuat, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi motivasi belajar maka akan semakin tinggi pula hasil belajarnya. Penelitian terdahulu terkait hubungan motivasi dengan hasil belajar telah dilakukan Wijaya dan Narendra . , menyatakan bahwa terdapat korelasi antara kecerdasan naturalistik dengan hasil belajar peserta didik dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,365 yang termasuk kedalam kategori lemah. Selanjutnya, peneltian yang dilakukan oleh Iriana . , menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kecerdasan naturalistik dengan hasil belajar Biologi. Hubungan antara Keterampilan Proses Sains dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan keterampilan proses sains dengan hasil belajar biologi yang dapat dilihat dari nilai signifikan yang berarti bahwa terdapat hubungan keterampilan proses sains dengan hasil belajar biologi. Besarnya hubungan keterampilan proses sains dengan hasil belajar dapat diketahui dari nilai koefisien korelasi . yang menunjukan hubungan yang kuat, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi keterampilan proses sains maka akan semakin tinggi pula hasil belajarnya. Penelitian terdahulu terkait hubungan keterampilan proses sains hasil belajar telah dilakukan Wijiastuti . menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara keterampilan proses sains dengan hasil belajar dengan kategori sedang dan nilai korelasi sebesar 0,557. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Lestari . menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan proses sains dan hasil belajar. Hubungan antara Motivasi Belajar. Kecerdasan Naturalistik dan Keterampilan Proses Sains dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara Berdasarkan hasil analisis data motivasi belajar, kecerdasan anturalistik, dan keterampilan proses sains memberikan nilai yang signifikan. Hubungan variabel bebas secara bersama-sama dengan variabel terikat lebih kuat dibandingkan dengan hubungan masing-masing variabel terikat. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat sinergitas antara variabel motivasi belajar, kecerdasan naturalistik dan keterampilan proses sains siswa. Dalam hal ini, motivasi belajar, kecerdasan naturalistik dan keterampilan proses sains siswa saling mendukung satu sama lain dalam meningkatkan hasil P-ISSN: 2598-4985. E-ISSN: 2598-4993 belajar siswa. Jadi, apabila dalam proses pembelajaran siswa memiliki motivasi yang baik, kecerdasan naturalistik yang baik dan memiliki keterampilan proses sains yang baik maka siswa tersebut akan memperoleh hasil belajar yang baik. Penelitian serupa mengenai motivasi belajar yang dilakukan oleh Sulfemi . bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar. Penelitian mengenai kecerdasan naturalistik yang dilakukan oleh Iriana . , menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kecerdasan naturalistik dengan hasil belajar Biologi dan penelitian keterampilan proses sians yang dilakukan oleh Lestari . menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan proses sains dan hasil belajar. SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, maka terdapat beberapa kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat antara motivasi belajar dengan hasil belajar Biologi, terdapat hubungan yang cukup kuat antara kecerdasan naturalistik dengan hasil belajar Biologi, terdapat hubungan yang cukup kuat antara keterampilan proses sains dengan hasil belajar Biologi, dan terdapat hubungan yang kuat antara motivasi belajar, kecerdasan naturalistik dan keterampilan proses sains dengan hasil belajar Biologi siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Maluku Tenggara. Saran Berdasarkan kesimpulan penelitian tersebut diatas, ada beberapa saran yang disampaikan penulis, yakni sebagai berikut: Disarankan bagi peneliti yang berniat meneliti penelitian serupa agar selain meneliti motivasi belajar, kecerdasan naturalistik, keterampilan proses sains, dan hasil belajar agar mengembangkan penelitiannya dengan meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar Disarankan untuk tidak hanya melihat hubungan masing-masing variabel tetapi juga membandingkan faktor yang lebih besar pengaruh dan hubungannya dengan hasil belajar peserta didik. Untuk penelitian jenis ini juga dapat dilakukan berbagai metode bukan hanya melalui angket dan motivasi tetapi juga melakukan tes dan wawancara agar responden yang didapatkan lebih bervariasi. DAFTAR PUSTAKA