MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM MULIA JAYA KABUPATEN JEMBER Tommy Leo Prasetyo1. Alifian Nugraha2 Prodi Studi Administrasi Niaga. STIA Pembangunan Jember. Jl. Lumba-Lumba No. 9 Kaliwates. Jember. Indonesia *e-mail: Leotommy734@gmail. **e-mail: iandgraha@gmail. ABSTRACK The purpose of this study was to determine the effect of training and development on employee productivity. This research is a quantitative study with an explanatory approach . ause and effect I. The population in this study were all employees of the Mulia Jaya Savings and Loans Cooperative. Wuluhan District. Jember Regency. The sampling in this study used saturated sampling technique or census technique. The analytical method used was is multiple linear regression with SPSS 22 software. Overall this hypothesis has a positive influence on employee productivity with a value of 0. 511 for training and 0. 067 for development value, the results show that training and development have a simultaneous effect, namely the calculated F value of 326 which is greater than F the table with a significance value of 0. 005 means less than 0. Training has a significant effect on employee productivity with a T arithmetic value of 2. 672 which is greater than the T table with a significance value of 0. 012 which means less than 0. 05 but the variable influencing development does not have a significant effect on employee productivity. Keywords: Training. Development. Employee Productivity. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan pengembangan terhadap produktivitas Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan explanatory . ebab akibatI. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Koperasi Simpan Pinjam Mulia Jaya Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember sebanyak 34 karyawan. pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh atau teknik sensus. Metode analisis yang di gunakan adalah regresi linier berganda dengan sofware SPSS 22. Dari keseluruhan hipotesis ini memiliki pengaruh positif kepada produktivitas karyawan dengan nilai 0,511 untuk pelatihan dan 0,067 untuk nilai pengembangan, hasil menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan memiliki pengaruh secara simultan yaitu nilai F hitung 6,326 yang lebih besar dari F tabel nya dengan memiliki nilai signifikansi 0,005 berarti kurang dari 0,05. Pelatihan berpengarug signifikan terhadap produktivitas karyawan dengan nilai T hitung 2,672 yang lebih besar dari T tabelnya dengan nilai signifikansi 0,012 yang berarti kurang dari 0,05 tetapi variabel pengembangan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan. Kata Kunci: Pelatihan. Pengembangan. Produktivitas karyawan. Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 Pendahuluan Latar Belakang Pelatihan dan pengembangan merupakan salah satu faktor yang akan menunjang keberhasilan SDM (Sumber Daya Manusi. dimana akan berdampak besar juga untuk keberhasilan perusahaan. Hubungan suatu perusahaan dengan sumber daya manusia tidak bisa terpisahkan dalam pekerjaan manusia di instansi atau perusahaan sebagai penggerak, perencanaan, dan pemikir progres kemajuan suatu perusahaan, bisa diketahui dari keberhasilan visi dan misi perusahaan. Suatu perusahaan dapat dikatakan mengalami kemajuan apabila terdapat produktivitas karyawan yang baik. Produktivitas karyawan yang baik dapat dilihat dari kuantitas dan kualitas kerjanya, yang hasilnya dapat di rasakan perusahaan dimasa sekarang maupun dimasa mendatang. Menurut Kaswan . Pelatihan merupakan kegiatan untuk menambah keterampilan dan pengetahuan yang di kemas dalam aset investasi penting untuk sumberdaya manusia. Pelatihan dapat diartikan sebagai peningkatan dalam penguasaan keahlian karyawan. Menurut Siagian . Pengembangan merupakan suatu program yang sangat komprehensif dalam meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan karyawan yang bertujuan untuk menambah produktivitas Menurut Sutrisno . produktivitas yaitu sebagai ukuran efisiensi produktif, dimana perbandingan antara hasil keluaran dengan hasil