Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025, 1-15 ISSN 2686-1836 (Prin. ISSN 2716-0742 (Onlin. Available Online at http://ejournal. id/JPKP Department of Management of Public Security and Safety. Faculty of Community Safety and Protection. Institute of Home Affairs Governance (IPDN) DOI: https://doi. org/10. 33701/jpkp. Received: 2025-03-02. Accepted: 2025-09-29. Published: 2025-10-02 ANALISIS RESIKO BENCANA DI PESISIR PROVINSI BANTEN SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA Ari Apriansyah 1,3. Nidaan Khofiya2 Institut Pemerintahan Dalam Negeri Universitas Negeri Jakarta corresponding author: ari. apriyansa@ipdn. ABSTRAK Pesisir Provinsi Banten merupakan wilayah yang rentan terhadap berbagai bencana, seperti tsunami, banjir rob, dan abrasi. Tingginya aktivitas penduduk dan pembangunan infrastruktur di daerah ini meningkatkan risiko kerugian akibat bencana. Oleh karena itu, dibutuhkan analisis risiko bencana yang komprehensif untuk mendukung upaya mitigasi yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat risiko bencana di wilayah pesisir Provinsi Banten serta memberikan rekomendasi strategi mitigasi yang dapat diterapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis risiko berbasis kombinasi data sekunder dan survei lapangan. Data yang dianalisis mencakup peta kerentanan wilayah, sejarah bencana, dan faktor sosial ekonomi. Selain itu, wawancara dengan pemangku kepentingan lokal dilakukan untuk menggali kapasitas adaptasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir Banten memiliki tingkat risiko bervariasi, dengan beberapa daerah seperti Pandeglang dan Serang berada pada kategori risiko tinggi. Faktor utama penyebabnya antara lain kerentanan geografis, rendahnya kesadaran masyarakat, dan kurangnya infrastruktur mitigasi. Kata Kunci: Mitigasi Bencana. Analisis Risiko Bencana. Pesisir Banten. Community Adaptation. ABSTRACT The coastal areas of Banten Province are vulnerable to various disasters, such as tsunamis, tidal flooding, and coastal erosion. The increasing population activity and infrastructure development in the region elevate the risk of disaster-related losses. Therefore, a comprehensive disaster risk analysis is needed to support effective mitigation This study aims to identify the disaster risk levels in Banten's coastal areas and provide recommendations for applicable mitigation strategies. The research utilizes a risk analysis method combining secondary data and field surveys. The data analyzed include vulnerability maps, historical disaster records, and socio-economic factors. Additionally. Copyright . 2025 Ari Apriansyah. Nidaan Khofiya This work is licensed under the Creative Commons Attribution-Non Commercial-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 interviews with local stakeholders were conducted to understand community adaptation The results indicate that the coastal areas of Banten have varying risk levels, with certain regions like Pandeglang and Serang categorized as high-risk areas. Key contributing factors include geographical vulnerability, low public awareness, and inadequate mitigation infrastructure. Keywords: Disaster Mitigation. Disaster Risk Analysis. Banten Coast. Community Adaptation. PENDAHULUAN intensitas pembangunan dan aktivitas Wilayah pesisir memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kawasan permukiman, pusat ekonomi, maupun sumber daya alam yang kaya. Sebagai salah satu bagian dari ekosistem yang dinamis, pesisir menjadi pusat perikanan, pariwisata, dan perdagangan (Jamal, 2. Namun, wilayah ini juga Di Indonesia, yang merupakan terhadap berbagai bencana alam seperti tsunami, banjir rob, abrasi, dan dampak perubahan iklim lainnya (Apriyansa. Bintoro, & Sandi, 2021. (Prayogi. Asyiawati, & Nasrudin, 2. Provinsi Banten merupakan salah satu wilayah