Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Pendampingan Pengembangan Soft Skills Bagi Mahasiswa Baru Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya Muhammad Naufan Rizqullah1. Muhammad Ridwan Afandi2. Jafar Arifin3. Dyah Ambarwati4. Buana Firzatulloh5 Kesehatan Masyarakat. Universitas Sriwijaya,Palembang. Indonesia *Korespondensi : . uhammad_naufan_rizqullah@fkm. Abstrak Pengembangan soft skill menjadi aspek penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia pendidikan dan profesional, khususnya di era yang penuh ketidakpastian dan perubahan dinamis (VUCA). Pengabdian kepada masyarakat bertujuan mendampingi mahasiswa baru Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya Angkatan 2024 dalam mengenali potensi diri, membangun karakter kepemimpinan, serta menyusun perencanaan hidup selama masa studi. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan identifikasi potensi mahasiswa melalui kuesioner, perencanaan kolaboratif bersama organisasi mahasiswa (Himkesm. , pelatihan soft skill secara luring, dan bimbingan konsultasi lanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap pentingnya soft skill, minat untuk aktif berorganisasi, dan kesiapan mengembangkan potensi diri melalui berbagai pengalaman di kampus. Evaluasi dan refleksi mengonfirmasi bahwa pendampingan pengembangan soft skill memperkuat kapasitas sumber daya manusia mahasiswa, serta mendorong mahasiswa baru untuk berperan aktif dalam organisasi sebagai sarana pengembangan kepemimpinan dan keterampilan interpersonal. Kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan dalam membekali mahasiswa agar lebih siap menghadapi persaingan di dunia kerja dan tantangan kehidupan masa depan. Kata kunci: Softskill. Mahasiswa Baru. Participatory Action Research. Abstract The development of soft skills has become an important aspect in preparing students to face the challenges of education and the professional world, especially in an era full of uncertainty and dynamic changes (VUCA). Community service aims to assist new students of the Public Health Study Program at Sriwijaya University. Class of 2024, in recognizing their potential, building leadership character, and planning their life during their study period. The method used is Participatory Action Research (PAR) with stages including identifying student potential through questionnaires, collaborative planning with the student organization (Himkesm. , offline soft skill training, and continued consultation guidance. The results of the activities showed an increase in studentsAo understanding of the importance of soft skills, interest in active organizational participation, and readiness to develop their potential through various campus Evaluation and reflection confirmed that soft skill development assistance strengthened the studentsAo human resource capacity and encouraged new students to actively participate in organizations as a means of developing leadership and interpersonal skills. This activity significantly contributes to equipping students to be better prepared to face competition in the workforce and the challenges of future Keywords: Soft skills. New students. Participatory Action Research Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 proses adaptasi terhadap lingkungan kampus yang masih asing bagi mereka(Suranadi, 2. Proses transisi dari sekolah ke perguruan tinggi menuntut mahasiswa baru memiliki karakter adaptif, yang dapat dibangun melalui pengembangan kemampuan soft Membekali mahasiswa baru dengan pelatihan soft skill sejak awal adalah upaya menyiapkan mereka untuk akademik yang akan dijalani, serta emosional untuk beradaptasi di kampus. Soft skill dianggap sebagai sarana untuk mengenali serta mengasah potensi diri, yang dapat menjadikan seseorang memiliki nilai lebih di mata orang lain (Saptoto et al. , 2. Mahasiswa baru yang dilatih soft skill sejak awal akan terbantu dalam mengenali potensi diri. Potensi diri yang nantinya akan terus dikembangkan dan menjadi bagian kemahasiswaan di perguruan tinggi melalui berbagai pengalaman, karya, serta prestasi yang akan menjadi bekal berharga ketika memasuki dunia kerja. Dalam pengembangan potensi diri mahasiswa baru, perlu dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan