NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 Nomor 3. Agustus 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 523-534 DOI: https://doi. org/10. 55606/nusantara. Available online at: https://prin. id/index. php/nusantara Penerapan Struktur Paralel pada Penulisan Skenario Video Feature AuIbu untuk BumiAy The Implementation of Paralel Structure in the Screenplay of AuIbu untuk BumiAy Video Feature Leyda Kusumadinata1*. Toto Sugito2. Andri Yanto3* Universitas Padjajaran. Indonesia Korespondensi penulis : leyda21001@mail. Article History: Received: Juli 07, 2025. Revised: Juli 21, 2025. Accepted: Agustus 04, 2025. Published: Agustus 06, 2025 Keywords: Environmental Awareness. Feature Video. Motherhood. Parallel Structure. Screenwriting. Abstract: This paper explains the implementation of the creation of a screenplay for a feature video entitled "Mother for the Earth" with a focus on the application of parallel structure in four scenes: teaser, conflict, climax, and catharsis. Each scene serves to build narrative tension, strengthen the central theme, and generate a deeper understanding of the importance of environmental awareness. The parallel structure is applied to show a strong contrast between two mothers with different lifestyle backgroundsAione mother who adopts an environmentally friendly lifestyle and the other mother who is less concerned with life's desires. In the teaser scene, the scenario presents two main characters living in different worlds, arousing the audience's curiosity about the differences in the two mothers' views and attitudes towards the world around them. In the conflict scene, both face challenges and dilemmas related to their chosen The climax scene shows the culmination of their conflict, while the catharsis scene provides a resolution, where one of the mothers finally realizes the importance of small changes in daily habits that can have a big impact on the This work aims to educate the audience, especially families and housewives, about the importance of raising environmental awareness from an early age in children. Through the use of parallel structure, the message about simple behaviors that have a significant impact on the environment becomes more powerful and compelling, inspiring the audience to take positive action in their daily lives for a better planet. The use of parallel structure in this scenario also serves to demonstrate how the two mothers, despite coming from different backgrounds, can share the same goal of preserving the earth. Abstrak Penulisan ini menjelaskan implementasi penciptaan skenario karya video feature berjudul "Ibu untuk Bumi" dengan fokus pada penerapan struktur paralel dalam empat babak skenario: teaser, konflik, klimaks, dan Setiap babak memiliki fungsi untuk membangun ketegangan naratif, menguatkan tema sentral, dan menghasilkan pemahaman yang lebih dalam mengenai pentingnya kesadaran lingkungan. Struktur paralel diterapkan untuk menampilkan kontras yang kuat antara dua tokoh ibu dengan latar belakang gaya hidup yang berbedaAisatu ibu yang mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan dan satu ibu lainnya yang kurang peduli terhadap keberlanjutan. Pada babak teaser, skenario memperkenalkan dua tokoh utama yang hidup dalam dunia yang berbeda, memancing rasa penasaran audiens mengenai perbedaan pandangan dan sikap kedua ibu terhadap dunia di sekitar mereka. Pada babak konflik, keduanya menghadapi tantangan dan dilema terkait gaya hidup yang mereka pilih. Babak klimaks menampilkan titik puncak dari pertentangan mereka, sementara babak katarsis memberikan resolusi, di mana salah satu ibu akhirnya menyadari pentingnya perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari yang dapat berdampak besar bagi