Amare Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat e-ISSN: 2830-7674 Volume 4 No. 1 Januari-Juni 2025 . PENERAPAN DAN PELATIHAN SISTEM INFORMASI PEMINJAMAN DANA BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN LAYANAN KUD TENERA MUKTI MANDIRI DI DESA INDRAPURI IMPLEMENTATION AND TRAINING OF A WEB-BASED LOAN INFORMATION SYSTEM TO IMPROVE SERVICES AT KUD TENERA MUKTI MANDIRI IN INDRAPURI VILLAGE Antoni Pribadi. Andri Nofiar. Am2*). Fitri. Fenty Kurnia Oktorina. Fina Nasari. Muhammad Ridwan. Nurkholis. Alkadari Perdana. Muhammad Rukhshah. 1,3,4,5,6,9 Teknik Informatika. Politeknik Kampar Bisnis Digital. Politeknik Negeri Bengkalis Teknologi Rekayasa Logistik. Politeknik Kampar Administrasi Bisnis Internasional. Politeknik Negeri Bengkalis *Email korespondensi: andrinofiar90@gmail. Abstrak Koperasi Unit Desa (KUD) Tenera Mukti Mandiri merupakan salah satu koperasi aktif di Kecamatan Tapung yang berperan penting dalam mendukung perekonomian pedesaan melalui berbagai layanan usaha seperti simpan pinjam, penjualan TBS, dan penyediaan sarana produksi pertanian. Namun, proses administrasi peminjaman dana yang masih dilakukan secara manual menimbulkan berbagai permasalahan seperti potensi kesalahan pencatatan, kehilangan data, serta rendahnya efisiensi dan Untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Kampar melakukan kegiatan penerapan dan pelatihan sistem informasi peminjaman dana berbasis Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung digitalisasi layanan koperasi agar lebih efektif dan Metode pelaksanaan meliputi identifikasi permasalahan mitra, pengumpulan data, perancangan prototipe sistem, pengembangan sistem berbasis website, implementasi, pelatihan pengguna, serta penyusunan laporan dan publikasi. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari pengurus koperasi dalam mengikuti pelatihan, serta kesiapan mereka dalam mengoperasikan sistem secara mandiri. Penerapan sistem informasi ini diharapkan mampu mendorong transformasi digital koperasi dan meningkatkan kualitas layanan kepada anggota secara berkelanjutan. Kata kunci: Koperasi. Simpan Pinjam. Sistem Informasi. Digitalisasi Abstract KUD Tenera Mukti Mandiri is an active cooperative in Tapung District that plays a crucial role in supporting rural economic activities through various business services such as savings and loans, fresh fruit bunch (FFB) sales, and agricultural input supply. However, its loan management process is still conducted manually, leading to issues such as data entry errors, data loss, inefficiencies, and lack of transparency. To address these challenges, the Community Service Team from Kampar Polytechnic conducted a community service program focused on implementing and training a webbased loan management information system. The program aimed to support the digital transformation of cooperative services to enhance effectiveness, efficiency, and accountability. The implementation method included problem identification, data collection, system prototyping, system development using website, deployment, user training, reporting, and publication. The results showed high enthusiasm from cooperative staff during the training and demonstrated their readiness to operate the system independently. This initiative is expected to accelerate the digital transformation of the cooperative and improve service quality for its members sustainably. Keywords: Cooperative. Savings And Loans. Information System. Digitalization Diajukan: 14/04/2025 Diterima: 03/06/2025 Diterbitkan: 24/06/2025 Amare Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat e-ISSN: 2830-7674 Volume 4 No. 1 Januari-Juni 2025 . PENDAHULUAN Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan individu atau badan hukum koperasi yang menjalankan kegiatan ekonomi berdasarkan prinsip-prinsip koperasi dan berasaskan kekeluargaan (Undang-Undang No. 25 Tahun 1. Sebagai bagian dari gerakan ekonomi rakyat, koperasi berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pemenuhan kebutuhan bersama. Salah satu bentuk koperasi yang relevan bagi masyarakat pedesaan adalah koperasi simpan pinjam, yang memberikan layanan pembiayaan kepada anggota dengan tujuan membantu akses modal usaha, mendorong kebiasaan menabung, serta menghindarkan mereka dari jeratan pinjaman berbunga tinggi (Asmi & Hutrianto, 2. Koperasi simpan pinjam menjadi sarana alternatif yang dapat memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga, khususnya bagi petani dan pelaku usaha kecil yang sulit menjangkau