Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 Hal. ISSN 2775-5134 Pengoptimalan Bisnis UMKM melalui Pelatihan Perpajakan dan Pengisian SPT di Kelurahan Muktiharjo Kidul. Semarang Eviatiwi Kusumaningtyas Sugiyanto1*. Ratna Wijayanti2. Suratman3 1,2,3 Fakultas Ekonomi. Universitas Semarang Jl. Soekarno Hatta. Semarang 50196. Indonesia e-mail: 1 eviatiwisugiyanto@usm. id, 2r47nawijayanti@usm. id, 3ratmanr138@gmail. Abstrak Pelaku UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian lokal, namun masih banyak yang mengalami kesulitan dalam memahami kewajiban perpajakan, termasuk pengisian SPT. Kelurahan Muktiharjo Kidul. Kecamatan Pedurungan. Kota Semarang, rendahnya literasi pajak berpotensi menimbulkan ketidakpatuhan dan menghambat perkembangan usaha. Oleh karena itu, pelatihan pajak menjadi urgensi untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan perpajakan pelaku UMKM. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini membekali peserta dengan pengetahuan dasar pajak, jenis pajak relevan, serta praktik pengisian SPT secara manual dan elektronik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata peserta sebesar 70% setelah mengikuti pelatihan, yang menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan pemahaman perpajakan mereka. Meskipun terdapat tantangan terkait keterbatasan pengetahuan teknologi, pendampingan intensif berhasil mengatasi hal tersebut. Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong kepatuhan perpajakan di kalangan pelaku UMKM, meningkatkan keberlanjutan usaha mereka, serta memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi daerah. Diharapkan juga agar kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan untuk memperluas dampak positif bagi pelaku UMKM lainnya. Kata Kunci: Pajak. SPT Tahunan. UMKM. Abstract This community service activity aims to improve the understanding and skills of Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. actors in Muktiharjo Kidul Village. Pedurungan Subdistrict. Semarang City, related to taxation and filling out tax returns. The training was conducted using a participatory approach, involving participants in all stages, from planning to evaluation. The materials covered the basics of taxation, types of taxes relevant to MSMEs, and practical steps in filling out tax returns manually and through the e-filing application. Evaluation results showed a 70% increase in participants' average score after the training, indicating success in improving their understanding of taxation. Although there were challenges related to limited technological knowledge, intensive mentoring successfully overcame these. This training is expected to encourage tax compliance among MSME players, improve their business sustainability, and positively contribute to regional economic development. It is also hoped that similar activities can be continued to expand the positive impact on other MSME players. Keywords: Annual Tax Return. MSME. Tax. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Publikasi oleh LPPM Universitas Bina Sarana Informatika Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 Pendahuluan Pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia (Lastri et al. , 2024. Windusancono, 2. Mereka tidak hanya menjadi tulang punggung dalam menciptakan lapangan kerja, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional (Aprilia et al. , 2024. Janah & Tampubolon, 2024. Kurniawan et al. , 2. Namun, di balik potensi besar yang dimiliki, banyak UMKM yang masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah pemahaman tentang akuntansi dan kewajiban perpajakan (Huda et al. , 2024. Meliandari & Utomo, 2022. Wardiningsih et al. , 2. Ketidakpahaman ini sering kali menyebabkan pelaku UMKM mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban mereka, termasuk dalam hal pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, yang merupakan bagian penting dari pelaporan Situasi ini juga tercermin di Kelurahan Muktiharjo Kidul. Kecamatan Pedurungan. Kota Semarang, yang merupakan wilayah dengan populasi pelaku UMKM yang