JIGE 6 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/ jige. Implementasi Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Mempertahankan Prestasi Pramuka di MI Kwadungan Lor Indri Septiani1*. Dita Primashanti Koesmadi1. Uci Ulfa NurAo Afifah1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Stkip Modern Ngawi. Indonesia *Corresponding author email: indriseptiani169@gmail. Article Info Article history: ABSTRACT Received July 13, 2025 Approved August 03, 2025 Keywords: Extracurricular Activities. Scouting. Character Development This study aims to describe the implementation of Scouting extracurricular activities in improving student achievement at MI Kwadungan Lor. The background of this study is the importance of extracurricular activities as a vehicle for character development, social skills, and non-academic achievements of students. Scouting extracurricular activities were chosen because they have strong educational values in forming discipline, responsibility, cooperation, and leadership. This study uses a qualitative approach with a descriptive study type. The subjects of the study consisted of Scout instructors, madrasah principals, and active students in extracurricular activities. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation, while data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that the implementation of Scouting extracurricular activities at MI Kwadungan Lor was carried out through three main stages, namely planning, implementation, and evaluation. Activity planning is carried out through routine meetings and the preparation of annual work programs that consider the capabilities of resources and the needs of students. Implementation of activities includes weekly routine training and intensive training before the competition, with a fun and participatory approach. Evaluation of activities is carried out periodically to assess the effectiveness of the program and as a basis for The main supporting factors for the success of this activity include the commitment of the instructor, the support of the head of the madrasah, the enthusiasm of the students, and the cooperation of the parentsScouting activities have a direct and significant impact on improving studentsAo academic achievement and character Through various activities such as marching drills, outdoor exploration, educational games, and teamwork, students are trained to be disciplined, responsible, and cooperative. The values taught in Scouting, such as honesty, independence, and social awareness, clearly shape studentsAo positive character in their daily lives. The discipline formed through regular routines and responsibilities in Scouting also carries over into academic life, ultimately helping to enhance studentsAo learning outcomes. Moreover, through various competitions and challenging activities, students are motivated to keep improving and to demonstrate their best abilities, both in academic and non-academic fields. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi ekstrakurikuler Pramuka dalam meningkatkan prestasi siswa di MI Kwadungan Lor. Latar belakang dari penelitian ini adalah pentingnya kegiatan ekstrakurikuler sebagai wahana pengembangan karakter, keterampilan sosial, dan prestasi non-akademik peserta didik. Implementasi Ekstrakurikuler Pramuka dalam Mempertahankan Prestasi Pramuka A - 1257 Septiani et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Ekstrakurikuler Pramuka dipilih karena memiliki nilai-nilai pendidikan yang kuat dalam membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari pembina Pramuka, kepala madrasah, dan peserta didik aktif dalam kegiatan Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ekstrakurikuler Pramuka di MI Kwadungan Lor dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan kegiatan dilakukan melalui rapat rutin dan penyusunan program kerja tahunan yang mempertimbangkan kemampuan sumber daya serta kebutuhan peserta didik. Pelaksanaan kegiatan meliputi latihan rutin mingguan dan pelatihan intensif menjelang lomba, dengan pendekatan yang menyenangkan dan partisipatif. Evaluasi kegiatan dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitas program dan sebagai dasar Faktor pendukung utama keberhasilan kegiatan