lembaga keuangan Dalam konteks pembangunan pedesaan, peran koperasi tidak hanya terbatas sebagai penyedia modal, tetapi juga sebagai institusi yang mendorong literasi keuangan, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan memperkuat jejaring sosial antar anggota. Melalui mekanisme partisipatif, setiap anggota koperasi memiliki hak untuk berkontribusi dalam pengambilan keputusan, sehingga nilai demokratis dan gotong royong dapat tumbuh dan berkembang. Di Kecamatan Tapung. Kabupaten Kampar. KUD Tenera Mukti Mandiri merupakan salah satu koperasi aktif yang menjalankan berbagai usaha produktif seperti simpan pinjam, penjualan tandan buah segar (TBS), jasa angkutan, serta penyediaan pupuk dan herbisida (Rahmadani, 2. Koperasi ini juga memiliki jaringan yang kuat dengan kelompok tani dan anggota yang memiliki lahan plasma sawit, sehingga memainkan peran strategis dalam keberlanjutan sektor perkebunan dan ekonomi lokal. Koperasi tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga wadah pemberdayaan masyarakat desa untuk membangun kemandirian finansial dan solidaritas sosial. Dengan basis anggota yang kuat dan aktivitas usaha yang beragam, koperasi ini memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi institusi ekonomi yang mandiri, transparan, dan profesional. Kondisi fisik Kantor KUD Tenera Mukti Mandiri dapat dilihat pada gambar 1 berikut: Gambar 1. Kantor KUD Tenera Mukti Mandiri KUD Tenera Mukti Mandiri telah menunjukkan peran vital dalam mendukung stabilitas ekonomi lokal melalui kemudahan akses pembiayaan bagi petani sawit dan pelaku usaha mikro. Namun demikian, sistem pengelolaan administrasi dan keuangan di koperasi ini masih dilakukan secara manual, mulai dari proses pengajuan pinjaman, pencatatan transaksi, hingga pelaporan keuangan yang Amare Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat e-ISSN: 2830-7674 Volume 4 No. 1 Januari-Juni 2025 . bergantung pada Microsoft Excel. Kondisi ini menimbulkan risiko kesalahan pencatatan, kehilangan data, keterlambatan layanan, serta kurangnya transparansi dalam operasional koperasi (Nurlaili & Hidayati, 2. Ketergantungan pada metode manual juga diperparah oleh keterbatasan sumber daya manusia dalam penguasaan teknologi informasi, yang menghambat upaya modernisasi dan efisiensi kerja (Sulastri, 2. Hal ini berdampak pada kualitas layanan kepada anggota yang masih belum optimal serta mempersulit proses monitoring dan evaluasi kinerja koperasi secara berkala. Urgensi digitalisasi sistem koperasi menjadi semakin nyata, mengingat kebutuhan akan pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan akuntabel. Penerapan sistem informasi koperasi yang terintegrasi dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses pelayanan, meminimalkan risiko kesalahan pencatatan, serta memperkuat pengelolaan keuangan koperasi secara keseluruhan (Wibowo & Prasetyo, 2. Melalui pemanfaatan teknologi informasi, koperasi dapat mengembangkan sistem pelaporan berbasis data real-time, meningkatkan transparansi dalam transaksi, serta memperkuat kepercayaan anggota terhadap manajemen koperasi. Digitalisasi koperasi juga berpotensi untuk mendekatkan koperasi dengan generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital. Keterlibatan generasi muda sangat penting untuk keberlanjutan koperasi, mengingat tantangan regenerasi pengurus dan partisipasi aktif anggota muda masih menjadi isu di banyak koperasi desa. Sistem berbasis digital dapat menarik minat mereka melalui layanan berbasis aplikasi mobile, transparansi data yang mudah diakses, serta proses yang efisien dan responsif. Dengan adanya digitalisasi, koperasi juga dapat memperluas cakupan layanan, seperti pembayaran iuran secara daring, sistem notifikasi otomatis terkait jatuh tempo pinjaman, dan laporan keuangan yang dapat diakses setiap saat. Selain itu, sistem digital juga memungkinkan integrasi dengan layanan perbankan, sistem notifikasi berbasis SMS atau aplikasi, serta penggunaan dashboard untuk analisis keuangan dan kinerja usaha Dengan adanya fitur ini, pengurus dapat mengambil keputusan berbasis data, melakukan evaluasi berkala secara lebih akurat, dan merancang strategi pengembangan koperasi yang lebih tepat Keunggulan ini menjadikan sistem informasi sebagai instrumen penting untuk membangun koperasi yang modern, profesional, dan akuntabel. Dengan demikian, transformasi digital menjadi langkah strategis dalam mendukung penguatan koperasi sebagai lembaga ekonomi rakyat yang tangguh dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Langkah