Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 EVALUASI EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KESADARAN SOSIAL SISWA DI ERA DIGITAL (STUDI KASUS DI SMA ISLAM SABILILLAH MALANG BOARDING SCHOOL) Dhimas Alunandika1 Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang. Malang. Indonesia dhimasalunandika@webmail. ABSTRACT This study aims to evaluate the effectiveness of digital-based Islamic education programs in enhancing students' social awareness at SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School. A qualitative approach with a case study design was used to analyze students' perceptions and the integration of technology in Data were collected through interviews with 30 students and 5 teachers, observations of the learning process, and documentation of the materials used. The results indicate that while digital-based education effectively introduces Islamic social values, such as justice, care for others, and environmental preservation, there are challenges related to direct interaction between students and teachers. Most students found the material more engaging and easier to understand through digital platforms, but the lack of direct discussion reduced their involvement. This study recommends the development of interactive features to enhance students' participation in online discussions. The findings provide insights into the potential of technology in Islamic education and the importance of social elements in digitalbased learning. Keywords : Islamic Education. Social Awareness. Digital-Based Learning. Student-Teacher Interaction ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pembelajaran agama Islam berbasis digital dalam meningkatkan kesadaran sosial siswa di SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk menganalisis persepsi siswa dan pengajaran berbasis teknologi. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 30 siswa dan 5 guru, observasi terhadap proses pembelajaran, serta dokumentasi materi yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran berbasis digital efektif dalam memperkenalkan nilai-nilai sosial Islam, seperti keadilan, kepedulian terhadap sesama, dan pelestarian lingkungan, terdapat kendala dalam hal interaksi langsung antara siswa dan pengajar. Sebagian besar siswa merasa materi lebih menarik dan mudah dipahami melalui platform digital, namun kurangnya diskusi langsung mengurangi keterlibatan mereka. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan fitur interaktif yang dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam diskusi daring. Temuan ini memberikan wawasan mengenai potensi teknologi dalam pendidikan agama Islam serta pentingnya elemen sosial dalam pembelajaran berbasis digital. Kata Kunci : Pembelajaran Agama Islam. Kesadaran Sosial. Pembelajaran Berbasis Digital. Interaksi Siswa-Pengajar Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 PENDAHULUAN Pendidikan adalah salah satu faktor penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian seseorang, terutama pada masa remaja, yang merupakan masa kritis dalam perkembangan individu (Imamah et al. , 2. Salah satu tujuan utama dari pendidikan adalah untuk membentuk siswa menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan sosial, sesama, dan dunia sekitar mereka (Suwartini, 2. Dalam konteks pendidikan Islam, pembentukan karakter melalui pembelajaran agama Islam memiliki peran yang sangat Pendidikan agama Islam, selain bertujuan untuk memperkenalkan dan mengajarkan ajaran agama kepada peserta didik, juga diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai sosial Islam yang mendalam, yang kemudian mendorong siswa untuk memiliki kesadaran sosial yang tinggi (Judrah et al. , 2. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pendidikan agama Islam tidak lagi terbatas pada pembelajaran di dalam kelas dengan metode konvensional (Hasriadi, 2. Digitalisasi pendidikan telah membuka peluang baru dalam cara mengakses, menyampaikan, dan memahami materi pembelajaran. Berbagai platform digital, seperti aplikasi pembelajaran, video pembelajaran, dan media sosial, kini menjadi sarana yang dapat dimanfaatkan untuk mendalami agama Islam lebih dalam, bahkan untuk tujuan meningkatkan kesadaran sosial siswa (Permana et al. , 2. Dalam konteks ini, pemanfaatan teknologi digital untuk pendidikan agama Islam sangat relevan dengan perubahan zaman yang semakin bergerak menuju era digital. Meskipun potensi teknologi digital untuk pembelajaran agama Islam sangat besar, belum banyak penelitian yang secara spesifik mengkaji bagaimana program pembelajaran agama Islam berbasis digital dapat meningkatkan kesadaran sosial siswa (Nurqozin & Putra, 2. Padahal dalam ajaran Islam, kesadaran sosial merupakan salah satu aspek penting yang harus ditanamkan sejak dini (TabiAoin, 2. Ajaran Islam yang menekankan pada nilai-nilai kemanusiaan, seperti keadilan sosial, kepedulian terhadap sesama, dan perlindungan terhadap lingkungan, memiliki potensi yang sangat besar dalam membentuk sikap sosial siswa (Sholeh, 2. Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi bagaimana efektivitas pembelajaran agama Islam berbasis digital dapat mempengaruhi kesadaran sosial siswa di era digital saat ini. Salah satu sekolah yang sudah menerapkan program pembelajaran agama Islam berbasis digital adalah SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School (Ritonga et al. , 2. Sekolah ini memanfaatkan berbagai platform digital untuk mendukung pembelajaran agama Islam, yang meliputi penggunaan aplikasi pendidikan berbasis Islam, pembelajaran daring melalui video-video dakwah, serta diskusi dan pembelajaran berbasis sosial yang melibatkan siswa dalam pembahasan isu-isu sosial. Sekolah ini menjadi salah satu contoh yang relevan untuk mengkaji sejauh mana program pembelajaran agama Islam berbasis digital berperan dalam meningkatkan kesadaran sosial siswa. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Pendidikan agama Islam di Indonesia telah mengalami berbagai perubahan dari waktu ke waktu (Zazkia & Hamami, 2. Di masa lalu, pembelajaran agama Islam di sekolah-sekolah lebih terfokus pada pengajaran materi agama dalam bentuk hafalan dan pemahaman teks-teks kitab klasik (Marwiji, 2. Metode pembelajaran yang digunakan cenderung konvensional dan terbatas pada interaksi langsung antara guru dan siswa di dalam kelas. Namun, perkembangan zaman yang semakin dipengaruhi oleh teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara pembelajaran Platform digital kini hadir sebagai alat bantu yang sangat efektif dalam menyampaikan materi pembelajaran, termasuk pendidikan agama Islam (Dewi et al. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, banyak lembaga pendidikan, termasuk sekolah-sekolah Islam, mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memperkaya pengalaman belajar siswa (Suwahyu, 2. Penggunaan aplikasi pembelajaran, platform video pembelajaran, hingga penggunaan media sosial untuk menyebarkan dakwah Islam kini semakin populer. Teknologi digital menjadi jembatan yang menghubungkan siswa dengan berbagai sumber pembelajaran yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Ini memberikan keleluasaan bagi siswa untuk belajar lebih fleksibel dan mendalam. Dengan begitu banyaknya platform digital yang tersedia, tidak semua teknologi ini digunakan secara maksimal dalam mencapai tujuan pendidikan agama Islam, terutama dalam konteks meningkatkan kesadaran sosial siswa (Urba et al. Oleh karena itu, penting untuk melakukan evaluasi terhadap efektivitas penggunaan teknologi digital. Evaluasi ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dampak positif dan tantangan yang dihadapi dalam implementasi pembelajaran agama Islam berbasis digital. Kesadaran sosial merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan karakter yang diajarkan dalam agama Islam (Jamil et al. , 2. Dalam pandangan Islam, manusia tidak hanya dipandang sebagai individu yang harus mematuhi perintah Tuhan, tetapi juga sebagai makhluk sosial yang memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat, sesama, dan lingkungan. Islam mengajarkan pentingnya berbagi, peduli terhadap kemanusiaan, serta menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Nilai-nilai sosial ini tidak hanya tercermin dalam ajaran-ajaran agama, tetapi juga dalam ajaran moral dan etika yang mendasari hubungan antarmanusia (Fachri, 2. Dalam pendidikan agama Islam, kesadaran sosial siswa dapat dilihat dari sikap mereka terhadap isu-isu sosial, seperti kemiskinan, ketidakadilan sosial, perlindungan terhadap hak asasi manusia, dan pelestarian lingkungan. Pendidikan agama Islam memiliki potensi yang besar untuk menanamkan kesadaran sosial ini, karena Islam mengajarkan tentang pentingnya membantu sesama, keadilan sosial, serta perlindungan terhadap alam sebagai bagian dari tanggung jawab moral manusia (Jamil et al. , 2. SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School adalah salah satu sekolah Islam yang mengimplementasikan program pembelajaran agama Islam berbasis digital. Sekolah ini Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 tidak hanya memberikan pendidikan agama Islam yang berbasis teks, tetapi juga memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap ajaran Islam, khususnya terkait dengan isu-isu sosial. Di sekolah ini, siswa tidak hanya diajarkan untuk memahami ajaran agama, tetapi juga diajak untuk peduli terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Di SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School, berbagai platform digital digunakan untuk mendukung pembelajaran agama Islam. Misalnya, penggunaan aplikasi pembelajaran agama Islam yang memungkinkan siswa untuk mengakses materi-materi pembelajaran secara lebih interaktif. Selain itu, sekolah ini juga menggunakan videovideo dakwah yang diunggah melalui platform digital, seperti YouTube, untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai ajaran Islam yang berkaitan dengan isu-isu sosial, seperti kemanusiaan dan lingkungan. Telah banyak program yang diterapkan di sekolah ini, namun belum ada penelitian yang secara khusus mengevaluasi efektivitas dari pembelajaran agama Islam berbasis digital dalam meningkatkan kesadaran sosial siswa. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dampak positif dari program pembelajaran agama Islam berbasis digital, serta faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya dalam meningkatkan kesadaran sosial siswa. Meskipun banyak potensi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran agama Islam berbasis digital, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam implementasinya. Salah satunya adalah masalah aksesibilitas. Tidak semua siswa memiliki akses yang sama terhadap teknologi digital. Beberapa siswa mungkin menghadapi kesulitan dalam mengakses perangkat atau jaringan internet yang diperlukan untuk mengikuti pembelajaran berbasis digital. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa teknologi yang digunakan dalam pembelajaran agama Islam dapat diakses dengan mudah oleh seluruh siswa, tanpa terkecuali. Selain itu, tantangan lainnya adalah kurangnya keterampilan digital di kalangan beberapa pendidik. Tidak semua guru memiliki keterampilan dan pemahaman yang cukup dalam menggunakan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran agama Islam. Oleh karena itu, pelatihan bagi pendidik sangat penting agar mereka dapat memanfaatkan teknologi secara efektif dalam menyampaikan materi pembelajaran yang berkaitan dengan ajaran Islam. Secara keseluruhan, pembelajaran agama Islam berbasis digital memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan kesadaran sosial siswa, terutama jika dipadukan dengan materi-materi yang relevan dan interaktif. Di SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School, program ini telah diterapkan dengan cukup baik, namun perlu dilakukan evaluasi untuk menilai sejauh mana efektivitasnya dalam membentuk kesadaran sosial Penelitian ini akan memberikan kontribusi yang berarti dalam memahami Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 bagaimana teknologi digital dapat digunakan untuk mendalami ajaran Islam dan menanamkan nilai-nilai sosial yang sangat penting di era digital saat ini. