Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Literasi Pengelolaan Sampah Bagi Siswa-Siswi SDN 19 Kota Serang Annisarizki1. Siska Mardiana2. Desyawa Aulia Putri Aisyah3. Anastasya Grizelda Br Karo4 1,2,3Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Serang Cilegon Km. 5 (Taman Drangon. Serang Ae Banten. 3Program Studi Teknik Kimia. Fakultas Teknik. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Serang Cilegon Km. 5 (Taman Drangon. Serang Ae Banten. Email: annisarizzkii@gmail. com, siska. mardiana@unsera. ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi pengelolaan sampah pada siswasiswa kelas tinggi SDN 19 Kota Serang sebagai upaya membentuk kesadaran lingkungan sejak dini. Berdasarkan hasil analisis situasi ditemukan bahwa masih rendah pemahaman anak-anak mengenai jenis sampah dan pengelolaannya manjadi salah satu penyumbang tingginya volume sampah di Kota Serang. Permasalahan ini belum teratasi dengan kurangnya media edukatif yang menarik serta keterbatasan keterlibatan aktif dari pihak sekolah dalam pengelolaan sampah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipastif melalui edukasi interaktif, praktik memilah sampah, serta permainan edukatif bertema lingkungan. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan dalam pemahaman siswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah ditandai dengan meningkatkan dalam mengidentifikasi dan memilah sampah organik dan annorganik serta partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Pembahasan menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, siswa dan masyarakat dalam membangun budaya sadar lingkungan melalui literasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menanamkan nilainilai kepedulian yang diharapkan dapat terus berkembang dan diterapkan dalam kehidupan seharihari siswa. Kata kunci: Literasi. Sampah. Pengelolaan. ABSTRACT This community service activity aims to improve waste management literacy in high school students of SDN 19 Kota Serang as an effort to form environmental awareness from an early age. Based on the results of the situation analysis, it was found that children's understanding of the types of waste and its management is still low, which is one of the contributors to the high volume of waste in Serang City. This problem has not been resolved due to the lack of interesting educational media and limited active involvement from the school in waste management. The method used in this activity is a participatory approach through interactive education, waste sorting practices, and environmental-themed educational games. The results of the activity showed an increase in students' understanding of the importance of waste management, marked by an increase in identifying and sorting organic and inorganic waste and active participation in maintaining the cleanliness of the school environment. The discussion emphasized the importance of collaboration between teachers, students and the community in building an environmentally conscious culture through sustainable waste management literacy. This activity is the first step in instilling values of concern that are expected to continue to develop and be applied in students' daily lives. Keywords: Literacy. Waste. Management. SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Sampah menjadi salah satu masalah lingkungan di Kota Serang. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang mencapai 390 ton per hari selama Ramadhan 2025 meningkat dari 360 ton pada hari biasa. (Muhilmi, 2. Data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Tahun menunjukan Kota Serang menempati urutan keenam sebagai penghasil sampah terbesar di Provinsi Banten dengan jumlah 584,43 ton/hari. Kinerja pengelolaan sampah di Kota Serang masih rendah, dengan tingkat pengurangan sampah hanya mencapai 0,77% dan penanganan sampah sebeser 55,99% (KLHK, 2. Tabel 1 Komposisi Sampah berdasarkan Jenis Sampah di Provinsi Banten dan Kota Serang Jenis sampah Sisa Makanan (%) Kayu Ranting (%) Kertas-Karton (%) Plastik (%) Logam (%) Kain(%) Karet - Kulit(%) Kaca (%) Lain-lain(%) Jumlah (%) Provinsi Banten Kota Serang Sumber: SIPSN Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK. Komposisi Sampah Berdasarkan Sumber Sampah Tahun , 2. Salah satu upaya pemerintah mengenai pendidikan lingkungan hidup dengan membuat program Adiwiyata sekolah. (Idrus, et al. , 2. Program Adiwiyata sebagai bentuk kepedulian lingkungan hidup di lingkunga sekolah. Literasi lingkungan dikembangkan sejak dini melalui pembelajaran formal maupun informal, agar menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini dan membentuk karakter siswa yang peduli dengan Konsep literasi lingkungan ditegaskan oleh Enviroment Education and Training Parnership (EETAP) bahwa seseorang yang melek lingkungan, maka dia tahu yang akan dilakukan untuk lingkungan dan tahu bagaimana cara melakukan hal tersebut (Nasution, 2. Kegiatan Pengabdian di lingkungan SDN 19 Kota Serang terakreditasi B, sekolah ini dipilih karena masih terbatasnya pemahaman mengenai jenis-jenis sampah dan cara pengelolaan sampah. Minimnya pengetahuan ini dapat berdampak pada sembarangan tanpa memilah sesuai jenisnya dan membakar sampah di lingkungan sekolah. Pengelolaan sampah yang tidak ramah lingkungan, berdampak negatif kepada kesehatan masyarakat maupun lingkungan. Selain itu tidak adanya media edukatif kreatif mengenai sampah, sehingga membuat siswa tidak memahami cara mengelola sampah. Belum masuknya program Adiwiyata yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang. Rendahnya kemampuan literasi lingkunga yang dimiliki siswa-siswi akan berdampak pada penurunan karakter peserta didik. (Indrawan. Lepiyanto. Juniari. Intaran, & Sri, 2. Proses pengembangan dan penumbuhan literasi sampah di lingkungan pada siswa-siswi sekolah dasar memerlukan komitmen dan dukungan berbagai pihak. Selama ini, pengelolaan sampah sering kali tidak sesuai dengan prinsip pengelolaan yang ramah lingkungan, sehingga berdampak negatif kepada kesehatan masyarakat dan lingkungan (Kuseno & Waseh, 2. Tujuan kegiatan pemahaman, ketrampilan dan kesadaran siswa dalam memilah dan mengelola sampah secara mandiri. Hal yang diharapkan dalam kegiatan pengabdian terciptanya budaya sekolah lebih sehat dan bersih, serta kontribusi membangun generasi yang peduli lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 METODE PELAKSANAAN Metode partisipatif dan edukatif agar siswa telibat langsung dan aktif dalam seluruh proses. Berikut ini tahapan-tahap pelaksanaan diikuti dengan diagram alir. Identifikasi Masalah dan Koordinasi iC n Perencanaan Program dan Penyusunan Media iC n Pelaksanaan Literasi (Sosialisasi & Edukas. iC n Praktik Pemilahan Sampah dan Permainan Edukatif iC n Monitoring dan Evaluasi iC n Refleksi & Penutup Gambar. 1 Bagan Alir Kegiatan Pengabdian Tahap awal identifikasi masalah dan koordinasi, meliputi kondisi lingkungan Mengidentifikasi perilaku siswa terkait sampah, serta kordinasi dengan dengan pisah sekolah. SDN 19 Kota Serang terdiri dari 4 guru P3K, 4 guru Honorer dengan jumlah siswa 127 anak. Hasil penyampaikan sesuai karakteristik siswasiswa. Tahap perencanaan program dan penyusunan media dilakukan untuk menyusun materi, pembuatan edukasi (Video edukati. , serta perencangan permainan edukatif pemilhan sampah dan Kemudian pelaksanaan literasi diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang tepat. Materi disampaikan secara interaktf, mengajak jenis-jenis . rganik, anorganik. Lalu praktik tempatnya yang sudah disediakan dengan warna, kuning, hijau dan merah sesuai jenis sampah. Melakukan permainan Tahap evaluasi mengamati secara langsung perilaku siswa selama kegiatan, serta adanya pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan kesadaran dan memberikan masukan untuk perbaikan ke depannya. Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dengan memberikan kesempatan siswa menyampaikan kesan dan pesannya terkait kegiatan pengabdian. Sesi ini sebagai jembatan untuk memperdalam dampak kegiatan literasi pengelolaan sampah bagi siswa-siswi SDN 19 Kota Serang, serta pemberian penghargaan sebagai bentuk apresiasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan mengajukan permohonan izin observasi kepada ibu H. Wantini. Pd. kepala sekolah SDN 19 Kota Serang. Tim susunan rencana aksi dan materi yang pengelolaan sampah kepada siswa-siswi. Tabel 2 Susunan kegiatan dan materi pengabdian di SDN 19 Kota Serang Pembukaan Kegiatan Pengabdian di SDN 19 Kota Serang Sosialisasi Pengelolaan sampah dan jenis Lomba mewarnai terkait sampah dan kuis AuTebak Jenis SampahAy Edukasi Visual mengenai pengelolaan Sampah Sosialisasi bersama Bank Sampah dengan membuat media edukatif . madding tentang AuBerapa lama jenis-jenis sampah teruraiAy Memberikan tempat sampah untuk sampah organic dan anorganik sekaligus penutupan kegiatan pengabdian Sumber: Olahan tim pengabdian, 2025 Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Dari hasil observasi kami melakukan pengabdian untuk kelas tingkat tinggi dimana datanya siswa terdiri: Tabel. 3 Kelas dan Jumlah Siswa yang mengikuti kegiatan pengabdian Kelas Jumlah. Pelaksanaan sosialisasi dibuka dengan melakukan perkenalan tim pengabdian dan penjelasan singkat mengenai maksud dan tujuan kegiatan pengabdian ini, hal ini dimaksudkan agar siswa-siswi dan tim terjalin komunikasi yang baik, dengan memberikan gambaran singkat mengenai topik edukasi sampah dengan materinya apa saja guna menarik minat siswa-siswa mengikuti kegiatan pengabdian literasi pengelolaan sampah bagi siswa-siswi SDN 19 Kota Serang. Pelaksanaan pre-test mengukur pemahaman siswa tentang pengelolaan sampah, sumber sampah dan jenis-jenis sampah dengan melakukan pewadahan sampah untuk kelas 5. Siswa kelas 5 SD dengan jumlah 22 siswa. Sebelum pemaparan materi dilakukan games pemilahan sampah dengan que card,dimana anak anak akan melakukan kategori(Organik,Anorganik,dan B. Gambar. 2 Simulasi literasi sampah Sebelum materi pemahaman siswa mengenai sampah organic, anorganik dan B3. Tabel. 4 Hasil Test Test Jumlah Siswa Benar Salah Benar Salah Gambar. 1 Sosialisasi kegiatan Pre - Test Post-Test Dari hasil kegiatan pre test gambaran awal mengenai pemahaman siswa-siswi berada membedakan jenis sampah, setelah diberikan materi mengenai pengelolaan sampah terdapat peningkatan 90% pemahaman mengenai pemilahan dampah dan membuang sampah pada tempat sesuai dengan jenis sampahnya. Pemutaran video edukasi yang berdurasi Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 https://youtu. be/snRhl3ING0Y?si=Wxtqv 1Y8yYrJwBdT . Video edukasi bersumber dari youtube sampah sandi mengenai 5R yang diartikan Refuse . Reduce . Reuse . akai lag. Repair . Recycle . aur ulan. Kegiatan ini diikuti dengan 22 siswa kelas 5 yang pentingnya menjaga lingkungan sekitar, terutama dalam membuang sampah, mengurangi penggunaan plastik dan mendaur ulang kembali, berserta dampak dari buruk untuk lingkungan. Media edukasi yang menarik seperti animasi akan meningkatkan pemahaman dan ingatan siswa menjaga lingkungan dari Gambar. 3 Edukasi sampah Tim juga menyelenggarakan lomba mewarnai sampah, yang bertujuan untuk terhadap materi yang diberikan, seperti jenis-jenis kebersihan, atau pentingnya daur ulang. Melalui gambar-gambar bertema Gambar. 