Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PONDOK PESANTREN SURYALAYA Moh. Yusuf Saepuloh Jamal1 Riva Nurfadilah Awaliyah2 Luthfi Laila Fadlillah4 Reva Nuraeni 4 Institut Agama Islam Latifah Mubarokiah Email: mohyusupsj@gmail. Abstrak Pondok Pesantren Suryalaya merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertial dan berpengaruh di Indonesia yang mengintegrasikan ajaran tasawuf melalui Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN) dengan sistem modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika historis perkembangan Pesantren Suryalaya yang dibagi ke dalam tiga fase utama: Masa Perintisan Abah Sepuh . 5Ae1. Masa Modernisasi Abah Anom . 6Ae2. , dan Masa Kontemporer . 1Ae2. Menggunakan metode penelitian sejarah . euristik, verifikasi, interpretasi, dan historiograf. , penelitian ini mengkaji bagaimana pesantren ini bertransformasi dari sebuah madrasah tradisional menjadi pusat rekayasa sosial skala internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Suryalaya dalam mempertahankan eksistensinya terletak pada implementasi moto "Ilmu Amaliah Amal Ilmiah" serta wasiat "Tanbih" yang mensinergikan ketaatan beragama dan kepatuhan terhadap negara. Pesantren ini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga transfer keilmuan . afaqquh fi al-di. , melainkan juga sebagai agen perubahan melalui metode rehabilitasi narkoba (Inaba. dan penyediaan pendidikan formal Kata Kunci: Sejarah Pendidikan Islam. Pondok Pesantren Suryalaya. Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah. Tanbih. Abah Anom. Abstract Suryalaya Islamic Boarding School is one of the oldest and most influential Islamic educational institutions in Indonesia that integrates Sufism through the Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN) with a modern system. This study aims to analyze the historical dynamics of the development of Suryalaya Islamic Boarding School, which is divided into three main phases: the Pioneering Period of Abah Sepuh . 5Ae1. , the Modernization Period of Abah Anom . 6Ae2. , and the Contemporary Period . 1Ae2. Using historical research methods . euristics, verification, interpretation, and historiograph. , this study examines how this Islamic boarding school transformed from a traditional madrasah into an international-scale center of social engineering. The results show that Suryalaya's success in maintaining its existence lies in the implementation of the motto "Ilmu Amaliah Amal Ilmiah" and the "Tanbih" testament that synergizes religious obedience and obedience to the state. This Islamic boarding school not only functions as a knowledge transfer institution . afaqquh fi al-di. , but also as an Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 agent of change through drug rehabilitation methods (Inaba. and providing comprehensive formal education. Keywords: History of Islamic Education. Suryalaya Islamic Boarding School. Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah. Tanbih. Abah Anom. PENDAHULUAN Pesantren atau yang lebih dikenal dengan pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia, yaitu lembaga yang telah menjadi bagian hidup sebagian besar umat Islam di Indonesia dan telah ada sejak ratusan tahun lalu dan merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Pesantren dipandang sebagai lembaga pendidikan tradisional Islam indigenos karena tradisinya yang panjang di Indonesia. Dalam kategorisasi lembaga pendidikann Islam di Indonesia, pesantrean berada pada jenjang pendidikan dasar-menengah bersama dengan sekolah dan madrasah. Sejarah perkembangan Islam di Indonesia tak lepas dari peran pondok Para ulama zaman dulu mengajarkan agama melalui pendidikan di Keberadaan pondok pesantren sudah lama berdiri di Indonesia. Bahkan sebelum Indonesia merdeka, pondok pesantren sudah berdiri terlebih dahulu. Pondok pesantren sudah ada sejak zaman kerajaan Islam di Nusantara. Pondok pesantren atau terkadang hanya disebut dengan pesantren, merupakan sebuah model khas pendidikan Islam tertua di Indonesia. Pengertian ini merupakan definisi dari Departemen Agama RI, yang diambil dari buku Doktrin dan Pemahaman Keagamaan di Pesantren. Salah satu pondok pesantren di indonesia adalah Pondok Pesantren Suryalaya, yang memiliki sejarah panjang dan kontribusi yang signifikan dalam dunia pendidikan Islam. Minimnya Penelitian tentang PesantrenModern Berbasis Tasawuf, membuat peneliti merasa perlu untuk melakukan studi lebih lanjut dalam perkembangan pesantren yang pada awalnya di bawah kepemimpinan Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad (Abah Sepu. hanya menerapkan sistem salafiyah lalu pascaberalihnya kepemimpinan pada K. Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Ano. melakukan gebrakan baru dengan membuka sekolah Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 formal sesuai dengan tuntutan zaman dan harapan para Ikhwan Pesantren Suryalaya (Murid Abah Sepuh, dan Abah Ano. Pondok Pesantren Suryalaya tidak hanya menyediakan pendidikan formal, tapi juga menawarkan pendidikan non-formal seperti pengajian tradisional dan berbagai pelatihan melalui organisasi sepertiIbu BELLA. LDTQN, dan GMPS. Transformasi ini menunjukkan kemampuan Pesantren Suryalaya untuk menghadapi tantangan zaman sambil tetap menjaga tradisinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang berorientasi pada nilai-nilai agama dan kemasyarakatan. Integrasi pendidikan formal, non-formal, dan tasawuf di Pesantren Suryalaya menjadi bukti keunikannya sebagai pesantren modern yang tetap mempertahankan akar tradisionalnya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode sejarah untuk menggambarkan perjalanan dan perubahan kelembagaan Pondok Pesantren Suryalaya secara Penelitian dilakukan melalui empat tahapan utama. Tahap pertama adalah heuristik . engumpulan dat. , yaitu mencari sumber primer seperti naskah asli wasiat Tanbih serta buku-buku karya Abah Anom (Miftahus Shudur dan Uquudul Jumaa. Selain itu, dikumpulkan juga data sekunder seperti buku sejarah pesantren, dokumen resmi Yayasan Serba Bakti, dan jurnal ilmiah yang relevan. Tahap kedua adalah kritik sumber . , yaitu menguji keaslian dan kebenaran data dengan cara membandingkan dokumen yang ditemukan dengan catatan sejarah resmi milik Pondok Pesantren Suryalaya. Tahap ketiga adalah interpretasi . enafsiran dat. , di mana data yang sudah valid dianalisis untuk melihat bagaimana pengaruh kepemimpinan para guru mursyid terhadap perkembangan sosial dan pendidikan di Tahap terakhir adalah historiografi . enulisan sejara. , yaitu menyusun seluruh hasil analisis menjadi satu tulisan yang runtut, logis, dan kronologis mengenai sejarah perkembangan Pondok Pesantren Suryalaya yang didirikan oleh Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad dari tanggal 7 rajab 1323 H atau 5 September tahun 1905 hingga masa sekarang. Iryanto Irvan Jaya Rifka Alkhilyatul MaAorifat. I Made Suraharta. AuPengertian. Sejarah Berdirinya. Dan Tumbuh Kembang Pesantren: Studi Kasus Pondok Pesantren Suryalaya TasikmalayaAy 2 . : 306Ae Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 PEMBAHASAN Masa Abah Sepuh . Pondok Pesantren Suryalaya dirintis oleh Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad atau yang dikenal dengan panggilan Abah Sepuh, pada masa perintisannya banyak mengalami hambatan dan rintangan, baik dari pemerintah kolonial Belanda maupun dari masyarakat sekitar. Juga lingkungan alam . yang cukup menyulitkan. Namun Alhamdullilah, dengan izin Allah SWT dan juga atas restu dari guru beliau. Syaikh Tholhah bin Talabudin Kalisapu Cirebon semua itu dapat dilalui dengan selamat. Hingga pada tanggal 7 Rajab 1323 H atau 5 September 1905. Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad dapat mendirikan sebuah pesantren walaupun dengan modal awal sebuah mesjid yang terletak di kampung Godebag, desa Tanjung Kerta. Masjid Nurul Asror yang dibangun oleh Abah Sepuh pertama kalinya, ada Menara yang dibangun setinggi . urang lebi. lima belas meter. Saat itu, menara digunakan untuk tarhim. Karena waktu itu masih belum ada aliran listrik, tarhim hanya dilakukan dengan menggunakan sebuah corong mirip dengan sebuah terompet atau sebuah megaphone yang saat itu dinamakan lawong. Lawong terbuat dari kaleng besi atau semacam seng. Ukuran corong panjangnya 50 cm dengan diameter . agian depa. kurang lebih 30 cm dan diameter . agian belakang. untuk sumber suar. kurang lebih berukuran 8 cm. Pada waktu itu, tarhim digaungkan di atas Menara Masjid Nurul Asror, kurang lebih 30 menit sebelum tiba waktu Subuh. Pondok Pesantren Suryalaya itu sendiri diambil dari istilah sunda yaitu Surya = Matahari. Laya = Tempat terbit, jadi Suryalaya secara harfiah mengandung arti tempat matahari terbit. 4 tujuan utama didirikannya Pondok Pesantren Suryalaya yaitu untuk menyebarkan agama Islam, mengembangkan Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN), dan membimbing rohani masyarakat. Pondok Pesantren Suryalaya. AuSejarah Pondok Pesantren Suryalaya,Ay suryalaya. org, 2020. Saepuloh. AuSejarah Singkat Tradisi Tarhim Di Pondok Pesantren Suryalaya,Ay TQNNews. Sally Badriya Hisniati et al. AuPENGERTIAN. SEJARAH BERDIRI. DAN TUMBUH KEMBANG PESANTREN: STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN SURYALAYA TASIKMALAYA,Ay Jurnal Pelita Nusa: Sosial Dan Humaniora 4, no. : 191Ae202. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Pesantren ini didirikan sebagai wadah pengabdian, pendidikan karakter, serta pengajaran zikir untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kurikulum Pondok Pesantren Suryalaya mengintegrasikan pendidikan tasawuf (TQN Qadiriyah Naqsyabandiya. dengan pendidikan formal dan tradisional, berfokus pada pembinaan akhlak dan peningkatan kualitas jasmanirohani. Di Pondok Pesantren Suryalaya terdapat Pengajian tradisional yang secara umum mempunyai tujuan yang sama dengan pendidikan formal yaitu: Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Hanya saja lebih ditekankan kepada penguasaan materi Kitab-kitab klasikal atau gundul dan kitab kuning. Adapun materi kitab yang dipelajari adalah : Al-QurAoan dan Tajwid Fiqih Aqidah Ahlaq dan Tasawuf Nahwu dan Shorof Bahasa Arab Metode pendidikan yang digunakan adalah metode Sorongan. Bandongan dan Klasikal. Metoda ini merupakan wahana pengintensifan pendidikan serta bimbingan kepribadian inter-personal. Metode Sorogan adalah metode cara mengaji kitab dengan mengandalkan keaktifan siswa atau santri. Dalam sorogan santri diharuskan menerjemahkan dan mencoba memahami suatu kitab dalam bahasa Arab yang telah ditentukan. Selanjutnya santri memaparkan terjemahan dan pemahamannya dihadapan ustadz secara individual. Ustadz kemudian akan mentashih/mengoreksi paparan tersebut Pondok Pesantren Suryalaya. AuPengajian Tradisional,Ay suryalaya. org, 2020. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Metode Bandungan merupakan cara mengkaji kitab oleh ustadz dengan metode ceramah secara bersama-sama seluruh santri. Metode Klasikal adalah metode pengajian dimana santri atau anak didik dikelompokkan kedalam suatu kelas, kemudian diberi pelajaran tentang suatu materi kitab. Metode ini lebih terukur dengan tetap memasukkan muatanmuatan kepesantrenan di samping materi ilmu non-keagamaan. Untuk mengetahui sejauh mana daya serap santri terhadap materi dan kemampuannya dalam pemahaman kitab, maka diberikanlah evaluasi belajar. Evaluasi belajar juga merupakan alat ukur terhadap santri dalam melanjutkan atau naik tingkat ke jenjang yang lebih tinggi. Evaluasi belajar yang diberikan dalam bentuk Evaluasi Lisan yang diberikan setiap hari pada setiap akhir pemberian materi dan Evaluasi Tulisan yang diberikan pada setiap akhir masa pengajaran yaitu pada setiap akhir semester. Pedidikan Pengajian di Pondok Pesantren Suryalaya dibagi dalam 6 . kelas atau tingkatan, yang mana pada setiap kelas pada satu tahun ajaran terbagi dalam 2 . Pada awalnya Syeikh Abdullah bin Nur Muhammad sempat bimbang, akan tetapi guru beliau Syaikh Tholhah bin Talabudin memberikan motivasi dan dorongan juga bimbingan khusus kepadanya, bahkan beliau pernah tinggal beberapa hari sebagai wujud restu dan dukungannya. Pada tahun 1908 atau tiga tahun setelah berdirinya Pondok Pesantren Suryalaya. Abah Sepuh mendapatkan khirqoh . egitimasi penguatan sebagai guru mursyi. dari Syaikh Tholhah bin Talabudin. Syaikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad atau yang biasa di panggil Abah Sepuh, lahir tahun 1836 di kampung Cicalung Kecamatan Tarikolot Kabupaten Sumedang . Kp Cicalung Desa Tanjungsari Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalay. dari pasangan Rd Nura Pradja (Eyang Upas, yang kemudian bernama Nur Muhamma. dengan Ibu Emah. Beliau dibesarkan oleh uwaknya yang dikenal sebagai Kyai Jangkung. Sejak kecil, beliau sudah gemar mengaji/mesantren dan membantu orang tua dan keluarga, serta suka memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Setelah menyelesaikan pendidikan agama dalam bidang akidah, fiqih, dan lain-lain di tempat orang tuanya. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Pesantren Sukamiskin Bandung beliau mendalami fiqih, nahwu, dan sorof. Beliau kemudian mendarmabaktikan ilmunya di tengah-tengah masyarakat dengan mendirikan pengajian di daerahnya dan mendirikan pengajian di daerah Tundagan Tasikmalaya. Beliau kemudian menunaikan ibadah Haji yang pertama. Walaupun Syaikh Abdullah Mubarok telah menjadi pimpinan dan mengasuh sebuah pengajian pada tahun 1890 di Tundagan Tasikmalaya, beliau masih terus belajar dan mendalami ilmu Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah kepada Mama Guru Agung Syaikh Tolhah bin Talabudin di daerah Trusmi dan Kalisapu Cirebon. Setelah sekian lamanya pulang-pergi antara TasikmalayaCirebon untuk memperdalam ilmu tarekat, akhirnya beliau memperoleh kepercayaan dan diangkat menjadi Wakil Talqin. Sekitar tahun 1908 dalam usia 72 tahun, beliau diangkat secara