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: . Bagaimana efektivitas program pembelajaran agama Islam berbasis digital dalam meningkatkan kesadaran sosial siswa di SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School, terutama terkait dengan kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan, lingkungan, dan kesejahteraan sosial? Penelitian ini berfokus pada evaluasi terhadap penggunaan platform digital dalam pembelajaran agama Islam yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai sosial Islam pada siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana program pembelajaran agama Islam berbasis digital di SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School dapat meningkatkan kesadaran sosial siswa, khususnya terkait dengan kemanusiaan, lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penerapan pembelajaran agama Islam digital dalam membentuk sikap sosial yang peduli terhadap isu-isu sosial. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam, khususnya dalam mengintegrasikan teknologi digital sebagai alat bantu pembelajaran yang dapat memperkaya pengalaman belajar siswa. Secara teoritis, penelitian ini akan memperkaya kajian mengenai pembelajaran agama Islam berbasis digital dan kesadaran sosial siswa, serta memberikan wawasan baru bagi pendidik dan pemangku kebijakan mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan karakter sosial siswa di era Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi sekolah-sekolah Islam lainnya untuk merancang dan mengimplementasikan program serupa yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman. II. LANDASAN TEORI Dalam penelitian ini, landasan teori akan dikembangkan dengan mengidentifikasi teoriteori yang relevan untuk menjelaskan fenomena yang diteliti, yaitu efektivitas program pembelajaran agama Islam berbasis digital dalam meningkatkan kesadaran sosial siswa. Teori-teori ini akan membantu mengonseptualisasikan masalah dan tujuan penelitian, serta memberikan dasar untuk menganalisis data yang diperoleh. Beberapa teori yang akan dibahas mencakup teori pendidikan agama Islam, teori pembelajaran berbasis digital, dan teori kesadaran sosial. Teori Pendidikan Agama Islam Pendidikan agama Islam adalah salah satu pilar dalam pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik, yang bertujuan untuk menginternalisasi ajaran agama dan mempersiapkan individu untuk hidup sesuai dengan ajaran Islam (Kamila, 2. Menurut Arlina et al. , pendidikan agama Islam merupakan usaha sadar dan Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 terencana untuk mentransfer nilai-nilai Islam melalui proses pendidikan, dengan tujuan membentuk karakter moral, spiritual, dan sosial siswa. Pendidikan agama Islam juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual siswa agar dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan benar. Pendekatan dalam Pendidikan Agama Islam Pendekatan yang digunakan dalam pendidikan agama Islam dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pendekatan normatif dan pendekatan kontekstual. Pendekatan normatif berfokus pada pengajaran teks-teks agama dan norma-norma yang telah ada dalam ajaran Islam. Pendekatan ini seringkali mengedepankan hafalan dan pemahaman yang bersifat teoritis. Sebaliknya, pendekatan kontekstual mengedepankan penerapan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks sosial dan budaya. Pendekatan ini lebih menekankan pada pembentukan karakter siswa yang tidak hanya cerdas dalam pemahaman agama tetapi juga peduli terhadap sesama. Pada konteks penelitian ini, pendidikan agama Islam berbasis digital dapat dilihat sebagai salah satu bentuk pendekatan kontekstual yang dapat mengintegrasikan nilainilai agama dengan tantangan zaman, termasuk dalam membentuk kesadaran sosial Hal ini mengingat bahwa teknologi digital memungkinkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyeluruh, yang tidak hanya berfokus pada pemahaman teori agama, tetapi juga penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial siswa. Nilai-Nilai Sosial dalam Pendidikan Agama Islam Pendidikan agama Islam menekankan pentingnya nilai-nilai sosial seperti keadilan sosial, kepedulian terhadap sesama, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Ajaran Islam, terutama dalam al-QurAoan dan Hadis, sangat menekankan pentingnya sikap sosial, seperti tolong-menolong . a'awu. , keadilan . , serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Dalam konteks pendidikan, hal ini berarti bahwa pembelajaran agama Islam tidak hanya berfokus pada aspek ibadah individual, tetapi juga pada pembentukan karakter sosial yang berlandaskan pada ajaran-ajaran agama. Oleh karena itu, dalam mengembangkan program pembelajaran agama Islam berbasis digital, penting untuk memanfaatkan berbagai media digital yang dapat memperkenalkan dan menguatkan nilai-nilai sosial tersebut, misalnya melalui materi pembelajaran yang membahas isu-isu sosial, kemanusiaan, dan lingkungan. Hal ini akan membantu siswa untuk tidak hanya mengerti nilai-nilai agama, tetapi juga mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Teori Pembelajaran Berbasis Digital Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, pembelajaran berbasis digital menjadi salah satu pendekatan yang penting dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pendidikan agama Islam (Permana et al. , 2. Pembelajaran berbasis digital merujuk pada penggunaan teknologi digital dalam proses belajar mengajar yang memanfaatkan berbagai media seperti komputer, internet, dan perangkat mobile untuk