pesisir strategis di Indonesia dengan garis pantai yang panjang dan peranan penting baik secara lokal maupun (Hasanah. Setiawan. Noor, & Yudha. Seiring manusia di wilayah ini, risiko bencana pun semakin besar. Peningkatan tersebut diperparah oleh dampak perubahan iklim global, seperti naiknya permukaan air laut dan perubahan pola curah hujan yang menyebabkan tingginya frekuensi bencana (Achmad, 2. Kondisi ini berdampak langsung pada kerugian di sektor ekonomi, sosial, dan lingkungan, sehingga menuntut adanya pendekatan mitigasi yang lebih terencana, berbasis data, dan komprehensif (Mehvar et al. Namun demikian, upaya mitigasi Banten menghadapi berbagai tantangan, seperti belum tersedianya data risiko bencana yang terintegrasi dan detail, serta belum optimalnya implementasi kebijakan yang ada (Utami, 2. Kesenjangan ini keterbatasan kapasitas adaptasi dalam menghadapi bencana (Wang et al. , 2. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan dalam pendekatan mitigasi. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 baik pemangku kepentingan lokal (Yunia et al. pelaksanaan teknis di lapangan, yang Dengan demikian, penelitian ini memerlukan perhatian dan perbaikan lebih diharapkan dapat mengisi kesenjangan lanjut (Berben. Vloet. Lischer. Pieters, & tersebut melalui pendekatan yang lebih De Cock, 2. mendalam dan menyeluruh berbasis data Penelitian ini menganalisis tingkat risiko bencana di wilayah pesisir Provinsi Banten Signifikasi penelitian ini terbagi kedalam dua hal penting penting baik mencakup aspek ancaman, kerentanan, secara akademik maupun praktis. Dari dan kapasitas adaptasi masyarakat. Selain diharapkan dapat memperkaya literatur tentang analisis risiko bencana di wilayah bencana, penelitian ini juga menyusun pesisir Indonesia, khususnya di tingkat rekomendasi strategis berbasis bukti yang regional (Syuryansyah et al. , 2. dapat menjadi acuan dalam perumusan Sementara itu, dari sisi praktis, hasil studi kebijakan mitigasi yang lebih efektif dan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dan pemangku menggabungkan dimensi fisik dan sosial, kepentingan lainnya dalam menyusun termasuk keterlibatan masyarakat serta kebijakan mitigasi yang adaptif terhadap kapasitas kelembagaan lokal (Fahlevi risiko bencana (Sun et al. , 2. Secara Lubis et al. , 2. , guna mendukung kesadaran masyarakat dan memperkuat Pendekatan kapasitas adaptasi dalam menghadapi Kajian-kajian sebelumnya telah menyoroti pentingnya analisis risiko di wilayah pesisir Indonesia, khususnya dalam menghadapi perubahan iklim dan membangun ketangguhan sosial. (Ritchie dinamika lingkungan. Namun, studi yang & Jiang, 2. Berdasarkan latar belakang dan Provinsi Banten masih terbatas, terutama urgensi tersebut, penelitian ini menjadi yang mengintegrasikan analisis risiko penting untuk dilaksanakan guna mengisi dengan rekomendasi strategis yang dapat kekosongan data dan informasi terkait risiko bencana di wilayah pesisir Provinsi Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 Banten. Dengan mengintegrasikan analisis meskipun pelaksanaan kebijakan telah disesuaikan dengan target yang ditetapkan kapasitas adaptasi masyarakat, studi ini oleh Badan Penanggulangan Bencana berupaya menghasilkan pemetaan risiko Daerah (BPBD), kendala sumber daya yang komprehensif sekaligus rekomendasi baik dalam bentuk anggaran maupun mitigasi yang kontekstual dan aplikatif. tenaga kerja masih menjadi hambatan Hasil yang diperoleh diharapkan dapat maksimal (Indah Putrianto et al. , 2. kebijakan pengurangan risiko bencana Dalam konteks risiko banjir, peran Pemerintah Daerah Kota Bogor dalam pesisir terhadap potensi bencana di masa melalui sistem Early Warning System Penelitian ini juga berfungsi (EWS). Pendekatan ini terbukti efektif sebagai pijakan awal bagi kajian lanjutan yang lebih luas dalam upaya