p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN MUSIK MELALUI KEGIATAN BERNYANYI BERSAMA DI TK IT NURUL ILMI MEDAN Risa Ummah Pratiwi1. Maysarah Rabiul Aulia Damanik2. Ashabul Maimanah3. Zahra Yunita4. Mastianur Daulay5. Zulham Efendi Marpaung6. Masganti Sit7 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia Email: risaummahpratiwi30@gmail. com1, zahrayunita49@gmail. mastianurdaulay02@gmail. com3, ashabulmaimanah42@gmail. maysarahdamanik326@gmail. com5, julhamefendi033@gmail. masganti@uinsu. Abstract This research aims to find out how to increase musical intelligence through group singing activities at the IT Nurul Ilmi Kindergarten in Medan. This research uses a qualitative research The data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The data analysis technique used is the Miles and Huberman model which includes four parts, namely data collection, data reduction, data presentation and verification or conclusions. The results of the research show that the stimulation of musical arts in singing activities provided by teachers for children aged 5-6 years is that teachers provide examples in groups, teachers provide opportunities for children, teachers stimulate with movement and songs, and teachers listen to songs to children. Keywords: Early Childhood: Musical Intelligence. Singing Activities. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi efektif dalam meningkatkan kecerdasan musikal melalui kegiatan bernyanyi kelompok khususnya di TK IT Nurul Ilmi Medan. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman yang melibatkan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menstimulasi seni musik dalam kegiatan menyanyi pada anak usia 5-6 tahun dengan memberikan contoh secara kelompok, memberikan kesempatan pada anak, memberi semangat melalui gerakan dan lagu, serta mendengarkan lagu anak secara aktif. Kata kunci: Anak Usia Dini. Kecerdasan Musik: Kegiatan Bernyanyi. PENDAHULUAN Saat belajar ketukan, anak usia 4-6 tahun bernyanyi dan menari, sedangkan ritme dipelajari dengan bertepuk tangan atau memainkan alat musik sederhana (Herlina et al. Melalui musik, anak muda dapat mengomunikasikan perasaannya terhadap ritme. (Wahyuningsih, 2. menyebutkan anak-anak prasekolah mengembangkan musik melalui suara. Tanpa disadari, anak menggerakkan lengan, tangan, dan kakinya untuk menciptakan ritme dan suara. Selanjutnya, balita mengikuti volume suara yang bervariasi. AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 | 181 Risa Ummah Pratiwi. Etc. Upaya Meningkatkan Kecerdasan Musik Melalui Kegiatan Bernyanyi A Mayoritas anak-anak suka menyanyi dan menari serta meniru orang dewasa (Afrianingsih, 2. Kecerdasan musikal merupakan kecerdasan yang pertama kali berkembang secara Kecerdasan musikal merupakan kecerdasan dalam mengingat nada, tempo, dan ritme pada lagu atau hal-hal yang berhubungan dengan irama pada suara tertentu yang dapat menimbulkan emosi dalam diri seseorang (Dini, 2. Kecerdasan musikal adalah kemampuan untuk digerakkan oleh suara-suara tertentu. Kembangkan kecerdasan ini untuk menyeimbangkan otak kanan dan kiri. Anak belajar dengan cara bermain, menyanyi, bersenandung, menebak nada, orkestra kalengan, menghafal judul, berbicara berirama, dan menyukai musik (Anas et al. , 2. Musik sangat penting bagi kehidupan. Musik menggambarkan situasi sulit atau gembira (Yuni, 2. Givi Efgia mengatakan musik yang bagus meningkatkan mood dan emosi. Orang-orang mendengar musik secara berbeda tergantung pada sejarah, wilayah, budaya, dan selera. Dr Alfred Tomatis, seorang psikolog dan pakar pendidikan Perancis, mengatakan suara ibu dan musik klasik mungkin merangsang otak, menghasilkan gerakan motorik janin dan bayi baru lahir. Untuk meningkatkan kecerdasan musikal dengan bermain (Nurfadhillah & Watini, 2. Musik meningkatkan kecerdasan (Nainggolan et al. , 2. Musik dapat meningkatkan kecerdasan yang disebut dengan AuEfek Mendengarkan Musik MozartAy. Hal ini