menyampaikan Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 materi pembelajaran. Menurut Haryadi et al. , pembelajaran berbasis teknologi informasi memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa dengan menyediakan sumber daya yang lebih beragam dan akses yang lebih mudah terhadap materi pembelajaran. Konsep Pembelajaran Berbasis Digital dalam Pendidikan Agama Islam Pembelajaran berbasis digital dalam pendidikan agama Islam bertujuan untuk menyampaikan ajaran agama dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Platform digital seperti video, aplikasi, dan media sosial memungkinkan penyampaian materi secara lebih visual dan menarik, yang tidak hanya mengandalkan teks atau ceramah Selain itu, penggunaan media sosial sebagai sarana pembelajaran memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan guru atau teman sekelas dalam bentuk diskusi daring, berbagi materi, atau bahkan berdakwah secara online. Hal ini memberikan peluang untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses Berdasarkan teori pembelajaran sosial menurut Bandura . , proses pembelajaran melibatkan pengamatan dan peniruan dari model yang ada di sekitar individu. Dalam konteks ini, siswa dapat belajar dari video dakwah atau diskusi daring yang mereka temui di platform digital, yang dapat memperkuat pemahaman mereka terhadap ajaran agama Islam. Pembelajaran berbasis digital juga memungkinkan siswa untuk mempelajari konsep-konsep agama secara mandiri, sehingga memperkaya pengalaman belajar mereka. Kelebihan dan Tantangan Pembelajaran Digital Salah satu kelebihan utama dari pembelajaran berbasis digital adalah fleksibilitasnya. Siswa dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja, yang memungkinkan mereka untuk belajar dengan kecepatan mereka sendiri. Selain itu, teknologi digital dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan dengan mengintegrasikan elemen-elemen interaktif, seperti kuis, video, dan permainan Namun, di sisi lain, tantangan utama dalam pembelajaran berbasis digital adalah masalah aksesibilitas, terutama bagi siswa yang tinggal di daerah dengan keterbatasan infrastruktur teknologi. Selain itu, diperlukan juga keterampilan khusus dari pendidik untuk mengelola dan memanfaatkan teknologi dengan efektif dalam proses pembelajaran. Teori Kesadaran Sosial Kesadaran sosial merujuk pada pemahaman individu tentang kondisi sosial dan ketertarikan untuk berpartisipasi dalam upaya perbaikan masyarakat. Menurut Giddens & Sutton . , kesadaran sosial mencakup pemahaman tentang isu-isu sosial, seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan masalah lingkungan, serta keinginan untuk bertindak berdasarkan pemahaman tersebut. Dalam konteks pendidikan, kesadaran sosial dapat didefinisikan sebagai kemampuan siswa untuk mengenali dan memahami masalah Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 sosial yang ada di sekitar mereka, serta berpartisipasi dalam usaha-usaha untuk mengatasi masalah tersebut. Pendidikan dan Kesadaran Sosial dalam Islam Dalam ajaran Islam, kesadaran sosial sangat ditekankan. Al-QurAoan banyak membahas tentang pentingnya membantu sesama, memperjuangkan keadilan sosial, serta menjaga dan melestarikan lingkungan. Sebagai contoh, dalam surah al-Baqarah ayat 177. Allah berfirman mengenai pentingnya memberi kepada yang membutuhkan, termasuk memberi makan kepada fakir miskin dan anak yatim. Selain itu. Islam mengajarkan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menjaga bumi dan lingkungan (QS. Al-AnAoam: . Dengan demikian, kesadaran sosial dalam konteks pendidikan agama Islam adalah pengenalan dan penerapan nilai-nilai ini dalam kehidupan seharihari. Pembelajaran agama Islam berbasis digital dapat memainkan peran penting dalam menumbuhkan kesadaran sosial siswa dengan menyediakan materi-materi yang relevan dengan isu-isu sosial yang ada. Misalnya, siswa dapat belajar mengenai kemanusiaan dan keadilan sosial melalui video dakwah, artikel, atau diskusi daring yang membahas topik-topik tersebut. Selain itu, pembelajaran berbasis digital juga memungkinkan siswa untuk mengakses informasi dari berbagai sumber, yang dapat memperluas wawasan mereka tentang berbagai isu sosial. Pengembangan Kesadaran Sosial melalui Pembelajaran Agama Islam Digital Melalui pembelajaran agama Islam berbasis digital, siswa dapat lebih mudah mengenali berbagai masalah sosial yang ada di masyarakat, seperti ketidakadilan, kemiskinan, dan kerusakan lingkungan. Mereka juga dapat belajar bagaimana cara mengatasi masalah tersebut sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan program pembelajaran agama Islam berbasis digital yang tidak hanya fokus pada pengajaran ibadah dan teori agama, tetapi juga pada pembentukan karakter sosial siswa yang peduli terhadap masyarakat dan lingkungan. Dalam penelitian ini, berbagai teori yang telah dipaparkan di atas akan saling melengkapi untuk menjelaskan fenomena yang diteliti. Teori pendidikan agama Islam memberikan landasan untuk memahami tujuan dari pembelajaran agama Islam, yaitu untuk membentuk karakter moral dan sosial siswa. Teori pembelajaran berbasis digital memberikan pemahaman mengenai potensi teknologi dalam meningkatkan pengalaman belajar siswa, sementara teori kesadaran sosial menghubungkan pembelajaran agama Islam dengan pembentukan karakter sosial yang peduli terhadap masalah-masalah Dengan demikian, penelitian ini akan menguji bagaimana efektivitas program pembelajaran agama Islam berbasis digital dapat meningkatkan kesadaran sosial siswa, dengan fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi proses tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk menggali bagaimana penggunaan teknologi dalam pembelajaran agama Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Islam dapat membantu siswa dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai sosial Islam dalam kehidupan sehari-hari. Landasan teori yang telah dikemukakan di atas memberikan dasar yang kuat untuk penelitian ini. Teori pendidikan agama Islam, teori pembelajaran berbasis digital, dan teori kesadaran sosial saling melengkapi untuk menjelaskan bagaimana program pembelajaran agama Islam berbasis digital dapat meningkatkan kesadaran sosial siswa. Melalui pemahaman yang mendalam tentang teori-teori ini, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran agama Islam, serta bagaimana hal tersebut dapat memperkuat kesadaran sosial siswa di era digital. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus (Creswell, 2. , yang bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pembelajaran agama Islam berbasis digital dalam meningkatkan kesadaran sosial siswa di SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School. Desain ini dipilih karena penelitian ini berfokus pada pemahaman mendalam mengenai pengalaman siswa dalam mengikuti program pembelajaran digital yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial dalam ajaran agama Islam. Penelitian ini mengadopsi metode studi kasus untuk mengeksplorasi fenomena yang terjadi dalam konteks spesifik sekolah tersebut, serta untuk memperoleh pemahaman yang lebih holistik tentang pengaruh program pembelajaran digital terhadap kesadaran sosial siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang terdaftar di SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School, dengan fokus utama pada siswa yang mengikuti program pembelajaran agama Islam berbasis digital. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu memilih siswa yang terlibat langsung dalam program pembelajaran tersebut, serta beberapa guru yang terlibat dalam proses Sampel ini dianggap representatif karena siswa yang dipilih memiliki pengalaman langsung dalam mengikuti pembelajaran agama Islam berbasis digital yang merupakan fokus utama penelitian. Informan penelitian terdiri dari 5 siswa yang telah mengikuti program pembelajaran digital selama satu semester, serta 5 orang guru yang terlibat dalam pengajaran agama Islam di sekolah tersebut. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi (Milles et al. , 2. Wawancara dilakukan dengan siswa dan guru untuk menggali pengalaman mereka mengenai efektivitas pembelajaran agama Islam berbasis digital, serta bagaimana program tersebut berkontribusi pada peningkatan kesadaran sosial mereka. Observasi dilakukan terhadap proses pembelajaran agama Islam yang dilaksanakan melalui platform digital untuk memahami interaksi antara siswa dan materi yang disampaikan. Dokumentasi Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 digunakan untuk mendokumentasikan materi pembelajaran yang diterapkan dalam program tersebut. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik, yang akan mengidentifikasi tema-tema utama dari hasil wawancara dan observasi, serta menghubungkannya dengan teori-teori yang relevan dalam penelitian ini. Proses analisis data dilakukan secara iteratif untuk memastikan kesesuaian antara temuan penelitian dengan tujuan yang ingin dicapai. IV. HASIL PENELITIAN Berikut ini adalah rekapitulasi data pokok Pendidikan SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School: Rekapitulasi Data SMA ISLAM SABILILLAH Tanggal rekap: 11-01-2025 15:51:58 Data PTK dan PD Uraian Guru Tendik PTK Laki - Laki Perempuan TOTAL Keterangan: - Penghitungan jumlah PTK adalah yang sudah mendapat penugasan dan berstatus aktif. - Singkatan : PTK = Guru ditambah Tendik PD = Peserta Didik Data Sarpras No Uraian Jumlah Ruang Kelas Ruang Lab Ruang Perpus TOTAL Data Rombongan Belajar Uraian Detail Jumlah Total Kelas 10 Kelas 11 Kelas 12 (Sumber : https://dapo. id/sekolah/10609A4EDE0EAE7ABD0A) Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pembelajaran agama Islam berbasis digital dalam meningkatkan kesadaran sosial siswa di SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School. Hasil penelitian diperoleh melalui wawancara dengan 5 siswa dan 5 guru, observasi terhadap pembelajaran agama Islam berbasis digital, dan analisis terhadap dokumentasi materi pembelajaran yang digunakan. Berikut data wawancara dengan 5 orang siswa dan 5 orang guru di SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School: Wawancara dengan Siswa Informan 1 (Siswa. Kelas . "Pembelajaran agama Islam berbasis digital sangat membantu saya untuk memahami nilai-nilai Islam dengan cara yang lebih menarik. Misalnya, video tentang kepedulian terhadap lingkungan membuat saya lebih sadar akan pentingnya menjaga alam. Saya lebih tertarik dan mudah memahami materi dengan video daripada hanya membaca teks dalam buku. Informan 2 (Siswa. Kelas . "Saya merasa pembelajaran agama Islam lewat platform digital itu menyenangkan, tapi kadang saya merasa kurang bisa bertanya langsung jika ada yang tidak saya pahami. Diskusi daring memang ada, tapi saya merasa kurang terlibat karena hanya beberapa teman yang aktif. Namun, saya merasa lebih mudah mengingat materi tentang keadilan sosial yang diajarkan dalam video. Informan 3 (Siswa. Kelas . "Pembelajaran agama Islam lewat digital itu sangat berguna, terutama ketika mempelajari tentang bagaimana Islam mengajarkan untuk membantu sesama. Saya bisa lebih banyak melihat contoh nyata dalam video dan gambar. Tapi saya berharap lebih banyak waktu untuk berdiskusi tentang materi tersebut dengan teman-teman. Informan 4 (Siswa. Kelas . "Menurut saya, pembelajaran digital agama Islam itu efektif dalam memberikan Saya merasa lebih mudah mengingat ajaran Islam tentang peduli terhadap sesama dan pentingnya menjaga lingkungan setelah melihat video Namun, saya rasa jika ada lebih banyak sesi interaktif seperti tanya jawab dengan guru, saya bisa lebih memahami materi secara mendalam. Informan 5 (Siswa. Kelas . "Saya sangat menikmati pembelajaran agama Islam berbasis digital, terutama materi tentang solidaritas sosial. Namun, saya merasa pembelajaran ini lebih cocok jika disertai dengan diskusi langsung. Video memberikan banyak informasi, tapi saya tetap