resmi . sebagai guru dan pemimpin pengamalan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah oleh Syaikh Tolhah. Beliau juga memperoleh bimbingan ilmu tarekat dan . kepada Syaikh Kholil Bangkalan Madura dan bahkan memperoleh ijazah khusus Shalawat Bani Hasyim. Karena situasi dan kondisi di daerah Tundagan kurang menguntungkan dalam penyebaran Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah, beliau beserta keluarga pindah ke Rancameong Gedebage dan tinggal di rumah H. Tirta untuk sementara. Selanjutnya beliau pindah ke Kampung Cisero . ekarang Cisirn. jarak 2,5 km dari Dusun Godebag dan tinggal di rumah ayahnya. Pada tahun 1904 dari Cisero Abah Sepuh beserta keluarganya pindah ke Dusun Godebag. Karena situasi dan kondisi di daerah Tundagan kurang menguntungkan dalam penyebaran Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah, beliau beserta keluarga pindah ke Rancameong Gedebage dan tinggal di rumah H. Tirta untuk sementara. Selanjutnya beliau pindah ke Kampung Cisero . ekarang Cisirn. jarak 2,5 km dari Dusun Godebag dan tinggal di rumah ayahnya. Pada tahun 1904 dari Cisero Abah Sepuh beserta keluarganya pindah ke Dusun Godebag. Seiring perjalanan waktu. Pondok Pesantren Suryalaya berkembang dan mendapat pengakuan serta simpati dari masyarakat, sarana Asep Maulana Rohimat. AuETIKA POLITIK DALAM NASKAH TANBIH (Wasiat Etika Politik Dari Mursyid Tarekat Qodiriyyah Naqsyabandiyah Suryalaya Terhadap Murid-Muridny. ,Ay IN RIGHT. Jurnal Agama Dan Hak Azazi Manusia 2, no. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 pendidikan pun semakin bertambah, begitu pula jumlah pengikut/murid yang biasa disebut ikhwan. Dukungan dan pengakuan dari ulama, tokoh masyarakat, dan pimpinan daerah semakin menguat. Hingga keberadaan Pondok Pesantren Suryalaya dengan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah-nya mulai diakui dan dibutuhkan. Untuk Abah Sepuh Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah dibantu oleh sembilan orang wakil talqin, dan beliau meninggalkan wasiat untuk dijadikan pegangan dan jalinan kesatuan dan persatuan para murid atau ikhwan, yaitu TANBIH. Dalam perjalanan sejarahnya, pada tahun 1950. Abah Sepuh hijrah dan bermukim di Gg Jaksa No 13 Bandung. Sekembalinya dari Bandung, beliau bermukim di rumah H. Sobari Jl. Cihideung No. Tasikmlaya dari tahun 19501956 sampai beliau wafat. Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad berpulang ke Rahmattullah pada tahun 1956 di usia yang ke 120 tahun. Kepemimpinan dan kemursyidannya dilimpahkan kepada putranya yang kelima, yaitu KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin yang akbrab dipanggil dengan sebutan Abah Anom. Masa Abah Anom . Pada masa awal kepemimpinan Abah Anom juga banyak mengalami kendala yang cukup mengganggu, di antaranya pemberontakan DI/TII. Pada masa itu Pondok Pesantren Suryalaya sering mendapat gangguan dan serangan, terhitung lebih dari 48 kali serangan yang dilakukan DI/TII. Juga pada masa pemberontakan PKI tahun 1965. Abah Anom banyak membantu pemerintah untuk menyadarkan kembali eks anggota PKI, untuk kembali kembali ke jalan yang benar menurut agama Islam dan Negara. KH. A Shohibulwafa Tajul Arifin yang dikenal dengan nama Abah Anom, dilahirkan di Suryalaya tanggal 1 Januari 1915. Beliau adalah putra kelima Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad, pendiri Pondok Pesantren Suryalaya, dari ibu yang bernama Hj Juhriyah. Pada usia delapan tahun Abah Anom masuk Sekolah Dasar (Verfolg Schoo. di Ciamis antara tahun 1923-1928. Kemudian ia masuk Sekolah Pondok Pesantren Suryalaya. AuSejarah Pondok Pesantren Suryalaya. Ay Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Menengah semacan Tsanawiyah di Ciawi Tasikmalaya. Pada tahun 1930 Abah Anom memulai perjalanan menuntut ilmu agama Islam secara lebih khusus. Beliau belajar ilmu fiqih dari seorang Kyai terkenal di Pesantren Cicariang Cianjur, kemudian belajar ilmu fiqih, nahwu, sorof dan balaghah kepada Kyai terkenal di Pesantren Jambudipa Cianjur. Setelah kurang lebih dua tahun di Pesantren Jambudipa, beliau melanjutkan ke Pesantren Gentur. Cianjur yang saat itu diasuh oleh Ajengan Syatibi. Dua tahun kemudian . Abah Anom melanjutkan belajar di Pesantren Cireungas. Cimelati Sukabumi. Pesantren ini terkenal sekali terutama pada masa kepemimpinan Ajengan Aceng Mumu yang ahli hikmah dan silat. Dari Pesatren inilah Abah Anom banyak memperoleh pengalaman dalam banyak hal, termasuk bagaimana mengelola dan memimpin sebuah pesantren. Beliau telah meguasai ilmu-ilmu agama Islam. Oleh karena itu, pantas jika beliau telah dicoba dalam usia muda untuk menjadi Wakil Talqin