terbukti ketika seorang ibu hamil duduk dengan tenang, seperti terbuai dengan alunan musik di perutnya, maka anaknya akan lebih pintar dibandingkan anak yang tidak disuguhi musik. Suara musik menggairahkan otak untuk mempelajari segalanya (Uzer. Anak-anak TK menggunakan musik untuk mengekspresikan diri mereka secara individu dan kolektif. Kegiatan bermusik dapat membantu anak mengembangkan minat dan bakat bermusik. Anak usia dini mendapat manfaat dari musik karena . nyanyian anak mengungkapkan pernyataan atau pesan yang menggerakkan hati dan menyampaikan cita rasa estetis. Anak-anak dapat meningkatkan bahasa, kreativitas, dan imajinasinya dengan Tidak mementingkan diri sendiri, bermain bersama, dan mengikuti aturan. Menyalurkan emosi, mendatangkan kegembiraan. Berolahraga dan mengoordinasikan gerakan tubuh. Anak-anak dapat mendengar, jadi bernyanyi sangat penting dalam musik. Ekspresi diri yang kreatif, membantu anak mengembangkan kapasitas kreatif yang handal 182 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Risa Ummah Pratiwi. Etc. Upaya Meningkatkan Kecerdasan Musik Melalui Kegiatan Bernyanyi A dengan pendekatan dan penggunaannya dari empat sudut (Masruroh et al. , 2. Menerima kelebihan dan kekurangan anak. Dorong anak-anak dengan waktu, lokasi, dan Melihat kreativitas anak dalam geraknya lebih penting dibandingkan hasilnya. Suara dan gerakanAianak-anak senang melakukan gerakannya sendiri (Alfiani & Rukhiyah, 2. Anak-anak menggunakan gerakan untuk mengekspresikan diri melalui Setiap anak muda dapat terlibat pada tingkat dan kemampuannya masing-masing. Pendidikan anak usia dini mengembangkan perkembangan intelektual, sosial, emosional, verbal, dan fisik anak sejak lahir hingga usia 6 tahun. Kemampuan intelektual mempengaruhi potensi kecerdasan. Teori kecerdasan sangat ideal untuk anak-anak dan akan berkembang sejak dini. Kecerdasan adalah hipotesis kecerdasan majemuk. Kecerdasan majemuk mencakup 9 jenis: linguistik, logis matematis, visual-spasial, musikal, kinestetik, intrapersonal, interpersonal, naturalistik, dan spiritual (Alfiani & Rukhiyah, 2. Terdapat 9 kecerdasan, termasuk kecerdasan musikal. Kecerdasan musikal adalah kemampuan mengingat nada, kecepatan, dan ritme lagu atau suara lain yang membangkitkan emosi. Anak dapat memperoleh kecerdasan musikal dengan bernyanyi Anak-anak bernyanyi karena mereka menyukainya (Karo, 2. Musik anak usia dini memiliki struktur dan ritme yang sederhana, mudah dihafal, menarik perhatian anak, nyaman untuk dinyanyikan, dan melibatkan permainan. Irama kembalinya musik untuk anak kecil biasanya wajar, tidak terlalu cepat atau lambat. Anak-anak yang cerdas secara musik dapat dengan cepat meniru nada atau mempelajari nada. Dorong anak-anak ini untuk bernyanyi atau bermain musik untuk meningkatkan keterampilan mereka (Sartika et al. , 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan musikal anak kelompok B. Di TK IT Nurul Ilmi Medan. Selanjutnya, anak-anak TK kelompok B IT Nurul Ilmi Medan menyanyikan lagu apa saja untuk meningkatkan kecerdasan musikal. Tantangan apa yang dihadapi guru sehingga siswa kelompok B di TK IT Nurul Ilmi Medan tidak bisa mengembangkan kemampuan bermusiknya? Apa yang membantu anak kelompok B di TK IT Nurul Ilmi Medan belajar musik? Anak-anak kelompok B TK IT Nurul Ilmi Medan sedang diteliti kemampuan Selanjutnya mengetahui lagu-lagu yang dinyanyikan anak-anak TK kelompok B IT Nurul Ilmi Medan untuk meningkatkan kecerdasan musikalnya. 