dalam pengembangan soft skill bagi mahasiswa baru Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesma. Universitas Sriwijaya Angkatan 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa baru dalam mengenali potensi diri, berpartisipasi aktif dalam pengembangan diri, serta merancang berbagai aktivitas kemahasiswaan guna meraih prestasi dan memperkaya pendidikan di perguruan tinggi. PENDAHULUAN Soft skills memegang peran krusial dalam berbagai bidang, khususnya dalam dunia pendidikan dan lingkungan profesional. Saat ini, mahasiswa dituntut untuk memiliki soft skills yang tidak hanya mendukung proses pembelajaran di perguruan tinggi, tetapi juga bermanfaat saat mereka memasuki dunia kerja di masa Di samping hard skill, kemampuan soft skill kini menjadi salah satu aspek penting yang diperhatikan oleh dunia kerja saat merekrut lulusan baru dari perguruan tinggi (Pratama et , 2. Terlebih di era digital dan teknologi yang serba cepat, setiap individu dituntut untuk mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang tidak dapat diprediksi. Kondisi ini tercermin dalam situasi yang dikenal sebagai VUCA (Volatility. Uncertainty. Complexity, dan Ambiguit. , di mana era tersebut menghadirkan tantangan bagi setiap orang untuk terus berinovasi dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak di tengah lingkungan yang terus berubah dan dinamis (Nandram Puneet. Menghadapi tantangan yang terus berkembang, setiap individu perlu pengembangan soft skill, terkhusus (Muhmin. Pengembangan soft skill mahasiswa dapat dilakukan dengan membangun ekstrakurikuler, pendidikan non-formal, pelatihan-pelatihan relevan(Hikmah & Siregar, 2. (Nabila et al. , 2. Sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi, mahasiswa baru perlu Mahasiswa baru dihadapkan pada Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan mahasiswa baru Kesmas Universitas Sriwijaya Angkatan 2024 dilaksanakan melalui beberapa tahapan aktivitas yang mengadaptasi metodologi Participatory Action Research (PAR). Pendekatan PAR dipandang sebagai metode yang efektif dalam memperkuat komunitas, dengan cara membangun kesadaran, mendorong partisipasi aktif, serta memungkinkan komunitas tersebut merumuskan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi secara mandiri. (Zunaidi, 2. PAR merupakan pendekatan yang bertujuan menciptakan komunitas melalui rangkaian aktivitas yang bersifat partisipatif, reflektif, dan dilakukan secara kolektif (Suwendi et , 2. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pendampingan pengembangan soft skill Kesmas Universitas Sriwijaya Angkatan 2024 dilaksanakan oleh tim pelaksana bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (Himkesm. Universitas Sriwijaya. Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (Himkesm. adalah organisasi yang menghimpun seluruh mahasiswa Kesmas Universitas Sriwijaya lintas angkatan. Tim pelakasana berupaya berkontribusi melalui pengembangan potensi sumber daya manusia. Tim Pelaksana Pengabdian Himkesma serangkaian tahapan kegiatan mengacu pada pendekatan PAR. Zunaidi . menjelaskan tahapan PAR terdiri dari Mengidentifikasi Masalah. Perencanaan Tindakan Kolaboratif. Pelaksanaan Tindakan Kolaboratif, serta Refleksi Vol. 9 No. Mei 2025 dan Evaluasi. Adapun uraian tahapan dan aktivitas dalam pengabdian dapat dirincikan sebagai berikut: Tabel 1. Tahapan Kegiatan rumusan tim pelaksana dan Himkesma Tahapan Identifikasi Masalah Perencanaan Tindakan Kolaboratif Pelaksanaan Tindakan Evaluasi dan Refleksi Kegiatan Pada tahap awal, dilakukan penyebaran serta pengisian kuesioner pemetaan potensi diri mahasiswa baru. Data hasil survei tersebut kemudian diolah untuk mendapatkan gambaran Dilakukan diskusi bersama pengurus Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (Himkesm. Universitas Sriwijaya guna merancang dan menyusun program kegiatan yang akan dilaksanakan secara Pelaksanaan pengembangan soft skill bagi mahasiswa baru, dengan materi meliputi pengembangan potensi diri, pembentukan karakter penyusunan peta hidup sebagai panduan perencanaan masa Bagi yang berminat untuk pendampingan lebih lanjut konsultasi terkait pengembangan soft skill. Mendiksusikan hasil dan evaluasi yang perlu diperbaiki untuk pengembangan