Abah Sepuh. Percobaan ini nampaknya juga menjadi ancang-ancang bagi persiapan memperoleh pengetahuan dan pengalaman keagaman di masa mendatang. Kegemarannya bermain silat dan kedalaman rasa keagamaannya diperdalam lagi di Pesantren Citengah. Panjalu, yang dipimpin oleh H. Junaedi yang terkenal sebagai ahli alat, jago silat, dan ahli Setelah menginjak usia dua puluh tiga tahun. Abah Anom menikah dengan Euis Siti Ru'yanah. Setelah menikah, kemudian ia berziarah ke Tanah Suci. Sepulang dari Mekah, setelah bermukim kurang lebih tujuh bulan . , dapat dipastikan Abah Anom telah mempunyai banyak pengetahuan dan pengalaman keagamaan yang mendalam. Pengetahuan beliau meliputi tafsir, hadits, fiqih, kalam, dan tasawuf yang merupakan inti ilmu agama. Oleh Karena itu, tidak heran jika beliau fasih berbahasa Arab dan lancar berpidato, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Sunda, sehingga pendengar menerimanya di lubuk hati yang paling Beliau juga amat cendekia dalam budaya dan sastra Sunda setara kepandaian sarjana ahli bahasa Sunda dalam penerapan filsafat etnik Kesundaan, untuk Ach Sayyi. AuWasiat Pendidikan Sufistik Dalam Naskah Tanbih Mursyid Tarekat Qodiriyyah Naqsyabandiyah Suryalaya ( Telaah Pemikiran Guru Mursyid Tqn Suryalay. ,Ay n. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 memperkokoh Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Bahkan baliaupun terkadang berbicara dalam bahasa Jawa dengan baik. Ketika Abah Sepuh Wafat, pada tahun 1956. Abah Anom harus mandiri sepenuhnya dalam memimpin pesantren. Dengan rasa ikhlas dan penuh ketauladan. Abah Anom gigih menyebarkan ajaran Islam. Pondok Pesantren Suryalaya, dengan kepemimpinan Abah Anom, tampil sebagai pelopor pembangunan perekonomian rakyat melalui pembangunan irigasi untuk meningkatkan pertanian, membuat kincir air untuk pembangkit tenaga listrik, dan lain-lain. Dalam perjalanannya. Pondok Pesantren Suryalaya tetap konsisten kepada Tanbih, wasiat Abah Sepuh yang diantara isinya adalah taat kepada perintah agama dan negara. Maka Pondok Pesantren Suryalaya tetap mendukung pemerintahan yang sah dan selalu berada di Untuk merealisasikan tujuan pendidikan. Pondok Pesantren Suryalaya pada tahun 1961 mendirikan sebuah sekolah yang untuk sementara bertempat di Desa Sindangherang Kec. Panumbangan Kab. Ciamis, dengan nama SMIP kurang lebih selama 6 bulan. Pada akhir tahun 1962 lokasi pendidikan dari Sindangherang berpindah ke Pondok Pesantren Suryalaya. SLTP Islam Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya atau dulu yang bernama Sekolah Menengah Islam Pertama (SMIP) yang merupakan sekolah pertama yang didirikan di lingkungan Pondok Pesantren Suryalaya Desa Tanjungkerta Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Sesuai dengan SK Pendirian Kanwil P&K provinsi Jawa Barat No. VI/144/445 tanggal 14 Agustus 1962. SK Status DIAKUI dari Dirjen Dikdasmen Departemen P & K No. 743/I. 02/kep/I/91 tanggal 18 Oktober 91. NDS. 15072001 NSS. Status DISAMAKAN pada 8 Januari 1998. Visi SLTP Islam Serba Bakti Suryalaya adalah 9 . keutamaan yaitu: cageur, bageur, bener, pinter, singer, jujur, akur, syukur, dzikir Dengan didukung oleh staf pengajar dari latar belakang pendidikan yang memadai, menempatkan SLTP Islam Serba Bakti perlahan-lahan mulai berkembang dan Pondok Pesantren Suryalaya. AuSekolah Lanjutan Pertama Islam Serba Bakti,Ay suryalaya. org, 2020. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 berusaha untuk berperan lebih aktif dalam usaha mendidik dan mencerdaskan anak Misi yang diemban SLTP Islam Serba Bakti adalah : Ingin menjadi Sekolah unggulan. Membentuk manusia yang bertaqwa kepada Allah Swt dan berakhlak mulia. Melahirkan lulusan yang berkepribadian dan memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat sesuai dengan Pancasila dan Undang Undang Dasar Program yang akan dikembangkan: Program Kepesantrenan. Program Keterampilan. Fasilitas pendukung yang dimiliki berupa: Perpustakaan . Lab. Bahasa . Lab. Elektronika & Biologi . Lapangan Olah Raga . Mesjid Nurul Ikhlas Lembaga-lembaga Pendidikan yang didirikan Abah Anom. Secara langsung atau tidak langsung, berperan serta dalam mengembangkan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Kalau pengembangan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah pada masa Abah Sepuh terbatas melalui media tradisional pesantren, maka dimasa kepemimpinan Abah Anom, selain menggunakan media tradisional yang telah ada, juga melalui lembaga pendidikan formal yang didirikannya dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi semuanya amat berperan dalam mengembangkan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Mengingat pendidikan mempunyai peranan penting untuk membentuk akhlak serta budi pekerti mulia dan dalam mencerdaskan bangsa serta untuk menanamkan ideologi dalam proses integrasi nasional. Selain itu terselenggaranya pendidikan formal yang baik juga dapat meningkatkan taraf dan mutu kehidupan bangsa. Lembaga pendidikan yang ada dilingkungan Pondok Pesantren Suryalaya terbagi menjadi dua, yaitu pendidikan formal dan non-formal. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Pendidikan formal yang ada terbagi menjadi dua, yaitu pendidikan formal umum dan keagamaan, diantaranya sebagai berikut:10 Pendidikan Formal Umum Taman Kanak-kanan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SMPI) 201 Sekolah Menengah Umum (SMA. SMK) Perguruan Tinggi (STIE Latifah Mubarokiya. Pendidikan Formal Keagamaan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (MT. Sekolah Menengah Umum (MA) Perguruan Tinggi (IAI Latifah Mubarokiya. Pendidikan Non-Formal Pengajian Tradisional. Pelatihan-pelatihan dalam naungan organisasi (Organisasi Kewanitaan Ibu BELLA. LDTQN. GMPS). Di samping melestarikan dan menyebarkan ajaran agama Islam melalui metode Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Abah Anom juga sangat konsisten terhadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Maka sejak tahun 1961 didirikan Yayasan Serba Bakti dengan berbagai lembaga di dalamnya termasuk pendidikan formal mulai TK. SMP Islam. SMU. SMK. Madrasah Tsanawiyah. Madrasah Aliyah. Madrasah Aliyah kegamaan. Perguruan Tinggi (IAILM) dan Sekolah Tinggi Ekonomi Latifah Mubarokiyah serta Pondok Remaja Inabah. Didirikannya Pondok Remaja Inabah sebagai wujud perhatian Abah Anom terhadap kebutuhan umat yang sedang tertimpa musibah. Berdirinya Pondok Remaja Inabah membawa hikmah, di antaranya menjadi jembatan emas untuk Pondok Pesantren Suryalaya. AuLembaga Pendidikan,Ay suryalaya. org, 2020. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 menarik masyarakat luas, para pakar ilmu kesehatan, pendidikan, sosiologi, dan psikologi, bahkan pakar ilmu agama mulai yakin bahwa agama Islam dengan berbagai disiplin Ilmunya termasuk tasawuf dan tarekat mampu merehabilitasi kerusakan mental dan membentuk daya tangkal yang kuat melalui pemantapan keimanan dan ketakwaan dengan pengamalan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Abah Anom menunjuk tiga orang pengelola, yaitu KH. Noor Anom Mubarok BA. KH. Zaenal Abidin Anwar, dan H. Dudun Nursaiduddin. Perkembangan Pondok Pesantren Suryalaya semakin pesat dan maju, membaiknya situasi keamanan pasca pemberontakan DI/TII membuat masyarakat yang ingin belajar Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah semakin banyak dan mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia. Juga dengan penyebaran yang dilakukan oleh para wakil talqin dan para mubaligh, usaha ini berfungsi juga untuk melestarikan ajaran yang tertuang dalam asas tujuan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah dan Tanbih. Dari tahun ke tahun Pondok Pesantren Suryalaya semakin berkembang, sesuai dengan tuntutan zaman, maka pada tanggal 11 maret 1961 atas prakarsa H. Sewaka (Al. mantan Gubernur Jawa Barat . 7 Ae 1. dan mantan Mentri Pertahanan RI Iwa Kusuma Sumantri (Al. 2 Ae 1. Dibentuklah Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya. Yayasan ini dibentuk dengan tujuan untuk membantu tugas Abah Anom dalam penyebaran Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah dan dalam usaha mencerdaskan kehidupan Setelah itu Pondok Pesantren Suryalaya semakin dikenal ke seluruh pelosok Indonesia, bahkan sampai ke Negara Singapura. Malaysia. Brunai Darussalam, dan Thailand, menyusul Australia, negara-negara di Eropa dan Amerika. Dengan demikian ajaran Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah pun semakin luas perkembangannya, untuk itu Abah Anom dibantu oleh para wakil talqin yang tersebar hampir di seluruh Indonesia, dan juga wakil talqin yang berada di luar negeri seperti yang disebutkan di atas. Pada masa kepemimpinan Abah Anom. Pondok Pesantren Suryalaya berperan aktif dalam kegiatan Keagamaan. Sosial. Pendidikan. Pertanian. Kesehatan. Lingkungan Hidup, dan Kenegaraan. Hal ini terbukti dari penghargaan yang diperoleh baik dari AuRiwayat Singkat KH. A Shohibulwafa Tajul Arifin,Ay Pondok Pesantren Suryalaya, 2020. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 presiden, pemerintah pusat dan pemerintah daerah, bahkan dari dunia internasional atas prestasi dan jasa-jasanya. Dengan demikian eksistensi atau keberadaan Pondok Pesantren Suryalaya semakin kuat dan semakin dibutuhkan oleh segenap umat manusia. Lambang kupu-kupu pada Pondok Pesantren Suryalaya dirancang oleh Amin Juminta dan disahkan pada tahun 1985 dengan restu KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah Ano. Lambang ini bukan sekadar visual, melainkan simbol filosofis . Tariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN). Lambang kupu-kupu menggambarkan perjalanan rohani seorang manusia menuju Allah SWT: Ulat (Binatang Bua. : Menggambarkan manusia yang masih dikuasai hawa nafsu. Kepompong (Riyadha. : Tahap Takhalli . embersihan dir. , di mana santri mengasingkan diri dari maksiat dan fokus berzikir. Kupu-kupu (Zuhu. : Tahap Tahalli . engisian dir. , di mana jiwa telah bersih dan terbang menikmati indahnya "madu" . Kupu-kupu juga melambangkan kebulatan hidup yang terdiri dari jasmani dan rohani, yang senantiasa bertransformasi menjadi insan kamil . anusia sempurn. Lambang ini menegaskan fokus Suryalaya dalam mendidik rohani melalui amalan zikir. Karya Abah Anom: Uquudul Jumaan . Miftahus Shudur . Fadhoilus Syuhur . Insan Kamil . Akhlaqul Karimah . Buku Manqobah . Ibadah . Himpunan Shalat Sunnah . 19 Syarah Kitab Ilmu Tasawuf Saepuloh. AuIni Arti Lambang Pondok Pesantren Suryalaya,Ay TQNNews. com, 2021. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 9 Syarah Kitab Ilmu Fiqih . 10 Syarah Kitab Ilmu Nahwu . 8 Syarah Kitab Ilmu Hadits . dan 7 Syarah Kitab Ilmu Tafsir Masa Sekarang Sebagai sebuah Pondok Pesantren. Suryalaya dituntut mampu menghidupkan fungsi-fungsi sebagai berikut: Sebagai lembaga pendidikan yang melakukan transfer ilmu-ilmu agama . afaqquh fi aldi. dan nilai-nilai Islam (Islamic value. Sebagai lembaga keagamaan melakukan kontrol sosial. Sebagai lembaga keagamaan yang melakukan rekayasa sosial . ocial engineerin. atau perkembangan masyarakat . ommunity developmen. Semua itu, hanya bisa dilakukan jika pesantren mampu melakukan proses perawatan tradisi-tradisi yang baik dan sekaligus mengadaptasi perkembangan keilmuan baru yang lebih baik, sehingga mampu memainkan peranan sebagai agent of change. Pondok Pesantren Suryalaya mengedepankan nilai-nilai tinggi agama Islam, sebagaimana tercermin dalam motonya:Ay Ilmu Amaliah Amal IlmiahAy yang bertujuan menciptakan manusia Aucageur bageurAy (Budi utama jasmani sempurn. Tarekat sebagai pengamalan tasawuf pada hakekatnya merupakan suatu cara dalam mengamalkan esensi atau inti agama Islam. Maka secara otomatis setiap orang yang sedang belajar mengamalkan tarekat, berarti sedang mengamalkan esensi agama Islam yang menjadi sumber moral dan etik dalam kehidupannya yang sangat diperlukan masyarakat sekarang. Bagi para pengamal TQN Pondok Pesantren Suryalaya landasan utamanya adalah al-Quran dan Sunnah, dan ijma para ulama solihin. Ketika berbicara sistem nilai budaya (Koentjaraningrat, 1994: . bagaimana hakekat dari hidup manusia, hakekat dari karya manusia, hakekat dari kedudukan manusia dalam ruang waktu, hakekat dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, hakekat dari hubungan manusia dengan sesamanya, para ikhwan . TQN PP Suryalaya semuanya bermuara kepada upaya mentauhidkan Allah swt. Sebagaimana tergambar dalam doa pembuka mengawali setiap dzikir, yaitu doa Doa diatas menjadi kalimat pembuka ketika seorang ikhwan TQN akan berzikir Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 jahar dan zikir khafi. Kalimat AuIlahi Anta MaqshudiAy (Ya Tuhanku Engkaulah yang ku maksu. merupakan pernyataan bahwa tiada tujuan yang diharap dalam kehidupan ini selain Allah SWT, maka hakekat hidup manusia tidak lain adalah hanya untuk beribadah kepada-Nya (Al-Quran surat Az Zariyat: . Selanjutnya kalimat AuWa ridhoka mathlubiAy . an keridhaan-Mu lah yang kucar. merupakan penegasan niat bahwa akhir dari seluruh karya yang dihasilkan dalam kehidupan ini adalah hanya untuk mencari keridhan Allah SWT. Ketika seseorang istiqamah mendawamkan Zikrullah dengan kalimat yang paling afdal yaitu kalimat Laa Ilaaha illallah (Tiada Tuhan selain Alla. , maka pada hakekatnya merupakan penguatan akan ketauhidannya kepada Allah. Mengakui keesaan Allah sebagai Sang Pencipta, mengakui sebagai makhluk-Nya wajib tunduk dan taat atas segala perintah Allah, berasal dari Allah dan akan dikembalikan kepada-Nya kelak. Maka orang yang selalu berzikir dengan kalimat tauhid akan kedudukannya mengetahui selalu di menyadari hadapan kewajiban yang Allah, harus dilaksanaka, serta senantiasa merasa diawasi olehNya. Implikasi dari internalisasi makna tauhid dalam kehidupan sosial adalah terjalinnya hubungan harmonis antar sesama manusia dan alam tempatnya hidup. Berdasarkan konsep tauhid, lahir tatanan kehidupan sosial manusia dengan landasan bahwa manusia