RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 159 - 175 E-ISSN: 2775-2267 Email: ristansi@asia. https://jurnal. id/index. php/ristansi PENGARUH AUDIT INTERNAL. SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN. GAYA KEPEMIMPINAN. KAPABILITAS SUMBER DAYA MANUSIA. TOTALQUALITY MANAGEMENT DALAM MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE PADA BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN JEMBER Arin Putri Adelia. Diana Dwi Astuti. Lia Rachmawati Institut Teknologi dan Sains Mandala Jember arinputri24@gmail. DOI: 10. 32815/ristansi. Informasi Artikel Tanggal Masuk Tanggal Revisi Tanggal diterima Keywods: Internal Audit. Management Control System. Style Leadership. Human Resource Capability. Total Good governance. Kata Kunci: Audit Internal. Sistem Pengendalian Manajemen. Gaya Kepemimpinan. Kapabilitas Sumber Daya 12 Juli. Desember. Desember. Abstract: The purpose of this research is to determine the influence of internal audit, management control system control, human resource capacity, leadership style, and overall management quality on the governance of the Jember Regency Central Statistics Agency. The objects of this research are employees of the Jember Regency Central Statistics Agency. The population of this study was 42 The sampling technique used in this research was saturated sampling so a sample of 42 people was obtained. The data collection method used in this research was by distributing questionnaires. The data analysis method used is multiple linear regression analysis. The results of this research indicate that internal audit, management control system, leadership style, human resource capacity, and total management quality have a simultaneous influence on the achievement of good governance in the Jember Regency Central Statistics Agency Organization. Partially, human resource capacity influences achieving good governance, while internal audit, management control systems, leadership style, and management quality as a whole do not influence achieving good governance at the Jember Regency Central Statistics Agency. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh audit internal, pengendalian sistem pengendalian manajemen, kapasitas sumber daya manusia, gaya kepemimpinan, dan mutu manajemen secara keseluruhan terhadap tata kelola Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember. Objek penelitian ini adalah pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember. Populasi penelitian ini berjumlah 42 orang. Teknik pengambilan sampel yang RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 159 - 175 Manusia. Total Good digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh sehingga diperoleh sampel sebanyak 42 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa audit internal, sistem pengendalian manajemen, gaya kepemimpinan, kapasitas sumber daya manusia dan total quality manajemen mempunyai pengaruh secara simultan terhadap pencapaian good governance pada Organisasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember. Secara parsial kapasitas sumber daya manusia mempunyai pengaruh terhadap pencapaian good governance, sedangkan audit internal, sistem pengendalian manajemen, gaya kepemimpinan dan mutu manajemen secara keseluruhan tidak mempunyai pengaruh terhadap pencapaian good governance di Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember. PENDAHULUAN Kualitas data memerlukan dukungan dari staf lapangan yang melakukan sensus dari rumah ke rumah untuk mengumpulkan data. Rekrutmen mitra statistik di luar lembaga ini diperlukan agar BPS dapat memenuhi mandatnya, khususnya melalui sensus, karena tingginya jumlah kegiatan survei dan terbatasnya staf tetap. Mitra statistik adalah pihak eksternal BPS yang direkrut dan dilatih untuk mendukung survei yang dilakukan BPS, karena kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemerintahan harus diimbangi dengan pemerintah yang bersih. Penelitian yang dilakukan oleh Latifah dan Pudyantoro . menunjukkan bahwa audit internal mempunyai dampak positif terhadap tata kelola yang baik. Penelitian Putri dan Handayani . menegaskan pentingnya audit internal dalam tata kelola yang baik. Namun berbeda dengan penelitian Juwita . yang menunjukkan bahwa audit internal tidak mempunyai pengaruh terhadap good Sistem pengendalian manajemen sektor publik fokus pada penerapan strategi organisasi yang efektif sehingga