4 Mewarnai Siswa-siswi sambil bermain, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah diterima dan Sesi mewarnai juga membantu anak-anak lebih fokus, melatih motorik halus, dan membangun rasa tanggung Kemudian Tim dan Bank Sampah MY Gold bekerja sama melakukan sosialiasai kepada siswa-siswi untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, dalam siswa-siswi pemahaman mengenai dari mana sampah dihasilkan, seperti botol plastik, plastik es, bungkus bekas makanan, kertas atau kardus dapat dipilah dan ditukar ke Bank Sampah dengan nilai uang. Hal ini siswa-siswi menceritakan kembali pengalamannya kepada orang tua atau orang terdeket, sehingga ada transfer informasi yang lingkungan, keuntungan dan orang Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Gambar 5. Selesai sosialisasi Bank Sampah MY Gold rumah dan lingkungan di mana siswasiswi berada. (Yuliza, et al. , 2. setelah sosialisasi dengan Bank Sampah My Gold, tim membuatkan media edukasi visual seperti mading mengenai sampah. Di mana dalam media edukasi visual sebagai properti mengenai Auberapa lama jenis-jenis sampah teruraiAy yang dipasang di lingkungan sekolah. Gambar. 7 Pembuatan Tong Sampah Gambar. 6 Mading Sampah/ Edukasi Visual jenis sampah Setelah siswa-siswi sosialisasi dan pendampingan mengenai pengelolaan sampah, tim pengabdian memberikan tong sampah untuk 3 jenis sampah, diantara: organic, anorganik dan B3. Dalam kesehariannya di sekolah sampah yang paling banyak dihasilkan adalah sampah organic dan anorganik. B3 cenderung tidak dihasilkan di sekolah. Tahap evaluasi monitoring tim kami membuatkan post test dan membuatkan dan memberikan tempat sampah untuk 3 jenis yang akan disimpan pada sudutsudut sekolah. Hal ini agar untuk terus mengingatkan kepada siswa-siswi terkait materi sampah yang sudah disampaikan dan mengubah prilaku mereka dengan membuah sampah ke tempat sampah sesuai dengan jenisnya. Menumbuhkan kebiasan membuang sampah pada tempatnya, adanya Bank Sampah menjadi prakarya, apabila hal kecil dimulai sedari dini dan setiap hari, diharapkan hal tersebut menjadi kebiasaan siswa-siswi tidak hanya di sekolah akan tetapi di Gambar. 8 Tong Sampah di Sekolah Terakhir tim kami melakukan diskusi dengan siswa-siswa dan guru-guru sekolah SDN 19 Kota Serang yang dihadiri Kepala Sekolah. Kegiatan Pengabddian literasi pengelolaan sampah bagi Siswa-siswi SDN 19 Kota Serang memberikan pentingnya menjaga lingkungan dan cara pengelolaan Sampah organik dan anorganik tidak boleh tercampur menjadi satu, karena dapat membuat sampah menjadi busuk bahkan berpotensi meledak. (Puspitasari , et al. , 2. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan pengabdian masyarakat di SDN 19 Kota Serang dapat Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 disimpulkan adanya peningkatkan literasi pengelolaan sampah pada siswa kelas tinggi, dapat dilihat dari evaluasi pre-test dan post-test menunjukan siswa-siswa mengenali, memilah sampah organik dan anorganik maupun B3. Metode partisipatif yang melibatkan media edukasi interakti, praktik langsung dan permainan edukatif terbukti dapat Kolaborasi antara guru, siswa, masyarakat. mahasiswa dan akademisi dalam membangun budaya sdar lingkungan secara berkelanjutan, keterampilan yang telah diperoleh sehari-hari mengurangi volume sampah di Kota Serang. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih kepada LPPM UNSERA kegiatan pengabdian ini, teman-teman mahasiswa atas semangatnya yang tidak pernah padam dalam kegiatan pengabdian sampai akhir. Kepala Sekolah dan Guru wali kelas, beserta guru-guru SDN 19 Kota Serang atas bekerjasamanya. Semoga kerjasama dan kolaborasi ini dapat terus terjalin di masa mendatang. DAFTAR PUSTAKA