lingkungan. Karya ini bertujuan untuk mengedukasi audiens, khususnya keluarga dan ibu rumah tangga, tentang pentingnya menanamkan kesadaran akan lingkungan sejak dini kepada anak-anak. Melalui penggunaan struktur paralel, pesan tentang perubahan perilaku yang sederhana namun berdampak pada keberlanjutan lingkungan menjadi lebih kuat dan menggugah, memberikan inspirasi bagi Penerapan Struktur Paralel pada Penulisan Skenario Video Feature AuIbu untuk BumiAy audiens untuk mengambil tindakan positif dalam kehidupan sehari-hari demi bumi yang lebih baik. Penerapan struktur paralel dalam skenario ini juga berfungsi untuk menunjukkan bagaimana kedua ibu, meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda, dapat memiliki kesamaan tujuan dalam menjaga kelestarian bumi. Kata Kunci: Kesadaran Lingkungan. Penulisan Skenario. Peran Ibu. Struktur Paralel. Video Feature. PENDAHULUAN Sebuah karya tak dapat dipisahkan dari proses konseptual kreatif yang mendasarinya. Dalam sebuah karya video feature, kedalaman penulisan naskah menjadi jantung bagi proses penyampaian pesan secara verbal maupun visual kepada audiens. Skenario yang terstruktur secara detail dan sistematis menjadi kerangka narasi sebagai gagasan panduan teknis bagi seluruh tim produksi selama proses penciptan. Skenario adalah naskah yang menyajikan panduan penyutradaraan, mencakup pembagian detail adegan dan dialog (Tambayong, 2. Permasalahan limbah sampah menjadi salah satu isu yang tak akan pernah selesai secara tuntas. Peningkatan kuantitas sampah dapat memungkinkan untuk terus menimbulkan tantangan-tantangan baru yang memberikan dampak pada keseluruhan ekosistem Indonesia bahkan secara global. Meskipun demikian solusi strategis tersebut belum terealisasikan secara merata, bahkan di wilayah urban dengan tingkat pemahaman tinggi dan fasilitas yang Urgensi persoalan tersebut dikuatkan oleh data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (SIPSN - Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasiona. , di tahun 2024 timbulan sampah dari 317 kabupaten/kota di Indonesia mencapai 34,2 juta ton dan 13,7 juta ton di antaranya masih belum terkelola secara optimal. Angka tersebut didominasi oleh jenis sampah rumah tangga sebagai komposisi penyumbang sampah terbesar, yakni sebesar 53,74% dari jumlah timbulan sampah yang dihasilkan. Angka tersebut membuktikan bahwa strategi yang telah dilakukan pemerintah hingga saat ini, belum dapat memberikan dampak yang signifikan bagi lingkungan. Karena itu, diperlukan penguatan kolaborasi berbagai pihak, terutama masyarakat, untuk dapat mencapai tujuan pengelolaan sampah yang berdampak Tantangan di masa mendatang memiliki pengaruh besar terhadap perubahan. Generasi terdahulu memegang tanggung jawab sebagai pembimbing atas anak-anak sebagai generasi muda, agar dapat tumbuh secara erat dengan nilai-nilai keberlanjutan dan siap menjadi generasi yang memimpin perubahan positif bagi seluruh masyarakat. Pemberian edukasi kesadaran lingkungan melalui pendidikan formal nyatanya membutuhkan pula implementasi yang optimal dalam keseharian. Peran berbagai pihak yang berada di lingkungan sekitar anak menjadi pondasi yang saling berkesinambungan dalam membangun karakter anak. Keluarga NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 523-534 sebagai lingkungan dengan lingkup terkecil, memegang peran yang kuat dalam mengembangkan tugas dan tanggung jawab, potensi, serta perilaku pada anak, sebagai jalur pendidikan informal dan pendidik utama. Peran ibu tak hanya sebagai pendidik serta figur dalam lingkup keluarga bagi anak yang merupakan kelompok yang sedang dalam proses pembentukan nilai karakter. Modeling behavior atau peniruan perilaku menjadi aspek dasar praktik pola asuh yang memberikan pengaruh pada