Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Belajar Sambil Bermain: Edukasi Praktis 3R untuk Siswa Sekolah Dasar Kodriyah1. Muhamad Rizky2. Da Silva Ruz3. Herman Wijaya4. Burhanudin5. Andini Agustina Dewi6 1,4,5,6 Prodi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Cilegon Km. Kota Serang. Banten 42162. Indonesia 2,3 Prodi Teknik Informatika. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Cilegon Km. Kota Serang. Banten 42162. Indonesia kodriyahunsera@gmail. Abstrak Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa tentang konsep dasar pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. secara sederhana, aplikatif, dan menyenangkan dan membangun kesadaran serta karakter siswa terhadap kepedulian lingkuangan. Metode kegiatan ini dibuat dalam tiga tahap, tahap pertama yaitu persiapan dimulai dari observasi dengan melakukan survey dan pemetaan masalah, tahap kedua yaitu pelaksanaan dengan melakukan kegiatan sosialisasi dan prakaraya serta tahap ketiga yaitu evaluasi dan refeleksi bersama. Hasil dari kegiatan sosialisasi memberikan kontribusi nyata dalam menumbuhkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar melalui pendekatan edukatif yang praktis dan Penerapan metode partisipatif dan berbasis aksi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep 3R serta mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah sehari-hari. Dan dari praktik prakarya dengan memanfaatkan sampah anorganic seperti gallon bekas dibuat menjadi kerajinan tangan berupa pot bunga tanaman yang dilukis, kardus dan tutup botol dibuat menjadi hiasan dinding dan botol palstik dibuat menjadi vas bunga kemudian hasilnya dilombakan antar kelompok di masing-masing Kata kunci: Reduce. Reuse. Recycle, kerajinan tangan Abstract The purpose of this service activity is to increase students' knowledge about the basic concepts of waste management based on the 3R principles (Reduce. Reuse. Recycl. in a simple, applicative, and fun manner and build students' awareness and character towards environmental concerns. This method of activity is made in three stages, the first stage is preparation starting from observation by conducting surveys and mapping problems, the second stage is implementation by carrying out socialization and prakaraya activities and the third stage is evaluation and reflection together. The results of socialization activities make a real contribution in fostering knowledge, awareness, and environmental care behavior in elementary school students through practical and fun educational approaches. The application of participatory and action-based methods has proven to be effective in increasing students' understanding of the 3R concept and encouraging behavioral changes in daily waste management. And from the practice of handicrafts by utilizing inorganic waste such as used gallons made into handicrafts in the form of flower pots of painted plants, cardboard and bottle caps made into wall decorations and plastic bottles made into flower vases then the results were contested between groups at each level. Keywords: Reduce. Reuse. Recycle, handicraft SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Permasalahan pengelolaan sampah masih menjadi isu strategis di berbagai daerah di Indonesia, berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK, 2. Indonesia menghasilkan sekitar 19 juta ton sampah per tahun. Ironisnya, hanya 7% dari total sampah tersebut yang berhasil didaur ulang, sisanya berakhir di TPA atau bahkan mencemari lingkungan Salah satu penyumbang utama permukiman dan lingkungan pendidikan, termasuk sekolah dasar, termasuk di wilayah perkotaan seperti Kota Serang. Provinsi Banten. Berdasarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang terjadi peningkatan volume sampah pada bulan Ramadhan tahun 2025 yaitu dari 260 ton . ttps://w. id/2025/03 /. peningkatan tersebut terjadi karena banyak masayarakat yang berjualan makanan pada bulan Ramadhan yang menyisakan sampah baik dari kemasan atau bungkus plastic maupun sisa sampah Seiring volume sampah rumah tangga dan sampah sekolah juga terus bertambah. besar sampah yang dihasilkan tersebut belum dikelola secara optimal, baik dari sisi pemilahan, pengurangan, maupun daur dengan kontribusi signifikan berasal dari aktivitas rumah tangga dan institusi pengelolaannya masih belum maksimal, terutama dari aspek edukasi masyarakat dan generasi muda (Kodriyah et al. , 2. Sampah yang dihasilkan oleh aktivitas masyarakat berupa sampah organic dan sampah anorganik, namun