memiliki kedudukan sama di hadapan Allah dan karena itu setiap manusia adalah merdeka untuk berbuat dan berkehendak dengan konsekwensi harus mempertanggungjawabkannya kelak dihadapan Allah. Bagi ikhwan TQN PP Suryalaya pedoman hidup sebagai upaya menjaga dan melestarikan sistem nilai budaya Islami sudah ada pedomannya, yaitu Tanbih dan sekaligus menjadi keunikan TQN Pondok Pesantren Suryalaya yang membedakan dengan para pengamal TQN lainnya. Tanbih Guru Mursyid sekaligus Pendiri Pondok Pesantren Suryalaya Syeikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad (Abah Sepu. menjadi amalan yang wajib dibaca dalam berbagai acara baik bersifat agama maupun nasional kenegaraan. Apalagi pada acara manaqiban Syeikh Abdul Qodir al Jaelani yang selalu dilaksanakan di berbagai daerah bahkan sampai ke luar negri, pembacaan Tanbih merupakan ritual utama setelah pembacaan al-Quran dalam rangkaian acaranya. Sistem nilai budaya dan berbagai nilai tradisi yang baik di Pondok Pesantren Suryalaya yang mengembangkan Islam melalui pendekatan TQN ini perlu terus diamalkan, diamankan, dan dilestarikan serta diwariskan kepada anak cucu kita dan seluruh generasi muda sebagai penerus bangsa dan kader umat di masa mendatang. Salah satu medianya Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 adalah melalui pendidikan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren berbasis tarekat. Sistem nilai budaya dan berbagai nilai tradisi yang baik di Pondok Pesantren Suryalaya yang mengembangkan Islam melalui pendekatan TQN ini perlu terus diamalkan, diamankan, dan dilestarikan serta diwariskan kepada anak cucu kita dan seluruh generasi muda sebagai penerus bangsa dan kader umat di masa mendatang. Salah satu medianya adalah melalui pendidikan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren berbasis tarekat. transfer ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam (Islamic vaue. , mampu melakukan proses perawatan tradisi-tradisi yang baik sekaligus mengadaptasi perkembangan keilmuan baru yang lebih baik. Dengan tujuan menghasilkan para lulusan saleh yang mampu menghadapi dampak global dan digital penuh percaya diri dan tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai Ilahi, bahkan mampu memainkan peranan sebagai agent of change di masa mendatang. PENUTUP Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, penelitian ini menyimpulkan bahwa Pondok Pesantren Suryalaya berhasil mempertahankan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang berpengaruh berkat kemampuannya memadukan ajaran tasawuf (TQN) dengan tuntutan modernitas. Perjalanan sejarah Suryalaya selama lebih dari satu abad terbagi ke dalam tiga fase dinamis. Dimulai dari masa perintisan Abah Sepuh . 5Ae1. yang meletakkan fondasi spiritual tradisional di tengah tekanan kolonial. berlanjut ke masa keemasan Abah Anom . 6Ae2. yang melakukan modernisasi masif melalui pendirian Yayasan Serba Bakti, sekolah formal terintegrasi, serta metode rehabilitasi narkoba Inabah. masa kontemporer . 1Ae2. di mana pesantren bertindak sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan rekayasa sosial di era digital. Kunci ketahanan institusi ini terletak pada penerapan moto "Ilmu Amaliah Amal Ilmiah" serta kepatuhan geopolitik terhadap ajaran Tanbih yang berhasil menyatukan komitmen Republik Indonesia. pembelajaran dipahami sebagai perubahan paradigma pedagogis yang tidak hanya berorientasi pada inovasi metode, tetapi juga pada penguatan nilai dan tujuan pendidikan Islam. Agus Samsulbassar. AuEKSISTENSI PONDOK PESANTREN BERBASIS TAREKAT,Ay JPII 3, 1 . : 1Ae10. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Sejalan dengan kesimpulan di atas, penelitian ini merumuskan beberapa saran akademis dan praktis. Bagi para akademisi dan mahasiswa, diharapkan dapat melakukan kajian lebih mendalam mengenai efektivitas internalisasi nilai-nilai sosiologis tasawuf dalam membentengi moral generasi muda dari dampak negatif digitalisasi yang kian kompleks. Bagi para pengelola lembaga pesantren atau sekolah berbasis Islam serupa, model integrasi kurikulum tradisional . itab kunin. bersanding dengan kurikulum formal di Suryalaya dapat dijadikan sebagai referensi utama dalam mencetak lulusan yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara rohani. Terakhir, bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian lapangan yang lebih spesifik mengenai dampak ekonomi-sosial dari keberadaan unit-unit usaha Yayasan Serba Bakti terhadap pemberdayaan masyarakat sekitar, agar nilai luhur yang dirintis oleh Abah Sepuh dan Abah Anom dapat terus dilestarikan dan dikembangkan secara lebih luas. DAFTAR PUSTAKA