Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 POTENSI MAGGOT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI KOTA GORONTALO (Maggot potential in organic waste management in Gorontalo cit. Adnan Engelen1*. Sri Maryati2. Budiyanto Ahaliki3. Rahmat Taufik RL Bau4. Hermila A5. Gita Juniarti6. Indrawan7 Universitas Negeri Gorontalo. Program Studi Teknologi Pangan Universitas Negeri Gorontalo. Program Studi Pendidikan Geografi 3,4,5 Universitas Negeri Gorontalo. Program Studi Teknik Informatika Universitas Negeri Gorontalo. Program Studi Ilmu Komunikasi Jl. Prof. Dr. Ing. Habibie. Moutong. Tilongkabila Kab Bone Bolango. Provinsi Gorontalo 96554 Indonesia Email: adnanengelen@ung. ABSTRAK Pengelolaan sampah organik menjadi tantangan utama di banyak kota, termasuk Kota Gorontalo, akibat meningkatnya volume limbah seiring pertumbuhan penduduk dan konsumsi. Pendekatan tradisional seringkali tidak efektif, sehingga diperlukan solusi inovatif yang ramah lingkungan dan berorientasi pada ekonomi sirkular. Salah satu pendekatan yang potensial adalah pemanfaatan larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF) atau maggot dalam menguraikan sampah organik. Maggot memiliki kemampuan mendegradasi limbah organik dengan cepat dan efisien, sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti pakan ternak dan pupuk organik. Melalui studi pustaka, ditemukan bahwa model pengelolaan sampah berbasis maggot telah berhasil diterapkan di berbagai daerah dengan dampak positif terhadap pengurangan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), peningkatan kualitas lingkungan, serta penciptaan peluang ekonomi lokal. Di Kota Gorontalo, pendekatan ini berpotensi diimplementasikan melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha. Edukasi publik dan pengembangan infrastruktur pengolahan menjadi elemen penting untuk menunjang keberhasilan program ini. Studi ini menekankan bahwa pengelolaan sampah organik menggunakan maggot tidak hanya mendukung prinsip ekonomi sirkular, tetapi juga memberikan solusi strategis bagi pengurangan pencemaran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Rekomendasi kebijakan dan dukungan lintas sektor menjadi faktor kunci dalam merealisasikan pengelolaan sampah berkelanjutan di Gorontalo, sekaligus menjadi contoh praktik baik bagi wilayah lain di Indonesia. Kata Kunci: Maggot. pengolahan sampah ABSTRACT Organic waste management is a major challenge in many cities, including Gorontalo City, due to the increasing volume of waste along with population growth and consumption. Traditional approaches are often ineffective, so innovative solutions that are environmentally friendly and oriented towards a circular economy are needed. One potential approach is the use of black soldier fly (BSF) larvae or maggots to decompose organic waste. Maggots have the ability to degrade organic waste quickly and efficiently, while producing products of economic value such as animal feed and organic fertilizer. Through literature studies, it was found that the maggot-based waste management model has been successfully implemented in various regions with a positive impact on reducing the volume of waste disposed of in landfills (TPA), improving environmental quality, and creating local economic opportunities. In Gorontalo Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 City, this approach has the potential to be implemented through collaboration between the community, government, and business actors. Public education and development of processing infrastructure are important elements to support the success of this program. This study emphasizes that organic waste management using maggots not only supports the principles of a circular economy, but also provides a strategic solution for reducing pollution and improving community welfare. Policy recommendations and cross-sector support are key factors in realizing sustainable waste management in Gorontalo, as well as being an example of good practice for other regions in Indonesia. Keywords: Maggot. waste processing PENDAHULUAN Peningkatan populasi dan percepatan Pendekatan urbanisasi telah berdampak signifikan pada mengurangi ketergantungan terhadap TPA bertambahnya jumlah limbah, khususnya dan menurunkan emisi gas rumah kaca sampah organik, di banyak kota di dunia, akibat pembusukan limbah konvensional (Zhou et al. , 2021. Nia et al. , 2. Kota Kota Gorontalo. Kota Gorontalo pengelolaan limbah organik, di mana daerah yang sukses dalam menerapkan produksi sampah harian telah melampaui teknologi ramah lingkungan ini, sekaligus 100 ton per hari (DLH Kota Gorontalo Model semakin tidak memadai dalam menanggapi kebutuhan lingkungan dan sosial. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih berkelanjutan dan inovatif. Salah satu alternatif yang telah terbukti efektif adalah pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF), atau dikenal sebagai maggot, yang mampu menguraikan sampah organik secara cepat dan efisien, sekaligus menghasilkan produk bernilai seperti pakan ternak dan pupuk organik (Li et al. , 2020. Wang et al. , 2. Konsep limbah serta pemanfaatan kembali dan daur ulang, semakin relevan dalam konteks ini. bertanggung jawab. Lebih jauh lagi, penerapan budidaya maggot juga memiliki nilai ekonomi yang Berdasarkan kajian Da Silva et . , sistem ini dapat diterapkan pada skala rumah tangga maupun usaha kecil, sehingga membuka peluang ekonomi baru di masyarakat. Produk turunannya, seperti pupuk organik dan pakan berkualitas, memiliki potensi pasar yang luas dan dapat mendukung ketahanan pangan lokal (PyrezMoreno et al. , 2. Meski demikian, realisasi model ini memerlukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 masyarakat umum. Edukasi yang masif dan ekonomi sirkular di Kota Gorontalo. penyediaan infrastruktur yang memadai Pemilihan peneliti untuk mengeksplorasi informasi keberhasilan program ini (Baba et al. , 2021. secara luas dan mendalam dari berbagai Klinke & Renn, 2. Oleh sebab itu, studi sumber tertulis yang relevan, seperti artikel ilmiah, buku akademik, hingga dokumen tantangan penerapan model pengelolaan pengelolaan limbah, ekonomi sirkular, serta sampah berbasis maggot di Kota Gorontalo, serta menyusun langkah-langkah strategis Creswell . menyatakan bagi implementasinya di masa depan. Berbagai hasil studi menunjukkan bahwa model pengelolaan berbasis maggot tidak hanya efektif dalam menurunkan fleksibilitas dalam memahami fenomena sehingga sangat sesuai untuk menganalisis topik ini secara holistik. Sumber data dikumpulkan dengan Inisiasi program dari tingkat cara menelusuri publikasi-publikasi terbaru pendidikan dan keluarga menjadi kunci kesuksesan penerapan strategi ini (Yin et organik dan penerapan larva Black Soldier , 2. Selain itu, pendekatan ini Fly (BSF) dalam daur ulang limbah. mendukung terciptanya budaya ramah Sejumlah studi terdahulu menunjukkan lingkungan yang berkelanjutan (Peters et bahwa penggunaan maggot tidak hanya , 2. Dengan demikian, penelitian ini dapat mengurangi timbulan sampah, tetapi diharapkan mampu memberikan kontribusi juga menghasilkan nilai tambah dalam bentuk pakan ternak dan pupuk organik pengelolaan sampah yang inovatif dan (Bohyrquez et al. , 2021. Pereira et al. berkelanjutan di Kota Gorontalo. Van Huis . turut menegaskan pentingnya integrasi sistem pengelolaan METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sebagai teknik utama dalam organik berbasis maggot dalam perspektif pengelolaan limbah berkelanjutan yang telah berhasil diterapkan di sejumlah Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik seperti yang diusulkan oleh Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 Braun dan Clarke . , yakni dengan mencakup analisis kebijakan yang relevan mengidentifikasi pola-pola utama dan dengan ekonomi sirkular dan pengelolaan mengelompokkan informasi ke dalam limbah berbasis teknologi hijau. Studi tema-tema kunci, seperti manfaat ekonomi Luthfi et al. menyoroti pentingnya dukungan regulasi dalam memperkuat adopsi teknologi lingkungan, sedangkan Literatur Mustari dan Gani . menekankan Makkar et al. dan Oonincx et al. turut mendukung bahwa proses masyarakat sebagai unsur krusial dalam konversi limbah menjadi pakan dapat implementasi model pengelolaan berbasis Adapun data timbunan sampah kecamatan di kota Gorontalo dapat dilihat tekanan terhadap lingkungan yang ditimbulkannya. pada Tabel 1. Penelusuran literatur mengenai data timbunan sampah kota Gorontalo dan juga Tabel 1. Total timbunan sampah dan kebutuhan container di kota Gorontalo tahun 2024 Kecamatan Dumbo Raya Desa/Kelurahan Leato Selatan Leato Utara Talu Molo Botu Bugis Total Tuladenggi Libuo Kecamatan Tomulabutao Dungingi Huangobotu Tomulabutao Selatan Total Tanjung Kramat Pohe Kecamatan Tenda Hulonthalangi Siendeng Donggala Total Tapa Molosipat U Kecamatan Tanggikiki Sipatana Bulotadaa Timur Bulotadaa Total Dembe II Kecamatan Kota Utara Wongkaditi Kebutuhan Jumlah Container Jumlah Penduduk Timbunan Sampah . ,7k. Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 Wongkaditi Barat Dulomo Selatan Dulomo Dembe Jaya Total Padebuolo Ipilo Tamalate Kecamatan Kota Moodu Timur Heledulaa Selatan Heledulaa Total Wumialo Dulalowo Liluwo Kecamatan Kota Tengah Pulubala Paguyaman Dulalowo Timur Total Biawu Biawao Kecamatan Kota Limba B Selatan Limba U Satu Limba U Dua Total Dembe I Lekobalo Pilolodaa Kecamatan Kota BuliAoide Barat Tenilo Molosipat W Buladu Total Titik Poin Keseluruhan Melalui pendekatan ini, penelitian diharapkan mampu menghasilkan kerangka konseptual yang kuat serta memberikan yang aplikatif dalam mendorong pengelolaan sampah Kota Gorontalo. Selain itu, studi ini juga diharapkan dapat memperkaya khasanah keilmuan terkait teknologi pengelolaan HASIL DAN PEMBAHASAN Model Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Maggot sebagai Strategi Inovatif Kota Gorontalo. Dalam menanggapi kompleksitas permasalahan sampah organik di Kota Gorontalo yang kian meningkat, hal ini sesuai dengan data volume sampah kota Gorontalo yang terlihat pada gambar 1 dibawah: limbah berbasis larva BSF dalam konteks perkotaan di Indonesia. Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 Van Huis 2. yang menyatakan bahwa dimanfaatkana sebagai pakan ternak dan dapat meningkatkan nilai ekonomi dari limbah organik. Selain itu, sistem ini juga Gambar 1. Volume Sampah kota Gorontalo 5 Tahun terakhir. (Sumber: Data DLH Kota Gorontalo, berpotensi memperkuat ketahanan pangan lokal dengan mengurangi ketergantungan pada pakan konvensional. Tak kalah penting, penggunaan Pendekatan inovatif dengan memanfaatkan maggot dalam pengolahan limbah telah larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot terbukti mampu mengurangi emisi metana mulai dipertimbangkan sebagai salah satu solusi yang berkelanjutan. Metode ini tidak pengelolaan limbah tradisional. Dalam hanya berperan dalam percepatan proses skala kota, seperti di Gorontalo, pendekatan penguraian limbah organik, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomis seperti pakan hewan dan pupuk alami. memperbaiki kualitas lingkungan. Pendekatan ini sangat sejalan dengan Daur Ulang Maggot untuk Keberlanjutan Ekonomi Model ini mendorong terbentuknya konsep ekonomi sirkular, yang bertujuan Potensi Maggot dalam Pengelolaan Limbah Organik Larva BSF diketahui memiliki Dari segi ekonomi, proses ini membuka lapangan kerja baru, terutama di sektor budidaya maggot dan pengolahan produk turunannya. Selain mengurangi kapasitas luar biasa dalam mengkonsumsi berbagai jenis sisa makanan dan limbah TPA, organik lainnya. Mereka dapat secara efisien mengkonversi limbah menjadi budidaya dan pemasaran produk berbasis biomassa bergizi yang berguna untuk Hal ini sejalan dengan yang industri peternakan sebagai alternatif pakan dilaporkan Myller et al. , . mengenai tinggi protein. Hal ini sesuai pendapat (Zhao et al. , 2020. Makkar et al 2020. menciptakan siklus penggunaan sumber Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 daya yang lebih efisien dan mengurangi menunjukkan bahwa partisipasi yang baik ketergantungan pada bahan baku baru. dari masyarakat dalam pengelolaan sampah Dampak Ekologis yang Positif Penerapan metode ini dapat meningkatkan efektivitas program mendukung upaya pelestarian lingkungan. Pupuk yang dihasilkan dari residu maggot mengandung nutrisi penting bagi tanah, terhadap pupuk kimia yang berdampak dan menghasilkan hasil yang lebih baik. Oleh karena itu, program pelatihan dan sosialisasi perlu dilakukan secara kosisten berkontribusi secara aktif buruk pada ekosistem. Penurunan emisi Kerangka Regulasi yang Mendukung Untuk menjamin keberlanjutan Gas Rumh Kaca (GRK) dan efisiensi penggunaan lahan menjadikan sistem ini mendukung, baik di tingkat pusat maupun sebagai pilihan yang ramah lingkungan dan relevan untuk kota-kota berkembang. Hal Sampah harus diperkuat dengan peraturan ini sesuai dengan penelitian Febrianti dkk daerah yang memfasilitasi inovasi berbasis . yang menyatakan bahwa kegiatan terkendali . engelolaan maggo. mampu akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan mereduksi sampah organik yang dihasilkan Masyarakat diperlukan dalam penyusunan serta memiliki nilai emisi yang kecil jika kebijakan agar implementasinya optimal. Hal ini sesuai denga nisi Undang-Undang Serta dapat memberikan No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan keuntungan secara teknis dan ekonomi. Sampah memberikan landasan hukum yang Pemberdayaan Masyarakat dalam Implementasi