tujuan organisasi tercapai. Adapun kendala yang dialami BPS Jember mengenai sistem pengendalian manajemen yang diterapkan, seperti dalam mengendalikan manajemennya, seperti adanya wewenang yang belum dijelaskan dengan spesifikasi kepada seluruh karyawan sehingga sering terjadinya kesalahpahaman dalam menerima dan memberikan informasi yang diperlukan. Hal ini berpengaruh terhadap RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 159 - 175 kualitas informasi yang diberikan kepada pengguna data. Penelitian yang mendukung sistem pengendalian manajemen berpengaruh signifikan terhadap good governance yaitu penelitian yang dilakukan Hendrawan dan Suwardono . Penelitian ini tidak sejalan dengan Kantohe dan Sumula . menunjukkan bahwa sistem pengendalian manajemen tidak berpengaruh terhadap good governance. BPS Jember dalam mewujudkan good governance perlunya adanya dukungan dan motivasi dari seorang pimpinan. Bulan September 2022 Badan Pusat Statistik mengalami reformasi pemimpin untuk periode berikutnya. Hal ini mengakibatkan perbedaan gaya kepemimpinan sebelumnya dengan saat ini sehingga karyawan harus menyesuaikan dengan gaya pemimpin. Tata kelola yang baik dapat diwujudkan dengan loyalitas dan kerja sama yang baik antar karyawan. Penelitian yang dilakukan oleh Wasiman . Chamidah . menunjukkan adanya dampak terhadap tata kelola yang baik. Penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan Erliyati. Yuliati, dan Hamdani, . gaya kepemimpinan tidak mempengaruhi good governance. Selain itu, adapun permasalahan yang dihadapi Badan Pusat Statistik yang tertuang dalam Laporan Kinerja Tahun 2022, yaitu belum adanya alokasi perencanaan, kebutuhan sumber daya manusia berdasarkan pemetaan kemampuan. Kebutuhan sumber daya manusia BPS Kabupaten Jember saat ini terpenuhi dengan mempertimbangkan kekosongan struktur organisasi dan akan dipenuhi sesuai dengan kebijakan BPS pusat. Selanjutnya, kualitas kinerja pegawai merupakan salah satu cara untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Penelitian yang dilakukan oleh Latifah dan Pudyantoro . dan Hendrawan dan Suwardono . menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kapasitas sumber daya manusia terhadap good governance. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan peneliti terdahulu tentang audit internal, sistem pengendalian manajemen, gaya kepemimpinan, kabapilitas sumber daya manusia dan total quality management menunjukkan inkonsistensi hasil, sehingga penelitian ini menarik untuk ditinjau kembali. Peneliti tertarik untuk menguji pengaruh audit internal, sistem pengendalian manajemen, gaya kepemimpinan, kapabilitas sumber daya manusia dan total quality RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 159 - 175 management dalam mewujudkan good governance. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah penambahan variabel, teknik pengambilan sampel, metode analisis data dan objek penelitian. Adapun hipotesis dalam penelitian ini yaitu diduga adanya pengaruh audit internal, sistem pengendalian manajemen, gaya kepemimpinan, kapabilitas sumber daya manusia dan total quality management dalam mewujudkan good governance . Hipotesis menurut Sugiyono . , adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian dan didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan dapat disimpulkan hipotesis penelitian sebagai berikut : H1: Audit internal berpengaruh secara parsial dalam mewujudkan good governance H2: Sistem pengendalian manajemen berpengaruh secara parsial dalam mewujudkan good governance H3: Gaya kepemimpinan berpengaruh secara parsial dalam mewujudkan good Governance H4: Kapabilitas Sumber Daya Manusia secara parsial dalam mewujudkan good H5: Total quality management berpengaruh secara parsial dalam mewujudkan good H6: Audit internal, sistem pengendalian manajemen, gaya kepemimpinan, kapabilitas sumber daya manusia dan total quality management berpengaruh secara simultan dalam mewujudkan good governance METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini berupaya untuk menetapkan teori atau hipotesis yang membenarkan atau menyangkal teori dan/atau hipotesis penelitian yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi suatu teori atau hipotesis yang mendukung, bahkan menyangkal, teori atau hipotesis penelitian saat ini. Metode pengumpulan data dengan menyebar kuesioner melalui google formulir. Metode penelitian kuantitatif diterapkan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang dapat dikuantifikasi atau diukur dengan angka (Widagdo. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 159 - 175 2021:. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh sebanyak 42 orang. Data yang diperoleh secara langsung dari arsip perusahaan dan hasil kuesioner terhadap pihak yang terkait. Hasil pengisian kuesioner dan observasi lalu dijabarkan dan dianalisis melalu teks narasi hingga didapatkan sebuah kesimpulan. Dan data sekunder diperoleh dari beberapa jurnal,buku dan sumber internet yang berkaitan dengan judul bahasan dalam penyusunan jurnal ini. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, studi pustaka dan penyebaran kuesioner (Sugiyono:. HASIL PENELITIAN Hasil Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk menguji pernyataan dalam kuisioner valid dan layak untuk digunakan dalam sebuah penelitian. Pengukuran menggunkan perbandingan rhitung dan r-tabel. R-tabel dalam penelitian ini dengan jumlah responden sebanyak 42 responden dan tingkat kesalahan 5% adalah sebesar 0,304. Sehingga diperoleh hasil perbandingan r-hitung dengan r-tabel sebagai berikut : Tabel 1 Hasil Uji Validitas Variabel Indikator r-hitung r-tabel Keterangan Audit Internal X1. 0,606 0,304 Valid X1. 0,750 0,304 Valid X1. 0,713 0,304 Valid X1. 0,729 0,304 Valid Sistem Pengendalian X2. 0,788 0,304 Valid Manajemen X2. 0,804 0,304 Valid X2. 0,787 0,304 Valid X2. 0,844 0,304 Valid X3. 0,789 0,304 Valid X3. 0,600 0,304 Valid X3. 0,813 0,304 Valid X3. 0,617 0,304 Valid X3. 0,639 0,304 Valid X3. 0,617 0,304 Valid Gaya Kepemimpinan RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 159 - 175 Kapabilitas Sumber X4. 0,644 0,304 Valid Daya Manusia X4. 0,632 0,304 Valid X4. 0,674 0,304 Valid X4. 0,703 0,304 Valid X4. 0,664 0,304 Valid Total quality X5. 0,792 0,304 Valid X5. 0,721 0,304 Valid X5. 0,705 0,304 Valid X5. 0,804 0,304 Valid 0,753 0,304 Valid 0,724 0,304 Valid 0,771 0,304 Valid 0,721 0,304 Valid 0,750 0,304 Valid Good governance Sumber : Data diolah peneliti, 2023 Berdasarkan Tabel 1 dapat menunjukkan bahwa r-hitung dari setiap pernyataan pada variabel yang digunakan dalam penelitian memiliki nilai lebih dari r-tabel atau yaitu lebih dari 0,304 sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid. Hasil Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah kuesioner yang digunakan dalam penelitian dapat diandalkan atau reliabel. Reliabilitas penelitian ini terlihat jika melihat nilai Cronbach Alpha yang lebih tinggi dari standar Alpha sebesar 0,600. Berikut hasil uji reliabilitas penelitian ini : Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Cronbach. s Alpha Standard Alpha Keterangan Audit Internal 0,653 0,600 Reliabel Sistem PengendalianManajemen 0,778 0,600 Reliabel Gaya Kepemimpinan 0,769 0,600 Reliabel Kapabilitas Sumber Daya Manusia 0,681 0,600 Reliabel RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 159 - 175 Total Quaity Management 0,744 0,600 Reliabel Good governance 0,797 0,600 Reliabel Sumber : Data diolah peneliti, 2023 Berdasarkan Tabel 2 dapat disimpulkan bahwa seluruh nilai CronbachAos Alpha lebih besar dari 0,600 sehingga kuisioner dalam penelitian ini dinyatakan reliabel atau Hasil Uji Normalitas Pengujian normalitas digunakan untuk memeriksa apakah model regresi variabel berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residua Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences ,0000000 2,09425745 Absolute ,103 Positive ,084 Negative -,103 Test Statistik ,103 Asymp. Sig. -taile. ,200c,d Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber : Data diolah peneliti, 2023 Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa nilai Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,200 atau lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data pada penelitian ini RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 159 - 175 telah terdistribusi normal. Hasil Uji Multikolinieritas Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji model regresi pada penelitian ini Hasil multikolinearitas menggunakan nilai tolerance dan VIF ditunjukkan pada Tabel 4 : Tabel 4 Hasil Uji Multikolinieritas Tolerance VIF Keterangan 0,926 1,080 Bebas Multikolinieritas 0,792 1,263 Bebas Multikolinieritas 0,919 1,088 Bebas Multikolinieritas Kapabilitas Sumber Daya Manusia 0,782 1,278 Bebas Multikolinieritas