183 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Risa Ummah Pratiwi. Etc. Upaya Meningkatkan Kecerdasan Musik Melalui Kegiatan Bernyanyi A Selanjutnya untuk mengetahui penyebab guru kesulitan menstimulasi kemampuan bermusik anak kelompok B, lagu anak TK IT Nurul Ilmi Medan meningkatkan kecerdasan musikal. Untuk mengetahui apa saja yang membantu anak kelompok B TK IT Nurul Ilmi Medan dalam belajar musik. METODE PENELITIAN Hal ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian tersebut dilakukan oleh TK IT Nurul Ilmi Medan. Penelitian ini mengkaji nyanyian guru TK kelompok B IT Nurul Ilmi Medan pada saat kegiatan pembelajaran menyanyi. Penelitian ini mengkaji tentang latihan bernyanyi kelompok TK IT Nurul Ilmi Medan untuk meningkatkan kecerdasan musikal. Penelitian ini mengumpulkan data kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan menggunakan triangulasi. Ada empat fase model Miles dan Huberman: pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan verifikasi atau kesimpulan. Penelitian ini menggunakan observasi non partisipan, dimana peneliti mengamati kehidupan sekolah tanpa ikut serta. Wawancara semi terstruktur digunakan dalam penelitian ini. Wawancara ini dapat membantu peneliti mengumpulkan data yang lebih akurat dan mengajukan pertanyaan terstruktur (Sugiyono, 2. Wawancara mendalam terbuka ini berbeda dengan wawancara terorganisir. Selain itu, peneliti menggunakan foto kegiatan menyanyi anak di dalam kelas untuk mengumpulkan data kecerdasan musikal mereka dengan bernyanyi bersama. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil temuan di lapangan, peneliti berhasil mendapatkan tiga macam bentuk penelitian yang merujuk pada fokus penelitian yang berkaitan dengan penerapan metode bernyanyi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak Usial Dini Di TK IT Nurul Ilmi Medan yakni: Metode Pembelajaran dengan Bernyanyi dalam Meningkatkan kecerdasan musik Anak Usia Dini Sebelum pelaksanaan di mulai peneliti mendapati dari hasil observasi awal yang pertemuan di lapangan, bahwa pendidik di TK IT Nurul Ilmi Medan mengunakan beberapa metode pembelajaran di antaranya menggunakan metode tanya jawab, menggunalkan metode diskusi, selanjutnya menggunakan metode bercerita. Dari hasil 184 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Risa Ummah Pratiwi. Etc. Upaya Meningkatkan Kecerdasan Musik Melalui Kegiatan Bernyanyi A pengamatan yang peneliti dapatkan dilapangan dengan diterapkannya metode tersebut menjadikan suasana pembelajaran membosankan dan suasana pembelajaran yang sepi dari keramaian sebagaimana seharusnya suasana pembelajaran anak usia dini yang aktif dalam berbicaral dan berekspresi. Akan tetapi setelah diterapkannya metode bernyanyi maka suasana pembelajaran mulai berubah ke arah yang lebih baik, suasana lebih ceria dan tidak membosankan lagi dan mengembangkan kecerdasan musik anak. Bernyanyi membantu meningkatkan kecerdasan musikal anak usia dini, dan pendekatan lainnya. Karena metode bernyanyi lebih mudah dipahami sejak usia dini, maka dapat meningkatkan kecerdasan musikal anak kecil. Metode bernyanyi juga meningkatkan kecerdasan musikal anak kecil (Hasanah, 2. Lebih mendalam dari hasil penelitian dilapangan dan hasil wawancara yang penulis dapatkan dari Kepala Sekoalh di TK IT Nurul Ilmu Medan dengan menerapkan metode bernyanyi yang di dapatkan anak usia dini setelah diterpakannya metode bernyanyi lebih mendalam karena anak usia dini selalu menyanyikannya lagi yang berkaitan dengan materi pembeljaran di setiap waktu luang merek, seperti lagu yang berjudul AuSatu tambah SatuAy dan ketika mereka berada di lingkungan sekolah ataupun berada di rumah mereka masing-masing. Metode bernyanyi membuat suasan lebih menyenangkan dan tidak membosankan suasana pembelajaran sedikit demi sedikit berubah ketika diterapkan metode bernyanyi dalam proses pembelajaran agar meningkatan kecerdasan music pada anak di TK IT Nurul Ilmi Medan, suasana lebih ceria dan tidak membosankan sehingga menjadi suasana pembelajaran yang sangat menyenangkan bagi anak usia dini. Metode bernyanyi meningkatkan kecerdasan musikal anak usia dini. Metode bernyanyi sehari-hari di TK IT Nutul Ilmi Medan telah meningkatkan pemahaman siswa PAUD terhadap materi guru. Siswa usia dini belajar menyampaikan ilmunya dengan bernyanyi di sekolah (Setiawan et al. , 2. Penerapan Metode Pembelajaran dengan Bernyanyi dalam Meningkatkan kecerdasan musik