masukan, hasil keluaran bisa diukur melalui satuan fisik atau bentuk nilai sedangkan satuan keluar di batasi dengan tenaga kerja. Koperasi simpan pinjam merupakan lembaga keuangan bukan bank yang berbentuk koperasi yang menerima simpanan dan pinjaman dari para anggotanya dengan bunga yang di rendah kan suatu bentuk dari koperasi yang berdiri sendiri dimana semua anggota-anggotanya tergabung di dalam koperasi tersebut. Semakin berkurangnya pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia yang mempengaruhi produktivitas karyawan maka peneliti melakukan penelitian pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mulia Jaya Jl. Pahlawan. Purwosari. Dukuh Dempok. Wuluhan. Kabupaten Jember. Koperasi Mulia Jaya merupakan subjek dari penelitian ini dimana permasalahan yang ada yaitu kurangnya rutinitas program pelatihan yang di lakukan di koperasi semenjak berdiri 6 tahun lalu yang hanya di lakukan dua kali dimana pelatihan ini diadakan oleh pihak eksternal sekali dan pihak internal Koperasi Mulia Jaya sekali. sedangkan di masa pandemi seperti saat ini seluruh masyarakat terdampak karena adanya pandemi COVID-19 baik dari segi ekonominya, maka disitu bisa dilakukan adanya program pelatihan untuk menambah wawasan dan ilmu untuk karyawan di masa pandemi seperti ini. Dimana kinerja KSP Mulia Jaya tidak hanya melayani masyarakat dengan peminjaman uang dan modal usaha namun harus ada kesinambungan dalam melakukan pelayanan yang baik. Karyawan pun di bagi menjadi dua yaitu bagian administrasi dan bagian lapangan. Maka dari uraian permasalahan di atas yang telah di amati oleh peneliti apakah benar kurangnya pelatihan dan pengembangan dapat mempengaruhi produktivitas karyawan, kemudian peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Au Pengaruh Pelatihan Dan Pengembangan Terhadap Produktivitas KaryawanAy (Studi Kasus Di Koperasi Mulia Jaya Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jembe. Kerangka Konsep Pada pemikiran ini peneliti ingin mengetahui sejauh mana pelatihan dan pengembangan mempengaruhi produktivitas karyawan Adapun dalam penelitian ini Pelatihan sebagai (X. sedangkan pengembangan (X. dan produktivitas karyawan sebagai variabel (Y). Untuk mengetahui keterikatan variabel yang di teliti dapat di lihat di kerangka pemikiran berikut ini : Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar Pelatihan E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 Pengembangan Produktivitas Karyawan Gambar 1. Kerangka Konsep Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut: H1 : Diduga terdapat pengaruh secara parsial antara pelatihan dengan produktivitas karyawan pada Koperasi Simpan Pinjam Mulia Jaya H2: Diduga terdapat pengaruh secara parsial antara pengembangan dengan produktivitas karyawan pada Koperasi Simpan Pinjam Mulia Jaya H3: Diduga terdapat pengaruh secara simultan antara pelatihan dan pengembangan terhadap produktivitas karyawan pegawai pada Koperasi Simpan Pinjam Mulia Jaya Metode Penelitian Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan merumuskan hipotesis untuk menjawab masalah yang dirumuskan dalam kalimat pernyataan menggunakan metode survey diman data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner ini merpakan persepsi dari responden dalam menganalisis yang kemudian dirumuskan dalam hubungan-hubungan fungsional. Penelitian ini bersifat kausal karena meneliti pengaruh antara variabel. pendekatan ini diawali dari rumusan masalah dan kemudian ditarik suatu hipotesis serta teori Ae teori yang selanjutnya adalah membuat suatu model analisis,identitas variabel,defenisi operasional,pengumpulan data . aik data primer maupun sekunde. berdasarkan populasi dan sampel,dan kemudian melakukan analisis. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian Ini di lakukan di Koperasi Simpan Pinjam Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember dan Waktu penelitian di lakukan selama 4 bulan tahun 2020 mulai bulan agustustus sampai desember Definisi Operasional Variabel Untuk mempermudah pengukuran terdapat variabel-variabel penelitian ini,maka akan dijelaskan definisi operasional variabel penelitian. Definisi operasional bertujuan menyatukan pengertian, agar tidak terjadi kesalahpahaman atau perbedaan pandangan dalam mendefinisikan variabel-variabel yang dianalisis. Untuk mempermudah maksud dan pengertin variabel-variabel yang diajukan maka dapat didefinisikan secara operasional sebagai berikut: Pelatihan Pelatihan merupakan dari upaya yang sangat sistematis dan di rencanakan untuk merubah dan memperluas pengetahuan, sikap serta keterampilan baru yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Menurut Mangkunegara . Indikator pelatihan yang sudah di jelaskan antara lain : Pendidikan . Peserta . Seleksi . Materi Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 Pengembangan Pengembangan merupakan usaha yang di berikan oleh perusahaan kepada karyawan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan baik dari segi teknik, konseptual, teoritis, dan moral karyawan dengan menyesuaikan kebutuhan karyawannya dalam mencapai suatu peningkatan produktivitas kerja. Menurut Hasibuan . mengemukakan bahwa terdapat beberapa indikator yang dapat diukur dari metodemetode yang digunakan antara lain: Prestasi kerja karyawan . Kedisiplinan karyawan . Absensi karyawan . Tingkat sama . Tingkat upah insentif karyawan Produktivitas Karyawan Produktivitas adalah kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan supaya memperoleh hasil yang sangat memuaskan, baik itu kualitas maupun kuantitas. perusahaan harus selalu meningkatkan produktivitasnya karyawan di masing-masing bidangnya. Sutrisno . dalam mengukur produktivitas kerja diperlukan suatu indikator antara lain: Kemampuan karyawan . Meningkatkan hasil . Semangat kerja . Pengembangan diri . Mutu . Efisiensi Jenis dan Sumber Data Jenis Data Data Kuantitatif merupakan data berupa angka-angka seperti jumlah karyawan dan data-data lainnya yang menunjang Data dikumpulkan dengan bantuan instrumen kusioner dan hasil analisis data statistik yang diperoleh pada beberapa karyawan. Sumber Data Data Primer Data primer adalah data yang bisa dikumpulkan secara langsung mengasihkan data kepada pengumpul data. Data primer dalam penelitian ini berasal dari kuesioner yang dibagikan dan di isi oleh seluruh karyawan Koperasi Simpan Pinjam Mulia Jaya Data Sekunder Data skunder merupakan sumber data secara tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Dalam penelitian ini data sekunder bisa diperoleh dari pernyataan dan keterangan dari Koperasi Simpan Pinjam Mulia Jaya. Populasi dan Sampel Populasi Populasi dalam penelitian adalah sekumpulan objek dimana bisa dijadikan sumber penelitian yang berbentuk benda, peristiwa maupun orang yang terjadi suatu objek sasaran penelitian. Hal ini sesuai dengan pendapat Silalahi, . populasi adalah seluruh elemen yang akan dianalisis atau di pelajari, populasi sendiri dapat berupa organisme,benda,peristiwa,orrang, atau laporan. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh Karyawan Koperasi Simpan Pinjam Mulia Jaya. Sampel Dalam pengumpulan sampel ini dimana teknik pengumpulannya menggunakan semua anggota populasi hal ini di karenakan jumlah populasi terlalu kecil kurang dari 100. Adapun Sampel Penelitian Ini yaitu 34 Responden sesuai jumlah populasi seluruh karyawan. Teknik Analisis Data Observasi Menurut Sukmadinata . merupakan suatu teknik atau cara untuk mengumpulkan data yang merupakan pengematan terhadap kegiatan yang akan berlangsung. Observasi ini di lakukan pada KSP Mulia Jaya. Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 Website: http://ojs. id/index. php/mandar Wawancara Menurut Arikunto . wawancara atau interview merupakan dialog yang dilakukan oleh pewawancara kepada narasumber untuk mendapat informasi setelah di wawancarai. Dalam penelitian ini seluruh karyawan KSP Mulia Jaya. Kuisioner/angket Menurut Sugiyono . , kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau peryataan tertulis. Dalam penelitian ini kuisoner di sebarkan kepada seluruh karyawan KSP Mulia Jaya. Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil Penelitian Uji Validitas Uji Validitas digunakan untuk mengetahui layak tidaknya suatu butir pertanyaan, diakatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2. Uji signifikasi dilakukan dengan membandingkan rhitung dengan rTabel degree of freedom . =n-2, dalam hal ini adalah jumlah sampel. Dalam penelitian ini jumlah sampel . = 100 dan besarnya df dapat dihitung 34-2 = 32. Dengan df= 32 dan taraf siginifikan 95% atau alpha () 5% diperoleh rTabel = 0,339. Jika rhitung > rTabel dan nilai positif maka butir pernyataan valid. Perbandingan antara nilai rhitung dan rTabel disajikan dalam tabel berikut : Variabel Pelatihan ( X. Indikator Pendidikan Peserta Seleksi Materi Pengembangan (X. Prestasi Kerja Karyawan Kedisplinan Karyawan Absensi Karyawan Tingkat Kerja Sama Produktivitas Karyawan (Y) Tingkat Upah Karyawan Kepemimpinan dan Keputusan Manajer Kemampuan Karyawan Meningkatkan Hasil Semangat Kerja Pengembangan Diri Mutu Efisiensi Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 Butir Q10 Q10 0,568 0,568 0,608 0,586 0,637 0,533 0,616 0,576 0,525 0,565 0,513 0,573 0,525 0,681 0,527 0,559 0,515 0,602 0,552 0,586 0,542 0,586 0,530 0,531 0,550 0,594 0,511 0,647 0,655 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 Ket Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 Dapat dilihat bahwa seluruh butir pernyataan memiliki nilai rhitung > rTabel . Maka dapat disimpulkan bahwa seluruh butir pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini lolos dalam uji validitas dan dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Kuesioner dikatakan reliabel jika masing Ae masing pertanyaan dijawab resonden secara konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Reliabilitas melalui perhitungan SPSS diukur dengan uji statistik Cronbach Alpha, variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,6. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat di bawah ini: Variabel Pelatihan (X. Pengembangan (X. Produktivitas Karyawan (Y) Hasil Uji Reliabilitas CronbachAos Alpha 0,749 0,752 0,769 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel diketahui bahwa semua variabel memiliki nilai cronbachAos alpha > 0,6. Maka dapat disimpulkan bahwa seluruh butir pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliabel. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi, variabel terikat dan variabel bebas memiliki distribusi normal atau tidak, karena nilai regresi yang baik memiliki distribusi data yang normal (Ghozali, 2. Hasil pengujian normalitas dengan metode statistik One Sample Kolmogorov Smirnov dapat dilihat di bawah ini : Unstandardized Residual Kolmogrov-Smirnov Z Asymp Sig. ( 2-taile. 0,079 0,200 Berdasarkan Tabel 4. 13, dapat diketahui nilai Kolmogorov-Smirnov Z adalah 0,079 dan nilai Asymp. Sig. = 0,200 lebih besar dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa data yang telah diolah memiliki nilai residual normal. Uji Hesterokedastisitas Salah satu cara untuk mendeteksi heteroskedaktisitas adalah dengan uji glejser, dengan kriteria pengujian jika semua variabel bernilai t hitung < t tabel dan nilai sig. > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedaktisitas, namun jika t hitung > t tabel dan nilai sig. < 0,05 maka terjadi heteroskedaktisitas. Dan t tabel diperoleh dari df=n-k atau 34-3=31 maka diperoleh t tabel sebesar 1,695. Hasil uji glejser dapat dilihat pada Tabel berikut: Variabel Pelatihan (X. Pengembangan (X. Hasil Uji Hesteroskedastisitas t hitung Sig Keterangan -0,359 0,722 Bebas Hesteroskedastisitas -0,731 0,471 Bebas Hesteroskedastisitas dapat diketahui bahwa t hitung < t tabel dan nilai sign. > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variabel dalam penelitian ini tidak terjadi heteroskedatisitas. Uji Multikolineritas Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah model regresi dbutirukan adanya korelasi antar variabel bebas. Untuk melihat ada atau tidaknya multikolinearitas didalam model regresi dilihat dari nilai VIF (Variance Inflation Facto. dan nilai tolerance. Apabila nilai Tolerance < 0,10 dan nilai VIF > 10, maka terjadi multikolinearitas. Tetapi apabila nilai Tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10, maka tidak terjadi multikolinearitas. Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada Tabel: Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 Website: http://ojs. id/index. php/mandar Variabel Pelatihan (X. Pengembangan (X. Hasil Uji Multikolinearitas Tolerance VIF 0,659 1,519 0,659 1,519 Keterangan Bebas Multikolineritas Bebas Multikolineritas dapat diketahui bahwa nilai tolerance variabel Pelatihan (X. , pengembangan (X. , lebih besar dari 0,10. Kemudian nilai VIF dari ketiga variabel tersebut lebih kecil dari 10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi Analisis Regresi Linier Berganda Model regresi berganda adalah sebuah model regresi yang menggunakan lebih dari dua variabel. Hasil analisis regresi linier berganda bisa dilihat pada tabel Hasil Analisis Linier Berganda Model Unstandardized Coefficients Standardized Coeffients Beta ( Constan ) 18,366 Pelatihan ( X1 ) 0,511 0,498 Pengembangan ( X2 ) 0,067 0,064 diperoleh persamaan analisis regresi berganda yaitu: Y= 18,366 0,511 X1 0,067 X2 dari persamaan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai Konstanta = 18,366 Nilai konstanta positif sebesar 18,366 artinya menunjukkan tanpa dipengaruhi oleh variabel Pelatihan (X. dan Pengembangan (X. nilai konstanta (Y) sebesar 18,366. Koefisien Pelatihan (X. = 0,511 Variabel Pelatihan(X. memiliki pengaruh positif terhadap Produktivitas Karyawan (Y) yaitu sebesar 0,511. Tanda positif menunjukkan hubungan yang searah. Artinya semakin dilakukannya pelatihan (X. maka semakin bertambah produktivitas karyawan (Y). Koefisien Pengembangan (X. = 0,067 Variabel Pengembangan (X. memiliki pengaruh positif terhadap Produktivitas Karyawan (Y) yaitu sebesar 0,067. Tanda positif menunjukkan hubungan yang searah. Artinya jika pengembangan semakin di tambah(X. maka secara bersama akan bertambah juga produktivitas karyawan (Y). Uji Hipotesis Simultan (Uji F) Uji F dilakukan dengan membandingkan nilai F hitung dengan F Tabel . Untuk degree of freedom . = k-1, df2= nk. Dimana k adalah jumlah dari keseluruhan variabel bebas dan terikat yaitu sebesar 3, dan n adalah jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu sebesar 34 dan besarnya df untuk adalah df1= 3-1 = 2, df= 34-3 = 31. Pada taraf signifikan 95 % atau alpha () 5% diperoleh nilai Ftabel = 2,76. Jika F hitung > F tabel maka Ha diterima. Hasil Uji F Ftabel 3,30 Fhitung 6,326 Sig 0,005 dapat dilihat bahwa nilai Fhitung > Ftabel , yaitu 6,326 > 3,30 dengan nilai signifikansi 0,005. Dengan nilai Fhitung > Ftabel dan nilai signifikannya < 0,05, hal ini berarti Ha diterima. Artinya variabel pelatihan dan pengembangan bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan. Uji Hipotesis Simultan (Uji T) Uji t . ji parsia. digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel Pelatihan (X. dan Pengembangan (X. terhadap Produktivitas Karyawn(Y). Kriteria pengujian dengan tingkat signifikasi () = 0,05 ditentukan sebagai . Apabila t hitung > t tabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Apabila t hitung < t tabel, maka Ha diterima dan H0 ditolak. t tabel diperoleh dengan derajat bebas . : df = n Ae k 34 Ae 3 = 31 maka diperoleh nilai t tabel = 1,695 Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar Variabel Pelatihan (X. Pengembangan (X. t tabel 1,695 1,695 Hasil Uji t t hitung Sig 2,672 0,012 0,334 0,733 E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 Keterangan Diterima Ditolak . Hasil pengujian diperoleh nilai t untuk Pelatihan (X. menunjukkan nilai t hitung > t Tabel yaitu 2,672 > 1,695 dengan nilai signifikansi sebesar 0,012 < 0,05. Dengan nilai t hitung > t Tabel dan nilai signifikan < 0,05, hal ini berarti Ha1 Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial Pelatihan berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas Karyawan. Hasil pengujian diperoleh nilai t untuk pengembangan (X. menunjukkan nilai t hitung > t tabel yaitu 0,334 < 1,695 dengan nilai signifikan