cukup signifikan. Tercatat pada data kelurahan, ada sekitar 35 UMKM dengan berbagai bidang usaha seperti kuliner, kerajinan, jasa, dll. Sebagian besar dari mereka masih belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam memahami aturan perpajakan, mengelola administrasi pajak, hingga melaporkan pajak secara mandiri. Hasil survei awal yang dilakukan oleh tim pengabdian menunjukkan bahwa lebih dari 85% pelaku UMKM di wilayah ini belum pernah melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) secara mandiri, dan hanya sekitar 15% yang mengetahui jenis pajak yang wajib dibayarkan oleh pelaku usaha. Kondisi ini menunjukkan rendahnya literasi perpajakan, yang dapat menghambat pertumbuhan bisnis mereka. Ketidakpatuhan pajak juga berisiko menimbulkan sanksi administrasi dan menghalangi akses ke berbagai program pemerintah seperti pembiayaan, subsidi, dan pelatihan lanjutan. Pajak merupakan sumber pendapatan, yang menjadi komponen penting dalam sebuah Negara (Hari Yudhanti et al. , 2. Dengan melihat pentingnya pajak, serta kondisi UMKM terkait perpajakan tentu dapat menghambat pertumbuhan bisnis mereka. Karena ketidakpatuhan pajak dapat berdampak pada sanksi administrasi hingga hilangnya kesempatan mendapatkan dukungan pemerintah, seperti akses ke program pembiayaan atau subsidi (Saputra et al. , 2022. Saputro & Meivira, 2. Mayoritas pelaku UMKM di Kelurahan Muktiharjo Kidul telah menjalankan usahanya secara mandiri selama 3 hingga 10 tahun terakhir, dengan skala usaha mikro yang masih mengandalkan tenaga kerja keluarga. Berdasarkan hasil identifikasi mitra, jenis usaha yang berkembang di wilayah ini meliputi usaha kuliner rumahan . eperti katering, makanan ringan, dan minuman kemasa. , kerajinan tangan berbahan dasar limbah plastik dan kain perca, serta jasa laundry, jasa bimbel dan salon rumahan. Konsumen utama dari produk dan layanan UMKM ini adalah warga sekitar kelurahan, karyawan kantor lokal, serta pelanggan dari media sosial untuk usaha yang telah mulai go digital. Dari sisi pendapatan, sebagian besar UMKM melaporkan omzet bulanan berkisar antara Rp2 juta hingga Rp7 juta, tergantung jenis usaha dan musim penjualan. Namun, hanya sedikit dari mereka yang melakukan pencatatan keuangan secara sistematis. Kurangnya pemahaman tentang pentingnya administrasi keuangan dan pajak menyebabkan pelaku usaha tidak mengetahui apakah mereka sudah melewati ambang batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) atau ambang batas omzet PKP (Pengusaha Kena Paja. Padahal, dengan omzet yang relatif stabil dan potensi pasar yang terus berkembang, sebagian UMKM sudah seharusnya mulai memahami kewajiban perpajakan. Oleh karena itu, pelatihan pajak menjadi penting untuk memastikan mereka tidak hanya patuh terhadap peraturan, tetapi juga dapat mengelola keuangan usaha dengan lebih baik dan memanfaatkan insentif atau fasilitas perpajakan yang tersedia. http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 Pengoptimalan bisnis UMKM perlu ada dukungan dari berbagai pihak selain yang berasal dari UMKM itu sendiri, yaitu dari masyarakat, pemerintah maupun lembaga pendidikan (Fuad et al. , 2022. Hisyam et al. , 2024. Kartini et al. , 2024. Lubis & Salsabila, 2. Universitas Semarang melalui program Pemberdayaan kepada Masyarakat berupaya memberikan dukungan terhadap pengoptimalan bisnis UMKM, salah satunya adalah kegiatan pelatihan perpajakan dan pengisian SPT untuk UMKM. Melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM di Muktiharjo Kidul dapat memahami pentingnya pajak dalam mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan kapasitas mereka dalam hal pengisian SPT secara benar dan tepat waktu. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga memberikan panduan praktis sehingga peserta dapat langsung menerapkannya pada usaha mereka. Manfaat yang diharapkan dari pelatihan ini adalah meningkatnya kepatuhan perpajakan di kalangan pelaku UMKM, yang pada akhirnya mendukung keberlanjutan usaha mereka. Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat membantu membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kontribusi pajak dalam mendukung pembangunan, baik di tingkat lokal maupun Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi bagi pelaku UMKM, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat di Kelurahan Muktiharjo Kidul. Metode Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif . articipatory trainin. Pendekatan ini menekankan keterlibatan aktif mitra dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Seluruh kegiatan dirancang secara kolaboratif berdasarkan prioritas permasalahan yang telah disepakati bersama, dengan fokus pada partisipasi penuh mitra dalam penyelesaian permasalahan tersebut. Pelatihan ini dilakukan melalui beberapa tahapan kajian yang dirancang untuk menjawab permasalahan rendahnya pemahaman pelaku UMKM di Muktiharjo Kidul tentang perpajakan dan pengisian SPT. Berikut ini adalah tahapan pelaksanaan kegiatan yang . Tahap pertama adalah analisis situasi, yaitu pengumpulan data awal melalui wawancara dan observasi langsung untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman perpajakan serta kendala yang dihadapi pelaku UMKM. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif untuk menentukan kebutuhan pelatihan secara spesifik. Tahap kedua adalah penyusunan materi pelatihan yang mencakup dasar-dasar perpajakan, tata cara pengisian SPT, serta simulasi penggunaan aplikasi e-filing. Materi disusun berdasarkan hasil analisis kebutuhan agar relevan dengan kondisi peserta. Tahap ketiga adalah pelaksanaan pelatihan, yang dilakukan melalui metode ceramah interaktif, simulasi pengisian SPT, dan diskusi kelompok. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teoretis sekaligus keterampilan praktis. Tahap akhir adalah evaluasi pelatihan, yang mencakup penilaian kemampuan peserta melalui simulasi pengisian SPT dan kuesioner kepuasan. Evaluasi pelatihan menggunakan prosedur pre-test dan post-test. Hasil evaluasi dianalisis secara kauntitatif dan kualitatif untuk menilai efektivitas pelatihan dan mengidentifikasi langkah perbaikan untuk kegiatan selanjutnya. Dengan metode ini, pelatihan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memenuhi kewajiban perpajakan secara mandiri. http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 ANALISIS SITUASI A Wawancara & observasi langsung ke pelaku UMKM A Identifikasi tingkat pemahaman dan kendala A Analisis data deskriptif Ie kebutuhan pelatihan PENYUSUNAN MATERI PELATIHAN A Materi: dasar perpajakan, pengisian SPT, simulasi e-filing A Disesuaikan dengan hasil analisis kebutuhan A Dirancang bersama agar relevan dengan kondisi peserta PELAKSANAAN PELATIHAN A A A Metode: ceramah interaktif, simulasi, diskusi Tujuan: pemahaman teoretis & keterampilan Mitra berperan aktif dalam setiap sesi pelatihan dengan kondisi peserta EVALUASI PELATIHAN A A A Metode: pre-test & post-test, simulasi. Analisis: kuantitatif dan kualitatif Tujuan: menilai efektivitas, merancang perbaikan lanjutan Gambar. 1 Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Hasil dan Pembahasan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada tanggal 24 Desember 2024 di Fakultas Ekonomi Universitas Semarang. Kegiatan yang dihadiri oleh 15 UMKM Kelurahan Muktiharjo Kidul. Semarang ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama yaitu sosialisasi perpajakan bagi UMKM, sedangkan sesi kedua di isi dengan pelatihan pengisisan SPT Tahunan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di Kelurahan Muktiharjo Kidul. Dari data awal yang diperoleh, sebanyak 80% peserta belum memahami tata cara pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) dan aturan perpajakan yang berlaku. Setelah mengikuti pelatihan, hasil evaluasi http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta, dengan ratarata keberhasilan pengisian SPT mencapai 90% pada simulasi akhir. Tabel 1 menunjukkan alat ukur pre-test dan post-test, serta kriteria skor akhir: Tabel 1. Alat Ukur Pre-Test dan Post-Test No. Indikator Kompetensi Memahami konsep dasar Mengetahui pajak bagi UMKM Menyebutkan jenis pajak UMKM Menjelaskan SPT Menyusun SPT Simulasi SPT Menggunakan