kegiatan yang akan datang HASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi Masalah Kegiatan mahasiswa baru Kesmas angkatan 2024 melalui pengisian kuesioner pemetaan Pengisian kuesioner dilakukan secara serentak saat mahasiswa berkumpul bersama, di mana Himkesma Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) mahasiswa untuk mengakses tautan Penyusunan kuesioner dan proses identifikasi potensi mahasiswa menggunakan model Peta Empati (Empathy Ma. Metode ini menggambarkan kondisi mahasiswa dari apa yang mereka lihat . , dengar . , pikirkan dan rasakan . hink & fee. , ucapkan dan lakukan . ay & d. , termasuk kesulitan atau tantangan . yang dihadapi, serta manfaat atau keuntungan . yang mereka peroleh (Ferreira et al. , 2. Maka didapatkan hasil pemetaan sebagai berikut: Vol. 9 No. Mei 2025 menghasilkan kesimpulan bahwa tema utama yang tepat bagi mahasiswa baru adalah terkait upaya menemukan potensi diri, membangun karakter perencanaan kehidupan dalam konteks Disepakati program pelatihan soft skill bagi mahasiswa baru serta dilanjutkan proses bimbingan dan konsultasi sebagai tindak lanjut pelatihan. Diharapkan melalui pelatihan dan bimbingan konsultasi pengembangan soft skill, mahasiswa baru Kesmas dapat memperluas kapasitas diri, khususnya dalam hal pemahaman potensi diri, kemampuan pemecahan masalah, dan kerja sama Himkesma mengusulkan agar kegiatan pendampingan pengembangan soft skill dapat dikolaborasikan dalam program orientasi mahasiswa baru Kesmas Unsri yang dikenal dengan sebutan Kakak Asuh. Kakak Asuh diselenggarakan oleh Himkesma selama satu bulan, dengan tujuan membimbing mahasiswa baru dalam proses adaptasi terhadap lingkungan kampus dan program studi. Oleh karena itu. Himkesma merekomendasikan agar materi pelatihan, bimbingan, serta konsultasi pengembangan soft skill dapat diintegrasikan ke dalam rangkaian aktivitas Kakak Asuh. Gambar 1. Pemetaan terkait Softskill Mahasiswa Kesmas 2024 Setelah memperoleh hasil dari pemetaan. Tim Pengabdian kemudian mendiskusikan temuan tersebut bersama Himkesma, yang selanjutnya dijadikan dasar untuk merancang langkah-langkah tindak lanjut. Perencanaan Tindakan Kolaboratif Diskusi penetapan tujuan bersama, identifikasi kebutuhan mahasiswa baru, serta perumusan program yang sesuai untuk Dalam ditetapkan bahwa untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia Himkesma, khususnya mahasiswa angkatan 2024 yang baru bergabung, diperlukan upaya kolaboratif antara Himkesma dan Tim Pengabdian dalam pengembangan soft skill. Diskusi Pelaksanaan Pelatihan Soft Skill Tim Pengabdian kegiatan Pelatihan Softskill bagi mahasiswa baru dengan berkoordinasi dengan Himkesma berkaitan tanggal dan teknis pelaksanaan. Softskill terlaksana pada tanggal yang telah Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) ditetapkan, pelaksanaan berjalan secara langsung di gedung Student Center FKM Unsri. Pelatihan diikuti oleh 150 mahasiswa baru Kesehatan Masyarakat Unsri. Bertindak sebagai pemateri kegiatan adalah Muhammad Naufan Rizqullah. Vol. 9 No. Mei 2025 seseorang dalam berinteraksi serta beradaptasi dengan berbagai situasi dan lingkungan sosial, yang sifatnya tidak mudah diukur secara langsung. Berbeda dari hardskill, softskill diperoleh melalui pengalaman, tindakan nyata, serta hasil interaksi dengan berbagai Pengalaman hidup inilah yang nantinya membentuk kemampuan seorang mahasiswa dalam menentukan sikap dan mengambil keputusan, yang akan berpengaruh pada perjalanan hidupnya di masa mendatang. Pemateri menjelaskan bahwa semakin banyak pengalaman yang dimiliki seseorang dalam kehidupannya, maka akan semakin baik pula kemampuan soft skill yang terbentuk. Pengalaman tersebut bisa diperoleh melalui berbagai aktivitas, seperti terlibat dalam organisasi, mengikuti kegiatan, menjadi narasumber, maupun dari pengalaman hidup lainnya. Kumpulan pengalaman ini akan menjadi membentuk karakter yang mampu menyesuaikan diri di berbagai situasi dibandingkan mahasiswa lain. Pemateri juga menegaskan bahwa saat ini mahasiswa dituntut untuk lebih kompetitif dan memiliki keunikan diri, mengingat persaingan di dunia kerja semakin ketat. Berdasarkan hasil studi, tingginya angka pengangguran salah satunya dikarenakan oleh rendahnya keterampilan dan soft