ini meliputi komitmen pembina, dukungan kepala madrasah, antusiasme siswa, serta kerja sama orang tua. Kegiatan Pramuka memberikan dampak langsung yang signifikan terhadap peningkatan prestasi dan pembentukan karakter siswa. Melalui berbagai aktivitas seperti latihan baris-berbaris, jelajah alam, permainan edukatif, dan kerja sama tim, siswa dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dengan orang lain. Nilainilai yang diajarkan dalam Pramuka seperti kejujuran, kemandirian, dan kepedulian sosial secara nyata membentuk karakter positif siswa dalam kehidupan sehari-hari. Disiplin yang terbentuk dari rutinitas dan tanggung jawab dalam kegiatan Pramuka juga terbawa ke dalam dunia akademik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Selain itu, melalui berbagai perlombaan dan kegiatan yang menantang, siswa termotivasi untuk terus berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Copyright A 2025. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license How to cite: Septiani. Koesmadi. , & Afifah. Implementasi Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Meningkatkan Prestasi Pramuka Di MI Kwadungan Lor. Jurnal Ilmiah Global Education, 6. , 1257Ae1266. https://doi. org/10. 55681/jige. PENDAHULUAN Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam pembentukan kepribadian anak sejak usia dini, terutama di jenjang sekolah dasar maupun madrasah ibtidaiyah. Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana mentransfer pengetahuan akademik, tetapi juga sebagai wadah untuk menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan sosial yang akan membentuk karakter peserta didik secara utuh (Subandi et al. , 2. Hal ini menjadi semakin relevan di tengah tantangan zaman yang kompleks, seperti krisis moral, lemahnya kepedulian sosial, serta meningkatnya perilaku menyimpang di kalangan remaja yang ditengarai berakar dari kurang kuatnya fondasi karakter sejak dini. Oleh karena itu, pendidikan karakter harus diintegrasikan secara menyeluruh, baik dalam pembelajaran intrakurikuler maupun melalui kegiatan ekstrakurikuler yang menjadi bagian dari penguatan profil pelajar Pancasila. Kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran strategis dalam mendukung proses pembentukan karakter tersebut. Ekstrakurikuler sebagai kegiatan non-akademik yang terstruktur memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi diri, melatih tanggung jawab, kepemimpinan, disiplin, kerja sama, dan empati (Wayan et al. , 2. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang secara eksplisit menanamkan nilai-nilai karakter adalah kegiatan Pramuka memiliki pendekatan pedagogis berbasis pengalaman langsung . xperiential learnin. yang memungkinkan peserta didik belajar dari praktik nyata, bukan sekadar teori (Meldayani & Ain, 2. Menurut (Suherman et al. , 2. Kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dikenal efektif dalam mengembangkan berbagai dimensi karakter, seperti mandiri. Implementasi Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Mempertahankan Prestasi Pramuka A - 1258 Septiani et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . disiplin, jujur, gotong royong, cinta tanah air, dan tangguh dalam menghadapi tantangan. Kegiatan seperti latihan baris-berbaris, pengenalan sandi, pertolongan pertama, hingga kegiatan perkemahan dan lomba kepramukaan mendorong peserta didik untuk aktif, berpikir kritis, dan bertindak bijak (Dina Pangestika & Atiqa Sabardila, 2. Di madrasah. Pramuka juga memiliki nilai tambah karena dapat dikolaborasikan dengan nilai-nilai keislaman, seperti keteladanan, ukhuwah, serta adab terhadap guru dan sesama. Dengan demikian. Pramuka bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan bagian integral dari pembentukan siswa yang berkarakter dan Selain pembentukan karakter. Pramuka juga berkontribusi terhadap peningkatan prestasi non-akademik siswa. Peserta didik yang aktif dalam Pramuka cenderung lebih percaya diri, mampu berbicara di depan umum, serta memiliki keterampilan sosial yang baik (Fauziah & Sudarwati, 2. Pengalaman dalam mengikuti lomba kepramukaan, kegiatan bakti sosial, dan even tingkat gugus depan hingga nasional menjadi modal penting dalam membangun identitas dan prestasi siswa di luar ranah akademik. Oleh karena itu, ekstrakurikuler Pramuka memiliki posisi yang sangat penting dalam ekosistem pendidikan dasar. Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam sistem pendidikan tidak hanya berfungsi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian peserta didik (Boby Kurniawan et al. , 2. Kegiatan ekstrakurikuler, terutama Pramuka, menjadi bagian integral dari pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kepribadian holistik peserta didik (Arumsari et al. , 2. Menurut (Maulana & Saputra, 2. karakter dibentuk melalui tiga komponen utama, yaitu moral knowing . engetahuan mora. , moral feeling . erasaan mora. , dan moral action . indakan mora. Ketiganya dapat dikembangkan secara konsisten melalui aktivitas yang mendorong siswa untuk berpikir, merasakan, dan bertindak secara etis. Pramuka sebagai kegiatan yang mengintegrasikan pembelajaran kognitif, afektif, dan psikomotorik menyediakan ruang yang luas bagi terbentuknya ketiga komponen ini. Kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka memberi peluang kepada peserta didik untuk memenuhi kebutuhan akan rasa aman, rasa memiliki, penghargaan diri, hingga mencapai aktualisasi diri melalui pencapaian prestasi, pengakuan dalam kelompok, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial dan kepemimpinan (Rizka Fadhilah Priono et al. , 2. Menurut (Nurhaqim & Subando, 2. pembentukan karakter dan pengembangan potensi non-akademik harus berjalan secara Oleh karena itu, melalui kegiatan Pramuka, siswa tidak hanya diasah dalam keterampilan praktis seperti baris-berbaris, pertolongan pertama, dan kegiatan alam terbuka, tetapi juga dilatih untuk menjadi individu yang tangguh, berempati, dan berjiwa sosial tinggi. Berdasarkan hasil oservasi awal membuktikan bahwa ekstrakurikuler di MI Kwadungan lor merupakan salah satu ekstrakurikuler pramuka yang terbaik di kecamatan padas. Hal ini dibuktikan dengan adanya pencapaian prestasi ekstrakurikuler pramuka dalam 10 tahun terakhir konsisten dalam mempertahankan prestasi ekstrakuriler pramuka. Keberhasilan pramuka di MI Kwadungan Lor dalam mempertahankan prestasi esktrakurikuler pramuka menjadikan pramuka di MI Kwadungan Lor terpilih dalam kegiatan pembinaan gugus depan unggul oleh dewan kwartir cabang kabupaten Ngawi pada tahun 2024. Dalam setiap kegiatan pramuka di MI Kwadungan lor sangat terstruktur. Sebelum kegiatan esktrakurikuler pramuka dilaksanakan maka pembina akan rapat mengenai materi yang akan di ajarkan kepada peserta didik. Program kegiatan ekstrakurikuler pramuka pada dasarnya diberikan atau disediakan untuk semua siswa sesuai dengan potensi, minat, bakat, dan kemampuannya. Hal ini didasarkan pada kebijakan yang berlaku terhadap kemampuan Sekolah, kemampuan orang tua, dan kondisi lingkungan Sekolah. Dalam hal ini pembina pramuka mengungkapkan bahwa disetiap semester dan setiap tahun ada Implementasi Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Mempertahankan Prestasi Pramuka A - 1259 Septiani et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . program terstruktur dalam pelaksanaan ekstrakurikuler pramuka sebagai bentuk perencaan sebelum melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Ekstrakurikuler pramuka di MI Kwadungan Lor memiliki 2 golongan yaitu golongan siaga untuk usia 7-10 tahun dan golongan penggalang untuk usia 11-15 tahun. Hasil wawancara dengan pembina pramuka menyatakan bahwa ekstrakurikuler pramuka dimulai dari kelas 1- 3 untuk golongan siaga dan kelas 4-6 tergolong tingkat penggalang, akan tetapi bagi anak kelas 4 yang umurnya masih dibawah 10 tahun harus tetap masuk golongan siaga. Ekstrakurikuler pramuka rutin dilaksanakan setiap minggu. Hari jumat untuk golongan siaga dimulai pukul 00 dan hari sabtu untuk golongan penggalang dimulai pukul 13. Jika sekolah akan mengikuti kegiatan perlombaan pramuka di luar sekolah biasanya melakukan latihan setiap hari setelah pembelajaran selesai. Oleh sebab itu, berdasarkan dengan fenomena yang ada serta didukung penelitian terdahulu maka peneliti mengambil judul implementasi ekstrakurikuler pramuka dalam mempertahankan prestasi ekstrakurikuler pramuka. METODE Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan secara mendalam bagaimana implementasi kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dilakukan di MI Kwadungan Lor serta bagaimana kegiatan tersebut mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan prestasi siswa dalam bidang kepramukaan. Penelitian ini dilaksanakan di MI Kwadungan Lor Kabupaten Ngawi. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa MI Kwadungan Lor secara aktif menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka secara rutin dan telah menunjukkan berbagai pencapaian dalam bidang tersebut. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan, dimulai pada bulan Februari hingga April 2025. Waktu penelitian dipilih untuk menyesuaikan dengan jadwal kegiatan ekstrakurikuler yang sedang berlangsung, sehingga peneliti dapat mengamati dan mendokumentasikan kegiatan secara langsung. Subjek dalam penelitian ini meliputi kepala madrasah, pembina ekstrakurikuler Pramuka, dan peserta didik yang tergabung dalam kegiatan tersebut. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive, yaitu berdasarkan pertimbangan bahwa mereka memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterlibatan langsung dalam proses perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi kegiatan Pramuka di madrasah. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga teknik utama, yaitu observasi, wawancara, dan Observasi dilakukan secara partisipatif untuk mengamati langsung pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, mulai dari perencanaan, pelaksanaan latihan, hingga evaluasi Peneliti mencatat pola interaksi, keaktifan peserta, dan metode pembinaan yang Wawancara dilakukan secara mendalam kepada kepala madrasah, pembina Pramuka, dan beberapa peserta didik yang dipilih secara purposif untuk memperoleh informasi yang lebih detail mengenai pelaksanaan kegiatan dan dampaknya. Dokumentasi digunakan sebagai pelengkap untuk mengumpulkan data sekunder berupa foto kegiatan, jadwal latihan, laporan kegiatan, serta daftar kejuaraan atau prestasi yang pernah diraih oleh siswa dalam kegiatan Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman, yang terdiri dari tiga tahapan utama yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan memilih dan menyederhanakan data yang telah terkumpul sesuai fokus penelitian. Penyajian data dilakukan dalam bentuk narasi deskriptif yang menggambarkan implementasi kegiatan secara sistematis. Implementasi Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Mempertahankan Prestasi Pramuka A - 1260 Septiani et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Langkah terakhir adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi, yaitu merumuskan temuan utama dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi secara terpadu untuk menjawab rumusan masalah penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini akan dipaparkan oleh peneliti, mencakup berbagai temuan yang diperoleh selama penelitian di MI Kwadungan Lor. Fokus penelitian ini adalah mengenai Analisis Ekstrakurikuler Pramuka di MI Kwadungan Lor Dalam Mempertahankan prestasi ekstrakurikuler pramuka di MI Kwadungan Lor di sekolah tersebut. , dengan metode observasi, wawancara dan Dapat dipaparkan hasil penelitian yang telah di dapat di MI Kwadungan Lor tepatnya di Dusun Kwadungan Lor. Desa Kwadungan Lor. Kecamatan Padas. Kabupaten Ngawi. Perencanaan Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Mempertahankan Pretasi Ekstrakurikuler Pramuka Di MI Kwadungan Lor. Kegiatan ekstrakurikuler memainkan peranan yang sangat penting dalam sebuah lembaga Melalui kegiatan ini, para peserta didik memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan di bidang non-akademik. Kegiatan ekstrakurikuler juga memberikan peluang bagi mereka untuk meraih prestasi, meskipun tidak berada dalam ranah Adanya perencanaan dapat membantu tingkat keefektifan sebuah kegiatan. Sebagaimana juga dengan kegiatan ekstrakurikuler pramuka yang ada di MI Kwadungan Lor. sebagaiamana yang dikatakan oleh Selaku kepala sekolah sekaligus pembina utama pramuka di MI Kwadungan Lor, sekaligus pembina utama pramuka di MI Kwadungan Lor: Auperencanaan merupakan proses yang wajib ada dalam setiap kegiatan. Dengan adanya perencanaan maka akan terlihat gambaran kegiatan yang nantinya akan Dengan begitu ketika proses pelaksanaan maka akan terlihat