Anak Usia Dini Metode adalah cara untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Metode sangat penting dalam pengajaran dan pembelajaran, dan dengan perubahan yang sesuai, tujuan dapat tercapai. Seorang guru harus memahami pendekatan pengajaran untuk mengajar dengan baik (Kamarudin, 2. Guru harus memahami proses pembelajaran, metode 185 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Risa Ummah Pratiwi. Etc. Upaya Meningkatkan Kecerdasan Musik Melalui Kegiatan Bernyanyi A mengoptimalkan pembelajaran (Widhianawati, 2. Untuk mendidik generasi muda dengan baik, metode pembelajaran yang efektif harus diperkenalkan. Bernyanyi memiliki beragam manfaat bagi anak usia dini, menurut Saymasuri, dicontohkan oleh Setyoadi yang mengatakan bahwa penggunaan lagu dalam pembelajaran adalah salah satunya. Pertama, ide netralisasi detak jantung dan gelombang otak untuk tautan (Setyawati et al. , 2. Selanjutnya, membuat pembelajaran menjadi lebih menarik. Menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan manusiawi. Untuk membantu mengingat informasi. Meningkatkan retensi murid dan perasaan emosional dan estetika. Internalisasi nilai materi pembelajaran. Meningkatkan motivasi belajar Metode bernyanyi di TK IT Nurul Ilmi Medan, menurut Syamsuri Jari, memiliki banyak manfaat. Hal ini dapat mendorong anak usia dini untuk lebih terampil dan termotivasi dalam menerima materi dalam proses pembelajaran, sehingga pemilihan metode bernyanyi sangat tepat untuk menumbuhkan pengetahuan dan keterampilan anak usia dini. Selanjutnya peneliti membahas logika di balik penerapan pendekatan bernyanyi berdasarkan penelitian yang ia temukan. Penyesuaian metode menyanyi dengan kriteria dalam teori menyanyi perlu dilakukan. dan usia anak, dalam membuat lagu sebaiknya liriknya tidak panjang agar anak mudah menghafalnya, pilihlah lagu yang dapat menarik perhatian anak, hindari lagu dengan nada tinggi dan lirik yang panjang, dan lagu tersebut harus mempunyai makna agar guru dapat menjelaskan nikmatnya menyanyikannya Dalam pelaksanaan metode bernyanyi maka ada bebrapa hal yang ahrus dipertimbangkan supaya berpengaruh terhadap kecerdasan music peserta didik anak usia dini antara lain: Menentukan Lalu Sesuai Dengan Tema Pembelajaran. Pendekatan bernyanyi menuntut guru mengetahui topik utama materi. Setelah melakukan observasi pada langkah ini, guru akan mengkaji silabus terhadap kurikulum yang ada sebelum membuat rencana pelaksanaan pembelajaran. Tema pembelajaran tercermin dalam lagu-lagunya. Tema didahulukan ketika observasi dilakukan. 186 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Risa Ummah Pratiwi. Etc. Upaya Meningkatkan Kecerdasan Musik Melalui Kegiatan Bernyanyi A Menggunakan Nada Lagu yang Mudah Dipahami Dikalangln Peserta Didik Menggunakan nada lagu yang mudah dipahami dikalangan peserat didik adalah memilih lagu yang ramah siswa. Guru dapat menulis lirik lagu singkat yang berkaitan dengan tema sebelum memilih nada lagu. Memilih nada lagu sangatlah penting bagi penyanyi muda. Lagu-lagu tertentu bukanlah lagu model pembelajaran. Guru dapat menggunakan nada lagu yang sederhana jika liriknya sesuai dengan pokok bahasan. Guru mengubah nada agar sesuai dengan lirik. Penggunaan nada dan lirik lagu yang sederhana membantu anak kecil menyerap lagu dan ikut bernyanyi . rawana & Desyandri, 2. Memperkenalkan Lagu Kepada Peserta Didik Langkah selanjutnya memperkenalkan lagu kepada peserta didik mengharuskan guru berlatih menyanyi. Hal ini membuat latihan ini mudah dilakukan oleh anak kecil. Pada langkah ini guru menyajikan lagu dan menunjukkan kepada siswa cara Fase ini penting karena guru memberikan contoh dan anak kecil dapat dengan mudah mengikutinya. Guru dapat membantu anak memahami lirik lagu sambil Belahan otak kanan, terutama lobus temporal, mengontrol kecerdasan musikal. Semua elemen otak besar, otak kecil, dan batang otak berhubungan dengan lobus ini. Lobus ini membantu orang membedakan