ini tidak hanya akan meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga memperluas jangkauan layanan koperasi kepada generasi muda dan kelompok masyarakat yang lebih melek digital. Dalam jangka panjang, digitalisasi diharapkan mampu meningkatkan daya saing koperasi, memperkuat ketahanan ekonomi desa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. Lebih dari itu, koperasi digital dapat menjadi model kelembagaan yang resilien dalam menghadapi dinamika ekonomi global dan perubahan sosial yang semakin kompleks. METODE PELAKSANAAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2025 dan berlokasi di Kantor KUD Tenera Mukti Mandiri. Desa Indrapuri. Kecamatan Tapung. Kabupaten Kampar. Provinsi Riau. Lokasi mitra berjarak sekitar 47 km dari Kampus Politeknik Kampar, dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam 20 menit. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan participatory problem-solving, yaitu pendekatan berbasis partisipasi aktif mitra dan berorientasi pada penyelesaian masalah yang telah diidentifikasi bersama. Pendekatan ini menempatkan mitra sebagai subjek utama dalam proses kegiatan, bukan hanya sebagai penerima manfaat. Kolaborasi antara tim pelaksana dan mitra dilakukan sejak tahap perencanaan hingga implementasi dan evaluasi, guna memastikan solusi yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan. Kegiatan diawali dengan diskusi mendalam bersama pengurus koperasi untuk mengidentifikasi permasalahan utama, dilanjutkan dengan pengumpulan data, perancangan sistem informasi koperasi, pelatihan penggunaan sistem, serta pendampingan operasional. Komunikasi dua arah menjadi kunci dalam membangun kepercayaan dan memastikan keberlanjutan hasil kegiatan. Tahapan kegiatan disusun secara sistematis sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 2: Amare Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat e-ISSN: 2830-7674 Volume 4 No. 1 Januari-Juni 2025 . Gambar 2. Metode Pelaksanaan Diskusi Permasalahan Mitra Tahapan awal dimulai dengan diskusi bersama pihak KUD Tenera Mukti Mandiri untuk mengidentifikasi permasalahan utama koperasi, khususnya yang berkaitan dengan belum optimalnya digitalisasi layanan. Tahap ini bertujuan merumuskan permasalahan inti dan kebutuhan mitra secara partisipatif sebagai dasar pengembangan solusi sistem informasi (Siregar & Fauziah, 2. Diskusi dilakukan secara langsung di kantor koperasi dengan melibatkan ketua, bendahara, serta staf operasional untuk menggali kebutuhan riil di lapangan. Hasil diskusi menunjukkan adanya ketergantungan pada pencatatan manual yang menyebabkan keterlambatan dan potensi kesalahan Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kegiatan operasional koperasi, termasuk pengelolaan pinjaman, pencatatan keuangan, serta infrastruktur teknologi yang tersedia. Tim juga melakukan kajian pustaka untuk merancang sistem informasi yang sesuai kebutuhan mitra (Wibowo, 2. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang alur kerja koperasi, format dokumen yang digunakan, serta kendala teknis yang Selain itu, dilakukan juga inventarisasi perangkat keras dan perangkat lunak yang dimiliki koperasi untuk memastikan sistem dapat diimplementasikan secara optimal. Diskusi Prototipe Sistem Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, dilakukan perancangan prototipe sistem informasi koperasi berbasis website. Prototipe kemudian divalidasi melalui forum diskusi dengan pengurus dan staf koperasi untuk memastikan kesesuaian fitur yang dikembangkan dengan kebutuhan operasional (Amalia et al. , 2. Forum diskusi ini juga menjadi sarana untuk menjaring masukan terkait desain antarmuka, jenis data yang perlu ditampilkan, serta kebutuhan akses pengguna. Validasi dilakukan secara iteratif hingga diperoleh prototipe final yang disetujui bersama. Pembuatan Sistem Sistem informasi dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL di Laboratorium Teknik Informatika Politeknik Kampar. Sistem ini dirancang agar dapat mendukung Amare Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat e-ISSN: 2830-7674 Volume 4 No. 1 Januari-Juni 2025 . proses digitalisasi pencatatan pinjaman, transaksi simpanan, serta pelaporan keuangan secara efisien dan transparan (Putra & Pranata, 2. Tim pengembang bekerja secara terstruktur berdasarkan modulmodul sistem yang telah dirancang, seperti modul pendaftaran anggota, modul transaksi, serta modul laporan bulanan. Sistem ini juga dilengkapi fitur keamanan berbasis login multi-level user