jelas dan mudah dipahami ketika dilapangan. Langkah pertama yang saya ambil adalah dibulan juni saat awal masuk kita sudah rating, dalam artian mengecek satu bula itu bisa lathan berapa kali dan materi apa saja yang dapat kita pelajariAy Senada dengan apa yang di katakan oleh pembina pendamping pramuka: Aupada saat awal tahun ajaran, biasanya oleh pembina utama yaitu bu kepala sekolah, melakukan rapat ranting yang kemudian di imbaskan ke lembaga. Biasanya itu bulan juni. Kalau tidak melakukan perencanaan lebih awal maka kita sebagai pembina pramuka tidak mencapai target kejuaraanAy. Dari sini dapat dipahami bahwa penekanan terhadap proses perencanaan sangat diperhatikan. Baik dari pihak atasan sampai bawahan. Sehingga dari adanya perencanaan tersebut banyak menuai hasil seperti yang dinginkan. Begitupun dengan perencanaan kegiatan ekstrakurikuler di MI Kwadungan Lor tentunya harus melewati beberapa fase. Dalam proses perencanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka juga terdapat beberapa faktor yang harus di pertimbangkan yaitu faktor waktu dan kemampuan. Hal ini dinyataan dari pembina pramuka: Aufaktor yang saya pertimbangkan adalah waktu dan kemampuan. Karena tidak semua pembina menguasai materi. Saya memprioritaskan kemampuan. Setiap orang punya job nya sendiri. Dengan menyesuaikan perencanaan pada kemampuan, hasil akan lebih optimal dan realistisAy. Berdasarkan pernyataan diatas dapat diketahui bahwa pertimbangan terhadap waktu dan kemampuan sangat penting agar perencanaan ekstrakurikuler pramuka menjadi realistis. Implementasi Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Mempertahankan Prestasi Pramuka A - 1261 Septiani et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . terukur dan dapat dilaksanakan dengan efektif. Kegiatan ekstrakurikuler pramuka tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa adanya perencanaan yang baik. MI Kwadungan Lor dalam pengelolaan pada bidang kegiatan ekstrakurikuler pramuka sudah sangat baik. Dalam pelaksanaannya, lembaga melakukan musyawarah dengan satu unit untuk menetapkan tanggung jawab dalam menyusun program-program mereka dengan jelas, teratur, dan rinci. Hal ini mencakup pemilihan program yang akan disusun, waktu pelaksanaan, manfaat yang akan diperoleh, tujuan dari program tersebut, cara pelaksanaan, serta siapa saja yang menjadi sasaran program itu. Di bidang kegiatan ekstrakurikuler pramuka, terdapat banyak elemen yang terlibat, baik dari dalam maupun luar organisasi. Tentunya, dalam merancang program kegiatan ekstrakurikuler pramuka diperlukan persetujuan dari berbagai pihak. Dengan demikian, rencana yang dibuat dapat diterima oleh seluruh lapisan pemangku kepentingan yang berada di bawah lembaga MI Kwadungan Lor. Hal ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa proses perencanaan sebaiknya dilakukan secara kolaboratif dalam kelompok untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien. Perencanaan merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, termasuk kegiatan pramuka di MI Kwadungan Lor. Berdasarkan temuan penelitian, proses perencanaan kegiatan pramuka dilakukan secara sistematis dan menyeluruh sejak awal tahun Hal ini ditandai dengan dilakukannya rapat ranting oleh kepala sekolah selaku pembina utama pramuka bersama para pembina pendamping untuk menyusun program Program ini mencakup jadwal latihan, materi pelatihan, silabus kepramukaan, dan penyesuaian dengan evaluasi dari tahun sebelumnya. Penyusunan program tersebut bertujuan untuk memperbaiki kekurangan di masa lalu sekaligus menyempurnakan strategi pelatihan ke Proses perencanaan ini juga memperhatikan faktor-faktor penting seperti waktu dan kemampuan sumber daya manusia. Pembagian tugas berdasarkan keahlian menjadi langkah strategis agar setiap pembina dapat fokus mengembangkan materi sesuai bidangnya, sehingga pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan optimal. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka di MI Kwadungan Lor dalam mempertahankan prestasi ektrakurikuler pramuka di MI Kwadungan Lor. Pelaksanaan merupakan tahap yang sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Pada dasarnya, perencanaan yang telah disusun dengan matang akan sia-sia jika tidak diiringi dengan tindakan nyata. Pelaksanaan adalah bagian dari realisasi proses perencanaan yang telah ditentukan. Tahap ini menjadi tolok ukur keberhasilan rencana yang telah disusun, yang kemudian dapat dievaluasi dari hasil yang diperoleh. Meskipun rencananya sebaik apapun, semua itu akan menjadi tidak berarti tanpa adanya pelaksanaan. Kegiatan dalam program kerja kepramukaan ini lebih difokuskan pada pelatihan kemampuan peserta didik, baik dari segi motorik maupun sensorik, sebagaimana yang diutarakan pembina pramuka di MI Kwadungan Lor: Audengan adanya program kerja yang telah kita susun pada awal perencanaan tadi, memudahkan pelaksan kita dalam latihan, sehingga kita tidak gedandapan dalam pelatihan. Kita sebagai pembina sudah siap dengan materi yang akan kita Dengan kita mengacu pada program kerja maka akan mendapatkan hasil yang maksimalAy. Dari penjelasan dari bu Yunita Ambarwati,S. Pd dapat di pahami bahwa memang kegiatan ini di fokuskan kepada kualitas peserta didik dalam bidang kepramukaan dan bertujuan agar peserta didik mampu ber prestasi dalam kegiatan kepraukaan di tiap cabang perlombaan. Implementasi Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Mempertahankan Prestasi Pramuka A - 1262 Septiani et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Dengan adanya perencanaan yang matang, setiap kegiatan yang dilaksanakan diharapkan dapat berjalan dengan terarah dan mencapai hasil yang optimal. Berdasarkan temuan penelitian, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di MI Kwadungan lor diawasi oleh Kepala Sekolah sebagai pembina utama dan dikelola oleh pembina pramuka. Kegiatan latihan rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu dari pukul 10. 00 hingga 11. 00 WIB, diikuti oleh siswa kelas 4 sampai kela 6 . Sedangkan pada sore hari, dari pukul 15. 30 hingga 16. 30 WIB, latihan dihadiri oleh siswa kelas i dan IV. Setiap sesi latihan dilakukan pencatatan absensi siswa, termasuk absensi perkelas dan per regu. Untuk pasukan inti, jadwal pelatihannya berbeda karena materi yang mereka pelajari lebih mendalam. Sebagaimana diungkapkan oleh bu Yunta Ambarwati. Pd selaku Pembina: AuJika jadwal latihan pasukan inti berbeda, mereka bisa berlatih 2-3 kali dalam Bahkan, jika ingin mengikuti lomba, latihan bisa dilakukan hampir 4 kali dalam seminggu, tergantung pada seberapa cepat atau lambat anak-anak memahami materi, karena tentunya materi untuk perlombaan cukup banyakAy. Pada saat peneliti observasi di MI Kwadungan Lor, selain menemukan bahwa pelaksanaan nya sesuai dengan program kerja, ekstrakurikuler pramuka di MI Kwadungan Lor dalam setiap menang perlombaan pada saat kegiatan maka pembina pramuka memberikan reward. Hal ini senada dengan penjelasan dari pembina pramuka:pada saat kegiatan kita memberikan reward atau penghargaan. Reward nya tidak harus mahal seperti jajan saja sudah cukup bagi anak anak. Reward ini juga sebagai bentuk motivasi untuk anak dalam setiap pelatihan pramukaAy. Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa pemerian reward itu juga perlu dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan pramuka. Dengan adanya pemberian reward ini dapat menumbuhkan motivasi dan rasa percaya diri peserta didik dalam setiap kegiatan pramuka. pemberian reward juga bisa diberikan dengan barang barang sederhana. Selain dengan pemberian reward untuk menumbuhkan semagat anak anak adalah dengan memberikan materi dengan metode permainan. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan kegiatan pramuka berjalan secara sistematis dan Latihan rutin dilakukan setiap minggu dengan pembagian waktu dan kelompok peserta yang jelas. Siswa kelas 4 sampai 6 sebagai pramuka penggalang dan kelas 1 sampai 3 sebagai pramuka siaga memperoleh pengalaman pelatihan sesuai jenjang dan kemampuan Hal yang menarik dari pelaksanaan ini adalah kesiapan peserta didik yang tinggi. Mereka menunjukkan antusiasme dalam mengikuti latihan dengan mengenakan seragam lengkap, membawa perlengkapan, dan datang tepat waktu. Hal ini mencerminkan keberhasilan internalisasi nilai-nilai disiplin dan tanggung jawab yang menjadi prinsip utama dalam Selain itu, pelaksanaan latihan tidak hanya terbatas pada pemberian materi semata, namun juga diselingi dengan permainan edukatif, simulasi