Keberhasilan model ini sangat kuat untuk mengembangkan sistem tergantung pada partisipasi masyarakat. Undang-Undang Keterlibatan Pengelolaan pengelolaan limbah yang efektif dan pengelolaan limbah menggunakan maggot Pembelajaran dari Penerapan di Negara Lain Beberapa negara maju telah Pendidikan Keterlibatan warga tidak hanya maggot dalam pengolahan limbah. Studi kasus dari Jepang dan Amerika Serikat sampah, tetapi juga memperkuat kesadaran menunjukkan bahwa dukungan kebijakan, kolektif akan pentingnya keberlanjutan kesadaran masyarakat, serta teknologi berperan besar dalam keberhasilan sistem Penelitian oleh Rahman et al. Kota Gorontalo dapat mengambil Hal Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 inspirasi dari strategi yang telah terbukti digital dapat membantu mengintegrasikan efektif di luar negeri, dengan menyesuaikan berbagai pemangku kepentingan dalam implementasinya pada kondisi lokal. Hal ii sesuai dengan yang dikaporkan Bohyrquez meningkatkan kolaborasi dan partisipasi et al. , 2. bahwa di negara-negara seperti Dengan demikian, teknologi Jepang dan Amerika Serikat, penggunaan dapat menjadi alat yang efektif dalam maggot untuk pengelolaan limbah organik telah terbukti efektif dan efisien. pengelolaan sampah berbasis Rantai Nilai dan Manfaat Sosial Sistem ini menciptakan rantai nilai baru dari limbah menjadi produk bernilai jual Tantangan yang Dihadapi Beberapa kendala utama Kegiatan pelatihan dan peningkatan kapasitas masyarakat turut memperkuat terbatasnya infrastruktur, serta kebijakan peran aktif warga dalam pembangunan ekonomi hijau. Produk-produk seperti Young et al . juga menyatakan bahwa pakan dan pupuk alami memiliki potensi kurangnya pengetahuan dapat menghambat adopsi praktik baru dalam pengelolaan pernyataan Rahman et al. yang pendekatan edukatif dan kolaboratif, serta menunjukkan bahwa pendidikan yang tepat komitmen lintas sektor untuk mempercepat adopsi model ini. masyarakat tentang pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Pemanfaatan Teknologi dalam Proses Pengelolaan Kemajuan teknologi berperan besar dalam efisiensi pengelolaan. Sistem pemantauan otomatis untuk budidaya maggot, serta memungkinkan sistem ini menjadi lebih Pemasaran komersialisasi produk yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan Penelitian oleh Raharjo Penelitian I I sejalan dengan Oleh Strategi untuk Keberlanjutan Rekomendasi utama mencakup perluasan kemitraan strategis, dan evaluasi rutin terhadap efektivitas program. Dengan demikian, sistem ini tidak hanya relevan untuk saat ini, tetapi juga adaptif terhadap perubahan di masa depan. Hal ini sesuai pendapat Kowah et al . yang menyatakan bahwa pelatihan yang efektif masyarakat dalam budidaya maggot dan pengelolaan limbah secara umum. Oleh et al. menunjukkan bahwa platform Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 teknologi digital dalam proses budidaya diperluas untuk menjangkau lebih banyak individu dan kelompok di masyarakat. Pengalaman negara lain menunjukkan KESIMPULAN Kesimpulan pada penelitian ni antara lain: Pengelolaan sampah organik berbasis maggot (Black Soldier Fl. merupakan solusi inovatif yang selaras dengan prinsip ekonomi sirkular dan sangat relevan diterapkan di Kota Gorontalo yang tengah menghadapi tantangan peningkatan volume limbah organik. Melalui pendekatan ini, sampah organik tidak hanya dapat diurai secara cepat dan efisien, tetapi juga diubah menjadi produk bernilai ekonomis seperti pakan ternak dan pupuk organik. Penerapan model ini terbukti memiliki sejumlah manfaat strategis, antara lain: menekan volume sampah yang dibuang ke TPA, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Selain dampak ekologis yang signifikan, seperti peningkatan kesuburan tanah dan sistem ini juga dapat dijadikan instrumen manajemen sampah berkelanjutan. Untuk implementasinya, diperlukan dukungan kebijakan dan regulasi yang memadai, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan masyarakat dan dukungan pemerintah yang kuat, model ini mampu diadaptasi secara Model pengelolaan sampah berbasis maggot tidak hanya menawarkan solusi terhadap persoalan sampah organik, tetapi juga membuka jalan bagi transformasi menuju sistem pengelolaan limbah yang lebih berdaya guna, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Kota Gorontalo. UCAPAN TERIMAKASIH Riset ini didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi. Sains, dan Teknologi Lembaga Pendidikan Pengelolaan (LPDP) Dana Program Pendanaan PRPB. DAFTAR PUSTAKA