aplikasi efiling Bentuk Bobot Pertanyaan Skor Pilihan Kriteria Penilaian Jawaban benar tentang definisi SPT dan tujuan perpajakan Pilihan Menjawab benar siapa yang wajib mengisi SPT Pilihan Menyebutkan minimal 2 jenis pajak yang Uraian Menyebutkan langkah-langkah dengan urutan benar Pilihan Mengetahui dokumen yang diperlukan (NPWP, bukti potong, dl. Studi kasus mini Mengisi dengan benar penghasilan kena Praktik Mampu login, input data, dan mengirimkan SPT dengan benar Tabel 2. Kriteria Skor Akhir Rentang Skor 0Ae59 60Ae79 80Ae89 90Ae100 Kategori Kurang Cukup Baik Sangat Baik Keterangan Pemahaman sangat rendah Pemahaman masih perlu bimbingan Pemahaman baik, mandiri dengan sedikit bantuan Pemahaman dan keterampilan mandiri penuh Sedangkan ukuran keberhasilannya sebagai berikut: Pre-Test: Rata-rata skor peserta di kisaran 60Ae70 Ie mencerminkan bahwa 80% peserta masih belum mampu mengisi SPT dengan benar. http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 Post-Test: Rata-rata skor peserta > 85 Ie mencerminkan bahwa 90% peserta sudah mampu mengisi SPT secara mandiri dan benar. Hasil Kegiatan Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi utama: sesi teori dan sesi praktik/simulasi, dengan metode partisipatif yang menekankan keterlibatan aktif peserta. Pada sesi awal pelatihan, peserta diberikan materi tentang dasar-dasar perpajakan, termasuk pengenalan fungsi dan manfaat pajak, klasifikasi pajak yang relevan bagi pelaku UMKM, serta kewajiban pelaporan pajak yang harus dipenuhi setiap tahun. Penyampaian materi dilakukan melalui ceramah interaktif dan diskusi kelompok menggunakan media presentasi digital yang ditampilkan melalui proyektor. Pemahaman peserta terhadap materi awal diukur melalui pretest tertulis, yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta . ekitar 80%) memiliki pengetahuan dasar yang sangat minim, terutama terkait istilah-istilah pajak dan tata cara pengisian SPT. Setelah sesi teori, pelatihan dilanjutkan dengan sesi simulasi pengisian SPT Tahunan. Pada tahap ini, peserta dibimbing untuk mencoba dua metode pengisian: Secara manual: menggunakan formulir cetak untuk memahami struktur dan alur pengisian SPT secara konvensional. Menggunakan aplikasi e-filing: peserta diajak langsung mencoba fitur-fitur dalam sistem pelaporan online. Pelaksanaan simulasi dilakukan di laboratorium komputer Fakultas Ekonomi Universitas Semarang, yang telah disiapkan dengan fasilitas koneksi internet dan perangkat komputer yang mendukung. Namun, bagi peserta yang tidak terbiasa menggunakan komputer atau lebih nyaman dengan perangkat pribadi, penggunaan smartphone masing-masing juga Panitia menyediakan pendampingan individual bagi peserta yang mengalami kesulitan teknis saat mengakses situs e-filing DJP Online melalui smartphone. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi simulasi. Meskipun beberapa peserta, khususnya dari kalangan UMKM yang lebih senior, mengalami kendala dalam memahami terminologi perpajakan dalam sistem aplikasi, mereka tetap mengikuti kegiatan secara aktif dengan bimbingan dari tim pelatih. Proses ini menciptakan lingkungan belajar dua arah, di mana peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga berlatih langsung dan berdiskusi terkait pengalaman dan kendala nyata dalam pelaporan pajak. Melalui pendampingan langsung dan diskusi kelompok, mayoritas peserta dapat menyelesaikan simulasi pengisian SPT dengan baik. Tabel 3 merupakan hasil post-test menunjukkan peningkatan skor rata-rata sebesar 70% dibandingkan pre-test. Selain itu, peserta juga memberikan umpan balik positif terhadap metode pelatihan yang interaktif dan relevan dengan kebutuhan mereka. Tabel 3. Hasil Pre dan Post Test Kegiatan PKM Peserta Peserta 1 Peserta 2 Peserta 3 Peserta 4 Peserta 5 Peserta 6 Peserta 7 Skor Pre-Test Skor Post-Test Peningkatan (%) http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 Peserta Skor Pre-Test Skor Post-Test Peningkatan (%) Peserta 8 Peserta 9 Peserta 10 Peserta 11 Peserta 12 Peserta 13 Peserta 14 Peserta 15 Berikut adalah diagram batang yang menunjukkan perbandingan skor pre-test dan post-test dari masing-masing peserta. Visualisasi ini menggambarkan adanya peningkatan signifikan setelah Gambar. 