pembentukan kebiasaan dan sikap anak secara signifikan (Sembiring dkk. Dalam pelaksanaan penanaman disiplin kepada anak menurut Koening . , terkandung dua hal, yaitu pembuatan peraturan dan sikap konsisten agar menjadi landasan bagi anak dalam memahami sikap yang tepat, serta penumbuhan sikap keyakinan positif anak akan senantiasa berperilaku baik (Nurjanah, 2. Di samping itu, lingkungan keluarga memegang faktor penting dalam mendukung dan menghambat proses aktivitas belajar, seperti suasana ketegangan dalam keluarga, karakter orang tua, wilayah tempat tinggal, dan proses pengelolaan di dalam keluarga (Zulqarnain dkk. , 2. Dengan demikian, peran ibu memerlukan penekanan pada aspek kedekatan emosional dengan anak agar dapat menciptakan rasa aman dan nyaman yang dibutuhkan dalam proses belajar secara optimal bagi anak. METODE Proses penciptaan karya video feature AuIbu untuk BumiAy diawali dengan tahapan penyusunan konsep. Melalui temuan isu sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat, penulis memutuskan untuk mengangkat topik peran ibu sebagai orang tua dan penyeimbang rumah tangga dalam menanamkan keseharian berkelanjutan kepada anak dalam lingkup terkecil, yaitu keluarga. Susunan konsep terbagi atas lima poin yang akan menjadi pokok elemen penyajian, yaitu manfaat, dampak, urgensi, dan narasumber. Selanjutnya dari topik yang telah dilakukan, dilakukan tahap riset mendalam. Riset ini bertujuan untuk memahami permasalahan sampah rumah tangga yang menjadi isu utama dalam karya. Penulis menggali data dari berbagai sumber, salah satunya adalah informasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui SIPSN, yang mencatat bahwa pada tahun 2024 timbulan sampah di Indonesia mencapai angka 34,2 juta ton dengan dominasi sampah rumah tangga sebesar 53,74% (KLHK, 2. Penulis juga melakukan wawancara dan observasi langsung di lingkungan masyarakat untuk melihat bagaimana perilaku pengelolaan sampah dilakukan dalam keseharian. Penerapan Struktur Paralel pada Penulisan Skenario Video Feature AuIbu untuk BumiAy Penelitian yang sebelumnya menemukan bahwa kemampuan pemilahan sampah rumah tangga para wanita dewasa kelas bawah dan menengah didorong oleh penerapan metode edukasi melalui pemberian instruksi informatif secara tertulis dan lisan, seperti dengan penggunaan label jenis sampah pada setiap tong sampah dan kegiatan penyuluhan atau workshop (Sembiring dkk. , 2. Selain itu untuk dapat menimbulkan komitmen secara bersama terhadap tanggung lingkungan, penelitian lain juga menyebutkan bahwa orang tua dan anak dapat belajar bersama melalui kegiatan workshop dan acara yang dilaksanakan oleh organisasi lokal dalam mengedukasi keluarga terkait isu lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan (Hassan & Khalil, 2. Kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dapat timbul apabila diberikan fasilitas-fasilitas yang mendukung perubahan secara efektif. Setelah memperoleh data lapangan dan literatur, penulis melanjutkan proses ke tahap penyusunan kerangka skenario. Dalam tahap ini, dipilihlah struktur paralel sebagai pendekatan utama dalam penulisan skenario. Pemilihan struktur ini didasarkan atas kelebihan dalam menyajikan dua narasi berbeda yang berjalan secara bersamaan, namun tetap saling berkaitan secara tematis (Aronson, 2. Berdasarkan kerangka yang telah dibuat, dibuat draf pertanyaan sebagai aspek yang akan mengarahkan alur skenario melalui penggalian perspektif beberapa narasumber terkait. Pertanyaan tersusun atas kebutuhan informasi yang berkaitan langsung dengan tema dan perspektif naratif yang diusung dengan menentukan topik pertanyaan untuk kemudian dikembangkan menjadi beberapa pertanyaan turunan yang mendalam dan relevan. Tahap berikutnya adalah produksi, di mana