untuk menjaga integritas data. Implementasi Sistem Sistem yang telah selesai dikembangkan diinstalasi di lingkungan koperasi dan diuji coba secara Pengurus koperasi didampingi dalam proses pengoperasian awal untuk memastikan sistem dapat berjalan sebagaimana mestinya (Handayani & Sari, 2. Proses implementasi dilakukan di ruang kerja koperasi dengan menyesuaikan jadwal operasional agar tidak mengganggu aktivitas pelayanan kepada anggota. Tim juga melakukan debugging dan fine-tuning terhadap sistem berdasarkan masukan pengguna awal. Pelatihan Penggunaan Sistem Pelatihan diberikan kepada pengurus dan karyawan koperasi agar mampu mengoperasikan sistem secara mandiri. Selain itu, tim juga menyerahkan dokumentasi teknis dan source code sebagai bagian dari strategi keberlanjutan, agar koperasi dapat melakukan pengembangan lanjutan secara internal (Rachman et al. , 2. Pelatihan difokuskan pada pengenalan menu-menu utama, prosedur input data, serta cara membuat laporan keuangan secara otomatis. Materi pelatihan disusun dalam bentuk modul cetak dan video tutorial untuk memudahkan proses belajar ulang secara mandiri. Laporan Pelaksanaan Kegiatan Laporan kegiatan disusun secara sistematis sebagai bentuk pertanggungjawaban dan akan diserahkan kepada Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Kampar (Zulkarnain et al. , 2. Dokumen laporan mencakup latar belakang kegiatan, metode pelaksanaan, dokumentasi visual, evaluasi hasil, serta rekomendasi pengembangan lebih lanjut. Laporan juga menjadi bahan evaluasi internal tim pelaksana dan acuan perbaikan kegiatan mendatang. Publikasi Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini direncanakan untuk dipublikasikan dalam Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat: Amare, guna diseminasi dan replikasi kegiatan serupa di wilayah lain. Publikasi ilmiah bertujuan untuk menyebarluaskan praktik baik dari kegiatan ini, memberikan kontribusi pada pengembangan keilmuan, serta menginspirasi pengabdian serupa di koperasi lainnya yang memiliki karakteristik dan tantangan serupa. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Politeknik Kampar di KUD Tenera Mukti Mandiri. Desa Indrapuri, pada tanggal 16 April 2025, merupakan langkah penting dalam mendorong digitalisasi layanan koperasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih petugas koperasi dalam penggunaan sistem informasi peminjaman dana berbasis web guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi pengelolaan pinjaman dana. Sistem ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan administratif yang selama ini dilakukan secara manual, seperti kesalahan pencatatan, kehilangan data, serta lambatnya proses pelayanan. Dengan sistem digital ini, pengelolaan data pinjaman menjadi lebih terstruktur, terintegrasi, dan mudah diakses secara real-time oleh pengurus maupun anggota koperasi. Sistem informasi yang diperkenalkan dirancang dengan pendekatan berbasis web menggunakan teknologi pemrograman PHP dan sistem manajemen basis data MySQL. Desain antarmuka sistem dibuat sesederhana mungkin agar mudah digunakan oleh petugas koperasi yang belum terbiasa menggunakan aplikasi digital. Sistem ini mencakup fitur untuk input data pinjaman, pelacakan status pembayaran, pencetakan laporan keuangan otomatis, serta pengelolaan data anggota koperasi. Hak Amare Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat e-ISSN: 2830-7674 Volume 4 No. 1 Januari-Juni 2025 . akses pengguna juga diatur berdasarkan peran, seperti administrator, petugas koperasi, dan anggota, sehingga sistem memiliki kontrol keamanan yang memadai. Kegiatan pelatihan dibuka oleh Kepala KUD Tenera Mukti Mandiri. Bapak Jumaidi, yang menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Politeknik Kampar serta harapannya agar sistem ini dapat mempermudah proses pelayanan dan pelaporan di koperasi. Ketua Tim Pelaksana. Bapak Antoni Pribadi, memberikan pemaparan teknis mengenai fungsi utama sistem, termasuk mekanisme validasi data, sistem backup, dan pelaporan dinamis. Sesi pelatihan terdiri dari pemaparan teori serta praktik langsung penggunaan sistem oleh peserta. Sesi praktik menjadi bagian krusial dalam pelatihan, di mana petugas koperasi dilatih secara langsung dalam menginput data pinjaman baru, memperbarui status pembayaran, mencetak laporan keuangan, serta menelusuri histori transaksi anggota. Sebagaimana ditunjukkan pada gambar 3, pelatihan berlangsung sangat aktif dan partisipatif. Para peserta diberi akun pelatihan dan didampingi langsung oleh tim pengabdian dalam menggunakan aplikasi. Antusiasme tinggi dari peserta menunjukkan kebutuhan yang besar terhadap penerapan teknologi informasi dalam operasional Gambar 3. Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Meskipun kegiatan berlangsung lancar, beberapa kendala turut dihadapi. Tantangan utama adalah keterbatasan pemahaman awal peserta terhadap konsep digital, keterbatasan jumlah perangkat komputer, serta akses internet yang belum stabil. Beberapa peserta juga mengalami kesulitan dalam menggunakan fitur tertentu seperti dropdown menu dan fungsi pencarian data. Untuk mengatasi hal tersebut, tim pengabdian membagikan buku panduan dalam bentuk cetak dan digital, serta menyarankan perlunya pelatihan lanjutan secara berkala untuk meningkatkan penguasaan sistem. Hasil evaluasi pasca-pelatihan menunjukkan bahwa lebih dari 80% peserta telah memahami penggunaan dasar sistem dan siap mengimplementasikannya dalam operasional harian koperasi. Salah satu peserta menyatakan bahwa sistem ini sangat membantu karena tidak perlu lagi mencatat secara manual dan laporan dapat langsung dicetak dengan cepat. Hal ini mengindikasikan bahwa sistem informasi yang diperkenalkan sesuai dengan kebutuhan operasional koperasi dan memberikan solusi nyata terhadap hambatan sebelumnya. Namun, sistem ini masih memiliki beberapa keterbatasan yang perlu dikembangkan di masa mendatang, seperti belum tersedianya fitur akses melalui perangkat mobile dan belum terintegrasinya sistem dengan aplikasi keuangan koperasi lainnya. Keterbatasan ini menjadi catatan penting dalam pengembangan selanjutnya agar sistem dapat menjangkau lebih banyak pengguna dan memiliki fungsionalitas yang lebih luas. Amare Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat e-ISSN: 2830-7674 Volume 4 No. 1 Januari-Juni 2025 . Perubahan sikap peserta terhadap teknologi juga menjadi salah satu capaian penting. Jika sebelumnya terdapat keraguan dan resistensi terhadap penggunaan sistem digital, maka setelah mengikuti pelatihan dan praktik langsung, peserta menjadi lebih terbuka dan menerima manfaat praktis teknologi dalam mempercepat dan mempermudah pekerjaan. Pada sesi refleksi akhir, peserta dan pengurus koperasi menyampaikan harapan agar kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut, dengan dukungan pendampingan teknis dan pengembangan fitur sistem yang lebih lengkap. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk model pengelolaan koperasi berbasis digital yang efisien dan transparan, yang dapat direplikasi di koperasi lain di wilayah Tapung dan sekitarnya. Inisiatif ini sekaligus menunjukkan kontribusi nyata institusi pendidikan tinggi dalam mendorong transformasi digital di sektor ekonomi masyarakat, khususnya dalam memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal. KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh Tim Politeknik Kampar di KUD Tenera Mukti Mandiri pada 16 April 2025 berhasil menerapkan sistem informasi berbasis web untuk pengelolaan peminjaman dana. Penerapan sistem ini meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi dalam operasional koperasi. Antusiasme petugas koperasi selama pelatihan menunjukkan kesiapan mereka untuk mengoperasikan sistem ini secara mandiri. Dengan adanya sistem ini, proses peminjaman dana menjadi lebih terkontrol dan transparan, serta memudahkan anggota dalam memantau status pinjaman Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memberikan solusi digital yang bermanfaat untuk peningkatan layanan koperasi dan mendukung keberlanjutan serta perkembangan KUD Tenera Mukti Mandiri ke depan. Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian merencanakan pendampingan teknis berkala serta pengembangan fitur sistem sesuai kebutuhan koperasi. Keberhasilan jangka panjang diharapkan dapat dilihat dari peningkatan jumlah transaksi digital, kepuasan anggota koperasi, serta tercapainya pengelolaan administrasi keuangan yang akuntabel dan terstandar. UCAPAN TERIMA KASIH Tim pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Kampar yang telah memberikan dukungan pendanaan melalui kontrak nomor 002/KPPM-P3M/04. 2025, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada KUD Tenera Mukti Mandiri yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas sebagai mitra serta lokasi pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini. Dukungan dari semua pihak sangat berarti dalam mewujudkan tujuan kegiatan ini untuk mendorong transformasi digital dan penguatan kelembagaan koperasi di tingkat desa. DAFTAR PUSTAKA