2 Perbandingan Skor Pre-Test dan Post-Test Peserta Pelatihan Gambar 2 menunjukkan rata-rata peningkatan skor sebesar 70% menunjukkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta terkait perpajakan bagi UMKM dan pengisian SPT. Pembahasan Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari pendekatan partisipatif yang diterapkan selama pelatihan. Keterlibatan aktif peserta sejak tahap perencanaan hingga evaluasi membantu menciptakan rasa kepemilikan terhadap proses dan hasil kegiatan. Materi yang dirancang berdasarkan kebutuhan spesifik peserta juga memudahkan mereka dalam memahami materi dan mengaplikasikannya dalam praktik. Namun, terdapat beberapa kendala yang perlu dicatat. Sebagian peserta yang kurang terbiasa dengan teknologi memerlukan waktu lebih lama untuk memahami aplikasi e-filing. Untuk mengatasi hal ini, pendampingan tambahan diberikan, terutama bagi peserta yang membutuhkan bantuan personal. Selain itu, variasi tingkat pendidikan peserta juga menjadi tantangan, sehingga diperlukan pendekatan yang fleksibel dalam penyampaian materi. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang dirancang secara partisipatif dan berbasis kebutuhan peserta dapat memberikan hasil yang optimal. Dengan meningkatnya pemahaman dan keterampilan perpajakan, diharapkan pelaku UMKM di Kelurahan Muktiharjo Kidul dapat lebih patuh terhadap kewajiban pajak, sehingga mendukung http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 keberlanjutan usaha mereka sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan Gambar. 3 Sesi Diskusi Interaktif dan Tanya Jawab pada Pelatihan Perpajakan UMKM Gambar 3 memperlihatkan suasana saat sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada 24 Desember 2024 di Fakultas Ekonomi Universitas Semarang. Peserta yang merupakan pelaku UMKM Kelurahan Muktiharjo Kidul tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan narasumber. Materi yang ditampilkan melalui proyektor berisi dasar-dasar perpajakan UMKM, dengan sesi diskusi difokuskan pada permasalahan nyata yang sering dihadapi peserta dalam proses pelaporan pajak. Gambar. 4 Sesi Foto Bersama Mitra UMKM dalam Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 Pada Gambar 4 merupakan seluruh peserta dan tim pelaksana melakukan sesi foto bersama di depan spanduk kegiatan sebagai bentuk dokumentasi dan simbol komitmen dalam meningkatkan kapasitas perpajakan di kalangan UMKM (Gambar . Kesimpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan perpajakan dan pengisian SPT bagi pelaku UMKM di Kelurahan Muktiharjo Kidul telah berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Pendekatan partisipatif yang digunakan dalam pelatihan ini terbukti efektif, ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata peserta sebesar 70% antara pre-test dan post-test. Selain itu, pelatihan ini juga berhasil membangun kesadaran peserta akan pentingnya pajak dalam mendukung pembangunan negara serta memberikan mereka keterampilan praktis untuk mengelola administrasi perpajakan, khususnya melalui aplikasi e-filing. Meskipun terdapat tantangan seperti perbedaan tingkat pemahaman awal dan kemampuan teknologi, pendampingan intensif selama pelatihan mampu mengatasi kendala tersebut. Dengan hasil yang positif ini, diharapkan pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan dapat lebih patuh terhadap kewajiban perpajakan, mengurangi risiko sanksi administrasi, serta memperkuat keberlanjutan usaha mereka. Pelatihan ini juga memberikan dampak jangka panjang berupa peningkatan kontribusi UMKM terhadap pembangunan daerah dan nasional. Untuk keberlanjutan kegiatan, disarankan diadakan pendampingan lanjutan dan pelatihan serupa bagi kelompok UMKM lainnya di wilayah yang membutuhkan. Penghargaan Terimakasih kepada Universitas Semarang dan LPPM Universitas Semarang atas dukungan dana yang diberikan sehingga kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dapat berjalan dengan lancer. Daftar Pustaka