Total quality 0,900 1,111 Bebas Multikolinieritas Variabel Audit Internal Sistem Pengendalian Manajemen Gaya Kepemimpinan Sumber : Data diolah peneliti, 2023 Berdasarkan Tabel 4 terlihat nilai toleransi > 0,1 sedangkan nilai VIF < 10, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa setiap variabel independen dalam penelitian ini tidak menunjukkan tanda-tanda korelasi atau multikolinearitas. Hasil Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas digunakan untuk memeriksa apakah model regresi mempunyai varian yang tidak sama dibandingkan dengan residu pengamatan Penelitian ini menggunakan uji heteroskedastisitas untuk mengetahui apakah terdapat tren pada scatterplot antara SPESID dan ZPRED. Gambar 1 Hasil Uji Heteroskedastisitas RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 159 - 175 Berdasarkan pada Gambar 1. dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y dan tidak membentuk pola tertentu. Sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas dalam penelitian ini. Hasil Analisis Regeresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji adanya hubungan positif atau negatif antara variabel independen dan variabel dependen apabila nilai variabel mengalami kenaikan atau penurunan. Tabel 5 Hasil Analisis Regeresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. 5,987 10,956 Audit Internal -0,042 0,165 Sistem Pengendalian Manajemen -0,407 Gaya Kepemimpinan Model Standardized Coefficients Sig. 0,546 0,588 -0,036 -0,255 0,800 0,304 -0,206 -1,339 0,189 0,223 0,181 0,176 1,236 0,225 Kapabilitas Sumber Daya Manusia 0,730 0,242 0,465 3,010 0,005 Total quality management 0,115 0,314 0,053 0,366 0,716 Beta RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 159 - 175 Dependent Variable: Good governance Berdasarkan tabel 5 diperoleh hasil persamaan regresi linier berganda dengan standar eror 0,05 sebagai berikut : Y = 5,987 Ae 0,042X1 Ae 0,407X2 0,223X3 0,730X4 0,115X5 10,956 Persamaan regresi linier berganda di atas dapat dijelaskan sebagai berikut : Nilai konstanta menunjukkan nilai sebesar 5,987 dan bernilai positif menjelaskan keadaan ketika variabel independel audit internal (X. , sistem pengendalian manajemen (X. , gaya kepemimpinan (X. , kapabilitas sumber daya manusia (X. dan total quality management (X. tetap berada pada nilai yang konstan maka dalam mewujudkan good governance (Y) akan naik sebesar 5,987. Nilai koefesien untuk variabel audit internal (X. sebesar -0,042. Nilai tersebut menunjukkan nilai negatif sehingga dapat disumpulkan bahwa apabila variabel audit internal (X. naik satu satuan, maka dalam mewujudkan good governance (Y) akan mengalami penurunan sebesar -0,042. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi skala audit internal (X. yang dilakukan oeh perusahaan akan menurunkan tingkat good governance. Nilai koefesien untuk variabel audit internal (X. sebesar -0,407. Nilai tersebut menunjukkan nilai negatif sehingga dapat disimpulkan bahwa apabila variabel sistem pengendalian manajemen (X. naik satu satuan, maka dalam mewujudkan good governance (Y) akan mengalami penurunan sebesar -0,407. Hal ini menunjukkan bahwa apabila semakin tinggi skala sistem pengendalian manajemen (X. yang dilakukan oleh perusahaan akan menurunkan tingkat good governance (Y). Nilai koefesien untuk variabel gaya kepemimpinan (X. sebesar 0,223. Nilai tersebut menunjukkan nilai positif sehingga dapat disimpulkan bahwa apabila variabel gaya kepemimpinan (X. naik satu satuan, maka dalam mewujudkan good governance (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,223. Hal ini menunjukkan bahwa apabila semakin tinggi skala gaya kepemimpinan (X. yang dilakukan oleh perusahaan akan menurunkan tingkat good governance (Y). RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 159 - 175 Nilai koefesien untuk variabel kapabilitas sumber daya manusia (X. sebesar 0,730. Nilai tersebut menunjukkan nilai positif sehingga dapat disimpulkan bahwa apabila variabel kapabilitas sumber daya manusia (X. naik satu satuan, maka dalam mewujudkan good governance (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,730. Hal ini menunjukkan bahwa apabila semakin tinggi skala kapabilitas sumber daya manusia (X. yang dilakukan oleh perusahaan akan menurunkan tingkat good governance (Y). Nilai koefesien untuk variabel total quality management (X. sebesar 0,115. Nilai tersebut menunjukkan nilai positif