sampah anorganik berupa sampah plastik merupakan jenis penyumbang terbesar sampah dari kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat (Maerani et al. , 2. Karakteristik sampah plastic yang sulit terurai dan membutuhkan waktu sampai ratusan tahun untuk dapat terurai, hal tersbut dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan (Farahdiansari et al. , pada dasarnya sampah plastic dapat didaur ulang dan dimanfaatkan menjadi barang yang memiliki nilai, seperti kerajinan yang berasal dari botol palstik dijadikan vas bunga, tutup botol bisa dijadikan hiasan dinding, botol gallon bisa dijadikan pot bunga tanaman. Sekolah dasar sebagai lembaga pendidikan dasar memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Namun, sebagian besar pendekatan pendidikan lingkungan di sekolah masih bersifat teoritis dan belum menyentuh aspek praktis yang mampu menginternalisasi berkelanjutan (Yuliawati et al. , 2. Kesadaran dan perilaku pengelolaan sampah secara benar masih rendah, terutama di kalangan anak-anak usia sekolah dasar yang merupakan generasi pembentuk budaya lingkungan masa depan (Akham et al. , 2. Program yang dicanangkan oleh Wakil Wali Kota Serang pembentukan Bank Sampah sebanyak 1000 unit, termasuk di lingkungan sekolah baik Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah Pertama kewenangan Pemerintah Kota Serang, hal ini dimaksudkan agar siswa-siswi ini menjadi agen-agen perubahan yang akan memberikan edukasi tentang pemilahan sampah kepada orang tuanya di rumah dan kepada masyarakat di tempat tinggalnya. Sejalan dengan pendapat (Simatupang et , 2. mengemukakan bahwa Sekolah memiliki peran kunci dalam menanamkan kesadaran dan perilaku ramah lingkungan sejak usia dini supaya pengelolaan sampah sepenuhnya terintegrasi dalam kebiasaan Karakter dan sikap peduli terhadap diperkenalkan sejak dini kepada anak-anak sebagai penerus, hal ini dikarenakan anakanak memiliki daya ingat yang kuat dan dengan mudah dapat menyerap dan menerima informasi (Karo et al. , 2. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh Tim ke SD Negeri Ciwaktu yang terletak di Kelurahan Sumur Pecung. Kota Serang dan berlokasi di jalan Arteri Kota Serang, didapat informasi bahwa praktik pemilahan sampah dan daur ulang belum berjalan secara optimal, belum tersedianya fasilitas pemilahan sampah secara memadai sehingga siswa-siswi masih membuang sampah sisa makanan dan pembungkusnya ke dalam satu tempat sampah, kegiatan kebersihan masih bersifat rutin tanpa dimaknai sebagai pembelajaran karakter, dan siswa belum banyak dilibatkan dalam pengolahan ulang sampah menjadi sesuatu yang bernilai Berdasarkan permasalahan yang terjadi di SD Negeri Ciwaktu Tim permasalahan dengan merancang kegiatan siswa-siswi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi praktis kepada siswa sekolah dasar mengenai pengelolaan sampah berbasis Melalui kegiatan yang menyenangkan, aplikatif, dan kontekstual, diharapkan siswa tidak hanya mengetahui pentingnya mengelola sampah, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara konsisten baik di sekolah maupun di rumah. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam membangun generasi peduli lingkungan dan memperkuat budaya METODE Kegiatan pendekatan Participatory Action Learning (PAL), yaitu pendekatan pembelajaran partisipatif berbasis tindakan nyata dan refleksi bersama. Metode ini menekankan keterlibatan aktif siswa, guru, dan komunitas sekolah dalam seluruh tahapan Langkah-langkah yang dilakukan Tahap pertama Kegiatan Persiapan yaitu melakukan Observasi dan Pemetaan Masalah Awal Tahap kedua Kegiatan Inti Edukasi Interaktif: Pengenalan Konsep Menyelenggarakan sesi pembelajaran interaktif yang menggabungkan metode ceramah ringan, diskusi kelompok kecil, dan permainan edukatif untuk menjelaskan konsep Reduce. Reuse, dan Recycle. Menggunakan media visual seperti video pendek dan poster dari bahan bekas untuk memperkuat pemahaman siswa secara visual dan kontekstual. Pelatihan: Daur Ulang Kreatif dan Pemilahan Sampah Mewarnai gambar sampah organic dan non organik Mengadakan pelatihan daur ulang sampah menggunakan bahanbahan seperti botol plastik, tutup botol, kardus bekas, dan kertas sisa untuk dibuat menjadi pot tanaman dan hiasan dinding Mengajarkan praktik pemilahan sampah organik dan anorganik secara langsung melalui simulasi di Melombakan hasil karya dari daur ulang sampah Tahap ketiga Evaluasi dan Refleksi Bersama Mengadakan sesi refleksi akhir bersama siswa untuk mengevaluasi pemahaman, sikap, dan perubahan perilaku yang muncul. Menyusun laporan evaluasi dan rekomendasi tindak lanjut untuk keberlanjutan program oleh pihak HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri Ciwaktu Kelurahan Sumur Pecung Kota Serang, yang menjadi sasaran kegiatan adalah siswa-siswi kelas 1 sampai kelas 5, kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 24 April 2025 sampai 24 Mei 2025. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Gambar 1 Kegiatan survey dan observasi Pelaksanaan tahap pertama yaitu persiapan dimulai dengan melakukan observasi lapangan dan wawancara singkat dengan kepala sekolah dan guru serta siswa untuk pengelolaan sampah di lingkungan SD Negeri Ciwaktu yang dilakukan pada hari kamis 24 April 2025. Dari hasil observasi ini disimpulkan bahwa pengelolaan sampah belum berjalan dengan baik, karena siswa-siswi masih membuang sampah sisa makanan dan pembungkusnya dalam satu tempat saja, selain itu diperoleh data bahwa sampah yang paling banyak dihasilkan sekolah adalah sampah plastic yang berupa kemasan makanan ringan, dan sampah organic sisa makanan. Pelaksanaan tahap inti Kegiatan edukasi interaktif Kegiatan dilakukan pada minggu pertama dengan masuk ke tiap kelas secara bergantian dari kelas 1 sampai kelas 5 sesuai jadwal yang telah disepakati bersama guru, yaitu kelas 1 dilakukan pada hari rabu 14 Mei 2025, kelas 2 hari kamis 15 Mei 2025 dan kelas 3 hari senin tanggal 28 April 2025, metode edukasi yang diberikan untuk kelas 1 adalah metode ceramah, pemutaran video dan permainan pengelompokan jenis-jenis sampah organik dan anorganik, selain itu ada sesi tanya jawab yang diberikan kepada siswa siswi, bagi yang menjawab dengan benar maka akan diberikan hadiah oleh Tim Gambar 2 Kegiatan edukasi pengelolaan sampah kelas 1, 2 dan kelas 3 Edukasi pengelolaan sampah untuk kelas kelas 4 dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 03 Mei 2025 dan untuk kelas 5 dilaksanakan pada hari rabu tanggal 3o April 2025. Metode yang edukasi yang yaitu memberikan edukasi interaktif kepada siswa-siswi dengan menggabungkan metode ceramah ringan, diskusi kelompok kecil, dan permainan edukatif untuk menjelaskan konsep pemilahan sampah organic dan anorganic, selain itu menjelaskan jga prinsip 3R yaitu Reduce. Reuse, dan Recycle. Pemanfaatan media visual seperti video pendek dan memperkuat pemahaman siswa-siswi secara visual dan kontekstual dalam memahami pengelompokkan sampah organic dan nonorganic, mengajarkan praktik pemilahan sampah organik dan anorganik secara langsung melalui simulasi di kelas dan memberikan permainan berupa quis untuk mengukur sejauh mana pemahaman pemilahan kelompok sampah. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 mengedukasi juga jika ingin membeli mainan jangan yang sekali pakai. Gambar 3 Kegiatan edukasi pengelolaan sampah kelas 4 dan kelas 5 Konsep 3R Ai Reduce . Reuse . enggunakan kembal. , dan Recycle . endaur ulan. Ai merupakan sederhana namun efektif. Ketiga prinsip ini sangat sesuai untuk diajarkan kepada siswa sekolah dasar melalui pendekatan edukatif dan praktis seperti permainan edukatif, proyek kreatif, dan simulasi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Pendekatan semacam ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep 3R, tetapi juga membentuk kebiasaan dan sikap positif terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Konsep R yang pertama adalah Reduce merupakan Tindakan yang berfokus pada pengurangan timbulan sampah dari Dalam konteks pengelolaan lingkungan berkelanjutan, reduce memiliki arti mengurangi penggunaan material dan energi sejak awal, agar jumlah limbah yang dihasilkan dapat ditekan secara signifikan (Fahimatul Anis et al. , 2. , dalam penjelasan tentang reduce ini siswa-siswi dihimbau untuk membawa makanan dan minuman dalam wadah yang bisa dipakai berulang . unch box & tumble. , sehingga tidak membeli jajanan dalam kemasan plastik sekali pakai di kantin. Ketika menulis siswa-siswi juga disarankan untuk menulis didua sisi bukunya. Menyarankan juga tentang penggunaan sapu tangan atau lap kecil daripada menggunakan tisu, dan Konsep R yang kedua adalah Reuse yang berarti menggunakan kembali barang atau material yang masih layak pakai tanpa melalui proses daur ulang (Yasa & Laksmi P, 2. Contoh penerapan menggunakan prinsip reuse untuk anak SD adalah menggunakan tempat minum sendiri dari rumah, menggunakan kotak bekas untuk tempat alat tulis, membuat kerajinan tangan dari barang bekas. Konsep R yang ketiga adalah Recycle atau daur ulang