musik, lonceng, lonceng, dan suara binatang. Dalam Musfiroh. Markalm & Markalm menyatakan hal ini (Sulistyowati & Watini, 2. Pola intonasi kompleks dibedakan berdasarkan lobus temporal kanan. Pola musik dan vokal dibedakan oleh lobus ini. Agnosia musikal ketidakmampuan mengenali lagu yang familiar disebabkan oleh kerusakan lobus temporal. Penulis Musfiroh. Lwin, menyatakan bahwa kecerdasan musikal adalah kecerdasan neurologis yang paling awal berkembang. Suara, ritme, dan getaran bayi dimulai sejak dalam kandungan. Perkembangan otak bayi dipengaruhi oleh stimulus ini. Mendengarkan musik mengaktifkan seluruh otak karena otak kiri memproses lirik dan otak kanan memproses music (Wulandari, 2. Musik adalah bagian dari kehidupan dan pertumbuhan spiritual. Sejak lahir, seorang anak sudah mengalami bagian-bagian tertentu dari musik. Musik yang seimbang baik untuk anak-anak. Mengenai musik. Musik memiliki ritme dan nada yang teratur, bukan yang miring. Anak-anak yang mendengarkan musik juga lebih disiplin. Grace 187 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Risa Ummah Pratiwi. Etc. Upaya Meningkatkan Kecerdasan Musik Melalui Kegiatan Bernyanyi A Sudargo, seorang musisi dan pendidik, mencatat bahwa akar musik klasik ada pada denyut nadi manusia, yang mempengaruhi perkembangan otak, jiwa, karakter, dan tubuh. Aktivitas bermusik dapat mencakup persepsi terhadap bentuk musik, yaitu mampu menikmati musik dan menangkap suara yang berpola. Bakat ini dikembangkan dengan menebak nada, suara, gerak tubuh, lagu, melanjutkan lagu, dan imajinasi (Dahlia Amalia & Afifatu Rohmawati, 2. Armstrong mengatakan bernyanyi dan memiliki suara melodi merupakan tandatanda kecerdasan musikal (Dewi et al. , 2. Pendengar menyukai suara orang ini. Dapat mengidentifikasi nada sumbang dan mencocokkan suara dengan musik. Suka radio, vinil, dan kaset. Memainkan instrumen. Tidak mendengarkan musik atau diam membuat mereka tidak nyaman. Memori lagu/musik yang cepat dan akurat. Mengikuti musik itu mudah dengan perkusi sederhana. Kenali not-not musik. Selalu kocok jari Anda secara berirama atau nyanyikan sebentar (Mayar et al. , 2. Menikmati musik menunjukkan kecerdasan musikal. Bernyanyi dengan baik. Musik itu mudah dipelajari. Dapat menghubungkan catatan. Memainkan instrumen. Membuat musik dan lagu. Menyentuh sesuatu saat berbicara (Fadlan et al. , 2. Menikmati musik sambil belajar. Temukan komposisi musik. Mengenali nada suara. Memiliki suara yang merdu dan bergerak mengikuti musik. Kenali nada, ritme tinggi dan rendah, dan hargai musik. Menikmati konser dan penelitian musik. Tertarik dengan selukbeluk musik baru. Membuat musik secara profesional dan berbicara secara ritmi (Sit. KESIMPULAN Setelah penulis memaparkan pokok-pokok permasalahan dalam pembahasan secarl rinci, maka dapat penulis sampaikan kesimpulan. Pertama, metode yang digunakan dalam meningkatkan kecerdasan musik. Dalam meningkatkan kecerdasan musik di TK IT Nurul Ilmi Medan dengan menggunakan metode bernyanyi, sebelum menerapkan metode bernyanyi pendidik menyesuaikan dengan RPP dan RPH sehingga metode bernyanyi sesuia dengan tujuan pembelajaran dan membuat suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Meningkatkan kecerdasan musikal anak usia dini melalui nyanyian. Di TK IT Nurul Ilmi Medan, metode bernyanyi dapat meningkatkan kecerdasan musikal anak usia dini dengan melihat kebiasaannya menyanyikan lagu-lagu yang dipelajari di luar kelas 188 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Risa Ummah Pratiwi. Etc. Upaya Meningkatkan Kecerdasan Musik Melalui Kegiatan Bernyanyi A sambil bermain. Mereka menyanyikan lagu sekolah di rumah. Bernyanyi membantu anak-anak mengingat informasi lebih lama karena mereka gembira dan bersemangat. Meningkatkan kecerdasan musikal anak usia dini melalui nyanyian. Ketika metode bernyanyi meningkatkan kecerdasan musikal anak usia dini di kelas, maka anak usia dini menjadi lebih terampil. DAFTAR PUSTAKA