membangun memungkinkan tindakan antisipatif yang berkelanjutan dan berbasis pada kondisi lebih tepat waktu. Penggunaan data historis bencana dalam penilaian risiko KAJIAN TEORI EWS Mitigasi bencana sebagai bagian implikasi bahwa penerapan teknologi dan merupakan fokus penting dalam berbagai pemanfaatan data historis merupakan kajian ilmiah, baik di tingkat lokal, unsur krusial dalam membangun sistem nasional, maupun internasional. Beberapa terhadap risiko bencana (Lubis, 2. landasan yang kuat bagi pengembangan Temuan Dimensi Kabupaten komprehensif, terutama dalam konteks Pinrang. Meskipun fasilitas yang tersedia kawasan rentan seperti wilayah pesisir. terbatas, kerja sama lintas instansi terbukti Implementasi kebijakan mitigasi mampu menciptakan respons yang lebih bencana tanah longsor di Kabupaten terkoordinasi dan berdampak positif bagi Rejang Lebong Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 Temuan menegaskan bahwa sinergi antar lembaga dan pemangku kepentingan merupakan pentingnya reformasi kelembagaan serta penyusunan program yang berfokus pada efektivitas mitigasi, termasuk di wilayah peningkatan kepercayaan publik terhadap pesisir yang menghadapi kompleksitas sistem mitigasi bencana (Quader et al. risiko tinggi (Abdullah & Uluputty, 2. Dari Temuan Berbagai penelitian menunjukkan menjadi bagian dari kebijakan strategis, dipengaruhi oleh kapasitas kelembagaan, khususnya di negara-negara berkembang. Salah satu aspek utama yang disoroti antarinstansi, partisipasi masyarakat, dan adalah perlunya peningkatan kesadaran Berdasarkan temuan tersebut, penelitian Studi kerentanan, dan kapasitas adaptasi di pendekatan partisipatif dalam membangun wilayah pesisir Banten yang masih minim kajian berbasis data lokal. perilaku yang mendukung mitigasi risiko. berkelanjutan, sebuah pendekatan yang juga sangat relevan untuk diterapkan di Banten, tantangan tersendiri (AlQahtany & Abubakar, 2. penanggulangan risiko bencana di wilayah pesisir Bangladesh. Keterbatasan dalam otonomi fiskal dan administratif menjadi penguatan institusi DRM (Disaster Risk Managemen. Desain Penelitian Penelitian pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menganalisis risiko bencana di wilayah pesisir Provinsi Banten. Data sekunder Struktur METODE Meskipun Program Kesiapsiagaan Bencana berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat dari peta kerentanan dan sejarah bencana digabungkan dengan data primer hasil wawancara pemangku kepentingan lokal, komprehensif tentang kerentanan dan Analisis adaptasi masyarakat untuk merumuskan rekomendasi mitigasi yang tepat. terhadap sistem peringatan dini dan Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 Pengumpulan dan Analisis Data mempertimbangkan potensi bencana masa Penelitian dilakukan di pesisir depan akibat perubahan iklim. Provinsi Banten, mencakup Pandeglang. Serang, dan Kabupaten Lebak yang HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari penelitian ini dijabarkan merupakan wilayah dengan risiko tinggi seperti tsunami, banjir rob, dan abrasi. Subjek historis bencana serta masyarakat pesisir Teknik pengumpulan dilakukan degan beberapa tempat pesisir Banten yang rawan bencana. Wawancara dilakukan dengan pejabat pemerintah (Perangkat Desa Doma. , pengelola infrastruktur (Kepala Pelaksana BPBD Prov. Bante. , dan tokoh masyarakat pesisir pantai Kab. Serang terkait kesiapsiagaan dan mitigasi Setelah mendapatkan hasil, maka dilakukan analisis data menggunakan memberikan gambaran mengenai tingkat rekomendasi mitigasi bencana yang lebih Peta Kerentanan Wilayah Berdasarkan cara observasi, wawancara, dan studi Observasi dilakukan lansung di Pandeglang Samudra Hindia memiliki risiko sangat tinggi terhadap tsunami karena posisinya berada di zona Sunda, sebelumnya, dan karakteristik geologi gelombang besar. Wilayah Serang