merupakan Langkah yang terkahir dalam prinsip 3R yaitu proses mengolah kembali sampah atau barang bekas menjadi produk baru yang dapat digunakan, sehingga mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan (Simatupang et al. , 2. Contoh penerapan yang dapat disampaikan kepada siswa siswi adalah daur ulang kertas untuk dijadikan hiasan dinding, membuat vas bunga dari botol plastic, membuat pot bunga dari gallon bekas, membuat tempat pencil dari kaleng bekas, membuat maianan dari kardus bekas. Pembiasaan penerapan prinsip 3R sejak usia dini diharapkan siswa-siswi lebih sadar terhadap dampak sampah terhadap lingkungan, memiliki tanggung jawab pribadi atas barang-barang yang mereka gunakan, mendorong anak-anak berpikir memanfaatkan kembali barang bekas agar tidak langsung dibuang, tumbuh dengan kebiasaan hidup hemat dan berkelanjutan serta mendukung pendidikan karakter siswa untuk bertanggung jawab terhadap bumi (Herawati et al. , 2. ,(Siskayanti & Chastanti, 2. Pelatihan: Daur Ulang Kreatif dan Pemilahan Sampah Kegiatan pelatihan dilakukan pada minggu ketiga secara bergantian dimulai dari masuk kelas 1 dilakukan pada hari selasa tanggal 20 Mei 2025 dan kelas 2 hari rabu tanggal 21 Mei 2025, kegaitan pelatihan untuk kelas 1 dan 2 dilakukan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 dengan memberikan selembar kertas kepada siswa-ssiwi, gambar tersebut berisi gambar tiga jenis sampah yaitu sampah organik, sampah anorganik dan sampah B3, dari gambar terebut siswa-siswi diminta untuk mewarnainya, dan untuk yang hasilnya bagus maka langsung diberi hadiah oleh tim. Gambar 4 Kegiatan mewarnai jenis sampah Pelatihan berikutnya adalah untuk kelas 3 yang dilakasnakan pada hari kamis tanggal 22 Mei 2025, kelas 4 hari sabtu tanggal 24 Mei 2025, kelas 5 hari senin tanggal 26 Mei 2025, yaitu menerapkan konsep Recycle dan dibuat beberapa kelompok untuk membuat kerajinan dari barang bekas yang ada di sekitar seperti botol plastic, kardus, tutup botol dan lainya, untuk kerajinan yang dibuat oleh kelas 3 yaitu memanfaatkan botol minuman plastic yang di hias menjadi vas bunga, kegiatan pelatihan untuk kelas 4 yaitu memanfaatkan kardus dan tutup botol untuk menghasilkan hiasan dinding dan kegiatan pelatihan untuk kelas 5 yaitu memanfaatkan gallon bekas yang di lukis untuk dijadikan pot bunga tanaman. Dari hasil kerajinan yang dibuat dilombakan atar kelompok per tingkatnya, dan diumumkan pada saat penutupan kegiatan Gambar 5 Pelatihan Kerajinan dari barang bekas Tahap ketiga Evaluasi dan Refleksi Bersama Tahap evaluasi ini menjelaskan perubahan yang terjadi sebelum dan setelah adanya kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Tim. Tabel 1. Perubahan kondisi sebelum dan setelah kegiatan N Kondisi Kegiatan Kondisi Siswa Edukasi Siswa membuan sampah g sampah organic g sampah anorganik sesuai Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 dan untuk dapat di reuse dan n untuk Siswa Edukasi Beberapa Siswa dan bekal Belum ada Pemberia Siswa n tempat membuan g sampah dan non tempat anorganik organik Kegiatan Pengabdian ini ditutup pada hari Sabtu tanggal 24 Mei 2025, yang bertepatan dengan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. sekaligus pengumum pemenang dari hasil kerajinan tangan dari barang bekas dan penyerahan hadiah. Tim juga menyerahkan tong sampah yang sudah diberi warna dan tanda sampah oragnik dan anorganik kepada SDN Ciwaktu Gambar 6 Kegiatan Penutupan KESIMPULAN Kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan kontribusi nyata dalam menumbuhkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar melalui pendekatan edukatif Penerapan metode partisipatif dan berbasis aksi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep 3R serta mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah sehari-hari. Siswa tidak hanya mampu memahami pentingnya pemilahan sampah, tetapi juga menunjukkan kreativitas dalam mendaur ulang sampah menjadi barang yang bermanfaat. Dari sisi institusional, kegiatan ini juga mendorong pihak sekolah lingkungan dalam kurikulum sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler, serta mulai merintis inisiatif jangka panjang seperti pembentukan bank sampah UCAPAN KASIH TERIMA Ucapan terima kasih disampaikan kepada LPPM Universitas Serang Raya yang telah memberikan Pengabdian ini. Terima kasih juga kepada SDN Ciwaktu Kelurahan Sumur Pecung Kota Serang telah Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 bersedia menjadi mitra kegiatan pengabdian ini. Daftar Pustaka