penulis merancang skenario sesuai dengan hasil temuan dan kerangka yang sebelumnya telah disusun pada tahap pra produksi. Dengan rangkaian yang diawali dengan sedikit terjadi penurunan yang merupakan babak teaser. Selanjutnya memasuki babak konflik yang kembali meningkat secara bertahap seperti anak tangga, hingga mencapai titik puncak atau babak klimaks. Terakhir adalah babak katarsis yang menyajikan sedikit penyelesaian dengan grafik sedikit menurun kemudian tamat. Setelah seluruh materi visual terkumpul, proses berlanjut ke tahap pasca-produksi. Penulis bertanggung jawab dalam menyusun transkrip hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap empat orang narasumber pada saat proses produksi karya video feature AuIbu untuk BumiAy. Penyusunan transkrip wawancara memiliki tujuan untuk menguraikan data verbal secara lengkap dan sistematis yang kemudian menjadi dasar dalam proses lebih lanjut pada penyempuranaan draf skenario yang telah disusun. NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 523-534 Selanjutnya, hasil transkrip yang tekah dibuat ditambahkan ke dalam draf skenario. Hasil jawaban dari setiap narasumber memungkinkan adanya perubahan penyusunan urutan shot wawancara demi menjaga narasi tetap sejalan dengan alur skenario karya video feature. Selama proses tersebut dilakukan pemangkasan beberapa bagian yang dinilai memungkinkan untuk memperluas narasi topik pembahasan. Informasi hasil data yang ditemukan dikemas pada tahap pasca produksi untuk memperkaya informasi visual. Penyusunan Menambahkan transkrip ke dalam skenario Riset Transkrip Penyusunan Perancangan Skenario Pembuatan Gambar 1. Diagram tahap penciptaan HASIL Hasil dari proses penciptaan video feature AuIbu untuk BumiAy menunjukkan bahwa penerapan struktur paralel dalam penulisan skenario mampu menciptakan alur cerita yang kuat dan komunikatif. Konsep ini berhasil menyajikan dua tokoh utama dengan latar belakang gaya hidup yang sangat kontras dalam konteks pengelolaan lingkungan. Penulis menggambarkan satu sosok ibu yang telah menjalani pola hidup berkelanjutan dan ibu lainnya yang masih memiliki kebiasaan konsumtif serta kurang peduli terhadap isu lingkungan sekitar. Kontras naratif ini menjadi kekuatan utama dalam membangun perhatian dan rasa empati dari audiens terhadap permasalahan yang diangkat. Setiap babak dalam skenario dirancang dengan seksama sesuai dengan prinsip Grafik Pertama Elizabeth Lutters. Penulis mengacu pada Grafik Pertama Elizabeth Lutters . sebagai panduan dalam mengatur alur dramatik skenario. Konsep cerita dikembangkan melalui penyusunan profil dua karakter ibu yang memiliki pola hidup bertolak belakang terkait Penerapan Struktur Paralel pada Penulisan Skenario Video Feature AuIbu untuk BumiAy kesadaran lingkungan. Perumusan alur dilakukan dengan membagi cerita ke dalam empat babak utama, yaitu teaser, konflik, klimaks, dan katarsis yang sesuai teori struktur naratif. Gambar 2. Implementasi Grafik Pertama Elizabeth Lutters skenario AuIbu untuk BumiAy Babak teaser menjadi babak awal membuka karya video feature AuIbu untuk BumiAy yang mengajak audiens untuk merenungkan isu kelestarian lingkungan melalui scene 1, yang dilanjut dengan menyajikan penjelasan fakta dan data yang masih menjadi hambatan bagai lingkungan pada scene 2, serta orientasi dua tokoh ibu yang menjalani dua gaya hidup bertolak belakang pada scene 3. Paralel diciptakan melalui perancangan visual yang mendukung narasi antara lingkungan asri dengan lingkungan yang kotor. Gaya penceritaan tidak langsung menyodorkan konflik utama, tetapi membangun atmosfer kesadaran, menjadi strategi efektif dalam menarik perhatian penonton. Pada babak konflik, penulis mulai menampilkan perbandingan perilaku kedua ibu secara lebih nyata. Perbandingan