lebih dominan terdampak banjir rob akibat pasang laut tinggi yang dipengaruhi perubahan iklim, sedangkan kawasan teknik analisis deskriptif kualitatif. pesisir Cilegon menunjukkan peningkatan Batasan Penelitian Data sejarah dan peta kerentanan tidak mencakup seluruh pesisir Banten, abrasi yang mengancam kawasan industri dan permukiman (Akhirianto, 2. sehingga analisis tidak menyeluruh. Data primer terbatas pada wawancara dengan pihak yang dapat dijangkau, sehingga Penelitian hanya mencakup bencana dekade terakhir dan belum Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 ekstrem, meningkatkan kerentanan kawasan ini. Sumber: BMKG, 2021. Gambar 1. Peta Isoseismal1 Gempabumi Selat Sunda Ae Banten Sumber: BPS, 2024 Gambar 2. Frekuensi Bencana Alam Sejarah Bencana Tahun 2018-2024 - Banten Catatan sejarah bencana mencatat bahwa pesisir Banten telah berkali-kali Peristiwa Kapasitas Adaptasi Masyarakat Wawancara tsunami pada tahun 2018 menjadi titik terhadap wilayah Pandeglang dan Serang, menunjukkan bahwa meskipun ada upaya baik dari sisi infrastruktur maupun sosial- pemerintah daerah dalam membangun ekonomi masyarakat (Muzani et al. , 2. infrastruktur mitigasi seperti tanggul, jalur Selain itu, banjir rob menjadi bencana evakuasi, dan sistem peringatan dini rutin yang mengganggu aktivitas ekonomi tsunami, kesadaran masyarakat terhadap dan kehidupan masyarakat di pesisir Serang dan Cilegon. Tren peningkatan kebencanaan masih terbatas di wilayah frekuensi dan intensitas bencana dalam tertentu, sehingga banyak warga tidak beberapa tahun terakhir diduga dipicu tahu tindakan darurat yang harus diambil. oleh perubahan iklim yang menyebabkan Kondisi ekonomi yang terbatas juga naiknya permukaan air laut dan pola cuaca 1 Peta isoseismal adalah peta yang menunjukkan daerah-daerah yang mengalami tingkat getaran . gempa bumi yang sama. Garis-garis menghubungkan lokasi-lokasi yang mengalami tingkat getaran yang sama. Peta ini membantu dalam memahami penyebaran dan besaran gempa BNPB penting karena dampaknya sangat besar Edukasi ditambah dengan minimnya dukungan infrastruktur yang memadai (Bott & Braun, 2. Sebagian besar masyarakat lebih fokus pada kebutuhan ekonomi sehari-hari seperti perikanan dan pertanian. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 sehingga integrasi mitigasi dalam rutinitas kehidupan masih minim. mampu memperkuat kapasitas masyarakat Faktor Sosial dan Ekonomi Faktor dalam menghadapi dan meminimalkan sosial-ekonomi Kawasan padat penduduk di membuat terjadinya keterbatasan jaringan sosial dan minimnya kapasitas organisasi masyarakat dalam merespons bencana. Kerentanan rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana, serta terbatasnya jaringan sosial atau dukungan komunitas. Sementara tampak dari tingginya tingkat kemiskinan, ketergantungan pada sumber penghidupan Masyarakat umumnya memiliki keterbatasan sumber daya, seperti akses terhadap dana darurat, tabungan, sarana evakuasi, infrastruktur perlindungan, teknologi peringatan dini. Keterbatasan menyebabkan kemampuan adaptasi dan pemulihan pasca-bencana menjadi sangat Oleh dampak bencana. Hasil Wawancara Hasil temuan merupakan beberapa hasil wawancara dan diskusi ilmiah dari narasumber dari pemangku kepentingan lokal. Berikut Analisis Risiko Bencana Pesisir Provinsi Banten sebagai Upaya Mitigasi Bencana. AuWilayah pesisir Banten sering tsunami, banjir rob, abrasi pantai, dan cuaca ekstrem. Selain itu, gempa bumi juga ancaman karena wilayah ini berada di zona seismik aktif. Kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana semakin meningkat, terutama setelah sosialisasi dan simulasi bencana yang rutin Namun, masih ada kendala dalam keterbatasan akses terhadap informasi real-time dan fasilitas evakuasi yang belum Pemerintah daerah telah membangun tanggul pengaman evakuasi, serta mengembangkan sistem peringatan dini tsunami. Selain itu, program rehabilitasi mangrove juga terus dilakukan untuk mengurangi dampak abrasi dan tsunami. Ay (BPBD Prov. Bante. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 AuTantangan keterbatasan anggaran, kurangnya koordinasi antar instansi, serta perubahan tata ruang yang kurang memperhatikan aspek mitigasi Selain itu, banyak masyarakat yang masih tinggal di zona rawan bencana karena keterbatasan ekonomi. Teknologi memainkan peran penting dalam mitigasi bencana, seperti sistem peringatan dini berbasis aplikasi, pemetaan wilayah rawan dengan citra satelit, serta penggunaan drone untuk pemantauan garis Namun, ditingkatkan agar lebih efektif. Beberapa langkah yang perlu diperkuat adalah peningkatan edukasi masyarakat, pembangunan infrastruktur evakuasi yang lebih baik, peningkatan koordinasi antarinstansi, serta optimalisasi sistem peringatan dini berbasis Ay (Perangkat Desa Doma. Berikut masyarakat lokal terkait Analisis Risiko Bencana Pesisir Provinsi Banten sebagai Upaya Mitigasi Bencana. AuSaya pernah mengalami banjir rob yang merendam rumah kami selama beberapa hari. Selain itu, beberapa tahun lalu ada gempa yang cukup besar yang membuat warga panik dan berlarian ke tempat yang lebih tinggi karena takut terjadi tsunami, karena memang pada saat itu ada beberapa wilayah yang terdampak bencana tsunami dibagian pesisir Sebagian sudah mulai sadar pentingnya kesiapsiagaan, terutama setelah ada sosialisasi dari BPBD dan komunitas siaga Tapi masih banyak juga yang kurang peduli, mungkin karena merasa bencana jarang terjadi atau mereka belum pernah mengalami dampak langsung yang Kalau banjir rob atau gelombang tinggi datang, kami tidak bisa melaut, jadi penghasilan turun drastis. Kadang kami harus kebutuhan sehari-hari. Setelah bencana, harga ikan juga naik Ay (Masyarakat Desa Doma. AuBeberapa kali ada pelatihan dan simulasi bencana dari BPBD dan relawan, tapi tidak semua warga ikut karena kesibukan masingmasing. Selain itu, ada bantuan logistik setelah terjadi bencana. Kami berharap ada lebih banyak pelatihan tentang terutama untuk anak-anak dan orang tua. Selain itu, perbaikan infrastruktur seperti tanggul dan drainase sangat penting agar banjir rob tidak semakin parah. Bantuan alat komunikasi atau aplikasi peringatan dini juga akan sangat membantu kami dalam mendapatkan informasi bencana lebih cepat. Ay (Masyarakat Desa Doma. Hasil wawancara dengan BPBD dan masyarakat lokal mengungkapkan kondisi nyata di lapangan. Pemerintah daerah telah melakukan beberapa langkah mitigasi seperti pembangunan tanggul, rehabilitasi mangrove, dan penguatan sistem peringatan dini. Namun, kendala yang masih dihadapi adalah keterbatasan Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 anggaran, kurangnya koordinasi lintas pesisir Indonesia memang terletak dekat instansi, serta perubahan tata ruang yang garis pantai dan berdekatan dengan zona subduksi lempeng tektonik (Sui et al. Teknologi seperti aplikasi peringatan dini dan pemantauan satelit sudah digunakan. Pandeglang, berada dekat dengan zona namun belum optimal karena keterbatasan sumber daya. memicu gempa bumi bawah laut dan Masyarakat lokal menyampaikan Provinsi Banten. Di sisi lain, wilayah Serang justru lebih rentan terhadap banjir rob dampak banjir rob dan gempa, serta permukaan laut seperti ditampilkan pada grafik berikut. Pelatihan dan simulasi dari BPBD memang sudah ada, tetapi partisipasi kesibukan atau minimnya pemahaman. Dampak terutama oleh nelayan yang kehilangan pendapatan saat bencana terjadi. Mereka berharap pelatihan lebih intensif, bantuan logistik yang merata, dan peningkatan Gambar 3. Tingkat Kerentanan infrastruktur seperti drainase dan tanggul Wilayah Peissir Terhadap Jenis dapat diwujudkan dalam waktu dekat. PEMBAHASAN Kerentanan Geografis Sosial