skill yang dibutuhkan untuk bersaing di dunia profesional (Jannah et al. , 2. Gambar 2. Kegiatan pelatihan soft skill bagi mahasiswa baru kesmas Gambar 3. Pemaparan materi terkait soft skill Penyampaian materi dalam pelatihan dibagi ke dalam beberapa bagian, yaitu sesi pendahuluan, pembentukan karakter kepemimpinan, dan penyusunan peta hidup. Pada bagian pendahuluan, narasumber menjelaskan perbedaan antara hardskill dan softskill. Hardskill merupakan kemampuan yang bersifat teknis dan dapat diukur, diperoleh melalui proses belajar, membaca, penelitian, serta penerapan Sementara itu, softskill adalah kemampuan interpersonal atau karakter Pemateri menyampaikan bahwa semakin banyak pengalaman yang diperoleh selama menjalani kehidupan kampus, semakin besar kontribusinya dalam membentuk karakter, memperluas jaringan pertemanan, serta mengasah keterampilan yang dibutuhkan dalam Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) berbagai situasi yang kompetitif. Ia juga membagikan sejumlah contoh nyata (Success Stor. tentang bagaimana ia mengembangkan soft skill sejak masih menjadi mahasiswa, yang kemudian memberikan dampak positif terhadap aktivitas dan pekerjaannya saat ini. Vol. 9 No. Mei 2025 pemateri menyampaikan beberapa kiat kepemimpinan bagi mahasiswa selama di lingkungan kampus, di antaranya: Aktif berorganisasi dan terlibat kegiatan di dalamnya. Berusaha pengalaman memimpin, baik sebagai ketua kelas, ketua panitia, komunitas, maupun Mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum . ublic Memperluas relasi pertemanan . yang bermanfaat. Berani mengambil tantangan, menghadapi konflik, serta cakap Memiliki kepedulian sosial, kemampuan mengelola kerja sama tim, dan memberdayakan anggota tim. Menanamkan sikap disiplin, kemampuan manajemen waktu, serta kemandirian Selanjutnya, pengembangan potensi diri yang terbagi dalam beberapa poin penting, yaitu: Mengenali potensi diri yang dimiliki, baik berupa keterampilan, hobi, bakat, maupun passion. Terus berani mencoba hal-hal baru untuk memperluas pengalaman dan Fokus mengasah kemampuan yang paling berpotensi mendorong diri untuk berkembang. Berupaya menjadi ahli di bidang yang diminati dan digeluti. Menciptakan karya nyata yang lahir dari potensi yang telah dimiliki. Mengukur dan menguji kemampuan dengan aktif mengikuti berbagai ajang, kompetisi, serta aktivitas pengembangan diri lainnya. Setelah menyampaikan materi tentang pengembangan potensi diri, pemateri melanjutkan dengan topik Dalam penjelasannya, kepemimpinan erat kaitannya dengan kemampuan berinteraksi antar sesama. Menurutnya, seorang pemimpin tidak selalu diidentikkan dengan posisi atau jabatan formal semata, melainkan lebih kepada karakter dan kualitas diri yang menunjukkan bahwa seseorang layak untuk memimpin. Kepemimpinan adalah tentang karakter yang ideal dalam membawa pengaruh positif dan mampu mengarahkan orang lain ke arah yang lebih baik (Sahadi et a. Selanjutnya. Dalam mengenai kepemimpinan, pemateri mengajak para mahasiswa baru untuk mereka sebagai pengurus Himkesma. Menjadi Himkesma kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa Kesmas angkatan 2024 untuk mengasah kemampuan kepemimpinan melalui pengalaman berorganisasi. Materi terakhir yang disampaikan adalah tentang penyusunan peta hidup selama masa kuliah. Pembuatan peta hidup ini penting sebagai alat untuk memahami perjalanan, tujuan, serta Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) mahasiswa selama berada di kampus. Proses ini meliputi perumusan tujuan, cita-cita, dan visi yang ingin dicapai selama masa studi. Setelah menetapkan tujuan tersebut, mahasiswa diarahkan untuk mencari aktivitas, teman, organisasi, atau kegiatan yang dapat mendukung pencapaian tujuan tersebut. Kegiatan pelatihan berjalan dengan penuh antusiasme dan menarik perhatian seluruh peserta yang mengikuti dengan disampaikan oleh pemateri. Vol. 9 No. Mei 2025 Bagaimana panjangmu dalam mengembangkan potensi selama masa kuliah di Bimbingan dan Konsultasi Tahap pelaksanaan bimbingan dan konsultasi mengikutsertakan lima dosen dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya. Bimbingan dan konsultasi ini merupakan tindak lanjut dari pemahaman mahasiswa mengenai penyusunan peta hidup, perencanaan