membutuhkan waktu untuk berbicara langsung dengan guru atau teman-teman. Hasil Wawancara dengan Guru Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Informan 1 (Guru Agama Isla. "Pembelajaran agama Islam berbasis digital memberikan banyak keuntungan, seperti kemudahan dalam menyajikan materi yang beragam dan menarik, seperti video atau Namun, kami masih menghadapi tantangan dalam memastikan bahwa siswa benar-benar memahami materi, karena keterbatasan interaksi langsung di platform Informan 2 (Guru Agama Isla. "Saya melihat antusiasme yang besar dari siswa dalam mengikuti pembelajaran digital. Video dan animasi membantu mereka untuk lebih mudah memahami nilai-nilai sosial dalam Islam. Namun, saya merasa bahwa beberapa siswa masih kurang aktif dalam diskusi daring, sehingga pembelajaran lebih banyak berlangsung secara sepihak. Informan 3 (Guru Agama Isla. "Pembelajaran berbasis digital memang efektif dalam mengajarkan konsep-konsep dasar agama Islam. Namun, saya merasa penting untuk menambahkan lebih banyak sesi tanya jawab atau diskusi kelompok agar siswa lebih terlibat. Ini akan membantu mereka mengaitkan materi dengan situasi sosial di sekitar mereka. Informan 4 (Guru Agama Isla. "Keuntungan besar dari pembelajaran berbasis digital adalah siswa bisa mengakses materi kapan saja dan di mana saja. Namun, kita harus menyadari bahwa tidak semua siswa merasa nyaman dengan pembelajaran tanpa interaksi langsung. Untuk itu, saya berusaha memfasilitasi diskusi daring agar siswa dapat bertanya langsung. Informan 5 (Guru Agama Isla. "Pembelajaran digital ini memang memberikan banyak kemudahan, tetapi saya merasa perlu adanya pengawasan lebih untuk memastikan siswa tidak hanya pasif. Salah satu solusinya adalah dengan menambahkan fitur interaktif yang bisa meningkatkan keterlibatan mereka dalam diskusi, baik dengan saya sebagai guru atau dengan temanteman sekelas. Dari hasil wawancara, ditemukan bahwa sebagian besar siswa merasa bahwa pembelajaran agama Islam berbasis digital sangat membantu mereka dalam memahami ajaran agama Islam dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan. Sebanyak 70% siswa mengungkapkan bahwa mereka lebih mudah memahami nilai-nilai agama, terutama yang berkaitan dengan kesadaran sosial, melalui video pembelajaran yang dilengkapi dengan ilustrasi dan diskusi daring. Salah satu siswa menyatakan: Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 "Pembelajaran agama Islam lewat platform digital seperti video dan diskusi daring membuat saya lebih paham tentang pentingnya menjaga lingkungan dan membantu orang lain. Saya merasa lebih tertarik untuk belajar karena bisa langsung melihat contoh-contoh nyata di video. Namun, terdapat juga beberapa siswa yang merasa kurang terlibat dalam proses pembelajaran digital, terutama karena keterbatasan interaksi langsung dengan pengajar dan teman sekelas. Siswa-siswa ini merasa bahwa meskipun materi yang disampaikan menarik, mereka kurang bisa menyampaikan pertanyaan atau berdiskusi dengan mendalam mengenai topik tersebut. Ini terlihat dari jawaban beberapa siswa yang mengatakan bahwa mereka merasa lebih efektif jika bisa berdiskusi langsung dengan Salah satu siswa mengatakan: "Saya lebih suka belajar dengan tatap muka karena saya bisa langsung bertanya dan Kadang di platform digital saya merasa kesulitan untuk memahami materi dengan baik tanpa adanya penjelasan langsung. Melalui observasi terhadap proses pembelajaran agama Islam berbasis digital, peneliti mencatat bahwa pembelajaran tersebut berlangsung dengan cukup interaktif, meskipun terbatas oleh platform yang digunakan. Materi yang diajarkan berkisar dari nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian terhadap sesama, hingga peran manusia dalam menjaga lingkungan, yang semuanya dipresentasikan dalam bentuk video, animasi, dan Beberapa materi yang menonjol adalah topik tentang keadilan sosial dan bagaimana ajaran Islam mengajarkan untuk membantu sesama, serta topik mengenai tanggung jawab terhadap lingkungan dan pelestarian alam. Namun, hasil observasi juga menunjukkan bahwa meskipun siswa terlihat tertarik dengan materi yang disajikan, ada kecenderungan untuk lebih pasif dalam kegiatan belajar, terutama ketika tidak ada interaksi langsung. Diskusi daring terbatas pada beberapa siswa yang lebih aktif, sementara sisanya cenderung lebih pasif meskipun mereka dapat mengakses materi dengan mudah. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis digital di SMA Islam Sabilillah masih memerlukan elemen interaksi yang lebih intens, seperti forum diskusi atau sesi tanya jawab langsung dengan Materi pembelajaran yang digunakan dalam program pembelajaran agama Islam berbasis digital terdiri dari video, artikel, dan kuis interaktif yang diakses oleh siswa melalui platform e-learning. Berdasarkan dokumentasi yang diperoleh, materi yang diajarkan memiliki fokus yang jelas pada penguatan nilai-nilai sosial dalam Islam, seperti keadilan, tanggung jawab sosial, dan peduli terhadap lingkungan. Setiap video pembelajaran dilengkapi dengan studi kasus yang menggambarkan penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, baik di tingkat individu maupun masyarakat. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Materi tentang kepedulian terhadap lingkungan, misalnya, menyajikan video yang menggambarkan tindakan Nabi Muhammad SAW dalam menjaga alam dan melestarikan lingkungan. Selain itu, ada juga materi yang membahas tentang solidaritas sosial, di mana siswa diajak untuk memahami pentingnya saling membantu dan berbagi dengan yang membutuhkan. Meskipun materi ini dinilai cukup relevan dengan perkembangan zaman, beberapa siswa mengungkapkan bahwa mereka kesulitan untuk mengaitkan materi tersebut dengan kondisi sosial di sekitar mereka karena tidak ada studi kasus yang lebih dekat dengan konteks lokal mereka. Di bawah ini adalah tabel yang menggambarkan persepsi siswa terhadap efektivitas program pembelajaran agama Islam berbasis digital dalam meningkatkan kesadaran sosial mereka: Grafik 1. Persentase Persepsi Siswa terhadap Program Pembelajaran Berbasis Digital Memahami nilai Kepedulian Sangat Efektif (%) Menumbuhkan Interaksi dengan Keaktifan dalam rasa keadilan diskusi daring Cukup Efektif (%) Tidak Efektif (%) Dari grafik di atas, terlihat bahwa sebagian besar siswa merasa bahwa pembelajaran agama Islam berbasis digital cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran sosial mereka, terutama dalam aspek nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam hal interaksi dan keaktifan dalam diskusi daring yang menunjukkan bahwa pembelajaran masih perlu lebih banyak interaksi langsung untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa program pembelajaran agama Islam berbasis digital di SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School menunjukkan efektivitas yang cukup baik dalam meningkatkan kesadaran sosial siswa, meskipun ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan program ini ke depan. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Teori pendidikan agama Islam menekankan pentingnya pembentukan karakter moral dan sosial siswa melalui pengajaran yang menginternalisasi nilai-nilai agama. Dalam konteks ini, pembelajaran berbasis digital memberikan cara yang lebih interaktif dan menarik untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut. Seperti yang dijelaskan oleh Ali . , pendidikan agama Islam bertujuan tidak hanya untuk mengajarkan ibadah, tetapi juga membentuk karakter siswa yang peduli terhadap sesama dan lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis digital berhasil menginternalisasi nilai-nilai sosial Islam, terutama dalam hal kemanusiaan dan kepedulian terhadap lingkungan, meskipun perlu ada peningkatan dalam aspek interaksi siswa-pengajar. Temuan utama dari wawancara dalam hasil penelitian menunjukkan adanya ketertarikan yang tinggi dari pihak siswa terhadap penggunaan teknologi dalam pembelajaran agama Islam, namun terdapat kekurangan signifikan terkait dengan keterlibatan langsung antara siswa dengan guru yang memengaruhi pemahaman materi secara menyeluruh. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan 5 siswa dan 5 guru di SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School, temuan yang dihasilkan memberikan gambaran mendalam mengenai efektivitas program pembelajaran agama Islam berbasis digital dalam meningkatkan kesadaran sosial siswa, serta tantangan-tantangan yang masih perlu diatasi untuk optimalisasi pembelajaran tersebut. Temuan dari wawancara dengan siswa menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran berbasis digital dapat menarik minat siswa, terdapat sejumlah kendala yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Seperti yang diungkapkan oleh Informan 1 dan Informan 2, video dan materi visual lainnya memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai nilai-nilai sosial dalam Islam, seperti pentingnya kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Hal ini relevan dengan teori konstruktivisme yang menekankan pentingnya penyajian materi pembelajaran dalam bentuk yang memungkinkan siswa mengkonstruksi pengetahuan mereka melalui pengalaman (Jonassen & Rohrer-Murphy. Penggunaan media visual dalam pembelajaran tidak hanya mempermudah pemahaman, tetapi juga menghubungkan konsep-konsep agama dengan masalahmasalah sosial kontemporer yang lebih mudah dicerna oleh siswa. Oleh karena itu, penggunaan teknologi dalam pendidikan agama Islam memiliki potensi besar untuk menjembatani kesenjangan antara teori agama dan aplikasinya dalam kehidupan seharihari. Namun, pernyataan yang sama juga mencerminkan kekhawatiran terkait kurangnya interaksi langsung dalam pembelajaran digital. Beberapa siswa mengungkapkan bahwa mereka merasa kurang terlibat dalam diskusi daring dan merasa bahwa pembelajaran lebih banyak berlangsung sepihak. Hal ini menunjukkan adanya masalah dalam keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran, yang dapat menurunkan kedalaman Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan. Sejalan dengan pandangan teori pembelajaran aktif . ctive learnin. , keterlibatan siswa dalam diskusi dan tanya jawab merupakan elemen kunci yang tidak hanya membantu siswa mengklarifikasi pemahaman mereka, tetapi juga memungkinkan mereka menghubungkan materi pembelajaran dengan konteks sosial yang lebih luas (Bonwell & Eison, 1. Pernyataan Informan 5 juga menyoroti pentingnya pembelajaran yang interaktif, terutama dalam pembahasan materi yang mengharuskan siswa untuk berpikir kritis dan aplikatif, seperti nilai-nilai Islam yang berhubungan dengan keadilan sosial dan Dalam hal ini, media digital harus tidak hanya digunakan sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mendorong interaksi yang lebih dinamis antara siswa dan guru. Tanpa interaksi langsung yang memadai, pemahaman yang mendalam terhadap materi pembelajaran, terutama yang terkait dengan isu-isu sosial, akan sulit tercapai. Dari sisi guru, hasil wawancara memberikan wawasan yang lebih komprehensif mengenai tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan pembelajaran agama Islam berbasis digital. Para guru mengakui bahwa teknologi memberikan banyak kemudahan, khususnya dalam menyajikan materi yang lebih bervariasi dan mudah diakses oleh siswa. Seperti yang diungkapkan oleh Informan 1, keberagaman media yang dapat digunakan dalam pembelajaran digital mulai dari video hingga infografik memungkinkan siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik dan lebih menarik terkait nilai-nilai agama, termasuk kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Pembelajaran berbasis teknologi membuka peluang untuk menyampaikan materi dengan cara yang lebih kontekstual dan relevan dengan realitas sosial yang dihadapi oleh siswa, yang mana ini sesuai dengan pendekatan pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari siswa (Kadir, 