sebesar 0,733 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial pengembangan berpengaruh tidak signifikan terhadap produktivitas karyawan. Koefisien Determinasi ( R2 ) Koefisien determinasi (R. digunakan untuk mengetahui presentase kontribusi variabel merek, kualitas produk, dan kemasan terhadap variabel keputusan pembelian. Nilai koefisien determiasi ditentukan dengan nilai R Square sebagai mana dapat dilihat pada Tabel. Mode 0,538 Hasil Uji Koefisiensi Determinasi (R. R Square Adjusted Square 0,290 0,244 Std. Error of the Estimate 4,01291 diatas diketahui R Square sebesar 0,290 atau 29% yang berarti bahwa sumbangan atau kontribusi dari variabel pelatihan (X. , dan pengembangan (X. terhadap variabel produktivitas karyawan (Y) sebesar 0,290. Sedangkan sisanya dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: e = 1 Ae R2 e = 1 Ae 0,290 e = 71 % Angka 71% mempunyai makna besarnya faktor lainnya yang tidak di terangkan dalam penelitian ini. Faktor lain yang mempengaruhi produktivitas karyawan adalah motivasi kerja, gaya kepemimpinan,pengembangan karir, pendidikan karyawan Kusuma . Pembahasan Pengaruh pelatihan dan pengembangan terhadap produktivitas karyawan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ha1 yang menyatakan variabel pelatihan dan pengembangan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan Koperasi Simpan Pinjam Mulia Jaya Kecamatan Wuluhan diterima. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pelatihan dan pengembangan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan Koperasi Mulia Jaya Kecamatan Wuluhan. Hal ini dapat diartikan bahwa pelatihan dan pengembangan mampu mempengaruhi produkvitas karyawan. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kondou . , yang meneliti tentang pengaruh pelatihan dan pengembangan terhadap produktivitas karyawan Studi Pada PT. Air Manado, yang mana hasil penelitiannya menunjukkan secara simultan atau bersama-sama pelatihan dan pengembangan berpengaruh terhadap Hasil penelitian ini juga mendukung teori yang menyatakan bahwa pelatihan dan pengembangan akan menimbulkan produktivitas karyawan dan membuat karyawan menjadi lebih maju Anoraga . Pengaruh pelatihan terhadap produktivitas karyawan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ha2 yang menyatakan variabel pelatihan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan Koperasi Simpan Pinjam Mulia Jaya Kecamatan Wuluhan diterima. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 pelatihan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan Koperasi Mulia Jaya Kecamatan Wuluhan. Hal ini dapat diartikan bahwa pelatihan mampu mempengaruhi produkvitas karyawan. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang di lakukan oleh Angraini . yang membahas pengaruh pelatihan terhadap produktivitas kerja pegawai pada kantor pelayanan pajak Madya Palembang yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pelatihan terhadap produktivitas kerja. Hasil pengujian ini sesuai dengan teori yang dikemukakan Handoko. bahwa pelatihan bermaksud untuk memperbaiki penguasaan berbagai ketrampilan dan teknik pelaksanaan kerja tertentu, terinci, dan rutin. Dengan adanya pelatihan yang baik dan sesuai, maka dapat meningkatkan kemampuan pegawai dalam bekerja dan memaksimalkan produktivitas kerja pegawai. Pengaruh pengembangan terhadap produktivitas Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis Ha3 yang menyatakan pengembangan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan pada Koperasi Mulia Jaya Kecamatan Wuluhan ditolak. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kemasan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap produktivitas karyawan pada Koperasi Mulia Jaya Kecamatan Wuluhan. Hal ini dapat diartikan bahwa indikator-indikator variabel pengembangan belum mampu memengaruhi produktivitas karyawan dalam memperbaiki kinerja Koperasi Mulia Jaya Kecamatan Wuluhan. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh hasil penelitian ini mendukung peneliti yang dilakukan oleh Debbi . pengembangan karyawan tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai PT Bank Sumut Cabang Sidikalang, namun tetap perlu di pertahankan dan ditingkatkan. Namun penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Siagian . dan Kandou . , mengemukakan bahwa pengembangan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan. sehingga dapat diartikan bahwa pengemabnagn pada Koperasi Mulia Jaya bukan menjadi pertimbangan utama dalam mencapai produktivitas Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Penelitian ini menguji dan menganalisis pengaruh pelatihan dan pengembangan terhadap produktivitas karyawan studi kasus Koperasi Simpan Pinjam Mulia Jaya Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Berdasarkan masalah yang timbul, tujuan penelitian, dan hasil analisis, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Koefisien determinasi (R. dinyatakan nilai R square sebesar 0,290 atau 29% yang berarti bahwa sumbangan atau konstribusi dari variabael pelatihan (X. dan pengembangan (X. terhadap Variabel produktivitas karyawan (Y) sebesar 0,290. Sisanya dari konstribusi tersebut adalah 71% yang mempunyai makna dimana besarnya faktor lain yang dapat mempengaruhi produktivitas karyawan namun hal ini tidak dijelaskan pada penelitian ini. Regresi berganda dengan persamaan Y= 18,366 0,511 X1 0,067 X2, yang artinya tanpa adanya pengaruh apapun mempunya konstanta sebesar 18,366. Variabael pelatihan memiliki pengaruh yang postif terhadap produktivitas karyawan dengan memiliki nilai 0,511, yang artinya jika pelatihan dilakukan secara teratur maka akan menambah dalam produktivitas karyawannya. Sedangkan variabel pengembangan memiliki nilai 0,067 yang artinya memiliki pengaruh positif terhadap produktivitas karyawan, jika pengembangan dari karyawan bisa menerima dari pelatihan akan menambah produktivitas karyawan. Hasil pengujian hipotesis secara simultan dan parsial sebagai berikut : Hasil uji simultan menunjukkan nilai Fhitung > Ftabel , yaitu 6,326 > 3,30 dengan nilai signifikansi 0,005. Dengan nilai Fhitung > Ftabel dan nilai signifikannya < 0,05, hal ini berarti Ha1 diterima. Artinya variabel pelatihan dan pengembangan bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan. Hasil pengujian diperoleh nilai t untuk pelatihan (X. menunjukkan nilai t hitung > t tabel yaitu 2,672 > 1,695 dengan nilai signifikansi sebesar 0,012 < 0,05. Dengan nilai t hitung > t Tabel dan nilai signifikan < 0,05, hal ini berarti Ha2 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial Pelatihan berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas Karyawan. Hasil pengujian diperoleh nilai t untuk pengembangan (X. menunjukkan nilai t hitung > t tabel yaitu 0,334 < 1,695 dengan nilai signifikan sebesar 0,733 > 0,05. Hal ini berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial pengembangan berpengaruh tidak signifikan terhadap produktivitas karyawan. Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 Saran Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut : Dengan melihat pengaruh yang signifikan dari pelatihan terhadap produktovitas karyawan maka manajer Koperasi Mulia Jaya dapat menambah adanya pelatihan dari segi internal dan dapat menambah juga mengikuti pelatihan yang diberikan dinas koperasi. Dengan cara seperti ini lah akan menambah pengetahuan karyawan, skill, attitude, dalam melakukan tanggung jawabnya dengan demikian maka produktivitas akan naik dan akan berdampak juga pada pelayanan dan penambahan anggota baru di Koperasi Mulia Jaya Kecamatan Wuluhan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa pengembangan berpengaruh positif dalam produktivitas melainkan tidak Oleh karena itu manajer Koperasi Mulia Jaya Kecamatan Wuluhan harus terus memantau dan menambah indikator dari pengembangannya, supaya pengembangan bisa menambah lebih besar kepada skill dalam melakukan tanggug jawabnya. Bagi penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel-variabel lain yang berpengaruh terhadap produktivitas karyawan seperti motivasi kerja, gaya kepemimpinan, pengemabangan karir, beground pendidikan. Referensi