pengembangan potensi diri, serta upaya membangun karakter kepemimpinan. Dalam proses ini. Himkesma berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan mahasiswa dengan dosen sebagai mentor bimbingan dan Adapun tema-tema yang menjadi fokus dalam bahan bimbingan dan konsultasi meliputi lima poin utama. Apakah ada potensi, hobi, minat, atau bakat yang ingin kamu kembangkan lebih jauh? Apakah kamu tertarik bergabung dengan organisasi tertentu untuk mendukung pengembangan potensi Adakah kegiatan atau program yang ingin kamu ikuti guna memperkuat kemampuan tersebut? Jika kamu aktif dalam organisasi atau kepanitiaan, bidang apa yang ingin kamu fokuskan? Gambar 4. Proses bimbingan dan konsultasi softskill mahasiswa Kegiatan bimbingan dan konsultasi berlangsung secara interaktif, dimana kelompok mahasiswa yang terdiri dari 3 hingga 10 orang. Dalam sesi ini, pembahasan difokuskan pada rencana mahasiswa jika bergabung dalam organisasi, khususnya Himkesma, serta bidang kepengurusan yang dijalani ke Selain itu, para mentor memberikan motivasi kepada peserta untuk aktif berpartisipasi dalam organisasi, mengembangkan minat dan bakat masing-masing, serta mengikuti berbagai lomba dan event sebagai sarana mencari pengalaman sekaligus meraih Dari hasil bimbingan, terlihat bahwa sebagian besar mahasiswa Kesmas angkatan 2024 sudah memiliki rencana termasuk niat untuk terlibat dalam organisasi sebagai media pengembangan minat dan bakat, terutama di Himkesma. Mereka juga berencana mengikuti berbagai kegiatan seperti lomba dan event lainnya yang dapat mendukung pengembangan potensi diri. Peserta juga Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) menyatakan minat untuk bergabung dalam kepengurusan Himkesma pada periode mendatang sebagai upaya kepemimpinan mereka. beberapa kesimpulan penting. Soft skill sangat krusial bagi mahasiswa dalam lingkungan yang kompetitif serta berbagai tantangan di dunia kerja Pendampingan memberikan manfaat signifikan dalam hal pengenalan potensi kepemimpinan, dan penyusunan peta hidup selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Evaluasi kegiatan pendampingan membantu mahasiswa merancang pengembangan diri secara konkret, baik melalui partisipasi dalam organisasi maupun berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan potensi Selain itu, mahasiswa baru Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya angkatan 2024 berencana untuk bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (Himkesm. pada periode mendatang sebagai sarana pengembangan potensi kemampuan kepemimpinan. Evaluasi dan Refleksi Penutup dalam seluruh rangkaian pengabdian kepada masyarakat ini adalah sesi diskusi evaluasi dan refleksi. Tim Pengabdian mengadakan diskusi bersama Himkesma dan mahasiswa Kesmas untuk membahas manfaat, evaluasi, serta memberikan masukan untuk pengembangan kegiatan di masa Dari disimpulkan bahwa kolaborasi antara Himkesma dan Tim Pengabdian telah memberikan manfaat yang signifikan dan sesuai dengan tujuan awal, yaitu memperkuat kompetensi sumber daya mengajak mahasiswa baru untuk bergabung sebagai pengurus Himkesma. Hal ini tercermin dari hasil bimbingan dan konsultasi, di mana mahasiswa baru menunjukkan minat untuk berperan sebagai pengurus Himkesma pada periode berikutnya. Sebagai evaluasi dan saran. Himkesma berharap agar kolaborasi ini dapat terus berlanjut dengan pendalaman materi teknis soft manajemen, dan berbagai tema lainnya guna semakin memperkuat kualitas sumber daya manusia di organisasi Himkesma. Vol. 9 No. Mei 2025 UCAPAN TERIMA KASIH Tim Pelaksana Pengabdian menyampaikan rasa terima kasih yang Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya (Himkesma UNSRI) atas kolaborasi yang terjalin masyarakat berupa pendampingan mahasiswa baru Kesmas angkatan 2024. Dukungan dan kerja sama yang diberikan sangat berharga dalam memastikan keberhasilan kegiatan. KESIMPULAN Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa pendampingan pengembangan soft skill bagi mahasiswa baru Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya angkatan 2024, dapat diambil Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Sahadi. Husni Taufiq. , & Kusumah Wardani. KARAKTER KEPEMIMPINAN IDEAL DALAM ORGANISASI. Jurnal MODERAT, 6. REFERENSI