perlombaan, dan praktik langsung, seperti latihan semaphore, tali temali, dan sandi morse. Pendekatan ini membuat peserta lebih mudah memahami materi dan merasa lebih termotivasi. Kegiatan latihan pramuka juga mencakup pelatihan khusus bagi pasukan inti yang akan mewakili sekolah dalam perlombaan. Proses seleksi pasukan inti dilakukan secara objektif melalui berbagai tahapan tes kemampuan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan tidak hanya berorientasi pada kuantitas keikutsertaan, tetapi juga pada kualitas peserta didik yang dibina secara khusus untuk meraih prestasi. Implementasi Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Mempertahankan Prestasi Pramuka A - 1263 Septiani et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Selain peserta, para pembina pun mendapat pelatihan dari kepala sekolah selaku pembina Pembina dibekali pengetahuan dan strategi pengajaran agar mampu menyampaikan materi dengan efektif. Setiap pembina memiliki Surat Keputusan (SK) tugas dan dibagi berdasarkan keahlian masing-masing. Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan bersifat profesional dan terorganisir. Evaluasi kegiatan pramuka dalam mempertahankan prestasi ekstrakurikuler pramuka di MI Kwadungan Lor. Evaluasi adalah alat penting yang digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu kegiatan yang telah dilaksanakan. Selain itu, evaluasi juga berfungsi sebagai sarana kontrol untuk memastikan apakah kegiatan tersebut telah dilaksanakan sesuai rencana. Dalam kegiatan evaluasi kita juga dapat melihat sejauh mana Program kegiatan yang dilaksanakan berjalan sebagaimana perencanaan yang telah disusun. Kegiatan evaluasi juga dapat mengarahkan tindak lanjut yang akan menjadi acuan bagi pembina pramuka maupun kepala sekolah dalam menghadapi situasi tersebut. Terkait dengan kegiatan evaluasi yang dilaksanakan oleh tim pembina pramuka di MI Kwadungan Lor sendiri sangat beragam. Sebagaimana yang dikatakan pembina utama Auevaluasi yang dilaksanakan oleh pihak pembina pramuka di MI Kwadungan Lor dilaksanakan setiap bulan. Dilaksanakan penilaian secara menyeluruh bagi anggota pramuka di MI Kwadungan Lor. Salah satunya dengan melakukan kegiatan akbar seperti penjelajahan di akhir bulan, di sabtu minggu terakhir. Kegiatannya kita buat persis seperti dengan perlombaan pada saat kemah ada LBB, pioneering tali temali, sandi dan kompas. Dari evaluasi bulanan ini kita juga membuat bazar. Bazar ini juga memperoleh dukungan dari orangtua, karena dipramuka juga di ajarkan dan materinya pun ada mengenai berwirausahaAy. Dari hasil wawancara di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan evaluasi merupakan suatu sarana di mana seorang peserta didik akan dievaluasi atau dimonitoring secara lebih mendalam dan terarah. Dengan adanya standar kelulusan yang telah disepakati bersama, para pembina pramuka akan lebih mudah dalam menentukan penilaian, apakah peserta didik tersebut dinyatakan lulus atau tidak. Terdapat beberapa jenis evaluasi yang telah ditentukan dan harus Hal ini sejalan dengan pernyataan pembina utama pramuka. Auevaluasi yang sering dilakukan dan wajib terlaksana yag berhubungan dengan kegiatan pramuka yang pertama adalah evaluasi bulanan,tujuan nya adalah untuk mengukur kemampuan siswa. Untuk mengatahui sejauh mana kemampuan siswa mengenai materi pramuka yang telah diajarkan. Biasanya kita mengacu dari SKU untuk evaluasi Ay Terkait dengan hasil wawancara diatas ,dapat dipahami bahwa evaluasi yang pertama adalah evaluasi bulanan,yaitu evaluasi yang dilaksanakan di minggu ke empat tiap akhir bulan bagi seluruh anggota pramuka. Syarat untuk kelulusan peserta didik adalah memenuhi Standar Kelulusan (SKU). Standar kelulusan yang ditetapkan sangat mengacu pada materi yang telah disampaikan setiap bulannya. Kegiatan pramuka yang telah dilaksanakan juga selalu mencakup materi yang sesuai dengan silabus atau program kerja yang telah disepakati bersama. Dengan demikian, peserta didik akan lebih mudah memahami materi yang akan dipelajari. Selain kegiatan evaluasi di awal tahun, terdapat juga evaluasi akhir tahun yang dilaksanakan di penghujung tahun. Hal ini seperti yang disampaikan pembina pramuka: Auevaluasi akhir tahun dilaksanakan berupa bentuk kegiatan pelaksanaan