disajikan dimulai dengan menyoroti aspek dorongan internal masing-masing ibu yang berlanjut pada aspek pola asuh yang mereka terapkan. Babak ini menjadi penguat atas informasi yang ditampilkan pada babak sebelumnya melalui bentuk komunikasi yang lebih ringan dan tidak lagi memberikan penjelasan, melainkan serangkaian peristiwa yang membangun topik secara progresif. Pada scene 4 dan scene 5 disajikan perbedaan dalam penggunaan barang sekali pakai. Selanjutnya scene 6 dan scene 7 disajikan perbandingan inisiatif berkelanjutan dalam beraktivitas di luar rumah. Scene 8 dan scene 9 menyajikan perbandingan dalam kebiasaan NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 523-534 pengelolaan sampah rumah tangga. Terakhir, pada Scene 10 disajikan perbandingan kebiasaan dalam pola asuh terhadap anak-anak mereka. Yang mana Ibu Noviany yang menjadi representasi sosok ibu berwawasan lingkungan digambarkan aktif menggunakan produk ramah lingkungan dan mengajak anaknya berpartisipasi dalam kegiatan keberlanjutan. Sementara itu. Ibu Daty menjadi gambaran nyata masyarakat urban yang masih mengabaikan pentingnya pengurangan limbah plastik dalam kesehariannya. Pada scene 10, perbandingan antar dua tokoh ibu dipisahkan oleh pemaparan narasumber Psikolog Pendidikan terkait konsep pola asuh. Hal tersebut menekankan pesan narasi yang disampaikan agat audiens dapat memahami perbedaan pola asuh dan konsekuensi dampak jangka panjangnya yang serius. Scene ini memastikan bahwa berdasarkan perbandingan-perbandingan yang disajikan sebelumnya, para audiens dapat menarik kesimpulan berlandaskan ilmiah secara mendalam. Konsep perjalanan ganda . ouble journey narrativ. yang dipilih oleh penulis memberikan ruang bagi audiens untuk mengamati perkembangan dua karakter secara Hal ini memungkinkan penonton melakukan perbandingan kritis terhadap pilihan gaya hidup yang ditampilkan. Pengurutan penyajian scene dilakukan secara cermat untuk mengatur agar transisi antar babak tetap halus, dengan tetap mempertahankan ritme dramatik yang konsisten. Penekanan pada unsur human interest memperlihatkan keseharian kedua ibu dari sudut pandang emosional yang dekat dengan realitas masyarakat. Babak babak klimaks tidak lagi mebangun ketegangan, melainkan menjadi peledakan dari semua konflik dengan menghadirkan momen pertemuan antara kedua tokoh utama dalam sebuah workshop edukasi lingkungan untuk memberikan resolusi. Diawali dengan scene 11 yang menjelaskan keterlibatan Ibu Noviany dalam Komunitas Wayang Plastik untuk mengedukasi aktivitas recycling dan upcycling. Hal tersbut menunjukkan konsistensi Ibu Noviany terhadap penuntasan isu lingkungan. Kemudian dalam scene 12 Komunitas Wayang Plastik menjadi kelompok inisiasi perubahan dalam proses penciptaan karya. Di sinilah terjadi titik balik cerita pada Ibu Daty yang mendapatkan pengalaman langsung terkait upcycling dan pengelolaan sampah rumah tangga oleh Ibu Noviany secara langsung. Scene 13 mempertemukan Ibu Noviany dan Ibu Daty dalam dialog yang membahas pemmbiasaan pengurangan dan pengelolaan sampah. Scene 12 dan scene 13 menjadi pertemuan antara kedua ibu setelah melalui paralel peristiwa pada babak sebelumnya. momentum ini dimanfaatkan dalam memperkuat pesan moral dan membangun motivasi perubahan bagi audiens yang memiliki kesamaan perilaku dengan Ibu Daty. Penerapan Struktur Paralel pada Penulisan Skenario Video Feature AuIbu untuk BumiAy Babak katarsis menjadi penutup emosional yang menggambarkan refleksi diri dari Ibu Daty dan anaknya setelah mengikuti workshop yang menjadi scene 14. Dalam babak ini, penulis menampilkan perubahan sikap yang mulai muncul, meski belum sepenuhnya menjadi perilaku baru. Scene di bagian ini memperlihatkan ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan dialog pada Ibu Daty dan sang anak yang menunjukkan bahwa proses kesadaran telah mulai Penulis sengaja menampilkan penutup yang tidak sepenuhnya sempurna untuk mencerminkan bahwa perubahan perilaku merupakan sebuah proses bertahap, bukan hasil Selain itu, bagian ini secara tersirat dan personal memotivasi para audiens untuk memulai perubahan meskipun dalam skala kecil, karena yang menjadi fokus utama adalah aspek konsistensi. Melalui hal ini, ditanamkan bahwa setiap individu memiliki kapasitas untuk berkontribusi pada perubahan lingkungan. Scene 14 juga memberikan pemaparan Psikolog Pendidikan mengenai mekanisme psikologis dari sisi kognitif dan emosional yang memengaruhi sikap positif anak terhadap isu lingkungan melalui kegiatan workshop yang sistematis. Meski begitu, pesan yang disampaikan melalui scene ini adalah bagaimana pendekatan dan pembiasaan yang dilakukan oleh para ibu dalam keseharian membuktikan dapat memengaruhi proses belajar anak terkait gaya hidup Sebagai penutup karya video feature dan scene terakhir dalam babak katarsis, scene 15 tidak lagi menyajikan perbandingan hitam dan puith, melainkan menegaskan pesan positif yang ingin disampaikan. Dalam mengakhiri karya video feature ini, penulis menyajikan bentuk persuasi untuk terakhir kalinya kepada audiens, melalui narator serta pesan dari Ahli Psikolog Pendidikan dan Praktisi Komunitas Wayang Plastik. Pesan pada scene 14 juga diperkuat pada scene 15 ini dengan pemaparan Ahli Psikolog Pendidikan bahwa penerapan gaya hidup berkelanjutan memiliki tantangan yang kompleks, namun dapat diatasi dengan keyakinan kuat bahwa konsistensi dalam tindakan kecil sangat diperlukan untuk memberikan kontribusi nyata bagi kelangsungann hidup generasi Selanjutnya narator juga menjelaskan bahwa gaya hidup berkelanjutan bukan dimaknai sebagai upaya untuk hidup tanpa menghasilkan sampah, melainkan bagaimana individu bertanggung jawab atas perilaku yang dilakukan dan/atau sampah yang dihasilkan, yang kemudian divalidasi oleh Komunitas Wayang Plastik. Secara visual, pencapaian karya ini dapat dilihat melalui perancangan aksi dalam skenario yang memperlihatkan perbandingan nyata antara situasi dua lingkungan masyarakat. Perbandingan tersebut disajikan melalui elemen-elemen visual yang kontras, seperti penerapan gaya hidup dan respon tokoh. Penggunaan visual yang kontras membantu dalam NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 523-534 menyampaikan urgensi realitas sosial ayng menjadi fokus utama karya video feature ini. Partisipasi narasumber Ahli Psikolog Pendidikan dan Praktisi Komunitas menjadi kekuatan tambahan dalam karya ini. Kehadiran mereka dalam bentuk wawancara memberikan dimensi objektif terhadap isu yang diangkat. Penulis memanfaatkan kutipan dan pendapat narasumber untuk memperkuat argumen utama, yakni pentingnya peran ibu dalam membentuk pola pikir berkelanjutan pada anak. Pendekatan ini memberikan keseimbangan antara unsur edukatif dan emosional, sehingga pesan yang disampaikan tidak hanya bersifat naratif, tetapi juga informatif dan berdasarkan data lapangan. Secara keseluruhan, hasil dari proses penciptaan ini menunjukkan bahwa penerapan struktur paralel dalam penulisan skenario video feature dapat menjadi strategi efektif dalam menyampaikan pesan sosial yang kompleks. Konsep naratif yang dibangun dengan pendekatan human interest, didukung oleh visualisasi yang kuat, serta penguatan dari data dan pendapat narasumber ahli, menjadikan karya ini memiliki nilai lebih di mata audiens. Penulis berharap karya ini tidak hanya menjadi tugas akhir yang layak dipresentasikan, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran dan referensi bagi individu atau kelompok yang ingin menyampaikan pesan serupa. DISKUSI