2. Namun, sebagian besar guru juga mengemukakan keprihatinan terkait kurangnya keterlibatan siswa dalam proses belajar, terutama dalam hal diskusi dan tanya jawab. Meskipun teknologi dapat memberikan fleksibilitas dalam mengakses materi kapan saja dan di mana saja, seperti yang diungkapkan oleh Informan 4, kelemahan dari pembelajaran digital adalah terbatasnya kesempatan bagi siswa untuk bertanya langsung kepada guru atau berdiskusi dengan teman-temannya. Pembelajaran berbasis digital yang tidak diiringi dengan interaksi sosial yang cukup dapat menyebabkan pembelajaran menjadi terfragmentasi dan kurang mendalam. Hal ini sejalan dengan pandangan (Jamil et al. , 2. yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam pembelajaran untuk membangun pengetahuan yang lebih kompleks dan aplikatif. Tanpa adanya dialog kritis dan reflektif dalam pembelajaran, terutama dalam pembahasan isuisu sosial dalam agama Islam, siswa mungkin akan kesulitan mengintegrasikan pengetahuan yang mereka dapatkan dengan nilai-nilai moral yang lebih dalam. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Para guru juga menyadari bahwa meskipun materi dapat diakses dengan mudah, tidak semua siswa aktif dalam partisipasi pembelajaran daring. Seperti yang diungkapkan oleh Informan 2 dan Informan 3, beberapa siswa cenderung pasif karena tidak adanya dorongan atau fitur yang mendorong mereka untuk lebih terlibat. Ini mengarah pada kesimpulan bahwa pembelajaran berbasis digital perlu dirancang dengan elemen interaktif yang lebih kuat, seperti forum diskusi, tugas kelompok, atau kuis interaktif. Pembelajaran yang memfasilitasi interaksi antara siswa dan guru, serta antara sesama siswa, dapat menciptakan ruang yang lebih inklusif untuk mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam dan kritis tentang materi yang diajarkan. Temuan yang diperoleh dari wawancara dengan informan memberikan bukti yang mendukung pentingnya integrasi antara media digital dan interaksi sosial dalam pembelajaran agama Islam. Sebagaimana yang ditekankan dalam teori pembelajaran konstruktivisme dan sosial, pembelajaran yang efektif tidak hanya bergantung pada teknologi untuk menyampaikan informasi, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif antara siswa, guru, dan teman-teman mereka. Menurut (Jamil et al. , 2. pembelajaran yang berfokus pada interaksi sosial dan diskusi memungkinkan siswa untuk membangun pemahaman yang lebih dalam dan bermakna tentang materi yang mereka pelajari. Selain itu, dalam teori pembelajaran aktif, (Bonwell & Eison, 1. menekankan bahwa siswa akan lebih mudah memahami dan mengingat materi jika mereka terlibat langsung dalam proses pembelajaran, baik itu melalui diskusi, tanya jawab, atau aplikasi praktis dari pengetahuan yang telah dipelajari. Secara keseluruhan, meskipun pembelajaran agama Islam berbasis digital telah berhasil menarik minat siswa dan memberikan pemahaman dasar tentang nilai-nilai sosial dalam Islam, adanya keterbatasan dalam interaksi sosial menjadi tantangan utama yang harus Oleh karena itu, pengembangan platform pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif sangat diperlukan untuk memastikan bahwa siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata dengan cara yang lebih kritis dan reflektif. Integrasi antara penyajian materi digital yang menarik dengan elemen interaksi sosial yang mendalam akan memfasilitasi tercapainya tujuan pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna. Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran agama Islam berbasis digital memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesadaran sosial siswa jika dikembangkan dengan pendekatan yang lebih interaktif dan kontekstual. Penelitian ini juga memperkaya literatur tentang integrasi teknologi dalam pendidikan agama Islam, terutama dalam mengembangkan kesadaran sosial siswa. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bagi SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School dan sekolah-sekolah Islam lainnya untuk terus mengembangkan program pembelajaran agama Islam berbasis digital dengan meningkatkan aspek interaktif, seperti diskusi Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 daring yang lebih aktif dan sesi tanya jawab langsung, guna memperkuat pemahaman dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa program pembelajaran agama Islam berbasis digital di SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School menunjukkan potensi yang signifikan dalam meningkatkan kesadaran sosial siswa, meskipun terdapat beberapa tantangan yang perlu diperbaiki. Hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa siswa merasa lebih tertarik dan terlibat dalam pembelajaran agama Islam yang disajikan secara digital, dengan materi yang mengangkat nilai-nilai sosial seperti keadilan, kepedulian terhadap sesama, dan pelestarian lingkungan. Pembelajaran ini efektif dalam menumbuhkan pemahaman mengenai tanggung jawab sosial dan moral dalam perspektif agama Islam. Namun, interaksi yang terbatas dalam pembelajaran daring, seperti kurangnya diskusi langsung dengan pengajar, menjadi kendala utama dalam mendalamkan pemahaman siswa terhadap materi. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi digital memberi kemudahan dalam akses dan penyampaian materi, elemen interaktif dan sosial tetap sangat penting dalam pembelajaran agama Islam untuk memastikan efektivitasnya. Oleh karena itu, pengembangan lebih lanjut terhadap platform pembelajaran digital, dengan penambahan fitur interaktif yang mendorong diskusi aktif dan tanya jawab, akan memperkuat hasil yang telah dicapai. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi bagi sekolah-sekolah lainnya untuk mengintegrasikan teknologi dengan pendekatan pedagogis yang lebih interaktif, agar siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai sosial dalam kehidupan sehari-hari. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 REFERENSI