ujian yang waib diikuti oleh seluruh anggota pramuka khusunya penggalang ,karena yang akan Implementasi Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Mempertahankan Prestasi Pramuka A - 1264 Septiani et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . mengikuti perlomban. Materi dari ujian tersebut adalah keseluruhan dari materi kepramukaan sesuai dengan program tahunan an juga silabus. Ay Terkait dengan hasil wawancara diatas ,dapat dipahami bahwa evaluasi akhir tahun berupa ujian yang wajib diikuti oleh seluruh peserta didik yang mengikuti ekstrkurikuler di MI Kwadungan lor dari data diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga bentuk evaluasi yang diadakan dalam ekstrakurikuler di MI Kwadungan Lor yaitu evaluasi dengan bentuk perlombaan bulanan, dan evaluasi di awal tahun serta akhir tahun. Evaluasi dilakukan dalam beberapa bentuk, yaitu evaluasi bulanan, evaluasi awal tahun, dan evaluasi akhir tahun. Evaluasi bulanan dilakukan setiap minggu keempat dan menjadi sarana monitoring terhadap perkembangan keterampilan peserta didik. Bentuk kegiatan evaluasi bulanan di antaranya adalah penjelajahan yang menyerupai perlombaan pramuka seperti LBB, pionering, sandi, dan Evaluasi ini tidak hanya mengukur keterampilan teknis, tetapi juga karakter peserta seperti kerja sama tim dan kemandirian. Selain itu, evaluasi ini menjadi ajang penguatan materi yang telah diajarkan selama sebulan penuh. Evaluasi awal tahun dilaksanakan melalui kegiatan perlombaan internal yang melibatkan seluruh peserta pramuka. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi potensi dan bakat peserta didik sejak dini, sekaligus menjadi referensi bagi pembina dalam melakukan pengelompokan dan penyusunan strategi pelatihan lanjutan. Kegiatan ini juga menjadi momentum awal pembentukan semangat kompetitif dan kebanggaan terhadap kegiatan pramuka di lingkungan sekolah. Selanjutnya, evaluasi akhir tahun dilaksanakan dalam bentuk ujian kepramukaan yang mencakup seluruh materi dari silabus tahunan. Ujian ini bersifat wajib, khususnya bagi anggota pramuka penggalang yang akan dipersiapkan mengikuti lomba. Standar kelulusan ditentukan berdasarkan pemenuhan SKU (Syarat Kecakapan Umu. , yang menjadi tolok ukur ketercapaian peserta terhadap kompetensi yang ditargetkan. Dengan adanya standar ini, proses penilaian menjadi lebih objektif dan terukur. Secara keseluruhan, evaluasi kegiatan pramuka di MI Kwadungan Lor bersifat berkelanjutan dan menyeluruh. Setiap bentuk evaluasi tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga memperhatikan proses pembelajaran peserta didik. Dengan sistem evaluasi yang terstruktur ini, pembina dan kepala sekolah dapat melakukan perbaikan dan inovasi secara tepat sasaran, sehingga prestasi pramuka yang telah diraih dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di MI Kwadungan Lor, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan dalam mempertahankan prestasi ekstrakurikuler Pramuka tidak terlepas dari tiga aspek utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang sistematis dan terstruktur. Perencanaan dilakukan secara matang melalui rapat ranting dan musyawarah internal dengan mempertimbangkan waktu, kemampuan pembina, serta kebutuhan peserta didik, sehingga program kerja yang disusun menjadi realistis dan efektif. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik dan terarah melalui latihan rutin mingguan yang melibatkan seluruh peserta didik sesuai jenjangnya, serta pelatihan intensif bagi pasukan inti yang disiapkan untuk mengikuti perlombaan. Kegiatan pramuka dilaksanakan dengan pendekatan yang menyenangkan seperti permainan edukatif dan reward sederhana yang mampu meningkatkan motivasi dan semangat siswa. Selain itu, evaluasi dilakukan secara berkala guna mengetahui keberhasilan program serta memperbaiki kekurangan di masa mendatang. Kombinasi dari perencanaan yang matang, pelaksanaan yang disiplin, dan evaluasi yang berkelanjutan inilah yang menjadi kunci utama MI Kwadungan Lor dalam mempertahankan prestasi ekstrakurikuler Pramuka secara konsisten. Implementasi Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Mempertahankan Prestasi Pramuka A - 1265 Septiani et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . DAFTAR PUSTAKA