sehingga dapat disimpulkan bahwa apabila variabel total quality management (X. naik satu satuan, maka dalam mewujudkan good governance (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,115. Hal ini menunjukkan bahwa apabila semakin tinggi skala total quality management (X. yang dilakukan oleh perusahaan akan menurunkan tingkat good governance (Y). Hasil Uji Parsial (Uji . Uji parsial . digunakan untuk menjelaskan seberapa jauh pengaruh variabel independen (X) secara individual dalam menjelaskan variabel dependen (Y) dengan nilai tingkat singnifikan sebesar 0,05. Berikut hasil uji parsial dalam penelitian ini : Tabel 6 Hasil Uji Parsial (Uji . Variabel Signifikan Keterangan Audit Internal 0,546 H1 Ditolak Sistem PengendalianManajemen 0,800 H2 Ditolak Gaya Kepemimpinan 0,189 H3 Ditolak Kapabilitas Sumber Daya Manusia 0,005 H4 Diterima 0,716 Total quality management Sumber : Data diolah peneliti, 2023 H5 Ditolak Berdasarkan Tabel 6 dapat disimpulkan bahwa audit internal tidak mempunyai pengaruh terhadap pencapaian good governance dengan nilai signifikansi sebesar RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 159 - 175 0,546 atau diatas 0,05. Selanjutnya sistem pengendalian manajemen tidak efektif dalam mencapai tata kelola yang baik dengan nilai signifikansi sebesar 0,800 atau lebih besar dari 0,05. Selanjutnya gaya kepemimpinan tidak mempunyai pengaruh terhadap pencapaian good governance dengan nilai signifikansi sebesar 0,189 atau lebih besar dari 0,05. Sedangkan kapablitas sumber daya manusia mempunyai pengaruh terhadap pencapaian good governance dengan nilai signifikansi sebesar 0,005 atau kurang dari 0,05. Selanjutnya, total quality management tidak berpengaruh dalam mencapai good governance dengan nilai signifikansi sebesar 0,716 atau lebih besar dari 0,05. Hasil Uji Simultan (Uji F) Uji simultan (Uji F) digunakan untuk mengetahui pengaruh secara simultan antara semua variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Berikut merupakan hasil uji simultan pada penelitian ini : Tabel 7 Hasil Uji Simultan (Uji F) Model 1 Regression Sum of Squares 87,154 ANOVA Mean Square 17,431 4,995 Residual 179,822 Total 266,976 Sig. 3,490 ,011 Dependent Variable: Good governance Predictors: (Constan. Total quality management. Kapabilitas Sumber DayaManusia. Audit Internal. Gaya Kepemimpinan. Sistem Pengendalian Manajemen Sumber : Data diolah peneliti, 2023 Berdasarkan Tabel 4. 17 menunjukkan bahwa hasil uji tabel Anova signifikan secara statistik pada taraf 0,011. Nilai tersebut kurang dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara simultan variabel audit internal, sistem pengendalian manajemen, gaya kepemimpinan, kapasitas sumber daya manusia dan kualitas manajemen secara keseluruhan dalam mencapai tata kelola yang baik. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 159 - 175 PEMBAHASAN Adapun indikator-indiaktor yang digunakan untuk mengukur operasional variabel dalam penelitian ini, yaitu : Tabel 8 Indikator Ukuran Operasional Variabel Variabel Audit Internal Sistem Pengendalian Manajemen Gaya Kepemimpinan Kapabilitas Sumber Daya Manusia Total quality Indikator Independensi Kemampuan profesional Lingkup pekerjaan Kepercayaan Batasan Pengendalian diagnostik Kontrol Interaktif Pengambilan keputusan Memotivasi Mengendalikan bawahan Tanggung jawab Mengendalikan Emosional Ketermpilan Pengetahuan Menerima informasi Kemampuan Menyampaikan Kemampuan Menerima sanksi Kepemimpinan Pendidikan dan pelatihan Mutu Struktur pendukung Komunikasi Pengaruh Audit Internal dalam Mewujudkan Good governance Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa audit internal tidak berpengaruh secara signifikan dalam mewujudkan good governance. BPS Kabupaten Jember sebagai organisasi pemerintahan lebih menitikberatkan yang melakukan auditing adalah inspektorat jenderal atau pemerintah pusat, tetapi untuk BPS Jember melakukan beberapa kegiatan auditing dalam menjalankan tugasnya. Hal ini dikarenakan fungsi RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 159 - 175 pengawas internal lebih berfungsi sebagai mata dan telinga manajemen, karena manajemen butuh kepastian bahwa semua kebijakan yang telah ditetapkan tidak akan dilaksanakan secara menyimpang. Pengaruh Sistem Pengendalian Manajemen dalam Mewujudkan Good governance Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian manajemen tidak berpengaruh secara signifikan dalam mewujudkan good governance di BPS Kabupaten Jember dikarenakan ada beberap program kerja setiap divisi yang tidak diketahui oleh divisi lainnya. Artinya kurang transparansi terhadap informasi yang ada sehingga untuk mengendalikan manajemen menjadi tidak maksimal karena yang mengetahui hanya beberapa orang. Selain itu, perlu adanya suatu konsep dan aplikasinya pada tataran praktis sehingga instrument yang dikembangkan dari konsep ini akan lebih sesuai dengan karakteristik organisasi. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dalam Mewujudkan Good governance Penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan tidak mempengaruhi good governance karena BPS Kabupaten Jember mempunyai tugas dan proses kerja yang Artinya, setiap anggota organisasi, termasuk manajer struktural dan fungsional, dapat bekerja secara mandiri berdasarkan SOP atau tugas pokok dan fungsi yang ada. SOP serta tugas pokok dan fungsi menjadi pedoman bagi pegawai dalam bertindak dan melalui adanya SOP serta tugas pokok dan fungsi tersebut, organisasi dapat memastikan bahwa kegiatan seperti pengelolaan keuangan dapat berlangsung sesuai standar yang Pengaruh Kapabilitas Sumber Daya Manusia dalam Mewujudkan Good governance Menurut Amir . , kapasitas adalah kemampuan untuk menemukan dengan baik sumber daya yang dimiliki dalam diri sendiri dan organisasi, serta potensi yang dimiliki seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Hal ini sangat ditentukan dengan bagaimana ia mengembangkannya dengan latihan, dan belajar. Sumber daya manusia di BPS Kabupaten Jember berpengaruh secara signifikan dalam mewujudkan good governance karena perusahaan mendukung karier setiap karyawannya bisa dilihat dari karyawan yang melanjutkan pendidikan ke tingkat selanjutnya dalam rangka RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 159 - 175 meningkatkan kualitas diri dan mengikuti pelatihan- pelatihan baik dari dalam maupun luar untuk mempersiapkan program kerja selanjutnya. Kedua hal tersebut merupakan upaya BPS Kabupaten Jember untuk meningkatkan tata kelola yang baik, yang diharapkan BPS Kabupaten Jember dapat meningkatkan prestasi dalam menghasilkan data dan kualitas data yang dihasilkan akurat atau terpercaya sehingga data ini dapat digunakan baik dari Kabupaten hingga pusat. Pengaruh Total quality management dalam Mewujudkan Good Governance Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total quality management tidak berpengaruh secara signifikan dalam mewujudkan good governance. BPS Kabupaten Jember mengutamakan menghasilkan data yang berkualitas, dalam hal ini perlu meningkatkan manajemen kualitas total untuk jangka panjang serta memperhatikan kembali kualitas sumber daya manusia baik lapang maupun non lapang supaya data yang dihasilkan terpercaya. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Sembodo, 2. yang menunjukkan bahwa total quality management tidak berpengaruh terhadap good governance. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fatmaningrum . yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh total quality management terhadapgood governance. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data diatas dapat disimpulkan bahwa hasil pengolahan data variabel audit internal menunjukkan: Audit internal tidak berpengaruh secara parsial terhadap penerapan tata kelola yang baik. Hasil pengolahan data variabel sistem pengendalian manajemen menunjukkan bahwa sistem pengendalian manajemen tidak berpengaruh secara parsial terhadap pencapaian good governance. Hasil pengolahan data variabel gaya kepemimpinan menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan tidak berpengaruh secara parsial terhadap pencapaian good RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 4. Nomor 2. Desember 2023. Hal 159 - 175 Hasil pengolahan data variabel kapasitas sumber daya manusia menunjukkan bahwa kapasitas sumber daya manusia mempunyai pengaruh secara parsial terhadap pencapaian good governance. Hasil pengolahan data variabel total quality manajemen menunjukkan bahwa total quality manajemen tidak berpengaruh secara parsial terhadap pencapaian good governance. Hasil pengolahan data audit internal, sistem pengendalian manajemen, gaya kepemimpinan, kapasitas sumber daya manusia dan total quality manajemen secara simultan menunjukkan berpengaruh secara simultan terhadap pencapaian good governance. REFERENSI