Bencana Perubahan Iklim dan Peningkatan Risiko Bencana Salah satu temuan utama dari Temuan lain dari penelitian ini penelitian ini adalah tingginya kerentanan menyoroti bahwa perubahan iklim global geografis wilayah pesisir Banten terhadap memperburuk risiko bencana di pesisir bencana alam, terutama tsunami dan Banten. banjir rob. Wilayah seperti Pandeglang berdampak langsung pada frekuensi banjir dan Serang secara geografis berada di rob yang semakin sering terjadi di Serang. zona risiko tinggi. Sebagian besar wilayah Penurunan fungsi ekosistem mangrove Naiknya Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 | 10 yang menjadi pelindung alami turut Hal konsisten dengan temuan He & Silliman perubahan iklim. mengenai pentingnya pelestarian mangrove dalam konteks adaptasi iklim (He & Silliman, 2. Pentingnya Edukasi dan Kesadaran Masyarakat Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana menjadi salah Wawancara kesiapsiagaan masyarakat masih sangat Gambar 4. Banjir Rob Pesisir Banten Penelitian ini juga menemukan bahwa perubahan iklim memainkan peran Fokus masyarakat lebih kepada terhadap bencana. penting dalam peningkatan risiko bencana di wilayah pesisir Banten. Fenomena menyebabkan naiknya permukaan air laut memberikan dampak langsung terhadap Peningkatan banjir rob yang terjadi di pesisir Serang Gambar 5. Tingkat Kesadaran sangat terkait dengan naiknya permukaan Masyarakat Pesisir laut akibat pemanasan global. Fenomena ini semakin diperburuk dengan buruknya Grafik di atas memperlihatkan masyarakat masih berada di bawah rata- sebagai penahan abrasi dan perlindungan rata, sementara ketergantungan terhadap alami dari gelombang laut. Penurunan pemerintah cukup tinggi jika terjadi kualitas ekosistem pesisir, termasuk hutan Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 | 11 menunggu bantuan dari pemerintah tanpa karena itu, upaya mitigasi yang lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi efektif sangat dibutuhkan, yang mencakup penguatan infrastruktur perlindungan serta Ini informal untuk meningkatkan kapasitas Penelitian ini juga menyoroti masyarakat dalam menghadapi risiko. Markkanen Anger-Kraavi mitigasi yang tepat. masyarakat dalam proses perencanaan dan Meskipun pelaksanaan kebijakan (Markkanen & Anger Kraavi, 2. pembangunan infrastruktur perlindungan dan sistem peringatan dini, efektivitasnya PENUTUP Hal Pesisir Provinsi Banten merupakan disebabkan oleh rendahnya kesadaran wilayah yang rentan terhadap berbagai masyarakat dan kurangnya koordinasi jenis bencana, seperti tsunami, banjir rob, antara lembaga terkait. Oleh karena itu, dan abrasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperlukan peningkatan sinergi antara wilayah pesisir Banten memiliki tingkat pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan risiko yang bervariasi, dengan beberapa daerah, seperti Pandeglang dan Serang, kebijakan mitigasi yang lebih terintegrasi berada dalam kategori risiko tinggi. dan berbasis data yang komprehensif. Faktor-faktor penyebab utama kerentanan Selain itu, pemberdayaan masyarakat ini antara lain kondisi geografis yang dalam menghadapi ancaman bencana dan rentan terhadap tsunami dan banjir rob, peningkatan kapasitas adaptasi menjadi rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kunci utama untuk mengurangi risiko bencana di masa depan. infrastruktur mitigasi yang ada. Tingginya Penelitian ini menegaskan bahwa aktivitas penduduk dan pembangunan wilayah pesisir Provinsi Banten sangat infrastruktur di kawasan pesisir turut rentan terhadap bencana alam, dan upaya dapat ditimbulkan akibat bencana. Oleh difokuskan pada penguatan sistem edukasi Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 | 12 kebencanaan, peningkatan infrastruktur mitigasi, serta pemberdayaan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA